Tag: lomba puisi

  • Festival Literasi Using 2026 Jadi Ajang Pelajar Banyuwangi Kenali Bahasa dan Budaya Daerah

    Festival Literasi Using 2026 Jadi Ajang Pelajar Banyuwangi Kenali Bahasa dan Budaya Daerah

    BANYUWANGI – Upaya menjaga Bahasa Using sebagai bagian dari identitas budaya Banyuwangi kembali dilakukan melalui Festival Literasi Using 2026.

    Ratusan pelajar dari berbagai wilayah di Banyuwangi ambil bagian dalam ajang tahunan yang digelar Sabtu (5/9) di SDN Kepatihan.

    Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Banyuwangi bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Using tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal sekaligus menggunakan bahasa daerah melalui berbagai bentuk perlombaan.

    Festival tahun ini diikuti pelajar jenjang SD dan SMP. Sejumlah cabang yang dilombakan antara lain Geguritan atau baca puisi, Ngewer atau stand up comedy, Aksara atau menulis kata, Cerita Cendhek atau cerpen, Nembang, Pidato, Mocoan Lontar, dan Ndongeng.

    Ketua Panitia Festival Literasi Using 2026, Yeti Chotimah, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan Bahasa Using kepada pelajar melalui kegiatan yang bersifat kreatif.

    “Anak-anak tidak hanya kita ajak untuk belajar Bahasa Using, tetapi juga menggunakannya secara langsung melalui berbagai kegiatan. Harapannya, mereka semakin mengenal dan terbiasa menggunakan bahasa daerahnya,” kata Yeti.

    Menurut Yeti, keberagaman cabang yang dilombakan memberikan pilihan bagi pelajar untuk mengenal Bahasa Using melalui kemampuan yang berbeda-beda.

    Ada yang mengekspresikannya melalui puisi dan tembang, ada pula yang menggunakan bahasa tersebut dalam pidato, cerita, dongeng, maupun tulisan.

    Salah satu yang menarik perhatian adalah cabang Geguritan tingkat SMP. Peserta tidak hanya dituntut mampu membawakan puisi dengan baik, tetapi juga diperkenalkan pada karya-karya yang menggunakan Bahasa Using.

    Peserta Festival Literasi Using 2026

    Panitia menyediakan dua buku sebagai pilihan materi yang dapat dibawakan peserta, yakni Antologi Gotong Royong karya Komunitas Gotong Royong 45 dan Sanga Puluh Sanga (99) Basa Using karya Ir. Zaenuri, seorang penyair yang telah menulis beberapa buku berbahasa Using.

    Antusiasme terhadap cabang Geguritan juga cukup tinggi. Jumlah peserta tingkat SMP dibatasi sebanyak 45 orang karena peminatnya pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya cukup banyak.

    Dalam penilaian, juri memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari pelafalan, artikulasi, intonasi, tekanan kata, kelancaran, hingga kemampuan peserta dalam memahami dan menyampaikan isi puisi.

    Maulana Affandi Juri Festival Literasi Using

    Penilaian cabang Geguritan dilakukan oleh juri dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.

    Mereka di antaranya Maulana Affandi, mahasiswa Pascasarjana Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Nuhbatul Fakhiroh yang merupakan juara Liga Puisi, Nur Kamilasari yang merupakan praktisi puisi, Ulvatus Soviyah anggota MGMP, serta Ahmad Istiqlal yang menjadi juara Festival Literasi Using pada tahun sebelumnya.

    Tidak hanya Geguritan, cabang lainnya juga memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menggunakan Bahasa Using dalam bentuk yang berbeda.

    Ada peserta yang menyampaikan pidato, menembang, menulis, mendongeng, hingga membaca lontar.

    Beragamnya bentuk perlombaan membuat pelajar tidak hanya berhadapan dengan Bahasa Using sebagai materi pembelajaran.

