Tag: kosakata

  • Bagaimana Cara Mencari Makna Kosakata yang Belum Kita Pahami Artinya?

    Bagaimana Cara Mencari Makna Kosakata yang Belum Kita Pahami Artinya?

    Bagaimana cara mencari makna kosakata yang belum kita pahami artinya merupakan hal penting dalam proses belajar bahasa. Kosakata adalah kunci untuk memahami teks, berkomunikasi, dan memperluas wawasan.

    Saat menemukan kata yang belum dipahami, banyak orang sering bingung harus mulai dari mana untuk menemukan artinya.

    Dengan langkah-langkah yang tepat, kita tidak hanya bisa menemukan makna kata secara cepat, tetapi juga memahami bagaimana kata tersebut digunakan dalam kalimat. Berikut adalah caranya:

    1. Melihat konteks kalimat

    Salah satu cara paling sederhana untuk memahami kosakata yang belum dikenal adalah dengan melihat konteks kalimat. Kosakata yang sulit biasanya akan dikelilingi oleh kata-kata lain yang memberikan petunjuk makna.

    Misalnya, dalam kalimat “Ia dikenal sebagai sosok yang karismatik sehingga mudah memengaruhi orang lain”, kata “karismatik” bisa ditebak artinya sebagai sifat yang membuat seseorang mudah memengaruhi atau disukai.

    Dengan memperhatikan kata-kata di sekitar kosakata tersebut, kita bisa membuat perkiraan makna sebelum memeriksanya lebih lanjut.

    2. Menggunakan kamus

    Kamus adalah sumber paling tepercaya untuk mencari makna kosakata. Kamus cetak, seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maupun kamus daring memiliki penjelasan arti kata, cara penulisan, pelafalan, bahkan contoh penggunaannya.

    Melalui kamus, kita tidak hanya mengetahui arti kata, tetapi juga bisa melihat sinonim, antonim, dan asal-usul kata.

    Misalnya, ketika mencari kata “inovasi”, kamus akan menjelaskan bahwa kata tersebut berarti pembaruan atau penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya. Hal ini membuat pemahaman kita menjadi lebih tepat dan mendalam.

    3. Bertanya kepada orang lain

    Selain kamus, cara efektif lainnya adalah bertanya langsung kepada orang yang lebih menguasai bahasa, seperti guru, teman, orang tua, atau siapa saja yang berpengetahuan luas.

    Dengan bertanya, kita tidak hanya mendapat arti kata, tetapi juga penjelasan tambahan mengenai penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Misalnya, saat mendengar kata “estetika”, mungkin seorang guru seni akan menjelaskan bahwa kata itu berhubungan dengan keindahan, baik dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari.

    4. Mencari di sumber bacaan atau internet

    Perkembangan teknologi membuat kita lebih mudah mencari arti kata melalui berbagai sumber, seperti buku, artikel, ensiklopedia, atau mesin pencarian online.

    Saat mencari di internet, kita bisa menemukan arti kata yang lebih luas, termasuk penjelasan dalam berbagai konteks. Misalnya, kata “ekosistem” tidak hanya didefinisikan sebagai hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya, tetapi juga bisa dijelaskan dalam konteks bisnis atau teknologi.

    Dengan begitu, kita bisa memahami bahwa satu kata dapat memiliki lebih dari satu makna tergantung pada penggunaannya.

  • Di Mana dapat Mencari Arti Kosakata Sulit?

    Di Mana dapat Mencari Arti Kosakata Sulit?

    Dalam kegiatan membaca, menulis, atau belajar, kita sering menemui kosakata yang belum kita pahami artinya.

    Kata-kata sulit ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, baik kata baku, istilah ilmiah, kata serapan, hingga ungkapan khas daerah atau bahasa asing.

    Lalu, di mana kita bisa mencari arti dari kosakata-kosakata tersebut? Jawabannya tidak hanya satu.

