Tag: kesehatan

  • Mengenal Peeling Wajah dan Beberapa Manfaatnya

    Mengenal Peeling Wajah dan Beberapa Manfaatnya

    Pengertian Peeling Wajah

    Peeling wajah adalah salah satu perawatan kulit yang cukup populer dalam dunia kecantikan. Istilah peeling sendiri berasal dari kata to peel yang berarti mengelupas.

    Proses ini bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di lapisan terluar kulit, membersihkan pori-pori, dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru yang lebih sehat. Dengan begitu, kulit wajah bisa terlihat lebih cerah, segar, dan tampak awet muda.

    Peeling wajah bisa dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari yang sederhana menggunakan scrub alami berbahan dasar gula atau kopi, hingga metode medis yang lebih intensif seperti chemical peeling yang dilakukan di klinik kecantikan.

    Apapun jenisnya, inti dari peeling wajah adalah melakukan eksfoliasi, yaitu menghilangkan lapisan kulit mati agar kulit bisa bernapas lebih lega dan menyerap nutrisi dari produk perawatan dengan lebih maksimal.

    Tidak heran jika banyak orang menjadikan peeling wajah sebagai salah satu ritual penting dalam rutinitas kecantikan mereka.

    Manfaat Peeling Wajah

    Peeling wajah memberikan banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan baik secara langsung maupun dalam jangka panjang. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh:

    1. Mencerahkan kulit

    Sel-sel kulit mati yang menumpuk biasanya membuat wajah terlihat kusam dan tidak bercahaya. Melalui peeling, lapisan tersebut akan terangkat sehingga kulit yang baru dan lebih segar bisa terlihat. Hasilnya, wajah tampak lebih cerah dan sehat alami.

    2. Membersihkan pori-pori

    Pori-pori yang tersumbat oleh kotoran, minyak berlebih, dan sisa make-up seringkali menjadi penyebab munculnya komedo maupun jerawat. Peeling membantu membersihkan pori-pori secara mendalam, sehingga kulit terasa lebih bersih dan bebas dari sumbatan.

    3. Merevitalisasi kulit

    Peeling juga dapat merangsang produksi kolagen di dalam kulit. Kolagen inilah yang berperan menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit. Dengan rutin melakukan peeling, kulit akan tampak lebih segar, kenyal, dan terhidrasi dengan baik.

    4. Mengurangi jerawat dan bekasnya

    Salah satu masalah kulit yang sering dikeluhkan adalah jerawat. Peeling bisa membantu mengurangi jerawat aktif sekaligus menyamarkan bekasnya. Hal ini karena proses eksfoliasi membantu mempercepat regenerasi sel kulit baru yang lebih sehat.

    5. Meregenerasi kulit

    Proses regenerasi kulit secara alami memakan waktu sekitar 28 hari. Namun dengan peeling, proses tersebut bisa lebih cepat, sehingga kulit selalu terlihat segar dan lebih muda. Peeling juga membantu menyamarkan garis halus yang biasanya muncul akibat penuaan dini.

    Jenis-jenis Peeling Wajah

    Secara umum, peeling wajah terbagi menjadi dua jenis, yaitu peeling alami dan peeling kimia.

    Peeling alami biasanya menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah, seperti madu, kopi, oatmeal, atau gula. Cara ini cocok untuk perawatan ringan dan dilakukan secara rutin 1–2 kali seminggu.

    Peeling kimia menggunakan zat tertentu seperti asam glikolat, asam salisilat, atau asam laktat yang bekerja lebih dalam pada kulit. Peeling jenis ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional karena risikonya lebih tinggi, tetapi hasilnya juga lebih cepat terlihat.

    Risiko Peeling Wajah

    Meski menawarkan banyak manfaat, peeling wajah juga memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan benar. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain iritasi kulit, kemerahan, rasa perih, bahkan reaksi alergi. Pada kulit yang sensitif, peeling bisa membuat wajah lebih mudah terbakar sinar matahari.

    Karena itu, penting sekali untuk memahami jenis kulit sebelum mencoba peeling. Jika kulit cenderung sensitif atau memiliki riwayat alergi, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit atau ahli kecantikan. Selain itu, jangan melakukan peeling terlalu sering karena justru bisa merusak lapisan pelindung alami kulit.

  • Pengertian Ekshalasi Adalah? Berikut Penjelasannya

    Pengertian Ekshalasi Adalah? Berikut Penjelasannya

    Ekshalasi adalah proses pembuangan gas dari dalam tubuh. Dalam konteks ini, gas mengacu pada udara yang terkandung dalam paru-paru dan dibuang keluar melalui proses bernapas, yaitu karbon dioksida.

    Definisi lain menyebutkan arti ekshalasi adalah proses pelepasan atau pengeluaran udara atau gas dari dalam tubuh atau organisme ke lingkungan sekitarnya.

