Tag: kritik sastra

  • Pengertian Kritik Sastra Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Kritik Sastra Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Kritik Sastra

    Kritik Sastra adalah sebuah analisa terhadap karya sastra untuk mengamati atau menilai lebih jauh karya sastra tersebut, mulai dari baik buruknya serta unsur yang terdapa di dalamnya secara obyektif.

    Kritik sastra juga bisa disebut sebagai sebuah bidang studi sastra yang fungsinya untuk menghakimi karya sastra, serta memberi penilaian tentang bermutu atau tidaknya suatu karya sastra tersebut dihadapan kritikus.

    Pengertian Kritik Sastra Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kritik sastra menurut para ahli.

    1. H.B Jassin

    kritik sastra adalah pertimbangan baik dan buruknya suatu hasil kesusastraan. Pertimbangan yang diungkapkan H.B. Jassin ini maksudnya adalah suatu kritik sastra harus disertai alasan dan berisi mengenai isi dan berbagai bentuk di dalam karya sastra.

    2. Widyamartaya dan Sudiati

    Pengertian kritik sastra adalah proses pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat akan sebuah karya sastra, dan pertimbangan yang adil terhadap baik dan buruknya kualitas, nilai, dan kebenaran suatu karya sastra.

    3. Abrams

    Pengertian kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan suatu perumusan, klasifikasi, dan penerangan, serta juga adanya penilaian karya sastra.

    4. Rene Welk dan Austin Warren

    Rene Wellek dan Austin Warren berpendapat bahwa pengertian kritik sastra merupakan penelitian atau studi terhadap karya sastra atau ilmu sastra yang mencakup tiga bidang. Tiga bidang tersebut antara lain teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra yang terjadi di dalam karya sastra tersebut. Ketiga bidang tersebut memiliki hubungan yang erat dan saling terkait.

    5. Hough

    Hough berpendapat bahwa pengertian kritik sastra tersebut tidak hanya terbatas pada penyuntingan, penetapan teks, interpretasi, dan juga pertimbangan mengenai nilai dari sebuah karya sastra.

    Ciri-ciri Kritik Sastra

    Berikut ini adalah ciri-ciri kritik sastra, antara lain:

    • Kritik sastra bersifat objektif.
    • Bertujuan untuk memperbaiki karya yang dikritik.
    • Menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kualitas penciptaan karya sastra.
    • Memberi solusi atas kekurangan dari sebuah karya sastra.
    • Memaparkan nilai-nilai yang perlu dibangun dalam sebuah karya sastra.

    Contok Kritik Satra

    Berikut adalah contoh kritik sastra:

    Hatiku Selembar Daun
    Sapardi Djoko Damono

    Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput
    Nanti dulu, biarkan aku sejenak berbaring di sini
    Ada yang masih ingin ku pandang
    Yang selama ini senantiasa luput
    Sesaat adalah abadi
    Sebelum kau sapu taman setiap pagi

    Sapardi Djoko Damono ada seorang sastrawan nasional, yang cukup terkenal. Karya-karyanya telah banyak dipulikasikan aaupun diterbitkan.

    Salah satunya adalah puisi Hatiku Selembar Daun. Para pembaca puisi pun ikut menginterpretasikan puisi ini menurut pemahamannya masing-masing.

    Penikmat puisi memaknai puisi Hatiku Selembar Daun karya Sapardi Djoko Damono ini tentang seseorang yang sedang mencari jati dirinya yang telah hilang.

    Ada pula yang menyebutkan  sang penyair memaknai seorang yang telah menemukan akhir hidupnya. Karena penyair terbaring mengenang segala masa lalunya yang ia sesali sebelum nyawanya terenggut.

    Pembaca lainnya pun memberikan makna puisi ini tentang seseorang yang merindukan kematian, puisi ini menggambarkan bahwa merindukan kematian begitu indah.

    Adapun pembaca lain juga memaknai puisi ini dengan kalimat berbeda namun hampir serupa intinya yaitu pengarang menggambarkan bahwa ia hanyalah selembar daun yang dengan mudahnya lepas dari rantingnya walaupun hanya terkena angin.

    Dan akhirnya sadar bahwa ia tidak ada apa-apanya di dunia ini. Dia berharap agar diberi waktu untuk memikirkan apa yang dulu sering dia tinggalkan, walaupun sebentar cukup untuk memikirkan semuanya.