    Saat ini, kita memiliki banyak pilihan sumber untuk menemukan arti kosakata sulit, baik dalam bentuk cetak maupun digital.

    Salah satu sumber paling umum dan terpercaya adalah kamus, terutama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

    Kamus ini merupakan rujukan resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

    KBBI tidak hanya tersedia dalam bentuk buku, tetapi juga dalam bentuk digital melalui situs kbbi.kemdikbud.go.id dan aplikasi resmi di ponsel pintar.

    Melalui KBBI, kita bisa mencari arti kata dengan cepat dan akurat, termasuk kelas katanya, contoh penggunaannya dalam kalimat, dan makna lainnya jika kata tersebut memiliki lebih dari satu arti.

    Selain KBBI, kita juga dapat mencari arti kosakata sulit dari kamus-kamus khusus, seperti kamus istilah medis, kamus hukum, kamus ekonomi, atau kamus bahasa daerah.

    Kamus-kamus ini digunakan untuk memahami istilah teknis atau profesional yang tidak selalu terdapat di KBBI.

    Misalnya, jika kita membaca artikel kesehatan dan menemukan istilah “hipotermia”, kita bisa merujuk ke kamus medis atau ensiklopedia kesehatan untuk menemukan maknanya secara lebih rinci.

    Dalam dunia modern saat ini, mesin pencari seperti Google juga menjadi alat bantu yang sangat efektif.

    Cukup ketikkan kata sulit yang ingin diketahui, dan biasanya hasil pencarian akan langsung menampilkan definisinya dari berbagai sumber, seperti Wikipedia, KBBI daring, atau situs pendidikan lainnya.

    Selain itu, ada juga aplikasi kamus digital dan situs pembelajaran bahasa seperti Tesaurus, Google Translate, dan Kamusku, yang menyediakan sinonim dan terjemahan kata dalam berbagai bahasa.

    Bagi pelajar, buku pelajaran dan glosarium di akhir bab sering kali menyediakan daftar istilah penting beserta artinya.

    Terakhir, bertanya langsung kepada guru, dosen, atau orang yang lebih ahli juga merupakan cara efektif untuk memahami makna kosakata dalam konteks yang tepat.

    Dengan banyaknya sumber yang tersedia, kita tidak perlu bingung atau takut saat menemui kata yang tidak kita kenal.

    Justru, ini adalah peluang untuk memperluas kosa kata dan memperkaya wawasan berbahasa.

  • Bagaimana Cara Memilih Kosakata Untuk Sebuah Teks?

    Kosakata adalah perbendaharaan kata yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu bahasa.

    Kosakata dapat dipelajari dan dikuasai melalui berbagai cara, seperti membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara.

    Memilih kosakata yang tepat untuk sebuah teks merupakan hal yang penting untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan efektif.

    Berikut beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk memilih kosakata yang tepat:

    1. Pahami Audiens Anda

    Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memahami audiens Anda. Siapa yang akan membaca teks Anda?

    Apa tingkat pendidikan dan pengetahuan mereka? Seberapa familiar mereka dengan topik yang Anda bahas?

    Dengan memahami audiens Anda, Anda dapat memilih kosakata yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

    2. Pilih Kata yang Tepat Maknanya

    Pastikan Anda memilih kata yang tepat maknanya dengan konteks teks Anda. Hindari menggunakan kata yang ambigu atau multitafsir. Gunakan kata yang spesifik dan jelas untuk menghindari kesalahpahaman.

    3. Gunakan Variasi Kata

    Hindari menggunakan kata yang sama berulang kali. Gunakan variasi kata untuk membuat teks Anda lebih menarik dan mudah dibaca.

    Anda dapat menggunakan sinonim, antonim, atau kata-kata yang memiliki makna yang berdekatan.

