Tag: makalah

  • Makalah Sejarah Hukum Indonesia

    Makalah Sejarah Hukum Indonesia

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG

    Salah satu kegunaan sejarah hukum adalah untuk mengungkapkan fakta-fakta hukum tentang masa lampau dalam kaitannya dengan masa kini.

    Hal ini merupakan suatu proses, suatu kesatuan, dan satu kenyataan uang dihadapi, yang terpenting bagi ahli sejarah data dan bukti tersebut adalah harus tepat, cenderung mengikuti pentahapan yang sistematis, logika,jujur, kesadaran pada diri sendiri dan imajinasi yang kuat.

    Sejarah hukum merupakan bagian dari sejarah umumm. Sejarah menyajikan dalam bentuk synopsis suatu keterpaduan seluruh aspek kemasyarakatan dari abad kea bad, yakni sejak untuk pertama kali tersedia informasi sampa masa kini.

    1.2 PERUMUSAN MASALAH

    Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi prumusan masalah pada makalah ini adalah, apa yang dimaksud dengan sejarah hukum?

    1.3 TUJUAN MAKALAH

    Secara umum penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis salah satu materi pembelajaran hukum, khususnya sejarah hukum di Indonesia dari zaman belanda hingga saat ini.

    BAB II PEMBAHASAN

    2.1. SEJARAH

    Sejarah dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia.

    2.2. HUKUM

    Hukum adalah system yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi, dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana.

    Hukum pidana yang berupayakan cara Negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan dimana mereka akan dipilih.

    Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali pkeputusan dari pemerintah, sementara hukum internasionql mengatur persoalan antara berdaulat Negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan/tindakan militer

    2.3. SEJARAH HUKUM INDONESIA

    Sumbangan Von Savigny sebagai “Bapak Sejarah Hukum” telah menghasilkan aliran historis (sejarah). Cabang ilmu ini lebih muda usianya dibandingkan dengan sosiologi hukum.

    Apa yang sejak lama disebut sejarah hukum, sebenarnya tak lain daripada pertelaahan sejumlah peristiwa-peristiwa yuridisi dari zaman dahulu yang disusun secara kronologis, jadi adalah kronik hukum dahulu.

    Sejarah hukum yang demikian itupun disebut “antiquiteiter”, suatu nama yang cocok benar.

    Sejarah adalah suatu proses, jadi bukan suatu yang berhenti melaiknkan suatu yang bergerak; bukan mati. Melainkan hidup. Hukum sebagai gejala sejarah berarti tunduk pada pertumbuhan yang terus menerus.

    Pengertian tumbuh membuat 2 arti yaitu, perubahan dan stabilitas. Hukum tumbuh, berarti bahwa ada terdapat hubungan yang erat, sambung-menyambung atau hubungan yang tak terputus-putus antara hukum pada masa kini dan hukum pada masa lampau.

    Hukum pada masa kini dan hukum pada masa lampau merupakan suatu kesatuan.

    Itu berarti, bahwa kita dapat mengerti hukum kita pada masa kini, hanya dengan penyelidikan sejarah, bahwa mempelajari hukum secara ilmu pengetahuan harus bersifat juga mempelajari sejarah.

    Misal saja penelitian yang dilakukan oleh Mohd. Koesno tentang hukum adat setelah Perang Dunia II melalui beberapa pentahapan (periodisasi).

    Secara kronologi perkembangan tersebut dibaginya dalam beberapa tahap, yaitu:

    • Masa 1945-1950
    • Masa UUDS 1950
    • Masa 1959-1966
    • Masa 1966-sekarang

    Penetapan tersebut disertai analisis yang mendalam tentang kedudukan dan peranan hukum adat pada masa-masa tersebut.

    Mempelajari sejarah hukum memang bermanfaat, demikian yang dikatakan oleh Macauly bahwa dengan mempelajari sejarah, sama faedahnya dengan membuat perjalanan ke negeri-negeri yang jauh.

    2.4 PERANAN DAN FUNGSI SEJARAH HUKUM.

    Sebagai mana lazimnya moral yang terdapat pada pelajaran sejarah, maka study mengenai sejarah hukum ini akan mehasilkan keuntungan – keuntungan yang sama seperti orang mempelajari sejarah umum.

    Salah satu dari keuntungan tersebut adalah, bahwa pengetahuan kita mengenai system atau lembaga atau pengaturan hukum tertentu menjadi lebih mendalam dan diperkaya.

    Kekeliruan – kekeliruan baik dalam pemahaman, maupun penerapan suatu lembaga atau ketentuan hukum tertentu, diharapkan dapat dicegah dengan cara mendapatkan keuntungan tersebut diatas.

    Seperti telah dijelaskan diawal bahwa sejarah hukum merupakan salah satu bidang study hukum yang mempelajari perkembangan dan asal usul sistem hukum, mengungkap fakta dan membandingkan antara hukum yang lampau dengan hukum sekarang ataupun yang akan dating.

    Dalam peranannya sejarah hukum juga berusaha mengenali dan memahami secara sistematis proses – proses terbentuknya hukum, factor – factor yang menyebabkan dan sebagainya dan memberikan tambahan pengetahuan yang berharga untuk memahami fenomena hukum dalam masyarakat.

