Tag: kuliah

  • Apa Saja Mata Kuliah Jurusan Sastra Indonesia?

    Apa Saja Mata Kuliah Jurusan Sastra Indonesia?

    Apakah kamu pernah berpikir untuk melanjutkan kuliah di jurusan Sastra Indonesia?
    Jurusan ini sering dianggap sebagai pilihan yang hanya cocok untuk mereka yang suka membaca dan menulis.

    Namun, sebenarnya jurusan Sastra Indonesia jauh lebih luas daripada sekadar hobi menulis cerpen atau puisi.

    Saat kamu memutuskan masuk ke jurusan ini, kamu akan berhadapan dengan berbagai mata kuliah yang bukan hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga menajamkan kepekaan berpikir, memperkaya wawasan budaya, serta membuka banyak peluang karier di masa depan.

    Di jurusan Sastra Indonesia, kamu akan belajar tentang prosa, novel, puisi, drama, hingga kritik sastra. Dari pembelajaran itu, kamu tidak hanya diajarkan bagaimana menulis karya sastra yang indah, tetapi juga bagaimana memahami makna di balik teks.

    Karena sejatinya karya sastra bukanlah sekadar kumpulan kata, melainkan cerminan nilai, pengalaman, dan budaya yang hidup di masyarakat. Itulah mengapa karya yang baik tidak bisa dibuat secara asal, melainkan harus tunduk pada aturan bahasa dan sarat makna.

    Selain itu, sebagian besar kampus juga menawarkan konsentrasi yang bisa kamu pilih, walaupun tidak semua universitas menerapkannya.

    Umumnya, ada dua konsentrasi utama yaitu Sastra dan Linguistik. Jika kamu memilih Sastra, maka fokusmu akan lebih banyak pada kajian karya sastra seperti prosa, puisi, drama, serta teori sastra.

    Di sisi lain, jika kamu memilih Linguistik, kamu akan mendalami ilmu tentang bahasa itu sendiri, mulai dari tata bunyi (fonologi), struktur kata (morfologi), struktur kalimat (sintaksis), hingga analisis makna (semantik) dan konteks bahasa (pragmatik).

    Mata kuliah yang diajarkan di jurusan Sastra Indonesia juga sangat beragam. Ada Linguistik, Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Semantik, hingga mata kuliah khusus seperti Linguistik Forensik, Neurolinguistik, dan Psikolinguistik.

    Kamu juga akan menemukan mata kuliah budaya seperti Antropologi Budaya, Kajian Sastra Lisan, Kajian Sastra Anak, hingga Kajian Sastra Bandingan. Bahkan, ada juga mata kuliah praktis yang menunjang karier, seperti Jurnalistik, Manajemen Publikasi, Penulisan Kreatif, dan Teater.

    Tidak hanya itu, jurusan ini juga menuntut mahasiswa untuk banyak membaca dan menganalisis karya, mulai dari karya sastra klasik hingga modern. Dengan begitu, kemampuan kritis, analitis, sekaligus kreatif akan terus terasah.

    Kamu pun akan belajar memahami bagaimana bahasa berkembang dari masa ke masa, termasuk bahasa kuno seperti Jawa Kuno atau Sansekerta.

    Dengan semua pengalaman tersebut, lulusan Sastra Indonesia tidak hanya siap menjadi penulis, sastrawan, atau pengajar. Banyak juga yang berkarier sebagai editor, peneliti, wartawan, penerjemah, bahkan content creator di era digital saat ini.

    Jadi, jika kamu merasa memiliki ketertarikan besar pada bahasa dan budaya, jurusan ini bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk masa depanmu.

  • Sejarah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

    Sejarah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

    Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah perguruan tinggi negeri tertua di Aceh yang berdiri pada tanggal 2 September 1961 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 11 tahun 1961, tanggal 21 Juli 1961.

    Pendirian Unsyiah dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 161 tahun 1962, tanggal 24 April 1962 di Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

    Unsyiah berkedudukan di Ibukota Provinsi Aceh dengan kampus utama terletak di Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Banda Aceh.

    Saat ini, Unsyiah memiliki lebih dari 30.000 orang mahasiswa yang menuntut ilmu di 12 Fakultas dan Program Paska Sarjana.

    Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, Unsyiah memiliki fungsi yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik untuk kebutuhan lokal, nasional maupun regional.

    Sebagai universitas Jantung Hati Rakyat Aceh yang mengutamakan mutu, Unsyiah mengintegrasikan nilai-nilai universal, nasional, dan lokal untuk melahirkan sumberdaya manusia yang memiliki keselarasan dalam antara IPTEK dan IMTAQ.