    4. Pertimbangkan Gaya Bahasa

    Gaya bahasa yang Anda gunakan akan menentukan jenis kosakata yang Anda pilih. Jika Anda menulis teks formal, gunakan kosakata yang baku dan terhormat.

    Jika Anda menulis teks informal, Anda dapat menggunakan kosakata yang lebih santai dan coloquial.

    5. Gunakan Alat Bantu

    Terdapat beberapa alat bantu yang dapat Anda gunakan untuk memilih kosakata yang tepat, seperti:

    • Kamus: Kamus dapat membantu Anda menemukan kata yang tepat maknanya dan sinonimnya.
    • Thesaurus: Thesaurus dapat membantu Anda menemukan kata-kata yang memiliki makna yang berdekatan.
    • Spell checker: Spell checker dapat membantu Anda menemukan kata yang salah eja.

    Contoh:

    • Kata yang ambigu: “benda”
    • Kata yang spesifik: “meja”, “kursi”, “buku”
    • Sinonim: “besar” – “luas”, “lebar”, “luas”
    • Antonim: “besar” – “kecil”, “sempit”, “sempit”
    • Gaya bahasa formal: “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini.”
    • Gaya bahasa informal: “Makasih banget ya buat semua yang udah bantu gue ngerjain tugas ini.”
  • Pengertian Kata, Kosakata, Istilah, dan Leksikal

    Pengertian Kata, Kosakata, Istilah, dan Leksikal

    Pengertian Kata

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kata dari para ahli, diantaranya:

    A. Lamuddin Finoza

    Arti kata adalah satuan bentuk terkecil (dari kalimat) yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna.

    B. Alwi hasan

    Definisi kata adalah bentuk yang dapat di potong-potong menjadi bahasa yang lebih kecil kemudian yang dapat dipotong lagi menjadi bentuk yang lebih kecil sampai dipotong lagi tidak mempunyai makna.

    C. Suherlan Odien R

    Kata adalah satuan linguistik yang relatif bebas karena telah memiliki makna utuh atau pengertian sendiri.

    D. Keraf

    Keraf (2010) menyebutkan bahwa tidak ada suatu batasan tertentu mengenai “kata” yang sahih bagi semua bahasa di dunia.

    Dalam mendeskripsikan banyak bahasa di dunia, diperlakukan sebuah unit yang disebut dengan “kata”, namun bagi sebagian pengertian kata dibatasi secara fonologis, sedangkan bagi bahasa yang lain dibatasi secara morfologis.

    E. Crystal (1980: 383-385)

    Pengertian kata adalah satuan ujaran yang mempunyai pengenalan intuitif universal oleh penutur asli, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan.

    F. Chaer (2008)

    Kata merupakan bentuk yang, ke dalam mempunyai susunan fonologi yang stabil dan tidak berubah, dan keluar mempunyai kemungkinan mobilitas dalam kalimat.

    Pengertian Kosakata

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kosakata menurut para ahli diantaranya:

    A. Dahidi dan sudjianto

    Pengertian kosakata adalah keseluruhan kata berkenaan dengan suatu bahasa atau bidang tertentu yang ada didalamnya.

    B. Leonard, Bloomflied

    Definisi kosakata adalah suatu ejaan kata yang merupakan susunan berbahasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.

    C. Kridalaksana (1982 : 98)

    Kridalaksana mengartikan kosakata sebagai berikut:

    Komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa.
    Kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis suatu bahasa.
    Daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis.

    D. Henry Guntur Tarigan (1986: 197)

    Arti kosakata adalah kata-kata yang merupakan perbendaharaan suatu bahasa.

    E. Burhan Nurgiyantoro (2001: 213)

    Burhan Nurgiyantoro menyatakan bahwa kosakata adalah kekayaan kata yang dimiliki oleh suatu bahasa.

    F. KBBI

    Kosakata adalah perbendaharaan kata atau banyaknya kata-kata yang dimiliki suatu bahasa.

