Tag: maulid nabi

  • Ancak dan Kembang Ndog Warnai Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrahiem Rogojampi

    Ancak dan Kembang Ndog Warnai Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrahiem Rogojampi

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Baiturrahiem Rogojampi, Banyuwangi, kembali menghadirkan tradisi ancak berkat dan kembang ndog yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

    Tradisi tersebut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan 12 Rabiul Awal 1448 H yang digelar Rabu, 25 Agustus 2026.

    Ketua Takmir Masjid Baiturrahiem Rogojampi, Dr. H. Lukman Hakim, S. Ag, M. HI., mengatakan tradisi tersebut merupakan warisan baik yang dikembangkan para leluhur dan ulama Banyuwangi.

    Tradisi yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara itu, menurutnya, menjadi salah satu komitmen takmir untuk terus dilestarikan.

    “Yang jelas remaja masjid meng filter hiasan yang menyerupai barong, ogoh -ogoh maupun patung semacam berhala untuk menjaga Tauhid kita. Wabil khusus pasti ada sholawatan, berjanji asrokolan,” ungkap Lukman Hakim yang juga rektor Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi ini.

    Selain menjaga tradisi, rangkaian Maulid Nabi juga diisi dengan sholawatan dan kegiatan yang mengajak jamaah untuk meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

    Salah satu panitia, M. Fahris, S. Pd., menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan ratusan paket berkat untuk dibagikan kepada jamaah yang hadir.

    Anak-anak juga mendapatkan bagian dalam pembagian tersebut.

    “Kami juga menyiapkan 300 paket berkat. Jadi semua dapat termasuk anak+anak.Ada kembang ndoq sewu jadi semua bahagia senang memaknai kelahiran Rasulullah yang kita cintai dan rindukan,” tutur Pembina PMR dan UKS SMPN 3 Rogojampi tersebut.

    Peringatan Maulid Nabi tersebut juga menjadi kesempatan bagi sejumlah jamaah dari luar daerah untuk kembali merasakan suasana muludan yang pernah mereka alami pada masa kecil.

    Jamaah dari Bali dan Madura disebut turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Ahmad Cacuk Zuhri, salah seorang jamaah, mengungkapkan kedatangan mereka untuk mengenang suasana muludan tersebut terasa seperti mudik saat Lebaran.

    “Alhamdulillah dapat berkat nasi dan kue kesukaan istri sesuai amal dan perbuatan,” ucapnya sambil senyum.

    Sementara itu, pemerhati sejarah, seni dan budaya Yeti Chotimah, M. Art., menjelaskan sejarah tradisi kembang Ndog yang turut dipertahankan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.

    Menurutnya, tradisi kembang Ndog dipelopori KH Faqih, ulama asal Cemoro, Balak, Songgon yang telah menjadi pengurus PBNU sebelum Proklamasi Kemerdekaan.

    Tradisi tersebut juga memiliki filosofi yang menggambarkan nilai-nilai dalam ajaran Islam.

    Cangkang telur diibaratkan sebagai Islam, bagian putih telur sebagai iman, sedangkan kuning telur dimaknai sebagai ihsan.

    “Diharapkan telur Bebek yang diibaratkan beramal secara rahasia tanpa riya’ karena bebek setelah bertelur diam. Sedang ayam usai bertelur selalu koar berkokok bahwasanya habis memberi faedah manfaat ke makluk lainnya,” terang Ketua MGMP Bahasa Using SMP ini yang banyak menulis buku berbagai genre.

    Rangkaian kenduri selamatan kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin Imam Besar Masjid Baiturrahiem, KH. Hayatudin.

    Doa tersebut berisi harapan agar jamaah menjadi hamba yang saleh dan kelak diakui sebagai umat Rasulullah Muhammad SAW.

    Doa juga dipanjatkan agar berbagai persoalan sosial dan ekonomi mendapatkan solusi terbaik, diberikan kesehatan dan umur yang penuh keberkahan, serta dapat kembali ke pangkuan Ilahi Robbi dalam keadaan husnul khatimah. (Aguk Wahyu Nuryadi)

  • Lomba Pildacil dan Nasyid Semarakkan Maulid Nabi di MI Darunnajah 2 Tukangkayu

    Lomba Pildacil dan Nasyid Semarakkan Maulid Nabi di MI Darunnajah 2 Tukangkayu

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Darunnajah 2 Tukangkayu, Banyuwangi, berlangsung semarak pada Kamis (27/8), bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1448 H.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah kreativitas bagi para santriwati.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat, kegiatan menanam dan bercocok tanam, serta pengarahan terkait sekolah Adiwiyata yang disampaikan Kepala Madrasah Majidatul Himmah, S.Ag.

