Tag: Menulis

  • Cara Menyusun Opini dalam Bentuk Artikel: Sebuah Panduan Praktis Untuk Pemula

    Menyusun opini dalam bentuk artikel yang menggugah pikiran dan mengundang perdebatan adalah seni yang luar biasa.

    Kamu mungkin pernah membaca artikel opini yang begitu menarik sehingga sulit untuk berhenti membacanya. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana cara membuat opini yang menggugah seperti itu.

    Dalam kesempatan kali ini, sastrawacana.id/ akan memandu kamu melalui teknik-teknik terbaik untuk menulis artikel opini yang engaging, humoris, profesional, dan berpengetahuan.

    Harapannya, setelah membaca panduan praktis ini, kamu bisa memahami cara menyusun opini dalam bentuk artikel. Yuk disimak!

    Sekilas Tentang Artikel Opini

    Sebelum mulai membahas cara menyusun opini dalam bentuk artikel, alangkah baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara artikel berita dan artikel opini.

    Dilansir dari Sediksi, artikel berita menginformasikan fakta-fakta secara objektif, sedangkan artikel opini menyampaikan pandangan dan penilaian subjektif penulis.

    Sementara opini adalah ekspresi pribadi yang memungkinkan kamu untuk berbagi pandangan, pengalaman, dan pemikiran kamu kepada pembaca.

    Cara Ampuh Menyusun Opini dalam Bentuk Artikel

    1. Membangun Fondasi yang Kuat: Penelitian dan Pemahaman

    Sebelum memulai menulis artikel opini, kamu harus melakukan penelitian yang mendalam tentang topik yang kamu bahas.

    Kenali sudut pandang yang berbeda, temukan fakta-fakta yang relevan, dan pahami argumen-argumen yang ada.

    Pemahaman yang kuat akan topik akan memberi kamu kepercayaan diri dalam menyampaikan opini kamu.

    • Contoh: Jika kamu menulis artikel opini tentang perubahan iklim, cari data terbaru tentang peningkatan suhu global, efek pemanasan global terhadap ekosistem, dan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi dampaknya.

    2. Judul yang Memikat Pembaca

    Headline atau judul adalah kunci untuk menarik pembaca dan membuat mereka tertarik untuk membaca artikel kamu.

    Gunakan judul yang menarik, menggugah rasa ingin tahu, dan relevan dengan topik yang kamu bahas.

    • Contoh Headline: “Bumi Panas, Hati Kita Dingin: Mengapa Perubahan Iklim Harus Jadi Prioritas Utama Kita”

    3. Pendahuluan yang Mempesona: Memikat Perhatian Pembaca

    Bagian pendahuluan adalah momen pertama yang akan menggugah minat pembaca kamu. Mulailah dengan kalimat pembuka yang kuat, anekdot menarik, atau pertanyaan yang membuat pembaca terpikat.

    • Contoh Pendahuluan: Apakah kamu pernah berpikir betapa anehnya dunia kita? Di satu sisi, bumi kita semakin panas, namun banyak dari kita tetap acuh tak acuh. Mari kita ceritakan kisah tentang bagaimana perubahan iklim harus menjadi prioritas utama kita sebagai manusia global yang peduli!

    4. Tetaplah Konsisten dengan Gaya Penulisan

    Gaya penulisan kamu adalah kunci untuk menarik perhatian pembaca. Cobalah untuk tetap konsisten dengan gaya penulisan yang engaging, humoris, dan profesional.

    Campur adukkan kalimat pendek dan panjang untuk mempertahankan ritme yang menarik.

    • Contoh: Bayangkan bumi kita seperti rumah kita. Jika rumah kita terbakar, apakah kita akan duduk di sofa dan menonton Netflix dengan santai? Tentu tidak! Jadi, mengapa kita begitu acuh tak acuh terhadap perubahan iklim yang mengancam rumah kita, Bumi?

    5. Pahami Audiens: Mengobrol dengan Pembaca

    Saat menulis artikel opini, penting untuk memahami audiens yang akan membacanya.

    Pikirkan tentang siapa pembaca target kamu, apa yang mereka minati, dan bagaimana kamu dapat berinteraksi dengan mereka melalui tulisan kamu.

    Buatlah tulisan kamu seolah sedang mengobrol dengan pembaca.

    • Contoh: Jadi, teman-teman, apa pendapat kamu tentang perubahan iklim? Apakah kamu merasa khawatir dengan keadaan bumi kita yang semakin panas? Mari kita lihat mengapa perubahan iklim adalah masalah yang perlu kita hadapi bersama!

    6. Isi yang Menggelitik

    Isi artikel opini kamu harus mengandung argumen yang menarik, kuat, dan terperinci. Gunakan fakta-fakta yang relevan, statistik, dan bukti-bukti yang mendukung opini kamu.

