Tag: nu

  • PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Banyuwangi melalui Seksi Sosial Humaniora kembali melaksanakan kegiatan Lingkar Diskusi sebagai bagian dari ikhtiar penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

    Diskusi yang mengusung tajuk “Kembali Meneladani Jejak Perjuangan dan Nilai Pedoman KH Abdurrahman Wahid” ini digelar pada Selasa malam, 27 Januari 2026, bertempat di Masjid At-Ta’awun, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Seksi Sosial Humaniora PC ISNU Banyuwangi, Ginanjar Prastyanto, yang didampingi oleh Mohamad Soleh Kurniawan, yang juga aktivis di DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi.

    Lingkar diskusi ini merupakan gelombang ke-3 setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Pesanggaran.

    Konsistensi pelaksanaan diskusi ini menjadi bukti komitmen PC ISNU Banyuwangi dalam menghadirkan ruang dialektika intelektual yang sehat dan inklusif di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Ginanjar Prastyanto menyampaikan bahwa figur KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan sosok yang relevan untuk terus dikaji dan diteladani, terutama di tengah tantangan sosial dan keagamaan saat ini.

    Menurutnya, nilai-nilai moderasi beragama, pluralisme, serta kelapangan dada yang diperjuangkan Gus Dur merupakan pedoman penting bagi generasi sekarang dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial.

    “Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa Islam harus hadir sebagai rahmat bagi semua, bukan sebagai sumber konflik. Moderasi, sikap terbuka, dan penghormatan terhadap perbedaan adalah warisan besar yang harus terus kita rawat,” ungkap Ginanjar.

    Diskusi malam itu berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam seputar keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman, memperjuangkan keadilan sosial, serta keberaniannya dalam membela kelompok-kelompok minoritas.

    Para peserta juga diajak merefleksikan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam konteks lokal Banyuwangi.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Rogojampi, Irfan Hidayat, beserta jajaran pengurus.

    Kehadiran PAC ISNU Rogojampi menambah semarak diskusi sekaligus memperkuat sinergi antarstruktur organisasi ISNU di tingkat cabang dan anak cabang.

    Melalui lingkar diskusi ini, PC ISNU Banyuwangi berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran kritis, memperkuat karakter intelektual kader, serta menjaga spirit perjuangan Gus Dur agar tetap hidup dan membumi di tengah masyarakat.

    Kegiatan serupa direncanakan akan terus berlanjut di kecamatan lain sebagai bagian dari gerakan intelektual dan sosial ISNU Banyuwangi.

  • Hangatkan Silaturahmi, MWC NU dan YPIA Rogojampi Gelar Halal Bihalal Syawal 1446 H

    Hangatkan Silaturahmi, MWC NU dan YPIA Rogojampi Gelar Halal Bihalal Syawal 1446 H

    Momentum Syawal dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rogojampi dan Yayasan Pendidikan Islam Ahlussunnah Waljamaah (YPIA) Rogojampi untuk menggelar Halal Bihalal, Ahad pagi (27/4).

    Bertempat di lingkungan gedung MWC NU Rogojampi, kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus MWC NU, pengurus YPIA, serta perwakilan organisasi badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, ISNU, Pagar Nusa, Lazisnu, dan para guru di bawah naungan YPIA Rogojampi.

    Acara di buka dengan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu Yalal Waton dan pembacaan ayat suci Al Quran.

    Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Rogojampi, Ustad Anwar Rofiq, menegaskan bahwa Halal Bihalal ini menjadi agenda rutin tahunan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan warga NU Rogojampi.

    “Kami berharap, semua ranting NU di kecamatan Rogojampi semakin solid dan kompak demi kemaslahatan umat ke depan,” ungkapnya penuh semangat.

    Kegiatan ini juga mendapatkan perhatian dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Perwakilan PCNU yang hadir memberikan pesan agar seluruh MWC NU dan ranting NU se-Kabupaten Banyuwangi menjaga kesolidan, serta tegak lurus dalam barisan yang sejalan dengan arah perjuangan PBNU, PWNU, dan PCNU.