    Keseimbangan diantara keduanya menjadi komponen utama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berbudi pekerti, menjunjung tinggi etika, estetika serta berakhlak mulia.

    Diawali dengan pembentukan Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (YDKA) pada tanggal 21 April 1958 yang dibentuk untuk mengadakan pembangunan dalam bidang rohani dan jasmani guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat.

    YDKA menyusun program antara lain (a) Mendirikan perkampungan pelajar/ mahasiswa di ibukota provinsi dan setiap kota kabupaten dalam wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, (b) Mengusahakan berdirinya satu Universitas untuk daerah Nanggroe Aceh Darussalam.

    Selaras dengan ide tersebut, tanggal 29 Juni 1958, Penguasa Perang Daerah Istimewa Aceh membentuk KOMISI PERENCANA DAN PENCIPTA KOTA PELAJAR/MAHASISWA.

    Komisi yang dipandang sebagai saudara kandung YDKA ini mempunyai tugas sebagai komisi pencipta, badan pemikir, dan inspirasi bagi YDKA, sehingga komisi ini dipandang sebagai modal utama pembangunan perkampungan pelajar/mahasiswa.

    Sumber: https://unsyiah.ac.id/

  • 5 Jurusan Kuliah Paling Aneh tapi Banyak Peminatnya

    Bicara tentang kuliah, tentu saja kita sebagai warga negara Indonesia mengetahui jika semua Universitas di Indonesia memiliki jurusannya masing-masing yang relatif sama antara satu Universitas dengan Universitas lainnya.

    Adapun jurusan kuliah yang cukup populer di Indonesia adalah jurusan hukum, jurusan ilmu pendidikan, teknik, ilmu bahasa dan sastra, pertanian, teknologi informasi, ilmu sosial politik, ilmu budaya, kedokteran, dan sebagainya.

    Dari semua jurusan mainstream tersebut, tentu saja memiliki peminatnya masing-masing. Sebab jurusan-jurusan tersebut memiliki prospek baik untuk meraih cita-cita di masa depan.

    Namun, apa jadinya jika ada jurusan kuliah anti mainstream yang terkesan ‘aneh’ dan menurut sebagian orang tidak penting? Apakah masih ada yang minat?

    Jurusan Kuliah Paling Aneh dan Anti Mainstream

    Yap, baru-baru ini warganet cukup dibuat tercengang karena ada beberapa Universitas yang memiliki jurusan kuliah anti mainstream dan terkesan aneh. Namun meski aneh, peminatnya cukup banyak, loh!

    Apa saja jurusan kuliah paling aneh tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Meme Studies di Northwestern University

    Jurusan kuliah paling aneh pertama berasal dari Northwestern University. Di Universitas ini ada sebuah jurusan yang akan mengajarkan Mahasiswa untuk mempelajari seluk beluk gambar meme.

    Mulai dari cara membuat meme supaya viral dan hal lain yang berhubungan dengan meme. Jadi, buat kamu yang suka share meme, jurusan ini cocok buat kamu!

    2. David Beckham Studies di University of Staffordshire

    Selanjutnya, ada juga jurusan dan mata kuliah yang fokus membahas seluk beluk kehidupan David Beckham.

    Siapa yang tidak tahu pemain tampan yang satu ini. Sangking populernya, suami dari Victoria Beckham ini dijadikan obyek observasi dan dibuat konsentrasi akademis sendiri loh.

    Peminatnya juga banyak. Hebat, kan?

    3. Video Game Studies Di University of Central Florida

    Kalau jurusan kuliah yang satu ini mungkin menjadi favorit kebanyakan orang. Sebab, kamu akan diajarkan tentang cara bermain game yang baik dan benar.

    Tapi lebih dari itu, sebenarnya jurusan ini cenderung mengedepankan bagaimana hobi bermain game bisa diubah menjadi sebuah profesi yang menghasilkan keuntungan. Bisa dicoba nih!

    4. Harry Potter Mithology di University of California

    Kamu penggemar novel Harry Potter? Kalau benar, maka University of California mungkin cocok untukmu.

    Sebab di Universitas ini ada satu jurusan kuliah yang membahas seluk-beluk tentang mitologi cerita Harry Potter.

    Walau hanya sebuah karya fiksi, nyatanya karya J.K Rowling ini bisa menginspirasi jutaan orang di dunia, loh!

    5. The Simpsons and Philosophy

    Jurusan kuliah anti mainstream selanjutnya adalah The Simpsons and Philosophy di University of California.

