Tag: kreativitas siswa

  • Dies Natalis Ke-32 SMP Negeri 3 Rogojampi Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Siswa

    Dies Natalis Ke-32 SMP Negeri 3 Rogojampi Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Siswa

    Suasana meriah menyelimuti halaman SMP Negeri 3 Rogojampi pada Senin (11/5) dalam peringatan Dies Natalis ke-32 sekolah yang digelar penuh semangat dan antusiasme.

    Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menampilkan kreativitas siswa di berbagai bidang.

    Acara dibuka bersama oleh Ketua Komite dan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Rogojampi.

    Dalam sambutannya, Plt Kepala Sekolah Dra. Hj. Sri Utami menyampaikan bahwa Dies Natalis bukan sekadar perayaan hari lahir sekolah, melainkan juga refleksi perjalanan pendidikan serta upaya bersama dalam membangun generasi yang berprestasi dan berkarakter.

    Ia juga mengapresiasi para pendahulu yang telah purna tugas dan berjasa menjaga kejayaan “Sempega” hingga saat ini.

    “Momentum Dies Natalis ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjaga nama baik sekolah. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang untuk tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar alumnus IKIP PGRI Banyuwangi yang akan memasuki masa pensiun tiga bulan lagi itu di hadapan siswa, guru, dan tamu undangan.

    Menurutnya, semangat gotong royong antara guru, siswa, komite sekolah, dan orang tua menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan perlu terus digalakkan.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Saya berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga demi kemajuan SMP Negeri 3 Rogojampi dan menjaga nama baik almamater kita,” tambahnya.

    Setelah sambutan kepala sekolah, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain.

    Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

    “Anak-anak membutuhkan dukungan bersama. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial yang baik,” kata Ir. Isnain sembari menitipkan pesan kepada peserta didik untuk menyampaikan salam kepada orang tua terkait komitmen sekolah dalam mendukung aktivitas dan prestasi siswa, mulai tingkat lokal hingga nasional.

    Mantan Kepala SMK 6 Muhammadiyah sekaligus pensiunan guru MTsN 10 itu juga menjelaskan bahwa 32 tahun lalu, tepatnya 4 Mei, sekolah tersebut resmi beralih status dari Sekolah Kejuruan Keterampilan Putri (SKKP) menjadi SMP Negeri 3 Rogojampi.

    Ia menambahkan, tahun ini hingga tahun depan para guru yang pernah mengajar di era SKKP mulai memasuki masa pensiun.

    Sementara itu, Ketua Panitia Jumadi, S.Pd mengatakan kegiatan semacam ini mampu menjadi wadah bagi siswa untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus belajar berwirausaha.

    “Kegiatan seperti ini sangat positif karena siswa belajar langsung tentang tanggung jawab, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan melalui bazar per kelas. Ini pengalaman berharga yang tidak selalu didapat di dalam kelas,” tutur guru olahraga yang juga pembina OSIS tersebut.

    Puncak pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol harapan dan cita-cita yang terus menjulang tinggi.

    Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.

    Setelah itu, penampilan tari kreatif dari para siswa sukses memukau penonton dengan gerakan energik dan kostum berwarna-warni yang menambah semarak suasana.

    Tidak hanya pertunjukan seni, Dies Natalis juga diramaikan dengan berbagai stan bazar yang dikelola siswa dari masing-masing kelas, termasuk pameran prakarya, aktivitas laboratorium IPA, serta literasi perpustakaan.

    Beragam makanan dan minuman dijajakan, mulai dari kuliner tradisional seperti cenil, klepon, dan tahu walik hingga makanan kekinian seperti dimsum, corndog, dan aneka minuman boba.

    Stan-stan tersebut dipadati pengunjung sejak pagi hari.

    Para siswa tampak antusias menawarkan dagangan mereka sambil menghias stan sekreatif mungkin agar menarik perhatian pembeli.

    Kegiatan bazar ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan Dies Natalis tahun ini.

    Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar kewirausahaan bagi siswa.

    Mereka belajar mengatur keuangan, bekerja sama dalam tim, hingga melayani pembeli secara langsung.

