Tag: pelatihan jurnalistik

  • Redaksi Sastrawacana.id Beri Pelatihan Jurnalistik di SMK Models, Peserta: Isinya Daging Semua!

    Redaksi Sastrawacana.id Beri Pelatihan Jurnalistik di SMK Models, Peserta: Isinya Daging Semua!

    Redaksi sastrawacana.id/ yang diwakili oleh Maulana Affandi, S.S dan Andi Budi Setiawan, S.Pd, memberi pelatihan jurnalistik tingkat lanjut untuk siswa SMK Models, Rabu (11/2).

    Kegiatan ini menjadi ajang bagi peserta untuk menajamkan kemampuan menulis berita, menentukan angle, dan memahami strategi pengelolaan media sekolah secara praktis.

    Pelatihan yang mulai pukul 13.30 WIB tersebut berlangsung interaktif, dengan total 20 peserta aktif dari angkatan 02.

    Setiap peserta diajak langsung terlibat dalam praktik jurnalistik, mulai dari menyusun judul berita, menentukan sudut pandang, hingga merancang konten untuk media digital sekolah.

    Andi Budi Setiawan membuka sesi dengan menekankan pentingnya mindset jurnalis pelajar.

    Ia mengajak siswa memahami bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar menulis, tetapi juga mengamati, menganalisis, dan menafsirkan setiap peristiwa secara kritis.

    “Setiap kegiatan sekolah memiliki cerita yang berbeda. Tugas kalian adalah menemukan yang paling relevan dan bermakna untuk dibagikan,” jelas Andi kepada para peserta.

    Sementara itu, Maulana Affandi menyoroti pentingnya website sekolah sebagai media jurnalistik.

    Ia menjelaskan perbedaan antara website humas dan media jurnalistik, serta bagaimana website bisa menjadi ruang untuk menampilkan berita yang memiliki sudut pandang dan nilai edukatif.

    Peserta diajak belajar membuat artikel yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik bagi pembaca digital.

    Metode pelatihan memadukan teori singkat, diskusi kelompok, dan praktik langsung.

    Peserta mencoba membuat judul, menentukan angle, dan menulis artikel pendek dari studi kasus yang diberikan. Interaksi ini membuat suasana kelas hidup dan penuh semangat.

    Salah satu peserta mengaku terinspirasi oleh materi yang diberikan.

    “Saya baru sadar menulis itu bukan sekadar laporan kegiatan. Kita harus bisa menangkap inti dan pesan dari setiap peristiwa. Pelatihan hari ini benar-benar isinya daging semua!” ujarnya antusias.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026, sekaligus momen berharga bagi jurnalis SMK Models yang tergabung dalam Mojoer Media.

    Tak hanya menggelar pelatihan, Mojoer Media juga merilis buku terbaru mereka berjudul Journey of Organization yang mendokumentasikan perjalanan organisasi dan kegiatan jurnalistik sekolah.

    Pelatihan ini diharapkan dapat membekali jurnalis pelajar untuk menghasilkan tulisan yang bernilai, mengelola media sekolah dengan profesional, dan menjadi bagian dari regenerasi Models Jurnalisme yang adaptif dengan perubahan zaman.

    Dengan semangat “Menata aksara, membedah realita,” siswa diajak untuk menulis dengan pemikiran, menyebarkan informasi yang bermanfaat, dan membangun budaya literasi yang kuat di lingkungan sekolah.

  • Pelatihan Jurnalistik Lanjutan SMK Models Siliragung Ajak Peserta Perdalam Teknik Penulisan dan Pengelolaan Media Sekolah

    Pelatihan Jurnalistik Lanjutan SMK Models Siliragung Ajak Peserta Perdalam Teknik Penulisan dan Pengelolaan Media Sekolah

    sastrawacana.id/ – Pelatihan Jurnalistik Lanjutan Mojoer 2026 memasuki hari kedua pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan menghadirkan dua narasumber, Andi Budi Setiawan, S.Pd dan Maulana Affandi, S.S.

    Kegiatan yang digelar di Ballroom Ed Hotel SMK Models ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas anggota baru Models Jurnalisme angkatan 02.

    Sebanyak 20 peserta mengikuti sesi yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut secara intensif dalam rangkaian Dialektika Media memperingati Hari Pers Nasional 2026.

