Tag: pantun agama

  • Pengertian Pantun Agama dan 50 Contohnya

    Pantun Agama

    Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengertian pantun berbalas lengkap dengan contohnya. Kali ini kita akan membahas mengenai pantun agama dalam Bahasa Indonesia.

    Sebelum masuk ke dalam pembahasan, penting untuk diketahui terlebih dahulu bahwa pantun memiliki berbagai jenis di dalamnya. Nah, pantun agama ini merupakan salah satu dari sekian banyak jenis pantun yang ada.

    Pengertian Pantun Agama

    Pantun agama adalah sebuah jenis karya sastra berupa puisi lama yang digunakan untuk menyampaikan pesan baik berupa moral serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam ajaran agama.

    Pada jaman dulu, pantun agama digunakan untuk menyebarkan agama dengan kata-kata. Penggunanya pun bukan sembarang orang, melainkan orang ahli syair yang mampu merajut kata menjadi dalam maknanya.

    Semakin maju perkembangan jaman, maka pantun agama juga semakin luas manfaatnya, tidak lagi dikhususkan untuk menyebarkan agama.

    Tapi lebih condong ke dalam tuturan atau nasihat serta mengajarkan setiap orang untuk menjalankan kehidupan sebaik-baiknya di muka bumi ini.

    Contoh Pantun Agama

    Nah, supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh pantun agama dalam Bahasa Indonesia:

    Ayah pergi membeli tembaga
    Dipakai untuk merekatkan parang
    Apabila ingin masuk surga
    Sering mengaji dan sembahyang

    Asam kandis asam gelugur
    Kedua ayam si riang-riang
    Menangis mayat di pintu kubur
    Teringat badan tidak sembahyang

    Anak ayam turunlah satu
    Mati satu tinggallah habis
    Tersiksa badan waktu itu
    Sebab mengikuti setan iblis

    Nangka muda digulai lemak
    Buah keranji masak tersangkut
    Harta dunia jangan di tamak
    Kalau mati tak akan mengikut

    Jangan senang memfitnah orang
    Orang benci Tuhan pun murka
    Jangan senang melalaikan sembahyang
    Jika mati masuk neraka

    Tante Mayang istrinya jaksa
    Membeli bubur dikasih laksa
    Tidak sembahnyang tidak puasa.
    Di dalam kubur pasti disiksa.

    Terang bulan terang Cahaya
    Cahaya memancar ke Tanjung Jati
    Jika kau ingin hidup bahagia
    Beramal ibadah sebelum mati

    Banyaklah masa antara masa
    Tidak seelok masa bersua
    Meninggalkan solat jadi biasa
    Tanpa takut api neraka

    Dua tiga empat lima
    Enam tujuh delapan sembilan
    Kita hidup tak akan lama
    Jangan lupa siapkan bekalan

    Banyak orang menggali perigi
    Ambil buluh kemudian diikat
    Ilmu dicari tak akan rugi
    Untuk bekal dunia akhirat

    Kera di hutan cekat melompat
    Si pemburu memasang jerat
    Hina sangat sifat mengumpat
    Dilaknat Allah dunia akhirat

    Daun tetap di atas dulang
    Anak udang mati dituba
    Dalam kitab ada terlarang
    Perbuatan haram jangan dicoba

    Redup bulan nampak akan hujan
    Pasang pelita sampai berjelaga
    Hidup mati di tangan Tuhan
    Tiada siapa dapat menduga

    Anak ayam turun sepuluh
    Mati satu tinggal sembilan
    Bangun pagi sembahyang subuh
    Agar dapat ampunan tuhan

    Sayang-sayang buah kepayang
    Buah kepayang hendak dimakan
    Manusia hanya boleh merancang
    Kuasa Allah yang menentukan

    Lembayung di antara semak
    Jatuh melayang ke dalam paya
    Walau ilmu setinggi tegak
    Tidak sembahyang apa gunanya

    Indah sekali pintu dipahat
    Bergambar daun dan dahan
    Kalau ingin hidup selamat
    Taat selalu perintah tuhan

    Anak ayam turunnya lima
    Mati satu tinggalah empat
    Turut mengikut alim ulama
    Supaya betul jalan selamat

    Terang bulan indah bercahaya
    Cahaya memancar ke Tanjung Jati
    Jika engkau hendak bahagia
    Beramal Ibadat sebelum mati

    Air cuka bercampur pasta,
    terkena mata jadi terluka.
    Jangan suka berkata dusta,
    Kalau tak ingin masuk neraka

    Ikan pari loncat ke selokan,
    Bisa-bisa mati kurang makan.
    Didik diri jadi dermawan,
    sedekah jariyah sebagai bekalan

    Kalau tuan pergi ke Tuban
    Jangan lupa mampir ke Daka
    Shalat itu perintah Tuhan
    Jika ingkar masuk neraka

    Bunga besar bunga raflesia,
    Bunga kecil bunga melati.
    Cepatlah taubat wahai manusia,
    Jangan menunggu sampai kau mati.