    Di samping itu sejarah hukum juga mempunyai kegunaan:

    Sejarah hukum dapat memberikan pandangan yang luas bagi kalangan hukum. Hukum tak akan mungkin berdiri sendiri, karena senantiasa dipengaruhi oleh aspek – aspek kehidupan lain, dan juga mempengaruhinya. Hukum merupakan hasil perkembangan dari salah satu aspek kehidupan manusia. Hukum masa kini merupakan hasil perkembangan dari hukum masa lampau dan hukum masa kini merupakan dasar bagi hukum masa yang akan dating. Sejarah hukum akan saling melengkapi pengetahuan dikalangan hukum.
    Hukum sebagai kadidah merupakan patokan perikelakuan atau sikap tindak yang sepantasnya. Patokan tersebut memberikan pedoman, bagaimana seharusnya manusia berkelakuan atau bersikap tindak, merupakan hasil dari perkembangan pengalaman manusia semnjak dahulu kala. Kaidah-kaidah hukum tersebut tahap demi tahap mengalami perombakan, peubahan, penyesuaian, pengembangan dan seterusnya. Sejarah hukum akan dapat mengungkapan apa sebabnya kaidah-kaidah pada masa kini mempunyai sifat dan isi tertentu. Tanpa sejarah hukum tak akan dapat dimengerti mengapa pasal 293 dan 534 KUHP misalnya berbunyi demikian, sehingga oleh sementara kalangan dianggap bertentangan dengan program keluarga berencana.
    Sejarah hukum juga berguna dalam praktik hukum. Sejarah hukum sangat penting untuk mengadakan penaksiran secara historical terhadap peraturan – peraturan tertentu.
    Dalam bidang pendidikan hukum, sejarah hukum akan sangat membantu mahasiswa untuk lebih memahami hukum yang dipelajarinya. Untuk penelitian hukum sejarah hukum juga berguna terutama untuk mengungkap kebenaran dengan kaitannya dengan masa lampau dan masa kini.
    Sejarah hukum dapat mengungkapkan fungsi dan efektifitas lembaga – lembaga hukum tertentu. Artinya pada situasi – situasi semacam apakah suatu lembaga hukum benar – benar dapat berfungsi atau malahan tidak berfungsi sama sekali. Ini sangan penting, terutama bagi pembentuk dan penegak hukum. Akhirnya sejarah hukum memberikan kemampuan, untuk dapat menilai keadaan – keadaan yang sedang dan memecahkan masalah – masalahnya.

    BAB III PENUTUP

    3.1. KESIMPULAN

    Dari makalah ini kita dapat mengetahui sejarah hukum di Indonesia sehingga kita dapat lebih mendalami dan memahami tentang hukum secara umum, sigkat, dan jelas. Yang kedepannya akan mendorong kita aga berhati-hati dalam bertindak.

    3.2. SARAN

    Demi kesempurnaan makalah ini kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan, agar makalah ini dapat menjadikan suatu pedoman untuk kalangan umum.

    Kami sebagai penyusun memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini. Atas kritik , saran, dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

    DAFTAR PUSTAKA

    Drs. C.S.T. Kansil, S.H. 1989, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta, PN Balai Pustaka

    R. Abdoel Djamali, S.H. 1984, Pengantar Hukum Indonesia, Bandung, Rajawali Pers
    R. Soeroso, S.H. 1992, Pengantar Ilmu Hukum, Bandung, Sinar Grafika

    Sumber: anasczr88.blogspot.com

  • Contoh Makalah Komunikasi Lintas Budaya

    Contoh Makalah Komunikasi Lintas Budaya

    BAB I PENDAHULUAN

    Masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam keberagaman seperti agama, bangsa ras, bahasa, adat istiadat dan sebagainya.

    Indonesia terkenal dengan keberagaman budayanya. Budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat.

    Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna dan diwariskan dari generasi ke generasi, melalui usaha individu dan kelompok.

    Komunikasi diperlukan untuk mengenal budaya yang satu dengan budaya yang lainnya.

    Dengan berkomunikasi seseorang dapat memahami perbedaan antar budaya yang satu dengan yang lainnya. Komunikasi dan budaya mempunyai hubungan timbal balik.

    Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan komunikasi pun selalu menentukan budaya.

    Komunikasi antar budaya terjadi jika bagian yang terlibat dalam kegiatan komunikasi membawa latar belakang budaya pengalaman yang berbeda dan mencerminkan nilai yang dianut oleh kelompoknya.

    Berkomunikasi merupakan kebutuhan yang fundamental bagi seseorang yang hidup bermasyarakat, tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat, maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi.

    Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun kelompok kecil.

    BAB II PEMBAHASAN

    A. Pengertian Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya.

    Ketika komunikasi tersebut terjadi antara orang-orang berbeda bangsa(international), antaretnik(interethnical), kelompok ras(interracial), atau komunikasi bahasa(intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.

    Menurut Liliweri (2003:9), dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Antarbudaya, memberikan definisi komunikasi antarbudaya atau komunikasi lintas budaya sebagai pernyataan diri antarpribadi yang paling efektif antar dua orang yang saling berbeda latar belakang budayanya.

    Komunikasi Lintas Budaya dalam pengertian yang lebih luas lagi, merupakan pertukaran pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya.

    B. Fungsi Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya memiliki fungsi penting, terutama ketika seseorang mulai menjalin hubungan bilateral, trilateral, atau multilateral.

    Secara khusus, komunikasi lintas budaya berfungsi untuk mengurangi ketidakpastian komunikasi antarorang, antarsuku, dan antarbangsa yang berbeda budayanya.

    Ketika memasuki wilayah(daerah) orang lain, seseorang dihadapkan dengan orang-orang yang sedikit atau banyak berbeda, ditinjau dari aspek sosial, budaya, ekonomi dan status lainnya.

    C. Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya sangat penting, terutama untuk mencapai hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.