    Mereka mendapat kesempatan untuk menggunakan bahasa tersebut melalui karya sastra, seni, dan penampilan di hadapan publik.

    Bagi budayawan, pertemuan pelajar dengan karya-karya berbahasa Using menjadi bagian yang tidak kalah penting dari kompetisi itu sendiri.

    Sebab, proses mengenalkan bahasa daerah tidak berhenti pada kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana generasi muda mengenal karya yang lahir dari bahasa tersebut.

    Agus Wahyu Nuryadi alias Bung Aguk, budayawan dari Sanggar Merah Putih 45, menilai penggunaan karya sastra berbahasa Using dalam perlombaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengenalan bahasa daerah kepada pelajar.

    Menurutnya, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman tampil di hadapan publik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan bahasa dan karya lokal.

    “Yang menarik dari kegiatan seperti ini adalah anak-anak tidak hanya belajar tampil. Mereka juga berhadapan langsung dengan karya dalam Bahasa Using. Dari situ mereka bisa mengenal kosakata, cara pengucapan, sekaligus memahami pesan yang ada dalam karya,” ujar Bung Aguk.

    Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan pelajar dengan bahasa dan karya lokal perlu terus dilakukan agar proses regenerasi tidak berhenti pada pengenalan budaya, tetapi berlanjut pada kemampuan untuk menggunakannya.

    Ia menilai pengalaman menggunakan Bahasa Using secara langsung dapat membantu pelajar lebih akrab dengan bahasa daerah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan berkesenian.

  • Lomba Baca Puisi dan Story Telling Tutup Rangkaian Literasi Harjaba ke-254 di Saestwo Cafe Banyuwangi

    Lomba Baca Puisi dan Story Telling Tutup Rangkaian Literasi Harjaba ke-254 di Saestwo Cafe Banyuwangi

    Momentum peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 sekaligus Hari Ibu dimaknai melalui lomba baca puisi dan story telling yang digelar di Saestwo Cafe, Banyuwangi, Sabtu (20/12/2025).

    Dua cabang lomba tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan literasi yang sebelumnya telah berlangsung selama dua hari, 19–20 Desember 2025.

    Lomba baca puisi yang mengangkat karya dari Antologi Gotong Royong serta lomba story telling diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

    Pelaksanaan lomba dimulai pukul 13.00 WIB. Sejumlah peserta datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

    Antusiasme terlihat dari kehadiran peserta yang tidak hanya berasal dari sekitar lokasi kegiatan, tetapi juga dari kecamatan lain.

    Sebelumnya, pada hari pertama, Jumat (19/12/2025), panitia telah menyelenggarakan lomba pidato cilik (pildacil) TPA/TPQ, bercerita menggunakan bahasa Using, serta lomba melukis di kanvas.

    Pelaksanaan hari pertama bertepatan dengan peringatan hari lahir Komunitas Peduli Pendidikan Banyuwangi (KOPPIWANGI) yang ke-10 dan dihadiri Ketua KOPPIWANGI, H. Mujiono, S.H.

    Panitia menyebutkan, lomba baca puisi dan story telling pada hari kedua menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan gagasan, imajinasi, serta kepekaan terhadap nilai-nilai gotong royong.

    Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Banyuwangi menunjukkan bahwa kegiatan literasi masih mendapat perhatian dan minat dari masyarakat..

    Pemenang Lomba Story Telling

    Pemenang lomba story telling event harjaba saestwo cafe

    Juara I: Berlian Ramadhani (MI Darunnajah II)

    Juara II: Queenbe Hilwa Tazkia (SD Lazuardi)

    Juara III: Abdul Ghani Ibrahim (MI Darussalam 1 Kalipuro)

    Harapan I: Adhira Kayyira Luneto

    Harapan II: Zahsy Rouwan Haqueena Yadid

    Harapan III: Chantika Irfa’

    Pemenang Lomba Membaca Puisi

    pemenang lomba baca puisi event harjaba saestwo cafe

    Juara I: Adilla Makhrisza Alharsi (SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya)

    Juara II: Mohammad Rizky Yulleo Altaf (SMK Muhammadiyah 8 Siliragung)

    Juara III: Muhammad Iqbal Maulana (Tenaga Kependidikan SMPN 3 Rogojampi)

    Harapan I: Kristanto (Guru SMA Negeri 1 Bangorejo)

    Harapan II: Farras Aryantaqi (SMK Pelayaran Kalipuro)

    Salah satu juri puisi, Andi Budi Setiawan, S.Pd, menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi.

