Tag: metode penelitian

  • Bagaimana jika data yang kalian perlukan tidak mencukupi dengan kegiatan observasi secara langsung?

    Bagaimana jika data yang kalian perlukan tidak mencukupi dengan kegiatan observasi secara langsung?

    Bagaimana jika data yang kalian perlukan tidak mencukupi dengan kegiatan observasi secara langsung?

    Jawaban:

    Dalam sebuah penelitian atau kegiatan pengumpulan informasi, observasi langsung memang sering digunakan karena memberikan data nyata dari keadaan di lapangan.

    Namun, tidak semua kondisi memungkinkan peneliti hanya mengandalkan observasi. Ada kalanya data yang diperoleh melalui pengamatan langsung tidak mencukupi.

    Misalnya, ketika peneliti ingin mengetahui pendapat, pengalaman pribadi, atau data yang sifatnya rahasia dan tidak bisa dilihat hanya dengan mengamati perilaku dari luar.

    Jika menghadapi kondisi seperti itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melengkapi data, antara lain:

    1. Wawancara untuk Mendalami Informasi

    Ketika observasi tidak bisa memberikan gambaran lengkap, wawancara menjadi salah satu pilihan terbaik. Dengan wawancara, peneliti bisa menggali pengalaman, cerita, bahkan perasaan yang tidak terlihat dari luar.

    Misalnya, seorang guru yang diamati mungkin tampak biasa saja saat mengajar di kelas, tetapi lewat wawancara kita bisa mengetahui tantangan yang ia hadapi, motivasinya, atau perasaan sebenarnya saat berinteraksi dengan siswa.

    Wawancara memberi ruang bagi peneliti untuk mengajukan pertanyaan lebih detail sehingga data yang terkumpul jauh lebih kaya.

    2. Kuesioner sebagai Alat Pengumpulan Data Massal

    Selain wawancara, kuesioner juga sering digunakan untuk melengkapi data. Kuesioner sangat cocok ketika peneliti ingin menjangkau banyak responden dalam waktu yang singkat.

    Dengan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan, responden bisa mengisi sesuai pemahaman mereka. Keunggulannya, data yang dihasilkan lebih terstruktur dan mudah diolah, apalagi jika jumlah responden cukup besar.

    Metode ini juga memungkinkan adanya anonimitas, sehingga responden bisa lebih jujur dalam memberikan jawaban.

    3. Memanfaatkan Data Sekunder

    Jika wawancara dan kuesioner masih belum cukup, peneliti dapat menggunakan data sekunder. Data ini berasal dari sumber lain yang sudah ada, seperti laporan penelitian sebelumnya, data statistik dari lembaga resmi, arsip pemerintah, atau artikel ilmiah.

    Data sekunder membantu peneliti melengkapi informasi yang sulit didapat lewat pengamatan langsung.

    Misalnya, jika peneliti ingin mengetahui jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, atau data kesehatan masyarakat, tentu lebih mudah menggunakan data resmi daripada melakukan observasi sendiri.

    4. Studi Pustaka untuk Menguatkan Kerangka Teori

    Selain data sekunder, studi pustaka juga tidak kalah penting. Dengan membaca buku, jurnal, atau artikel yang relevan, peneliti dapat memperkuat analisisnya.

    Studi pustaka memberikan landasan teori yang membantu menjelaskan data lapangan. Tanpa teori, data observasi mungkin hanya terlihat sebagai fakta terpisah yang sulit dimaknai.

    Dengan teori, data bisa dihubungkan sehingga menghasilkan kesimpulan yang lebih jelas dan meyakinkan.

    Kesimpulannya, observasi langsung memang menjadi metode penting dalam penelitian, tetapi bukan berarti satu-satunya cara yang bisa diandalkan. Ketika data yang diperoleh tidak mencukupi, peneliti bisa melengkapi dengan wawancara, kuesioner, data sekunder, maupun studi pustaka.