    Pengertian Istilah

    Berikut ini adalah beberapa pengertian istilah menurut para ahli, diantaranya:

    A. Suherlan Odien R

    Istilah merupakan kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan kata, makna, konsep, proses,keadaan, sifat yang khas dalam bidang tertentu.

    B. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional

    Definisi istilah adalah gabungan kata sedapat-dapatnya berbentuk singkat.

    C. Samsuri

    Pengertian istilah adalah sintaksis bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, frasa.

    D. KBBI

    • kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu
    • sebutan; nama: janda muda disebut dengan — “janda kembang”
    • kata atau ungkapan khusus

    Pengertian Leksikal

    Berikut ini adalah beberapa pengertian leksikal menurut para ahli, sebagai berikut:

    A. Odien R

    Leksikal adalah makna kata ketika kata itu berdiri sendiri, baik dalam bentuk leksem, atau bentuk berimbuhan kurang lebih tetap, seperti yang dapat ditemukan dalam kamus bahasa tertentu.

    B. Kreidler (1988:149)

    Leksikal yaitu sebagian kecil dari suatu kata yang mempunyai arti penuh. Leksikal sendiri berasal dari kata leksikon yang berarati kamus.

    Ada juga yang mengartikan sebagai makna kata yang dijumpai di dalam kamus. Namun, ternyata di dalam kamus tidak hanya memuat makna leksikal dan ada bahasa yang tidak memiliki kamus.

    C. Chaer

    Makna leksikal adalah gambaran nyata tentang suatu konsep seperti yang dilambangkan kata tersebut.

    Sebuah kata yang memiliki makna leksikal sudah jelas bahwa tanpa konteks pun memiliki referen atau makna langsung.

    D. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Leksikal adalah berkaitan dengan kata; berkaitan dengan leksem; berkaitan dengan kosa kata.

    Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa Makna Leksikal adalah makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata.

    E. Verhaar (1983 : 9)

    Mengarahkan makna leksikal suatu kata terdapat dalam kata yang berdiri sendiri sebab makna sebuah kata dapat berubah apabila kata tersebut telah berada di dalam kalimat.

  • 100 Kata Bahasa Indonesia yang Jarang Digunakan di Kehidupan Sehari-hari

    100 Kata Bahasa Indonesia yang Jarang Digunakan di Kehidupan Sehari-hari

    Bahasa Indonesia memiliki ratusan ribu kosakata yang sudah terdaftar di KBBI. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dan perkembangan bahasa.

    Kosakata adalah kumpulan kata atau istilah yang digunakan dalam suatu bahasa untuk berkomunikasi.

    Namun, sebagai pengguna Bahasa Indonesia, kita tentu tidak mengetahui semua kosakata Indonesia yang ada dalam kamus.

    Sebab, ada kosakata yang merupakan kosa kata sehari-hari, ada pula kosa kata yang jarang digunakan.

    Ada lebih dari 1000 kosakata Bahasa Indonesia dan juga kosa kata sastra Indonesia yang jarang diketahui, apalagi diucapkan.

    Jika membuka buku kosa kata Bahasa Indonesia, kita akan melihat bagaimana keterbatasan kita terhadap bahasa.

    Ada banyak sekali kosakata Bahasa Indonesia dan artinya yang tidak pernah kita dengar sebelumnya.

    Kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa kosakata yang jarang bahkan nyaris tidak pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Berikut adalah 100 kosakata Bahasa Indonesia yang jarang diketahui dan digunakan.

