Tag: kota malang

  • Mahasiswa UM Sulap Daun Mangga Jadi Teh Herbal Sehat, Warga RW 15 Lowokwaru Antusias Ikuti Pelatihan

    Mahasiswa UM Sulap Daun Mangga Jadi Teh Herbal Sehat, Warga RW 15 Lowokwaru Antusias Ikuti Pelatihan

    Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang dibimbing oleh Dr. Ajeng Putri Pratiwi, M.Pd., sukses menggelar pelatihan produksi teh daun mangga di RW 15 Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang.

    Kegiatan ini menarik perhatian warga karena menghadirkan solusi kesehatan berbasis bahan alami sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan.

    Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diketuai oleh Stevanus Purbadirja dari Departemen Biologi bersama tim mahasiswa lintas program studi Universitas Negeri Malang.

    Tim tersebut terdiri atas Talita Armitya Fahrsya Suhadi dari Departemen Matematika, Jalilatul Hikmah dan Rahel Andini Dwi Sasmita dari Departemen Biologi, serta Louis Giatra dari Departemen Teknik Industri.

    pengabdian masyarakat Mahasiswa Universitas Negeri Malang

    Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, tim mahasiswa menghadirkan pelatihan inovatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat sekaligus pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

    Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat pun mendapat apresiasi positif dari warga setempat.

    Ketua PKK RW 15, Ibu Iin, menyampaikan apresiasinya saat memberikan sambutan pada Sabtu (10/05).

    “Ini merupakan inovasi baru dan menarik sehingga ibu-ibu semuanya yang hadir bisa mengikuti dan mengimplementasikannya di lingkungan kita,” ujarnya.

    Pelatihan tersebut mengusung konsep pemanfaatan daun mangga sebagai bahan minuman herbal yang kaya antioksidan.

    Selama ini, daun mangga kerap dianggap sebagai limbah yang kurang bernilai.

    Namun, di tangan mahasiswa UM, daun mangga diolah menjadi teh sehat dengan cita rasa khas dan manfaat yang baik bagi tubuh.

    Daun mangga diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, mangiferin, dan polifenol yang dipercaya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

    Kandungan tersebut juga berpotensi menjadikan teh daun mangga sebagai alternatif minuman herbal preventif di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

    Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari warga RW 15 Lowokwaru.

    Puluhan peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM lokal tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pemilihan daun mangga berkualitas hingga teknik penyeduhan dan pengemasan produk agar memiliki nilai jual tinggi.

    Tidak sedikit warga yang mengaku baru mengetahui bahwa daun mangga dapat diolah menjadi produk herbal yang menarik dan berpotensi dipasarkan.

    “Saya kira daun mangga hanya sekadar daun biasa, ternyata bisa dijadikan teh. Ini inovasi yang baru dan keren, dan pelatihan ini bermanfaat karena membuka pengetahuan baru bagi warga,” ujar Ibu Ulla, Ketua RT 04/RW 15, dalam wawancara pada Sabtu (10/05).

    Pengabdian masyarakat Mahasiswa Universitas Negeri Malang

    Pendapat serupa juga disampaikan Ketua PKK RW 15 Lowokwaru yang mengapresiasi kreativitas mahasiswa UM dalam menghadirkan program inovatif yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

    “Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama warga RW 15. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh warga, terlihat dari antusiasme peserta yang hadir, di mana setiap RT memiliki perwakilan untuk mengikuti kegiatan,” terangnya.

    Sementara itu, Stevanus Purbadirja selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata implementasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat secara langsung, sesuai dengan program UM saat ini yang harus berdampak dan beraksi nyata,” jelasnya.

    Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta mencoba langsung hasil seduhan teh daun mangga yang telah dibuat bersama. Aroma khas dan rasa unik dari teh tersebut membuat banyak warga tertarik untuk mengembangkan produk secara mandiri.

    Bahkan, beberapa peserta mulai berdiskusi mengenai peluang pemasaran produk melalui media sosial dan kemungkinan menjadikannya sebagai produk unggulan yang dapat dikembangkan di RW 15.