    Ia juga memimpin Mahallul qiyam bersama peserta sebelum kegiatan dilanjutkan dengan salat dhuha.

    Setelah itu, para santriwati menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia.

    Terdapat dua jenis perlombaan yang digelar dengan pembagian kategori kelas atas dan kelas bawah, yakni Pildacil dan Nasyid lagu islami.

    Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari pelatih ekstrakurikuler serta wali murid yang memiliki anak dengan prestasi dan talenta di berbagai bidang.

    Sementara itu, pengajian keluarga besar Darunnajah yang mencakup MI 1 untuk putra, MI 2 untuk putri, serta MTs Darunnajah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September.

    Kegiatan tersebut juga akan menjadi panggung bagi penampilan dari masing-masing lembaga, perseorangan, maupun kelas.

    “MC dari anak-anak mulai latihan serta prosesi awarding jawara,” tutur Mrs. Aida pada media ini saat pawai nuansa merah putih yang disemarakkan Drumband MTs dan bazar UMKM para wali murid, dilanjutkan dengan pengundian doorprize menarik dari berbagai sponsorship.

    Rangkaian kegiatan tersebut turut memperlihatkan keterlibatan para siswa dan wali murid, mulai dari pawai bernuansa merah putih, penampilan Drumband MTs, hingga bazar UMKM yang diikuti para wali murid.

    Acara kemudian ditutup dengan pengundian doorprize menarik dari berbagai pihak sponsor.

    “Alhamdulillah berkat kekompakan dan keikhlasan semua maka seluruh program berjalan lancar. Terima kasih segenap wali santri dan doa restu yayasan,” ucap Kamad yang sekaligus putri dari alm. KH Ma’shum Syafi’i ini sambil senyum dan siap siapkan talent menyongsong Porseni MI Jatim ini. (Bung Aguk)

  • TPQ Al-Ikhlas Rogojampi Peringati Maulid Nabi dengan Selawat dan Gebyar Seni

    TPQ Al-Ikhlas Rogojampi Peringati Maulid Nabi dengan Selawat dan Gebyar Seni

    TPQ Al-Ikhlas Dusun Krajan, Rogojampi, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu malam (21 Rabiul Awal 1447 H).

    Mengusung tema “Meneladani Sifat Nabi untuk Generasi Berkarakter Islami,” gelaran acara rutin tahunan ini semakin meriah dengan hiasan Jodang dan kembang telur karya para santri.

    Acara dibuka dengan hadrah dan pembacaan selawat dipimpin langsung oleh Pengasuh TPQ, Ustaz Zainul Adib, S.Pd.I bersama santri.

    Ustaz Zainul Adib, S.Pd.I, menegaskan bagaimana pentingnya meneladani akhlak Nabi di tengah perkembangan zaman.

    “Di era kemajuan zaman yang semakin canggih ini, perlu kiranya sebagai generasi penerus meneladani sifat dan ahlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

    Rangkaian acara berlangsung meriah. Santri-santri tampil membawakan selawatan, tilawah, hingga puisi. Hadirin yang didominasi wali santri tampak antusias menyaksikan penampilan putra-putrinya.

    Puncak acara diisi mauidah hasanah oleh Ustaz Moh. Amin, S.Pd., dari Kauman Rogojampi.

    Dalam ceramahnya, Ustaz Moh. Amin, S.Pd mengingatkan jamaah untuk selalu bersyukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dan memperbanyak selawat.

    “Kita harus bersyukur, karena Nabi Muhammad adalah manusia yang memiliki akhlak paling mulia. Bersyukur dengan cara selalu menyebut namanya lewat solawat serta menjaga dan memelihara syariat yang beliau bawa,” terangnya.

    Acara yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB itu ditutup dengan doa bersama. Di akhir kegiatan, Ustaz Zainul Adib menyampaikan pesan serta harapannya.