    Pentingnya komunikasi lintas budaya untuk membangu hubungan internasional yang serasi dapat ditemukan contohnya dari hubungan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

    Hubungan kedua negara tersebut berjalin harmonis sejak 1884, ketika pemerintah Amerika Serikat mengirim warganya yang menjadi konsumen pertama produk property buatan korea selatan.

    Dari fenomena hubungan ekonomi Amerika Serikat-Korea Selatan, diketahui bahwa produktivitas dan profitabilitas meningkat ketika organisasi mampu menyerap budaya dan mengomunikasikan harapan secara jelas.

    Bagi banyak Negara, proses komunikasi yang ditunjukkan kedua Negara tersebut dijadikan sebagai replikasi untuk mencapai kemajuan dalam menjalin hubungan internasional.

    Replikasi tersebut tidak terbatas hanya dalam hubungan perdagangan saja, melainkan juga hubungan pertukaran pelajar, kegiatan riset dan kebudayaan, hingga masalah pertahanan keamanan.

    Kunci keberhasilan ini terletak pada aspek koorientasi yang diperlihatkan kedua belah pihak.

    Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga menentukan cara berkomunikasi kita yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan dan norma yang ada pada masing-masing budaya.

    Sehingga sebenarnya dalam setiap kegiatan komunikasi kita dengan orang lain selalu mengandung potensi Komunikasi Lintas Budaya atau antar budaya, karena kita akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu.

    Perbedaan-perbedaan ekspektasi budaya dapat menimbulkan resiko yang fatal, setidaknya akan menimbulkan komunikasi yang tidak lancar, timbul perasaan tidak nyaman atau timbul kesalahpahaman.

    Akibat dari kesalahpahaman-kesalahpahaman itu banyak kita temui dalam berbagai kejadian yang mengandung etnosentrisme dewasa ini dalam wujud konflik-konflik yang berujung pada kerusuhan atau pertentangan antaretnis.

    Sebagai salah satu jalan keluar untuk meminimalisir kesalahpahaman-kesalahpahaman akibat perbedaan budaya adalah dengan mengerti atau paling tidak mengetahui bahasa dan perilaku budaya orang lain, mengetahui prinsip-prinsip Komunikasi Lintas Budaya dan mempraktikkannya dalam berkomunikasi dengan orang lain.

    D. Definisi Budaya

    Secara etimologj, budaya berasal dari bahasa sanskerta. Buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal).

    Selanjutnya, budaya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

    Berbudaya berarti mempunyai budaya, mempunyai pikiran dan akal budi untuk memajukan diri.

    Kebudayaan diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budi.

    Budaya dalam bahasa Inggris disebut culture, yang berasal dari kata latin, colere, yang berarti mengolah atau mengerjakan, dan bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.

    Kata culture juga merupakan kata lain dari occult yang berarti benak dan pikiran.

    The American Herritage Dictionary mengartikan culture sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang ditransmisikan melalui kehidupan sosial, seni, agama, dan kelembagaan.

    Budaya dari bahasa latin, yakni dari akar kata cultura. Dalam bahas Perancis, la Culture berarti esemble des aspects intellectuals d’une civilization (serangkaian bidang intelektual dalam sebuah peradaban).

    Budaya adalah suatu konsep yang mencakup berbagai kompenen yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan hidupnya sehari-hari (Purwasito, 2003:95).

    Edward B. Taylor mendefinisikan budaya sebagai keseluruhan sistem yang kompleks, yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan yang diperoleh dan dipelihara manusia sebagai anggota masyarakat.

    Williams mendefinisikan bahwa budaya mencakup organisasi produksi, struktur lembaga, yang mengekspresikan atau mengatur hubungan sosial, dan bentuk-bentuk komunikasi khas antaranggota masyarat.

    Trenholm dan Jensen (1992:238) mendefinisikan budaya sebagai seperangkat nilai, kepercayaan, norma, adat istiadat, aturan, dan kode yang secara sosial mendefinisikan kelompok orang yang memilikinya, mengikat mereka satu sama lain dan memberi mereka kesadaran bersama.

    E. Karakteristik Budaya dan Komunikasi

    Ada tiga karakteristik penting dari kebudayaan, yaitu kebudayaan itu dapat dipelajari, kebudayaan itu dapat dipertukarkan, dan kebudayaan itu tumbuh serta berubah (Hebding dan Glick, 1991, hlm. 45).

    1. Kebudayaan itu Dipelajari
    Kita sebut kebudayaan itu dapat dipelajari karena interaksi antarmanusia ditentukan oleh penggunaan simbol, bahasa verbal maupun nonverbal.

    Tradisi budaya, nilai-nilai, kepercayaan, dan standar perilaku semuanya diciptakan oleh kreasi manusia dan bukan sekadar diwarisi secara instink, melainkan melalui proses pendidikan dengan cara-cara tertentu menurut kebudayaan.

    Setiap manusia lahir dalam suatu keluarga, kelompok sosial tertentu yang telah memiliki nilai, kepercayaan, dan standar perilaku yang ditransmisikan melalui interaksi di antara meraka (sosialisasi).

    2. Kebudayaan itu Dipertukarkan
    Di samping dipelajari, kebudayaan itu juga dipertukarkan. Istilah pertukaran merujuk pada kebiasaan individu atau kelompok untuk menunjukkan kualitas kelompok budayanya.

    Dalam interaksi atau pergaulan antarmanusia setiap orang mewakili kelompoknya lalu menunjukkan kelebihan-kelebihan budayanya dan membiarkan orang lain untuk mempelajarinya.