    • Contoh: Beberapa skeptis perubahan iklim mengatakan bahwa peningkatan suhu global adalah hasil dari siklus alami bumi. Namun, fakta-fakta menunjukkan bahwa tingkat peningkatan suhu saat ini jauh melampaui fluktuasi siklus alami. Sejumlah besar penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap perubahan iklim yang cepat.

    7. Menggunakan Humor, Anekdot, dan Imej

    Gunakan gaya bahasa yang menarik untuk mempertahankan minat pembaca.

    Sisipkan humor, anekdot, atau imajinasi dalam artikel kamu untuk membuatnya lebih hidup dan mengundang senyum di wajah pembaca.

    • Contoh: Perubahan iklim adalah seperti buah naga yang menggelikan, hanya saja buah naga itu tidak semanis yang kamu kira. Jika kita terus membuang minyak goreng bekas, berarti kita membuang api di tanah kita sendiri. Bayangkan saja berapa banyak ikan yang akan berenang dalam minyak dan berenang bersama-sama dengan panci gorengan yang membakar kita!

    Penutup

    Dalam menyusun opini dalam bentuk artikel, penting untuk menjaga ketepatan, dan pengetahuan yang kuat tentang topik yang kamu bahas.

    Dengan membangun fondasi yang kuat, menggugah perhatian dengan judul dan pendahuluan yang memikat, serta menyajikan argumen yang menarik dengan gaya bahasa yang kreatif, kamu dapat menyusun opini yang akan mengguncang pikiran pembaca.

    Jadi, jadilah penulis hebat dan gunakan keahlian kamu untuk menyampaikan opini dengan kekuatan dan pengaruh.

    Sampaikan pesan kamu dengan gairah dan konsistensi, dan biarkan tulisan kamu menjadi penggerak perubahan dalam masyarakat.

  • 10 Cara Mengatasi Writer’s Block, Penulis Wajib Baca

    10 Cara Mengatasi Writer’s Block, Penulis Wajib Baca

    Writer’s block adalah sebuah kondisi di mana seorang penulis mengalami kesulitan atau kebuntuan dalam menulis.

    Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya inspirasi, tekanan untuk menulis, atau kelelahan mental.

    Writer’s block bisa membuat seorang penulis merasa frustasi dan sulit untuk menghasilkan karya yang memuaskan.

    Cara Mengatasi Writer’s Block

    Untuk cara mengatasi writer’s block, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya:

    1. Memperhatikan Lingkungan Sekitar

    Lingkungan sekitar bisa menjadi sumber inspirasi yang baik untuk mencari ide novel.

    Coba perhatikan dengan saksama apa yang terjadi di sekitar kita, mulai dari orang-orang yang kitatemui, tempat-tempat yang kitakunjungi, atau bahkan hal-hal yang sering kita lakukan.

    2. Mengamati Karakter Orang Lain

    Melihat bagaimana orang lain berperilaku atau bereaksi terhadap situasi tertentu bisa menjadi sumber inspirasi.

    Maka, jangan ragu untuk menulis tentang karakter seseorang yang unik atau kejadian yang menarik.

    3. Membaca Buku atau Artikel

    Membaca buku atau artikel bisa membantu menambah wawasan dan memperkaya ide-ide yang ada di kepala.

    Baca buku atau artikel dari berbagai genre, mulai dari fiksi, non-fiksi, hingga artikel tentang topik-topik tertentu yang menarik dan sesuai dengan minat kita.

    4. Menulis Berdasarkan Pengalaman Pribadi

    Menulis berdasarkan pengalaman pribadi bisa membantu membuat cerita terasa lebih nyata dan terhubung dengan pembaca.

    Coba tuliskan pengalaman-pengalaman unik yang pernah kita alami, atau bahkan kejadian-kejadian sehari-hari yang mungkin terlihat biasa, namun bisa diangkat menjadi cerita yang menarik.

    5. Berdiskusi dengan Orang Lain

    Berbicara dengan orang lain bisa membuka pandangan baru dan membantu mencari ide-ide yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

    Diskusikan ide-ide cerita dengan teman atau keluarga, dan jangan ragu untuk mencatat ide-ide yang muncul selama diskusi.

    6. Menggunakan Teknik Brainstorming

    Brainstorming adalah teknik yang efektif untuk mencari ide novel.

    Coba tuliskan semua ide yang terlintas di kepala dalam jangka waktu tertentu, tanpa memikirkan kualitas atau apakah ide tersebut terlalu aneh atau tidak.

    Setelah itu, seleksi dan pilih ide-ide yang menarik dan bisa dikembangkan lebih lanjut.

    7. Mengamati Perubahan Sosial

    Perubahan sosial bisa menjadi sumber inspirasi yang baik untuk menulis cerita yang relevan dengan masa kini.