    “Semoga peringatan Maulid ini membawa keberkahan bagi kita semua dan kelak kita mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW,” tutup Ustaz Zainul Adib.

  • Tradisi Kembang Ndog Warnai Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Tradisi Kembang Ndog Warnai Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Kegiatan santunan bulanan untuk anak asuh non panti LKSA Khadijah yang berlokasi di Jalan MT Haryono 58 Banyuwangi, kembali digelar pada pekan kedua bulan September 2025.

    Bertepatan dengan masuknya bulan Maulid, jajaran pengurus menambahkan suasana khas dengan menghadirkan jodang kembang ndog, tradisi yang telah melekat kuat dalam perayaan Maulid di Banyuwangi, Jumat siang (12/09/25).

    Aguk Wahyu Nurhadi selaku Humas LKSA Khadijah sekaligus pembawa acara membuka kegiatan dengan memberikan penjelasan mengenai sejarah serta makna dari tradisi kembang ndog-ndogan.

    Ia menuturkan, tradisi ini merupakan gagasan KH. Faqih Cemoro, salah satu ulama besar pendiri NU yang berasal dari Desa Balak, Songgon.

    Kembang dimaknai sebagai simbol keindahan dan wewangian, yang melukiskan rasa bahagia umat Islam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan telur, terdiri atas tiga bagian: kulitnya melambangkan Islam, putihnya merepresentasikan Iman, dan kuningnya menjadi simbol ihsan.

    Aguk menambahkan, ada alasan khusus mengapa pengurus menyiapkan telur bebek alih-alih telur ayam.

    “Bebek ketika bertelur tidak berkoar, ibarat tangan kanan memberi tanpa diketahui tangan kiri. Sementara ayam selalu berkokok setiap kali bertelur, layaknya orang beramal namun penuh riya,” papar seniman sekaligus wartawan ini.

    Ia juga mengingatkan agar kembang ndog tidak dibuat menyerupai barong atau ogoh-ogoh, sebab hal itu dinilai menyimpang dari esensi syiar agama.

    Suasana religius kemudian dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Asatid LKSA Khadijah, Ustadz Abdul Rostid, S.Pd.

    Rangkaian ibadah dimulai dengan bacaan Ummul Kitab, Asmaul Husna, istighotsah, asyroqol, mahallul qiyam, serta tahlil singkat yang ditujukan untuk orang tua anak asuh maupun pendiri yayasan yang telah wafat.

    Santunan Bulanan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Tidak lupa doa khusus juga dipanjatkan bagi para donatur serta dermawan yang memiliki hajat tertentu.

    Usai doa bersama, giliran Ketua LKSA Khadijah, Hj. Miftahul Rochmah, menyampaikan mauidhoh hasanah.

    Ia mengawali tausiyah dengan menyenandungkan lagu yang menggambarkan perjalanan hidup keluarga Rasulullah SAW.

    Disampaikan bahwa Nabi Muhammad sejak kecil telah menjadi yatim piatu, ditinggal ibunda Siti Aminah pada usia masih belia hingga akhirnya dibesarkan oleh kakek, kemudian pamannya.

    “Meski yatim piatu, Rasulullah mampu menjadi teladan sempurna. Beliau sukses sebagai pedagang Al-Amin, menjadi khalifah amanah, memiliki anak cucu yang saleh, dan tentunya menjadi sosok uswatun hasanah yang patut diteladani. Kita semua berharap mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. Aamiin,” ucap guru agama SMPN 2 yang telah purna tugas tersebut.

    Ia juga berpesan agar setiap muslim menghormati tiga sosok penting dalam hidupnya, yaitu orang tua kandung, mertua, dan guru.

    Santunan LKSA Khadijah Banyuwangi

    Menurutnya, guru tak hanya terbatas pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga guru ngaji, guru seni budaya, guru bela diri, bahkan guru kehidupan yang dijumpai di perjalanan meraih ridho Allah.

    Pesan penting lainnya, lanjut Hj. Miftahul Rochmah, adalah bukti kecintaan kepada Rasulullah yang diwujudkan melalui sholawat dan perilaku akhlaqul karimah dalam keseharian.