    Dalam konteks fisiologi manusia, ekshalasi mengacu pada proses pengeluaran udara dari paru-paru melalui pernapasan.

    Sebagaimana diketahui, ketika bernapas, manusia akan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

    Saat manusia bernapas, udara dihirup melalui hidung atau mulut, masuk ke saluran pernapasan, dan mencapai paru-paru.

    Selanjutnya, proses ekshalasi terjadi ketika udara yang mengandung karbon dioksida (CO2) dikeluarkan dari paru-paru melalui saluran pernapasan yang sama.

    Proses ekshalasi terjadi melalui relaksasi otot-otot pernapasan, terutama diafragma (otot pernapasan utama) yang berkontraksi saat inhalasi dan berelaksasi saat ekshalasi.

    Ketika diafragma berelaksasi, rongga dada menyempit, memaksa udara yang mengandung karbon dioksida keluar melalui saluran pernapasan.

    Ekshalasi adalah proses yang penting dalam menjaga keseimbangan gas dalam tubuh manusia.

    Selama ekshalasi, karbon dioksida yang dihasilkan dari metabolisme seluler dikeluarkan dari tubuh, dan pada saat yang sama, oksigen yang diperlukan oleh sel-sel tubuh diambil dari udara yang dihirup selanjutnya.

    Jadi, proses ekshalasi penting bagi tubuh karena memungkinkan organisme untuk membuang gas yang tidak diperlukan serta menjaga keseimbangan gas yang diperlukan dalam tubuh.

    Ekshalasi juga memungkinkan tubuh untuk membuang karbondioksida, yang diperoleh selama proses metabolisme dan dapat berbahaya jika dibiarkan berlebihan dalam tubuh.

    Pada orang dewasa dengan kondisi sehat, proses pernapasan ini terjadi berulang-ulang mulai dari 10 hingga 20 kali per menit.

    Selain dalam konteks pernapasan manusia, istilah ekshalasi juga dapat digunakan dalam konteks kimia atau geologi.

    Dalam kimia, ekshalasi mengacu pada pelepasan gas atau uap dari suatu zat atau bahan kimia.

    Dalam geologi, ekshalasi mengacu pada pelepasan gas vulkanik atau uap air dari gunung berapi atau sumber air panas di bawah permukaan bumi.

  • Katarsis Artinya Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Katarsis Artinya Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Pengertian Katarsis

    Menurut bahasa, katarsis adalah istilah yang berasal dari filsafat Yunani yang berarti “purifikasi” atau “pembersihan”.

    Dalam konteks psikologi, katarsis dapat diartikan sebagai proses mengatasi perasaan atau emosi negatif melalui ekspresi atau pengungkapan.

    Adapun emosi negatif seperti amarah, kesal, kecewa, cemas, dendam, kesedaihan, dan sebagainya.

    Katarsis dapat dilakukan dengan beberapa cara yang positif, misalnya melalui seni, musik, tari, atau bahkan terapi.

    Selain untuk mengobati perasaan yang negatif, katarsis juga bisa dilakukan sehari-hari untuk mencegah stres dan depresi.

    Menurut KBBI, katarsis artinya adalah:

    • Penyucian diri yang membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan
    • Cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dengan bebas
    • Kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
    • Tahapan alur cerita yang mencapai puncak ketegangan konflik

    Contoh Katarsis

    Berikut ini adalah contoh katarsis, antara lain:

    1. Mendengar Musik

    Ketika mendengarkan musik yang berkaitan dengan masalah yang sedang dialami, maka musik dapat melepas emosi negatif.

    2. Olahraga

    Olahraga merupakan contoh katarsis yang tidak hanya melepas emosi negatif, tapi juga menyehatkan tubuh.

    3. Berteriak

    Berteriak juga efektif membuang perasaan negatif seseorang sehingga seringkali digunakan untuk melepas emosi.

    4. Menulis

    Sudah banyak study yang menyebutkan jika menulis bermanfaat untuk kesehatan mental dengan cara meluapkan perasaan ke dalam tulisan.

    5. Meditasi

    Dengan meditasi, seseorang mampu meningkatkan fokus dan konsentrasi serta melepas energi negatif dalam tubuh.

  • 5 Cara Mensterilkan Botol Susu Agar Bebas dari Bakteri

    5 Cara Mensterilkan Botol Susu Agar Bebas dari Bakteri

    Botol susu merupakan salah satu kebutuhan paling penting bagi bayi karena menjadi wadah utama untuk menyimpan dan memberikan asupan gizi harian.

    Bayi yang masih mengandalkan susu formula atau ASI perah tentu akan menggunakan botol susu setiap hari.

    Oleh karena itu, menjaga kebersihannya menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar. Botol susu yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi sarang kuman, bakteri, bahkan jamur yang berbahaya bagi kesehatan bayi.