    “Yang kami lihat bukan hanya teknik, tetapi keberanian peserta dalam menyuarakan nilai gotong royong dan kepekaan mereka terhadap lingkungan sosialnya. Itu yang membuat pembacaan puisi terasa hidup,” ujarnya.

    Sementara itu, ketua panitia menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan ekspresi bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat umum.

    “Melalui kegiatan ini, nilai literasi, seni, dan budaya lokal diharapkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujar ketua panitia, H.M Shodiqin.

    Peringatan Harjaba ke-254 melalui kegiatan lomba literasi ini menjadi salah satu upaya memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan budaya baca, bercerita, dan berkarya di Banyuwangi.

  • Lomba Cipta Baca Puisi dan Menulis Cerpen DWP Banyuwangi 2025

    Lomba Cipta Baca Puisi dan Menulis Cerpen DWP Banyuwangi 2025

    Dalam rangka HUT Dharma Wanita Persatuan ke 26, DWP Kabupaten Banyuwangi menggelar Lomba Cipta Baca Puisi dan Menulis cerpen dengan tema: “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045″

    Syarat dan Ketentuan Lomba Cipta Baca Puisi

    • Lomba khusus untuk anggota DWP SMAN, SMKN, dan SLBN Kabupaten Banyuwangi.
    • Peserta menulis puisi karya sendiri, original, tidak plagiat, dan sesuai tema.
    • Penampilan lomba baca puisi pada 13 Desember 2025, dimulai pukul 08.00 WIB di SMKN 1 Glagah Banyuwangi.
    • Peserta membawa salinan puisi untuk diserahkan ke dewan juri saat penampilan.
    • Penampilan baca puisi maksimal 7 menit, tanpa pengeras suara, tidak diperkenankan mengeluarkan aksi teatrikal puisi yang berlebihan, misalnya: begulung-gulung di lantai, melompat, berlari, dsb.
    • Peserta tidak diperkenankan menggunakan iringan musik dan atau property yang terindikasi sebagai senjata tajam.
    • Kriteria Penilaian: Pemilihan Diksi, Kedalaman Makna, dan Penampilan.
    • Juara lomba diambil dari juara 1, 2, 3, harapan 1, harapan 2, harapan 3.
    • Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

    Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis Cerpen

    • Lomba khusus untuk anggota DWP SMAN, SMKN, dan SLBN Kabupaten Banyuwangi
    • Menulis cerpen karya sendiri, tidak plagiat, tidak menggunakan AI, dan sesuai tema.
    • Panjang cerpen minimal 1000 kata, maksimal 3000 kata.
    • Pengiriman karya mulai terakhir tanggal 4 Desember 2025.
    • Cerpen dikumpulkan melalui link yang telah disediakan atau klik disini.
    • Kriteria penilaian: struktur dan isi cerita (tema, alur, perwatakan, latar), keindahan bahasa (diksi, gaya bahasa, keefektifan kalimat), aspek teknis (tata bahasa, ejaan, tanda baca, kerapian tulisan).
    • Juara lomba diambil dari juara 1, 2, 3, harapan 1, harapan 2, harapan 3.
    • Juara diumumkan pada tanggal 6 Desember 2025, di SMKN 1 Glagah Banyuwangi.
    • Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

    Hadiah

    Masing-masing juara (juara 1 sampai harapan 3) akan mendapatkan:

    • Thropy
    • Sertifikat
    • Hadiah berupa barang

    Informasi

    081332162448 (Indah Utami)

    Dewan Juri

    • Siti Nurjanah Slamet Riyadi, S.E
    • Andi Budi Setiawan, S.Pd
    • Maulana Affandi, S.S
  • Semarak Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Gelar Lomba Literasi dan Workshop Pentigraf

    Semarak Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Gelar Lomba Literasi dan Workshop Pentigraf

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menggelar Lomba Baca Puisi dan Bercerita tingkat SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (26/10).