    Kombinasi dari berbagai metode ini akan membuat hasil penelitian lebih lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Pada akhirnya, penelitian yang baik bukan hanya soal melihat langsung di lapangan, melainkan juga kemampuan peneliti untuk menggabungkan berbagai sumber data agar menghasilkan pemahaman yang utuh.

  • Pengertian Teknik Snowball Sampling Penelitian dan Contohnya

    Pengertian Teknik Snowball Sampling Penelitian dan Contohnya

    Snowball Sampling

    Snowball sampling merupakan salah satu metode dalam pengambilan sample dari suatu populasi.

    Dimana snowball sampling ini adalah termasuk dalam teknik non-probability sampling (sample dengan probabilitas yang tidak sama).

    Untuk metode pengambilan sample seperti ini khusus digunakan untuk data-data yang bersifat komunitas dari subjektif responden/sample, atau dengan kata lain oblek sample yang kita inginkan sangat langka dan bersifat mengelompok pada suatu Himpunan.

    Dengan kata lain snowball sampling metode pengambilan sampel dengan secara berantai (multilevel).

    Teknik snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus.

    Peneliti menyajikan suatu jaringan melalui gambar sociogram berupa gambar lingkaran-lingkaran yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis.

    Setiap lingkaran mewakili satu responden atau kasus, dan garis-garis menunjukkan hubungan antar responden atau antar kasus (Neuman, 2003).

    Pendapat lain mengatakan bahwa teknik snowball sampling (bola salju) adalah metoda sampling dimana sampel diperoleh melalui proses bergulir dari satu responden ke responden yang lainnya.

    Biasanya metoda ini digunakan untuk menjelaskan pola-pola sosial atau komunikasi (sosiometrik) suatu komunitas tertentu.

    Pengertian Pengertian Mind Mapping Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi teknik snowball sampling dari beberapa ahli.

    1. Neuman

    Teknik snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih, dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus.

    Peneliti menyajikan suatu jaringan melalui gambar sociogram berupa gambar lingkaran-lingkaran yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis.

    Setiap lingkaran mewakili satu respon atau kasus, dan garis-garis menunjukkan hubungan antar responden atau antarkasus.

    2. Subagyo

    Teknik snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan bantuan key-informan.

    Key-informan ini membantu atau akan dapat berkembang berdasarkan petunjuk yang diberikan olehnya.

    Dalam hal ini, peneliti hanya mengungkapkan kriteria sebagai persyaratan untuk dijadikan sampel.

    3. Sugiyono

    Teknik snowball sampling adalah suatu teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil.

    Kemudian sampel ini memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel, begitu seterusnya.

    Sehingga jumlah sampel tersebut menjadi banyak. Ibarat bola salju yang menggelinding makin lama makin besar.

    4. Nurdiani

    Teknik snowball sampling pada pelaksanaannya adalah suatu teknik yang berisi multitahap didasarkan pada analogi bola salju.

    Yaitu dimulai dengan bola salju yang kecil kemudian membesar secara bertahap karena ada penambahan salju ketika digulingkan dalam hamparan salju.

    Teknik snowball sampling ini adalah salah satu cara yang dapat diandalkan dan sangat bermanfaat dalam menemukan responden yang dimaksud sebagai sasaran penelitian melalui keterkaitan hubungan dalam suatu jaringan, sehingga dapat tercapai jumlah sampel yang dibutuhkan.

    5. Akhmad Fauzy

    Pengambilan sampel dengan teknik snowball sampling adalah pengambilan suatu sampel berdasarkan atau dengan cara beranta, yaitu multilevel.

    Pengambilan sampel dengan teknik ini dimulai dengan jumlah sampel kecil yang kemudian membesar yang diibaratkan sebagai bola salju yang menggelinding dan lama-kelamaan bola salju tersebut menjadi besar.

    6. Patton, Salganik, Suhardjo (dalam Nurdiani)

    Snowball sampling adalah suatu pendekatan untuk menemukan informan-informan kunci yang memiliki banyak informasi.

