Tag: muhammadiyah

  • APUNA Banyuwangi Hadirkan Menteri Perdagangan, UMKM Dapat Akses Perluas Pasar Global

    APUNA Banyuwangi Hadirkan Menteri Perdagangan, UMKM Dapat Akses Perluas Pasar Global

    Peluang produk lokal Banyuwangi untuk menembus pasar global semakin terbuka.

    Hal tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk “Membangun Akses Produk Lokal Menjadi Incaran Pasar Global” yang menghadirkan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso di Aula Pelinggihan Tawang Alun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Jumat (28/8).

    Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) Banyuwangi ini mempertemukan Menteri Perdagangan dengan pelaku usaha, komunitas pengusaha, UMKM, serta berbagai penggerak ekonomi kreatif di Banyuwangi.

    Turut mendampingi Menteri Perdagangan, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, serta sejumlah jajaran Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 150 peserta.

    Talkshow berlangsung interaktif. Para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan paparan kebijakan, tetapi dapat menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi dalam mengembangkan dan memasarkan produknya.

    Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari kelayakan produk untuk ekspor, langkah awal memasuki pasar internasional, perizinan, strategi menemukan buyer, hingga pengalaman pelaku usaha yang telah melakukan ekspor tetapi mengalami persoalan karena tertipu agregator.

    Bahkan, peluang produk hasil karya siswa SMK untuk menembus pasar ekspor juga menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan kepada Menteri Perdagangan.

    Seluruh pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Budi Santoso.

    Penjelasan yang praktis dan membuka peluang tersebut membuat para pelaku usaha semakin antusias untuk mengembangkan produknya.

    Budi Santoso yang akrab disapa Busan menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki jaringan perwakilan perdagangan di berbagai negara yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia untuk membuka akses pasar.

    “Kementerian memiliki Atase lebih dari 46 di berbagai negara yang bertugas untuk mencarikan buyer dan menangani business matching berbagai produk termasuk UMKM. Produk yang ingin diekspor apa dan bisa memilih mau ke negara mana, nantinya akan kami proses sampai menemukan buyer,” ungkap Busan.

    Menurutnya, pelaku usaha tidak perlu hanya berfokus pada bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga perlu memahami pasar yang dituju, meningkatkan kualitas, memenuhi persyaratan dan perizinan, serta membangun strategi pemasaran yang tepat.

    Dari Produk Lokal, Menuju Pasar Global

    Talkshow tersebut semakin menarik karena di lokasi kegiatan juga digelar pameran produk dari berbagai komunitas pengusaha Banyuwangi.

    Beragam produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal Banyuwangi tidak hanya bertumpu pada komoditas pertanian, tetapi juga berkembang pada sektor pangan olahan, kopi, kerajinan, fesyen, kriya, hingga produk kreatif.

    Sebanyak 22 peserta pameran turut menampilkan produknya, di antaranya Cigaraya Indonesia dengan cerutu daun talas, Alpukat Sofyan, Al-Balad Beans, Sambal Tempong Kemasan, LPNU Banyuwangi, APUNA, Pancoran Craft, Pakarwangi, Kejaya Handicraft, Pawoenkoe (Sinema Indonesia), Pawoenkoe Mevraiw, Kriya Bambu Papring, Iswara, Asosiasi UMAMI, Kopitalisasi, Bakpia Pewe, Karya Tangi, kerajinan bambu, Studer Pucuk Wetan (IWAPI), PT Rayan Smart Kreatif, serta Batik Papring.

    Keberagaman produk tersebut menjadi gambaran bahwa Banyuwangi memiliki banyak produk lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan juga memperkenalkan program “Pojok Product Placement Pilihan Busan” sebagai salah satu peluang bagi produk pelaku usaha untuk masuk ke jaringan ritel modern.

    “Tiga bulan sekali produk APUNA dan bapak ibu sekalian bisa didaftarkan ke Pilihan Busan. Kalau lolos, sudah pasti bisa masuk ke seluruh jaringan ritel modern,” jelas Busan.

    Program tersebut disambut antusias oleh para pelaku usaha karena memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai jalur pengembangan pasar produk lokal, tidak hanya menuju konsumen domestik tetapi juga menuju jaringan perdagangan yang lebih luas.

    APUNA Jadi Ruang Kolaborasi Perempuan Muda dalam Ekonomi

    Sambutan Ketua PDNA Banyuwangi (Dok. Sastrawacana/Cici)

    Ketua PDNA Banyuwangi, Roudhotul Jannah, mengatakan bahwa talkshow tersebut tidak hanya menjadi ruang bertemunya pemerintah dengan pelaku usaha, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpelaku UMKM di Banyuwangi.