    Kegiatan bertajuk “Swara Kata Bulan Bahasa 2025: Berkarya dengan Bahasa, Berbudaya dengan Sastra” ini berlangsung meriah di ballroom ED Hotel SMK Models Siliragung.

    Sejak pagi, ratusan peserta bersama guru dan orang tua memenuhi ruangan dengan antusiasme tinggi.

    Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pembukaan lomba sekaligus pelaksanaan Workshop Pentigraf yang diikuti pelajar dari jenjang SMP hingga SMA sederajat.

    Dari jenjang SD/MI hingga SMP di wilayah Siliragung dan sekitarnya, antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa dunia literasi kini semakin dekat dan digemari.

    Untuk lomba baca puisi, kategori A diikuti oleh 20 peserta dan kategori B diikuti 50 peserta. Sementara lomba bercerita diikuti oleh 43 peserta.

    Dewan juri terdiri dari tokoh dan praktisi sastra, antara lain Andi BS (Ketua KOPIWANGI), Andi Sep Kurniawan (Penulis Cerita Dwi Bahasa Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur), Meilysa Ajeng Kartika (Dosen dan Penulis), Heri Iskandar (Sastrawan Using dan Konten Kreator), Efa ET (penulis), serta Indriana Laili (jurnalis dari sastrawacana.id/).

    Adapun Workshop Pentigraf diikuti 60 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA. Narasumber utama, Maulana Affandi, S.S., selaku Pemimpin Redaksi Sastrawacana dan Penerbit Lintang Banyuwangi, membagikan pengalaman menulis cerita tiga paragraf dengan pendekatan kreatif dan inspiratif.

    Suasana semarak literasi di ballroom ED Hotel SMK Muhammadiyah 8 Siliragung makin terasa hangat saat acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KOPIWANGI, Andi Budi Setiawan.

    Andi Budi Setiawan

    Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak sekolah yang telah menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan inspiratif.

    “Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kepala SMK Models Siliragung yang telah mengadakan event literasi yang begitu hebat. Tidak semua lembaga pendidikan mampu menghadirkan kegiatan sebesar dan seindah ini,” ungkap Andi penuh semangat.

    Ia juga berpesan kepada peserta untuk menjadikan lomba sebagai ruang kebahagiaan, bukan sekadar kompetisi.

    “Menang atau kalah itu biasa. Yang penting, tampil dengan hati senang dan sepenuh hati karena dari situlah semangat literasi sejati lahir,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Muhlas Efendi, S.T., menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi jembatan untuk memperluas wawasan dan memperhalus budaya.

    “Bahasa bukan sekadar retorika, melainkan sarana memahami kehidupan dan menebar kebaikan,” tuturnya.

    Muhlas juga menyoroti pentingnya kegiatan literasi di sekolah, khususnya melalui ekstrakurikuler jurnalistik yang aktif membina siswa SMP di wilayah Siliragung.

    “Anak-anak jurnalistik kami turun langsung ke sekolah-sekolah menengah untuk berbagi ilmu menulis berita. Ini bentuk nyata bahwa literasi dapat menjadi amal ibadah yang luas manfaatnya,” ujarnya.

    Dalam sambutannya, ia sempat bernostalgia tentang masa mudanya sebagai pimpinan redaksi media kampus.

    Pengalaman itu menurutnya menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana menulis dan berpikir kritis dapat membentuk karakter dan kepekaan sosial.