    Seorang ibu atau orang tua tentu ingin memastikan bahwa si kecil selalu dalam kondisi aman dan sehat. Salah satu langkah paling penting untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mensterilkan botol susu secara rutin.

    Mensterilkan bukan hanya sekadar mencuci dengan sabun dan air, melainkan sebuah proses yang memastikan semua mikroorganisme berbahaya benar-benar mati.

    Dengan begitu, risiko bayi mengalami gangguan kesehatan seperti diare, muntah, atau infeksi lainnya dapat ditekan.

    Namun, masih banyak orang tua yang bingung tentang bagaimana cara mensterilkan botol susu dengan tepat.

    Cara Mensterilkan Botol Susu yang Benar

    Sebenarnya ada berbagai cara yang bisa dipilih sesuai dengan ketersediaan peralatan di rumah, mulai dari cara tradisional hingga menggunakan teknologi modern. Mari kita bahas satu per satu.

    1. Menggunakan air panas

    Cara paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah adalah dengan merebus botol susu. Siapkan panci bersih, isi dengan air, lalu panaskan hingga mendidih. Masukkan botol susu ke dalamnya selama 5–10 menit. Proses ini akan membantu membunuh bakteri secara alami. Setelah selesai, angkat botol dengan hati-hati, lalu keringkan dengan lap bersih.

    2. Menggunakan microwave

    Jika di rumah tersedia microwave, ibu bisa memanfaatkannya untuk mensterilkan botol. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mengisi botol setengah bagian dengan air lalu panaskan di microwave selama 1–2 menit. Setelah itu, keluarkan botol dengan hati-hati, buang airnya, dan keringkan. Cara ini efektif serta cepat, namun pastikan microwave dalam keadaan bersih sebelum digunakan.

    3. Menggunakan alat uap listrik

    Sekarang sudah banyak dijual alat sterilisasi botol berbasis uap listrik. Alat ini bekerja dengan suhu tinggi yang lebih efektif dibanding air mendidih. Selain botol susu, alat ini juga bisa digunakan untuk mensterilkan perlengkapan bayi lainnya seperti empeng, pompa ASI, hingga mainan kecil. Meskipun harganya cukup mahal, cara ini sangat praktis dan aman bagi orang tua yang ingin lebih mudah menjaga kebersihan perlengkapan bayi.

    4. Menggunakan tablet steril khusus

    Bagi ibu yang tidak memiliki peralatan modern, ada pilihan praktis berupa tablet steril berbahan food grade. Tablet ini dilarutkan dalam air dan kemudian digunakan untuk merendam botol susu. Cara ini cukup mudah dan efektif untuk membunuh bakteri serta jamur. Namun, pastikan selalu mengikuti instruksi penggunaan yang tertera pada kemasan agar hasilnya maksimal dan aman untuk bayi.

    5. Menggunakan sinar UV

    Metode ini tergolong paling modern sekaligus efektif. Alat sterilisasi berbasis sinar UV mampu membunuh hingga 99 persen bakteri, kuman, dan jamur hanya dalam hitungan menit. Bahkan, alat ini bisa mensterilkan banyak botol sekaligus, sehingga lebih efisien untuk keluarga yang memiliki bayi kembar atau membutuhkan banyak botol setiap hari. Meskipun harganya relatif lebih tinggi, cara ini banyak dipilih karena kepraktisan dan hasil sterilisasi yang sangat optimal.

    Pentingnya Menjaga Kebersihan Botol Susu

    Mensterilkan botol susu bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang bayi. Bayi memiliki sistem imun yang masih lemah sehingga lebih rentan terhadap serangan bakteri. Botol susu yang tidak steril bisa menjadi penyebab masalah kesehatan serius.

    Selain itu, kebersihan botol susu juga berhubungan erat dengan kenyamanan bayi. Bayi yang merasa tidak nyaman akibat perut kembung atau sakit perut akibat botol kotor tentu akan lebih rewel. Dengan menjaga botol susu tetap bersih, ibu tidak hanya melindungi kesehatan si kecil, tetapi juga menciptakan rasa tenang dan nyaman dalam rutinitas menyusui.

  • 6 Khasiat Bunga Wijaya Kusuma Bagi Kesehatan dan Cara Penggunaannya

    6 Khasiat Bunga Wijaya Kusuma Bagi Kesehatan dan Cara Penggunaannya

    Bunga Wijaya Kusuma (Epiphyllum oxypetalum) adalah salah satu jenis kaktus epifit yang populer dijadikan tanaman hias karena bentuknya yang unik dan kemampuannya mekar hanya pada malam hari.

    Selain dikenal karena keindahan dan aromanya yang memikat, bunga ini juga menyimpan manfaat luar biasa dalam dunia pengobatan tradisional.

