Tag: pendidikan islam

  • Lomba Pildacil dan Nasyid Semarakkan Maulid Nabi di MI Darunnajah 2 Tukangkayu

    Lomba Pildacil dan Nasyid Semarakkan Maulid Nabi di MI Darunnajah 2 Tukangkayu

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Darunnajah 2 Tukangkayu, Banyuwangi, berlangsung semarak pada Kamis (27/8), bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1448 H.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah kreativitas bagi para santriwati.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat, kegiatan menanam dan bercocok tanam, serta pengarahan terkait sekolah Adiwiyata yang disampaikan Kepala Madrasah Majidatul Himmah, S.Ag.

    Ia juga memimpin Mahallul qiyam bersama peserta sebelum kegiatan dilanjutkan dengan salat dhuha.

    Setelah itu, para santriwati menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia.

    Terdapat dua jenis perlombaan yang digelar dengan pembagian kategori kelas atas dan kelas bawah, yakni Pildacil dan Nasyid lagu islami.

    Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari pelatih ekstrakurikuler serta wali murid yang memiliki anak dengan prestasi dan talenta di berbagai bidang.

    Sementara itu, pengajian keluarga besar Darunnajah yang mencakup MI 1 untuk putra, MI 2 untuk putri, serta MTs Darunnajah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September.

    Kegiatan tersebut juga akan menjadi panggung bagi penampilan dari masing-masing lembaga, perseorangan, maupun kelas.

    “MC dari anak-anak mulai latihan serta prosesi awarding jawara,” tutur Mrs. Aida pada media ini saat pawai nuansa merah putih yang disemarakkan Drumband MTs dan bazar UMKM para wali murid, dilanjutkan dengan pengundian doorprize menarik dari berbagai sponsorship.

    Rangkaian kegiatan tersebut turut memperlihatkan keterlibatan para siswa dan wali murid, mulai dari pawai bernuansa merah putih, penampilan Drumband MTs, hingga bazar UMKM yang diikuti para wali murid.

    Acara kemudian ditutup dengan pengundian doorprize menarik dari berbagai pihak sponsor.

    “Alhamdulillah berkat kekompakan dan keikhlasan semua maka seluruh program berjalan lancar. Terima kasih segenap wali santri dan doa restu yayasan,” ucap Kamad yang sekaligus putri dari alm. KH Ma’shum Syafi’i ini sambil senyum dan siap siapkan talent menyongsong Porseni MI Jatim ini. (Bung Aguk)

  • LP Ma’arif NU Banyuwangi Siap Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak Lewat Kepengurusan Baru

    LP Ma’arif NU Banyuwangi Siap Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak Lewat Kepengurusan Baru

    Pengurus Cabang (PC) LP Ma’arif NU Banyuwangi resmi dikukuhkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor LP Ma’arif Cabang Banyuwangi, Kecamatan Srono, Kamis (21/5).

    Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki fondasi spiritual yang kuat.

    Bagi Nahdlatul Ulama, pendidikan tidak semata-mata dimaknai sebagai proses transfer pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan merupakan ikhtiar menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun peradaban melalui pembinaan generasi penerus bangsa.

    Kepengurusan baru LP Ma’arif NU Banyuwangi periode ini dipimpin oleh Saeroji. Selain dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bangorejo, ia juga menjabat sebagai Kepala MAN 2 Banyuwangi.

    Prosesi pengukuhan dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, pengurus LP Ma’arif, tokoh pendidikan, serta perwakilan MWC LP Ma’arif dari berbagai kecamatan di Banyuwangi.

    Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan semangat pengabdian kepada umat.

    Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Ahmad Turmudzi, menegaskan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama memikul tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.

    Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, profesionalisme dalam tata kelola lembaga, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

    “LP Ma’arif harus mampu menjadi bagian dari solusi pendidikan masyarakat melalui penguatan kualitas guru, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pelayanan pendidikan yang berorientasi pada kemaslahatan,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik semata.

    Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mampu membentuk pribadi berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    Pada kesempatan yang sama, Rois Syuriyah PCNU Banyuwangi, KH Fahrudin Manan, mengingatkan bahwa pengabdian di dunia pendidikan merupakan bagian dari perjuangan yang bernilai ibadah.

    Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis sebagai ruang penanaman nilai-nilai keislaman, pembentukan akhlak generasi muda, serta sarana menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual.