    Adun = Bersolek, elok (karena berhias)
    Agul = Sombong, bangga
    Akaid = Kepercayaan yang telah pasti dan tidak boleh dipersoalkan lagi; ilmu tentang kepercayaan
    Aklimatisasi = penyesuaian (diri) dengan iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru
    Akordeon = alat musik yang dapat dilipat yang dilengkapi dengan bilah gamitan (udara akan bertiup dengan kuat apabila pemuput udara digerakkan dengan tangan)
    Aksioma = pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian
    Alamas = intan
    Alimun = golongan pekerja yang sudah tidak produktif
    Ambin = kain (tali dan sebagainya) pengikat anak (barang dan sebagainya) yang digendong
    Ambivalen = bercabang dua yang saling bertentangan (seperti mencintai dan membenci sekaligus terhadap orang yang sama)
    Amtenar = pegawai negeri; pegawai pemerintah
    Anderak = lubang perangkap untuk menangkap gajah
    Anno = tahun
    Apriori = Anggapan yang muncul sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya
    Aristokrasi = pemerintahan (kekuasaan) berada di tangan kaum bangsawan
    Aubade = nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pada pagi hari
    Baktau = induk semang bagi perempuan lacur; muncikari
    Balairung = balai atau pendopo besar tempat raja dihadap rakyatnya
    Barbur = suka menghambur-hamburkan uang; boros
    Bena = menarik untuk diperhatikan
    Bertih = beras yang disangrai di kuali sampai kulitnya pecah meletup
    Buhul= simpul pada tali; ikatan (pada dasi)
    Belandong = penebang kayu di hutan
    Candramawa = hitam bercampur putih (tentang warna bulu kucing)
    Candala = rendah; hina; nista
    Capik = lumpuh (tentang kaki dan tangan)
    Celangak = terbuka lebar (tentang pintu dan sebagainya); celangap
    Cempala = lancang
    Cempera = cerai berai
    Cenangga = cacat tubuh yang dibawa sejak lahir; cangga
    Cendala = hina; buruk; keji; cabul
    Cenduai = guna-guna (mantra) untuk memikat hati perempuan
    Cerana = tempat sirih yang bentuknya seperti dulang berkaki (dibuat dari kuningan, perak, dan sebagainya)
    Cerang = tempat dalam rimba yang sudah ditebang pohon-pohonnya (seperti bekas ladang)
    Cerau = tiruan bunyi air hujan yang deras
    Codak = angkat, dongak
    Curu = mencret
    Cutel = tamat; habis (tentang cerita dan sebagainya)
    Dabal = pundi-pundi yang digantungkan pada ikat pinggang
    Dabih = sembelih
    Dabik = pukul (menunjukkan keberanian)
    Dabir = juru tulis; penulis
    Dahriah = orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan; ateis
    Daksina = selatan
    Dalu = ranum; terlampau masak (tentang buah-buahan)
    Damik = tampar
    Decur = tiruan bunyi air memancur dan sebagainya
    Dedar = berasa panas (tentang badan)
    Degil = keras kepala
    Delap = tak tahu maul (suka meminta)
    Dingkit = sesak
    Durja = Muram, sedih
    Ekskursi = perjalanan untuk bersenang-senang; piknik; darmawisata
    Fadihat = kejelekan; keaiban; kenistaan
    Fiat = persetujuan penuh dan resmi
    Gagai = memanjat
    Gagau = meraba
    Gahara = keturunan raja yang tulen (ayah ibunya anak raja-raja)
    Gahari = sedang
    Galgal = serba tergesa-gesa dan kasar (tentang perbuatan, tingkah laku, pekerjaan, dan sebagainya)
    Gayang = terhuyung-huyung atau tidak tegak berdiri karena mabuk (pusing kepala, pening, dan sebagainya)
    Gegares = makan banyak-banyak (rakus)
    Geligis = menggigil; menggentar keras
    Gelincuh = tersaruk, salah urat
    Gelingsir = ingsut, meluncur turun
    Gelipar = meleset (tentang pedang dan sebagainya yang ditebaskan)
    Geligit = menggigit berulang-ulang
    Gelojoh = suka makan banyak; lahap; rakus
    Gelimang = kotor
    Gerenyau = lancang (terutama tentang anak perempuan)
    Germang = seram (tegak bulu badannya)
    Geruh = celaka; malang; sial; nasib buruk
    Geta = takhta, singgasana
    Geronyot = berdenyut-denyut (tentang urat daging dan sebagainya)
    Halimbubu = pusaran angin
    Hembalang = berguling-guling; pontang-panting (tentang lari);
    Hukama = orang orang cerdik pandai, orang alim
    Indarus = ayam sabungan yang telah kalah berlaga
    Inkaso = upah bagi pemungut uang
    Insinuasi = tuduhan tersembunyi, tidak terang-terangan, atau tidak langsung; sindiran
    Interim = sementara; sementara waktu
    Internir = mengasingkan
    Itlak = mengakui kebenaran suatu ajaran tanpa diselidiki sendiri
    Itifak = persetujuan; persamaan; persesuaian
    Jaharu = orang jahat
    Jamhur = orang pandai
    Jelengar = diam keheran-heranan
    Jemuas = kotor (bergelimang) oleh cairan dan sebagainya yang lekat-lekat (tentang muka, tangan, dan sebagainya)
    Juadah = bekal makanan
    Kacapuri = bagian rumah yang berada di tengah-tengah; induk rumah, pusat istana
    Kadera = kursi
    Kalakian = ketika itu
    Kalibut = huru-hara
    Kalicau = mengelak
    Kalimantang = panji-panji putih panjang
    Kapiran = tidak terurus; telantar; tidak beroleh apa-apa; sia-sia
    Kedadak = penyakit buang-buang air dan muntah-muntah
    Kedekut = kikir (sekali); pelit (sekali)
    Kedengkik = kurus kering
    Kelimun = kelompok orang banyak; kerumun