    Perayaan Dies Natalis SMP Negeri 3 Rogojampi berlangsung penuh keceriaan dan kebersamaan selama tiga hari.

    Pada hari pertama, bazar diikuti siswa kelas 7, dilanjutkan kelas 8 pada hari kedua.

    Sementara hari ketiga akan ditandai dengan kegiatan jalan sehat yang menyediakan berbagai doorprize alat rumah tangga persembahan dunia usaha dan SMK swasta di sekitar sekolah.

    Melalui kegiatan ini, sekolah berharap semangat kreativitas, solidaritas, dan cinta terhadap almamater dapat terus tumbuh di kalangan siswa maupun seluruh warga sekolah.

    “Insya Allah saat tanggal merah Kamis, 14 Mei, kami para guru, tenaga kependidikan, ustaz madin, serta komite akan melakukan refreshing ke Pulau Merah. Sedangkan tasyakuran purna wiyata kelas 9 akan digelar Kamis, 21 Mei, di halaman sekolah,” tutur KTU Drs. Imam Anshori. (Bung Aguk/Affandi)

  • MTs Maulana Ishaq Peringati Hari Pahlawan dengan Teater Puisi yang Menginspirasi

    MTs Maulana Ishaq Peringati Hari Pahlawan dengan Teater Puisi yang Menginspirasi

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025 dengan tema “Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” keluarga besar MTs Maulana Ishaq menggelar upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, Senin (10/11).

    Sejak pagi, halaman madrasah telah dipenuhi siswa-siswi yang tampil rapi mengenakan pakaian adat, batik, dan busana daerah dari berbagai penjuru Nusantara.

    Upacara bendera berlangsung lancar dan penuh semangat sebagai wujud cinta tanah air.

    Petugas upacara melaksanakan tugas dengan tertib dan penuh tanggung jawab, sementara peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan khidmat.

    Suasana di lapangan terasa tenang dan khusyuk saat bendera Merah Putih dikibarkan.

    Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya disiplin, rasa hormat, dan kebersamaan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan siswa.

    Suasana upacara semakin semarak dengan penampilan istimewa dari OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) MTs Maulana Ishaq yang membawakan teater puisi bertema “Pertempuran 10 November.”

    Melalui perpaduan drama, puisi, dan musik, para siswa berhasil menggambarkan semangat perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan.

    Teater Puisi MTs Maulana Ishaq

    Pertunjukan tersebut mengingatkan seluruh peserta upacara bahwa kebebasan yang dirasakan saat ini lahir dari keberanian, persatuan, dan tekad kuat mempertahankan kehormatan bangsa.

    Karya kreatif dari OSIM itu mendapat tepuk tangan meriah dari guru dan siswa yang hadir.

    Banyak di antara mereka tampak terharu dan bangga menyaksikan semangat para siswa dalam menghayati nilai-nilai kepahlawanan melalui seni pertunjukan.

    Kepala MTs Maulana Ishaq, Bapak Rustam Efendi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut.

    “Kegiatan seperti ini menjadi cara yang menarik untuk menanamkan nilai perjuangan dan semangat cinta tanah air. Melalui teater puisi, siswa tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga belajar mengekspresikan semangat juang dengan cara yang kreatif,” ujarnya.

    Beliau menambahkan bahwa MTs Maulana Ishaq akan terus mendorong kegiatan positif yang membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang berakhlak, bersemangat, dan memiliki daya juang tinggi.

    Upacara Hari Pahlawan tahun ini menjadi momen berkesan bagi seluruh warga madrasah. Dengan semangat kepahlawanan dan kreativitas, siswa-siswi MTs Maulana Ishaq menunjukkan tekad untuk menjadi generasi penerus perjuangan bangsa.

    Nilai-nilai perjuangan seperti keberanian, keikhlasan, tanggung jawab, dan cinta tanah air tercermin dalam sikap peserta didik selama kegiatan berlangsung.

    Mereka belajar bahwa menjadi pahlawan tidak selalu berarti berperang, melainkan berjuang melalui ilmu, kerja keras, dan kontribusi nyata bagi lingkungan.

    Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh, menjadikan para siswa pribadi tangguh yang siap menjaga dan meneruskan cita-cita para pahlawan Indonesia.