    Proses pertukaran budaya dilakukan melalui mekanisme belajar budaya yang mengakibatkan para ibu yang berasal dari Sunda dan Jawa dapat belajar memasak jagung bose (masakan jagung yang bercampur santan kelapa) dan sebaliknya para ibu dari Timor dan Flores belajar membuat oncom dan bajigur dari Sunda.

    3. Kebudayaan Tumbuh dan Berkembang
    Setiap kebudayaan terus ditumbuhkembangkan oleh para pemilik kebudayaannya, oleh karena itu ada yang mengatakan bahwa kebudayaan ituterus mengalami perubahan.

    Oleh karena itu, kita menyebut kebudayaan itu berbuah semakin rinci (kompleks) dan kemudian dikomunikasikan dari satu generasi ke generasi lain.

    Tenun ikat dari Ended an Lio di Flores mula-mula di tenun dengan benang yang di celupkan ke dalam nila.

    Akibat perkembangan teknologi industri maka lama kelamaan nila mulai ditinggalkan dan para penenun memakai benang sutera sehingga dapat menghasilkan tenun ikat berkualitas ekspor.

    F. Dimensi Dan Unsur Budaya

    Budaya memiliki dimensi yang sangat luas, bahkan dapat dikatakan seluas dan serumit kehidupan manusia itu sendiri.

    Tetapi, untuk kepentingan ilmiah, kebudayaan dikelompokkan ke dalam beberapa unsur penting, yaitu:

    1. Sistem religi (agama) dan upacara keagamaan

    Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.

    Dalam memahami unsur religi sebagai kebudayaan manusia tidak dapat dipisahkan dari religious emotion atau emosi keagamaan.

    Emosi keagamaan adalah perasaan yang ada di dalam diri manusia yang mendorongnya melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius.

    Dalam sistem religi terdapat tiga unsur yang harus dipahami selain emosi keagamaan, yakni sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi itu.

    2. Sistem pengetahuan

    Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia.

    Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan yang bersifat empiris.

    3. Bahasa

    Bahasa terdiri dari susunan kata-kata. Kata-kata disusun oleh simbol sehingga bahasa merupakan susunan berlapis-lapis dari simbol yang ditata menurut ilmu bahasa.

    Karena simbol-simbol itu berasal dari bunyi, ucapan yang dibentuk oleh sebuah kebudayaan maka kata-kata maupun bahasa dibentuk pula oleh sebuah kebudayaan.

    Jadi, bahasa merupakan komponen budaya yang sangat penting yang mempengaruhi penerimaan dan perilaku manusia, perasaan dan kecenderungan manusia untuk bertindak mengatasi dunia sekeliling.

    Dengan kata lain, bahasa mempengaruhi kesadaran, aktivitas dan gagasan manusia, menentukan benar atau salah, moral atau tidak bermoral, dan baik atau buruk.

    4. Kesenian

    Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia terhadap keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga.

    Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.

    5. Sistem mata pencarian

    Perhatian para antropolog masa awal pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah mata pencaharian tradisional, diantaranya, berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam di ladang, dan menangkap ikan.

    6. Sistem teknologi dan peralatan

    Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.

    Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat dan mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

    Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat perdesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu senjata, wadah, alat-alat menyalakan api, makanan, pakaian, tempat berlindung dan perumahan, alat-alat transportasi.

    G. Fungsi Dasar dari Budaya

    Inti penting dari budaya adalah pandangan yang bertujuan untuk mempermudah hidup dengan “mengajarkan“ orang-orang bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungannya.

    Budaya berperan untuk memperbaiki cara anggota kelompok suatu budaya beradaptasi dengan ekologi tertentu dan hal ini melibatkan pengetahuan yang dibutuhkan orang supaya mereka dapat berperan aktif dalam lingkungan sosialnya.

    Sedangkan fungsi budaya menurut Sowell, yakni budaya ada untuk melayani kebutuhan vital dan praktis manusia, untuk membentuk masyarakat juga untuk memelihara spesies, menurunkan pengetahuan dan pengalaman berharga ke generasi berikutnya, untuk menghemat biaya dan bahaya dari proses pembelajaran semuanya mulai dari kesalahan kecil selama proses coba-coba sampai kesalahan fatal.

    Hal yang juga penting adalah bahwa budaya memenuhi kebutuhan dasar seseorang dengan menggambarkan dunia yang diramalkan di mana seseorang akan berdiri.

    Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengerti lingkungan sekitarnya. Seperti yang di tuliskan Haviland, “Bagi manusia, budayalah yang mengatasi dan mengarahkan perilaku.”

    Penulis Inggris mengungkapkan hal yang sama dengan lebih sederhana 200 tahun yang lalu, “Budaya membuat segala sesuatu jadi mudah”.

    Mudah, karena budaya melindungi orang dari yang tidak diketahui dengan menawarkan mereka suatu gambaran tentang semua aktivitas hidup.

    Walaupun mungkin orang dengan budaya yang berbeda akan menyimpang dari gambaran ini, paling tidak mereka tahu apa yang diharapkan budaya pada mereka.

    H. Pola Budaya

    Pola Budaya (cultural pattern) atau arketipe, dapat dideskripsikan sebagai “gambaran yang sangat luas dari susunan dunia dan hubungan seseorang dengan susunan tersebut.

    Maksudnya, hubungan seseorang dengan kebudayaan yang lebih besar menjadi relevan ketika menginterprestasikan makna.

    Tindak tutur, episode hubungan, dan naskah kehidupan dapat dipahami dalam level budaya.