    Hari kedua difokuskan pada penguatan ideologi jurnalistik pelajar dan strategi pengelolaan media sekolah agar lebih adaptif di era digital.

    Andi Budi Setiawan membuka sesi dengan materi bertajuk “Penguatan Jurnalistik Pelajar dalam Bingkai Sekolah Berkemajuan.”

    Dalam materinya, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir jurnalis sejak dini.

    “Seorang jurnalis harus memiliki kesadaran, berpikir terbuka, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ujarnya di hadapan peserta.

    Andi BS di SMK Siliragung

    Menurut Andi, jurnalis pelajar tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis, tapi juga memikul tanggung jawab sebagai pencatat peristiwa sekaligus pembangun citra positif sekolah.

    Dalam paparannya, ia mengulas enam aspek utama:

    • mindset jurnalis,
    • peran jurnalis sekolah,
    • teknik menemukan angle,
    • reportase,
    • penulisan berita populer untuk media sosial,
    • etika jurnalistik.

    Ia mengingatkan bahwa satu peristiwa sekolah dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

    “Berita yang baik tidak menceritakan semuanya, tetapi menyampaikan yang paling bermakna,” tegasnya.

    Andi juga menekankan pentingnya kepekaan dalam menemukan keunikan, dampak, maupun kisah perjuangan di balik sebuah kegiatan.

    Baginya, berita tidak boleh berhenti sebagai laporan formal, tetapi harus menghadirkan nilai dan makna.

    Soal etika, ia mengingatkan peserta untuk tetap objektif, menghindari isu SARA, serta memastikan setiap tulisan melalui proses cek dan edit.

    Sesi berlangsung interaktif melalui diskusi dan praktik menentukan angle berita agar peserta tidak terjebak pada gaya penulisan humas yang satu arah.

    Memasuki sesi kedua, Maulana Affandi menyampaikan materi “Revitalisasi Website sebagai Media Jurnalis Sekolah.”

    Ia menyoroti pentingnya website sebagai pusat informasi resmi di tengah arus digital yang cepat.

    “Di era digital, semua informasi bermuara ke website. Karena itu, website jurnalistik sekolah harus dikelola secara serius,” ujarnya.

    Affandi menjelaskan perbedaan mendasar antara website humas dan website jurnalistik.

    Jika website humas bersifat informatif satu arah, website jurnalistik menghadirkan sudut pandang yang mengajak pembaca berpikir.

    Ia menegaskan bahwa media sekolah tidak cukup hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi harus mampu menggali maknanya.

    “Jangan sekadar menulis kegiatan. Tulislah maknanya,” pesannya.

    Metode pelatihan memadukan pemaparan materi, Forum Group Discussion (FGD), dan praktik langsung.

    Maulana Affandi narasumber di SMK Models Siliragung

    Peserta diminta menyusun judul dan menentukan sudut pandang berita berdasarkan studi kasus.

    Salah satu peserta mengaku tertantang dalam menentukan angle tulisan.

    “Ternyata tidak mudah. Kita harus benar-benar memahami nilai dari sebuah kegiatan,” ungkapnya.

    Peserta lain menilai materi revitalisasi website membuka perspektif baru tentang arah pengembangan Models Jurnalisme ke depan.

    Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran Pembina Ekskul Models Jurnalisme, Cici Arista Devi, S.Pd., yang mendampingi proses perencanaan hingga pelaksanaan.

    Komitmennya dalam membangun budaya literasi sekolah menjadi fondasi kuat terselenggaranya pelatihan tersebut.

    Dukungan juga diberikan Kepala SMK Models yang menyediakan fasilitas dan kepercayaan penuh bagi pengembangan media sekolah.

    Sinergi antara manajemen sekolah dan pembina ekskul menjadi kunci keberlanjutan program jurnalistik di lingkungan sekolah.

    Lebih dari sekadar pelatihan, hari kedua Mojoer 2026 menjadi ruang refleksi tentang peran jurnalis pelajar di tengah arus informasi yang kompetitif.

    Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menjaga nilai, integritas, dan tanggung jawab.

    Dengan semangat “Menata Aksara, Membedah Realita,” Models Jurnalisme menegaskan komitmennya membangun budaya literasi yang kritis dan berdaya saing.

    Kini, estafet pengelolaan media berada di tangan generasi baru. Tantangannya adalah menjadikan website sekolah sebagai ruang narasi yang hidup, jujur, dan bermakna.