    Dalam pengobatan herbal, bunga Wijaya Kusuma dipercaya memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, asam lemak, protein, serta vitamin yang bermanfaat untuk membantu menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan.

    Khasiat Bunga Kusuma Wijaya

    Penggunaan bunga Wijaya Kusuma sebagai obat herbal alami bukanlah hal baru.

    Dalam beberapa pengobatan tradisional Jawa dan Tionghoa, bunga ini digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit ringan hingga gangguan serius, mulai dari luka luar hingga keluhan dalam tubuh seperti nyeri lambung dan gangguan pernapasan.

    1. Membantu Mengobati Luka Secara Alami

    Salah satu manfaat paling dikenal dari bunga Wijaya Kusuma adalah kemampuannya dalam mempercepat penyembuhan luka.

    Kandungan antiseptik alami yang terdapat dalam bunga ini dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi dan mempercepat proses pengeringan luka.

    Penggunaan ekstrak bunga atau air rebusannya bisa diaplikasikan langsung pada luka ringan agar lebih cepat sembuh dan terhindar dari peradangan.

    2. Meredakan Bisul dan Infeksi Kulit

    Selain luka, bunga Wijaya Kusuma juga dikenal efektif dalam membantu mengatasi bisul.

    Cara penggunaannya cukup sederhana, yakni haluskan kelopak bunga Wijaya Kusuma, tambahkan sedikit air hingga membentuk pasta, lalu oleskan langsung pada bagian yang terkena bisul.

    Kandungan antibakteri dan antiinflamasi di dalamnya bekerja untuk mempercepat bisul pecah serta mempercepat proses pengeringan kulit.

    3. Mengatasi Radang Tenggorokan dan Suara Serak

    Radang tenggorokan adalah salah satu masalah yang umum terjadi, terutama saat cuaca tidak menentu.

    Khasiat bunga Wijaya Kusuma ternyata juga bisa dirasakan untuk meredakan iritasi di tenggorokan.

    Kandungan senyawa pendingin alami dalam bunga ini memberikan sensasi segar mirip mint yang membantu tenggorokan terasa lega.

    Cukup rebus kuntum bunga Wijaya Kusuma dan konsumsi airnya secara rutin untuk membantu meredakan peradangan dan rasa nyeri di tenggorokan.

    4. Mengurangi Gejala Asma Secara Bertahap

    Bagi penderita asma, ramuan dari bunga Wijaya Kusuma bisa menjadi pilihan alami untuk membantu meredakan sesak napas.

    Dalam praktik pengobatan tradisional, bunga ini biasanya direbus bersama gula batu untuk menyeimbangkan rasa dan efeknya.

    Konsumsi dua kali sehari dipercaya dapat membantu merilekskan saluran pernapasan dan mengurangi frekuensi kambuhnya gejala asma.

    Meski bukan pengganti inhaler atau obat medis, ramuan ini bisa menjadi pendamping terapi yang aman.

    5. Meredakan Nyeri Lambung dan Maag

    Masalah nyeri lambung atau maag sering kali disebabkan oleh tingginya kadar asam lambung atau iritasi pada dinding lambung.

    Bunga Wijaya Kusuma memiliki pH yang netral, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita maag. Air rebusannya bisa membantu menenangkan lambung dan meredakan rasa perih.

    Minum tiga kali sehari dalam porsi kecil dipercaya bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan secara alami.

    6. Membantu Menghentikan Pendarahan Rahim

    Dalam beberapa pengobatan tradisional, bunga Wijaya Kusuma digunakan sebagai ramuan untuk membantu menghentikan pendarahan rahim yang tidak normal.

    Kandungan bioaktif di dalamnya dipercaya mampu membantu menyeimbangkan hormon dan meredakan kontraksi otot rahim.

    Caranya adalah dengan merebus bunga Wijaya Kusuma dan mengonsumsi air rebusannya secara teratur hingga kondisi membaik.

    Meski belum banyak penelitian ilmiah yang membuktikan hal ini, pengalaman turun-temurun membuatnya tetap banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.

  • Kenapa Ibu Hamil Lebih Sensitif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kenapa Ibu Hamil Lebih Sensitif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kenapa Ibu Hamil Lebih Sensitif?

    Ketika wanita mengalami premenstrual syndrome atau biasa yang lebih dikenal dengan PMS, umumnya sering badmood dan lebih sensitif terhadap situasi di sekitarnya.

    Hal ini disebabkan oleh kadar estrogen dalam tubuh wanita yang fluktuatif.

    Hormon estrogen akan meningkat bahkan mencapai kadar paling tinggi lepasnya sel telur.

    Namun, jika sel telur tidak dibuahi, produksi hormon estrogen akan mengalami penurunan yang drastis dimana hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi wanita.