    Hadir pula relawan Gotong Royong, Maulana Affandi dalam gelaran tersebut bersama Ahmad Saiful, pemuda yang sedang ikhtiar untuk hijrah demi kehidupan yang lebih baik.

    Setelah salat Asar berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembagian kembang ndog kepada seluruh anak asuh dan tamu undangan.

    Kegiatan ditutup dengan makan bersama menyantap hidangan nasi rawon, lalu pembagian paket sembako dan santunan pendidikan bagi 25 anak asuh LKSA Khadijah.

  • Warga Rogojampi Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Baitur Rohman

    Warga Rogojampi Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Baitur Rohman

    Suasana penuh khidmat menyelimuti musala Baitur Rohman, Rogojampi, pada Kamis (4/9/2025) malam yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah.

    Takmir Musala bersama warga sekitar menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB.

    Acara tersebut dihadiri oleh jamaah Musala Baitur Rohman, para undangan, serta warga Gang Keramat Dusun Krajan yang sejak dahulu rutin menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi setiap tahun.

    Tradisi ini menjadi wujud kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    Sejak sore, jamaah mulai berdatangan dengan membawa ancak atau kotakan berisi nasi, kue, buah, serta kembang telur yang kemudian ditaruh di judang (tempat khusus yang telah disiapkan panitia).

    Suasana menjadi meriah sekaligus sakral, karena setiap hidangan yang dibawa bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga simbol berbagi rezeki dan kebersamaan.

    Puncak acara ditandai dengan lantunan sholawat dan pembacaan Tibak Maulid dari kitab Al-Barzanji yang dipimpin oleh jamaah Asrokol.

    Suara syahdu lantunan sholawat bergema memenuhi musala, membuat jamaah larut dalam rasa syukur dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

    Jamaah yang hadir memenuhi seluruh ruangan Musala Baitur Rohman hingga ke pelataran luar. Dengan penuh kekhusyukan, mereka bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah.

    Sesekali panitia membagikan kembang telur serta asahan atau kotakan berisi makanan kepada para jamaah, menambah suasana akrab dan penuh kehangatan.

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Takmir Musala Baitur Rohman menyampaikan sambutan yang mengingatkan kembali makna penting meneladani Rasulullah SAW. Ia mengutip ayat Al-Qur’an:

    “Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḥasanatul liman kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ.”

    Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

    “Semoga kita semua bisa meneladani sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita berdoa agar selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang lancar, sehingga tahun depan kita bisa kembali bertemu di bulan maulid yang penuh berkah ini,” ucapnya yang diamini seluruh jamaah.

    Di penghujung acara, doa bersama dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan sebagai penutup peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian acara berjalan lancar, sukses, dan penuh makna.

    Tradisi peringatan Maulid Nabi di Musala Baitur Rohman Rogojampi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol nyata kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.

    Melalui acara tersebut, diharapkan nilai-nilai keteladanan Nabi dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat persaudaraan antarumat Islam di tengah kehidupan bermasyarakat.

    Dengan berakhirnya acara, jamaah pulang membawa kebahagiaan dan semangat baru untuk meneladani Rasulullah SAW dalam setiap langkah kehidupan.

    Penulis: Andi BS

  • Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi Penuh Berkah

    Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi Penuh Berkah

    Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Miftahul Janah, Rogojampi, pada Jumat (5/9/2025) yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah.

    Panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menggelar acara tahunan secara tradisional sejak pukul 06.00 WIB dengan penampilan hadrah sholawat.

    Acara tersebut dihadiri para alim ulama, habaib dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Kehadiran mereka bersama jamaah Masjid Miftahul Janah menambah semarak dan keberkahan suasana.

    Dengan mengusung tema “Raih Berkah dengan Meneladani Sifat Mulia Rasulullah”, panitia menghadirkan penceramah Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdullah Assegaf dari Parijatah. Beliau dikenal sebagai salah satu habaib muda yang aktif berdakwah dan dekat dengan jamaah.

    Seperti tradisi setiap tahun, warga Kauman Dusun Krajan datang membawa ancak atau kotakan berisi nasi, kue, buah, serta kembang telur. Semua itu kemudian ditata di judang yang telah dipersiapkan panitia.

    Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi

    Tahun ini, jamaah yang hadir terlihat lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh ruangan masjid hingga serambi dipadati jamaah dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua.