    Dengan menggunakan pendekatan ini, beberapa responden yang potensial dihubungi dan ditanya apakah mereka mengetahui orang yang lain dengan karakteristik seperti yang dimaksud untuk keperluan penelitian.

    Kontak awal akan membantu mendapatkan responden lainnya melalui rekomendasi.

    Untuk mencapai tujuan penelitian, maka teknik ini didukung juga dengan teknik wawancara dan survei lapangan.

    7. Bungin

    Teknik snowball sampling disebut dengan prosedur rantai rujukan atau disebut juga sebagai networking dalam mengakses informan-informan lainnya.

    Contoh Snowball Sampling

    Dalam snowball sampling, identifikasi awal dimulai dari seseorang atau kasus yang masuk dalam kriteria penelitian.

    Kemudian berdasarkan hubungan keterkaitan langsung maupun tidak langsung dalam suatu jaringan, dapat ditemukan responden berikutnya atau unit sampel berikutnya.

    Demikian seterusnya proses sampling ini berjalan sampai didapatkan informasi yang cukup dan jumlah sampel yang memadai dan akurat untuk dapat dianalisis guna menarik kesimpulan penelitian.

    Contoh cara pelaksanaan teknik snowball sampling ditunjukkan pada penelitian terhadap tunawisma di Jakarta.

    Pada awalnya sulit sekali menemukan tunawisma hanya berdasarkan wilayah.

    Namun setelah ditemukan satu atau lebih tunawisma di suatu area, maka dengan mudah dapat ditemukan tunawisma-tunawisma lain sebagai sampel melalui teknik sampling snowball.

    Prosedur pelaksanaan teknik snowball sampling dapat dilakukan bertahap dengan wawancara mendalam dan kuesioner.

    Dalam mewawancara responden, seorang Interviewer harus memiliki kejujuran, kesabaran, rasa empati, dan semangat yang tinggi dengan tujuan untuk menghasilkan data yang dibutuhkan.

    Wawancara mendalam dilakukan dengan sejumlah daftar pertanyaan. Umumnya wawancara lapangan ini memiliki karakteristik awal dan akhir yang tidak terlihat jelas.

    Pertanyaan yang diajukan disesuaikan dengan kondisi dan situasi di lapangan.

    Wawancara lebih banyak bersifat informal dan fleksibel, mengikuti norma yang berlaku pada setting lokal.

    Kadang diselipkan dengan canda-tawa yang dapat mencairkan suasana dan membina hubungan yang erat serta meningkatkan kepercayaan individu yang diteliti.

    Menurut Neuman (2003), konteks sosial dan setting wawancara perlu ditulis dalam catatan lapangan dan dilihat sebagai hal yang penting untuk mendukung penafsiran makna.

  • Penjelasan Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

    Penjelasan Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

    Definisi Penelitian Kualitatif

    Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan metode yang ada (Moleong, 2011).

    Informan pada penelitian kualitatif berjumlah minimal 5-6 orang (Streubert & Carpenter, 2003).

    Dalam teori lain, (Sugiyono, 2005) menjelaskan jika penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci.

    Metode Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

    Adapun penjelasan metode penelitian kualitatif menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Saryono (2010)

    Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif.

    2. Sugiyono (2011)

    Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen).

    Dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

    3. Sugiyono (2010:3)

    Mengemukakan bawa metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk mendapatkan data sesuai dengan kebutuhan.

    4. Nasution (2003:5)

    Penelitian kualitatif pada hakikatnya ialah mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya.

    Pada pendapat lain, Nasution juga mengemukakan bahwa penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik.

    Disebut kualitatif karena sifat data yang dikumpulkan bercorak kualitatif, bukan kuantitatif, karena tidak menggunakan alat-alat pengukur.

    Disebut naturalistik karena situasi lapangan penelitian bersifat “natural” atau wajar, sebagaimana adanya, tanpa dimanipulasi, diatur dengan eksperimen atau test.