    Program ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi melalui inovasi berbasis sumber daya lokal.

    Kehadiran mahasiswa UM di tengah masyarakat membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya berperan sebagai pelajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan ide kreatif dan solusi nyata bagi lingkungan sekitar.

  • Bangun Fondasi Kepengurusan Sejak Awal, HMPS Bioteknologi Genom Mantapkan 41 Pengurus Baru Lewat UPGRADING 2026

    Bangun Fondasi Kepengurusan Sejak Awal, HMPS Bioteknologi Genom Mantapkan 41 Pengurus Baru Lewat UPGRADING 2026

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bioteknologi Genom menyelenggarakan kegiatan UPGRADING 2026 sebagai pembekalan bagi pengurus baru periode 2026 dengan mengusung tema “Pengembangan dan Penguatan Diri untuk Mewujudkan HMPS Bioteknologi Genom yang Inovatif dan Berkualitas.”

    Kegiatan yang berada dalam kategori Program Layanan dan Pembinaan Kesejahteraan ini dilaksanakan pada 15 Februari 2026 di Aula Gedung B20 Lantai 2 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan dihadiri oleh 41 pengurus baru.

    Kegiatan ini berada di bawah pendampingan dosen Dr. Muh Ade Artasasta, S.Si., dengan Naurah Radhwaa Murad sebagai Ketua Pelaksana dan IZ Fathma Agmadina sebagai Ketua Umum HMPS Bioteknologi Genom 2026.

    UPGRADING 2026 juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs ke-16 mengenai Perdamaian, Keadilan, serta Kelembagaan yang Kuat.

    Selain itu, kegiatan ini menekankan penguatan mental kebangsaan melalui pendidikan norma, etika, pembinaan karakter, serta pengembangan soft skills mahasiswa.

    Tema yang diangkat didasarkan pada kesadaran bahwa kualitas sebuah organisasi mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas, kompetensi, serta integritas para pengurusnya.

    Pengurus yang memiliki pemahaman menyeluruh mengenai sistem organisasi, kemampuan manajerial yang baik, dan komitmen tinggi diyakini mampu menggerakkan roda himpunan secara efektif serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh anggota.

    Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.40 WIB. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan doa bersama serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UM, dan Mars HMPS Bioteknologi Genom.

    Prosesi ini dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme sekaligus mempererat rasa kebersamaan di antara peserta yang berasal dari latar belakang beragam.

    Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana UPGRADING 2026, Ketua Umum HMPS Bioteknologi Genom, serta dosen pendamping. Sambutan tersebut sekaligus menandai dimulainya kegiatan secara resmi.

    Setelah itu, panitia, pemateri, dan seluruh peserta mengikuti sesi dokumentasi sebagai upaya mengabadikan momentum awal kegiatan yang penuh antusiasme.

    Sebelum memasuki sesi inti, panitia memandu jargon penyemangat guna membangun energi positif dan solidaritas peserta.

    Pembacaan tata tertib juga dilakukan untuk memastikan kedisiplinan serta kelancaran jalannya acara.

    Peserta kemudian mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka terhadap materi yang akan disampaikan sepanjang kegiatan.

    UPGRADING 2026 menghadirkan sejumlah pemateri berpengalaman yang menyampaikan materi strategis untuk bekal kepengurusan selama satu periode ke depan.

    Materi pertama membahas dinamika organisasi serta pengenalan kabinet periode 2026, termasuk pemaparan visi dan misi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum sebagai landasan arah gerak organisasi.

    Pemateri UPGRADING 2026

    Materi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMPS Bioteknologi Genom 2026, IZ Fathma Agmadina, dengan gaya penyampaian interaktif yang mendorong partisipasi aktif peserta dalam diskusi.

    Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesiapan personal setiap pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.

    “Saya berharap seluruh pengurus tidak hanya memahami struktur dan program kerja, tetapi juga mampu mengembangkan diri, berani berinovasi, dan menjaga komitmen agar HMPS Bioteknologi Genom benar-benar menjadi organisasi yang berkualitas,” ujarnya.

