Tag: keuangan

  • Mengenal Expected Return dalam Dunia Investasi

    Mengenal Expected Return dalam Dunia Investasi

    Expected return atau imbal hasil yang diharapkan adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia keuangan dan investasi.

    Expected return merujuk pada perkiraan atau estimasi hasil atau keuntungan yang diharapkan dari sebuah investasi atau portofolio investasi.

    Expected return dinyatakan dalam bentuk persentase dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang menggabungkan faktor-faktor seperti suku bunga, inflasi, risiko investasi, dan faktor-faktor ekonomi lainnya.

    Sebagai contoh, jika seseorang menginvestasikan uangnya di saham perusahaan A dan diperkirakan return atau keuntungan yang diharapkan dari investasi tersebut sebesar 10% per tahun, maka expected return dari investasi tersebut adalah sebesar 10%.

    Penggunaan expected return sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi.

    Dengan mengetahui expected return, investor dapat membandingkan tingkat keuntungan yang diharapkan dari berbagai jenis investasi dan memilih yang paling sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko mereka.

    Selain itu, expected return juga dapat membantu investor untuk mengukur kinerja investasi mereka.

    Baca juga: 7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Jika hasil aktual dari investasi lebih tinggi dari expected return, maka investasi tersebut dianggap berhasil dan memberikan keuntungan yang lebih besar dari yang diharapkan.

    Namun, jika hasil aktual lebih rendah dari expected return, maka investasi tersebut dianggap gagal dan investor perlu mengevaluasi ulang strategi investasi mereka.

    Perlu diingat bahwa expected return hanyalah sebuah perkiraan atau estimasi, dan hasil aktual dari investasi dapat berbeda dari yang diharapkan.

    Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor eksternal yang tidak dapat diprediksi, seperti fluktuasi pasar, perubahan kondisi ekonomi, atau bencana alam yang dapat mempengaruhi performa investasi.

    Oleh karena itu, investor perlu memperhitungkan faktor risiko dalam membuat keputusan investasi. Semakin besar risiko dari sebuah investasi, semakin besar pula expected return yang diharapkan.

    Namun, investor juga perlu memperhatikan tingkat risiko yang dapat mereka tanggung dan memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka.

  • Omzet: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

    Omzet: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

    Pengertian Omzet

    Omzet adalah istilah dalam ekonomi, yaitu total uang yang didapatkan dari hasil penjualan produk dalam periode tertentu, seperti per minggu, per bulan, maupun per tahun.

    Namun, uang yang didapatkan tersebut masih berupa pendapatan kotor karena belum dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP) serta biaya operasional.

    Jadi, secara sederhana omzet dapat disebut sebagai pendapatan kotor yang diperoleh pengusaha atau perusahaan sebelum dikurangi modal dan biaya operasional seperti gaji karyawan, bayar listrik, sewa gedung, dan sebagainya.

    Manfaat Omzet

    Omzet memiliki banyak manfaat untuk pengusaha maupun perusahaan. Adapun manfaat omzet adalah sebagai berikut:

    1. Menunjukkan kinerja keuangan

    Omzet merupakan salah satu ukuran kinerja keuangan yang penting bagi sebuah perusahaan.

    Omzet yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mampu menjual produk atau layanan dengan baik dan memiliki pangsa pasar yang besar.

    2. Memotivasi karyawan

    Omzet yang meningkat juga dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras dan lebih produktif, karena mereka dapat melihat langsung dampak positif dari penjualan produk atau layanan perusahaan.

    3. Memperkuat citra perusahaan

    Omzet yang baik dapat memperkuat citra perusahaan di mata publik dan investor, karena menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang di masa depan.

    4. Menentukan keputusan bisnis

    Omzet juga dapat menjadi faktor penting dalam menentukan keputusan bisnis, seperti menambah modal, mengembangkan produk baru, atau memperluas pasar.

    5. Menarik investor

    Omzet yang tinggi juga dapat menjadi daya tarik bagi investor, karena menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang besar di masa depan.

    Contoh Omzet

    Dalam satu periode, Rani berhasil menjual buku sebanyak 1.000 unit yang harga per bukunya Rp100.000. Maka omzet yang didapat oleh Rani adalah:

    1.000 x Rp100.000 = Rp100.000.000

    Namun, uang Rp100.000.000 tersebut adalah pendapatan kotor, bukan total keuntungan Rani.

    Sebab, Rani harus memperhitungkan harga pokok penjualan dan biaya-biaya lainnya.

