Tag: origami

  • Cara Membuat Hiasan Dinding Kelas dari Kertas Origami yang Mudah

    Cara Membuat Hiasan Dinding Kelas dari Kertas Origami yang Mudah

    Menghias dinding kelas adalah salah satu cara yang efektif untuk membuat suasana belajar lebih menyenangkan dan kreatif.

    Membuat hiasan dinding kelas tidak harus menggunakan bahan-bahan yang mahal karena kita juga bisa menggunakan bahan yang mudah didapat seperti kertas origami.

    Membuat hiasan dinding dari kertas origami bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bisa melatih kreativitas dan keterampilan tangan.

    Cara Membuat Hiasan Dinding Kelas dari Kertas Origami

    Mau tahu caranya? Kali ini sastrawacana.id/ akan membahas cara membuat hiasan dinding kelas dari kertas origami yang mudah, yuk disimak!

    Sebelum kita mulai, pastikan semua alat dan bahan yang dibutuhkan sudah tersedia. Berikut adalah daftar alat dan bahan yang diperlukan:

    1. Kertas origami (berbagai warna)

    2. Gunting

    3. Lem kertas atau lem tembak

    4. Double tape atau selotip

    5. Pensil dan penggaris

    6. Benang atau tali (opsional untuk gantungan)

    7. Stiker atau manik-manik (opsional untuk dekorasi tambahan)

    Setelah semua bahan tersedia, kita bisa mulai membuat hiasan dindingnya dengan beberapa tahapan berikut ini:

    1. Membuat Bunga Origami Sederhana

    Hiasan dinding kelas yang umum dan mudah dibuat adalah bunga origami.

    Bunga ini bisa dibuat dengan kertas origami warna-warni agar terlihat lebih hidup. Berikut cara membuat bunga origami:

    1. Lipat Kertas Origami Secara Diagonal

    Ambil selembar kertas origami berbentuk persegi. Lipatlah secara diagonal untuk membentuk segitiga. Pastikan lipatannya rapi agar bunga nanti terlihat cantik.

    2. Lipat Kembali Segitiga

    Setelah kertas dilipat menjadi segitiga, lipat kembali segitiga itu menjadi segitiga yang lebih kecil.

    3. Bentuk Kelopak Bunga

    Gunakan pensil untuk menggambar setengah lingkaran di sisi yang terbuka dari segitiga kecil. Potong bagian melingkar tersebut menggunakan gunting.

    Setelah dipotong, buka lipatannya. Anda akan mendapatkan bentuk bunga dengan beberapa kelopak.

    4. Buat Bunga Ganda

    Untuk membuat bunga lebih menarik, ulangi langkah ini dengan ukuran kertas yang lebih kecil dan warna yang berbeda.

    Tempelkan kedua bunga di tengahnya dengan lem, sehingga membentuk bunga ganda dengan dua lapisan kelopak.

    2. Membuat Hiasan Kupu-Kupu

    Selain bunga, kita bisa membuat kupu-kupu dari kertas origami untuk menambah variasi hiasan dinding.

    1. Lipat Kertas Secara Diagonal

    Mulailah dengan melipat kertas origami menjadi segitiga dengan lipatan diagonal, sama seperti yang kita lakukan untuk bunga tadi.

    2. Lipat Kembali Menjadi Segitiga Kecil

    Lipat lagi segitiga besar menjadi segitiga kecil.

    3. Buka dan Lipat Ulang

    Setelah itu, buka kertas origami dan lipat sisi kiri dan kanan ke arah tengah, sehingga membentuk segitiga kecil di tengahnya.

    4. Buat Sayap Kupu-Kupu

    Tekuk bagian tengahnya untuk membentuk tubuh kupu-kupu, dan rentangkan bagian atas serta bawah untuk membentuk sayap.

    Gunakan lem atau selotip untuk mengunci lipatan agar bentuk kupu-kupu tetap stabil.

    3. Menempelkan Hiasan di Dinding Kelas

    Setelah kita selesai membuat beberapa bunga dan kupu-kupu dari kertas origami, sekarang saatnya menempelkan hiasan tersebut di dinding kelas.

    1. Susun Komposisi Hiasan

    Sebelum menempelkan, susun terlebih dahulu hiasan-hiasan tersebut di atas meja untuk melihat komposisi yang paling menarik.

    Kita bisa menyusun bunga-bunga di satu sisi dan kupu-kupu di sisi lain, atau menyebarkannya di seluruh dinding.

    2. Tempel dengan Double Tape atau Lem

    Gunakan double tape atau selotip untuk menempelkan bunga dan kupu-kupu di dinding. Pastikan menempelkannya dengan rapi dan kuat agar tidak mudah lepas.

    Jika menggunakan lem tembak, pastikan untuk berhati-hati agar tidak terlalu panas dan merusak kertas origami.

