Tag: kegiatan sosial

  • Peringati Milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah sebagai Wujud Nyata Kepedulian terhadap Sesama

    Peringati Milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah sebagai Wujud Nyata Kepedulian terhadap Sesama

    Nuansa kepedulian dan semangat kemanusiaan terasa begitu kuat di lingkungan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Dalam rangka memperingati milad ke-56, rumah sakit yang telah lama menjadi rujukan masyarakat ini menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ayo Berdonor Darah”, yang disambut dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

    Sejak pukul 08.00 WIB pagi hari, halaman rumah sakit telah dipenuhi warga yang datang dengan satu tujuan mulia: berbagi kehidupan melalui setetes darah.

    Para peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, pegawai, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.

    Mereka berbaur tanpa sekat, memperlihatkan bahwa kepedulian sosial mampu menyatukan semua kalangan dalam satu gerakan kemanusiaan.

    Kegiatan donor darah ini bukanlah kegiatan baru. Pelaksanaannya telah memasuki penyelenggaraan yang ke-49 kali dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali oleh RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Namun, pelaksanaan kali ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Selain itu, peningkatan jumlah peserta dari waktu ke waktu juga menjadi bentuk apresiasi tersendiri atas keberhasilan kegiatan ini.

    Menurut Rangga Zulfikar, S.Kom selaku koordinator donor darah dari RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, jumlah peserta donor terus mengalami peningkatan pada setiap pelaksanaan kegiatan.

    “Setiap kegiatan, jumlah pendonor terus meningkat. Ini menandakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah semakin tinggi,” ujar Rangga.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini bukan sekadar bagian dari rangkaian seremonial milad, tetapi merupakan wujud nyata gerakan kemanusiaan dalam membantu sesama.

    Donor darah, menurutnya, adalah bentuk kepedulian sederhana yang memiliki dampak sangat besar bagi kehidupan orang lain.

    donor darah pku rogojampi

    Mudah Dijangkau, Nyaman, dan Bersahabat

    Salah satu faktor yang membuat kegiatan donor darah di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi diminati masyarakat adalah lokasi rumah sakit yang strategis dan mudah dijangkau.

    Letaknya yang berada di jalur utama memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah di Banyuwangi untuk datang berpartisipasi.

    Selain itu, pelayanan yang diberikan juga menjadi nilai tambah tersendiri. Para petugas dikenal ramah, komunikatif, serta profesional dalam melayani para pendonor.

    Suasana yang diciptakan selama kegiatan berlangsung membuat para peserta merasa nyaman, bahkan seperti berada di rumah sendiri.

    Khusnul Khotimah, salah satu pendonor yang telah mengikuti kegiatan donor darah sebanyak 25 kali, membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan donor di tempat tersebut.

    “Donor di sini itu nyaman sekali. Petugasnya ramah, suasananya santai, jadi tidak tegang. Saya merasa seperti donor di rumah sendiri,” ujarnya dengan senyum.

    Makna Donor Darah: Lebih dari Sekadar Memberi

    Menurut Tri Eni selaku koordinator tim donor darah dari PMI Kabupaten Banyuwangi yang bertugas saat kegiatan berlangsung, donor darah memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan sosial masyarakat.

    “Donor darah adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap sesama. Kita mungkin tidak tahu siapa yang menerima darah kita, tapi kita tahu bahwa itu bisa menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa setiap tetes darah yang didonorkan merupakan harapan bagi mereka yang membutuhkan, seperti pasien kecelakaan, ibu yang sedang melahirkan, penderita anemia, hingga pasien dengan penyakit kronis.

    Kebutuhan Darah di Banyuwangi Masih Tinggi

    Di sisi lain, kebutuhan darah di Kabupaten Banyuwangi masih tergolong tinggi. Setiap harinya, rumah sakit membutuhkan persediaan darah untuk berbagai keperluan medis.

    Namun demikian, ketersediaan stok darah sering kali belum sebanding dengan kebutuhan yang ada.