    Coba perhatikan apa yang terjadi di sekitar kita, mulai dari perubahan dalam kebiasaan, budaya, teknologi, atau bahkan perubahan dalam masyarakat.

    8. Menggunakan Konsep “What If”

    Konsep “what if” adalah cara untuk mengembangkan ide novel dengan mempertanyakan “apa jadinya jika”.

    Coba pikirkan situasi yang ekstrim atau tidak terduga, dan pertanyakan “apa jadinya jika hal ini terjadi”.

    Ide-ide yang muncul dari pertanyaan ini bisa menjadi dasar dari sebuah cerita yang menarik.

    9. Menonton Film atau Acara Televisi

    Film atau acara televisi bisa menjadi sumber inspirasi yang baik untuk mencari ide novel.

    Coba perhatikan cerita, karakter, dan tema yang disajikan dalam film atau acara televisi yang kita tonton, dan pikirkan cara untuk mengembangkan ide-ide tersebut menjadi sebuah cerita yang orisinal.

    10. Mencari Inspirasi dari Cerita-cerita yang Sudah Ada

    Tidak ada yang salah dengan mencari inspirasi dari cerita-cerita yang sudah ada, selama ide yang diambil tidak diplagiat atau menjiplak.

    Coba pikirkan cerita-cerita yang kita sukai dan pikirkan cara untuk mengembangkan ide-ide tersebut menjadi cerita yang berbeda dengan sentuhan kreativitas sendiri.

    Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kebuntuan ketika menulis novel.

    Mencari ide novel bisa menjadi proses yang menantang, namun dengan menggunakan beberapa cara yang telah dibahas di atas, diharapkan bisa membantu menemukan inspirasi yang kreatif dan menarik.

    Jangan lupa untuk selalu mencatat ide-ide yang muncul dan berusaha mengembangkannya lebih lanjut menjadi cerita yang orisinal.

  • 9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    Pengertian menulis adalah menuangkan gagasan atau ide melalui kata demi kata yang tersusun menjadi kalimat dan paragraf sehingga dapat terbaca. Menulis juga bisa diartikan sebagai mencurahkan isi hati melalui diksi.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2010: 1497), pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.

    Sementara definisi menulis menurut para ahli sebagai berikut:

    1. The Liang Gie

    Pengertian menulis menurut The Liang Gie merupakan kegiatan menulis yang memasukan beberapa unsur penting dalam menulis. Jadi tidak sekedar menuangkan gagasan saja, tetapi juga harus mengikuti unsur lain seperti meninjau dari segi tuturan, wahana dan tatanan.

    2. Tarigan (1986: 21)

    Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut.

    3. Suparno (2009:13

    Pengertian menulis adalah sebagai suatu kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.

    4. Nurgiyantoro (2001: 273)

    Menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis, dan struktur bahasa.

    5. Suparno dan Mohammad Yunus (2008: 1.3)

    Menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan mengunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Dalam komunikasi tulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat yaitu (1) penulis sebagai penyampai pesan, (2) isi tulisan atau pesan, (3) saluran atau medianya berupa tulisan dan (4) pembaca sebagai penerima pesan.

    6. Suyitno

    Menurut Suyitno, menulis dapat diartikan sebagai upaya mengungkapkan pikiran, pengetahuan, gagasan, dan pengalaman hidup pengarang dalam bahasa tulis. Jadi, agar tulisannya mudah dipahami dan mampu membangkitkan emosi, penulis menulis dengan runtut, mudah dibaca, ekspresif, dan mudah dipahami orang lain.

    7. Soemarmo Markam (1989:7)

    Menurut Soemarmo Markam (1989:7) yang juga menjelaskan bahwa menulis tidak hanya diekspresikan dalam bentuk lambang, tetapi juga dalam bentuk gambar.

    8. Rosidi (2009: 2)

    Mengemukakan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan menuliskan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis.

    9. Nursisto (1999: 5)

    Mengemukakan bahwa menulis atau mengarang merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling tinggi

  • 7 Manfaat Menulis yang Jarang Disadari Banyak Orang

    Bicara tentang menulis, tidak sedikit orang yang menganggap bahwa menulis adalah sebuah aktivitas yang cukup membosankan dan melelahkan.

    Hal itu mengindikasikan bahwa kegiatan atau aktivitas menulis memang tidak mudah untuk dilalukan.

    Sebab, dalam aktivitas ini tidak hanya fisik saja yang diuji, melainkan juga otak.

    Kalau dicermati lagi, padahal menulis tidak membutuhkan banyak tenaga, bukan?

    Bahkan, bisa dilakukan hanya dengan duduk saja, tanpa perlu berkeringat pula.