    Menurut Nana, sapaan akrab Roudhotul Jannah, APUNA hadir sebagai wadah bagi perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah untuk berdaya dalam bidang ekonomi sekaligus membangun jejaring usaha yang lebih luas.

    “Talkshow ini sekaligus menjadi ajang sinergi dan kolaborasi UMKM untuk bersama-sama meluaskan jejaring usahanya. APUNA adalah wadah perempuan muda Nasyiah untuk berdaya dalam ekonomi,” ungkap Nana.

    Ia menambahkan, berbagai peluang yang disampaikan Menteri Perdagangan akan menjadi bahan tindak lanjut bagi APUNA Banyuwangi, termasuk dengan menghubungkannya melalui Koordinator Wilayah APUNA Jawa Timur.

    “Peluang-peluang ekspor yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan ini bisa difollow up ke Koordinator Wilayah APUNA Jawa Timur,” tambahnya.

    Dari Silaturahmi Menjadi Jejaring Usaha

    Semangat kolaborasi juga terasa dari para peserta. Salah satunya disampaikan oleh PC LPNU Banyuwangi melalui pesan di grup WhatsApp peserta kegiatan.

    “Kami atas nama PC LPNU Banyuwangi juga terima kasih sudah diundang, mudah-mudahan nanti APUNA bisa bersinergi dan kolaborasi dengan kami, matur nuwun.”

    Pesan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pertemuan tersebut tidak berhenti pada forum sehari.

    Lebih dari itu, talkshow menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai komunitas dan membuka kemungkinan kerja sama baru.

    Bagi APUNA Banyuwangi, mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah sekaligus mempertemukan pelaku usaha satu dengan lainnya merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat.

    Produk lokal tidak cukup hanya dikenal di daerah asalnya. Ia perlu diberi jalan untuk tumbuh, menemukan pasar, membangun jejaring, dan memiliki kesempatan untuk bersaing di tingkat global.

    Melalui talkshow bersama Menteri Perdagangan RI ini, APUNA Banyuwangi membawa satu pesan penting: Banyuwangi tidak hanya memiliki produk lokal yang layak dibanggakan, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi bagian dari pasar global. (Zahrotul Janah)

  • TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi Lepas 37 Siswa, Usung Tema Ukir Asa Generasi Mulia

    TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi Lepas 37 Siswa, Usung Tema Ukir Asa Generasi Mulia

    Rogojampi – Suasana haru dan kebanggaan mewarnai acara Pelepasan Siswa-Siswi Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi yang digelar pada Sabtu (20/6).

    Dengan mengusung tema “Ukir Asa Generasi Mulia”, lembaga pendidikan anak usia dini tersebut melepas 37 siswa yang telah menyelesaikan masa belajar mereka dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

    Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan berbagai penampilan kreasi siswa yang berhasil memukau para tamu undangan dan wali murid.

    Kegiatan diawali dengan penampilan drum band yang dimainkan oleh siswa-siswi TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi.

    Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari para hadirin.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan Tari Gandrung yang dibawakan secara apik oleh para siswa.

    Tarian khas Banyuwangi tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya lokal kepada anak-anak sejak usia dini.

    Selain itu, para hafiz dan hafizah cilik juga menampilkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an yang menunjukkan hasil pembelajaran keagamaan selama mereka menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

    Berbagai penampilan lainnya turut memeriahkan acara, mulai dari hafalan doa-doa harian, hadits, hingga sejumlah pertunjukan edukatif yang menggambarkan kreativitas dan keberanian anak-anak tampil di depan publik.

    Salah satu penampilan yang menyita perhatian adalah pentas teater bertema “Semangat Menunaikan Ibadah Haji”.

    Dengan penuh penghayatan, para siswa memerankan rangkaian perjalanan ibadah haji yang sarat nilai pendidikan dan keislaman.

    Penampilan tersebut berhasil mengundang decak kagum para tamu undangan dan mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

    Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi, Kholidah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelepasan siswa tahun ini.

    Ia menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, anak-anak tidak hanya dibekali kemampuan akademik dasar, tetapi juga pendidikan karakter dan keagamaan.

    “Alhamdulillah, anak-anak telah dibekali kemampuan baca tulis, pembelajaran shalat, hafalan surat-surat pendek, hadits, doa-doa sehari-hari, serta dasar-dasar pemahaman untuk menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” ujarnya.