    3. Tambahkan Dekorasi Lainnya

    Jika diinginkan, kita bisa menambahkan dekorasi lain seperti stiker berbentuk daun, manik-manik, atau bahkan tali untuk menggantung bunga atau kupu-kupu agar lebih menarik.

    Kombinasi ini akan membuat hiasan dinding terlihat lebih hidup dan menarik perhatian.

    Nah, itulah cara membuat hiasan dinding kelas dari kertas origami yang mudah. Membuat hiasan dinding kelas dari kertas origami adalah aktivitas menyenangkan. Yuk dicoba!

  • 7 Fakta Origami, Seni Lipat Kertas dari Jepang

    7 Fakta Origami, Seni Lipat Kertas dari Jepang

    Origami adalah sebuah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang.

    Menurut bahasa, Origami (折り紙, dari ori berarti "lipat", dan kami yang berarti "kertas".

    Umumnya, origami menggunakan kertas, tapi bisa juga menggunakan kain yang tujuannya sama, yaitu dibentuk sedemikian rupa menjadi pola yang unik dan lucu, misal binatang.

    Seni origami sangat populer di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

    Di negara kita tercinta, kebanyakan anak-anak PAUD atau TK sudah diajarkan origami.

    Dalam membuat origami, tidak ada aturan khusus sehingga setiap anak bisa berkreativitas tanpa batas.

    Nah, bicara tentang origami, ada beberapa fakta menarik yang jarang diketahui.

    Apa saja fakta tentang origami tersebut?

    Dari berbagai sumber yang dihimpun, sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa fakta menarik tentang origami, yuk disimak!

    1. Origami Bukan Berasal Dari Jepang

    Muncul kabar jika seni origami bukanlah berasal dari Jepang.

    Menurut informasi yang dihimpun, seni lipat kertas ini sudah ada sejak tahun 507 Masehi.

    Yang mengejutkan lagi, Tiongkok juga telah lama mengenal seni melipat kertas ini, hanya saja namanya bukan origami.

    Selain itu, masyarakat Eropa juga telah lama melakukan kegiatan seni melipat kertas.

    Kendati demikian, Jepang lah yang mempopulerkan seni ini sehingga diakui dunia bahwa origami berasal dari Jepang.

    2. Awalnya Origami Hanya Dilakukan Oleh Kaum Elit

    Pada mulanya, origami hanya dilakukan oleh kaum elit di Jepang.

    Hal ini dikarenakan pada saat itu, komoditas kertas cukup langka dan harganya tinggi.

    Sehingga tidak semua orang bisa memaikan seni lipat kertas ini.

    Seiring perkembangan zaman, komoditas kertas semakin banyak sehingga semua kalangan bisa memainkan seni ini.

    3. Buku Origami Pertama Terbit Tahun 1797

    Ada sebuah buku yang membahas seni origami pada tahun 1797 yang ditulis oleh Akisato Rito.

    Buku itu berjudul “Sembazuru Orikata” (Thousand Crane Folding).

    Pada buku tersebut, tidak hanya berisi tentang cara membuat origami, tapi juga berisi tentang histori dan sejarah origami.

    4. Origami Bermanfaat untuk Kesehatan

    Fakta ini dikemukakan oleh sebuah artikel yang dirilis oleh AARP (American Association of Retired People) yang berjudul Boost Your Brain Health.

    Disebutkan bahwa origami bisa melatih fokus dan kinerja otak manusia.

    Hebatnya lagi, origami dikatakan bisa memperbaiki kesehatan mental manusia.

    5. Ada Makna di Setiap Bentuk

    Masyarakat Jepang tidak serta merta melipat kertas dengan bentuk dan pola yang tanpa makna.

    Sebab, dari bentuk-bentuk yang dibuat, ternyata mengandung makna tersendiri.

    Misalnya bentuk burung bangau yang paling populer itu adalah sebuah simbol perdamaian.

    6. Ada Mitos di Balik Origami

    Ada sebuah mitos di balik seni melipat kertas.

    Mitos origami itu berkenaan dengan sebuah harapan.

    Dimana, jika seseorang berhasil membuat 1.000 origami burung bangau, maka setiap keinginan dan permintaannya akan terkabul.

    Entah benar atau tidak, yang jelas masih banyak anak-anak di Jepang yang mempercayai kisah ini.

    7. Sebelum Origami, Namanya Adalah Orikata

    Nama origami baru diresmikan sekitar tahun 1880.

    Sebelumnya, seni melipat kertas ini bernama orikata yang artinya: bentuk yang dilipat (folded shapes) dengan menggunakan kertas.

    Seiring berjalannya waktu, namanya mulai berubah sebagai origami dan terkenal sampai penjuru dunia.

    Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang origami yang jarang diketahui.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/, ya!