    Oleh karena itu, kegiatan donor darah seperti ini menjadi sangat penting untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah agar tetap aman dan mencukupi.

    “Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. Kita tidak bisa menunggu saat butuh baru mencari. Stok darah harus selalu tersedia,” tegas Tri Eni.

    Donor darah juga menjadi simbol solidaritas sosial bahwa manusia hidup saling membutuhkan dan saling menguatkan satu sama lain.

    Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan

    Menurut Rizka, ahli gizi RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi yang pada kesempatan tersebut juga ikut berdonor, kegiatan donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan banyak manfaat kesehatan bagi pendonornya sendiri.

    Beberapa manfaat donor darah di antaranya adalah:

    • Menjaga kesehatan jantung dengan membantu mengurangi kadar zat besi berlebih dalam tubuh.
    • Meningkatkan produksi sel darah baru sehingga tubuh terasa lebih segar.
    • Membantu mendeteksi dini penyakit karena sebelum donor dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana.
    • Membantu menjaga berat badan melalui proses pembakaran kalori saat donor darah.
    • Memberikan efek psikologis positif karena munculnya rasa bahagia setelah membantu orang lain.

    “Donor darah itu sehat, bukan melemahkan. Justru membuat tubuh lebih bugar jika dilakukan secara rutin,” tambah Rizka.

    Donor Darah sebagai Gerakan Sosial

    Kegiatan donor darah ini juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.

    Dalam momentum milad ke-56 ini, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi ingin menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pelopor aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.

    Donor darah menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang dipegang teguh, yaitu menolong tanpa pamrih dan selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, Tempat Donor yang Dipercaya Masyarakat

    Kepercayaan masyarakat terhadap RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi sebagai tempat donor darah terus meningkat dari waktu ke waktu.

    Hal ini tidak terlepas dari konsistensi pelayanan yang profesional, fasilitas yang memadai, serta pendekatan humanis kepada setiap pendonor.

    Banyak masyarakat yang menjadikan rumah sakit ini sebagai lokasi utama untuk berdonor secara rutin.

    Bahkan tidak sedikit pendonor yang mengajak keluarga maupun teman untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.

    “Di sini itu sudah seperti rumah kedua bagi pendonor. Nyaman, aman, dan terpercaya,” ujar salah satu peserta.

    Harapan Untuk Masa Depan

    Dengan semangat milad ke-56, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi berharap kegiatan donor darah ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

    “Ayo kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup. Bukan hanya saat ada acara, tapi menjadi kebiasaan,” pesan Rangga sebagai penggerak kegiatan donor darah dalam rangka milad ke-56 RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan sosial seperti donor darah, karena generasi muda merupakan agen perubahan di masa depan.

    Kegiatan “Ayo Berdonor Darah” bukan sekadar agenda tahunan atau bagian dari peringatan milad semata. Kegiatan ini merupakan simbol kepedulian, harapan, dan kehidupan.

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, masih ada tangan-tangan tulus yang rela berbagi tanpa pamrih. Setetes darah mungkin terlihat kecil, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, setetes darah adalah segalanya.

    Dan di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, semangat itu terus mengalir—menghidupkan, menguatkan, dan menyatukan.

    Penulis: Heri Iskandar, S.Kep., Ners

  • Rayakan 13 Tahun, EL Grup Berbagi Kebahagiaan Bersama Lansia di Muncar

    Rayakan 13 Tahun, EL Grup Berbagi Kebahagiaan Bersama Lansia di Muncar

    Senyum bahagia merekah terpancar dari wajah 30 lansia saat menerima kunjungan “anak cucu” mereka dari EL Grup dalam kegiatan berwisata hati ke Panti Jompo Sahabat Lansia Blambangan, Muncar, Rabu (7/1/2026).

    Kegiatan ini digelar sebagai bentuk tasyakuran atas 13 tahun berdirinya EL Hotel Banyuwangi Residence, sekaligus perayaan hadirnya Banyuwangi Park yang turut mendukung pengembangan pariwisata di Bumi Blambangan.