    Lantunan bacaan sholawat bergema syahdu diiringi musik hadrah. Para habaib memimpin pembacaan Simtud Duror yang diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan. Suasana semakin mengharukan ketika memasuki bagian Mahalul Qiyam.

    Pada momen itu, panitia membagikan kembang telur kepada jamaah. Tidak kurang dari 1.000 butir telur habis dibagikan, menjadi simbol kebahagiaan dan berkah dalam memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW.

    Setelah Mahalul Qiyam, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Perwakilan panitia kemudian menyampaikan sambutan dengan mengutip ayat Al-Qur’an:

    “Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḥasanatul liman kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ.”

    Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

    “Semoga kita semua bisa meneladani sifat mulia dari Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar perwakilan panitia menutup sambutannya.

    Acara inti yaitu mauidhoh hasanah disampaikan oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Abdullah Assegaf. Dalam ceramahnya, beliau menuturkan keistimewaan kelahiran Rasulullah SAW serta peran besar beliau sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.

    Maulid Nabi di Miftahul Janah Rogojampi

    Habib Ali juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya nabi yang akan memberikan syafaat kepada umatnya kelak di akhirat.

    “Sejak hidup hingga wafat, Rasulullah tidak pernah berhenti memikirkan umatnya. Maka sudah sepatutnya kita meneladani sunnah beliau. Apa yang diajarkan Rasulullah hendaknya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Habib Ali dalam mauidhoh hasanahnya.

    Rangkaian acara ditutup dengan ramah-tamah. Panitia membagikan konsumsi dan ancak yang telah disiapkan kepada seluruh jamaah yang hadir. Suasana keakraban terlihat jelas ketika jamaah saling berbagi makanan sembari bercengkerama.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Miftahul Janah Rogojampi tahun ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini tidak hanya memperkuat ukhuwah islamiyah, tetapi juga menjadi momentum mempertebal kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

    Penulis: Andi BS

  • Maulid Nabi di Masjid Baiturrohiem Rogojampi, Takmir Gelar Tradisi Kembang Ndog dan Screening Ogoh-ogoh

    Maulid Nabi di Masjid Baiturrohiem Rogojampi, Takmir Gelar Tradisi Kembang Ndog dan Screening Ogoh-ogoh

    Memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang rutin dilaksanakan setiap tahun, Takmir Masjid Besar Baiturrohiem Rogojampi menggelar tradisi nasi ancak dan kembang ndog-ndogan pada Jumat (5/9/25) pagi, tepat 12 Rabiul Awal.

    Acara dimulai dengan pembacaan kitab berjanji, sholawatan, serta asyrokal yang disiarkan secara langsung melalui Baiturrohiem TV oleh kru Remas dan Pondok Pesantren Shafina Sritanjung.

    Ketua Takmir, Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd.I, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menyambut kelahiran insan kamil Al Amin dengan penuh kegembiraan, semata-mata karena cinta kepada Rasulullah dan harapan memperoleh syafa’at serta pengakuan sebagai umat beliau.

    Lukman menambahkan bahwa untuk menjaga niat suci para alim ulama terdahulu, inovasi tradisi kembang ndog yang dirintis KH Faqih Cemoro dan diteruskan para ulama setelahnya harus tetap dijaga kemurniannya.

    “Kami melakukan screening, sehingga bunga telur yang berbentuk barong maupun ogoh-ogoh tidak boleh masuk ke dalam masjid. Harapannya jamaah memahami hal ini agar syiar tetap berjalan tanpa mengurangi kemurnian ibadah dari kreativitas yang kurang sesuai,” tutur Lukman yang juga menjabat sebagai Ketua Baznas sekaligus Rektor Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.

    Di masjid yang saat ini sedang dalam proses renovasi kubah tersebut, suasana semakin khidmat ketika pembacaan puji-pujian kepada Rasulullah SAW berlangsung.

    Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrohiem Rogojampi

    Beberapa jamaah berkeliling sambil mengoleskan minyak wangi dan membagikan air berkah bunga setaman tujuh rupa.

    Air tersebut diperbolehkan disentuh jamaah untuk dioleskan ke tenggorokan atau diminum sebagai bentuk tabarruk.

