Tag: kepercayaan

  • Cecep ditegur oleh orang tuanya karena bersiul di malam hari

    Cecep ditegur oleh orang tuanya karena bersiul di malam hari, orang tua Cecep yang berasal dari Sunda mengatakan hal tersebut pamali yang artinya bila dilakukan akan mendatangkan kejadian yang kurang baik, orang tua Cecep memiliki sikap?

    A. Etnosentrisme
    B. Fanatisme
    C. Primordialisme
    D. Egoisme

    Jawaban:

    C. Primordialisme

    Pembahasan:

    Primordialisme mengacu pada penekanan pada identitas etnis, budaya, atau asal-usul sebagai dasar untuk membentuk identitas sosial dan nilai-nilai tertentu.

    Dalam kasus ini, orang tua Cecep menegaskan kepercayaan atau tradisi tertentu yang berasal dari budaya Sunda mereka, yang menandakan penghormatan dan kepatuhan terhadap nilai-nilai dan keyakinan tradisional mereka.

    Ciri-ciri Primordialisme:

    • Loyalitas berlebihan terhadap kelompok sendiri: Individu yang memiliki paham primordialisme akan lebih loyal dan membela kelompoknya sendiri, bahkan ketika kelompoknya melakukan kesalahan.
    • Kecurigaan dan permusuhan terhadap kelompok lain: Individu dengan paham ini sering kali mencurigai dan memusuhi kelompok lain, yang dapat memicu diskriminasi dan bahkan konflik.
    • Pengabaian nilai-nilai universal: Primordialisme sering kali mengabaikan nilai-nilai universal seperti kemanusiaan dan keadilan demi kepentingan kelompok sendiri.
    • Ketidakmampuan untuk menerima perbedaan: Individu dengan paham ini sering kali tidak dapat menerima perbedaan dan memaksakan nilai-nilai kelompoknya kepada orang lain.
  • Merasa akan terjadi kesialan atau musibah karena adanya suatu pertanda

    Merasa akan terjadi kesialan atau musibah karena adanya suatu pertanda, yang sebenarnya tidak ada hubungan sebab akibat dengan kesialan atau musibah disebut Thiyarah.

    Thiyarah adalah sebuah kepercayaan yang menghubungkan suatu kejadian dengan kejadian lain tanpa adanya bukti ilmiah.

    Dalam Islam, thiyarah dikategorikan sebagai salah satu bentuk kesyirikan karena menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang tidak memiliki kuasa.

    Beberapa contoh thiyarah:

    • Melihat burung gagak terbang di atas kepala dan merasa akan terjadi kesialan.
    • Memecahkan cermin dan merasa akan mendapatkan tujuh tahun kesialan.
    • Melewati kucing hitam di jalan dan merasa akan mengalami kecelakaan.

    Perlu diingat bahwa semua kejadian di dunia ini terjadi atas kehendak Allah SWT. Tidak ada pertanda yang secara otomatis dapat menyebabkan kesialan atau musibah.

    Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita harus bertawakal kepada Allah SWT dan tidak terpengaruh oleh thiyarah.

    Untuk terhindar dari thiyarah, penting untuk memperkuat keimanan dan tawakal kita kepada Allah SWT. Yakinlah bahwa segala kejadian di dunia ini atas kehendak-Nya.

    Jika hal yang menurut tradisi dianggap sebagai pertanda sial, carilah penjelasan ilmiahnya. Alih-alih berprasangka buruk, biasakanlah berprasangka baik kepada Allah SWT.

    Dengan landasan iman yang kokoh dan berprasangka baik, kita terhindar dari rasa was-was dan kegelisahan yang ditimbulkan oleh thiyarah.

    Jika Anda merasa terpengaruh oleh thiyarah, segeralah beristighfar dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.