    Dikutip dari kanal Youtube Cerita Parapuan, berdasarkan penuturan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yaitu dr. Cynthia Agnes Susanto BMedSc, Sp. OG bahwa nyeri perut bagian bawah (menstrual cramps) juga dapat mempengaruhi suasana hati atau membuat perempuan menjadi lebih sensitif.

    Hal ini karena rahim yang berkontraksi saat mengeluarkan darah mens.

    Kadar serotonin yang rendah saat menstruasi juga menjadi penyebab suasana hati menjadi buruk.

    Serotonin sendiri adalah hormon yang mendorong wanita untuk merasa bahagia.

    Ketika jumlah Serotonin sedikit di dalam tubuh menyebabkan wanita merasa sedih walaupun tidak ada pemicunya.

    Sama seperti wanita yang mengalami PMS dan fase menstruasi, ibu hamil juga mengalami perubahan kinerja hormon dalam tubuhnya.

    Namun, karena proses kehamilan berlangsung selama sembilan bulan bahkan lebih, yang menyebabkan ibu hamil lebih sensitif dan complicated dari segi emosi.

    Hal ini paling banyak terjadi pada trimester pertama karena produksi hormon yang sedang tinggi-tingginya.

    Ketika PMS kadar hormon estrogen bisa menjadi rendah lalu naik kembali dan normal, tidak dengan ibu hamil.

    Justru ketika hamil, kadar hormon estrogen meningkat diiringi peningkatan juga dari hormon progesteron.

    Keduanya begitu berpengaruh dalam menghasilkan suasana hati yang berubah-ubah.

    Perubahan tubuh yang cepat juga menjadi bagian dari perubahan kondisi emosi yang dirasakan ibu hamil.

    Hal ini menyebabkan kegelisahan dan rasa cemas meningkat.

    Rasa tersebut berpotensi menjadi lebih parah saat mendekati fase melahirkan.

    Kecemasan tersebut karena kekhawatiran ibu terkait kondisi bayi, rasa sakit saat persalinan, berbagai resiko saat melahirkan, dan kondisi finansial.

    Ternyata berbagai macam perubahan hormon dan suasana hati baik yang dirasakan wanita saat PMS maupun ibu hamil adalah hal yang normal.

    Menjadi tidak normal jika kondisi berlebihan sehingga berdampak pada kehamilan.

    Menurut penelitian Effects of prenatal maternal mental distress on birth outcomes menyimpulkan bahwa kecemasan yang berlebihan, bahkan sampai depresi selama masa kehamilan, dapat menyebabkan resiko kelahiran bayi prematur dan berat badan bayi yang rendah.

    Ibu yang mengalami depresi saat hamil menjadikan dirinya kurang memerhatikan kesehatan diri sendiri yang mana hal ini berbahaya bagi janinnya.

    Salah satu contoh, yaitu saat ibu hamil tidak makan secara teratur, maka janin mendapatkan nutrisi yang rendah.

    Akan berdampak pada perkembangan janin itu sendiri, baik selama dalam kandungan maupun ketika sudah dilahirkan.

    Depresi selama masa kehamilan juga berisiko tinggi untuk mengalami depresi setelah melahirkan atau yang dikenal dengan sebutan baby blues.

    Oleh karena itu selama masa kehamilan sampai merawat bayi, ibu lebih baik mendapatkan dukungan penuh baik secara fisik maupun psikologis.

    Dukungan bisa datang dari orang terdekat, terutama suami dan keluarga lainnya.

  • 10 Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para Ahli

    Kebugaran jasmani merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang berkaitan erat dengan kesehatan, produktivitas, serta kualitas hidup seseorang.

    Tubuh yang bugar memungkinkan seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas fisik maupun pekerjaan sehari-hari dengan lebih efisien, tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

    Dalam konteks pendidikan dan kesehatan, kebugaran jasmani juga berperan dalam menunjang perkembangan fisik, mental, serta sosial individu.

    Oleh karena itu, pemahaman mengenai kebugaran jasmani sangat diperlukan, terutama dalam upaya membentuk gaya hidup sehat dan meningkatkan performa tubuh secara menyeluruh

    Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para Ahli

    Banyak ahli telah memberikan pendapat mengenai makna kebugaran jasmani, baik dari sudut pandang fisiologis, pendidikan jasmani, maupun kesehatan.

    Secara umum, kebugaran jasmani diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara efektif dan efisien tanpa mengalami kelelahan berlebihan, serta masih memiliki cadangan energi untuk kegiatan lainnya.

    Berikut ini beberapa pengertian kebugaran jasmani menurut para ahli yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang konsep tersebut.

    1. Menurut Pangrazi (1995)

    Beliau beropini bahwa Pendidikan jasmani merupakan serpihan dari pendidikan secara umum yang memberi sumbangan terhadap santunan pengalaman gerak untuk perkembangan serta pertumbuhan anak secara menyeluruh.