    Anggap saja biaya operasional Rani (modal 1.000 buku, biaya promosi, bayar ekspedisi, biaya listrik, biaya kuota, dan lain-lain) adalah Rp90.000.000, maka total keuntungan Rani adalah:

    Rp100.000.000 – Rp90.000.000 = Rp10.000.000

    Itulah pengertian omzet, manfaat, dan contohnya yang perlu diketahui bagi calon pengusaha agar tidak salah dalam mengartikan istilah.

  • 7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Pengertian Pasar Modal

    Pasar modal adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan berbagai jenis instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, dan sekuritas lainnya antara investor dan perusahaan yang membutuhkan pendanaan.

    Tujuan dari pasar modal adalah untuk memungkinkan perusahaan memperoleh dana dari investor melalui penjualan saham atau obligasi dan memberikan investor dengan kesempatan untuk menghasilkan keuntungan dari investasi mereka.

    Dalam pasar modal, harga instrumen keuangan ditentukan oleh permintaan dan penawaran, dan fluktuasi harga tergantung pada kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, dan berbagai faktor lainnya.

    Investor dapat membeli dan menjual instrumen keuangan pada pasar modal melalui broker atau perusahaan sekuritas.

    Pasar modal juga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pasar modal primer dan pasar modal sekunder.

    Pasar modal primer adalah pasar di mana perusahaan menjual saham atau obligasi kepada investor untuk pertama kalinya.

    Sedangkan pasar modal sekunder adalah pasar di mana saham atau obligasi yang telah diterbitkan diperdagangkan antara investor.

    Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Adapun beberapa pengertian pasar menurut ahli adalah sebagai berikut.

    1. Menurut Tandelilin (2017: 25)

    Definisi pasar modal adalah tempat pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan melakukan kegiatan jual-beli sekuritas.

    2. Menurut Harjito dan Martono (2014: 383)

    Pasar modal (capital market) merupakan suatu pasar dimana dana–dana jangka panjang baik hutang maupun modal sendiri diperdagangkan.

    3. Menurut Mishkin (2017:28) yang dialihbahasakan oleh Hutagalung

    Pasar yang memperjual-belikan instrumen jangka panjang (jatuh tempo setahun atau lebih) atau instrumen ekuitas.

    4. Menurut Fahmi (2012:55)

    Pasar modal merupakan tempat dari berbagai pihak khususnya perusahaan untuk menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan untuk memperoleh tambahan dana atau untuk memperkuat modal perusahaan yang berasal dari hasil penjualan tersebut.

    5. Menurut Mohamad Samsul (2015:57)

    Pasar modal terdiri dari kata pasar dan modal, jadi pasar modal dapat didefinisikan sebagai tempat bertemunya permintaan dan penawaran terhadap modal; baik bentuk ekuitas maupun jangka panjang.

    6. Menurut Darmadji & Fakhruddin (2011:1)

    Pasar modal adalah tempat diperjualbelikannya instrumen keuangan jangka panjang seperti utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif dan instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lainnya (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana kegiatan berinvestasi.

    7. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan

    Pengertian pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai pasar modal.

  • 10 Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    Pengertian Administrasi Keuangan

    Administrasi keuangan adalah serangkaian upaya pencatatan, pengolahan, dan penyimpanan semua data aktivitas yang berhubungan dengan keuangan suatu organisasi atau lembaga.

    Tujuan dari administrasi keuangan adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan organisasi digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

    Administrasi keuangan meliputi berbagai aspek, seperti manajemen kas, pengelolaan hutang dan piutang, investasi, pengelolaan risiko, dan pembuatan laporan keuangan.

    Seorang administrator keuangan bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya keuangan sebuah organisasi sehingga harus memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk memahami laporan keuangan dan menjalankan tugas-tugas terkait keuangan lainnya.

    Pengertian Administrasi Keuangan Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian administrasi keuangan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. The Liang Gie

    Definisi administrasi keuangan adalah proses perencanaan, penyediaan, dan penggunaan uang dalam suatu perusahaan/ organisasi. Dengan kata lain, administrasi keuangan merupakan kegiatan penataan keuangan, yang mencakup penyusunan anggaran belanja, penentuan sumber dana, cara pemakaian, hingga pembukuan.

    2. Mamesah (1995 : 14)

    Arti administrasi keuangan adalah rangkaian kegiatan dan prosedur dalam mengelola keuangan secara tertib, sah, hemat, berdaya guna dan berhasil guna. (mengelola keuangan tersebut meliputi penerimaan-penerimaan dan sumber-sumbernya serta pembiayaanpembiayaan).

    3. Siagian (1995 : 56)

    Administrasi keuangan adalah suatu truisme / paling sedikit suatu kekayaan bahwa biaya yang tersedia bagi suatu negara yang sedang giat melakukan pembangunan selalu terbatas dibandingkan dengan banyaknya kegiatan pembangunan yang perlu dibiayai.