    Itulah beberapa contoh kosakata Bahasa Indonesia yang jarang digunakan dalam perbincangan sehari-hari.

    Seiring berjalannya waktu, bahasa juga ikut berkembang sehingga ada banyak kosakata baru Bahasa Indonesia yang diadopsi dari bahasa asing.

    Maka, alangkah baiknya agar kita selalu mempelahari bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar kita tidak semakin asing dengan kata-kata baru yang muncul di kemudian hari.

  • 26 Kosakata Warna Bahasa Indonesia dan Artinya

    Dalam Bahasa Indonesia, ada sejumlah kosakata warna yang jarang diketahui karena jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari.

    Umumnya, warna-warna yang sering diucapkan adalah merah, hijau, biru, kuning, abu-abu, putih, dan hitam.

    Namun, ternyata selain warna-warna itu, masih banyak kosakata warna dalam Bahasa Indonesia, berikut diantaranya:

    • Bangbang = Warna jingga kesumba
    • Kesumba = Warna merah tua; merah menyala
    • Cemani = Warna hitam sama sekali (sampai ke tulang-tulangnya)
    • Dewangga = Warna merah kekuning-kuningan
    • Kirmizi = Warna merah tua atau ungu
    • Kayas = Warna putih sedikit kemerah-merahan; merah muda
    • Fusia = Paduan warna merah, merah muda, dan ungu
    • Hartal = Warna kuning biasa seperti warna bijih besi
    • Ijas = Warna merah keungu-unguan
    • Indranila = Warna hijau gelap kebiru-biruan
    • Danta = Warna putih seperti gading
    • Indigo = Warna ungu lembayung
    • Langking = Warna hitam
    • Wilis = Warna biru kehijau-hijauan; hijau tua
    • Lazuardi = Warna biru muda (seperti warna langit)
    • Jerau = Warna merah tua
    • Kadru = Warna cokelat kemerah-merahan
    • Kapisa = Warna cokelat kemerah-merahan
    • Kecubung = Warna ungu serupa dengan bunga kecubung
    • Kelam baja = Warna abu-abu kehitaman seperti warna logam
    • Terusi = Kebiru-biruan warnanya
    • Kinantan = Warna putih serupa warna bulu angsa
    • Lila = Warna ungu muda
    • Nilakandi = Warna biru langit (indigo)
    • Sedelinggam = Warna merah; meni
    • Turangga = Warna pucat kekuning-kuningan; kelabu
  • Daftar Kata Baru KBBI [Pemutakhiran 2019]

    Dalam setiap periode, kosakata bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan. Hal tersebut dikarenakan sifat bahasa yang dinamis, artinya dapat berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman.

