Puncak tasyakuran Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 oleh Yayasan Pendidikan dan Sosial Darunnajah Banyuwangi berlangsung meriah dengan Family Day bertema “Bersatu Membangun Generasi Berprestasi Menuju Darunnajah Maju dan Islami”.
Kegiatan ini digelar di halaman depan Masjid Pondok Pesantren Darun Najah pada Sabtu, 23 Agustus 2025.
Pengurus yayasan, H. Abdul Aziz, menyampaikan rasa syukur atas rahmat Allah berupa kemerdekaan bangsa dan negara.
Ia juga terharu melihat kekompakan warga madrasah MI 1 dan 2 serta MTs Darun Najah yang beralamat di Jalan KH Harun Tukang Kayu.
“Semoga kebersamaan penuh kebahagiaan hari ini berlanjut hingga di akhirat kelak,” ungkapnya, yang diamini oleh sekitar seribu peserta.
Acara panggung diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat yang dipandu Ummi Hawa, siswi kelas 6 MI Darunnajah II yang berprestasi.
Setelah itu ditampilkan beragam ekspresi seni, mulai dari paduan suara yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hari Merdeka hingga berbagai ekstrakurikuler siswa.
Suasana semakin khidmat saat Ustadz Nasrudin memimpin doa tahlil untuk para syuhadak bangsa, mujahid pondok, serta para guru yayasan yang telah mendahului.
Jalan sehat menjadi salah satu agenda utama. Dra. Hj. Ma’mullah Harun, M.Pd.I., anggota DPRD Jawa Timur, berkenan memberangkatkan peserta dengan tiga kali lantunan sholawat.
Musik rancak marching band Gita Nada MTs Darun Najah memimpin barisan yang menempuh rute sekitar dua kilometer mengitari area yayasan.
Kreativitas tiap kelas ditampilkan melalui kafilah bernuansa merah putih, yang dinilai oleh tiga kepala madrasah yaitu Andi Nurhidayat, S.Pd., Majidatul Himmah, S.Pd.I., dan Sri Suci Dewi Wulandari, S.Pd.
Kemeriahan acara semakin terasa berkat panduan Umi Kulsum yang penuh keceriaan.
Berbagai doorprize dibagikan melalui kupon sedekah, dengan hadiah utama berupa sepeda listrik, mesin cuci, kompor gas, hingga kipas angin.
Hadiah tersebut merupakan persembahan sponsor dari BPR Jatim, Suzuki, pihak yayasan, alumni, serta dukungan berbagai mitra.
Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Sobo yang dipimpin langsung oleh Hj. Yulianingsih, Ketua IBI.
Di area bazaar, paguyuban kelas turut menghadirkan aneka produk UMKM sehat, murah, dan halal.
Ketua panitia yang juga Ketua Dewan Komite, Bunda Nurul Karimah, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak.
“Matur nuwun atas partisipasi semua pihak. Semoga kita senantiasa penuh keimanan, sehat, serta diberkahi rezeki yang halal dan thoyib,” ungkapnya.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Kecamatan Kecamatan Rogojampi menggelar sejumlah rangkaian kegiatan yang dimulai pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Kegiatan pembuka diawali dengan pengukuhan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) oleh Camat Rogojampi, Edy Basuki, S.E.
Camat menjelaskan bahwa pengukuhan ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni penggunaan kendit yang dipasang sebagai selendang oleh orang tua kepada putra-putri mereka.
Simbol tersebut menjadi tanda kebanggaan baik bagi siswa-siswi maupun orang tua.
“Ini adalah kebanggaan bersama. Putra-putri merasa senang, orang tua pun juga senang,” ujar Camat Rogojampi.
Selain pengukuhan, malam ini juga digelar acara tasyakuran yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga orang tua anggota Paskibraka.
Acara tasyakuran ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
“Setiap bangsa Indonesia pasti mengadakan tasyakuran. Begitu juga di Kecamatan Rogojampi, sore ini kita melaksanakannya bersama,” tambah Camat.
