Tag: kereta api

  • Yay! Kereta Api Mutiara Timur Banyuwangi-Surabaya Akan Kembali Beroperasi

    PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember kini menghidupkan kembali layanan kereta api Mutiara Timur rute Ketapang–Surabaya Pasar Turi.

    KA yang memiliki sejarah legendaris ini akan beroperasi kembali mulai tanggal 30 Maret 2024 dengan menyediakan layanan dengan rangkaian kereta kelas ekonomi berkapasitas 80 tempat duduk.

    ”Setelah hampir dua tahun berhenti beroperasi, KA Mutiara Timur kembali beroperasi melayani masyarakat lintas Ketapang–Surabaya Pasar Turi PP,” ujar Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

    Kereta Api Mutiara Timur adalah salah satu kereta api tertua yang telah menjadi legenda di kalangan masyarakat di wilayah tapal kuda.

    Pertama kali dioperasikan pada tanggal 6 Maret 1972, atau tepatnya 52 tahun yang lalu, kereta ini awalnya melayani kelas bisnis dan ekonomi.

    Seiring dengan meningkatnya minat pelanggan, pelayanannya kemudian ditingkatkan menjadi kelas eksekutif dan bisnis.

    diperpanjang hingga Jogjakarta. Namun, karena kondisi Indonesia yang masih terdampak pandemi Covid-19 dan situasi ekonomi yang kurang baik, minat terhadap KA Mutiara Timur terus mengalami penurunan.

    Akhirnya, pada 31 Mei 2022, perjalanan KA ini dihentikan. Cahyo menambahkan bahwa sementara ini, KA Mutiara Timur akan beroperasi hanya pada tanggal-tanggal tertentu.

    Untuk keberangkatan dari Stasiun Ketapang, dijadwalkan pada tanggal 30–31 Maret dan 8–12 April 2024.

    Jadwal keberangkatan dari Stasiun Ketapang adalah pukul 21.45 WIB, dengan perkiraan tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi pada pukul 04.21 WIB.

    ”Sedangkan keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi akan berjalan pada 31 Maret dan 9–13 April dengan jadwal pukul 08.55 WIB, tiba di Stasiun Ketapang pukul 15.45 WIB,” terang Cahyo.

    Menurut Cahyo, KA Mutiara Timur akan mengangkut tujuh kereta penumpang kelas ekonomi dan satu kereta makan yang dilengkapi dengan pembangkit.

    Kapasitas total yang tersedia adalah 528 tempat duduk. Rute perjalanan kereta api ini mencakup jarak sejauh 312 kilometer. Harga tiketnya tersedia mulai dari Rp180 ribu.

    Sumber: Radar Banyuwangi

  • Sejarah Kereta Api di Dunia dan Perkembangannya

    Sejarah Kereta Api di Dunia dan Perkembangannya

    Jalan rel yang biasa di sebut dengan jalur gerobak telah di gunakan di Jerman pada awal tahun 1550.

    Jalan rel primitif ini terbuat dari kayu, dimana kuda dapat menarik gerbong nya lebih cepat di bandingkan dengan jalan yang beralaskan tanah.

    Jalan rel untuk gerobak merupakan permulaan awal dari penggunaan jalan rel modern.

    Pada tahun 1776 besi mulai menggantikan penggunaan kayu pada rel dan roda gerobak.

    Jalur gerobak berevolusi menjadi jalur tram (trem), dan menyebar di seluruh daratan eropa.

    Kuda masih merupakan penggerak utama dari jenis kendaraan ini.

    Pada tahun 1789 William Jessup, seorang yang berkebangsaan Inggris mendesain roda bergelang seperti yang digunakan pada kereta masa kini.

    Roda yang bergelang memungkin kan roda untuk mengcengkram rel lebih baik, ini merupakan design yang nanti nya dibawa dalam pembuatan desain lokomotif.

    Penemuan dari mesin uap merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi penemuan jalan rel modern dan kereta api.

    Pada tahun 1803 seorang yang bernama Samuel Homfray, memutuskan untuk membiayai pengembangan dari kendaraan bertenaga uap untuk menggantikan penggunaan kuda pada jalur tram.

    Richard Trevitchik (1722-1833) membangun kendaraan tersebut.

    Lokomotif bertenaga uap pertama yang digunakan pada jalur tram, pada tanggal 22 februari 1804 lokomotif mengangkut 10 ton besi, 70 orang dan 5 gerbong ekstra, perjalanan sejauh 9 miles antara bengkel besi di Pen-y-Darron, di kota Merthyr Tydfil, Wales menuju sebuah bukit yang bernama Abercynnon, perjalanan tersebut menempuh sekitar 2 jam perjalanan.

    Pada tahun 1821 seorang berkebangsaan Inggris yaitu Julius Griffiths menjadi orang pertama yang mempatenkan jalur lokomotif untuk penumpang.

    Pada tahun 1825 The Stockton & Darlington Railroad Company, memulai penggunaan jalur kereta api untuk pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan jadwal reguler, menggunakan lokomotif yang di design oleh seorang penemu Inggris bernama George Stephenson.

    Lokomotif George Stephenson menarik enam gerbong yang bermuatan batubara, dan 21 gerbong sejauh 9 miles, dan memakan waktu sekitar satu jam.

    George Stephenson dianggap sebagai penemu dari mesin lokomotif uap pertama yang menggunakan jalur kereta api.

    Sementara Richard Trevitchik di sebut sebagai penemu lokomotif jalur tram yang pertama, karena lokomotif jalur tram, di design untuk di gunakan di jalan raya, bukan di jalur kertea api.

    Stephenson merupakan seorang yang tumguh dalam kemiskinan dan hanya mendapatkan pendidikan formal yang sebentar, dia bekerja di penambang batu bara, yang memiliki hobi membaca dan menulis.

    Pada tahun 1812 dia menjadi teknisi pembuat mesin batubara.

    Pada tahun 1814 dia mulai membuat lokomotif untuk The Stockton & Darlington Railway.

    Stephenson disewa sebagai insinyur perusahaan dan dalam waktu yang singkat berhasil meyakinkan pemilik perusahaan untuk menggunakan jenis mesin bertenaga uap dan membangun jalur lokomotif yang dikenal dengan The Locomotion.

    Pada tahun 1825 Stephenson pindah ke Liverpool and Manchester Railway, bersama dengan anak nya Robert membangun The Rocket pada tahun 1826-1829.

    Pada tahun 1831 Robert Stevens, anak dari Colonel John Stevens yang merupakan bapak kereta api Amerika mengunjungi Inggris dan mulai merakit kereta yang disebut dengan The Jonh Bull untuk Camden & Amboy Railroad di New Jersey.

    Dibangun oleh mekanik Isaac Dripps, dimana dia tidak pernah melihat mesin uap sebelum nya, dan di bangun tanpa manual perakitan, dia merupakan mekanik yang pertama kali melengkapi kereta api dengan dengan bell, lampu dan peluit penangkap sapi.