    Direktur PT Mitra Buana Niaga (EL Grup), Vera Safira, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur perusahaan yang diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

    “Sebagai ungkapan syukur, tahun ini kami berbagi kebahagiaan dengan para lansia di panti jompo,” ujar Vera Safira yang hadir bersama sekitar 45 karyawan EL Grup.

    Senada, General Manager EL Hotel Banyuwangi, Wilmar Des Rizal, menyampaikan rasa haru dan bahagianya bisa bersilaturahmi langsung dengan para lansia.

    “Oma, opa, kami ini anak cucumu yang datang menjenguk,” ucapnya penuh kehangatan.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PHRI Banyuwangi serta mitra IHC RS Bhakti Husada Krikilan yang turut mendampingi dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia.

    EL Grup di Panti Jompo Sahabat Lansia Muncar

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PHRI Banyuwangi, Hafrida, menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi ke-13 EL Grup.

    Ia berharap kegiatan bakti sosial seperti ini dapat menginspirasi anggota PHRI lainnya.

    “Kami doakan seluruh usaha yang tergabung dalam EL Grup semakin laris, banyak pengunjung, dan meraih kesuksesan di Banyuwangi,” ujarnya, yang diamini oleh seluruh hadirin.

    Tak hanya berbagi bantuan berupa dana, sembako, pampers, selimut, dan kebutuhan lainnya, EL Grup juga menghadirkan kebahagiaan melalui berbagai aktivitas interaktif.

    Para lansia diajak bermain permainan sederhana menggunakan bola kecil, bernyanyi lagu-lagu nostalgia, berbagi cerita masa kecil, hingga berjoget bersama badut Park dan Joira Istimewa. Kegiatan tersebut ditutup dengan pembuatan buket bunga bersama.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Lansia, Indah Purwaningrum, menjelaskan bahwa saat ini yayasan mengasuh 30 lansia serta 16 anak yatim yang dibekali pendidikan agama.

    “Tujuan kami adalah menyiapkan para lansia agar dapat menjalani masa akhir hidup dengan bahagia dan husnul khotimah,” ujarnya.

    Indah menuturkan, yayasan yang berdiri sejak tiga tahun lalu ini awalnya beroperasi di Desa Kelir dengan menyewa lahan.

    Sekitar dua tahun terakhir, yayasan berpindah ke Muncar dan kini telah memiliki lahan sendiri meski masih dalam proses mencicil pembangunan panti.

    “Karena panti kami masih terakreditasi C, kami belum mendapatkan bantuan permakanan dari Dinas Sosial. Syaratnya minimal akreditasi B, sehingga selama ini bantuan murni berasal dari swasta dan para donatur,” jelasnya.

    Ia menambahkan, yayasan juga telah memiliki mobil layanan dan rumah singgah di Malang yang digunakan saat harus mendampingi rujukan perawatan anak yatim maupun lansia.

    “Alhamdulillah, kami hanya menjadi kurir dari para donatur dan dermawan,” tutup relawan Rumah Kebangsaan Banyuwangi tersebut.

  • RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah ke-47, Wujud Kepedulian Nyata untuk Sesama

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gelar Donor Darah ke-47, Wujud Kepedulian Nyata untuk Sesama

    Dalam semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi kembali menggelar kegiatan donor darah ke-47, bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis, (13/11).

    Kegiatan sosial yang telah menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali ini berlangsung di aula RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

    Suasana terlihat ramai dan penuh antusiasme, baik dari para pendonor tetap maupun masyarakat umum yang baru pertama kali ikut berdonor.

    Kegiatan Donor Darah di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi

    Ketua tim pelaksana dari UDD PMI Banyuwangi, Amirir Rosadi, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa kegiatan donor kali ini melibatkan lima orang petugas medis dari tim mobile unit PMI.