    Lomba Baca Puisi SMK Models Siliragung

    Setelah sambutan dan pembukaan resmi oleh Kepala Sekolah, para peserta diarahkan menuju ruang lomba masing-masing. Sementara itu, peserta Workshop Pentigraf tetap di ballroom untuk mengikuti sesi pelatihan intensif.

    Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi SMK Muhammadiyah 8 Siliragung dengan KOPIWANGI, Sastrawacana, dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Kesuksesan acara juga tak lepas dari kerja keras Tim Panitia Ekskul Models Jurnalisme di bawah koordinasi Cici Arista Devi, selaku tenaga pendidik sekaligus pembina dari tim jurnalis di  SMK Models Siliragung. (Andi BS)

  • Jodang Inka dan Bendera One Piece Meriahkan Arak-Arakan Kembang Ndog SMKN Kalipuro

    Jodang Inka dan Bendera One Piece Meriahkan Arak-Arakan Kembang Ndog SMKN Kalipuro

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 1 Kalipuro (Pelayaran Niaga), Kabupaten Banyuwangi, dirayakan dengan Arak-Arakan Jodang Kembang Ndog-ndogan.

    Acara ini menampilkan replika karya Pengurus OSIS Batalyon dan perwakilan kelas, diawali kirab Drum Band Blue Sailor, dan ditutup dengan penampilan Hadrah, pada Kamis (25/09/25).

    Kirab dimulai dari Balai Kelurahan Kalipuro, dilepas oleh Kasi Pemerintahan dan Trantib Kantor Kecamatan Kalipuro, Plt Lurah Yanuar Pribadi, SE, didampingi Kepala Sekolah Suliha, M.Pd dan KTU Bobi Ananta, S.AP.

    Tepat pukul 07.17, arak-arakan melewati perkampungan dan disambut hangat warga. Warga menerima pembagian kembang telur, sambil disambut salam santri MI Darusalam dan keluarga di KUA.

    Kegiatan diikuti 300 taruna-taruni, 90 persen berasal dari luar kota dan pulau seperti Madura, NTB, Bali, dan Kalimantan, yang menuntut ilmu di bidang nautika, pengelasan, teknik, dan boga.

    Replika jodang dilombakan, dengan juara pertama diraih Pengurus Batalyon yang membuat Tongkang Boat lengkap dengan pelampung.

    Juara kedua diraih hasil kolaborasi kelas XI Pengelasan dan Boga dengan kue tart bersusun, sementara juara ketiga adalah kelas XI Nautika Kapal Niaga yang mengibarkan bendera One Piece, sosok bajak laut dari Jepang.

    Replika lain menampilkan pabrik INKA, perhotelan Mitra Dudi yang bekerja sama dengan SMKN Kalipuro, masjid, Ka’bah, serta bebek yang filosofinya berbeda dengan ayam: bila bertelur atau beramal tidak riya, sementara ayam selalu ramai diumumkan.

    Selama proses pembuatan jodang, digelar lomba baca puisi yang dimenangkan Faras dari Genteng, Cleo dari Kalimantan, dan Ganesha dari Maluku.

    Maulid Nabi SMKN Kalipuro

    Ketua Panitia HM Shodiqiin, S.Pd, MM, membuka sambutan dengan pekik “semangat pagi” yang disambut yel-yel dan sholawat Asyifa.

    Ia menjelaskan inti kegiatan Maulid adalah pembentukan karakter dan cinta Rasulullah Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah, serta mengenalkan tradisi Kembang Ndog yang diperkenalkan Kyai Faqih dari Cemoro Songgon.

    Filosofi kembang dijelaskan: bunga yang harum adalah nama yang baik, cangkang telur ibarat Islam, putihnya iman, dan kuningnya ihsan.

    “Pengalaman peringatan Maulid di Bumi Blambangan sangat berkesan bagi mereka yang bekerja di lautan dan kembali ke kampung halaman,” tutur pengurus PERGUNU yang pernah mengajar 20 tahun di Belu, perbatasan Timor Timur.

