Tag: Khofifah Indar Parawansa

  • Revitalisasi 60 Sekolah di Madura, Pemprov Jatim Dukung Program Mama Mau Naik Kelas

    Revitalisasi 60 Sekolah di Madura, Pemprov Jatim Dukung Program Mama Mau Naik Kelas

    Pemerintah Provinsi Jawa Timur merevitalisasi 60 satuan pendidikan di Pulau Madura sebagai bagian dari penguatan program Mama Mau Naik Kelas/Madura Maju, Madura Unggul yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

    Program ini menyasar berbagai jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus di empat kabupaten di Madura.

    Di Kabupaten Sampang sendiri, sejumlah sekolah juga masuk dalam daftar prioritas revitalisasi.

    “Dari 60 sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi ini, di antaranya 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB berada di Kabupaten Sampang,” kata Bupati Sampang Slamet Junaidi di sela acara safari Ramadhan di Sampang, Jawa Timur, Senin (9/3).

    Menurutnya, inisiatif yang digagas Gubernur Khofifah tersebut menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura.

    Ia menjelaskan, program Mama Mau Naik Kelas dirancang tidak sekadar sebagai jargon pembangunan, tetapi sebagai gerakan nyata untuk mendorong Madura memiliki keunggulan di bidang pendidikan.

    “Menurut pandangan gubernur, kemajuan suatu daerah bukan hanya diukur melalui parameter global, seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing. Program ini bukan juga untuk mengukur maju atau tidak maju, namun ada kemajuan yang diukur oleh dunia Mama Mau Naik Kelas, Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan komparatif,” kata bupati.

    Selain pembangunan sarana pendidikan, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan literasi siswa serta memperluas peluang lulusan SMA dan SMK di Madura agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Untuk mendukung target tersebut, sejumlah langkah disiapkan. Di antaranya penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan, pemetaan potensi siswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan pembelajaran bagi siswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

    Penguatan akademik dilakukan melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), termasuk pelaksanaan asesmen dan try out secara berkala yang disertai analisis hasil untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

    Gubernur Khofifah juga mendorong para kepala sekolah di wilayah Madura untuk bersama-sama meningkatkan capaian siswa yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

    Sebagai bentuk dukungan, pemerintah provinsi menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan jumlah kelulusan siswa melalui jalur UTBK maupun SNBT dibandingkan tahun sebelumnya.

    Program Mama Mau Naik Kelas sendiri telah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur pada 5 Maret 2026, bersamaan dengan pelaksanaan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana di 60 sekolah di wilayah Madura.

    Melalui perbaikan fasilitas pendidikan tersebut, pemerintah berharap lingkungan belajar menjadi lebih aman, nyaman, dan layak sehingga mampu menunjang peningkatan kualitas pembelajaran.

    “Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, para siswa dan guru merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, maksimal dan optimal didukung dengan fasilitas penunjang yang komprehensif,” kata gubernur

    Khofifah juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Madura.

    Menurutnya, sinergi yang kuat antarlevel pemerintahan menjadi kunci agar transformasi pendidikan di wilayah Madura dapat berjalan secara maksimal.

    Sumber: Antara

  • Gubernur Jatim Apresiasi Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ponorogo

    Gubernur Jatim Apresiasi Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ponorogo

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi terhadap kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 di Ponorogo yang akan memulai proses belajar mengajar pada tanggal 1 Agustus 2025.

    Dalam kunjungan ke lokasi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan pada Sabtu, 26 Juli lalu, Khofifah menyampaikan bahwa sekolah ini sangat representatif, berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare dan sudah dilengkapi fasilitas seperti ruang kelas, asrama, laboratorium, dan lapangan olahraga.

    “Sekolah Rakyat di Ponorogo ini sangat lengkap, luas, dan siap mencetak anak-anak hebat. Mulai dari kelas, asrama, lapangan olahraga, hingga laboratorium sudah disiapkan dengan baik,” kata Khofifah dalam keterangan di Ponorogo, Minggu.

    Khofifah menyebut Ponorogo sebagai salah satu dari dua daerah di Jawa Timur, selain Banyuwangi, yang telah menerapkan sistem Sekolah Rakyat terintegrasi dari tingkat SD hingga SMA.

    SR Terintegrasi 5 ini direncanakan menampung sebanyak 125 siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terbagi atas 25 siswa SD, 50 siswa SMP, dan 50 siswa SMA.

    Khofifah juga menyoroti sistem boarding school yang diterapkan sebagai kekuatan dalam membentuk karakter dan disiplin siswa.

    Ia meminta pengelola untuk menyusun jadwal harian yang mencakup jam tidur, belajar malam, hingga olahraga pagi, misalnya senam pagi selama 30 menit serta pembinaan karakter lewat kerja sama dengan TNI dan Polri.

    “Senam pagi 30 menit misalnya, akan melatih kedisiplinan dan pembinaan fisik sejak dini. Pembinaan karakter juga bisa diperkuat dengan pendampingan dari TNI dan Polri,” ujarnya.

    Selain itu, dia berharap penguatan kemampuan Bahasa Inggris melalui kolaborasi dengan lembaga di Kampung Inggris, Pare, Kediri.

    Tak hanya itu, Khofifah mendorong siswa untuk bermimpi besar, apakah menjadi profesional seperti dokter, guru, polisi, atau bahkan bupati/gubernur, serta meminta wali murid tetap memberikan dukungan moral.

    “Kalian bisa jadi dokter, guru, polisi, tentara, bahkan bupati atau gubernur. Jangan takut bermimpi tinggi,” paparnya.

    Kepala SR Terintegrasi 5 Ponorogo, Devitri Candrawati, menyampaikan bahwa revitalisasi gedung hampir selesai dan berbagai bantuan seperti kasur serta peralatan belajar sudah mulai tiba.

    Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan pembangunan tahap akhir rampung sebelum 1 Agustus. Rencana serupa juga disiapkan untuk Kecamatan Jenangan pada tahun berikutnya, dengan luas lahan mencapai 8 hektare.

    Sumber: Antara