    Tapi, bagaimana bisa rasa lelah itu muncul dengan kuatnya?

    Ya, tentu saja akibat otak yang sudah tak mampu berpikir lagi.

    Ketika otak dipaksa untuk berpikir, justru akan menyebabkan tubuh menjadi sangat lelah.

    Namun, berbeda dengan orang yang rutin dan rajin menulis.

    Biasanya, bukan rasa bosan dan lelah yang didapatkan, tapi rada bahagia dan kenyamanan.

    Bahkan bisa juga memperbaiki mood yang sedang tidak stabil.

    Hal itu dikarenakan otak telah terbiasa untuk berpikir cepat dan akhirnya tidak manja.

    Semakin sering diasah, semakin tajam pula kemampuan otak, yang tentu saja akan bermanfaat dalam menjalani kehidupan.

    Manfaat Menulis

    Namun, lebih dari itu ternyata menulis juga punya manfaat hebat lainnya yang jarang disadari oleh kebanyakan orang.

    Apa saja manfaat menulis tersebut? Simak informasinya berikut ini.

    1. Meningkatkan Kinerja Otak

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, menulis adalah sebuah aktivitas yang mengandalkan kekuatan otak.

    Jadi, dengan sering menulis, maka secara tidak langsung otak juga akan semakin terlatih juga.

    Saat otak sudah terlatih, maka seseorang akan memiliki kinerja otak baik, misalnya mampu berpikir dan mengingat dengan baik.

    Hal ini sangat penting dalam mendukung perjalanan hidup manusia yang penuh dengan cerita.

    2. Meningkatkan Kreativitas

    Sebagai seorang penulis, diwajibkan untuk memiliki ide-ide baru yang nantinya dituangkan dalam karya tulisnya.

    Tentu saja, dengan melatih otak untuk menemukan ide baru bisa membuat seseorang menjadi lebih kreatif.

    Jadi, kreativitas seorang penulis tidak perlu diragukan lagi.

    Penulis tidak hanya pandai mengolah kata, tapi juga ahli dalam mencari solusi atas masalah dengan ide-idenya yang baru.

    3. Mencegah Kepikunan

    Pikun adalah salah satu masalah otak yang cukup ditakuti oleh kebanyakan orang.

    Walaupun semua akan mengalaminya, tapi setidaknya pikun bisa dicegah dan ditekan agar tidak muncul di usia muda.

    Banyak pakar yang mengatakan bahwa salah satu cara untuk mencegah pikun di usia muda adalah dengan menulis.

    Sebab, otak akan dilatih untuk mengingat kejadian demi kejadian ketika merangkai aksara dengan sebuah pena.

    4. Memperbaiki Mood

    Selanjutnya, menulis juga bisa dikatakan sebagai aktivitas untuk memerbaiki mood seseorang.

    Mengapa demikian? Sebab, seseorang bisa menuangkan keluh kesahnya ke dalam sebuah tulisan.

    Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa menulis adalah media curahan hati yang paling pintar menjaga rahasia.

    Apapun keluh kesah yang digores, akan tersimpan rapat dan tidak akan diketahui oleh orang lain.

    5. Media Belajar

    Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa membaca adalah jendela dunia.

    Sebab, dengan rutin membaca, seseorang akan mendapatkan segudang ilmu di otaknya.

    Dengan begitu, menulis juga cukup bermanfaat sebagai media belajar untuk orang lain, bukan?

    Apalagi jika informasi yang ditulis bisa bermanfaat bagi kepentingan umum, tentu sangat membahagiakan.

    6. Media Dakwah

    Selanjutnya, menulis juga sangat ampuh sebagai media dakwah.

    Dalam tulisan, seorang pendakwah bisa menyisipkan nilai-nilai moral yang luhur seperti apa yang diajarkan nenek moyang.

    Hal ini sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

    Oleh karenanya, aktivitas menulis memang merupakan sebuah aktivitas yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

    7. Rekam Jejak Sejarah

    Ada sebuah manfaat lain dari menulis yang bermanfaat bagi khalayakak ramai, yakni menulis sebagai rekam jejak sejarah.

    Sebab, perlu disadari bahwa apa yang terjadi saat ini tentu saja sangat berbeda dengan di masa depan.

    Dengan mengabadikannya dalam tulisan, maka generasi yang akan datang menjadi tahu bagaimana kehidupan pada masa sekarang.

  • 10 Cara Menulis Cerpen untuk Pemula

    10 Cara Menulis Cerpen untuk Pemula

    Apakah kamu punya cita-cita menjadi seorang penulis cerpen? Kalau benar, tentunya kamu harus sering-sering membaca cerpen, baik di surat kabar maupun di buku antologi cerpen.

    Sebab dengan banyak membaca, kamu akan mendapat inspirasi dan mengetahui bagaimana cerpen yang baik dan diterima bagi khalayak ramai.

