Tag: kohesi

  • Kohesi Leksikal Merupakan Kepaduan yang Dicapai Melalui?

    Kohesi Leksikal Merupakan Kepaduan yang Dicapai Melalui?

    Kohesi leksikal merupakan kepaduan yang dicapai melalui pemilihan kata.

    Pengertian kohesi leksikal adalah keterkaitan leksikal antara bagian-bagian wacana yang membuat sebuah teks atau percakapan terasa utuh dan mudah dipahami.

    Kohesi leksikal berperan penting dalam membangun kesinambungan antarkalimat sehingga pembaca atau pendengar dapat menangkap maksud penulis atau pembicara dengan jelas.

    Tanpa kohesi leksikal, suatu teks bisa terasa terputus-putus, ambigu, atau membingungkan karena kata-kata yang digunakan tidak saling berkaitan secara logis.

    Kohesi leksikal dapat dirinci menjadi beberapa jenis, yaitu pengulangan atau reiteration, hiponimi (hyponymy), sinonim (synonymy), antonim (antonymy), dan kolokasi (collocation).

    Pengulangan terjadi ketika kata atau frasa tertentu diulang untuk menegaskan makna, misalnya pengulangan kata “air” dalam beberapa kalimat untuk menekankan topik tentang sumber daya air.

    Hiponimi terjadi ketika sebuah kata memiliki makna yang lebih spesifik dibandingkan kata lain yang lebih umum, misalnya “mawar” sebagai hiponim dari “bunga”.

    Sinonim melibatkan penggunaan kata-kata yang memiliki makna sama atau mirip untuk menghindari pengulangan berlebihan, misalnya kata “cantik” dan “elok”.

    Antonim digunakan untuk menunjukkan pertentangan atau perbandingan, seperti “tinggi” dan “pendek”, sehingga menambah variasi dan kejelasan makna.

    Sedangkan kolokasi adalah penggunaan kata-kata yang sering muncul bersama secara alami, misalnya “minum air” atau “mengambil keputusan”, yang membuat bahasa terasa lebih alami dan kontekstual.

    Dilihat dari segi tujuan, kohesi leksikal memiliki fungsi penting dalam komunikasi bahasa. Salah satunya adalah untuk mendapatkan efek intensitas makna bahasa, di mana pilihan kata yang tepat dapat memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

    Selanjutnya, kohesi leksikal juga berfungsi untuk menegaskan kejadian atau informasi tertentu sehingga pembaca atau pendengar mudah mengikuti alur cerita atau penjelasan.

    Tidak kalah penting, kohesi leksikal memberikan keindahan bahasa, membuat teks terasa lebih harmonis, ritmis, dan menyenangkan untuk dibaca atau didengar.

    Dengan demikian, pemilihan kata yang cermat dan penggunaan kohesi leksikal yang tepat bukan hanya membantu memperjelas makna, tetapi juga menambah kualitas estetika teks.

    Para penulis, pembicara, maupun pengajar bahasa perlu memahami prinsip-prinsip kohesi leksikal agar komunikasi yang disampaikan lebih efektif, tertata, dan mudah dipahami oleh khalayak luas.

  • 10 Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    Pengertian Kohesi Leksikal

    Dalam sebuah wacana, keterkaitan antarbagian sangat penting agar teks dapat dipahami secara utuh oleh pembaca.

    Hubungan antarunsur dalam wacana tidak hanya terbentuk melalui tata bahasa, tetapi juga melalui pilihan kata atau kosakata yang digunakan.

    Keterjalinan makna melalui kosakata inilah yang disebut dengan kohesi leksikal. Kehadiran kohesi leksikal menjadikan sebuah wacana lebih padu, tidak terputus, serta memiliki alur yang teratur.

    Tanpa adanya kohesi leksikal, sebuah teks akan terasa terpisah-pisah dan sulit untuk dipahami secara menyeluruh.

    Kohesi leksikal pada dasarnya membicarakan bagaimana kata-kata yang dipilih saling berhubungan satu sama lain sehingga menciptakan keserasian makna.

    Hubungan ini bisa muncul melalui pengulangan kata, sinonim, antonim, hiponimi, maupun kolokasi. Semua unsur tersebut bekerja sama untuk menjaga agar wacana tetap padu baik secara makna maupun bentuk.

    Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep kohesi leksikal dengan lebih mendalam, sejumlah ahli telah memberikan penjelasan yang beragam sesuai sudut pandang masing-masing.

    Pendapat para ahli ini memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana kohesi leksikal bekerja dan mengapa unsur ini sangat penting dalam membangun teks yang efektif.

    1. Baryadi 1990: 46)

    Pengertian kohesi leksikal adalah keterkaitan leksikal antara bagian-bagian wacana. Kohesi leksikal dapat dirinci menjadi pengulangan (reiteration), hiponimi (hyponimi), sinonim (synonimi), antonimi (antonymi), dan kolokasi (collocation).

    2. Sumarlam (2008: 35)

    Menjelaskan, bahwa kohesi leksikal adalah hubungan antarunsur dalam wacana secara semantis.

    3. Zaimar & Ayu (2011: 146)

    Mengemukakan bahwa kohesi leksikal adalah keterpautan atau keterjalinan makna di dalam suatu wacana dapat dilihat pada segi kosakatanya.

    4. Mulyana (2005: 55)

    Dilihat dari segi pengertian, kohesi leksikal memiliki tujuan diantaranya ialah untuk mendapatkan efek intensitas makna bahasa, kejadian informasi, dan keindahan bahasa lain.