    Dalam jurusan ini, kamu akan mempelajari berbagai makna filosofi yang disajikan oleh tayangan animasi Simpsons.

    Animasi The Simpsons memang sering menyuguhkan filosofi, serta prediksi tentang berbagai hal, termasuk politik. Maka tak heran kalau peminatnya pun cukup banyak!

    Nah, itulah beberapa jurusan kuliah anti mainstream dan terkesan aneh, tapi banyak peminatnya.

    Jadi, ternyata dunia pendidikan sangat luas, tidak hanya itu-itu saja. Apakah kamu setuju kalau Indonesia punya jurusan yang anti mainstream?

  • 7 Jurusan Kuliah Untuk Kamu yang Hobi Traveling

    7 Jurusan Kuliah Untuk Kamu yang Hobi Traveling

    Bisa menjelajah dunia dan menikmati keindahan alam adalah sebuah aktivitas yang mengasyikkan.

    Selain itu, juga bisa mengobati jenuh dan bising dari keramaian kota.

    Maka tak heran jika banyak anak muda yang suka menghabiskan waktu liburnya dengan traveling untuk menyegarkan otak kembali.

    Namun, kadang kesibukan membuat hobi traveling terbengkalai.

    Misalnya saat sudah masuk bangku perkuliahan, maka waktu dan pikiran akan terfokus kepada mata pelajaran sehingga aktivitas traveling bisa dilupakan.

    Nah, buat kamu yang suka traveling tapi gak mau terganggu dengan waktu kuliah, berikut ini adalah beberapa jurusan kuliah yang cocok untukmu.

    Beberapa jurusan ini memungkinkanmu belajar sambil jalan-jalan.

    Apa saja jurusan tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Jurusan Pariwisata

    Jurusan pariwisata bisa dibilang sebagai surganya Mahasiswa yang hobi traveling.

    Kamu akan dikenalkan dengan seluk-beluk dunia pariwisata sehingga hobimu dapat tersalurkan.

    Lebih dari itu, kamu juga bisa mengetahui potensi bisnis untuk dunia pariwisata sehingga hobimu bisa menghasilkan.

    2. Jurusan Kehutanan

    Suka jalan-jalan ke alam? Maka, jurusan kuliah kehutanan adalah pilihan yang tepat.

    Jurusan ini akan mengajarkanmu tentang seluk beluk dan cara merawat hutan, sampai cara memanfaatkannya.

    Mengingat jumlah hutan di negara kita tercinta ini sangat melimpah, maka kamu bisa berkeliling Indonesia untuk menikmati keindahan hutannya.

    3. Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota

    Jurusan kuliah yang satu ini memungkinkanmu untuk jalan-jalan ke berbagai wilayah secara gratis, bahkan dibayar.

    Dalam ilmu planologi, kamu akan diajarkan tentang bagaimana mengkaji sebuah wilayah layak huni yang nantinya dibangun kepentingan masyarakat.

    4. Ilmu Kelautan dan Perikanan

    Buat kamu yang suka jalan-jalan ke pantai, maka jurusan kuliah ini sangat cocok untukmu.

    Kamu bisa keliling pantai di Indonesia untuk memantau potensi laut serta budidaya ikan.

    Jurusan ini cukup banyak prakteknya atau terjun langsung ke lapangan sehingga kamu bisa belajar sambil menikmati indahnya pantai.

    5. Jurusan Antropologi

    Antropologi tidak hanya mengkaji tentang budaya saja, tapi juga kehidupan sosial di suatu wilayah.

    Sehingga ketika kamu menjadi seorang ahli antropologi, maka kamu akan dikirim untuk meneliti berbagai wilayah di Indonesia.

    6. Jurusan Arkeologi

    Jurusan ini akan mengajarkanmu tentang sejarah sampai meneliti barang-barang peninggalannya dengan langsung datang ke situs atau tempat bersejarah.

    Jadi, sambil belajar kamupun bisa jalan-jalan ke berbagai wilayah di Indonesia.

    7. Jurusan Seni dan Sastra

    Sebagai seniman dan sastrawan, kamu akan memiliki karya.

    Nah, karya tersebut bisa kamu pajang di berbagai pameran sehingga kamu bisa berkeliling juga.

    Selain itu, ketika karyamu telah dikenal banyak orang, maka siap-siaplah menjadi tersohor dan diundang kesana-kemari untuk wawancara!

    Itulah 7 kuliah yang bisa kamu ambil jika kamu punya hobi traveling.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Gagal Masuk Universitas Impian? Inilah yang Harus Kamu Lakukan

    Setelah lulus dari bangku SMA, kebanyakan orang akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi dan memilih Universitas impiannya, termasuk kamu, bukan?