    Meskipun dia tidak menggambarkan penyesalan sebelum yang maha kuasa yang digambarkan dengan pembersih taman yang melakukan aktifitasnya membersihkan daun-daun yang berserakan.

    Pembaca lain juga menyebutkan makna puisi ini tentang sesulit-sulitnya sesuatu itu, pasti ada sesuatu yang mudah kita lakukan.

    Selain itu ada pula yang menyebutkan puisi ini tentang menunjukkan seseorang yang rapuh dan lemah dan berharap belas kasihan dari orang lain.

    Seorang pembaca lain juga mengatakan pusi ini tentang seseorang yang menanti kematiannya. Ia menanti kematiannya dengan berbuat banyak hal yang belum sempat ia lakukan sebelumnya.

    Pembaca puisi ini pun mengatakan bahwa puisi ini bercerita atau bermakna tentang mengingatkan kepada kita akan kecilnya kita di mata Tuhan, dan untuk itu gunakanlah waktu sebaik mungkin di dunia ini, bersyukur atas rahmat dari Tuhan dan selalu beribadah dan berbuat baik.

    Makna puisi ini yaitu tentang sesorang yang mencoba meratapi nasib dan sikapnya selama ia hidup. Karena ia telah di ujung tanduk atau di detik-detik akhir hidupnya.

    Ia menyadari bahwa kehidupannya akan abadi walau hanya sesaat karena, semua yang ia lakukan tak akan terulang. Ia mencoba menyesali apa yang telah ia lakukan selama ia hidup.

    Ia mencoba merubah semua sikap buruknya namun waktunya hampir habis, sehingga ia mencoba melakukan yang terbaik sebelum kematiannya tiba walau hanya sebentar.

  • Pengertian Kritik Sastra Beserta Penerapannya

    Pengertian Kritik Sastra Beserta Penerapannya

    Kritik Sastra

    Kritik sastra adalah salah satu cabang ilmu sastra yang digunakan untuk mengamati serta menghakimi suatu karya sastra. Menghakimi tersebut bukan dalam artian memvonis, tapi sebagai cakupan nilai yang dilakukan secara objektif.

    Dalam penerapannya, kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan, klasifikasi, penerangan, dan penilaian karya sastra.

    Kegiatan kritik sastra pertama kali di dunia dilakukan dua orang Yunani, yaitu Xenophanes dan Heraclitus sekitar tahun 500 SM.

    Xenophanes dan Heraclitus mengecam keras seorang pujangga besar bernama Homerus yang sering bercerita tentang hal-hal yang tidak senonoh tentang dewa-dewi. Namun, seiring berkembangnya peradaban keilmuan sastra, kritik sastra pun hadir di Indonesia.

    Istilah dan pengertian kritik sastra baru muncul ketika para sastrawan Indonesia mendapat pendidikan dengan sistem Eropa pada awal abad ke-20.

    Adapun beberapa pendekatan yang bisa digunakan dalam kritik sastra adalah pendekatan strukturalis, pendekatan poststrukturalis, serta pendekatan feminis. Lantas jika dilihat dari jenis-jenisnya, kritik sastra bisa dibedakan menjadi 4 macam, diantaranya:

    1. Kritik Mimetik

    Kritik ini bertolak pada pandangan bahwa suatu karya sastra adalah gambaran atau rekaan dari dunia dan kehidupan manusia.

    2. Kritik Pragmatik

    Kritik ini melihat kegunaan suatu karya sastra. Kegunaan ini dilihat dari segi hiburan, estetika, pendidikan, dan hal lainnya.

    3. Kritik Ekspresif

    Kritik yang menekankan analisis pada kemampuan pengarang dalam mengekspresikan atau menuangkan idenya dalam wujud sastra.

    4. Kritik Objektif

    Pendekatan ini melihat karya sastra sebagai karya yang berdiri sendiri. Karya sastra adalah objek yang mandiri dan memiliki dunianya sendiri.

    Bila ditarik kesimpulan lebih sederhana, maka dapat dikatakan bahwa gfungsi kritik sastra memiliki perbedaan satu sama lain, namun wajib melewati tiga tahapan seperti interpretasi (penafisran), analisis (penguraian), dan evaluasi (penilaian).

    Secara garis besar, bisa disimpulkan bahwa fungsi kritik sastra yaitu sebagai media yang menghubungkan antara sastrawan dan penikmat sastra untuk memahami lebih dalam tentang karya sastra itu sendiri.