    Nah, selain rajin membaca, ada beberapa teknik dan cara menulis cerpen yang harus kamu ketahui agar karyamu nanti lebih berkualitas.

    Siapa tahu cerpenmu bisa masuk surat kabar. Kan lumayan. Selain dapat upah, kamu pun akan dapat popularitas dari karyamu itu.

    Cara Menulis Cerpen

    Untuk lebih jelas, berikut adalah beberapa teknik dan cara menulis cerpen untuk pemula. Mari disimak.

    1. Menentukan Tema yang Menarik

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tema. Karena tema ini adalah ide pokok dari cerita yang kamu buat nantinya. Usahakan untuk memilih tema yang sedang hot atau dibahas publik.

    Misalnya saat ini sedang santer isu politik, maka kamu bisa mengangkat tema itu ke dalam cerpenmu. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mengangkat tema lainnya asal disajikan dengan cara yang tepat.

    2. Menentukan Judul

    Judul adalah salah satu faktor penting dalam sebuah karya sastra, baik novel, roman, ataupun cerpen. Usahakan untuk membuat judul yang menarik dan membuat rasa penasaran pembaca.

    Bahkan untuk meningkatkan jumlah pembaca, penulis-penulis senior sering membuat judul yang kontroversial.

    Tapi cara ini memiliki risiko yang cukup tinggi. Takutnya terjadi konflik di kemudian hari karena judul cerpen yang kontroversional itu.

    Lebih baik kamu menentukan judul yang menarik, lucu, atau satire saja sehingga tidak ada pihak yang merasa disentil.

    3. Kumpulkan Data

    Meskipun cerpen adalah cerita fiksi, kamu pun harus menulisnya dengan penuh hati-hati dengan fenomena yang terjadi saat ini.

    Kalau kamu ingin menulis tentang politik, maka kamu harus tahu suhu politik yang terjadi sekarang.

    Begitu juga dengan tema lain, misalnya percintaan. Kamu harus memiliki data yang mendukung.

    Misalnya apa yang terjadi ketika orang jatuh cinta, atau apa yang akan terjadi ketika orang ditolak cintanya.

    4. Paragraf Pembuka yang Menarik

    Ketahuilah, paragraf pembuka adalah salah satu media untuk pembaca menilai hasil karyamu. Begitu pula dengan editor di redaksi, ketika menyeleksi naskah, maka paragraf utama akan dijadikan patokan.

    Maka dari itu buatlah paragraf pembuka yang menarik dan mengandung rasa penasaran tinggi sehingga pembaca ataupun redaksi akan membaca isi cerpenmu secara utuh.

    5. Menentukan Tokoh

    Memang benar, tokoh dalam cerpen tidak serumit dan serinci tokoh dalam novel. Tapi bagaimanapun juga kamu harus bisa menentukan tokoh utama dan tokoh pendukung dalam karyamu.

    Hal ini dimaksudkan agar cerpen menjadi lebih hidup sehingga pembaca dapat merasakan dan menggambarkan kejadian sebenarnya.

    6. Menentukan Alur Cerita

    Selanjutnya kamu harus bisa menentukan alur cerita. Bisa menggunakan alur maju, alur mundur, atau alur maju mundur alias campuran. Penentuan alur ini harus berimbang dengan isi cerita.

    Sebab karya sastra yang salah menentukan alur menjadi kurang apik hasilnya. Padahal ide yang diangkat sangat baik, tapi karena alur yang kurang tepat menjadikan karya tersebut kurang diminati oleh pembaca.

    7. Membuat Konflik

    Pada dasarnya, pada karya sastra ada dua jenis konflik, yaitu konflik batin dan konflik fisik. Kamu bisa menggunakan salah satu atau keduanya sekaligus.

    Contoh konflik batin, misalnya ada seseorang yang jatuh cinta tapi tidak berani mengutarakan. Contoh konflik fisik adalah pertengkaran yang sampai main tangan (memukul, menampar, menjambak, dan sebagainya).

    8. Menentukan Latar

    Latar adalah tempat terjadinya peristiwa. Usahakan memilih latar yang tepat. Misalnya kamu menceritakan tentang anak sekolah, maka otomatis latarnya adalah di Sekolah.

    Dan tidak lupa juga latar harus masuk akal. Misalnya kamu menceritakan kisah pada tahun 40-an sebelum merdeka, tapi latar yang kamu tulis adalah hotel pencakar langit.

    Itu adalah sebuah kekeliruan, sebab pada jaman itu masih belum ada hotel pencakar langit seperti sekarang.

    9. Penyelesaian Atau Titik Temu

    Dan yang tak kalah penting adalah kamu harus bisa menentukan titik temu dari cerita. Titik temu biasanya berisi tentang penyelesaian masalah.