    2. Menurut Sadoso Sumosardjuno (1989 : 9)

    Beliau beropini bahwa Kesegaran Jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari secara mudah, tanpa merasa lelah yang berarti, serta masih memiliki cadangan tenaga (sisa) untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keadaan-keadaan mendadak.

    3. Menurut Agus Mukhlolid, M.Pd (2004 : 3)

    Agus Mukholid beropini bahwa Kesegaran Jasmani ialah kemampuan dan kesanggupan untuk melaksanakan kegiatan atau kerja, mempertinggi daya kerja dengan tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.

    4. Menurut Lutan (2001)

    Pendidikan Jasmani ialah suatu proses kegiatan jasmani yang disusun dan dirancang secara sistematis, untuk merangsang perkembangan dan pertumbuhan, meningkatkan keterampilan dan kemampuan jasmani, kecerdasan pembentukan watak, serta perilaku dan nilai yang positif bagi setiap warga negara, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

    5. Menurut Muhajir

    Muhajir beropini bahwa kebugaran jasmani merupakan kesanggupan badan menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang dilakukan tanpa rasa lelah yang berarti.

    6. Menurut Djoko Pekik (2002: 72)

    Pengertian kebugaran jasmani ialah kemampuan fisik seseorang untuk dapat melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan, sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya.

    7. Menurut Agus Mukhlolid, (2004: 3)

    Menyatakan bahwa Kebugaran Jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan kerja atau aktivitas, mempertinggi daya kerja dengan tanpa mengalami kelelahan yang berarti
    atau berlebihan.

    8. Sumosardjuno dan Giri Widjojo

    Menyatakan kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat-alat tubuh dalam batas fisiologi terhadap keadaan lingkungan atau kerja fisik secara efisien tanpa lelah berlebihan.

    9. Menurut Dangsina Moeloek (1984)

    Ditinjau dari segi faal kebugaran jasmani (Physical Fitness) adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh dalam melaksanakan tugas pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (pekerjaan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.

    10. Menurut Soetarman (dalam Ismaryati,2006:40)

    Kebugaran jasmani ialah sebagai salah satu aspek, yaitu aspek fisik dari kebugaran yang menyeluruh (total fitness), yang memberi kesanggupan kepada seseorang untuk menjalani hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap-tiap pembebanan fisik yang layak.

  • 8 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

    8 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

    Saat ini kita sedang dihebohkan dengan mewabahnya virus COVID-19 atau yang lebih akrab disebut sebagai corona.

    Sangking cepatnya penyebaran virus ini. WHO selaku organisasi kesehatan dunia menetapkan wabah ini sebagai pandemi karena sudah banyak menelan korban nyawa.

    Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

    Namun, bicara tentang virus, tahukah kamu bahwa COVID-19 bukanlah satu-satunya virus mematikan di dunia ini.

    Pasalnya, sebelum mewabahnya corona, dunia juga pernah diserang oleh beberapa virus mematikan lainnya.

    Lantas, apa saja virus mematikan tersebut? Berikut diantaranya.

    1. Virus Ebola

    Virus Ebola adalah salah satu virus terjahat sepanjang sejarah. Sebab, virus ini bisa membuat seseorang mengalami pendarahan serius, kegagalan organ dan berujung kematian.

    Menurut informasi yang dihimpun, virus ini pertama kali ditemukan di Afrika pada tahun 1976.

    Namun, pada tahun 2014 hingga 2016 adalah wabah Ebola terbesar sepanjang sejarah kesehatan yang memakan korban hingga 11 ribu jiwa.

    2. Hantivirus

    Hantavirus adalah salah satu virus yang membuat gangguan pada paru-paru atau pembuluh darah dan ginjal. Parahnya, virus ini bisa membunuh hanya dalam hitungan jam saja.

    Umumnya, seseorang yang terkena hantavirus akan mengalami flu, namun beberapa saat kemudian, akan mengalami kesulitan bernapas hingga akhirnya kondisi semakin memburuk.

    Penyebaran virus ini bisa melalui kontak langsung dengan feses, urin, dan air liur tikus yang terinfeksi.

    3. HIV

    HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sistem imun tubuh.

    Seseorang yang terkena virus ini akan mudah terserang penyakit karena kekebalan tubuhnya sudah rapuh.

    Penyebaran HIV bisa dari hubungan seksual dan menggunakan jarum suntik bersamaan.

    Meski tidak langsung merenggut nyawa, virus ini cukup mengkhawatirkan karena mengancam kesehatan secara berkala.

    4. Marburg

    Virus Marburg hampir sama dengan Ebola. Gejalanya adalah kejang-kejang dan pendarahan pada selaput lendir, kulit, serta organ tubuh manusia.

    Angka kematian kasus ini sangat bervariasi, mulai dari 25% di tahun 1967 hingga lebih dari 80% di Kongo tahun 1998-2000 dan di Angola tahun 2005.