    Mengusung tema “Halal Bihalal adalah Waktu yang Tetap untuk Mengembalikan Kehangatan Persaudaraan dan Menumbuhkan Rasa Saling Mengasihi,” acara ini menjadi refleksi penting untuk memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.

    Dalam tausiyahnya, Kyai. Fathurraq Ahdini, Rois Syuriah MWC NU Rogojampi, menyampaikan pesan menyejukkan tentang pentingnya memelihara ukhuwah.

    “Jika membenci seseorang, jangan terlalu dalam. Bisa jadi kelak rasa itu berubah menjadi cinta. Begitu pula sebaliknya. Perbedaan adalah keniscayaan. Perbedaan adalah rahmat,” tutur beliau, mengingatkan hadirin dengan hikmah penuh makna.

    Hadirin sangat khidmat sekali mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh rois syuriah MWC NU Rogojampi sampai selesai meski dalam suasana panas di siang hari.

    Acara ditutup dengan pembacaan doa dan berjabat tangan antar peserta, sebagai simbol saling memaafkan dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan dalam keberagaman.

  • NGABARIN: Silaturahmi dan Kajian Keislaman Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi

    NGABARIN: Silaturahmi dan Kajian Keislaman Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi

    Ngaji Bareng Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi (NGABARIN) merupakan program MWC NU kecamatan Rogojampi yang rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali sebagai anjangsana antar ranting di wilayah Kecamatan Rogojampi.

    Dalam setiap pertemuan, NGABARIN dihadiri oleh pengurus ranting NU se-Kecamatan Rogojampi, perwakilan dari badan otonom (banom) yang ada di ranting setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tiga pilar desa (Kepala Desa, Babinsa dan Babinkatibnas).

    NGABARIN pada bulan ini digelar pada tanggal 23 November 2024 bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Dusun Banje, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi.

    Turut hadir Kepala Desa beserta Kepala Dusun, RT/ RW setempat, pengurus takmir masjid, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar.

    Acara NGABARIN diawali dengan pembacaan Tahlil dipimpin langsung Katib MWC NU Rogojampi Ust. Ridho Hawarie.

    Selanjutnya acara dibuka oleh pengurus Ranting NU Bubuk sebagai tuan rumah sebagai pembaca acara.

    Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah Ranting Banje sebagai perwakilan dari tuan rumah Ranting NU Banje yang dilanjut oleh Kepala Desa Bubuk bapak H. Panhari.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program NGABARIN ini merupakan program yang sangat baik untuk dilaksanakan.

    Menurutnya, NGABARIN dapat digunakan sebagai momentum silaturahmi antar anggota ranting NU se-Kecamatan Rogojampi dengan MWC NU Rogojampi.

    Kemudian, program NGABARIN juga memberikan kemaslahatan bagi warga nahdiyin, umumnya masyarakat yang ada di Kecamatan Rogojampi.

    Sambutan ketiga disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU kecamatan Rogojampi bapak Anwar Rofiq.

    Ia berharap agar program lailatul ijtima yang ada di tingkat Ranting NU bisa diaktifkan kembali untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di sekitar.

    Anwar Rofiq juga mengimbau untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah desa masing-masing demi menciptakan suasana kondusif menjelang pilkada.

    Kegiatan inti NGABARIN diisi oleh Kyai Fathurrozaq Ahdini selaku Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Rogojampi.

    Dalam kajiannya, Kyai Fathurrozaq Ahdini merujuk pada Kitab Risalah Aswaja (Ahl Sunnah Wal Jama’ah) karya KH. Hasyim Asyari.

    Disela-sela penyampaian materi, ia membuka sesi diskusi agar kajian tersebut tidak fokus pada satu arah, sehingga jamaah bisa bertanya langsung kepada pemateri agar suasana lebih hidup.

    “Sitik kelutik, ojo akeh kelepeh,” tutupnya.

    NGABARIN menjadi tolok ukur keberhasilan MWC NU Rogojampi dalam memperkuat pengetahuan Ahlussunnah Wal Jamaah dan membawa kemaslahatan bagi warga nahdiyin serta masyarakat luas.