    Menurut Kholidah, pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak.

    Oleh karena itu, sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.

    Dalam kesempatan tersebut, Kholidah berpesan kepada seluruh siswa agar terus semangat belajar dan menjaga nama baik almamater di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.

    “Jagalah nama baik TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi, hormati orang tua dan guru, serta terus rajin belajar agar dapat meraih cita-cita yang diinginkan,” pesannya.

    Ia juga berharap silaturahim yang telah terjalin antara sekolah, siswa, dan wali murid dapat terus berlanjut meskipun anak-anak telah menyelesaikan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak.

    Pada kesempatan itu pula, Kholidah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wali murid apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan maupun kekhilafan dari pihak sekolah.

    Acara pelepasan turut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Rogojampi, PCM Rogojampi, Majelis PAUDDASMEN, perwakilan AUMKES RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, SMP Muhammadiyah 11 Rogojampi, SD Kreatif Muhammadiyah 19 Rogojampi, TK Dinar Nasyi’ah 2 Lateng, serta Pengasuh LKSA Khusnul Khotimah Muhammadiyah Rogojampi.

    Kehadiran berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

    Tema “Ukir Asa Generasi Mulia” yang diangkat pada kegiatan ini mencerminkan harapan besar agar para lulusan mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Sejalan dengan semangat dakwah Muhammadiyah, pendidikan dipandang sebagai sarana penting dalam membentuk generasi beriman, berilmu, dan berkemajuan.

    Melalui pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, diharapkan anak-anak mampu melanjutkan perjalanan belajar dengan semangat yang tinggi serta menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

    Acara ditutup dengan doa bersama dan prosesi pelepasan siswa yang berlangsung penuh haru.

    Kebahagiaan para orang tua berpadu dengan rasa bangga para guru yang telah mendampingi tumbuh kembang anak-anak selama menempuh pendidikan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi.

  • Pernikahan Dua Tokoh Dakwah Jadi Momentum Silaturahmi Banyuwangi–Bali

    Pernikahan Dua Tokoh Dakwah Jadi Momentum Silaturahmi Banyuwangi–Bali

    Momentum akad nikah pasangan tokoh dakwah H. Hartono bin Ardjo Djaiman dari Bali dengan Endah Chomisah, P.S.Sos., binti Hariyoso dari Banyuwangi berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Thalita Cafe Kemiren, Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (29/03).

    Prosesi pernikahan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kalipuro, H. Lukman, S.Ag., M.Pd.I.

    Pernikahan ini menjadi perhatian karena kedua mempelai telah memasuki usia sekitar 60 tahun. Keduanya juga telah memiliki masing-masing empat anak serta sejumlah cucu.

    Karena itu, suasana akad nikah dan resepsi yang berlangsung tanpa hiburan tersebut tidak diiringi doa yang lazim disampaikan kepada pengantin muda seperti harapan “langgeng sampai kakek-nenek”.

    Sebaliknya, sejak khutbah nikah hingga sambutan dari penghulu dan perwakilan keluarga, yang disampaikan adalah ucapan selamat dan doa agar keduanya membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, disertai guyonan hangat yang mengundang senyum para tamu undangan.

    Sekitar 300 undangan hadir dalam acara tersebut. Para tamu berasal dari Banyuwangi dan rombongan dari Pulau Bali yang datang menggunakan bus pariwisata serta sekitar empat hingga lima kendaraan pribadi.

    Hadir pula seluruh jajaran pengurus PDM dan PDA Tabanan, serta tokoh masyarakat Tabanan seperti Gus Met, Anwar Haryono, Drs. Budi Ratsongko, Widodo, dan H. Ansori yang turut mendampingi mempelai pria.

    Dari Banyuwangi, turut hadir jajaran PDM Banyuwangi, PCM Glagah, PCM Cluring, PCM Rogojampi, Lurah Kemiren, tokoh masyarakat Banyuwangi, jamaah pengajian ibu-ibu, serta sejumlah tokoh pergerakan termasuk para mualaf yang selama ini mendapatkan pembinaan melalui dakwah kedua mempelai.

    Karena masih dalam suasana Idulfitri, momen pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk saling bermaafan dan saling mendoakan agar menjadi hamba yang muttaqin.