    Penularan virus ini bisa karena kontak darah maupun cairan pada orang yang terinfeksi.

    5. Rabies

    Rabies juga dikenal dengan istilah “anjing gila” karena ditularkan oleh air liur anjing yang terinfeksi.

    Meski begitu, sebenarnya penyebarannya tidak hanya melalui anjing saja, tapi juga bisa dari tikus, kucing, dan mamalia lainnya.

    Virus ini bisa menyerang saraf dan sistem otak sehingga bisa mempengaruhi perilaku penderitanya.

    6. Influenza

    Influenza memang tergolong sebagai penyakit ringan dan sering dialami oleh kebanyakan orang. Namun jangan salah, influenza memiliki jenis yang cukup beragam.

    Salah satu jenis yang cukup memakan banyak korban adalah flu burung (H5N1) dan flu babi (H1N1).

    Virus ini tidak bisa dipandang remeh karena penyebarannya mudah dan cepat.

    7. Dengue virus (DENV)

    Virus dengue atau Dengue virus adalah spesies virus yang menyebabkan demam berdarah dengue.

    Virus ini ditempatkan dalam genus Flavivirus dan keluarga Flaviviridae. Virus dengue ditularkan melalui nyamuk.

    Lima serotipe virus telah ditemukan, yang semuanya dapat mengakibatkan spektrum penuh penyakit.

    8. COVID-19

    COVID-19 adalah salah satu jenis virus yang sangat mematikan. Saat ini dunia guncang dibuatnya.

    Penyebaran virus ini bisa melalui kontak langsung ataupun dari percikan droplet orang yang terinfeksi.

    COVID-19 menyerang sistem pernapasan sehingga membuat penderitanya merasa sesak napas dan bisa berakibat fatal.

    Nah, itulah beberapa virus mematikan sepanjang sejarah. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Komunikasi Terapeutik: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Ciri-Ciri

    Komunikasi Terapeutik: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Ciri-Ciri

    Pengertian Komunikasi Terapeutik

    Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Indrawati, 2003 48).

    Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien.

    Persoalan mendasar dan komunikasi ini adalah adanya saling membutuhan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan (Indrawati, 2003 : 48).

    Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa dikesampingkan, namun harus direncanakan, disengaja, dan merupakan tindakan profesional. Akan tetapi, jangan sampai karena terlalu asyik bekerja, kemudian melupakan pasien sebagai manusia dengan beragam latar belakang dan masalahnya (Arwani, 2003 50).

    Manfaat Komunikasi Terapeutik

    Manfaat komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. Mengidentifikasi. mengungkap perasaan dan mengkaji masalah dan evaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat (Indrawati, 2003 : 50).

    Tujuan Komunikasi Terapeutik.

    Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif untuk pasien, membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri.

    Kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan perawat-klien.

    Bila perawat tidak memperhatikan hal ini, hubungan perawat-klien tersebut bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat kesembuhan klien, tetapi hubungan sosial biasa.

    Ciri Ciri Komunikasi Terapeutik

    Menurut (Arwani, 2003), setidaknya ada beberapa ciri-ciri komunikasi terapeutik, diantaranya:

    1. Ikhlas

    Semua perasaan negatif yang dimiliki oleh pasien harus bisa diterima dan pendekatan individu dengan verbal maupun non verbal akan memberikan bantuan kepada pasien untuk mengkomunikasikan kondisinya secara tepat.

    2. Empati

    Merupakan sikap jujur dalam menerima kondisi pasien. Obyektif dalam memberikan penilaian terhadap kondisi pasien dan tidak berlebihan.

    3. Hangat

    Kehangatan dan sikap permisif yang diberikan diharapkan pasien dapat memberikan dan mewujudkan ide-idenya tanpa rasa takut, sehingga pasien bisa mengekspresikan perasaannya lebih mendalam.

    Fase Fase Komunikasi Terapeutik

    Dalam membina hubungan terapeutik (berinteraksi) dengan pasien, perawat mempunyai empat tahapan yang pada setiap tahapnya mempunyai tugas yang berbeda-beda dan harus diselesaikan oleh perawat (Stuart dan Sundeen, dalam Christina, dkk, 2003) :

    1. Tahap Persiapan (Prainteraksi)

    Tahap Persiapan atau prainteraksi sangat penting dilakukan sebelum berinteraksi dengan klien (Christina, dkk, 2002).

    Pada tahap ini perawat menggali perasaan dan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya, juga mencari informasi tentang klien.

    Kemudian perawat merancang strategi untuk pertemuan pertama dengan klien. Tahap ini harus dilakukan oleh perawat untuk memahami dirinya dan menyiapkan diri (Suryani, 2005).

    2. Tahap Perkenalan (Orientasi)

    Perkenalan merupakan kegiatan yang dilakukan saat pertama kali bertemu atau kontak dengan klien (Christina, dkk, 2002).