  • SMA Darussholah Singojuruh Latih Jurnalis Muda Lewat Program Trasanda News

    SMA Darussholah Singojuruh Latih Jurnalis Muda Lewat Program Trasanda News

    SMA Negeri Darussholah Singojuruh mengadakan pelatihan jurnalistik untuk anggota Trasanda News.

    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang jurnalistik dan diikuti anggota News Trasanda Media yang merupakan aktivis OSIS, Remaja Rohani Islam dan ekstra Jurnalistik.

    Dua narasumber dihadirkan yakni pegiat literasi Yeti Chotimah, M.Pd yang banyak menerbitkan buku dan guru berprestasi seni budaya Tingkat Jawa Timur serta wartawan sastrawacana.id/ dan JurnalNews, Bung Aguk Darsono. Keduanya membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka.

    Materi pelatihan mencakup Teknik Fotografi berupa teknik pengambilan gambar yang tepat untuk mendukung berita.

    Peserta Pelatihan Jurnalistik SMA Darussholah Singojuruh
    Peserta Pelatihan Jurnalistik SMA Darussholah Singojuruh (Dok. sastrawacana.id/)

    Serta Reportase mencakup teknik wawancara dan pengumpulan informasi yang selain akurat dah berimbang tetap perhatikan etika dan hindarkan SARA maupun hoax.

    "Dari karya mereka banyak artikel serta foto kurang berbicara. Maka kami bekali tips yang disukai pembaca. Dan mereka antusias untuk meningkatkan kemampuannya! " ungkap Yeti Chotimah yang memuji keterampilan literasi maupun komunikasi lembaga yang bermotto Akhlaqul karimah, sehat dan berprestasi itu.

    Kepala SMA Negeri Darussholah, Hj. Wahyu Windari, M.Pd menyampaikan misi pelatihan meningkatkan kemampuan anggota Trasanda News dalam membuat konten video dan berita berkualitas nan berkelas serta meningkatkan korsa taruna santri yang bisa meraih cita dan citra school branding.

    "Peralatan jurnalistik difasilitasi sekolah maka hendaknya tak ada egosentris tapi mau sinergi kolaborasi untuk sekolah kita tercinta! " tegas kepala lembaga yang punya 30 Rombel ini.

    Ahmat Jalbu Rizki yang jadi pemimpin redaksi mengaku ada energi dan wawasan baru dengan adanya bimtek ini.

    Peserta Pelatihan Jurnalistik di SMA Darussholah Singojuruh

    "Teman-teman juga semangat karena bisa langsung praktek dan dievaluasi serta ada contoh karya narasumber. Jadinya terasa gampang dan lebih bagus. Maka perlu ada lagi yang lebih mendalam serta praktek liputan di luar sekolah untuk mengasah naluri jurnalisnya! " tutur siswa Kelas XII yang punya channel YouTube dan bercita-cita jadi sarjana sastra murni ini.

    Sementara itu, Komunitas Belajar Guru SMA Negeri Darussholah Singojuruh juga berbagi ilmu soal media sosial dengan narasumber intern yang memegang akun Intsgaram dan Tiktok sekolah, yakni Holifatur Nur Anis, S. Pd dan Tri Bagus Setyo Adi, A. MaKom yang memaparkan seluk beluk teknis dan target sasaran pemirsa dan atau pembaca via HP termasuk wali murid dan anak SMP/Mts.

    Dalam acara yang dipandu M. Didin Kurniawan, S. Pd.I ini dipamungkasi Yeti Chotimah yang pernah menuntut ilmu hingga ke negeri China bareng Kepala SMANDA ini dengan mengajak semua guru dan staf TU mau berliterasi digital yang didasari ilmu Jurnalistik yang bisa menginspirasi.

    Pelatihan Jurnalistik di SMA Darussholah

    "Asal data 5W+1H lengkap, kita bisa membikin berita yang menarik dan berkualitas," ajakan yang disambut baik oleh para guru untuk langsung peaktek membuat tulisan.

    Bagi yang cepat dan bagus mendapatkan doorprize Buku Warung Bathokan Karya Yeti Chotimah dan Hasnan Singodimayan.

    Hj Wahyu Windari, M. Pd usai semua satu pemahaman soal Web sekolah dan mengelola media sosial menjadi kebutuhan bersama, maka akan diterbitkan SK untuk pelaksanaan tugas sesuai tupoksinya.