    H. Hartono dikenal sebagai mantan Ketua Baznas yang saat ini menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tabanan. Ia juga aktif sebagai Dewan Pembina Yayasan Al-Ikhlas Tanah Bang Permai serta pengurus ICMI Tabanan.

    Sementara itu, Endah Chomisah Prihatini merupakan muslimah bercadar yang mengikuti jejak orang tuanya dalam kegiatan pergerakan dan sosial pendidikan keagamaan.

    Ia aktif di TPQ dan RA Tunas Ceria, Sanggarmae bersama Yatie Noore, serta Nasyiatul Aisyiyah.

    Endah juga pernah menjadi guru di TK Al Amin Denpasar dan direncanakan akan kembali ke Bali untuk mendampingi suami merintis SMP Muhammadiyah serta penguatan program LazisMu.

    Sebagai sesama pendakwah dan pegiat pendidikan keagamaan, kedua mempelai dinilai tidak memerlukan nasihat panjang dalam prosesi pernikahan karena telah lama berkiprah sebagai mujahid dakwah di tengah masyarakat.

    Kelancaran acara turut didukung Yuni Ambarwati, S.Pd. yang berperan sebagai EO, mak comblang, sekaligus pemandu acara.

    Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan dengan lancar dan penuh keberkahan.

    Menariknya, pertemuan kedua mempelai sebelum menikah terbilang sangat singkat.

    Pertemuan pertama terjadi saat proses ta’aruf di rumah orang tua mempelai perempuan yang berada di belakang Masjid Darul Falah Banjarsari, Glagah. Pertemuan kedua berlangsung langsung pada saat akad nikah.

    Prosesi acara diawali pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Achmad Jamzami dan Olief yang merupakan cucu dari Endah Chomisah.

    Sementara wali nasab mempelai perempuan, kakaknya yang berdomisili di Malang, Cholid Tri Cahyono bin Hariyoso, memimpin langsung proses ijab kabul.

    Selanjutnya, keluarga merencanakan tasyakuran lanjutan di Tabanan, Bali, menunggu momentum putra mempelai pria usai wisuda serta terpenuhinya rombongan belajar SMP Muhammadiyah.

    Dalam agenda tersebut direncanakan akan turut mengundang petugas KUA, penghulu, dan modin, sekaligus menghadirkan kafilah kerabat dan sejawat yang juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk berwisata ke Pulau Bali menyesuaikan kalender liburan pendidikan. (Aguk Wahyu Nuryadi/AF).

  • Warga Muhammadiyah Padati Lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Warga Muhammadiyah Padati Lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rogojampi berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketertiban di lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi pada Jumat pagi, (20/3).

    Sejak fajar mulai menyingsing, para jemaah dari berbagai wilayah di sekitar Rogojampi telah berdatangan dan memadati area lapangan.

    Mereka hadir dengan penuh antusias, mengenakan pakaian muslim yang didominasi warna putih, sehingga menciptakan suasana yang bersih, damai, dan sarat dengan nuansa kebersamaan serta kebahagiaan di hari kemenangan.

    Bertindak sebagai khatib, Ustaz Haji Suharyo AP, S.H yang juga Penasehat PDM Lumajang. Sementara itu, imam salat adalah Ustadz Khairil Anwar, S.Ag.

    Dalam khutbahnya, Suharyo menyampaikan makna Idul Fitri sebagai momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

    Ia mengajak jemaah menjadikan Idul Fitri sebagai sarana kembali kepada fitrah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

    “Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

    Suharyo juga mengingatkan sejumlah amalan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW selama Ramadan agar tetap dijaga pada bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.

    Amalan tersebut meliputi salat tahajud dan salat malam lainnya, membaca Al-Qur’an, berdzikir, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga lisan, menjaga wudu, serta menjaga hati agar tetap selaras dengan nilai-nilai keimanan.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat di tengah berbagai tantangan zaman.

    Dalam doa penutup, ia berharap seluruh jemaah dapat meningkat derajatnya menjadi insan bertakwa setelah Ramadan, serta diberi kesempatan kembali bertemu dengan Ramadan di tahun mendatang.

    Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan panitia PCM Rogojampi, mulai dari pengaturan saf hingga pengamanan dan kebersihan.

    Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman antarjemaah, menciptakan suasana hangat sebagai simbol saling memaafkan di hari yang fitri.