    4. Nawawi (1994 : 28)

    Menurut Nawawi pengertian administrasi keuangan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian:

    1) Administrasi keuangan dalam arti sempit (kegiatan tata usaha) adalah proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran yang melalui kegiatan pinata usahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga upaya penunjang perwujudan kebijaksanaan keuangan yang telah ditetapkan; dan

    2) Administrasi keuangan dalam arti luas adalah pengaturan dan penetapan kebijaksanaan dalam pengadaan dan penggunaan keuangan untuk mewujudkan semua tugas-tugas pokok sebagai volume kerja organisasi agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

    5. Siagian (2004 : 2)

    Administrasi adalah sebagai keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

    6. Menurut Depdiknas (2000)

    Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.

    7. Herbert A. Simon (1999 : 3)

    Administrasi sebagai kegiatan-kegiatan kelompok kerjasama tuntuk mencapai tujuan-tujuan bersama.

    8. Leonard D. White dalam Inu Kencana Syafiie, dkk (1999)

    Administrasi adalah suatu proses yang umum ada pada usaha kelompok-kelompok, baik pemerintah maupun swasta, baik sipil maupun militer, baik dalam ukuran besar maupun kecil.

    9. Dwight Waldo (1971)

    Administrasi adalah suatu daya upaya yang kooperatif, yang mempunyai tingkat rasionalitas yang tinggi.

    10. Dimock & Domock (1992 : 20)

    Administrasi adalah suatu ilmu yang mempelajari apa yang dikehendaki rakyat melalui pemerinath, dan cara mereka memperolehhnya.

  • Pengertian Modal Kerja dan Modal Investasi Beserta Contohnya

    Pengertian Modal Kerja dan Modal Investasi Beserta Contohnya

    Pengertian Modal Investasi

    Modal investasi merupakan aktivitas investasi yang menggunakan dana untuk membeli atau membangun suatu aset jangka panjang demi meraih keuntungan.

    Modal investasi dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk penghasilan pribadi, simpanan, warisan, atau pinjaman.

    Dalam konteks investasi, modal investasi dapat digunakan untuk membeli saham, obligasi, properti, komoditas, atau instrumen investasi lainnya.

    Tujuan investasi biasanya adalah untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang dengan memanfaatkan potensi kenaikan nilai aset dan/atau pendapatan pasif seperti dividen atau bunga.

    Beberapa contoh modal investasi yaitu sebagai berikut.

    1. Menanam Uang

    Investor yang merupakan seorang individu, lembaga, atau perusahaan dapat memberikan modalnya untuk dipinjamkan pada suatu usaha.

    Uang ini digunakan untuk pengembangan bisnis dengan pengembalian yang telah disepakati sebelumnya.

    2. Membeli Aset

    Contoh modal investasi berikutnya yaitu membeli aset. Hal ini berkaitan dengan menyediakan aset atau alat yang dapat dimanfaatkan dalam usaha jangka panjang guna meningkatkan hasil produksi bisnis.

    3. Investasi modal kecil

    Investasi ini dapat menjadi pilihan investor ritel karena dapat menggunakan modal kecil. Beberapa pilihan dari investasi ini yaitu reksa dana, saham, P2P lending, dan emas.

    Pengertian Modal Kerja

    Modal kerja merupakan ukuran likuiditas perusahaan, termasuk didalamnya kesehatan keuangan jangka pendek dan efisiensi operasional.

    Modal kerja berkaitan dengan perbedaan aset lancar perusahaan dengan kewajiban yang harus ditanggung dalam periode berjalan.

    Beberapa contoh dari modal kerja adalah sebagai berikut.

    1. Modal Kerja Permanen

    Modal kerja permanen memiliki sifat yang berkelanjutan secara terus menerus yang diperlukan oleh perusahaan guna kelancaran usaha.

    Modal ini harus tetapi dimiliki jika ingin perusahaan tetap menjalankan aktivitasnya.

    Modal kerja permanen terbagi menjadi dua jenis, yaitu modal kerja primer dan modal kerja normal.

    2. Modal Kerja Variabel

    Sesuai dengan namanya, modal kerja variabel yaitu modal kerja yang selalu berubah-ubah atau tidak tetap.

    Hal ini berkaitan dengan perubahan kegiatan dalam produksi suatu perusahaan.

    Modal ini juga mempunyai pengaruh yang berbeda-beda bagi perusahaan.

    Modal kerja variabel memiliki beberapa jenis, yakni modal kerja musiman, modal kerja siklis, dan modal kerja darurat.