    Hal ini menjadi lebih penting ketika dua orang dari dua budaya yang berbeda berusaha untuk memahami perkataan satu sama lain.

    Judith Martin dan Thomas Nakayama (2004) menyatakan bahwa budaya Amerika Serikat mendorong adanya individualisme atau pandangan dimana kepentingan individu didahulukan daripada kepentingan kelompok. Individualism berfokus pada kebebasan dan inisiatif.

    Budaya yang lain (seperti Kolombia, Peru, dan Taiwan) menekankan kolektivisme (collectivism), atau pandangan dimana kepentingan kelompok harus didahulukan daripada kepentingan pribadi.

    Kesulitan akan muncul ketika dua orang dari sudut pandangan yang berbeda ini menginterprestasikan makna dari sudut pandang mereka.

    Karenanya, budaya membutuhkan kesamaan makna dan nilai.

    I. Hubungan Komunikasi Dengan Budaya

    Komunikasi dan budaya tidak dapat dipisahkan, karena komunikasi dan budaya adalah dua hal yang berbeda.

    Komunikasi adalah proses penyampaian pesan di antara para pelaku komunikasi dengan tujuan untuk saling memahami satu sama lain.

    Sedangkan budaya dapat dikatakan sebagai cara berperilaku suatu komunitas masyarakat secara berkesinambungan.

    Namun demikian komunikasi dan budaya eksistensinya saling berkaitan.

    Suatu budaya dapat dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus melalui proses komunikasi.

    Di sini, komunikasi berfungsi sebagai alat penyebaran tradisi dan nilai-nilai budaya.

    Komunikasi dan budaya adalah dua entitas tak terpisahkan, sebagaimana yang dikatakan Edward T. Hall, bahwa budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya.

    J. Problematika Kebudayaan Indonesia

    Menelusuri permasalahan kebudayaan di Indonesia, akan ditemukan sebuah fenomena yang biasa dihadapi, yaitu kerendahan diri masyarakat Indonesia terhadap kebudayaannya sendiri.

    Kerendahan diri ini muncul dari hubungan antara kebudayaan barat dengan kebudayaan daerah di Indonesia.

    Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di Indonesia sebagai pihak inferior.

    Problem kebudayaan saat ini antara lain, terjadinya pemahaman budaya yang cenderung keliru.

    Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya antargenerasi yang terus menerus terjadi.

    Padahal, sebagai sistem gagasan yang terdiri dari nilai-nilai, norma dan aturan, kebudayaan harus dilihat dalam tiga aspek sekaligus, masing-masing proses pembelajaran, konteks, dan pelaku pendukung kebudayaan.

    Ketiga aspek tersebut dapat menentukan seberapa besar dan kuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan lebih baik.

    BAB III PENUTUP

    Kesimpulan

    Dunia yang luas terdiri dari berbagai negara tentu saja memiliki beraneka ragam corak budaya.

    Indonesia termasuk di dalamnya yang memberikan corak budya tersendiri.

    Faktor geografis merupakan salah satu faktor mengapa Indonesia memiliki beranekaragam budaya.

    Luas Indonesia yang sebagian besar adalah luas lautan menjadikan wilayah Indonesia secara topografi terpisah menjadikan ciri khas atau perbedaan budaya dari masing- masing daerah.

    Budaya antar wilayah Indonesia berbeda melainkan tetap dalam satuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Tidak ada batasan antara budaya dan komunikasi, seperti yang dinyatakan Hall, “Budaya adalah komunikasi,dan komunikasi adalah budaya”.

    Dengan kata lain ketika membahas budaya dan komunikasi sulit untuk memutuskan mana yang menjadi suara dan mana yang menjadi gemanya.

    Alasannya adalah karena anda “mempelajari” budaya anda melalui komunikasi dan pada saat yang sama komunikasi merupakan refleksi budaya anda.

    Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

  • Contoh Makalah Tentang Masalah Lingkungan Hidup

     
     
    MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
     
    Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi
    Dosen pengampu: Bambang Sudarsono, S.Si, M.Pd

     

     

    Disusun oleh:
    1. Riski Aditiya      (123456789)
    2. Yulianto (123456789)

     

     

    PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN
    UNIVERSITAS YOGYAKARTA
    2022
     

     

     

    KATA PENGANTAR

     

     

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat, rahmat, dan hidayah-nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Masalah Lingkungan Hidup” ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini sehingga dapat selesai pada waktunya. Makalah ini telah disusun semaksimal mungkin, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, penulis mohon maaf. Demikian dari penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, kritik dan saran kami harapkan agar dapat meningkatkan kualitas pembuatan makalah berikutnya, terima kasih.

     

     

    Yogyakarta, Januari 2022

     

    Penyusun
     
     
     
    BAB I
    PENDAHULUAN

     

     

    A. Latar Belakang

    Manusia bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara.

    Lingkungan yang sehat akan terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik.

    Lingkungan hidup dimasa sekarang perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah-masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan yang terjadi di berbagai daerah.

    Secara garis besar komponen lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air dan udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).

    B. Rumusan Masalah

    1. Bagaimana Perilaku Manusia dan Pengaruhnya bagi Lingkungan?
    2. Apa saja Berbagai Gejala Alam dan Cara Penanggulangannya?

    C. Tujuan

    Adapun tujuan yang dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan hidup serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
     

     

    BAB II
    PEMBAHASAN

     

    A. Masalah-Masalah Lingkungan Hidup

    Setelah sekian lamanya manusia baru mulai menaruh perhatian yang besar terhadap lingkungan hidupnya sekitar tahun 1970-an, yaitu setelah diadakannya konferensi PBB tentang lingkungan hidup manusia untuk pertama kalinya di Stockholm., Swedia pada tahun1972.