    Jadi, bagaimana cara tokoh utama untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialaminya. Usahakan untuk membuat titik temu dengan misterius alias susah ditebak.

    Hal ini bisa membuat pembaca merasa puas karena tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Memang susah. Tapi dengan jam terbang tinggi, kamu akan terbiasa membuatnya.

    10. Revisi

    Terakhir adalah revisi. Ingatlah, karya yang baik adalah karya yang telah dikoreksi beberapa kali. Jangan merasa puas dengan hasil akhir sebelum melakukan reivisi.

    Kamu juga bisa meminta bantuan orang lain untuk merevisi atau meminta saran agar cerpen yang ditulis menjadi lebih maksimal hasilnya.

    Nah, itulah beberapa cara dan teknik menulis cerpen bagi pemula. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

    Author : Maulana Affandi

  • 4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Penulis Pemula

    Menjadi seorang penulis adalah sebuah impian dan harapan yang sedang diperjuangkan oleh banyak orang.

    Bagaimana tidak, profesi penulis adalah salah satu profesi penting yang bisa mengubah dunia dengan ide-idenya.

    Bahkan untuk urusan finansial, gaji penulis juga termasuk dalam kategori yang bisa mensejahterakan.

    Sudah banyak penulis yang berhasil memperbaiki keadaan ekonominya menjadi lebih baik dari karya yang diciptakan,

    Kita ambil satu contoh, yaitu J.K Rowling. Siapa sih yang tidak tahu dengan penulis buku Harry Potter ini? J.K Rowling disebut-sebut sebagai salah satu wanita terkaya karena buku yang ditulisnya.

    Nah, tentunya untuk menjadi seperti J.K Rowling diperlukan proses dan perjuangan yang panjang. Karena segala sesuatu yang diharapkan harus diperjuangkan semaksimal mungkin.

    Banyak anak muda saat ini yang sukanya serba instan tanpa mau melalui proses yang rumit terlebih dahulu. Hal itu juga terjadi pada penulis pemula.

    Kesalahan Penulis Pemula

    Tidak sedikit penulis pemula melakukan kesalahan-kesalahan yang justru membuatnya sulit untuk menjadi penulis terkenal. Apa saja kesalahan penulis pemula? Berikut diantaranya:

    1. Ingin Serba Instan

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak anak muda jaman sekarang yang tidak sabaran dan ingin impiannya segera terealisasikan. Padahal dalam mencipta suatu karya itu tidak baik jika dilakukan terburu-buru.

    Sebab karya akan semakin maksimal hasilnya jika dilakukan pengoreksian ulang berkali-kali.

    Jangan terburu-buru mengirimkan naskah ke penerbit. Lebih baik dikoreksi lagi atau meminta pendapat dan masukan dari orang lain.

    2. Salah Sasaran

    Maksud dari salah sasaran adalah penulis tidak membidik penerbit atau pasar dengan tepat. Banyak terjadi, penulis pemula yang naskahnya ditolak penerbit. Hal tersebut bukan berarti naskah tidak bagus, tapi bisa jadi salah sasaran.

    Sebab setiap penerbit memiliki genre dan pasarnya masing-masing. Jadi, alangkah baiknya setiap penulis mengetahui terlebih dahulu genre penerbit yang akan dituju. Daripada buang-buang waktu mengirim ke penerbit yang ujung-ujungnya ditolak.

    3. Ingin Cepat Kaya

    Ini adalah salah satu alasan yang kerap dipakai oleh penulis pemula. Berkaca dari para penulis senior, banyak yang ingin mengikuti jejak mereka.

    Penting untuk diketahui, menulis adalah aktivitas untuk menuangkan ide yang bermanfaat kepada masyarakat. Urusan hasil, akan mengikuti dengan sendirinya.

    Jangan orientasinya kepada uang saja, tapi lebih baik fokus berkarya dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan begitu, penghasilan akan mengikuti dengan sendirinya.

    4. Menulis Topik yang Sama

    Kesalahan yang paling umum dilakukan oleh penulis pemula adalah menulis topik atau konten yang sama dengan buku lainnya.

    Bagaimanapun juga penerbit selalu ingin ada hal baru yang belum pernah dibahas sebelumnya untuk mendongkrak penjualan.

    Kalaupun topik yang diangkat sudah ada yang mendahului, usahakan untuk mencari sudut pandang berbeda agar karya tidak terkesan jiplak.

    Kadang hal ini tidak disadari oleh penulis karena kurang referensi. Menganggap bahwa idenya original dan segar, padahal sudah pernah ditulis oleh penulis lainnya.

    Jadi, perbanyaklah membaca atau mencari referensi agar topik yang akan ditulis tidak sama persis dengan buku orang lain.