  • PORSMA XI Segera Digelar di Sidoarjo, 1.200 Atlet Kesehatan Muhammadiyah Siap Berlaga

    PORSMA XI Segera Digelar di Sidoarjo, 1.200 Atlet Kesehatan Muhammadiyah Siap Berlaga

    Ribuan calon atlet dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSM/A) se-Jawa Timur tengah bersiap mengikuti Pekan Olahraga Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (PORSMA) ke-XI yang akan digelar di GOR Sidoarjo pada 8 November 2025.

    Ajang dua tahunan yang menjadi pesta olahraga bagi karyawan kesehatan Muhammadiyah ini mengusung tema “Harmony in Motion, Energy in Action.”

    Sebanyak 30 kontingen RSM/A dipastikan ambil bagian dalam PORSMA kali ini, dengan total 1.200 atlet yang telah lolos verifikasi administratif dan dinyatakan sah sebagai peserta.

    Tahun ini, RS Siti Fatimah Tulangan dan RS Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan akbar tersebut.

    Menjelang pelaksanaan, Technical Meeting (TM) PORSMA ke-XI digelar di Aula KH Ahmad Dahlan RS Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang, Selasa (28/10).

    Technical Meeting PORSMA ke-XI

    Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan sambutan dari Ketua Official Komite Nia Arizona, SKM, serta dr. Yahya, Sp.P, Direktur Mutu SDI dan AIK AUMKES PCM Sepanjang, selaku tuan rumah TM.

    Turut hadir M. Taufik Aini, S.Kep., Ners., Ketua Ikatan Karyawan Kesehatan Muhammadiyah (IKKM) Wilayah Jawa Timur yang juga memberikan sambutan dan arahan bagi seluruh peserta.

    Dalam pesannya, Taufik menekankan pentingnya menjunjung tinggi semangat fair play, persaudaraan, dan kebersamaan selama pertandingan.

    “Kita hadir bukan sekadar berlomba, tapi mempererat tali silaturahim dan membangun sinergi positif bagi keluarga besar Ikatan Karyawan Kesehatan Muhammadiyah se-Jawa Timur,” ujar Taufik.

    Acara TM berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Momen ini juga dimeriahkan dengan peluncuran maskot resmi PORSMA XI, “SIDORI” dan “SIGOGO,” yang menjadi simbol semangat sportivitas dan kebersamaan seluruh peserta.

    Adapun cabang olahraga yang akan dipertandingkan meliputi:

    1. Bola voli (putra dan putri)

    2. Futsal (putra dan putri)

    3. Tenis meja (putra dan putri)

    4. Bulu tangkis (putra dan putri)

    5. Catur (putra dan putri)

    Seluruh cabang olahraga tersebut akan digelar di berbagai venue di Kabupaten Sidoarjo, seperti GOR Delta Sidoarjo, Jenggolo Elektrik Tanggulangin, Futsal Puri Indah Sukodono, Tiza Sport, dan Delta Tirta Sido Kumpul Sidoarjo.

    Pelaksanaan akan berlangsung sepanjang hari penuh (full day), dimulai sejak pukul 05.00 WIB untuk registrasi, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan dan pertandingan antar cabang olahraga.

    Nia Arizona

    Sementara itu, Ketua Official Komite Nia Arizona, SKM menjelaskan bahwa PORSMA tahun ini menjadi ajang paling semarak sepanjang sejarah penyelenggaraannya.

    “Peserta meningkat menjadi 1.200 atlet dari 30 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Timur. Ini bukti komitmen luar biasa dari semua pihak untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kompetisi bergengsi bagi keluarga besar IKKM,” ungkap Nia.

    Selain menyiapkan trofi untuk juara I, II, dan III bersama, panitia juga menyediakan uang pembinaan serta piala juara umum bergilir bagi kontingen terbaik.

    Untuk menjamin profesionalitas pertandingan, sejumlah wasit berlisensi dari KONI Sidoarjo turut dihadirkan dalam setiap cabang olahraga.

    “Kami ingin PORSMA menjadi ajang yang tidak hanya kompetitif, tapi juga mempererat rasa persaudaraan. Bermainlah dengan fair, junjung sportivitas, dan kedepankan silaturahim di atas kemenangan,” pesan Nia.

    Sementara itu, Edi Suwito, S.Kep., Ners., selaku Steering Committee bidang Kesenian dan Olahraga IKKM Wilayah Jawa Timur, menambahkan bahwa PORSMA tidak hanya tentang prestasi, tetapi juga kesehatan dan kebersamaan.

    Edi Suwito, S.Kep.,Ners

    “Menang atau kalah kita tetap bersaudara. PORSMA adalah ajang untuk memasyarakatkan olahraga, mens sana in corpore sano. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Edi.