Adapun pada hari Minggu 17 Agustus 2025, upacara pengibaran bendera merah putih akan dilaksanakan di lapangan Lugjag pada pagi hari.
Sore harinya akan dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera sebagai rangkaian penutup peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI di tingkat kecamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Rogojampi juga berpesan kepada masyarakat agar selalu mengingat jasa para pejuang dan tetap menjaga persatuan.
"Sebagai bangsa Indonesia, kita wajib mengingat perjuangan para pahlawan kita dan wajib mempertahankan NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Peringatan HUT RI ke-80 di Kecamatan Rogojampi diharapkan dapat berjalan lancar serta menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan dan membangun wilayah yang lebih baik ke depannya.
Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ke 68 dan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, Perkumpulan Gotong Royong 45 bekerja sama dengan Media sastrawacana.id/, Jurnalnews, dan Penerbit Lintang menggelar kunjungan ke dua tokoh veteran di Banyuwangi, yaitu IGB Sudharma dan Saimah, S.Hub. Int pada Sabtu (9/8/25).
Sebelumnya, pada Kamis (7/8/2025), rombongan juga bertakzim kepada istri para pejuang kemerdekaan, yaitu Chasiastoetie (85), istri mendiang Suherman yang dimakamkan di TMP Wiswa Raga Satria, serta Wahyuni Oneng (89), istri mendiang Soedarsono Pr, anggota Brigade XII Mas TRIP Jatim yang turut mempertahankan kemerdekaan bersama arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para veteran yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Safari juga mengajak generasi muda untuk terus mengenang perjuangan para pejuang sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Tidak sekadar berkunjung, tim turut melakukan sesi wawancara podcast dan akan dipublikasikan melalui kanal YouTube sastrawacana.id/.
Harapannya, kisah perjuangan ini dapat tersampaikan ke seluruh pelosok negeri, terutama kepada anak muda yang menjadi penerus bangsa,
Sesi Pertama: Menyusuri Kisah Perjuangan IGB Sudharma
Veteran IGB Sudharma (Dok. sastrawacana.id/)
Kunjungan pertama berlangsung di kediaman IGB Sudharma, Perumahan Kalipuro Asri, Banyuwangi.
Sebagai informasi, IGB Sudharma adalah sosok pejuang yang cukup menginspirasi anak muda.
Ia kerap datang di berbagai kegiatan sekolah untuk memberi motivasi dan semangat untuk mencintai tanah air dan pelestarian jiwa serta nilai juang 45.
Dalam sesi wawancara yang dipandu oleh Heri Iskandar, veteran yang pernah bertugas di Timor Timur ini memaparkan pengalamannya bertaruh nyawa demi menjalankan misi negara.
Ia bercerita bagaimana setiap hari harus saling rangkul dan bekerjasama dengan sesama prajurit karena situasi saat itu sangat genting.
"Saat itu, saya dan rekan-rekan bertugas di Timor Timur dan pernah bersama Pak Prabowo Subianto. Setiap hari kami berada di garis depan, menghadapi medan berat, dan siap berkorban kapan saja demi merah putih,” ujar IGB Sudharma dengan sorot mata yang tajam, sembari tunjukkan lengan yang sempat terkena peluru.
Dikenal sebagai petarung andal, IGB Sudharma menguasai berbagai cabang bela diri seperti karate, judo, dan tinju.
Ia bahkan menunjukkan sejumlah dokumentasi saat melatih bela diri, memperlihatkan sisi kedisiplinan dan ketangguhan yang masih terjaga hingga kini.
Di penghujung sesi, suasana berubah haru ketika IGB Sudharma membacakan puisinya berjudul Balada Seorang Veteran. Suaranya bergetar, air mata pun menetes.
“Puisi ini saya tulis untuk semua pejuang yang pernah merasakan dingin malam dan panasnya peluru demi negeri ini,” tuturnya.
Selain dikenal sebagai pejuang, IGB Sudharma juga seorang penyair yang telah merangkai kata sejak masa muda.