    Yap, menjadi Mahasiswa adalah sebuah keinginan dan harapan besar bagi setiap orang.

    Terlebih lagi jika berhasil menduduki bangku perkuliahan di Universitas impian.

    Sebab setiap orang pasti memiliki Universitas impiannya masing-masing.

    Untuk mewujudkan impian tersebut, berbagai proses seleksi akan dilakukan.

    Mulai dari SNMPTN, SBMPTN, sampai jalur lokal/mandiri pun ditempuh untuk bisa masuk di Universitas impiannya.

    Namun, kadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

    Terkadang usaha dan upaya yang sudah dilakukan tidak mendapat hasil maksimal.

    Setelah bersusah payah mengikuti seleksi, ternyata tidak diterima di Universitas impian yang dituju.

    Tentu saja hasil tersebut akan membuat rasa kecewa yang teramat besar.

    Bahkan dari kegagalan tersebut banyak yang enggan untuk melanjutkan kuliah dan memilih untuk bekerja saja.

    Apakah kamu mengalaminya juga?

    Nah, buat kamu yang mengalami kegagalan ini, jangan larut dalam kesedihan dan kekecewaan, ya!

    Sedih dan kecewa itu wajar, tapi ada baiknya kamu segera mengakhirinya karena sedih dan kecewa sama sekali tidak bermanfaat, apalagi untuk kesehatan.

    Kamu harus tetap melanjutkan pendidikan walau tidak di Universitas impian sekalipun.

    Ada beberapa pertimbangan penting kenapa kamu harus mengakhiri rasa sedih dan kecewa tersebut. Berikut diantaranya:

    1. Sadarlah Jika Ada Hikmah di Balik Kegagalanmu

    Hal pertama yang harus kamu ingat adalah tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan.

    Semua yang kamu alami sebenarnya sudah ditentukan oleh-Nya.

    Bisa jadi ini skenario terbaik Tuhan yang akan membuatmu semakin bersinar di kemudian hari.

    Kamu harus menerima apapun hasilnya, yang terpenting kamu sudah berusaha dengan maksimal.

    Terlepas hasil yang tidak sesuai harapan, itu sudah jadi rahasia Tuhan.

    Untuk itu jangan menyerah, apalagi memutuskan untuk tidak kuliah.

    Ingatlah, ada sesuatu yang besar akan menghampirimu.

    Bisa jadi suatu saat nanti kamu menjadi orang yang sukses walau tidak kuliah di Universitas impian.

    2. Mengenal Potensi Diri Lebih Dalam

    Dengan kegagalan, kamu bisa mengenali potensi dan kemampuan diri sendiri dengan lebih baik.

    Kamu akan tahu kekuranganmu dan penyebab kenapa tidak masuk di Universitas Impian.

    Nah, tugasmu selanjutnya adalah memperbaiki kekurangan dan mengasah potensi di dalam diri.

    Lantas coba lagi. Jangan pernah takut untuk gagal.

    Sebab kegagalan itu sebuah proses yang bisa kamu gunakan untuk introspeksi diri.

    Kebanyakan orang yang tidak pernah gagal akan sulit berkembang karena tidak mengetahui kekurangan dirinya sendiri.

    3. Sebagai Pengalaman untuk Orang Lain

    Yang tak kalah penting juga adalah pengalaman yang kamu dapat.

    Pengalaman ini bisa kamu salurkan kepada adik, ataupun orang lain yang ingin mendaftar ke Universitas suatu saat nanti.

    Sebab berbagi pengalaman itu tidak harus yang baik saja, tapi juga kadang pengalaman kurang baik pun harus dibagikan agar orang lain bisa belajar dari pengalaman tersebut.

    Jadi, kamu bisa berbagi pengalaman tentang kegagalanmu masuk ke Universitas impian.

    Tentu saja kamu harus menyampaikan lengkap dengan alasan dan solusinya.

    Hal ini bisa menjadi pelajaran yang akan memberi informasi tambahan bagi orang lain.

    Dan kamu pun akan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain atas pengalamanmu.

    4. Masih Banyak Universitas Lain Untuk Meraih Mimpi

    Jangan pernah terpaku dengan satu Universitas saja.

    Ingatlah, masih banyak Universitas lain yang tentunya tak kalah dengan Universitas impianmua.

    ketahui pula bahwa setiap Universitas pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Boleh jadi kamu tidak diterima di Universtias impianmu, tapi bukan berarti Universitas lain tidak baik.