    5. Kushartanti (dalam Kusnita 2014: 245)

    Menjelaskan “kohesi leksikal adalah hubungan semantik antarunsur pembentuk wacana dengan memanfaatkan unsur leksikal atau kata”

    6. Sudaryat (2008: 160)

    Menguraikan bahwa unsur kohesi leksikal yang menjadi keutuhan wacana itu dapat dibedakan menjadi enam macam, yaitu repetisi, sinonimi, hipernimi, ekuivalensi, kolokasi, dan antonimi.

    7. Mujianto (2010: 83)

    Hubungan leksikal merupakan pengulangan bagian teks tidak hanya dilakukan dengan mengulang struktur sintaksis, katak kata, maupun bunyi.

    8. Zaenal Arifin dkk. (2015: 67)

    Menyatakan bahwa kohesi leksikal menunjukan pada hubungan lesikal di antara bagian-bagian wacana untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif.

    9. Indiyastini (2009: 70)

    Pengertian kohesi leksikal adalah alat pemadu kalimat-kalimat yang berupa sistem leksikal.

    10. Aswandi (2018: 43)

    Hubungan leksikal antara bagian-bagian wacana untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif terjadi karena adanya alat kohesi.

  • Pengertian Kohesi & Koherensi Menurut Ahli dan Contohnya

    Pengertian Kohesi & Koherensi Menurut Ahli dan Contohnya

    Pengertian Kohesi

    Kohesi adalah keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya dalam wacana sehingga tercipta pengertian yang apik atau koheren. Berikut ini adalah beberapa pengertian kohesi menurut para ahli:

    1. Mulyana, (2005: 26)

    Menyebutkan kohesi adalah hubungan antarbagian dalam teks yang ditandai penggunaan unsur bahasa. Konsep kohesi pada dasarnya mengacu kepada hubungan bentuk, artinya unsur-unsur wacana (kata atau kalimat) yang digunakan untuk menyusun suatu wacana memiliki keterkaitan secara padu dan utuh.

    2. Tarigan (1987:96)

    Kohesi merupakan organisasi sintaksis dan merupakan wadah kalimat-kalimat yang disusun secara padu dan padat untuk menghasilkan tuturan. Tarigan juga mengatakan bahwa kohesi atau kepaduan wacana merupakan aspek formal bahasa dalam wacana.

    Contoh Kohesi

    Kohesi atau kesatuan dalam paragraf dapat terjadi jika kalimat-kalimat yang termuat di dalam paragraf tetap dikendalikan oleh gagasan utama.

    Pada suatu paragraf dapat termuat beberapa gagasan tambahan, tetapi gagasan tersebut tetap selalu dikendalikan oleh gagasan utama.

    Contohnya :

    1. Pak Budi mengajar Matematika dan Kesenian. Pelajaran tersebut merupakan pelajaran yang dikuasainya dan mampu diajarkannya dengan baik.

    Pada contoh di atas, dalam kalimat kedua terdapat kata – kata “pelajaran tersebut” yang maksudnya adalah pelajaran “Matematikan dan Kesenian”, menunjukkan kedua kalimat tersebut memiliki kohesi.

    2. Tlepon Rani berdering saat pelajaran berlangsung. Hal itu membuat guru marah.

    Pada contoh di atas, terdapat kata “hal itu” yang menunjukkan kejadian telpon Rani yang berdering sat jam pelajaran.

    3. Ayah dan ibu berangkat kerja bersama menggunakan mobil. Mereka berangkat sangat pagi, saat saya belum bangun.

    Pada contoh di atas, kata “mereka” merujuk pada ayah dan ibu di kalimat pertama.

    Pengertian Koherensi Menurut Para Ahli

    Koherensi merupakan pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dihubungkannya.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian koherensi menurut para ahli.

    1. Brown dan Yule dalam Mulyana, (2005: 30)

    Koherensi didefiniskan sebagai sebuah pola keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain, sehingga kalimat memiliki kesatuan makna yang utuh.

    2. Tarigan via Mulyana, (2005: 30)

    Koherensi juga berarti hubungan timbal balik yang serasi antarunsur dalam kalimat.

    3. Samiati via Mulyana, (2005: 30)

    Hubungan koherensi adalah keterkaitan antara bagian yang satu dengan yang bagian lainnya, sehingga kalimat memiliki kesatuan makna yang utuh.

    Wacana yang koheren memiliki ciri: susunannya teratur dan amanatnya terjalin rapi, sehingga mudah diintepretasikan.

    Contoh Koherensi

    Koherensi (kepaduan) pada suatu paragraf dapat terjadi jika kalimat-kalimat yang termuat di dalam paragraf berupa kalimat yang logis dan berkaitan satu sama lain dalam mendukung gagasan utama tersebut.

    Dalam penulisan paragraf yang mengandung koherensi, penulis akan membubuhkan kalimat berbeda dari kalimat utama, namun gagasan yang termuat di dalamnya mendukung kalimat pertama tersebut.

    Contohnya:

    1. Belajarlah yang rajin. Kamu bisa meraih cita-cita setinggi langit.

    Pada contoh tersebut, kalimat pertama dan kedua terlihat berbeda, namun kalimat kedua merupakan pendukung gagasan pada kalimat pertama.

    2. Meja ini terlihat tua namun masih bagus. Pak Kamso adalah pemiliknya, ia rajin merawatnya.

    Pada contoh tersebut, kalimat kedua mendukung gagasan yang termuat dalam kalimat pertama.