    Demi perhatian terhadap kondisi lingkungan hidup konferensi tersebut menyetujui dibentuknya sebuah badan khusus PBB yang bertugas mengurus permasalahan mahluk hidup, yaitu United Nation Environmental Programe (UNEP).

    Hal itu menunjukan bahwa masalah lingkungan merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama-sama pula.

    Sebagai contoh, terjadinya pencemaran udara sehingga dapat merusak lapisan ozon dan dampaknya akan dirasakan oleh seluruh umat manusia di bumi. (Sumadi, 2006:111)

    Pengertian lingkungan hidup antara lain adalah sebagai berikut. (Sumadi, 2006: 112)


    1. St. Munajat Danusaputra: Lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktifitasnya. Yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.

    2. Otto Soemarwoto: Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.
    Berdasarkan pengertian para ahli tersebut, dapat diketahui bahwa lingkungan hidup merupakan suatu sistem kompleks dalam sebuah ruang. Sementara itu, ruang merupakan tempat bagi komponen-komponen lingkungan hidup dalam melakukan setiap proses, yaitu saling mempengaruhi (interaksi), saling berhubungan (interelasi), dan saling ketergantungan (interpendensi)
     

    Komponen-komponen lingkungan hidup tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah mahluk hidup yang meliputi hewan, tumbuhan, dan manusia. Komponen abiotik adalah benda-benda tak hidup, atara lain air, tanah, batu, udara, dll.

    Adapun masalah-masalah dalam lingkungan hidup, yaitu:

    1. Eksplorasi penduduk.
    2. Persoalan pangan.
    3. Persoalan limbah.
    4. Masalah SDA. (Sumadi, 2006:114)

     

    B. Perilaku Manusia dan Pengaruhnya bagi Lingkungan

    Manusia tidak akan dapat hidup sendirian tanpa adanya tumbuhan dan binatang di sekitarnya yang menjadi komponen lingkungan hidup. Manusia dan lingkungan hidup memiliki hubungan yang sangat erat.

    Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh besar satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif.

    Manusia memiliki kemampuan eksploitatif terhadap alam, sehingga mampu mengubahnya sesuai dengan yang dikehendakinya walaupun alam tidak memiliki keinginan dan kemampuan aktif-eksploitatif terhadap manusia, namun pelan tapi pasti, apa yang terjadi pada alam langsung atau tidak langsung, akan terasa pengarunya bagi kehidupan manusia.

    Lingkungan yang indah dan lestari akan membawa pengaruh positif bagi kesehatan dan keselamatan manusia.

    Sebaliknya lingkungan yang rusak akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia. Tindakan eksploitatif-manipulatif terhadap alam akan mengakibatkan kerusakan terhadap alam. (Antonius Athosoki Gea, 2005:39).

    Contoh perilaku manusia yang dapat mempengaruhi Lingkungan.

     
    Menebang Hutan Secara Liar

    Menebang hutan secara liar dapat menimbulkan masalah-masalah lingkungan, yaitu seperti kerusakan hutan. Hutan manjadi gundul dan menjadi gersang. Berbagai flora dan fauna mungkin akan punah karena ulah manusia. Hutan yang telah gundul dapat mendatangkan bencana.

    Hutan yang gundul tidak dapat menahan air hujan yang turun, Sehingga hujan yang turun lebih banyak menjadi aliran permukaan yang akan mengikis permukaan tanah yang gundul tersebut. Permukaan tanah yang terkikis air hujan akan hilang lapisan humusnya sehingga akan menjadi tanah yang tandus.

    Ladang Berpindah

    Ladang berpindah merupakan proses membuka lahan dengan cara membakar hutan untuk kemudian lahan tersebut ditanami tanaman bahan pangan.

    Pada zaman dahulu , orang membakar hutan hanya membuka lahan untuk berladang tanaman bahan pangan.

    Disaat sekarang, orang membakar hutan untuk keperluan yang lebih besar, yaitu untuk lahan perkebunan bahan baku industri seperti perkebunan kelapa sawit, coklat, dan tebu.

    Dengan membakar daerah yang akan dijadikan ladang, Api dapat juga marambat ketempat lain, bahkan dapat menyebabkan kebakaran hutan.

    Dari kebakaran hutan tersebut sangatlah berpengaruh terhadap lingkungan, tentunya pengaruh yang negatif.

     
    Membuang Sampah Sembarangan

    Sampah menjadi masalah yang cukup serius bagi penduduk yang tinggal di kota besar. Sampah atau limbah adalah barang-barang buangan atau sisa-sisa kegiatan rumah tangga dan pabrik.

    Jika limbah dan sampah dibuang secara sembarangan maka akan menimbulkan masalah lingkunga.

    Sampah sisa kegiatan rumah tangga apabila dibuang ke sungai akan menimbulkan pedangkalan sungai, sehingga msnghambat aliran-aliran air yang akan berakibat terjadinya banjir.

    Demikian juga, apabila limbah sisa industri dibuang kesungai atau kelaut, akan menimbulkan pencemaran air sungai dan air laut yang akan merusak komunitas sungai dan laut, seperti ikan, gangga dan hewan laut lainnya.

    Jika air sudah tercemar maka para pencari ikan atau nelayan sudah kehilangan pekerjaannya. Masalah tersebut juga mempunyai dampak pada ekonomi para nelayan.