    Kamu harus mencobanya. Masih banyak Universitas yang layak untuk kamu tuju, salah satunya adalah Masoem University.

    Yap, kampus yang terkenal dengan julukan ‘kuliah malam di Bandung‘ ini memang cukup populer di Kota Kembang.

    Ada banyak jurusan yang bisa kamu tempuh di sini, mulai dari Ilmu Komputer, Ilmu Ekonomi, Ilmu Pertanian, Pendidikan, sampai dengan Bahasa Inggris.

    Jadi buat kamu yang sedang mencari jurusan Bahasa Inggris di Bandung, maka Kampus ini adalah salah satu alternatif pilihan terbaik.

    Selain fasilitas dan pelayanan yang prima. Universitas yang berlokasi di Jl. Raya Cipacing No. 22 Jatinangor 45363 Jawa Barat ini juga terkenal dengan paket hemat, yang mana biayanya cukup terjangkau.

    Agar lebih jelas, berikut adalah detail biaya perkuliahan di Masoem University.

    KELAS REGULER BIAYA NORMAL

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 4.450.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.050.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 4.700.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.300.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 4.350.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.950.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 4.350.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.950.000)

    KELAS REGULER BIAYA DISKON 30 PERSEN

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 3.235.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.835.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 3.410.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.010.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 3.165.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.765.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 3.165.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.765.000)

    KELAS REGULER SORE/KARYAWAN BIAYA NORMAL

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 4.850.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.450.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 5.100.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.700.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    KELAS REGULER SORE/KARYAWAN BIAYA DISKON 30 PERSEN

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 3.515.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.115.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 3.690.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.290.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    Nah, itulah yang harus kamu pikirkan dan lakukan ketika gagal seleksi di Universitas impian.

    Jangan berkecil hati. Ingat, semua yang terjadi pasti ada maksud besar yang bermanfaat di baliknya. Tetap semangat!

  • Cara Mengetahui Akreditasi Kampus dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mengetahui Akreditasi Kampus dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mengetahui Akreditasi Kampus

    Saat ini memilih Universitas yang dituju, tentunya salah satu pertimbangan adalah akreditasinya.

    Sebab bagaimanapun juga akreditasi Universitas turut memengaruhi bagaimana kualitas serta layanan kepada Mahasiswa.

    Selain itu, akreditasi juga turut berperan penting dalam proses mencari kerja.

    Di mana banyak instasi, baik negeri maupun swasta yang menerapkan minimal akreditasi kampus pada setiap kandidatnya.

    Sehingga lulusan dari kampus dengan akreditasi baik, akan lebih diprioritaskan.

    Walau hal ini bukan hal yang prinpisal, mengingat masih banyak faktor lain penentu kesuksesan karir seseorang.

    Nah, bicara tentang akreditasi kampus, masih banyak yang bingung untuk mengetahuinya.

    Maka dari itu, kali ini Sastrawacana akan membagikan tips dan cara mengetahui akreditasi kampus dengan online.

    Bagaimana caranya? Simak informasinya berikut ini.

    • Pertama-tama, kamu harus mengunjungi website resmi BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dengan cara klik di sini: BAN-PT.
    • Kemudian, masukkan beberapa opsi pilihan, misalnya nama Universitas yang dicari pada kolom pencarian.
    • Maka Universitas yang dicari akan muncul lengkap dengan data, No.SK, tahun SK, hingga status kadaluarsa.
    • Selamat, proses pencarian akreditasi kampus sudah selesai.

    Nah, itulah cara melihat akreditasi kampus online dengan mudah.

    Selamat mencoba! Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Merasa Salah Pilih Jurusan Kuliah? Inilah yang Harus Kamu Lakukan

    Setelah lulus SMA, kebanyakan siswa akan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi jika memiliki keinginan dan kemampuan finansial. Namun, kadang keinginan tersebut tidak berhasil mulus.

    Pasalnya, tidak sedikit orang yang merasa salah pilih jurusan sehingga proses kuliah menjadi tidak lancar.

    Ketika penyesalan mulai muncul karena merasa salah pilih jurusan, maka rasa tak nyaman pun akan dialami. Mulai dari tak nyaman belajar, tak nyaman pergi ke kampus, bahkan rasa ingin berhenti kuliah sangat besar.

    Apakah kamu merasakan hal yang sama?

    Jika benar demikian, alangkah baiknya kamu berpikir secara matang terlebih dahulu. Sebab berhenti kuliah bukan sebuah solusi yang baik hanya karena merasa salah pilih.