    Usai arak-arakan, taruna-taruni berkumpul di aula untuk siraman rohani Maulid oleh Habib Muchsin Baharun. Acara juga diisi sholawatan, asyarakal, gema wahyu Illahi, penampilan jawara baca puisi, dan kultum bahasa Inggris.

    Rangkaian kegiatan disiarkan live via TikTok sekolah, memungkinkan guru, tenaga kependidikan, serta keluarga yang berada di Surabaya, Semarang, maupun jauh lainnya memantau anak-anaknya.

    Kepala SMKN 1 Kalipuro, Suliha, M.Pd, mengapresiasi semarak kiprah taruna (80 persen) dan taruni (20 persen), serta memberi penghargaan kepada Ketua Panitia, guru matematika yang berhati sastra.

    “Kami berharap anak-anak menjadi lebih beradab dengan akhlaqul karimah, didukung disiplin sekolah. Adab lebih tinggi dari ilmu, contohnya diam dan mendengarkan saat orang berbicara,” tutur Suliha, mantan guru Bahasa Indonesia di SMKN 1 Banyuwangi.

    Dalam maudhah hasanah, Habib Muchsin menyampaikan kegembiraannya bertemu para kader bangsa yang semangat hijrah menuntut ilmu demi cita-cita. “Kami doakan kalian menjadi kebanggaan orangtua serta bahagia dunia dan akhirat!” tuturnya, yang diamini hadirin.

  • Lomba Baca Puisi Porseni MI Kecamatan Rogojampi 2025, Para Peserta Tampil Penuh Penghayatan dan Pesona

    Lomba Baca Puisi Porseni MI Kecamatan Rogojampi 2025, Para Peserta Tampil Penuh Penghayatan dan Pesona

    Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Ibtidaiyah (Porseni MI) tingkat Kecamatan Rogojampi resmi digelar di Madrasah Ibtidaiyah Pengatigan pada Rabu (19/02/2025).

    Acara ini diikuti oleh berbagai madrasah ibtidaiyah dari seluruh kecamatan, yang mengirimkan siswa-siswinya untuk berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga dan seni.

    Porseni MI ini bukan hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan membangun karakter siswa sejak dini.

    Ajang tahunan ini dibuka oleh pengawas, Muhammad Syairofi, yang dalam sambutannya berhasil menggugah semangat para peserta Porseni.

    Dari sekian banyak cabang yang dilombakan, ada satu kompetisi yang cukup menyedot perhatian, yaitu lomba baca puisi yang terbagi atas kategori putra dan putri.

    Lomba diawali dengan pembacaan aturan, teknis, serta pengenalan para dewan juri yang dilakukan oleh koordinator lomba.

    Adapun dalam lomba ini, panitia penyelenggara menghadirkan tiga juri kompeten di bidangnya, yaitu Dwi Ilmawati dari MI Miftahul Ulum Mangir; Diah Galuh K dari MI Kedaleman, serta Maulana Affandi, S.S, direktur Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus pemimpin redaksi media literasi sastrawacana.id/.

    Kehadiran para juri dari pegiat sastra ini memberikan nilai lebih karena peserta tidak hanya dinilai secara teknis tetapi juga diberikan wawasan mengenai seni membaca puisi yang lebih dalam.

    Beberapa peserta yang mengikuti lomba puisi tampak bersemangat dengan aksi panggung yang memukau.

    Mereka tidak hanya membacakan puisi, tetapi juga menampilkan ekspresi dan gestur yang mendukung isi puisi yang mereka bawakan.

    Setelah semua unjuk gigi, Maulana Affandi sebagai perwakilan juri memberi apresiasi dan sedikit pengetahuan kepada para peserta.

    Beberapa pesan disampaikan, termasuk agar memperhatikan tempo dan intonasi. Menurutnya, puisi bukan ajang untuk adu suara, tapi bagaimana isi dari bacaan itu sampai ke penonton atau pendengar.