    Maka dari itu, KBBI terus melakukan pemutakhiran kata atau pembaharuan agar pembendaharaan kata bahasa Indonesia semakin kaya dan tertata. Umumnya, KBBI versi daring akan memperbaharui kosakata sebanyak dua kali dalam setahun.

    Nah, agar lebih jelas, berikut adalah beberapa daftar kata baru KBBI 2019.

    1. Kahumata

    Mungkin masih banyak yang tidak tahu bahkan asing dengan kata yang satu ini. Yap, kahumata adalah kosakata baru dalam KBBI yang artinya bulan kesatu.

    Perlu diketahui, di Tanah Air tercinta ini, ada sebagian masyarakat yang tidak hanya menggunakan kalender Hijriah saja, tapi juga menggunakan kalender Batiang, yaitu kalender yang mengacu pada fase bulan.

    Nah, kata kahumata sendiri merujuk pada bulan kesatu atau awal fase menuju bulan pertama.

    2. Janapada

    Pemutakhiran kata KBBI selanjutnya adalah janapada. Tahukah kalian apa arti janapada? Merujuk pada KBBI, janapa memiliki arti wilayah di pinggi kota/negara. Sebenarnya istilah ini diambil dari bahasa Inggris, yaitu sub urban.

    Namun untuk memperkaya pembendaharaan kata bahasa Indonesia, KBBI menyebutnya sebagai kata baru, yaitu janapada.

    3. Takepan

    Takepan adalah jilid naskah lontar yang biasanya terbuat dari bilah kayu atau bambu. Untuk menghargai sejarah, lontar tetap menjadi peninggalan yang dilestarikan. Sebab di dalam lontar, berisi cerita-cerita zaman dulu, termasuk zaman kerajaan kerajaan sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    4. Rahum

    Kosakata baru ini diperuntukkan bagi kendaraan laut, yaitu perahu ataupun kapal. Maksud dari rahum adalah air asin/air laut yang masuk ke perahu/kapal. Jadi, ketika ada ombak tinggi yang airnya sampai masuk ke dalam perahu, maka hal tersebut disebut sebagai rahum.

    5. Anyu

    Mungkin kalian pernah merasa kesulitan membuka pintu karena kedua tangan memegang barang? Saat mengalami momen tersebut, kebanyakan orang pasti membuka pintu dengan organ tubuh lainnya, misalnya pinggang dengan cara mendorong.

    Yap, mendorong berulang-ulang menggunakan pinggang disebut dengan anyu. Istilah ini merupakan kosakata baru yang dimutakhirkan pada tahun 2019.

    6. Unikorn

    Belakangan ini kata unikorn tengah hangat dibincangkan oleh masyarakat Indonesia. Tapi ternyata unikorn bukan hanya sebuah istilah saja, namun sudah dimutakhirkan menjadi kata baku.

    Yap, unikorn adalah perusahaan rintisan yang nilainya lebih dari satu miliar dolar Amerika. Sebelumnya, istilah ini berasal dari bahasa asing, yaitu Unicorn. Kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi unikorn.

    7. Alpis

    Alpis adalah sebuah istilah yang digunakan untuk perut wanita yang baru saja melahirkan. Perut yang awalnya besar, kemudian menjadi mengecil setelah melahirkan. Itulah yang dinamakan alpis.