    Untuk mengatasinya, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan. Berikut diantaranya:

    1. Paksakan diri untuk tetap aktif kuliah

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memaksakan diri untuk tetap aktif kuliah. Ingatlah, semua butuh proses, termasuk dalam mencintai jurusan yang sedang ditempuh. Nanti lambat laun kamu akan merasa nyaman berada pada kampus yang sudah menjadi pilihanmu.

    2. Perbanyak teman di kampus

    Selanjutnya kamu harus bisa membangun relasi dengan memperbanyak teman di kampus. Sebab kampus tidak hanya digunakan untuk mencari ilmu saja, tapi juga sebagai ajang mencari teman. Dengan banyak teman, kamu akan semakin betah dan semangat pergi ke kampus.

    3. Aktif mengikuti UKM

    Kamu bisa menyalurkan bakat dan hobimu melalui UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Hal ini akan membuatmu semakin betah berada di kampus karena bertemu dengan orang-orang yang sehobi. Ada berbagai macam jenis kegiatan mahasiswa di Universitas. Usahakan untuk aktif melakukannya sehingga kamu akan menemukan sensasi baru yang menyenangkan.

    4. Sering sharing atau curhat ke dosen

    Dan yang tak kalah penting juga, kamu pun harus sering-sering berdiskusi dengan dosen. Tidak perlu semuanya, tapi pilihlah dosen yang bisa membuatmu nyaman dan memberi solusi atas keluh kesahmu. Ingatlah, dosen adalah orang tuamu di kampus, jadi kamu bisa meluapkan keluh kesah dengan meminta solusi darinya.

    Nah, itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan ketika merasa salah pilih jurusan kuliah. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Apa Perbedaan Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Lama?

    Banyak kaum muda yang sangat ingin melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

    Sebab, mereka yakin bahwa semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, maka akan semakin mudah pula mencari pekerjaan yang diinginkan.

    Akan tetapi, tidaklah mudah menjadi mahasiswa dan melewati masa-masa kuliah hingga 4 tahun.

    Jika rajin dan beruntung, kemungkinan besar kamu bisa lulus tepat waktu bahkan kurang dari 4 tahun.

    Namun, jika selama kuliah hanya bermalas-malasan, bisa jadi kamu akan menjadi mahasiswa abadi alias tidak lulus-lulus.

    Selama menjadi mahasiswa, tentunya terdapat banyak perbedaan yang tanpa sadar kamu rasakan.

    Mulai dari saat menjadi mahasiswa baru hingga bertransformasi menjadi mahasiswa lama yang sudah menginjak semester akhir.

    Perbedaan Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Lama

    Nah, apa saja perbedaan antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama? Berikut penjelasannya.

    1. Manajemen Waktu

    Perbedaan yang pertama adalah bagaimana cara memanajemen waktu. Mahasiswa baru biasanya akan mengatur waktu mereka sebaik mungkin.

    Misalnya, tidur sesuai jam yang sudah ditentukan agar bisa bangun pagi dan pergi ke kampus untuk mengikuti kuliah.

    Sementara, mahasiswa lama tidak peduli dengan waktu. Mereka hanya ingin melakukan hal yang diinginkan hingga lupa akan pentingnya waktu.

    Sebagai contohnya, mereka lebih suka begadang hingga pagi hanya demi bermain game online atau nongkrong, sehingga keinginan untuk pergi ke kampus pun kecil.

    2. Perlengkapan Kuliah

    Saat masih menjadi mahasiswa baru, perlengkapan belajar sangat diperhatikan, mulai dari buku, bolpoin, pensil, penggaris, penghapus, dan lain sebagainya.

    Namun, ketika sudah menjadi mahasiswa lama, semuanya akan berbeda. Perlengkapan yang dibawa tak lagi banyak, paling hanya satu buah bolpoin saja.

    Untuk kertas, nanti bisa minta ke teman sekelas. Benar begitu?

    3. Absensi

    Perbedaan mencolok selanjutnya antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama adalah urusan absensi. Absensi sangat penting dalam menentukan nilai. Mahasiswa baru biasanya sangat rajin kuliah sehingga tidak mungkin absensi mereka kosong.

    Berbeda dengan mahasiswa lama, mereka malas pergi ke kampus sehingga memilih untuk TA alias titip absen.

    4. Semangat Belajar

    Memang benar, semangat hanya datang di awal-awal saja, begitu pula yang dirasakan oleh mahasiswa.

    Mahasiswa baru memiliki semangat membara saat mengikuti perkuliahan, apalagi ketika mendapatkan nilai bagus.

    Mereka akan semakin bersemangat untuk belajar. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku pada mahasiswa lama.