    Dari contoh-contoh perilaku manusia yang dapat merusak lingkungan, hal tersebut termasuk dalam masalah sosial.

    Tidak hanya lingkungan yang rusak tetapi menghimbas pada masalah lainnya, seperti ekonom dan sosiali.

    Contohnya: Karena penggundulan hutan yang dilakukan manusia maka dapat menimbulkan banjir. Hutan sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali, rumah-rumah rusak, terjadi ketimpangan sosial, kesehatan berkurang.

     

    C. Berbagai Gejala Bumi dan Penanggulangannya

    Bumi selalu berputar pada porosnya dan berputar pula mengelilingi matahari. Perputaran bumi sebenarnya sangat cepat. Akan tetapi mahluk hidup yang berada di planet bumi tidak begitu merasakan gerakannya.

    Hal ini disebabkan oleh bumi yang berputar secara tetap dan berputar bersama-sama dengan atmosfer yang menyelubunginya. Bumi yang selalu bergerak menimbulkan pergerakan-pergerakan pada lapisan-lapisan kulit bumi (lempeng bumi).

    Pergerakan antar lapisan bumi yang ada memiliki tekanan kecil. Apabila pergerakan suatu lempeng bumi memiliki tekanan yang kuat, maka akan mengakibatkan lempengan lain patah, retak, turun, menekuk, atau runtuh. (Tim Pena Cendekia, 2006:3)

    Gejala adalah hal (keadaan atau peristiwa) yang tidak biasa dan harus diperhatikan.

    Gejala alam menyangkut berbagai aktivitas alam yang memunculkan peristiwa alam.

    Gejala alam terjadi antara lain disebabkan oleh adanya pergerakan bumi yang menimbulkan gempa bumi, tanah longsor, dan penurunan permukaan tanah.

    Gejala alam pun dapat terjadi karena ulah manusia seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan. Semua itu akan menimbulkan gejala alam yang mengarah pada bencana alam.

     
    1. Berbagai Gejala Alam
     
    a. Hujan deras dan Banjir
     

    Hujan merupakan bagian dari gejala alam yang bisa terjadi dalam kehidupan. Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi. Hujan terjadi apabila massa udara yang mengandung uap air naik ke atas.

    Uap air itu kemudian mengalami titik jenuh dan pendinginan sehingga berubah menjadi titik-titik air (kondensasi). Titik air tersebut membentuk awan.

    Jika awan tersebut bertambah dingin, maka perlahan-lahan akan berat, dan akhirnya akan jatuh menjadi hujan.

    Hujan yang sangat deras bisa terjadi saat musim penghujan. Curah hujan yang turun kadang disertai oleh angin dan petir. Hal ini terjadi di seluruh wilayah indonesia.

    Hujan deras yang terus-menerus sepanjang hari akan menyebabkan terjadinya banjir.

    Yang dimaksud drngan banjir adalah peristiwa meluapnya air yang berlebihan di suatu tempat.hujan yang deras dapat juga mengakibatkan banjir bandang.

    Banjir bandang adalah banjir di permukaan tanah yang rendah atau sungai yang terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus dan muncul secara tiba-tiba.

    Banjir bandang terjadi saat mengalami penjenuhan daya serap air yang berlangsung cepat sehingga air tidak diserap oleh tanah. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah permukaan rendah. (Tim Pena Cendekia, 2006: 3)

    b. Angin jatuh atau Angin Fohn
     

    Angin jatuh atau angin fohn adalah angin yang berhembus ke atas puncak pegunungan dengan suhu yang terus berkurang.

    Angin tersebut melewati puncak dan berhembus turun sepanjang lereng gunung dengan suhu yang kembali naik dan tingkat kelembaban yang rendah.

    Angin yang turun serta bersifat panas dan kering inilah yang disebut angin jatuh atau angin fohn.

    Angin jatuh dapat merusak tanaman dan perkebunan karena sifatnya yang panas dan kering.

    Di Pasuruhan, Jawa Timur, angin jatuh disebut angin gendhing. Di Biak papua disebut angin wambraw.

    Di makassar angin jatuh disebut angin brubu. Di tegal dan cirebon angin jatuh disebut angin kumbang, di seli ( Sumatea Utara), angin jatuh disebut angin baharok. Angin jatuh di indonesia biasanya terjadi pada musim kemarau. (Sudjatmoko, 2006: 4)

    c. Tanah Longsor

    Sebagian wilayah indonesia merupakan daerah perbukitan atau pegunungan yang membentuk lahan miring.

    Timbulnya tanah longsor biasanya terjadi pada musim penghujan,. Namun, adakalanya tanah longsor terjadi karena penggundulan hutan yang gundul oleh sebab-sebab lain.

    Perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab seperti menebang hutan secara sembarangan atau pola penanaman yang kurang baik di daerah lereng turut mendorong terjadinya tanah longsor.

    d. Banjir Lumpur Panas di Sidoarjo

    Sejak tanggal 29 mei 2006 terjadi peristiwa banjir lumpur panas di Sidoarjo kasus ini berawal dari kegiatan pengeboran tanah yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas.

    Kegiatan eksplorasi pengeboran itu rencananya untuk memperoleh minyak dan gas. Namun, yang terjadi adalah semburan lumpur panas yang terus menerus dan sangat sulit untuk diatasi.

    Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Upaya yang dilakukan pemeintah dan PT Lapindo Brantas diantaranya dengan membuat tanggul, membuat waduk-waduk baru, dan mengalirkan luapan lumpur melalui Kali Porong hingga mencapai laut. Akan tetapi upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil. (Tim Pena Cindekia, 2006: 16)

    e. Tsunami

    Tsunami adalah gelombang laut yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Tsunami bisa juga ditimbulkan oleh kegiatan gunung berapi di bawah permukaan laut.

