Tag: kedaleman

  • PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Banyuwangi melalui Seksi Sosial Humaniora kembali melaksanakan kegiatan Lingkar Diskusi sebagai bagian dari ikhtiar penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

    Diskusi yang mengusung tajuk “Kembali Meneladani Jejak Perjuangan dan Nilai Pedoman KH Abdurrahman Wahid” ini digelar pada Selasa malam, 27 Januari 2026, bertempat di Masjid At-Ta’awun, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Seksi Sosial Humaniora PC ISNU Banyuwangi, Ginanjar Prastyanto, yang didampingi oleh Mohamad Soleh Kurniawan, yang juga aktivis di DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi.

    Lingkar diskusi ini merupakan gelombang ke-3 setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Pesanggaran.

    Konsistensi pelaksanaan diskusi ini menjadi bukti komitmen PC ISNU Banyuwangi dalam menghadirkan ruang dialektika intelektual yang sehat dan inklusif di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Ginanjar Prastyanto menyampaikan bahwa figur KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan sosok yang relevan untuk terus dikaji dan diteladani, terutama di tengah tantangan sosial dan keagamaan saat ini.

    Menurutnya, nilai-nilai moderasi beragama, pluralisme, serta kelapangan dada yang diperjuangkan Gus Dur merupakan pedoman penting bagi generasi sekarang dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial.

    “Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa Islam harus hadir sebagai rahmat bagi semua, bukan sebagai sumber konflik. Moderasi, sikap terbuka, dan penghormatan terhadap perbedaan adalah warisan besar yang harus terus kita rawat,” ungkap Ginanjar.

    Diskusi malam itu berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam seputar keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman, memperjuangkan keadilan sosial, serta keberaniannya dalam membela kelompok-kelompok minoritas.

    Para peserta juga diajak merefleksikan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam konteks lokal Banyuwangi.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Rogojampi, Irfan Hidayat, beserta jajaran pengurus.

    Kehadiran PAC ISNU Rogojampi menambah semarak diskusi sekaligus memperkuat sinergi antarstruktur organisasi ISNU di tingkat cabang dan anak cabang.

    Melalui lingkar diskusi ini, PC ISNU Banyuwangi berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran kritis, memperkuat karakter intelektual kader, serta menjaga spirit perjuangan Gus Dur agar tetap hidup dan membumi di tengah masyarakat.

    Kegiatan serupa direncanakan akan terus berlanjut di kecamatan lain sebagai bagian dari gerakan intelektual dan sosial ISNU Banyuwangi.

  • Perkuat Budaya Baca Sejak Dini, Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Kunjungi MI Kedaleman

    Perkuat Budaya Baca Sejak Dini, Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Kunjungi MI Kedaleman

    Upaya menghidupkan budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan oleh Penerbit Lintang bersama media literasi sastrawacana.id/ dengan melakukan kunjungan serta donasi buku.

    Kegiatan ini menyasar lembaga-lembaga pendidikan di berbagai wilayah Banyuwangi sebagai bagian dari gerakan penguatan minat baca sejak dini.

    Kunjungan kali ini terasa lebih istimewa karena dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan, S.E., M.Si., yang berlangsung di MI Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, pada Rabu (17/12/2025).

    Di sela-sela kesibukannya, Yusdi Irawan menyempatkan diri untuk turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung penguatan budaya baca di lingkungan sekolah.

    Kehadirannya sekaligus menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan perpustakaan sekolah sebagai sarana edukatif yang strategis bagi pembentukan karakter dan peningkatan kualitas literasi peserta didik sejak usia dini.

    Kunjungan Perpusda di MI Kedaleman

    Dalam kesempatan tersebut, Yusdi Irawan memantau langsung kondisi perpustakaan MI Kedaleman sekaligus berdialog dengan pihak sekolah terkait literasi.

    Selain menyerahkan sejumlah buku, ia juga memberikan masukan yang berhubungan dengan pengelolaan perpustakaan dan strategi menumbuhkan minat baca siswa sejak usia dini.