    Pada saat berkenalan, perawat harus memperkenalkan dirinya terlebih dahulu kepada klien (Brammer dalam Suryani, 2005).

    Dengan memperkenalkan dirinya berarti perawat telah bersikap terbuka pada klien dan ini diharapkan akan mendorong klien untuk membuka dirinya (Suryani, 2005).

    Tujuan tahap ini adalah untuk memvalidasi keakuratan data dan rencana yang telah dibuat dengan keadaan klien saat ini, serta mengevaluasi hasil tindakan yang lalu (Stuart, G.W dalam Suryani, 2005).

    3. Tahap kerja

    Tahap kerja ini merupakan tahap inti dari keseluruhan proses komunikasi terapeutik (Stuart, G.W dalam Suryani, 2005).

    Pada tahap ini perawat dan klien bekerja bersama-sama untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien. Perawat dalam mendorong klien mengungkap perasaan dan pikirannya.

    Perawat juga dituntut untuk mempunyai kepekaan dan tingkat analisis yang tinggi terhadap adanya perubahan dalam respons verbal maupun nonverbal klien.

    4. Tahap Terminasi

    Terminasi merupakan akhir dari pertemuan perawat dengan klien (Christina, dkk, 2002).

    Tahap ini dibagi dua yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir (Stuart, G.W dalam Suryani, 2005). Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat-klien, setelah terminasi sementara, perawat akan bertemu kembali dengan klien pada waktu yang telah ditentukan.

    Terminasi akhir terjadi jika perawat telah menyelesaikan proses keperawatan secara keseluruhan.

  • 4 Cara Alami Mengatasi Hidung Tersumbat dan Berair

    4 Cara Alami Mengatasi Hidung Tersumbat dan Berair

    Cara Alami Mengatasi Hidung Tersumbat dan Berair

    Flu bisa melanda kapan saja, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini.

    Ada banyak masalah yang terjadi ketika flu, salah satunya adalah hidung tersumbat dan berair.

    Masalah tersebut tentu saja membuat kita tidak nyaman, bukan?

    Hidung tersumbat dan berair membuat kita tersiksa karena sulit bernapas.

    Bahkan, terkadang membuat tidur terasa tidak nyaman dan terganggu.

    Untuk mengatasinya, banyak orang yang memilih untuk mengonsumsi obat flu.

    Akan tetapi, jika terlalu sering mengonsumsi obat, tidak akan baik untuk kesehatan.

    Lantas, bagaimana cara alami mengatasi hidung tersumbat dan berair? Simak penjelasannya berikut ini.

    1. Mengonsumsi Madu

    Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa madu merupakan bahan alami yang mengandung segudang manfaat baik untuk kesehatan.

    Banyak masalah kesehatan yang dapat diatasi dengan hanya mengonsumsi madu, salah satunya adalah masalah hidung tersumbat dan berair.

    Hal ini dikarenakan madu mengandung sifat antibakteri dan antiinflamasi.

    Caranya, campurkan madu dengan air hangat dan minum dua kali sehari pada pagi hari dan malam menjelang tidur.

    2. Mengonsumsi Bawang

    Bawang merah maupun bawang putih tidak hanya memiliki fungsi sebagai bumbu dapur untuk melezatkan masakan saja.

    Sama halnya madu, bawang ternyata juga memiliki sifat antibakteri yang sangat ampuh melawan virus dan bakteri penyebab flu.

    Sehingga sangat cocok dikonsumsi ketika ingin meredakan hidung tersumbat maupun berair.

    Untuk mendapatkan manfaatnya, cukup dengan memakan mentah atau menjadikannya sebagai bumbu masakan seperti sup.

    3. Minum Teh Hangat

    Bahan alami selanjutnya yang berfungsu untuk mengatasi hidung tersumbat dan berair adalah teh hangat.

    Teh hangat terutama teh hijau kaya akan flavonoid sebagai bahan anti inflamasi dan meningkatkan kekebalan tubuh.

    Sehingga sangat ampuh dalam mengatasi hidung tersumbat dan berair. Tidak hanya itu saja, teh hangat juga bisa tubuh menjadi rileks.

    4. Mengonsumsi Bluberi

    Buah yang tergolong ke dalam keluarga beri ini ternyata memiliki manfaat baik untuk kesehatan.

    Kandungan antioksidan berupa vitamin C yang tinggi, sangat baik untuk mengatasi flu terutama meredakan hidung tersumbat dan berair.

    Walaupun memiliki harga yang cukup mahal, namun tidak ada salahnya membelinya untuk kesehatan.

    Well, itulah 4 cara alami untuk mengatasi hidung tersumbat dan berair.

    Ingat, jangan terlalu sering minum obat apalagi hanya sakit ringan saja. Manfaatkan bahan alami yang ada di rumah.

    Author : Eva