    5. Christianingsih (2007: 89)

    Mengungkapkan bahwa “Penelitian merupakan instrumen utama (key instrumen) untuk mengumpulkan dan menginterpretasi data dalam penelitian kualitatif”.

    Perbedaan Penelitian Kualitatif dengan Penelitian Kuantitatif

    Menurut Williams (1988), ada 5 pandangan dasar perbedaan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif Kelima pendangan dasar perbedaan tersebut antara lain:

    1. Bersifat realitas, pendekatan kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit, teramati, serta dapat difragmentasi. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat realitas ganda (majemuk), hasil konstruksi dalam pandangan holistik. Sehingga peneliti kuantitatif lebih spesifik, percaya langsung pada obyek generalis, meragukan dan mencari fenomena pada obyek yang realitas.

    2. Interaksi antara peneliti dengan obyek penelitiannya, pendekatan kuantitatif melihat sebagai independen, dualistik bahkan mekanistik. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan partisipasif.

    3. Posibilitas generalis, pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu (nomothetic statements), sedangkan pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements).

    4. Posibilitas kausal, pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya. Sedangkan pendekatan kualitatif selalu mustahilkan usaha memisahkan sebab dengan akibat, apalagi secara simultan.

    5. Peranan nilai, pendekatan kuantitatif melihat segala sesuatu bebas nilai, obyektif dan harus seperti apa adanya. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si peneliti yang subyektif.

    Tujuan Penelitian Kualitatif

    Menurut Kriyantono, tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, yang menunjukkan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti.

    Etika penelitian kualitatif:

    1. Informed consent, hal ini ditujukan agar informan dalam penelitian ini mengetahui maksud dan tujuan penelitian. Mahasiswa yang mau dan bersedia menjadi informan dalam penelitian ini menandatangani lembar informed consent yang disediakan. Jika mahasiswa menolak untuk menjadi informan, maka peneliti pun tidak memaksakan.

    2. Privacy, sebelum melakukan wawancara peneliti meminta izin terlebih dahulu kepada informan untuk mewawancarai secara mendalam tentang pengalaman mahasiswi dalam mengatasi nyeri dysmenorrhea dengan kompres hangat.

    3. Confidentiality, informasi yang diberikan oleh informan dijaga kerahasiaannya oleh peneliti. Informasi tersebut hanya akan diketahui oleh peneliti dan pembimbing atas persetujuan informan dan hanya sekelompok data tertentu yang disajikan sebagai hasil penelitian, kemudian data rekaman dihapus jika sudah tidak diperlukan lagi.

    4. Selfdetermination, informan bisa mengajukan keberatan dan mengundurkan diri untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.

    5. Anonimity (tanpa nama), untuk menjaga kerahasiaan identitas informan, maka peneliti tidak mencantumkan nama asli informan melainkan peneliti menggunakan kode atau inisial untuk menunjuk informan.

    6. Protection from discomfort, peneliti berusaha menjaga kenyamananinforman dengan melakukan wawancara di tempat dan waktu yang ditentukan informan.

    Instrumen Penelitian

    Moleong (2011) menjelaskan bahwa instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri.

    Peran peneliti pada pendekatan penelitian kualitatif dalam pengumpulan data di lapangan adalah sebagai instrumen penelitian.

    Peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menyajikan (display) data, melakukan verifikasi dan membuat kesimpulan dari temuan di lapangan sebagai jawaban dari masalah yang diteliti.

    Prosedur Analisis Data

    Pengolahan data pada penelitian ini dimulai dengan pendokumentasian data dengan menyusun data-data hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan berupa rekaman dan catatan lapangan, kemudian mengubahnya menjadi bentuk transkrip wawancara.

    Selanjutnya peneliti memberi kode untuk mempermudah proses analisis data dengan memberikan garis bawah dan kode untuk kata-kata kunci yang diperoleh dari transkrip wawancara tersebut.