    Menurutnya, keberadaan perpustakaan sekolah harus dimaknai lebih dari sekadar fasilitas pelengkap, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang aktif dan berkelanjutan.

    “Perpustakaan sekolah bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang yang hidup dan mampu menumbuhkan minat baca anak-anak. Jadi, perlu ada rutinitas membaca karena kebiasaan akan berubah menjadi budaya membaca,” ujar Yusdi Irawan.

    Ia menambahkan, penguatan literasi sejak sekolah dasar menjadi fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Kopiwangi, Andi Budi Setiawan, S.Pd., yang dalam kesempatan itu menyerahkan sejumlah buku, termasuk karya tulisnya sendiri.

    Seperti diketahui, Andi Budi Setiawan merupakan penulis asal Banyuwangi yang telah melahirkan berbagai karya sastra serta aktif mendorong gerakan literasi di daerah.

    Kepala Sekolah MI Kedaleman, Nur Lailiyah, S.Ag, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan.

    Ia menilai kehadiran Kepala Dinas Perpustakaan bersama Penerbit Lintang dan sastrawacana.id/ menjadi semangat baru bagi sekolah.

    “Kunjungan ini menjadi energi positif bagi kami. Kami merasa mendapat dukungan moral untuk terus mengembangkan perpustakaan serta budaya membaca di sekolah,” ungkap Nur Lailiyah.

    Ia berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi berkelanjutan dengan Perpustakaan Daerah Banyuwangi.

    Sebagai informasi, MI Kedaleman Rogojampi dikenal sebagai salah satu sekolah yang memiliki keunggulan dalam bidang keagamaan.

    Para siswa dibekali pendidikan akhlakul karimah sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter.

    Melalui penguatan literasi yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan, sekolah ini berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

    Sementara itu, Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang, Maulana Affandi, S.S., menegaskan bahwa kegiatan donasi buku dan kunjungan sekolah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Penerbit Lintang dalam mendukung gerakan literasi di Banyuwangi.

    “Kami percaya bahwa literasi tidak bisa dibangun secara instan. Butuh kehadiran, ketelatenan, dan kerja bersama berbagai pihak. Kunjungan seperti ini adalah upaya sederhana kami untuk menghadirkan buku lebih dekat dengan anak-anak, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka pada membaca,” ujar Maulana Affandi.

    Menurutnya, sinergi antara komunitas literasi, media, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem literasi yang sehat dan berkelanjutan.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak sekolah, terutama di wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses bacaan.

    Kegiatan donasi buku dan kunjungan ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berkelanjutan dalam menumbuhkan semangat membaca serta memperkuat ekosistem literasi di Banyuwangi.

  • Dinsos Banyuwangi Respons Cepat Kondisi Penyandang Disabilitas di Kedaleman Rogojampi

    Dinsos Banyuwangi Respons Cepat Kondisi Penyandang Disabilitas di Kedaleman Rogojampi

    Senyum cerah terpancar dari wajah Luk Luul Maknun (19), penyandang daksa asal Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Gadis yang mengalami disabilitas fisik sejak lahir ini mendapat kunjungan dari Komunitas Gotong Royong 45, media online sastrawacana.id/, dan pegiat sosial yang peduli terhadap penyandang disabilitas di daerah, Minggu (9/11).

    Luk Luul tinggal bersama kedua orang tuanya, Mansur (57) dan Sumiyati (53). Ayahnya bekerja sebagai kernet bus Minto jurusan Banyuwangi–Situbondo, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga.

    Sejak kecil, Luk Luul tidak mengenyam pendidikan secara penuh, hanya sempat bersekolah di taman kanak-kanak selama dua tahun.

    Hal itu disebabkan keterbatasan orang tua, sang ayah sibuk bekerja, sementara sang ibu tidak bisa mengendarai kendaraan bermotor untuk mengantar.

