Tag: pegawai

  • Mengenal Apa Itu Core Values BerAKHLAK, Makna, dan Tujuannya

    Mengenal Apa Itu Core Values BerAKHLAK, Makna, dan Tujuannya

    Core Values BerAKHLAK

    Pada 27 Juli 2021, Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi Core Values ASN BerAKHLAK bersamaan dengan peluncuran employer branding “Bangga Melayani Bangsa”.

    Implementasi BerAKHLAK merupakan kunci untuk mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, dan berkinerja tinggi.

    Dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, diharapkan nilai-nilai BerAKHLAK dapat menjadi budaya dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari ASN, sehingga tercipta birokrasi yang bersih, akuntabel, dan bermartabat.

    Untuk mewujudkan potensi ekonomi menuju Indonesia Maju pada tahun 2050, diperlukan peningkatan kinerja ASN yang signifikan, yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraannya.

    Selain itu, maraknya jumlah kasus kecurangan terkait jabatan dan tugas ASN juga menjadi alasan penting mengapa perkuatan core values ASN sangat diperlukan.

    Makna Core Values BerAKHLAK

    BerAKHLAK mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

    • Akuntabel: Berpegang teguh pada tanggung jawab atas amanah yang diberikan, menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan transparansi dalam setiap tindakan.
    • Kompeten: Memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mumpuni, serta terus belajar dan mengembangkan diri untuk mencapai kinerja terbaik.
    • Harmonis: Membangun hubungan yang positif dan saling mendukung antar sesama ASN, serta mengedepankan sinergi dan kolaborasi dalam bekerja.
    • Loyal: Berdedikasi tinggi kepada bangsa dan negara, mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi dan golongan.
    • Adaptif: Tanggap dan fleksibel dalam menghadapi perubahan, serta mampu berinovasi untuk menciptakan solusi yang tepat guna.
    • Kolaboratif: Bekerja sama dengan penuh semangat dan sinergi, baik antar sesama ASN maupun dengan pemangku kepentingan lainnya.

    Tujuan Core Values BerAKHLAK

    Implementasi nilai-nilai BerAKHLAK tidak hanya sebatas hafalan dan slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam keseharian ASN.

    Core values ASN ini menjadi landasan utama untuk memperkuat peran ASN, baik di tingkat pusat maupun daerah.

    Tujuan dari standarisasi core values ini adalah untuk menggalakkan kesadaran, pemahaman, dan akhirnya menerapkan budaya kerja sesuai dengan core values sebagai pola pikir bagi seluruh ASN dalam menjalankan tugas mereka.

    Harapannya, core values ASN ini akan menjadi fondasi sikap yang membimbing ASN menuju perubahan yang lebih baik.

    Ini merupakan landasan moral yang mendorong setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugasnya, dengan fokus utama pada memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat secara optimal.

    Harapan bagi semua ASN adalah agar memahami dan menyesuaikan perilaku mereka sesuai dengan Core Values ASN, dengan mengacu pada pedoman perilaku yang telah ditetapkan.

    Kompeten dalam core values BerAKHLAK berarti ASN harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menjadi aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing

    Dengan berlandaskan nilai ini, ASN diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang bermutu, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

    Sumber: kemenkeu

  • Pengertian Kinerja Pegawai Menurut Para Ahli

    Pengertian Kinerja Pegawai Menurut Para Ahli

    Pengertian Kinerja Pegawai

    Pengertian pegawai tidak lepas dari pembahasan motivasi, karena motivasi merupakan sarana tercapainya kinerja yang tinggi bagi pegawai dalam setiap bentuk organisasi.

    Usaha menimbulkan motivasi agar tercapai suatu kinerja pegawai yang tinggi adalah merupakan suatu keharusan bagi seorang pimpinan suatu organisasi dalam menggerakkan bawahannya agar merupakan suatu hal yang individu.

    Karena setiap individu memiliki tingkat kinerja yang berbeda-beda sesuai dengan penilaian yang berlaku di organisasi. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pada masing-masing individu.

    Pengertian Kinerja Pegawai Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kinerja pegawai menurut para ahli.

    1. Haris Munandar

    Dalam bukunya 13 Rahasia Kinerja Kekuatan (1995:325), yang mengutip dari Roger Dawson sebagai berikut: “kinerja pegawai adalah suatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan tentang kemampuan kerja pegawai sehingga menghasilkan sesuatu yang optimal”.

    2. Henry Simamora

    Mengemukakan pendapatnya mengenai kinerja pegawai dalam bukunya: Manajemen Sumber Daya Manusia (1995:325), sebagi berikut: “Kinerja pegawai adalah tingkat dimana para karyawan/pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan”.

    3. August W.Smith

    Sedangkan menurut August W.Smith yang dikutip oleh Sedarmayanti dalam bukunya Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja (2001:50) adalah sebagai berikut: “Kinerja pegawai adalah merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses”.

    4. TR Mitchell

    Dikutip oleh Sedarmayanti dalam bukunya Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja (2001:51), bahwa kinerja meliputi beberapa aspek yaitu :

    1. Kualitas kerja (Quality of work)

    Kualitas kerja yaitu mutu yang dihasilkan berhubungan dengan baik tidaknya hasil pekerjaan yang telah dicapai.

    Kualitas terdiri dari sejumlah keistimewaan produk yang memenuhi keinginan pelanggan dan dengan demikian memberikan kepuasan atas penggunaan produk itu atau hasil pekerjaan. Kualitas terdiri dari segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau kerusakan.

    2. Ketepatan (Promtness)

    Berkaitan dengan sesuai atau tidaknya waktu penyelesaian pekerjaan dengan target waktu yang telah direncanakan dan pemanfaatan waktu yang seefisien mungkin.

    Setiap pekerjaan diusahakan untuk selesai sesuai dengan rencana agar tidak mengganggu pada pekerjaan lain.

    3. Inisiatif (Initiative)

    Inisiatif ini adalah berupa wujud pengambilan keputusan yang dimiliki pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan.

    Seorang pimpinan harus memberikan dorongan dan kesempatan kepada bawahannya untuk berinisiatif, dengan memberikan kebebasan agar bawahannya aktif memikirkan dan menyelesaikan sendiri tugas-tugasnya. Maksudnya agar bawahan menjadi aktif berusaha tidak tergantung pada atasannya.

    4. Kemampuan (Capability)

    Kemampuan pegawai yaitu kecakapan, sikap mental dan unsur fisik yang dimiliki pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya.

    Setiap pegawai harus benar-benar mengetahui bidang pekerjaan yang ditekuninya. Serta mengetahui arah yang diambil organisasi, sehingga jika telah menjadi keputusan, mereka tidak ragu-ragu lagi untuk melaksanakannya dalam mencapai tujuan organisasi.

    5. Komunikasi (Communication)

    Komunikasi menyangkut kelancaran berinteraksi dalam organisasi baik secara vertikal maupun horizontal.

    Seorang pimpinan dalam mengambil keputusan terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada bawahannya mengemukakan saran dan pendapatnya.

    Pimpinan mengajak para bawahannya untuk ikut berpartisipasi dalam memecahkan masalah yang dihadapai, keputusan terakhir tetap berada ditangan pimpinan.

    Akan menimbulkan kerjasama yang lebih baik dan hubungan-hubungan yang semakin harmonis. Juga menimbulkan perasaan-perasaan senasib sepenanggungan.