    Itulah pengertian modal kerja dan modal investasi beserta contohnya.

    Jika kamu ingin membuka usaha atau perusahaan, ada baiknya untuk mengetahui semua informasi ini agar usaha atau perusahaan yang dimiliki dapat berjalan sebagai mana mestinya.

  • 7 Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    Hutang jangka panjang adalah jenis hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

    Hutang jangka panjang biasanya memiliki bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan hutang jangka pendek, karena perusahaan atau individu meminjam uang untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian hutang jangka panjang menurut para ahli.

    1. Menurut Munawir (2004:19)

    Pengertian hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).

    2. Menurut Sartono (2008)

    Hutang jangka panjang atau long-term debt adalah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditur dimana kreditur bersedia memberikan pinjaman sejumlah tertentu dan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunga dan pokok pinjaman.

    3. Menurut Zefri Maulana dan Ayang Fhonna Safa( 2017)

    Hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (Ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan dari perusahaan karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.

    4. Menurut Kieso (2002 : 242)

    Terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan, mana yang lebih lama.

    5. Menurut Dyckman, et al.(2000 : 218)

    Pengertian hutang jangka panjang adalah kewajiban dengan jangka waktu yang melebihi satu tahun dari tanggal neraca atau siklus operasi mana yang lebih baik.

    6. Menurut Baridwan (2000 : 365)

    Mengatakan bahwa “hutang jangka panjang digunakan untuk menunjukkan hutang-hutang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar”.

    7. Menurut Gunadi (2005 : 83)

    Bahwa “kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau yang pengeluarannya tidak menggunakan sumber aktiva lancar.

  • Gaji Bulanan Selalu Habis Begitu Saja? Inilah 5 Penyebabnya

    Bagi setiap orang yang bekerja, tentu saja akan mendapatkan upah atau imbalan berupa uang gaji yang biasanya diberikan pada akhir bulan.

    Nah, uang gaji tersebutlah yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga harus bisa mengatur keuangan sebaik mungkin.

    Namun, sampai saat ini banyak yang merasa jika gaji bulanan mereka tidak bisa bertahan lama, alias selalu habis begitu saja. Padahal baru saja mendapat gaji, tapi belum sampai sebulan sudah habis duluan.

    Apakah kamu mengalami hal yang sama? Kalau benar demikian, maka kamu harus tahu apa penyebabnya.

    Alasan Gaji Bulanan Selalu Habis

    Nah, supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa penyebab gaji bulanan selalu habis begitu saja.

    1. Tidak Membuat Daftar Anggaran

    Ketika mendapat gaji, kebanyakan orang akan menggunakannya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Namun, ketika uang sudah menipis, barulah terasa. Oleh karenanya, buatlah alokasi anggaran dari sekarang. Tentukan apa saja yang harus dibeli dan apa saja yang harus dilunasi (jika punya hutang).

    2. Suka Jajan di Luar

    Jajan atau makan di luar boleh-boleh saja. Tapi jangan terlalu sering juga. Sebuah contoh, harga kopi di cafe bisa mencapai 20rb hingga 50rb per satu cangkir. Tapi jika kamu menyeduhnya sendiri di rumah, paling hanya membutuhkan biaya 5 ribu rupiah saja. Nah, maka dari itu mari lebih giat berhemat dengan membatasi jajan di luar rumah.

    3. Bawa Uang Cash Secukupnya

    Usahakan untuk tidak membawa uang cash terlalu banyak di dalam dompet. Sebab ketika ada uang di dompet, maka akan membuatmu menjadi ingin beli ini dan beli itu. Alangkah baiknya membawa uang cash untuk keperluan mendadak saja, misalnya untuk bensin atau jika sewaktu-waktu ban bocor.

    4. Jaga Pergaulan

    Ini tak kalah penting dan harus diperhatikan dari sekarang. Pergaulan bisa menggiring sifat dan sikapmu. Oleh karenanya berkumpul dengan orang yang sederhana adalah pilihan tepat karena kamu akan tertular menjadi orang yang sederhana. Cara ini juga bisa menghindarkanmu dari pengaruh gaya hidup yang terlalu tinggi.

    5. Jangan Merasa Kaya Saat Gajian

    Dan yang terakhir adalah jangan pernah merasa kaya dan banyak uang ketika gaji sudah turun. Sebab dengan pemikian itulah rasa sombong akan muncul. Akibatnya kamu akan suka belanja tanpa memikirkan anggaran atau kepentingan lainnya. Jadi, tetaplah hidup sederhana dengan memanfaatkan gaji bulanan sebaik mungkin.

    Nah, itulah beberapa penyebab gaji bulanan selalu habis beserta tips mengaturnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/