    Kunjungan Komunitas Gotong Royong 45 yang dipimpin oleh Bung Aguk Darsono, yang juga aktif di Forum Banyuwangi Sehat (FBS) dan Forum Pembauran Kebangsaan {FPK) menjadi awal harapan baru bagi keluarga ini.

    Luk Luul Maknun Disabilitas Kedaleman

    Dalam kesempatan itu, turut hadir Pemimpin Redaksi sastrawacana.id/ sekaligus Direktur Penerbit Lintang Banyuwangi, Maulana Affandi, S.S., serta beberapa pegiat sosial Banyuwangi.

    “Luk Luul ini anak yang cerdas dan ceria. Walau ada sedikit kesulitan berbicara, tapi semangatnya luar biasa. Dia tidak malu, malah terlihat senang saat diajak ngobrol,” ujar Bung Aguk yang juga merupakan pemandu bakat talenta yatim piatu.

    Ditemani pamannya, Iwan (50), yang juga penyandang disabilitas akibat kram dingin saat musibah kapal nelayan di Pantai Puger, Jember, Luk Luul menyampaikan keinginannya yang sederhana, yakni ingin bisa keluar rumah karena ejak kecil hampir seluruh waktunya dihabiskan di dalam rumah.

    Pamannya menuturkan, jika Luk Luul memiliki kursi roda, ia akan lebih mudah beraktivitas di luar rumah.

    “Selama ini dia hanya bisa duduk atau berbaring di kasur, jarang sekali keluar,” ujar Pakdhe Iwan, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang servis elektronik dan dapat dihubungi melalui nomor ponsel 082341828320.

    Menanggapi hal tersebut, Bung Aguk langsung menghubungi Khoirul Hidayat, S.STP., M.Si., Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Banyuwangi, untuk menyampaikan kondisi Luk Luul.

    Khoirul Hidayat menyampaikan, pihaknya siap memberikan bantuan dan berharap pemerintah desa turut aktif memantau kondisi warganya serta memperbarui data agar ia dapat menerima bantuan sosial yang selama ini belum pernah diterimanya.

    “Kami akan segera tindak lanjuti. Tapi ke depannya, pihak desa perlu lebih aktif melaporkan dan memperbarui data agar bantuan sosial bisa tepat sasaran,” ujarnya melalui pesan singkat.

    Sementara itu, Maulana Affandi menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat Dinas Sosial Banyuwangi.

    “Langkah cepat Pak Khoirul dan tim Dinsos patut diapresiasi. Ini bukti bahwa kepedulian Dinsos Banyuwangi kepada warga yang membutuhkan sangat tinggi,” ujarnya.

    Menurut Affandi, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari pekerja sosial di Rogojampi untuk mendata Luk Luul, karena namanya belum tercatat dalam data penyandang disabilitas Kabupaten Banyuwangi

    Luk Lukul Maknun Kedaleman

    Ia juga menambahkan, Dinas Sosial Banyuwangi memang dikenal tanggap terhadap berbagai persoalan sosial.

    “Bukan hanya kali ini, sebelumnya Dinas Sosial juga sigap membantu warga lain, seperti Aripin yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja. Hal itu menunjukkan adanya kesinambungan kepedulian yang nyata, salah satunya melalui pemberian kursi roda 3 in 1,” ujarnya.

    Kehadiran komunitas sosial, rekan media, dan pegiat kemanusiaan di rumah Luk Luul membawa semangat baru bagi keluarganya.

    Mereka berharap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga dapat melakukan survei dan memberikan bantuan bagi Luk Luul, yang kini tinggal di rumah warisan kakek-neneknya dari pihak ayah.

    Selain menantikan bantuan berupa kursi roda dan popok, Luk Luul yang memiliki hobi bernyanyi juga direncanakan akan tampil dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) mendatang. Ia akan didampingi oleh relawan dari Komunitas Gotong Royong 45 dan Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI).

    Koordinator Divisi Program YALI, Indah Catur Cahyaningtyas, mengatakan dirinya hanyalah relawan, bukan pahlawan.