Bahkan saat masih aktif bertugas, ia tetap menyempatkan diri menulis puisi. Semua karyanya kini dihimpun dalam sebuah buku berjudul Memoar Sang Veteran yang diterbitkan oleh Penerbit Lintang.
Sesi Kedua: Menapak Jejak Perjalanan Saimah
Veteran Saimah (Dok. sastrawacana.id/)
Usai dari kediaman IGB Sudharma, rombongan melanjutkan kunjungan ke Perumahan Brawijaya Cevila Indah, tempat tinggal Saimah, S.Hub. Int.
Veteran wanita ini menyambut tim dengan ramah, mengenakan seragam tugasnya sambil memperkenalkan diri dan bercerita tentang awal mula pengabdiannya di TNI AD hingga kini jadi komandan Kaminved Situbondo.
Sesi wawancara kepada Saimah dipandu oleh Bung Aguk PPM yang merupakan anak seorang veteran juga.
Dalam sesi wawancara, diketahui karier militer Saimah dimulai dari Disinfolahta Mabes AD. Diawali dari situ, ia mulai menapaki perjalanan panjang yang membawanya ke berbagai penugasan penting.
Salah satunya pada tahun 2014, Saimah dipercaya untuk bergabung dengan Satgas Indobat XXIII-H Unifil di Lebanon sebagai Pasi Cimic.
Delapan tahun kemudian, tepatnya 2022, ia mengemban amanat menjadi UN Military Staff Minusca di Central Asia Pasific.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi ajudan dari Ibu Ani Bambang Yudhoyono.
Meski dikenal tegas dan berwibawa di lapangan, Saimah memiliki sisi seni yang kuat, ternyata Saimah memiliki sosok feminis, ia gemar menari dan menulis puisi.
Dalam kunjungan ini, ia menorehkan karya berjudul Masa Transisi yang dibacakan langsung dengan suara merdu dan lantang.
Tak hanya berkarier di dunia militer, Saimah juga mengelola sebuah klinik terapi kesehatan yang menawarkan layanan hipnoterapi, akupuntur, refleksi, bekam, dan akupresur.
"Saya ingin tetap bermanfaat untuk masyarakat. Setelah saya pensiun, saya ingin membantu masyarakat karena menjaga kesehatan juga bagian dari pengabdian," ucapnya.
Di akhir sesi, Saimah mengajak seluruh tim untuk menyaksikan tayangan video perjuangan para prajurit Indonesia.
Video itu memperlihatkan dedikasi dan pengorbanan mereka di medan tugas, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari kerja keras dan pengorbanan tanpa pamrih.
Menghidupkan Semangat Perjuangan di Hati Generasi Muda
Kegiatan kunjungan ini menjadi momen refleksi mendalam yang diharapkan tetap menghidupkan semangat perjuangan dan cinta tanah air agar terus terwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Perkumpulan Komunitas Gotong Royong 45 yang menaungi Sanggar Merah Putih, JRKBB, Asosiasi Usaha Mikro Kecil, dan Koperasi bersama IWAPI juga yang berpartisipasi serta para mitra medianya berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang bagi para veteran agar kisah perjuangan mereka tidak lekang oleh waktu.
Usai veteran membacakan puisi, juga diimbangi oleh lantunan puisi karya Bung Karno oleh Reyhan Tholib, remaja asal Jalen yang kakeknya bernama Ismail, seorang veteran dalam mempertahan kemerdekaan saat agresi Belanda di wilayah Sempu dan Genteng.
Seperti yang disampaikan oleh Bung Aguk selaku ketua Gotong Royong 45, bahwa veteran merupakan saksi sejarah yang kisah perjuangannya harus diabadikan.
"Veteran adalah saksi sejarah hidup. Kita punya kewajiban menjaga cerita mereka agar tidak hilang, karena dari merekalah kita belajar arti kemerdekaan yang sesungguhnya," tukas Bung Aguk sembari pekik salam nasional "Merdeka, merdeka.. Merdeka..!" yang disambut 17 orang kafilah dengan kepalan tangan dan hormat.