Tag: kesehatan banyuwangi

  • Kisah Inspiratif Bunda Saimah, Mengabdi Untuk Negeri dari Medan Juang Hingga Ruang Terapi

    Kisah Inspiratif Bunda Saimah, Mengabdi Untuk Negeri dari Medan Juang Hingga Ruang Terapi

    Di tengah kesibukannya sebagai anggota TNI AD, Saimah, S.Hub. Int., atau yang akrab disapa Bunda Saimah, memilih jalur pengabdian yang tak biasa.

    Menjelang masa purnanya, perempuan tangguh ini tak berhenti berbuat untuk negeri. Ia terpanggil untuk melanjutkan pengabdiannya melalui dunia kesehatan dan penyembuhan holistik.

    Setiap akhir pekan, rumahnya di kawasan Brawijaya Cevila Indah, Banyuwangi, berubah menjadi ruang penuh energi positif.

    Dari pagi hingga sore, pasien berdatangan dari berbagai daerah dengan beragam keluhan, mulai dari penyakit fisik hingga keluhan psikis.

    Bunda Saimah menyambut mereka bukan seperti orang asing, tapi layaknya sahabat lama yang datang berkunjung.

    Suasana hangat, senyum ramah, dan sapaan penuh energi positif membuat banyak pasien merasa nyaman sejak awal datang.

    Ia mendengarkan dengan empati, menenangkan dengan senyum, lalu memulai terapi dengan sentuhan lembut.

    Dalam setiap sesi terapi, ia selalu menyelipkan afirmasi positif, agar tubuh dan pikiran pasien lebih rileks serta terbuka terhadap proses penyembuhan.

    Terapi Bunda Saimah

    Kemampuannya dalam penyembuhan bukan datang secara tiba-tiba. Ia bercerita, bakat itu menurun dari sang nenek, seorang terapis tradisional di masa lampau

    Dari warisan itu, Bunda Saimah kemudian mengasah diri dengan mengikuti berbagai pelatihan profesional.

    Piagam serta sertifikat yang tertata rapi di dinding ruang praktiknya menjadi saksi perjalanan panjangnya dalam menekuni dunia terapi.

    Tak hanya dikenal sebagai prajurit tangguh, Bunda Saimah juga memiliki sisi lembut yang puitis. Ia gemar menulis dan membaca puisi.

    Pada 17 Oktober 2025 lalu, ia bahkan tampil membacakan puisinya berjudul “Masa Transisi” dalam acara Launching Buku Antologi Gotong Royong di Dinas Perpustakaan Banyuwangi.

    Puisinya merefleksikan perjalanan hidup dan batinnya sebagai perempuan, prajurit, sekaligus manusia yang terus belajar memahami arti perubahan.

    Perjalanan kariernya pun mengesankan. Pada tahun 2022, ia dipercaya menjadi UN Military Staff Minusca di kawasan Central Asia Pasific, sebuah amanat yang menunjukkan dedikasinya di panggung internasional.

    Pengalaman itu membentuknya menjadi sosok yang disiplin, tangguh, sekaligus empatik terhadap sesama.

    Kini, selain terus menerima pasien, Bunda Saimah juga aktif membina para terapis di Banyuwangi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan.

    Bunda Saimah

    Ia kerap berbagi ilmu, mulai dari teknik dasar terapi, cara membangun komunikasi yang baik dengan pasien, hingga pentingnya menyembuhkan dengan hati.

    Ia percaya, seorang terapis bukan hanya mengobati tubuh, tapi juga menenangkan jiwa.

    “Bagi saya, mengabdi untuk negeri tidak harus selalu dengan seragam. Selama kita bisa membantu sesama, di situlah letak pengabdian yang sejati,” tutur Bunda Saimah dengan senyum khasnya yang teduh.

    Dengan semangat yang sama, Bunda Saimah terus melangkah. Dari medan juang hingga ruang terapi, dari disiplin militer hingga sentuhan kasih dalam penyembuhan, ia menegaskan satu hal, yaitu pengabdian tidak pernah berhenti, hanya berubah wujud menjadi pelayanan untuk kemanusiaan.