    “Bersamaan dengan momentum Hari Pahlawan, Luk Luul kami catat sebagai anggota dampingan kami. Harapannya, keluarga bisa lebih responsif dan kami juga akan mengikutkan mereka dalam pelatihan bagi orang tua yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas,” tutur aktivis Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) ini.

    Melalui kegiatan itu, Luk Luul akan mendapat ruang untuk menyalurkan bakatnya dan tampil bersama para penyandang disabilitas lainnya. Lewat gawai milik ibunya, ia juga diharapkan bisa menjalin silaturahmi agar tidak merasa sendirian.

    Dengan nada pasrah, sang ibu, Sumiyati, berharap ada pihak yang peduli terhadap putrinya, terutama dalam hal mobilitas agar bisa beraktivitas di luar rumah.

    “Bukan karena malu, tapi saya enggan merepotkan tetangga dan kerabat. Ternyata saya salah, dulu tidak menyekolahkan, tidak membuatkan KIA, dan baru mengurus KTP setelah usianya lebih dari 18 tahun,” ujarnya lirih.

    Semangat dan senyum Luk Luul menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Di balik segala keterbatasan, tersimpan keyakinan bahwa kuasa Tuhan selalu hadir bagi hamba-Nya, pada waktu dan cara yang paling tepat. (Affandi/Bung Aguk)

  • Empat Tahun Lumpuh, Bantuan Dinsos Wujudkan Impian Aripin Ikut Pawai Maulid Nabi

    Empat Tahun Lumpuh, Bantuan Dinsos Wujudkan Impian Aripin Ikut Pawai Maulid Nabi

    Senyum bahagia terpancar dari wajah Aripin (48), warga Desa Kedaleman, Rogojampi, ketika bisa melihat langsung pawai ndog-ndogan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pemuda Krajan Desa Kedaleman pada Minggu (28/9/2025).

    Momen itu terasa begitu istimewa karena selama empat tahun terakhir, Aripin hanya bisa terbaring di kasur akibat kelumpuhan yang dialaminya. Ia akhirnya bisa keluar rumah berkat bantuan kursi roda 3 in 1 dari Dinas Sosial Banyuwangi.

    Aripin mengalami kelumpuhan setelah terjatuh dari atap setinggi empat meter saat bekerja sebagai buruh bangunan. Sejak peristiwa itu, kehidupannya berubah drastis.

    Sang istri, Mutamaroh (50), berjuang menopang ekonomi keluarga dengan bekerja serabutan, termasuk sebagai tukang jahit.

    Putri semata wayangnya, Firda, juga ikut membantu mencari nafkah dengan bekerja di sebuah toko di depan Kantor Kecamatan Rogojampi.

    Salah satu tokoh masyarakat setempat, Maulana Affandi, mengaku prihatin dengan kondisi Aripin dan berupaya membantu agar mendapat perhatian dari berbagai pihak.

    “Kami sangat mengapresiasi bantuan kursi roda dari Dinas Sosial. Selama ini Pak Aripin memang sangat mendambakan alat bantu itu agar bisa beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Aguk Wahyu Nuryadi, yang turut mengadvokasi Aripin, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengupayakan bantuan dari lembaga lain, termasuk Baznas Banyuwangi.

    UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin
    UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin (Dok. sastrawacana.id/)

    "Kami berharap agar Baznas Banyuwangi untuk segera merealisasikan bantuan. Bahkan, tim UPZ Rogojampi sudah melihat sendiri keadaan Pak Aripin ketika melakukan peninjauan awal bulan lalu,” ujar Aguk dengan penuh harap.

    Kini, dengan adanya kursi roda baru, Aripin bisa kembali merasakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

    Harapannya, bantuan lanjutan dapat segera terealisasi agar ia dan keluarganya bisa menjalani hidup dengan lebih layak.

  • UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin, Warga Kedaleman yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

    UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin, Warga Kedaleman yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

    Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Rogojampi melakukan kunjungan ke rumah Aripin (48), warga Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Rabu (10/9).