    Dari ujung timur Pulau Jawa, semangat juga datang dari kontingen RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Banyuwangi.

    Perwakilannya, Patria Hariyadi, S.Kep., Ners., menyampaikan optimisme tinggi menjelang pelaksanaan PORSMA XI. Ia menegaskan bahwa timnya siap bertanding dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan.

    Bagi Patria, kemenangan sejati tidak semata diukur dari raihan piala, melainkan dari kemampuan menjaga tali silaturahim, menumbuhkan kesantunan, serta memelihara semangat kebersamaan yang terus berkobar di hati seluruh keluarga besar IKKM Jawa Timur

    Dengan semangat “Harmony in Motion, Energy in Action,” PORSMA XI diharapkan menjadi ajang pemersatu seluruh karyawan kesehatan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Timur, memperkuat budaya hidup sehat, serta meneguhkan nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan di lingkungan AUM Kesehatan.

  • Tim DKV SMK PGRI Rogojampi Raih Juara 3 Lomba Video Kreatif Kesehatan RS PKU Muhammadiyah

    Tim DKV SMK PGRI Rogojampi Raih Juara 3 Lomba Video Kreatif Kesehatan RS PKU Muhammadiyah

    SMK PGRI Rogojampi kembali menorehkan prestasi di bidang Desain Komunikasi Visual (DKV).

    Tim Threefource, yang terdiri dari siswa kelas XI DKV, Mohammad Farhan, Mohammad Rifan, dan Aris Raditiya, berhasil meraih Juara 3 Lomba Video Kreatif Kesehatan kategori umum yang diselenggarakan oleh RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Lomba Video Kreatif ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dengan tema seputar dunia kesehatan.

    Lomba terbagi menjadi dua kategori, yaitu Program Unggulan untuk pegawai internal RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, dan Kesehatan untuk umum yang diikuti puluhan peserta dari berbagai instansi kesehatan, praktisi, generasi milenial, hingga masyarakat umum.

    Kegiatan lomba berlangsung sejak 15 Agustus hingga 15 September 2025 dan pemenangnya diumumkan pada Selasa, 23 September 2025 di Aula RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Penilaian dilakukan oleh tiga juri berkompeten, yaitu Heri Iskandar (konten kreator), Rangga (desainer grafis dan editor video), serta Maulana Affandi (Pemimpin Redaksi media online dan Direktur Penerbit Lintang Banyuwangi), dengan kriteria kreativitas, manfaat, dan kualitas teknis.

    “Alhamdulillah, rasa syukur tiada terkira. Dengan persiapan kurang dari setengah bulan, melalui proses yang berat dan usaha luar biasa, akhirnya konten kami selesai dan dapat dikirim. Sungguh di luar dugaan, kami bisa meraih prestasi ini,” ujar Farhan, salah satu anggota Threefource.

    Rifan menambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru pendamping SMK PGRI Rogojampi atas waktu dan pemikiran yang diberikan hingga kami sampai di titik ini. Terima kasih juga kepada Kepala SMK PGRI Rogojampi beserta jajaran yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk berkembang dan mengharumkan nama almamater. Tidak lupa kepada RS PKU Muhammadiyah Rogojampi dan dewan juri atas apresiasinya.”

    Sementara itu, Andi Budi Setiawan, S.Pd selaku guru pendamping sekaligus Ketua Komunitas Literasi di SMK PGRI Rogojampi (SMKPRO) menuturkan bahwa torehan prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras siswa yang terlibat.

    “Awalnya saya melihat pamflet Lomba Video Kreatif yang diadakan RS PKU Muhammadiyah Rogojampi. Deadline lomba kurang dari setengah bulan lagi, sehingga saya harus mengonfirmasi kepada perwakilan siswa jurusan DKV yang juga merupakan peserta Event Literasi Sekolah Nasional Tahun 2025. Meskipun hanya satu kali bertemu untuk membahas konsep yang akan diangkat menjadi konten, mereka tetap bersemangat menyelesaikan tugas tersebut. Alhasil, kerja keras mereka terbayar dengan meraih Juara 3 Lomba Video Kreatif kategori umum, mewakili generasi milenial,” jelas Andi.

    Prestasi Threefource menambah daftar keberhasilan SMK PGRI Rogojampi di bidang DKV dan menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi.