  • Pengertian Menulis dan Manfaatnya

    Pengertian Menulis

    Menulis adalah sebuah aktivitas yang dilakukan dengan menggores tinta menjadi wacana menggunakan bahan aksara. Menulis seringkali dijadikan landasan dalam ilmu pendidikan, selain membaca.

    Sebab, dengan membaca dan menulis, setiap orang bisa meraih bidang keilmuan lain dalam tingkatan yang lebih tinggi. Begitu pula sebaliknya, saat seseorang tidak bisa kedua dasar pendidikan itu, maka dia akan susah untuk memelajari hal baru dalam urusan akademis.

    Jadi, bisa disebutkan jika menulis adalah kewajiban yang harus dikuasai oleh setiap orang untuk kehidupan yang lebih baik. Setelahnya, setiap orang memiliki hak masing-masing, akan dibuat apa keahlian dasar menulis tersebut.

    Sebab, menulis tak hanya dinobatkan kepada penulis saja, tapi kepada semua orang. Hanya saja yang membedakan, mau dibawa ke mana kemampuan dasar tersebut. Jika ingin diselami lebih dalam, penulis bisa menjadi penulis sesungguhnya.

    Maksud dari sesungguhnya adalah dia menjadi seorang penulis yang mampu memainkan dan merajut aksara menjadi sebuah wacana yang enak dibaca. Namun, menjadi penulis sesungguhnya tentu saja tidak mudah. Sebab, hal itu kembali lagi dari bakat dan minat. Bagaimanapun juga, menulis tidak semudah membaca.

    Sebab, dalam menulis, harus ada ide, gagasan, serta opini yang akan disampaikan kepada setiap pembaca. Tentu saja opini dalam tulisan tersebut tidak boleh menyesatkan yang nantinya berdampak buruk bagi pembaca.

    Sejatinya, menulis itu membutuhkan riset dalam mencari bahan atau materi dasar. Sehingga apa yang ditulis harus mampu dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kredibilitas penulis serta karya tulis yang diciptakan bisa layak baca dan disebarluaskan.

    Walaupun demikian, menulis juga tidak terpaku pada teori tertentu. Hanya saja, untuk memudahkan si penulis, teori itu berlaku dalam prosesnya.

    Ada berbagai macam jenis tulisan yang bisa ditulis, mulai dari fiksi dan non fiksi. Semua itu tergantung dari ketertarikan serta kepahaman dari si penulis sendiri.

    Dalam hal lain, penulis juga bisa dibilang sebagai salah satu pemegang peran dalam peradaban. Sebab, bagaimanapun juga si penulis menuangkan idenya dalam karya yang bisa merubah pola pikir pembaca.

    Bisa dibayangkan, jika tulisannya tersebar luas, baik via online ataupun offline, sudah berapa banyak orang yang diberi gagasan baru? Hal inilah yang menjadikan mengapa menulis itu penting dan profesi penulis sangat diperhitungkan.

    Jadi, ketika kita bermimpi menjadi seorang penulis, maka itu adalah mimpi baik bagi peradaban generasi selanjutnya.

  • Menulis Adalah Cara Menangani Malas Belajar

    Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman nih. Bagi kalian yang sangat susah dan merasa malas untuk belajar, mungkin cara saya ini dapat menjadi alternatif untuk menanganinya.

    Belajar itu selalu diidentikkan dengan membaca, membaca, dan membaca. Namun, tak jarang orang yang enggan untuk membaca.

    Jangankan membaca, menyentuh buku dan membukanya saja sudah tidak ada hasrat. Membaca karena paksaan atau keadaan tertekan pasti tidak akan bermanfaat bagi kita dan hanya menimbulkan depresi.

    Nah, sama seperti saya dulu. Saya akan belajar jika telah terjadi tragedi antara saya dan orang tua. Lambat laun saya merasa prestasi saya mulai menurun karena kurangnya minat belajar.

    Setelah nilai-nilai semakin anjlok dan terjun bebas, saya mulai sadar akan pentingnya belajar. Mulai dari situlah saya membulatkan niat untuk giat belajar supaya nilai tidak tambah terjun bebas hilang terbawa angin.

    Setelah keinginan hati sudah dimantapkan, kendala yang terjadi adalah tentang selera. Saya yang sudah terbiasa malas membaca tetap enggan untuk menyentuh buku bacaan atau buku paket.

    Awalnya saya bertanya dalam hati “bagaimana saya bisa mengerti dengan pelajaran jika saya tidak membaca?”. Semakin dipaksa, semakin rusak mood untuk belajar. Akhirnya saya menyiasatinya dengan MENULIS.

    Menulis merupakan alternative bagi yang sangat susah untuk membaca. Menulis memang tidak mudah, karena kadang kita bingung dengan apa yang akan kita tulis.