    Tsunami berasal dari bahasa jepang yang berarti “gelombang ombak lautan”. Tsunami dapat mengakibatkan kerusakan besar di daerah-daerah pantai.

    Tsunami diawali dengan terjadinya gempa, air laut surut. Setelah air surut, air laut kembali ke arah daratan dalam bentuk gelombang besar.

    Gelombang besar inilah yang mengakibatkan kehancuran, korban jiwa, dan kerugian harta benda. Gempa yang terjadi disertai tsunami sudah beberapa terjadi di indonesia.

    Tsunami pernah terjadi di Pulau Flores pada tahun 1992, Gempa bumi berkekuatan 7,5 skala richter disertai tsunami. Gempa bumi yang paling dahsyat terjadi pada tanggal 26 Desember 2004.

    Peristiwa ini terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatra Utara. Kekuatan gempa mencapai angka 9,0 skala richter.

    Korban jiwa yang meninggal dunia diperkirakan lebih dari 40.000 orang. Selain Nanggroe Aceh Darussalam, gempa dan tsunami terjadi pula di negara-negara Asia Selatan.

     
     

     

    BAB III
    PENUTUP

     

     

    A. Kesimpulan

    Perilaku manusia yang mengakibatkan masalah lingkungan hidup berupa erosi, banjir, penebangan liar, pencemaran lingkungan (baik pencemaran tanah, air dan udara).

    Tidak hanya merusak lingkungan sekitar tetapi masalah tersebut memberi dampak pada masalah ekonomi, sosial, budaya dan politik.

    Gejala alam adalah proses dari kejadian bencana alam. Berbagai gejala alam tersebut adalah, banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, badai, dan el nino.
     

     

    B. Saran

     

     
    Agar tidak timbulnya suatu masalah-masalah lingkungan hidup maka sebaiknya kita sebagai umat manusia menyayangi lingkungan hidup. Lingkungan yang indah dan lestari akan membawa pengaruh positif bagi kesehatan dan keselamatan manusia.
     
     
    DAFTAR PUSTAKA
     

    Antonius Athosoki Gea, 2005. Relasi dengan Dunia. Jakarta: Gramedia.
    Samadi. 2006. Geografi 2. Bogor: Quadra (online)

  • Pengertian dan Struktur Penulisan Makalah yang Benar

    Pengertian dan Struktur Penulisan Makalah yang Benar

    Pengertian Makalah

    Makalah adalah karya tulis yang sifatnya ilmiah dengan memuat hasil pemikiran atas suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.

    Makalah sengaja ditulis untuk disajikan sebagai bentuk karya ilmiah ataupun penelitian dengan tujuan tertentu.

    Adapun sifat dari makalah mencakup; objektif, adil, tidak memihak, berdasarkan fakta, memiliki data, sistematis, dan logis karena pada nantinya kebanyakan pembaca adalah orang-orang yang intelektual.

    Struktur Makalah

    1. Cover / Sampul Makalah

    Dalam bagian ini terdiri dari judul, logo Sekolah atau Universitas, nama mata kuliah, data lengkap penulis, anggota kelompok, jurusan, fakultas, dan tahun pembuatan makalah itu sendiri.

    2. Kata Pengantar

    Kata pengantar biasanya diawali dengan kalimat syukur dan pujian kepada Allah SWT. Selanjutnya, barulah diisi dengan sedikit gambaran mengenai makalah yang ditulis. Terakhir, kata pengantar selalu diisi dengan permintaan maaf jika ada yang kurang dan diharapkan untuk memberi kritik serta saran.

    3. Daftar Isi

    Sama halnya dengan karya tulis lainnya, atau buku, daftar isi ini tidak ada perbedaan. Sebab, pada dasarnya daftar isi bertujuan untuk pencantuman nomor halaman sehingga membuat pembaca lebih mudah menemukan materi yang diinginkan.

    4. BAB I : Pendahuluan

    Setelah daftar isi, maka selanjutnya adalah pendahuluan. Dalam pendahuluan, penulis akan memberikan beberapa informasi dasar, seperti rumusan masalah, metode penelitian, serta alasan mengapa makalah itu dibuat.

    5. BAB II : Pembahasan

    Pada bagian pembahasan, penulis akan mengupas tentang apa yang ditulisnya pada Bab I tadi. Nantinya, pembahasan inilah yang paling penting karena penulis akan menuangkan hasil penelitiannya sehingga bisa memberi informasi kepada pembaca.

    6. BAB III : Penutup

    Pada Bab penutup, penulis biasanya membuat sebuah kesimpulan dari apa yang dijelaskan pada Bab sebelumnya. Kesimpulan ini juga disertai dengan ungkapan rasa terima kasih atas pihak-pihak yang telah mendukung proses pembuatan makalah.

    7. Daftar Pustaka

    Daftar pustaka selalu berisi daftar referensi rujukan yang digunakan untuk membuat makalah. Referensi dapat berupa buku, jurnal, skripsi, data dari internet, dan sebagainya. Dalam menulis daftar pustaka, ada kaidah atau aturan penulisan yang harus dipatuhi.

    8. Lampiran

    Lampiran adalah salah satu nyawa dari makalah. Di mana, lampiran ini adalah sebagai data dan bukti bahwa penulis benar-benar melakukan penelitian. Pada bagian ini penulis bisa melampirkan data-data seperti foto-foto kegiatan.