    “Kami menyiapkan 70 kantong darah untuk kegiatan donor di Rogojampi kali ini. Alhamdulillah, hingga acara selesai, kami berhasil mengumpulkan 40 kantong darah, sementara ada 9 pendonor yang belum memenuhi syarat karena alasan medis,” ujarnya.

    Dari data tim medis, sembilan orang tersebut dinyatakan tidak lolos karena beberapa faktor: satu orang mengalami tekanan darah tinggi, tiga orang tekanan darah rendah, dua orang baru saja minum obat, dan tiga orang memiliki kadar hemoglobin rendah.

    Meski demikian, Amirir mengapresiasi semangat para pendonor yang datang dengan antusias, bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi pendonor rutin sejak kegiatan pertama kali digelar.

    “Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Saat ini stok darah, khususnya golongan O, mulai menipis. Kami berharap masyarakat lebih termotivasi untuk mendonorkan darahnya. Setetes darah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” jelas Amirir.

    Selain tenaga medis dari PMI, kegiatan donor darah ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak rumah sakit.

    Heri Boani Endang Handayani, selaku koordinator pelaksana dari RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, menyebutkan bahwa kegiatan “Rogojampi Berdonor” selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat.

    Donor Darah di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi

    “Peserta donor darah kali ini cukup variatif. Ada dari instansi pemerintah, para guru, karyawan swasta, pedagang, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum. Semua datang dengan semangat yang sama: ingin membantu sesama,” ujarnya.

    Menurut Handayani, kegiatan donor darah rutin di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi sudah menjadi agenda yang dinantikan oleh banyak pendonor.

    Selain karena lokasi yang strategis dan dekat dengan tempat kerja mereka, pelayanan petugas yang ramah dan profesional juga menjadi alasan utama tingginya partisipasi masyarakat.

    “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mulai dari tenaga medis, pengurus PMI Banyuwangi, hingga masyarakat. Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bisa diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mendonorkan darah,” tambahnya.

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan kegiatan donor darah ini.

    Melalui kerja sama yang baik dengan UDD PMI Banyuwangi, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan darah di Kabupaten Banyuwangi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan menolong sesama.

    Dengan semangat “Satu Tetes Darah untuk Kehidupan”, kegiatan Rogojampi Berdonor ke-47 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan.

    “Semoga kegiatan donor darah ini terus istiqomah dan ke depannya mampu menghasilkan lebih banyak kantong darah setiap pelaksanaan. Setiap tetes darah yang disumbangkan adalah kehidupan baru bagi orang lain,” pungkas Handayani.

  • Cegah Kekerasan Sejak Dini, Koppiwangi dan YPKAP Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 5 Lateng

    Cegah Kekerasan Sejak Dini, Koppiwangi dan YPKAP Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 5 Lateng

    Koppiwangi, sebuah organisasi yang fokus pada peningkatan pendidikan dan kesejahteraan anak di Banyuwangi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

    Kali ini, Koppiwangi menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 5 Lateng, Jumat, (24/10) dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya tindakan perundungan serta cara mencegahnya sejak dini.

    Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini turut menggandeng Yayasan Perlindungan Konsumen dan Advokasi Publik (YPKAP) yang diketuai oleh Alex Budi Setyawan, S.H., M.H.

    Para aktivis YPKAP bersama tim Koppiwangi menyampaikan materi edukatif seputar jenis-jenis bullying, dampak psikologis maupun sosial yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan kasus perundungan di lingkungan sekolah.

    Sosialisasi Koppiwangi

    Dalam sesi interaktif, siswa juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pertemanan dan sikap saling menghargai antar teman.

    Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan empati serta membangun kesadaran bahwa bullying bukanlah hal sepele, melainkan perilaku yang dapat merusak masa depan seseorang.

    Ketua Koppiwangi, H. Mujiono, S.H., menjelaskan bahwa program ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya sukses dilaksanakan di SDN 1 Kemiren.

    Pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan ke sekolah-sekolah lain di Banyuwangi agar semakin banyak siswa yang mendapatkan edukasi terkait pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

    “Kami ingin anak-anak Banyuwangi tumbuh dengan rasa aman, tanpa takut diintimidasi atau diremehkan. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin membentuk karakter siswa yang berjiwa sosial, peduli terhadap sesama, dan berani menolak segala bentuk kekerasan,” ujar Mujiono.

    Sementara itu, Kepala SDN 5 Lateng, Rustamaji, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kehadiran Koppiwangi dan YPKAP di sekolahnya.

    Ia berharap kegiatan positif semacam ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berlanjut dengan program-program lanjutan yang mampu memperkuat karakter siswa dan mempererat hubungan antar warga sekolah.

    “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Koppiwangi serta YPKAP. Kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami dalam membangun budaya sekolah yang sehat, aman, dan saling menghormati. Semoga ke depan, kegiatan ini bisa berkesinambungan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, Koppiwangi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis dunia pendidikan, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan. (MZN)

  • GME Banyuwangi Gelar Bakti Sosial, Bagikan Paket Sembako ke Kaum Dhuafa dan Driver Ojek Online

    GME Banyuwangi Gelar Bakti Sosial, Bagikan Paket Sembako ke Kaum Dhuafa dan Driver Ojek Online

    Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan, perusahaan Global Media & Entertainment (GME) menggelar kegiatan bakti sosial pada Jumat (26/9/2025), di Home Base GME, Kedai Makmoer, Banyuwangi.

    Koordinator GME Banyuwangi, Ari Wangsa secara langsung memberikan total bantuan sebanyak 30 paket sembako yang secara simbolis diberikan kepada lima penerima dari masyarakat dan driver ojek.

    Dalam kesempatan tersebut, Ari Wangsa menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk aksi berbagi, tetapi juga memberi contoh serta memotivasi masyarakat agar terus menebar kebaikan.

    GME Banyuwangi

    “Kami sangat berterimakasih kepada seluruh anggota GME dan GME Pusat yang telah memberi bantuan kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Semoga bermanfaat bagi penerima dan menjadi inspirasi bagi anggota lain untuk terus peduli,” ujar Ari.

    GME Global merupakan perusahaan yang menyediakan lapangan pekerjaan online melalui platform APK yang berpusat di Wales, Inggris.

    Di Banyuwangi sendiri terdapat kurang lebih 300 karyawan tergabung dalam GME, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM.

    Salah satu karyawan yang hadir dalam kegiatan ini adalah Kasiani, pedagang sayur yang baru bergabung menjadi karyawan GME.

    Ia menuturkan jika semenjak bergabung dengan GME, ia mendapatkan ilmu baru yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

    Cerita lain datang dari Ahmad Lutfianto, karyawan yang baru genap sebulan bekerja. Ia menuturkan bahwa selain memperoleh penghasilan, ia juga mendapatkan pengalaman berharga dalam hal kepemimpinan.

    “Selama satu bulan ini saya dapat penghasilan dan pengalaman leadership,” terangnya.

    Sebagai koordinator, Ari tidak hanya bertugas mengorganisasi kegiatan sosial, tetapi juga berperan sebagai mentor.

    GME Banyuwangi berbagi

    “Yuk kita sinergi dan kolaborasi tanpa meninggalkan pekerjaan utama sehari-hari. Bisa kami yang datang ke komunitas kalian, atau komunitas juga bisa hadir ke kedai Makmoer,” tutur koordinator GME APK sekaligus pengusaha rengginang Gyarus dengan nomor 082213280908 yang aktif layanan 24 jam ini.

  • Tradisi Kembang Ndog Warnai Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Tradisi Kembang Ndog Warnai Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Kegiatan santunan bulanan untuk anak asuh non panti LKSA Khadijah yang berlokasi di Jalan MT Haryono 58 Banyuwangi, kembali digelar pada pekan kedua bulan September 2025.

    Bertepatan dengan masuknya bulan Maulid, jajaran pengurus menambahkan suasana khas dengan menghadirkan jodang kembang ndog, tradisi yang telah melekat kuat dalam perayaan Maulid di Banyuwangi, Jumat siang (12/09/25).