    Air dan api slalu berlawanan,
    Langit dan bumi adalah berjauhan.
    Kalau hati penuh kedengkian,
    Siaplah orang yang mau berteman.

    Hari minggu mancing di kali,
    di pinggiran melihat buaya.
    Hidup di dunia hanya sekali,
    maka jalani dengan sebaik-baiknya.

    Makan mendoan di kantin sekolah,
    Minum teh sisri bersama Falah.
    Maaf jika aku telah berbuat salah,
    Kasih tahu aku InsyaAllah bisa berubah.

    Ada gadis perawan,
    paling cantik di kampungnya.
    Hormatilah ibumu kawan,
    Ada surga di telapak kakinya.

    Naik delman ditarik kuda,
    Melewati desa dan rawa-rawa.
    Harta tak dibawa saat kau tiada,
    Amal Sholeh yang akan kau bawa.

    Nangka muda digulai lemak,
    Buah beri masak tersangkut.
    Harta dunia jangan ditamak,
    Bila mati takkan mengikut.

    Tiada bumi tanpa udara
    Bumi-lah tempat kita berada
    Tiada Tuhan selain Dia
    Nabi Muhammad itu Rasul-Nya.

    Percuma punya liontin emas
    Bila emasnya emas yang palsu
    Percuma punya otak yang cerdas
    Bila sembahyang saja tak mau.

    Hanyalah padi satu-satunya
    Yang bisa jadi sepiring nasi
    Hanyalah Dia satu-satunya
    Yang harus selalu kita imani.

    Janganlah tunggu daun yang lebat
    Untuk melihat sebuah dahan
    Janganlah tunggu ajal mendekat
    Untuk bertobat kepada Tuhan.

    Dari kecil menanam biji
    Saat besar jadi pohonan
    Sejak kecil rajin mengaji
    Makin teguhlah dalam beriman.

    Pisau tak akan tajam selalu
    Karena itu ia diasah
    Tuhan tak akan meninggalkanmu
    Disaat engkau kena masalah.

    Ingatlah surya di pagi hari
    Niscaya engkau ingat sinarnya
    Ingatlah Dia di dalam hati
    Niscaya hati tidak gulana

    Tak akan ada seekor ikan
    Jika tak ada sungai di situ
    Tak akan pernah ada cobaan
    Yang melampaui batas dayamu.

    Jangan menagih janji kepada
    Orang yang suka tipu menipu
    Jangan bersedih jangan gulana
    Karna derita pasti berlalu.

    Barang siapa mencuri kentang
    Nantinya ia mendapat dera
    Barang siapa zalimi orang
    Nantinya dapat balas dari-Nya.

    Bunga seroja di atas kolam
    Bunga melati di tengah taman
    Barang siapa mengaku Islam
    Maka taatlah kepada Tuhan.

    Jangan menanam di tengah ladang
    Bila tak tahu menanam apa
    Janganlah buka aibnya orang
    Bila aibmu enggan dibuka.

    Kedua tangan saling menjabat
    Jangan mengepal adu kelahi
    Sesama umat saling menghormat
    Jangan mengumpat atau memaki.

    padi tak akan jadi kelapa
    Yang tumbuh tinggi batang-batangnya
    Tuhan tak akan memberi coba
    Yang melampaui daya hamba-Nya.

    Jikalau sudah ada di Jawa
    Kabari aku o secepatnya
    Jikalau nanti sudah bahagia
    Janganlah lupa ingat pada-Nya.

    Janganlah suka makan kecebong
    Karena itu bukan camilan
    Janganlah suka berlaku sombong
    Karena itu dilarang Tuhan.

    Jikalau nanti berjumpa jalak
    Janganlah lupa diberi makan
    Jikalah nati beruang banyak
    Janganlah lupa disedekahkan

    Ibu ke pasar membeli lobak
    Adik membeli jajanan pasar
    Barang siapa berlaku tamak
    Maka dirinya termasuk ingkar.

    Siapa telah asah belati
    Berarti dia pemilik pisau
    Siapa jauh dari Illahi
    Hidupnya akan selalu kacau.

    Sebuah daun ujungnya basah
    Basah karena embun senoktah
    Awali hari dengan Basmallah
    Akhiri hari dengan Hamdallah.

    Nah, itulah pengertian dan contoh pantun agama dalam bahasa Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.