    8. Agau

    Agau adalah proses menyuapkan makanan ke anak menggunakan sendok hingga sang anak tekak atau terdesak, ditandai dengan sedikit batuk-batuk. Jadi ketika ibu terlalu dalam memasukkan sendok ke dalam mulut anak hingga membuat anak batuk, maka itu yang dimaksud dengan agau.

    9. Afoka

    Afoka adalah buah pisang yang terlepas dari tangkainya karena terlalu matang. Jadi, ketika buah pisang yang jatuh (akibat terlalu matang) karena telat dipanen, maka itu disebut afoka.

    10. Albung

    Untuk kata yang satu ini lebih condong ke urusan rasa. Albung adalah rasa hambar (tentang tuak) karena telah bercampur air.

    11. Antarlina

    Pernahkah kalian mendengar suara yang semakin lama semakin menghilang? Kalau pernah, maka itu adalah antarlina. Yap, kejadian ini memang sering dialami oleh kebanyakan orang. Misalnya suara sepeda motor yang semakin lama semakin menghilang karena jaraknya semakin jauh.

    12. Lantatur

    Lantatur adalah layanan tanpa turun; pengoperasian bisnis (seperti bank atau rumah makan) yang dirancang agar pelanggan dapat dilayani tanpa harus turun dari mobil.

    13. Kordofon

    Kordofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari senar yang dipetik, digesek, dan sebagainya. Misal gitar, biola, bass, dan sebagainya.

    Nah, selain itu, masih banyak lagi kosakata baru yang dimutakhirkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga pembendaharaan kata bahasa Indonesia saat ini semakin kaya.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • 6 Pengertian Kosakata Menurut Para Ahli

    6 Pengertian Kosakata Menurut Para Ahli

    Pengertian Kosakata

    Kosakata merupakan salah satu aspek bahasa yang sangat penting keberadaannya. Dalam kamus besar bahasa indonesia, Kbbi (Dekdikbut, 1996: 527), Kosakata diartikan sebagai, “perbendaharaan kata”.

    Dalam Bahasa Inggris, kosakata disebut dengan vocabulary, yaitu himpunan kata yang dimiliki oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu.

    Adapun fungsi kosakata adalah dirangkai atau disusun menjadi sebuah kalimat yang utuh.

    Pengertian Kosakata Menurut Para Ahli

    1. Kridalaksana dalam Tarigan (1994:446)

    Kosakata adalah (1) komponen bahasa yang memuat secara informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa; (2) kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis atau suatu bahasa; dan (3) daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis.

    2. Soedjito dalam Tarigan (1994:447)

    Kosakata merupakan: (1) semua kata yang terdapat dalam satu bahasa; (2) kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara; (3) kata yang dipakai dalam satu bidang ilmu pengetahuan; dan (4) daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan secara singkat dan praktis.

    3. Dowdowski (1982: 1454)

    Arti kosakata merupakan keseluruhan kata yang terdapat dalam suatu bahasa. Kosakata adalah keseluruhan kata yang tersedia baik kosakata aktif yang digunakan oleh pembaca dan penulis maupun kosakata fasif yang digunakan oleh pembaca dan pendengar.

    4. Adiwinarta dalam Husen (1994: 7)

    Kosakata adalah : 1). Semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, 2). Kata yang dikuasai oleh seseorang atau kata-kata yang dipakai oleh segolongan orang dalam lingkungan yang sama, 3). Daftar sejumlah kata dan frase dari suatu bahasa yang disusun secara alfabetis disertai batasan dan keterangan”.

    5. Swahnell (1986: 633)

    Makna kosakata atau penggunaan kata dalam bahasa, buku, karangan atau cabang ilmu pengetahuan dan penyusunan kata dalam bahasa.

    6. Rahayu (1999: 6)

    Definisi kosakata adalah keseluruhan kata atau perbendaharaan kata atau istilah yang mengacu pada konsep-konsep tertentu yang dimiliki oleh seseorang atau suatu bahasa dalam suatu lingkungan.