    Aguk Wahyu Nurhadi selaku Humas LKSA Khadijah sekaligus pembawa acara membuka kegiatan dengan memberikan penjelasan mengenai sejarah serta makna dari tradisi kembang ndog-ndogan.

    Ia menuturkan, tradisi ini merupakan gagasan KH. Faqih Cemoro, salah satu ulama besar pendiri NU yang berasal dari Desa Balak, Songgon.

    Kembang dimaknai sebagai simbol keindahan dan wewangian, yang melukiskan rasa bahagia umat Islam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan telur, terdiri atas tiga bagian: kulitnya melambangkan Islam, putihnya merepresentasikan Iman, dan kuningnya menjadi simbol ihsan.

    Aguk menambahkan, ada alasan khusus mengapa pengurus menyiapkan telur bebek alih-alih telur ayam.

    “Bebek ketika bertelur tidak berkoar, ibarat tangan kanan memberi tanpa diketahui tangan kiri. Sementara ayam selalu berkokok setiap kali bertelur, layaknya orang beramal namun penuh riya,” papar seniman sekaligus wartawan ini.

    Ia juga mengingatkan agar kembang ndog tidak dibuat menyerupai barong atau ogoh-ogoh, sebab hal itu dinilai menyimpang dari esensi syiar agama.

    Suasana religius kemudian dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Asatid LKSA Khadijah, Ustadz Abdul Rostid, S.Pd.

    Rangkaian ibadah dimulai dengan bacaan Ummul Kitab, Asmaul Husna, istighotsah, asyroqol, mahallul qiyam, serta tahlil singkat yang ditujukan untuk orang tua anak asuh maupun pendiri yayasan yang telah wafat.

    Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Tidak lupa doa khusus juga dipanjatkan bagi para donatur serta dermawan yang memiliki hajat tertentu.

    Usai doa bersama, giliran Ketua LKSA Khadijah, Hj. Miftahul Rochmah, menyampaikan mauidhoh hasanah.

    Ia mengawali tausiyah dengan menyenandungkan lagu yang menggambarkan perjalanan hidup keluarga Rasulullah SAW.

    Disampaikan bahwa Nabi Muhammad sejak kecil telah menjadi yatim piatu, ditinggal ibunda Siti Aminah pada usia masih belia hingga akhirnya dibesarkan oleh kakek, kemudian pamannya.

    “Meski yatim piatu, Rasulullah mampu menjadi teladan sempurna. Beliau sukses sebagai pedagang Al-Amin, menjadi khalifah amanah, memiliki anak cucu yang saleh, dan tentunya menjadi sosok uswatun hasanah yang patut diteladani. Kita semua berharap mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. Aamiin,” ucap guru agama SMPN 2 yang telah purna tugas tersebut.

    Ia juga berpesan agar setiap muslim menghormati tiga sosok penting dalam hidupnya, yaitu orang tua kandung, mertua, dan guru.

    Santunan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Menurutnya, guru tak hanya terbatas pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga guru ngaji, guru seni budaya, guru bela diri, bahkan guru kehidupan yang dijumpai di perjalanan meraih ridho Allah.

    Pesan penting lainnya, lanjut Hj. Miftahul Rochmah, adalah bukti kecintaan kepada Rasulullah yang diwujudkan melalui sholawat dan perilaku akhlaqul karimah dalam keseharian.

    Hadir pula relawan Gotong Royong, Maulana Affandi dalam gelaran tersebut bersama Ahmad Saiful, pemuda yang sedang ikhtiar untuk hijrah demi kehidupan yang lebih baik.

    Setelah salat Asar berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembagian kembang ndog kepada seluruh anak asuh dan tamu undangan.

    Kegiatan ditutup dengan makan bersama menyantap hidangan nasi rawon, lalu pembagian paket sembako dan santunan pendidikan bagi 25 anak asuh LKSA Khadijah.