    Doa penutup yang merdu dan penuh kekhusyukan dipimpin oleh Imam Besar KH. Hayatudin. Ribuan jamaah yang hadir kemudian membawa pulang berkat yang telah disediakan takmir, termasuk berbagai ragam ancak yang dibawa dan dibagikan jamaah.

    Di halaman masjid, Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Rogojampi turut membuka tenda layanan pembukaan rekening haji dan tabungan emas.

    Setiap pembukaan rekening mendapatkan bonus berupa tebus minyak goreng, dan seluruh hasil dari program tersebut diperuntukkan bagi pembangunan kubah Masjid Besar Baiturrohiem.

    Penulis: Bung Aguk/Yeti Chotimah

  • Maulid Nabi di SMKN Kalipuro Hadirkan Cicit Kyai Saleh Lateng dan Kolaborasi Puisi Hadrah

    Maulid Nabi di SMKN Kalipuro Hadirkan Cicit Kyai Saleh Lateng dan Kolaborasi Puisi Hadrah

    SMKN 1 Kalipuro, Banyuwangi, merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meriah pada Kamis, 26 September 2024.

    Kegiatan ini ditandai dengan arak-arakan jodang ndog-ndogan antar kelas yang diiringi drum band, sebagai bagian dari implementasi P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).

    Kepala SMKN 1 Kalipuro, Sulihah, M.Pd, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan, Sri Susilowati, S.Pd, menyampaikan bahwa siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam membuat jodang yang sesuai dengan karakter dan filosofi masing-masing.

    “Harapannya, kegiatan ini mengajarkan kebersamaan dan semangat kerja keras, seperti yang ditunjukkan dalam pembuatan jodang berbentuk kapal phinisi dan ombak yang bergerak,” ujar Bu Sri.

    Ia juga terharu melihat toleransi dan gotong royong yang terjadi antar siswa dari berbagai agama, mencerminkan semangat Pancasila yang kuat.

    “Semangat kebersamaan ini benar-benar terasa,” tambahnya.

    Nantinya, SMKN Kalipuro akan menerapkan P5 lebih lanjut di Surabaya, sekaligus mendapatkan sertifikat profesi kelautan.

    Ketua panitia, Drs. H. Mohammad Shodiqin, M.Pd, yang didampingi oleh guru P3K, H. Wawuh, dan pengurus komite Bu Erna dan Pak Mansyur, menyampaikan kegembiraannya atas antusiasme para siswa dalam memaknai peringatan Maulid Nabi.

    “Kami berharap dengan semangat ini, kelak kita semua mendapatkan syafaat dari Rasulullah di hari kiamat,” ungkapnya.

    Salah satu highlight dari acara ini adalah penampilan puisi karya Ketua Panitia Drs. H. muhammad Shodiqin, yang juga pengurus PC PERGUNU dan Kosgoro MasTRIP.

    Puisi yang berjudul “Rinduku Untuk Muhammadku” tersebut dibawakan oleh Maysaroh Putri Maulidah, alumni SMPN 1 Situbondo, dan Cleo Heaven Valisma, alumni SMP Eka Tjipta, Borneo. Penampilan puisi ini memukau para hadirin.

    Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Rachman Zainudin, S.H.I, cicit Kyai Saleh Lateng, hadir sebagai penceramah.

    Ia mengingatkan warga Banyuwangi untuk bangga akan sejarah besar Banyuwangi, seperti penciptaan Sholawat Badar oleh KH Ali Mansur yang pernah menjadi Kepala Kemenag Banyuwangi.

    Ustaz Rachman juga mengatakan bahwa ada putra Banyuwangi yang kini menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

    Namun, ia juga mengingatkan untuk tidak terlalu bangga, mengingat Banyuwangi berada di peringkat keempat tertinggi dalam kasus perceraian di Indonesia.

    Kang Mamang, sapaan akrab Ustaz Rachman, berpesan agar kesuksesan dapat diraih dengan banyak bersholawat, berbakti kepada orang tua, serta menghormati guru dan staf TU untuk keberkahan ilmu.

    “Tegakkan sholat lima waktu!” ujarnya sambil mengajak jamaah berselawat dan menyanyikan lagu “Keramat” karya Rhoma Irama.

    Sementara itu, Kepala Tata Usaha Semakapura, Bogi Ananda, S.AP, menyampaikan bahwa beberapa jurusan seperti Niaga, Nautika Navigasi, dan Tehnika telah memenuhi pagu siswa.