    Setelah kata-kata kunci didapat, peneliti mengambil arti dari setiap kata kunci dan mengelompokkannya menjadi beberapa kategori.

    Selanjutnya kategori-kategori yang sejenis dikelompokkan dalam satu tema dan dibagi dalam tujuan khusus.

    Informasi dianalisis secara manual yang disusun untuk menemukan alternatif pemecahan masalah.

  • Pengertian Metode Penelitian dan Macam-Macamnya

    Pengertian Metode Penelitian dan Macam-Macamnya

    Pengertian Metode Penelitian

    Penelitian adalah sebuah proses kegiatan mencari kebenaran terhadap suatu fenomena ataupun fakta yang terjadi dengan cara yang terstruktur dan sistematis.

    Proses ini biasanya dilakukan oleh ilmuan atau pakar yang berhubungan dengan hal yang akan dicari kebenarannya.

    Misal ada sebuah penelitian yang akan menemukan fakta tentang unsur budaya yang hilang di Indonesia.

    Maka yang melakukan penelitian adalah pakar budaya atau orang yang benar-benar paham tentang kebudayaan.

    Jadi, secara sederhana, arti dari penelitian adalah upaya untuk mengetahui sebuah fenomena dengan rangkaian yang sistematis.

    Macam Macam Penelitian

    Ada beberapa macam metode penelitian yang biasa digunakan dalam sebuah penelitian, mulai dari:

    • Metode penelitian kualitatif
    • Metode penelitian kuantitatif
    • Metode penelitian survei
    • Metode penelitian deskriptif
    • Metode penelitian Ekspos Facto

    Namun, dari beberapa macam metode penelitian di atas, ada dua yang paling sering digunakan, yaitu metode penelitian kualitatif dan kuantitatif.

    Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

    Metode Penelitian Kualitatif

    Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat.

    Pada metode penelitian ini, peneliti menggunakan perspektif dari partisipan sebagai gambaran yang diutamakan dalam memperoleh hasil penelitian.

    Metode Penelitian Kuantitatif

    Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang bersifat sistematis dan menggunakan model-model yang bersifat matematis.

    Teori-teori yang digunakan serta hipotesa yang diajukan juga biasanya berkaitan dengan fenomena alam.

    Perbedaan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

    Berikut ini adalah beberapa perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif.

    • Metode penelitian kualitatif menggunakan desain secara umum, sedangkan metode penelitian kuantitatif menggunakan desain yang lebih jelas dan spesifik.
    • Metode penelitian kualitatif, menggunakan teknik penelitian berupa observasi, eksperimen atau juga dengan wawancara terbuka. Sedangkan metode penelitian kuantitatif dilakukan dengan tes, pengujian dan juga wawancara terstruktur.
    • Metode penelitian kualitatif mendapatkan data berupa deskripsi pendapat dari responden ataupun hasil catatan lapangan. Sedangkan Metode kuantitatif mendapatkan data yang berupa angka, skala maupun grafik yang bisa dihitung.

    Contoh Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

    Contoh Penelitian Kualitatif

    Judul: Metode Belajar Bahasa Indonesia untuk Siswa Sekolah Dasar.
    Sumber data: Lingkungan Sekolah Dasar sebagai sumber data utama.
    Teknik pengamatan: Berupa observasi terhadap metode pengajaran yang digunakan guna menentukan metode belajar Bahasa Indonesia untuk diterapkan pada siswa Sekolah Dasar.

    Contoh Penelitian Kuantitatif

    Judul: Pengaruh Metode Pembelajaran dalam Menentukan Hasil Belajar Siswa.
    Sumber data: Menghubungkan antara pengaruh metode belajar yang digunakan dengan hasil belajar yang diraih. Jika hasilnya belajar tidak baik, maka ada metode belajar yang perlu dievaluasi. Begitu juga sebaliknya, jika hasil belajar baik, maka metode belajar perlu ditingkatkan agar hasil lebih baik.