  • Bank Syariah Matahari Milik Muhammadiyah Resmi Beroperasi, Siap Perkuat Ekonomi Umat

    Bank Syariah Matahari Milik Muhammadiyah Resmi Beroperasi, Siap Perkuat Ekonomi Umat

    Bank Syariah Matahari kini resmi beroperasi setelah mendapatkan izin dari OJK pada 18 Juni 2025 melalui SK No. KEP‑39/D.03/2025.

    Bank ini merupakan transformasi dari BPR Matahari Artadaya, milik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), menjadi lembaga keuangan syariah yang lebih modern dan berkelanjutan.

    Melalui Surat Imbauan Nomor 124/HIM/I.0/C/2025, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengajak seluruh anggota persyarikatan, termasuk amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi untuk aktif menggunakan layanan Bank Syariah Matahari.

    Ia menekankan agar dana tabungan dan deposito dikelola melalui bank ini, sebagai bagian dari strategi dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat.

    “Menempatkan dana pihak ketiga (DPK) seperti tabungan dan deposito, memanfaatkan layanan keuangan, hingga mengelola transaksi kelembagaan melalui Bank Syariah Matahari,” tulis Anwar dalam surat imbauan.

    Tak hanya itu, Anwar Abbas juga mengatakan jika kehadiran Bank Syariah Matahari akan membawa dampak positif tidak hanya bagi persyarikatan, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui pengembangan sistem ekonomi syariah yang inklusif.

    “Bank ini diharapkan menjadi pilar kemandirian ekonomi umat dan sarana dakwah dalam sektor keuangan,” ujar Anwar.

    Melalui konversi ini, persyarikatan Muhammadiyah memperkuat jaringan perbankan syariahnya, yang kini mencakup sekitar 10 unit Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

    Bank Syariah Matahari diharap menjadi pilar utama ekonomi umat, menyediakan layanan seperti tabungan syariah, pembiayaan produktif, deposito, hingga mobile banking.

    Target selanjutnya adalah berkembang menjadi Bank Umum Syariah milik Muhammadiyah.

    Keberadaan Bank Syariah Matahari bukan hanya memperluas akses layanan keuangan syariah bagi anggota persyarikatan, tapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat luas.

    Dana yang dihimpun akan digerakkan kembali dalam pembiayaan syariah yang inklusif dan adil.

    Sebagai informasi, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan bahwa saat ini mereka belum memiliki rencana untuk mendirikan Bank Umum Syariah (BUS), meskipun peluang dan potensi ke arah itu terbilang besar.

    Untuk sementara, Muhammadiyah memilih untuk memusatkan perhatian dan sumber daya pada penguatan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang dinilai lebih strategis dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat di level akar rumput.

    “Meskipun demikian, mendirikan BUS untuk saat ini belum ada rencana walau desakan dari bawah atau dari kalangan anggota cukup kuat karena banyak hal yang harus dipersiapkan baik dari segi permodalan, jaringan, IT dan sumber daya manusianya,” kata Anwar.

  • Wadah Gerakan Kaum Muda Muhammadiyah di Indonesia Adalah?

    Wadah gerakan kaum muda Muhammadiyah di Indonesia adalah Pemuda Muhammadiyah.

    Pemuda Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah yang didirikan pada 2 Mei 1932 di Yogyakarta.

    Organisasi ini bertujuan untuk menghimpun, membina, dan menggerakkan pemuda Islam serta meningkatkan perannya sebagai kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.

    Pemuda Muhammadiyah memiliki berbagai bidang garapan, antara lain:

    • Dakwah dan Tarbiyah: Meningkatkan pemahaman dan pengamalan Islam di kalangan pemuda.
    • Pendidikan: Mengembangkan pendidikan karakter dan kepemimpinan pemuda.
    • Kesejahteraan Sosial: Membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti korban bencana alam dan kaum miskin.
    • Ekonomi: Mengembangkan ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda.
    • Kepemudaan: Meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan bangsa.

    Pemuda Muhammadiyah memiliki struktur organisasi yang lengkap dari tingkat pusat hingga desa.

    Organisasi ini juga memiliki berbagai lembaga dan badan khusus yang menangani berbagai bidang garapannya.

    Sebagai salah satu organisasi pemuda Islam terbesar di Indonesia, Pemuda Muhammadiyah telah banyak memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara

    Organisasi ini telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang.