    Namun, jurusan seperti Pengelasan, Boga Hotel, dan jurusan Listrik Pendingin masih kurang diminati meskipun peluang kerja di bidang tersebut sangat terbuka lebar.

    “Ayo kita bersama-sama mempromosikan agar lebih banyak kader maritim yang lahir dari sini,” ujarnya.

    Peringatan Maulid ini menjadi momen penting untuk merefleksikan diri dan mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan di kalangan siswa.

  • Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi, Perpaduan Tradisi Jodang dan Literasi Keagamaan dalam P5

    Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi, Perpaduan Tradisi Jodang dan Literasi Keagamaan dalam P5

    SMP Negeri 3 Rogojampi menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh semarak pada Sabtu pagi, 21 September 2024.

    Acara yang bertemakan “Jodang sebagai Media Pendidikan” ini tidak hanya diadakan sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran penting yang mengintegrasikan tradisi lokal dengan pendidikan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

    Halaman sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan dipenuhi dengan semangat kebersamaan dari seluruh elemen sekolah, termasuk seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9.

    Kepala Sekolah SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya Maulid Nabi sebagai momen untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Rasulullah.

    “Semoga kegiatan ini menginspirasi kita semua untuk menjadikan nilai-nilai luhur Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

    Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan literasi keagamaan bagi para siswa, sebuah pendekatan yang dipadukan dengan elemen lokal melalui P5.

    Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah untuk membentuk karakter siswa yang unggul, dan acara seperti peringatan Maulid ini merupakan media yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

    Tidak hanya dipenuhi dengan kegiatan seremonial, acara ini dimeriahkan oleh penampilan grup hadrah yang terdiri dari para siswa SMPN 3 Rogojampi.

    Grup hadrah ini menyajikan lantunan shalawat yang membuat suasana semakin khidmat. Selain itu, ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Isnandi, M.Pd., mengajak seluruh peserta acara untuk meneladani sifat-sifat kesederhanaan, keteguhan iman, serta rasa syukur yang selalu menjadi bagian dari kehidupan Rasulullah SAW.

    Ceramah ini tidak hanya memberikan pencerahan, tetapi juga menjadi pengingat bagi para siswa tentang pentingnya menjaga iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

    Yang menjadi daya tarik utama dalam peringatan Maulid Nabi kali ini adalah lomba menghias jodang antar kelas.

    Jodang adalah tradisi khas Banyuwangi yang menggambarkan makna mendalam tentang kehidupan dan iman.

    Jodang sendiri terbuat dari batang pisang yang dihiasi dengan telur beraneka warna, melambangkan filosofi kehidupan yang penuh warna dan makna.

    Tradisi ini diyakini pertama kali dicetuskan oleh KH. Abdullah Faqih, seorang tokoh ulama dari Cemoro Banyuwangi, sekitar tahun 1873.

    Sejak saat itu, tradisi Jodang terus dilestarikan oleh masyarakat Banyuwangi, dan kini diadopsi sebagai bagian dari kegiatan pendidikan di SMPN 3 Rogojampi.

    Sebanyak 18 jodang dari berbagai kelas ikut serta dalam lomba ini, yang dinilai berdasarkan tiga kriteria utama: estetika, filosofi, dan keamanan.

    Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menghias, tetapi juga menyelipkan pesan moral tentang kehidupan yang penuh tantangan, iman yang kuat, serta semangat pantang menyerah.

    Melalui lomba jodang, para siswa belajar tentang pentingnya kerja sama tim, menghargai tradisi, serta menerapkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan mereka.

    Di penghujung acara, suasana semakin meriah ketika pemenang lomba jodang diumumkan.

    Para pemenang diberikan plakat penghargaan serta hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas mereka.

    Tidak hanya lomba, acara juga diisi dengan kegiatan-kegiatan edukatif lain yang mendorong siswa untuk lebih mendalami literasi keagamaan dan meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga menjadi media pendidikan yang inovatif.

    Dengan memadukan tradisi lokal seperti Jodang dan nilai-nilai keagamaan, acara ini menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan karakter siswa dalam bingkai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

    Diharapkan, melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memahami sejarah dan ajaran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.