    Kunjungan ini dilakukan setelah pihak keluarga Aripin mengajukan permohonan bantuan kepada Baznas Banyuwangi untuk meringankan beban hidup sekaligus kebutuhan pengobatannya.

    Koordinator UPZ BAZNAS Rogojampi, Haji Andi Mikoyanto menyampaikan keprihatinannya kepada Aripin dan memberi motivasi kepada pihak keluarga untuk tetap tabah menerima ujian ini.

    “Ini ujian buat Pak Aripin, yang sabar, insyaAllah rasa sakit ini menggugurkan dosa-dosa jenengan dan akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” nasihatnya kepada Aripin dan keluarga.

    Aripin mengalami kelumpuhan sejak empat tahun lalu setelah terjatuh dari atap toko saat bekerja sebagai kuli bangunan.

    “Awalnya saya jatuh di tempat kerja. Beberapa hari kemudian, kaki dan tangan saya tidak bisa digerakkan, sampai sekarang,” tutur Aripin dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya.

    Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengobatan medis hingga alternatif untuk kesembuhannya.

    “Saya sudah berobat ke mana-mana, tapi belum ada hasil. Harapan saya, semoga ada bantuan agar kondisi saya bisa membaik dan keluarga tidak terlalu berat menanggung,” ungkapnya.

    Kini, aktivitas Aripin sangat terbatas. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak dapat digerakkan.

    Situasi ini tentu tidak mudah, namun istrinya, Mutamaroh, dengan penuh kesabaran tetap mendampingi dan merawatnya.

    Sementara kebutuhan rumah tangga ditopang dari penghasilan Mutamaroh sebagai tukang jahit pakaian, serta putri tunggal mereka, Firda, yang bekerja di sebuah toko dekat kantor Kecamatan Rogojampi.

    Aripin sendiri dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan sebelum mengalami musibah.

    Ia merupakan penggerak pengajian rutin di Dusun Krajan. Karena itu, banyak pihak menaruh perhatian terhadap kondisinya saat ini, salah satunya datang dari Maulana Affandi yang masih memiliki hubungan saudara.

    “Saya pribadi merasa prihatin melihat kondisi Pak Aripin. Beliau dulu sangat aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan. Sekarang, ketika beliau dalam keadaan sulit, sudah seharusnya kita yang ada di sekelilingnya ikut hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materiil,” ujarnya.

    Dukungan serupa juga datang dari Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Agus Wahyu Nuryadi atau Bung Aguk yang mengajak semua pihak ikut peduli.

    “Melihat keadaan Pak Aripin, hati kita tentu terenyuh. Karena itu saya mengajak masyarakat, komunitas sosial, maupun pemerintah untuk hadir. Kita perlu bahu-membahu memberikan bantuan agar beliau bisa tetap melanjutkan pengobatannya dan keluarganya tidak merasa sendirian,” kata Bung Aguk.

    Bung Aguk juga menyampaikan bahwa melalui koordinasi dengan Wakil Bupati Banyuwangi, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana telah siap menyalurkan kursi roda 3 in 1 bagi Aripin, setelah surat permohonan dari kepala desa diterima.

    Harapan besar pun disampaikan Aripin agar dirinya mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun lembaga sosial.

    Kehadiran UPZ Baznas Rogojampi dalam meninjau langsung kondisi Aripin menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan bantuan yang akan diberikan.

    Masyarakat pun berharap adanya tindak lanjut nyata sehingga perjuangan keluarga Aripin bisa lebih ringan dijalani.

  • Pemdes Kedaleman dan Dinas Sosial Banyuwangi Salurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Lumpuh

    Pemdes Kedaleman dan Dinas Sosial Banyuwangi Salurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Lumpuh

    Aripin (48), warga Dusun Krajan Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, harus menjalani hari-harinya dari atas tempat tidur sejak mengalami kelumpuhan empat tahun lalu.

    Hidupnya berubah total setelah terjatuh dari atap bangunan ketika bekerja sebagai kuli bangunan.