    Berikut adalah beberapa contoh kegiatan yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah:

    • Pengabdian masyarakat: Pemuda Muhammadiyah sering mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, seperti bakti sosial, donor darah, dan pembagian sembako.
    • Pelatihan dan seminar: Pemuda Muhammadiyah mengadakan berbagai pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kapasitas pemuda dalam berbagai bidang.
    • Advokasi: Pemuda Muhammadiyah sering menyuarakan suara rakyat dan memperjuangkan keadilan sosial.

    Pemuda Muhammadiyah adalah organisasi yang dinamis dan selalu berusaha untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

  • Diantara Ayat Al Quran yang Mendorong K.H Ahmad Dahlan Mendirikan Muhammadiyah Adalah?

    Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang mendorong K.H Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, diantaranya:

    1. QS. Ali Imran ayat 104

    “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

    Ayat ini menekankan pentingnya dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar, yang menjadi salah satu tujuan utama Muhammadiyah.

    2. QS. Al-Ma’un ayat 1-7

    “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”

    Ayat ini mendorong kepedulian terhadap orang-orang yang lemah dan miskin, yang menjadi fokus utama Muhammadiyah dalam bidang sosial.

    3. QS. Al-Ashr ayat 1-3

    “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.”

    Ayat ini menekankan pentingnya amal shaleh dan saling menasihati dalam kebenaran, yang menjadi landasan Muhammadiyah dalam membangun masyarakat Islam yang sejahtera dan berkemajuan.

    4. QS. At-Taubah ayat 105

    “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

    Ayat ini menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dalam beriman dan beramal, yang menjadi semangat Muhammadiyah dalam menjalankan dakwahnya.

    Selain ayat-ayat di atas, K.H Ahmad Dahlan juga terinspirasi oleh ayat-ayat lain yang mendorong untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, membangun peradaban Islam, dan meningkatkan kualitas hidup umat Islam.

    K.H Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah berdasarkan dorongan dari ayat-ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, kepedulian sosial, amal shaleh, dan komitmen dalam beriman dan beramal.

  • Pengertian Khittah Muhammadiyah Secara Istilah Adalah?

    Secara istilah, Khittah Muhammadiyah berarti garis-garis besar perjuangan Muhammadiyah. Kata “Khittah” berasal dari bahasa Arab yang berarti garis, haluan, atau pedoman.

    Khittah Muhammadiyah memuat visi, misi, dan strategi Muhammadiyah dalam menjalankan dakwahnya.

    Khittah menjadi landasan bagi seluruh aktivitas dan kebijakan Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, maupun ekonomi.

    Ada dua Khittah Muhammadiyah yang penting, yaitu:

    1. Khittah Ujung Pandang (1971)

    Khittah Ujung Pandang merupakan sebuah rumusan hasil Muktamar Muhammadiyah ke-40 yang diselenggarakan di Ujung Pandang (sekarang Makassar) pada tahun 1971.

    Khittah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Muhammadiyah, karena menandai pergeseran strategi perjuangan organisasi ini dalam bidang politik.

    Isi Pokok Khittah Ujung Pandang:

    • Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat.
    • Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan dan tidak merupakan bagian dari organisasi politik manapun.
    • Keanggotaan Muhammadiyah tidak terikat untuk memilih atau dipilih dalam organisasi politik tertentu.
    • Muhammadiyah memberi kebebasan kepada anggotanya untuk memasuki atau tidak memasuki organisasi politik lain, sepanjang tidak menyimpang dari AD/ART Muhammadiyah.

    2. Khittah Surabaya (1978)

    Khittah Surabaya merupakan hasil rumusan Muktamar Muhammadiyah ke-43 yang diselenggarakan di Surabaya pada tahun 1978.

    Khittah ini merupakan penyempurnaan dari Khittah Ujung Pandang yang dirumuskan pada tahun 1971.

    Khittah Surabaya terdiri dari dua pokok, yaitu:

    • Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat.
    • Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan dan tidak merupakan bagian dari organisasi politik manapun.

    Khittah Muhammadiyah merupakan pedoman yang sangat penting bagi organisasi ini.

    Khittah memberikan arah dan pedoman bagi seluruh aktivitas Muhammadiyah, sehingga memastikan organisasi ini tetap fokus pada tujuan dakwahnya.

    Hal ini penting untuk menjaga kemandirian dan keutuhan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah.

    Dengan berpegang teguh pada Khittah, Muhammadiyah dapat terus berkontribusi positif bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia.

    Intinya, Khittah Muhammadiyah adalah pedoman yang menuntun Muhammadiyah dalam menjalankan dakwahnya untuk mewujudkan masyarakat Islam yang berkemajuan.