    Materi berikutnya menyoroti pentingnya sistem administrasi yang tertata dalam organisasi.

    Kepala Staf Administrasi HMPS Bioteknologi Genom 2026, Putri Balqis Maulidiyah, memaparkan topik pengelolaan administrasi himpunan secara sistematis.

    Penjelasan mencakup format administrasi, alur pengarsipan, hingga mekanisme dokumentasi kegiatan.

    Pemahaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi pengurus dalam menjalankan berbagai agenda dan program kerja secara profesional.

    Selanjutnya, materi mengenai persidangan organisasi disampaikan oleh Azzahrah Aulia Rahma, yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Sidang I periode 2024/2025.

    Ia menjelaskan berbagai bentuk persidangan, kebutuhan perangkat sidang, istilah-istilah yang umum digunakan, serta teknik penggunaan palu sidang sebagai simbol pengesahan keputusan.

    Materi ini dinilai penting karena persidangan merupakan bagian vital dalam pengambilan keputusan organisasi.

    Topik manajemen keuangan menjadi materi berikutnya yang disampaikan oleh Adila Ihsanty Hasanah Muzahid, mantan Bendahara Umum HMPS Bioteknologi Genom periode 2025.

    Ia menekankan bahwa keberhasilan program kerja tidak terlepas dari pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.

    Pemaparan dilakukan secara sistematis dan informatif agar pengurus memahami prinsip dasar pengelolaan anggaran organisasi.

    Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh pemateri setelah sesi penyampaian materi selesai.

    Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari mekanisme kerja organisasi, administrasi, keuangan, hingga pelaksanaan persidangan.

    Antusiasme ini menunjukkan kebutuhan nyata para pengurus baru akan pemahaman komprehensif dalam menjalankan tugas mereka.

    Untuk mengukur efektivitas kegiatan, peserta mengikuti post-test setelah seluruh materi disampaikan.

    Berdasarkan hasil angket kepuasan, kegiatan ini memperoleh penilaian sangat positif, dengan mayoritas peserta menyatakan puas hingga sangat puas terhadap pelaksanaan acara, baik dari segi materi maupun kesiapan teknis panitia.

    Salah satu pengurus baru dari Badan INTRON, Nurul, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat membantu pengurus yang belum memahami alur kerja organisasi, khususnya dalam pelaksanaan program kerja.

    Ia juga mengapresiasi sesi ice breaking yang dinilai mampu mengembalikan semangat peserta selama kegiatan berlangsung.

    Nurul berharap kegiatan serupa di masa mendatang dapat terlaksana dengan kualitas yang lebih baik.

    Kesan positif juga disampaikan oleh Aurora dari Bidang GEN. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memasuki dunia organisasi di perguruan tinggi.

    Ia memperoleh banyak informasi baru yang bermanfaat, menikmati cara penyampaian materi, serta menilai fasilitas konsumsi yang disediakan sangat memadai.

    Aurora turut menyampaikan apresiasi kepada panitia atas kerja keras dalam menyelenggarakan acara.

    Melalui UPGRADING 2026, diharapkan seluruh pengurus baru memahami alur kerja HMPS Bioteknologi Genom selama satu periode kepengurusan.

    Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan awal bagi seluruh badan dan bidang untuk saling mengenal, membangun komunikasi, serta memperkuat solidaritas organisasi.

    Lebih dari sekadar kegiatan formal, UPGRADING 2026 menjadi kesan pertama bagi para pengurus dalam membangun kerja sama profesional sekaligus hubungan interpersonal yang harmonis.

    Panitia berharap kepengurusan yang terbentuk dapat menjadi tim yang solid, saling mendukung, serta mampu menghadapi berbagai tantangan organisasi secara bersama-sama.

    Terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar tidak terlepas dari kerja sama panitia, partisipasi aktif peserta, serta dukungan berbagai pihak.

    Harapannya, hubungan yang terjalin antarpengurus tidak hanya sebatas hubungan kerja, tetapi juga berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang dilandasi rasa saling menghargai, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam mewujudkan HMPS Bioteknologi Genom yang inovatif dan berkualitas.