    "Pembacaan puisi yang baik bukan hanya soal vokal saja, tetapi juga bagaimana penyampaian makna kepada pendengar," katanya.

    Kemudian, ia juga menambahkan jika ajang ini menjadi bukti bahwa anak-anak madrasah memiliki potensi besar dalam dunia seni, khususnya sastra.

    Juri lainnya, Dwi Ilmawati, mengungkapkan bahwa dari tahun ke tahun terjadi peningkatan kualitas peserta dalam bidang puisi, terutama dalam hal penghayatan.

    "Setiap tahun sangat terlihat peningkatannya. Anak-anak yang mengikuti lomba puisi tahun ini semakin kreatif dan baik penampilannya. Momen ini bisa dijadikan contoh serta inspirasi bagi siswa lainnya yang ingin mengikuti lomba puisi di event lainnya," ujarnya.

    Sementara itu, juri lainnya, Diah Galuh K, memberikan apresiasi terhadap penampilan peserta yang dinilainya menarik dan penuh usaha.

    Namun, ia juga mencatat beberapa kendala yang masih perlu diperbaiki oleh peserta, seperti rasa percaya diri yang kurang serta beberapa peserta yang terburu-buru dalam membacakan puisi.

    "Ada yang kurang percaya diri, tapi secara keseluruhan sudah bagus. Beberapa peserta sempat mengalami kesulitan karena terburu-buru. Harapannya, bakat dan kepercayaan diri mereka bisa terus dikembangkan dan tidak mudah putus asa," tuturnya.

    Porseni MI Kecamatan Rogojampi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun semangat kebersamaan, sportivitas, serta kreativitas siswa madrasah ibtidaiyah.

    Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan acara ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan, khususnya di tingkat madrasah ibtidaiyah.

  • Lomba Cipta Puisi Nasional 2023 – Menyongsong Indonesia Emas Lewat Sastra

    DEMI menyukseskan helatan Festival Bahasa dan Sastra 2023, Media Indonesia mengadakan Lomba Cipta Puisi Nasional.

    Tema lomba ialah Menyongsong Indonesia Emas Lewat Sastra. Pemuisi Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, dapat ambil bagian.

    Melalui lomba tahunan ini, diharapkan para peserta mampu menghadirkan karya-karya inspiratif yang akan mendukung pemajuan perpuisian Indonesia ke depannya.

    Juga dapat menyajikan karya yang memiliki nilai kebangsaan, menghibur, dan mengedukasi.

    Dewan juri dalam Lomba Cipta Puisi ini ialah Penyair dan Editor Puisi Media Indonesia Iwan Jaconiah, Penyair Nasional Acep Zamzam Noor, dan Tokoh Senior Diaspora Indonesia Prof. Dr. Sudaryanto. Sedangkan tim kurator, yaitu Renggi Putrima (Produser Metro TV) dan Wandi Yusuf (Editor Medcom.ID).

    SYARAT & KETENTUAN

    • Peserta adalah warga negara Indonesia dan diaspora Indonesia di luar negeri.
    • Pelajar/mahasiswa/umum berusia 17 tahun ke atas. Dibuktikan dengan foto kartu pelajar/ mahasiswa/ KTP/paspor/buku tabungan.
    • Sesuai tema Menyongsong Indonesia Emas 2045 Lewat Sastra.
    • Puisi asli, bukan jiplakan/adaptasi/saduran/terjemahan dari bahasa-bahasa asing.
    • Naskah puisi belum pernah dipublikasi di berbagai media massa nasional/lokal/media sosial, dan medium lainnya.
    • Naskah puisi tidak sedang dikirim ke media atau kompetisi lain.
    • Mengirimkan minimal lima (5) karya puisi sesuai tema lomba.
    • Karya diketik dalam format A4, 12 font size, margin normal, jarak 1,5 spasi, dan tidak dalam versi PDF.
    • Naskah tidak mengandung unsur pornografi dan kebencian, tidak mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), juga tidak bias gender.
    • Setiap peserta wajib mengikuti salah satu akun media sosial Media Indonesia (Instagram/Twitter: @mediaindonesia; Youtube/Facebook: Media Indonesia; TikTok: @media_indonesia).
    • Keputusan pemenang lomba tidak dapat diganggu gugat.
    • Pelayanan penerimaan naskah lomba tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.