    Tidak sampai di situ. Setelah sekian lama menekuni dunia penyembuhan holistik, ia kini tengah merampungkan sebuah karya yang dirancang sebagai panduan sekaligus refleksi, yakni buku berjudul “Banyuwanginese Treatment.”

    Bunda Saimah Veteran Banyuwangi

    Buku ini nantinya akan menjadi wadah bagi seluruh pengalaman dan keilmuannya dalam dunia terapi, mulai dari akupunktur, bekam, hipnoterapi, refleksi, quantum touch, dan masih banyak lagi.

    Namun lebih dari sekadar kumpulan teknik, Banyuwanginese Treatment merupakan filosofi penyembuhan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas lokal Banyuwangi.

    Menariknya, Bunda Saimah menulis buku dengan bahasa yang hangat dan membumi.

    Ia menyelipkan kisah nyata dari ruang praktiknya, bagaimana seorang pasien dengan keluhan berat justru sembuh setelah melepaskan beban emosinya dan bagaimana afirmasi positif mampu mengubah cara tubuh merespons rasa sakit.

  • Banyuwangi Ikuti Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Banyuwangi Ikuti Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.

    Pada Senin, 11 Agustus 2025, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan inovasi pada sembilan tatanan Kabupaten Sehat dalam agenda verifikasi lanjutan tingkat nasional.

    Kegiatan ini berlangsung secara daring dari Aula Rempeg Jagapati Pemkab Banyuwangi.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk didampingi oleh Wakil Bupati Mujiono, Sekretaris Daerah Guntur Priambodo, Asisten MY Bramudya, Kepala Bappeda Yayan TW, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

    Turut hadir pula Ketua Forum Banyuwangi Sehat Soekarjo beserta jajaran, perwakilan Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) Frida, Camat Kota Banyuwangi Hartono, Ketua TP PKK Anna Nazili Hanim, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam pengembangan Kabupaten Sehat.

    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional
    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam pemaparannya, Bupati Ipuk menyoroti berbagai inovasi dan prestasi yang telah dicapai Banyuwangi pada masing-masing tatanan.

    Ia juga memaparkan penghargaan yang telah diraih, mulai dari tingkat nasional hingga pengakuan internasional seperti status Geopark.

    Semua pencapaian tersebut menjadi pertimbangan penting agar Banyuwangi kembali memperoleh penghargaan Swasti Sabha Wistara.

    Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antarinstansi dan kolaborasi berbagai pihak yang terus bekerja melayani masyarakat.

    Agenda verifikasi lanjutan ini dimoderatori oleh perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Anugerah, yang memberikan kesempatan kepada Dirjen untuk menyampaikan sambutan.

    Tim verifikator nasional kemudian memberikan catatan, masukan, dan permintaan data tambahan yang berkaitan dengan dokumen yang telah dikirim serta dinilai oleh pembina KKS Provinsi Jawa Timur.

    Tidak semua kota atau kabupaten lolos ke tahap verifikasi lanjutan. Bagi yang terpilih, tim nasional juga berpeluang melakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan kondisi nyata.

    Asisten MY Bramudya dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata untuk memperoleh penghargaan atau trofi.

    Verifikasi Lanjutan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional

    Hal yang lebih penting adalah memastikan Banyuwangi tetap menjadi daerah yang bersih, nyaman, dan sehat, baik bagi warganya maupun bagi para tamu yang datang berkunjung.

    Sebagai tindak lanjut, seluruh catatan dari tim verifikasi nasional akan segera ditindaklanjuti.

    Dalam waktu maksimal 2 x 24 jam, data tambahan dan dokumen yang diminta akan disiapkan oleh SKPD terkait sesuai dengan sembilan tatanan Kabupaten Sehat.

    Penulis: Bung Aguk

    Editor: Maulana Affandi