    Berbagai ikhtiar pengobatan sudah ditempuh, baik medis maupun alternatif. Namun hingga kini belum membuahkan hasil yang berarti.

    Dalam kesehariannya, Aripin bergantung pada sang istri Mutawaroh (50) yang bekerja sebagai penjahit, serta putri semata wayangnya Firda yang ikut membantu ekonomi keluarga.

    Meski kondisi ekonominya terbatas, Aripin tetap berusaha tabah. Ia dikenal sebagai sosok yang dulunya aktif dalam kegiatan keagamaan dan menjadi penggerak pengajian rutin di lingkungannya. Karena kelumpuhan, ia terpaksa berhenti dari aktivitas tersebut.

    Bantuan Kursi Roda 3 in 1

    Melihat kondisi Aripin, perhatian dari berbagai pihak pun mulai berdatangan. Pemerintah Desa Kedaleman bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi menunjukkan kepeduliannya dengan bergerak cepat memberikan bantuan.

    Setelah adanya komunikasi dengan tokoh masyarakat serta dukungan dari media, bantuan kursi roda 3 in 1 akhirnya bisa disalurkan.

    Melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial, Khoirul Hidayat, Dinas Sosial segera menindaklanjuti dan memastikan bantuan itu sampai ke penerima.

    Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kepala Desa Kedaleman, H. Shofwan, S.Ag bersama Kepala Dusun Krajan, Kamsani. Keduanya turun langsung untuk mengantarkan kursi roda tersebut ke kediaman Aripin pada Senin (2/9).

    Tak hanya itu, Kepala Desa Kedaleman juga turut memberikan bantuan secara pribadi kepada Aripin sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyatnya.

    “Kami berharap dengan adanya kursi roda ini, Pak Aripin bisa lebih mudah beraktivitas di rumah. Pemerintah desa akan terus berupaya mendampingi warga yang membutuhkan, termasuk aksesibilitas rumah agar lebih ramah disabilitas,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Bung Aguk, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak.

    Tak hanya membantu mengomunikasikan kebutuhan Aripin, pihaknya juga telah mendampingi proses administrasi data kependudukan agar lebih mudah diakses.

    Kepala Dusun Krajan Desa Kedaleman

    “Alhamdulillah dengan dukungan Dinas Sosial, kursi roda sudah bisa diterima Pak Aripin. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kemandirian beliau. Dan juga, hari ini telah terbit KK dan KTP yang gres lewat Mall Pelayanan Pasar Rogojampi via aplikasi smart kampung,” ungkapnya.

    Terpisah, Kepala Dinas Sosial, PP dan KB melalui Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial, Khoirul Hidayat, S.STP, M.Si, juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut membantu keluarga Aripin.

    “Terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu keluarga Pak Aripin dan menginformasikan kondisi beliau kepada kami selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Mudah-mudahan alat bantu yang diberikan dapat bermanfaat sepenuhnya untuk aktifitas sehari-hari serta memotivasi agar lebih semangat lagi,” paparnya.

    Menerima bantuan ini, Aripin penuh syukur karena bisa BAB dengan duduk, berjemur serta melihat karnaval.

    “Sepurane lan kesuwun anak lan wong wadon yang ikhlas sabar. Semoga saya tetap bisa jadi umat yang bermanfaat. Tentu saya bisa lebih bersih dan wangi dengan duduk di kursi roda ini,” ungkap mukmin yang tetap sholat 5 waktu dengan tayamum ini.

    Jurnalis: Maulana Affandi/Bung Aguk

  • Empat Tahun Lumpuh, Aripin Warga Desa Kedaleman Rogojampi Uji Kesabaran Keluarga

    Empat Tahun Lumpuh, Aripin Warga Desa Kedaleman Rogojampi Uji Kesabaran Keluarga

    Hidup penuh perjuangan kini dirasakan oleh Aripin (48), warga RT 03/02 Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

    Sejak empat tahun lalu ia mengalami kelumpuhan setelah terjatuh dari atap toko saat bekerja sebagai kuli bangunan.