    “Pelayanan pendidikan merupakan bagian dari pengabdian dalam memuliakan umat serta menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat,” tuturnya.

    Pengukuhan kepengurusan baru LP Ma’arif NU Banyuwangi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antarlembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

    Dengan semangat khidmah dan pengabdian, serta komitmen menghadirkan pendidikan yang bermutu, lembaga pendidikan NU di Banyuwangi diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam akhlak, dan siap menghadapi berbagai tanggung jawab kehidupan di masa mendatang.

  • Cetak Generasi Qurani, Darun Najah Banyuwangi Wisuda 234 Penghafal Al-Qur’an

    Cetak Generasi Qurani, Darun Najah Banyuwangi Wisuda 234 Penghafal Al-Qur’an

    Yayasan Pendidikan dan Sosial (YPS) Darun Najah Banyuwangi menyelenggarakan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Tahun 2026 di El Royal Hotel Banyuwangi pada Kamis (14/05).

    Acara berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri wali murid, komite sekolah, tokoh pendidikan, serta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, di antaranya Pengawas MI Bambang Hartono, S.Pd., M.Pd., Pengawas MTs Hj. Sulaikah, M.Pd., dan bagian urusan literasi H. Syafaat, SH., M.HI.

    Kegiatan wisuda tahfidz ini merupakan agenda rutin yayasan yang didirikan oleh almarhum KH. Harun Abdullah.

    Program tahfidzul Qur’an diwajibkan bagi seluruh siswa di lingkungan Yayasan Darun Najah sebagai bagian dari pembentukan karakter sekaligus penguatan pendidikan keagamaan.

    Pada tahun 2026, jumlah wisudawan mencapai 234 siswa yang terdiri atas MI Darun Najah 1 (putra) sebanyak 37 siswa, MI Darun Najah 2 (putri) sebanyak 159 siswa, serta MTs Darun Najah sebanyak 40 siswa.

    Capaian hafalan para peserta wisuda meliputi Juz 30 sebanyak 97 siswa, Juz 1 sebanyak 90 siswa, Juz 2 sebanyak 37 siswa, Juz 3 sebanyak 3 siswa, Juz 4 sebanyak 4 siswa, dan Juz 6 sebanyak 1 siswa putri pegawai Kemenag, Imam Iskandar.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., MM., turut memberikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan wisuda tahfidz tersebut melalui tayangan video yang diputar selama acara berlangsung.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa menghafal Al-Qur’an akan memudahkan seseorang dalam mempelajari berbagai ilmu lainnya.

    Chaironi yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton itu memberikan dukungan kepada Pesantren Darun Najah yang dinilai telah berkontribusi besar dalam perkembangan pendidikan, pembinaan kader bangsa, serta melahirkan generasi pecinta mukjizat Rasulullah di Kabupaten Banyuwangi.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Banyuwangi, para pengawas madrasah, Lurah Tukangkayu, dewan guru, serta seluruh orang tua wisudawan.

    Pengasuh Pesantren Darun Najah, KH. Latif Harun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tidak dapat membaca, namun mampu menghafalkannya dengan sempurna.

    Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa Al-Qur’an memang kitab terbaik untuk dihafalkan.

    “Semoga para santri ke depan mampu menghafal 30 juz sekaligus memahami isi kandungannya. Ilmu itu berada di hati, bukan hanya di kepala,” ujarnya, sambil mengutip hadis tentang orang tua penghafal Al-Qur’an yang kelak akan mendapatkan mahkota di surga.

    Ia juga menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak akan menghambat kemampuan mempelajari ilmu umum, justru akan mempermudah seseorang memahami berbagai disiplin ilmu lainnya.

    Sementara itu, Plt Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Banyuwangi, Fakhrurazi, S.Ag., M.Pd., yang putrinya juga menjadi salah satu wisudawati, menyampaikan bahwa seluruh anaknya merupakan santri sekaligus alumni Darun Najah.

    Bahkan istrinya juga tercatat sebagai alumni dan pernah menjadi pengajar di lembaga tersebut.

    “Hendaknya kita takdim kepada guru dan anak-anak kita memiliki adab yang mulia,” tambah Plt Pendidikan Madrasah tersebut.