    Jangankan semangat belajar, menginjakkan kaki ke kampus saja tidak ada semangat sedikitpun.

    5. Semangat Mencatat

    Jika ada penjelasan yang sangat penting, biasanya dosen akan mencatatnya di papan tulis yang nantinya juga bisa dicatat oleh mahasiswa.

    Ketika masih mahasiswa baru, materi yang dicatat di buku catatan sangatlah lengkap. Tentu saja, menggunakan tulisan tangan.

    Berbanding terbalik dengan mahasiswa lama. Mereka akan menggunakan kecerdikan mereka yakni dengan memotret papan tulis.

    Cukup sedergana memang, tapi ingat, itu hanya berguna untuk mahasiswa yang malas.

    6. Belajar Menjelang Ujian

    Menjelang ujian, hal terbaik yang harus dilakukan adalah belajar. Tujuannya, agar saat ujian bisa mengerjakan dengan lancar dan mendapatkam nilai bagus.

    Ada perbedaan antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama saat belajar menjelang ujian. Mahasiswa baru akan belajar satu minggu sebelum ujian.

    Bagi mereka, waktu belajar hanya beberapa hari saja tidak cukup. Namun, bagi mahasiswa lama, akan lebih baik jika belajar satu malam sebelum ujian.

    Mereka menggunakan sistem kebut semalam agar materi yang dipelajari tetap bisa diingat.

    Well, itulah beberapa perbedaan antara mahasiswa lama dan mahasiswa baru. Apakah kamu merasakan salah satu perbedaan di atas?

    Author : Eva

  • 4 Tipe Mahasiswa di Kampus, Kamu Tipe yang Mana?

    Mengenyam bangku pendidikan hingga ke Universitas tentunya menjadi dambaan banyak orang.

    Sebab, tidak sedikit yang berpendapat bahwa siapapun yang telah lulus dari perguruan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana, memiliki kemudahan dalam mencari pekerjaan dibanding dengan orang yang hanya lulus dari bangku sekolah menengah atas.

    Saat menjadi mahasiswa, kita akan memiliki pengalaman berbeda dibanding ketika masih duduk di bangku sekolah.

    Perbedaan yang bisa kita rasakan adalah seperti cara belajar, suasana sekolah, hingga tipe-tipe teman yang beragam.

    Walaupun telah menghabiskan banyak waktu di kampus, mungkin kamu masih belum tahu seperti apa tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampus.

    Tipe Mahasiswa di Kampus

    1. Tipe Mahasiswa Aktivis

    Seperti yang kamu tahu bahwa sebagian besar para aktivis berasal dari mahasiswa. Mereka berkumpul untuk menyuarakan aspirasi rakyat yang tidak mendapatkan keadilan ataupun kesejahteraan dari pemerintah.

    Kesibukan mereka selain kuliah adalah unjuk rasa atau demonstrasi di depan instansi kepemerintahan demi membela rakyat lemah. Bahkan, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar kampus untuk berdiskusi.

    2. Tipe Mahasiswa Kupu-Kupu Alias Kuliah Pulang-Kuliah Pulang

    Selain mahasiswa yang aktif dalam organisasi dan juga sebagai aktivis di luar kampus, ada juga tipe mahasiswa yang hanya sibuk kuliah untuk mengejar nilai akademis.

    Tipe mahasiswa tersebut sering dijuluki dengan mahasiswa kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang.

    Artinya, mahasiswa tipe ini hanya datang ke kampus untuk kuliah atau mengikuti pelajaran. Setelah pelajaran selesai, mereka langsung pulang.

    3. Tipe Mahasiswa Titip Absen

    Bukan rahasia umum lagi jika banyak mahasiswa yang malas pergi ke kampus karena berbagai alasan. Tipe mahasiswa seperti ini biasanya lebih memilih untuk menitip absen ke teman atau pacar. Ada yang sukses titip absen, ada pula yang ketahuan. Namun saat ketahuan, biasanya mereka memiliki segudang alasan yang dilontarkan kepada dosen.

    4. Tipe Mahasiswa Business-man atau Bussines-woman

    Kampus tidak hanya dijadikan sebagai tempat mencari ilmu saja. Ada banyak mahasiswa yang memanfaatkannya untuk berbisnis, seperti berjualan makanan, benda-benda kampus, dan masih banyak lainya. Selain itu, tidak sedikit mahasiswa yang juga memiliki usaha di luar kampus atau kerja paruh waktu sehingga jarang datang ke kampus.