    Namun, menulis juga menjadi hal yang sangat sederhana apabila kita penuh penghayatan dan rasa ikhlas. Menulis dapat dilakukan kapan saja sesuai keinginan kita, biasanya orang yang mulai suka menulis akan terus menulis dengan tekun.

    Orang menulis sudah pasti membaca apa yang dia tulis. Jadi kebiasaan menulis tanpa sadar membuat kita tulus membaca walaupun kita adalah orang yang sangat malas untuk membaca.

    Menulis bukan cuma hanya satu topik, banyak yang dapat ditulis. Seperti puisi, cerpen, pengalaman pribadi, dan sebagainya.

    Orang yang sering menulis dan terus menulis biasanya berganti-ganti topik tulisan karena dia bosan dengan topik yang sama. Jadi untuk teman-teman yang malas belajar (membaca), menulislah mulai sekarang.

    Tulis tulisan yang menurut kalian bermanfaat atau tulis apa saja yang ingin kalian tulis asalkan sifatnya positif.

    Untung-untung jika tulisan kita dilirik salah satu penerbit atau media cetak dan akhirnya diterbitkan. Setelah cukup banyak tulisan yang ditulis, nanti kalian akan terbiasa dan akan sangat merasakan betapa nikmatnya menulis dan betapa luar biasa manfaatnya tanpa kita sadari.

    Nah, semoga pengalaman saya bermanfaat untuk kalian semua. Ingat, seringlah menulis agar tidak salah tulis dan seringlah membaca agar tidak salah baca.

  • Cara Menghilangkan Kebiasaan Malas Membaca

    Mengatasi Malas Membaca

    Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman. Bagi kalian yang sangat susah dan merasa malas untuk belajar, mungkin cara ini dapat menjadi alternatif untuk menanganinya.

    Belajar itu selalu diidentikkan dengan membaca, membaca, dan membaca. Namun, tak jarang orang yang enggan untuk membaca. Jangankan membaca, menyentuh buku dan membukanya saja sudah tidak ada hasrat.

    Membaca karena paksaan atau keadaan tertekan pasti tidak akan bermanfaat bagi kita dan hanya menimbulkan depresi.

    Nah, sama seperti saya dulu. Saya akan belajar jika telah terjadi tragedi antara saya dan orang tua. Lambat laun saya merasa prestasi saya mulai menurun karena kurangnya minat belajar.

    Setelah nilai-nilai semakin anjlok dan terjun bebas, saya mulai sadar akan pentingnya belajar. Mulai dari situlah saya membulatkan niat untuk giat belajar supaya nilai tidak tambah terjun bebas.

    Setelah niat sudah dimantapkan, kendala yang terjadi adalah tentang selera. Saya yang sudah terbiasa malas membaca tetap enggan untuk menyentuh buku bacaan atau jenis buku lainnya.

    Awalnya saya bertanya dalam hati “bagaimana saya bisa mengerti dengan pelajaran jika saya tidak membaca?” Semakin dipaksa, semakin rusak mood untuk belajar. Akhirnya saya menyiasatinya dengan menulis.

    Menulis merupakan alternatif bagi yang sangat susah untuk membaca. Menulis memang tidak mudah, karena kadang kita bingung dengan apa yang akan kita tulis.

    Namun, menulis juga menjadi hal yang sangat sederhana apabila kita melakukannya dengan rasa ikhlas. Menulis dapat dilakukan kapan saja sesuai keinginan kita, tanpa ada batasan waktu.

    Orang menulis sudah pasti membaca apa yang dia tulis. Jadi kebiasaan menulis tanpa sadar membuat kita tulus membaca walaupun kita adalah orang yang sangat malas untuk membaca.

    Menulis bukan cuma hanya satu topik, banyak yang dapat ditulis. Seperti puisi, cerpen, pengalaman pribadi, dan sebagainya.

    Orang yang sering menulis dan terus menulis biasanya berganti-ganti topik tulisan karena dia bosan dengan topik yang sama.

    Jadi untuk teman-teman yang malas belajar (membaca), menulislah mulai sekarang. Tulis tulisan yang menurut kalian bermanfaat atau tulis apa saja yang ingin kalian tulis asalkan sifatnya positif.

    Untung-untung jika tulisan kita dilirik salah satu penerbit atau media cetak dan akhirnya diterbitkan.

    Setelah cukup banyak tulisan yang ditulis, nanti kalian akan terbiasa dan akan sangat merasakan betapa nikmatnya menulis dan betapa luar biasa manfaatnya tanpa kita sadari.

    Nah, semoga pengalaman saya bermanfaat untuk kalian semua. Ingat, seringlah menulis agar tidak salah tulis dan seringlah membaca agar tidak salah baca.