    "Awalnya saya jatuh di tempat kerja. Beberapa hari kemudian, kaki dan tangan saya tidak bisa digerakkan, sampai sekarang," ungkap Aripin dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya, Minggu (31/8).Ia sudah ikhtiar medis dan alternatif.

    Terpantau, kondisi Aripin hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan tangan dan kaki yang tidak mampu digerakkan.

    Situasi ini tentu tidak mudah bagi keluarganya, namun sang istri, Mutamaroh, tetap sabar mendampingi dan merawatnya.

    Kini, kebutuhan rumah tangga ditopang dari penghasilan istri yang bekerja sebagai tukang jahit pakaian.

    Sementara putri tunggalnya Firda bekerja di Toko Cinta depan Kantor Kecamatan Rogojampi. Diinformasikan pula jika owner Cinta juga kerap membantu keluarga Aripin.

    Aripin dikenal sebagai sosok aktif dalam kegiatan keagamaan di desanya. Ia merupakan penggerak pengajian rutin mingguan di Dusun Krajan sebelum mengalami musibah yang merubah kehidupannya.

    "Saya sudah berobat ke mana-mana, tapi belum ada hasilnya. Dari kantor balai desa sudah pernah mendapatkan bantuan. Saat mengkonsumsi obat dari Shin She ada sedikit perubahan, namun harganya lumayan mahal,” tuturnya.

    Harapan besar ia sampaikan kepada pemerintah maupun lembaga sosial untuk bisa mendapatkan bantuan pengobatan agar kondisinya bisa pulih seperti sedia kala. Ia juga butuh tempat pembaringan mekanik seperti di rumah sakit serta kursi roda 3 in 1.

    Keprihatinan juga datang dari salah satu tokoh masyarakat setempat, Maulana Affandi yang turut berusaha untuk mencarikan solusi ke sejumlah lembaga dan dinas sosial untuk memberikan perhatian sebagaimana sesuai harapan Aripin.

    Affandi menilai Aripin layak mendaat perhatian serius. Ia menilai bahwa kondisi yang dialami Aripin bukanlah persoalan ringan yang bisa dibiarkan begitu saja.

    Sebagai sosok yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan, Aripin sudah banyak memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya.

    Karena itu, ketika kini Aripin harus berjuang dengan keterbatasan fisik akibat kelumpuhan, sudah seharusnya perhatian serius diberikan kepadanya.

    "Saya pribadi merasa prihatin melihat kondisi Pak Aripin. Beliau dulu sangat aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan. Sekarang, ketika beliau dalam keadaan sulit, sudah seharusnya kita yang ada di sekelilingnya ikut hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materiil. Saya berharap masyarakat bersama pemerintah bisa turun tangan, karena kepedulian kita akan sangat berarti bagi keluarga beliau," papar Affandi yang juga merupakan pemimpin redaksi dari media sastrawacana.id/ dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Agus Wahyu Nuryadi atau yang akrab disapa Bung Aguk, juga lakukan advokasi dan peduli dan ajak segenap elemen masyarakat agar lpeduli terhadap kondisi yang menimpa Aripin.

    "Melihat keadaan Pak Aripin, hati kita semua tentu terenyuh. Karena itu saya mengajak masyarakat, komunitas sosial, maupun pemerintah untuk hadir. Kita perlu bahu-membahu memberikan bantuan, sekecil apa pun, agar beliau bisa tetap melanjutkan pengobatannya dan keluarganya tidak merasa sendirian dalam menghadapi ujian ini. Alhamdulillah setelah komunikasi dengan Wakil Bupati di TL ke Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dengan sigap Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Khoirul Hidayat siap kirim kursi roda 3 in 1 setelah surat permohonan dari Kades diterima," tutur Bung Aguk Ketua Komunitas Gotongroyong'45, yang juga tergabung dalam FBS (Forum Banyuwangi Sehat) ini.