    Well, itulah beberapa tipe-tipe mahasiswa yang bisa ditemui di kampus. Kalau kamu sendiri, tipe mahasiswa yang mana?

    Author : Eva
    Editor  : Maulana Affandi

  • Apa Sih Enaknya Jadi Mahasiswa Bahasa Inggris? Yuk Simak Ceritaku!

    Saat masih kecil kita tentu memiliki cita-cita, entah menjadi dokter, guru, pengusaha, polisi, tentara, dan masih banyak lainnya.

    Untuk menggapai cita-cita tersebut, tentunya kita akan melakukan berbagai usaha, salah satunya adalah dengan belajar di sekolah dari SD hingga perguruan tinggi.

    Memasuki bangku SMA, akan muncul rasa galau dalam memilih antara apakah berhenti menempuh pendidikan setelah lulus SMA atau tetap berusaha melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi?

    Bagi yang bercita-cita tinggi dan tentunya memiliki biaya yang cukup, kita pasti akan memilih untuk menempuh pendidikan hingga bangku kuliah.

    Sayangnya, memilih jurusan bukanlah hal yang mudah, apalagi saat kita belum tahu pasti apa yang ingin kita lakukan setelah lulus alias tidak tahu ingin bekerja sebagai apa.

    Aku termasuk orang yang juga merasakan hal tersebut. Aku bingung dalam memilih jurusan. Yang aku tahu, aku hanya menyukai mata pelajaran Bahasa Inggris saat masih SMA.

    Nilai bahasa inggrisku cukup bagus dan lebih tinggi dari nilai mata pelajaran yang lain.

    Karena alasan itulah, akhirnya aku membulatkan tekad untuk kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris.

    Dilihat dari namanya, setelah lulus pastilah aku akan menjadi seorang guru. Sebenarnya, cita-citaku bukanlah menjadi guru, tapi karena aku mencintai bahasa inggris sehingga aku memilih jurusan ini.

    Lagipula, memilih jurusan seperti yang kita mau dan sesuai dengan kemampuan sangatlah membantu kita dalam menyelesaikan pendidikan tanpa beban.

    Daripada harus memilih jurusan berdasarkan pilihan orangtua atau hanya sekedar “ikut-ikutan”, pasti kamu akan merasa terbebani.

    Pertama kali masuk kelas, memang terasa berat karena semua yang harus dipelajari menyangkut bahasa Inggris, mulai dari berbicara dengan dosen, materi yang dipelajari, semuanya berbahasa inggris.

    Hari pertama memang terasa stres, pusing, dan bingung. Tapi, setelahnya akan terbiasa dan mudah dijalani. Lantas, apa sih enaknya jadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris?

    Menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris banyak enaknya. Mengapa demikian? Coba bayangin deh, Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang pastinya digunakan di semua negara.

    Sehingga, tidak menutup kemungkinan jika kita menempuh pendidikan Bahasa Inggris maka kita akan bisa menaklukkan bahasa tersebut.

    Dengan demikian, kita bisa pergi keliling dunia tanpa bingung berkomunikasi dengan orang asing yang belum pernah kita temui sebelumnya.

    Selain itu, bisa berbahasa Inggris juga membuat kita terlihat lebih keren dan lebih pintar. Sebab, di Indonesia sendiri Bahasa Inggris masih menjadi Foreign Language atau bahasa asing sehingga masih sedikit yang mengetahuinya.

    Tidak hanya itu saja, menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris juga memberikan keuntungan saat melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.

    Pastinya, akan ada nilai plus jika seorang pelamar memiliki keahlian dalam berbahasa inggris.

    Dengan begitu, kita bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Apalagi, dengan latar belakang pendidikan bahasa inggris membuat kita lebih leluasa dalam memilih pekerjaan.

    Kita bisa melamar dalam segala bidang di perusahaan, menjadi guru bahasa inggris, menjadi tour guide, content writer, dan masih banyak lainnya.

    Terakhir, enaknya menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris juga bisa memberikan pengetahuan penting tentang budaya dan kehidupan orang barat.

    Tentunya, pengetahuan tersebut sangat berharga bagi kita saat bepergian ke luar negeri. Kita bisa cepat beradaptasi dan tidak salah dalam melakukan sesuatu yang dapat membuat mereka tidak nyaman.

    Nah, itulah enaknya menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris. Tapi, itu hanya berdasarkan opiniku saja, ya.

    Jika kamu penasaran, cobalah untuk menempuh pendidikan Bahasa Inggris dan rasakan enaknya menjadi mahasiswa Bahasa Inggris.

    Author : Eva E.T
    Editor  : Maulana Affandi