    PROSEDUR PENGIRIMAN NASKAH

    • Naskah diterima paling lambat pada 20 Oktober, pukul 23.59 WIB.
    • Naskah dikirim melalui akun email: [email protected].
    • Tidak ada surat-menyurat dengan dewan juri dan tim kurator untuk menjaga independensi.
    • Pengumuman juara dilakukan dalam perhelatan Festival Bahasa dan Sastra 2023 di Grand Studio Metro TV, pada 26-27 Oktober.

    APRESIASI PEMENANG

    • Juara 1 : E-Sertifikat Kejuaraan + Hadiah Rp3,5 juta.
    • Juara 2 : E-Sertifikat Kejuaraan + Hadiah Rp2,5 juta.
    • Juara 3 : E-Sertifikat Kejuaraan + Hadiah Rp1,5 juta.
    • Juara Harapan 1 : E-Sertifikat Kejuaraan + Hadiah Rp800 ribu.
    • Juara Harapan 2 : E-Sertifikat Kejuaraan + Hadiah Rp800 ribu.
    • Juara Harapan 3 : E-Sertifikat Kejuaraan + Hadiah Rp800 ribu.
    • 5 Finalis : E-Sertifikat Finalis.
    • 50 peserta terbaik : Dipublikasikan di Sajak Kofe – Media Indonesia.

    NARAHUBUNG

    Jillian Marcelina (+62 882-1289-4187).

  • Lomba Cipta Puisi Hari Pendidikan Nasional 2021

    Lomba Cipta Puisi Hari Pendidikan Nasional 2021

    Lomba Cipta Puisi Hari Pendidikan Nasional

    Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Penerbit Lintang Banyuwangi menyelenggarakan sebuah lomba cipta puisi dengan tema “Bangkit Pendidikan, Sejahtera Indonesia”

    Syarat dan Ketentuan

    • Kategori Pelajar (Pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Banyuwangi)
    • Kategori Umum (Mahasiswa dan Umum di Kabupaten Banyuwangi)
    • Puisi original, belum pernah dilombakan & tidak menyinggung SARA
    • Diketik dalam Ms. Word maksimal 1 halaman
    • Kirim ke email : [email protected]
    • Subjek email untuk kategori pelajar “Puisi Pelajar”
    • Subjek email untuk kategori umum “Puisi Umum”

    Hadiah Kategori Pelajar

    Juara 1

    Uang pembinaan Rp300.000 + Buku + Sertifikat Juara

    Juara 2

    Uang pembinaan Rp200.000 + Buku + Sertifikat Juara

    Juara 3

    Uang pembinaan Rp100.000 + Buku + Sertifikat Juara

    Hadiah Kategori Umum

    Juara 1

    Uang pembinaan Rp400.000 + Buku + Sertifikat Juara

    Juara 2

    Uang pembinaan Rp300.000 + Buku + Sertifikat Juara

    Juara 3

    Uang pembinaan Rp200.000 + Buku + Sertifikat Juara

    Pengiriman Naskah

    16 April 2021 – 16 Mei 2021

    Pengumuman Juara

    23 Mei 2021 (Via Webinar)

    Dewan Juri

    1. Marifatul Kamila

    – Anggota DPRD Banyuwangi Fraksi Golkar
    – Pegiat Literasi, Seni, dan Budaya.

    2. Maulana Affandi

    – Penulis Buku
    – Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi

    Narahubung

    – 081331076952 (Andi BS)
    – 089512642494 (Admin)