    Dalam prosesi wisuda juga ditampilkan sesi iktibar makro berupa sambung ayat Al-Qur’an yang dilakukan para wisudawan.

    Penampilan itu mendapat apresiasi dan tepuk tangan dari para tamu undangan karena menunjukkan kemampuan hafalan para santri secara langsung di hadapan peserta wisuda.

    Setelah menjalani munaqasyah dan dinyatakan berhak menerima syahadah atau ijazah, sebanyak 234 hafidz yang Surat Keputusan yayasannya dibacakan oleh Majidatul Himmah, S.Ag., secara spontan mendapatkan bonus amplop dari H. Haris Rusdi.

    Sementara para peserta terbaik dari masing-masing lembaga melalui Hi Annisa Harun juga memperoleh tambahan amplop serta voucher menginap di hotel berbintang bersama orang tua mereka.

    Sebagai penutup acara, penampilan nasyid dan puisi yang dibawakan para juara Porseni MI turut memeriahkan suasana.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan momen para hafidz mendatangi orang tua mereka yang menyambut dengan pelukan dan cium penuh rasa syukur atas keberhasilan putra-putri mereka menjadi anak yang saleh dan salehah.

  • Pernikahan Dua Tokoh Dakwah Jadi Momentum Silaturahmi Banyuwangi–Bali

    Pernikahan Dua Tokoh Dakwah Jadi Momentum Silaturahmi Banyuwangi–Bali

    Momentum akad nikah pasangan tokoh dakwah H. Hartono bin Ardjo Djaiman dari Bali dengan Endah Chomisah, P.S.Sos., binti Hariyoso dari Banyuwangi berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Thalita Cafe Kemiren, Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (29/03).

    Prosesi pernikahan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kalipuro, H. Lukman, S.Ag., M.Pd.I.

    Pernikahan ini menjadi perhatian karena kedua mempelai telah memasuki usia sekitar 60 tahun. Keduanya juga telah memiliki masing-masing empat anak serta sejumlah cucu.

    Karena itu, suasana akad nikah dan resepsi yang berlangsung tanpa hiburan tersebut tidak diiringi doa yang lazim disampaikan kepada pengantin muda seperti harapan “langgeng sampai kakek-nenek”.

    Sebaliknya, sejak khutbah nikah hingga sambutan dari penghulu dan perwakilan keluarga, yang disampaikan adalah ucapan selamat dan doa agar keduanya membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, disertai guyonan hangat yang mengundang senyum para tamu undangan.

    Sekitar 300 undangan hadir dalam acara tersebut. Para tamu berasal dari Banyuwangi dan rombongan dari Pulau Bali yang datang menggunakan bus pariwisata serta sekitar empat hingga lima kendaraan pribadi.

    Hadir pula seluruh jajaran pengurus PDM dan PDA Tabanan, serta tokoh masyarakat Tabanan seperti Gus Met, Anwar Haryono, Drs. Budi Ratsongko, Widodo, dan H. Ansori yang turut mendampingi mempelai pria.

    Dari Banyuwangi, turut hadir jajaran PDM Banyuwangi, PCM Glagah, PCM Cluring, PCM Rogojampi, Lurah Kemiren, tokoh masyarakat Banyuwangi, jamaah pengajian ibu-ibu, serta sejumlah tokoh pergerakan termasuk para mualaf yang selama ini mendapatkan pembinaan melalui dakwah kedua mempelai.

    Karena masih dalam suasana Idulfitri, momen pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk saling bermaafan dan saling mendoakan agar menjadi hamba yang muttaqin.

    H. Hartono dikenal sebagai mantan Ketua Baznas yang saat ini menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tabanan. Ia juga aktif sebagai Dewan Pembina Yayasan Al-Ikhlas Tanah Bang Permai serta pengurus ICMI Tabanan.

    Sementara itu, Endah Chomisah Prihatini merupakan muslimah bercadar yang mengikuti jejak orang tuanya dalam kegiatan pergerakan dan sosial pendidikan keagamaan.

    Ia aktif di TPQ dan RA Tunas Ceria, Sanggarmae bersama Yatie Noore, serta Nasyiatul Aisyiyah.

    Endah juga pernah menjadi guru di TK Al Amin Denpasar dan direncanakan akan kembali ke Bali untuk mendampingi suami merintis SMP Muhammadiyah serta penguatan program LazisMu.

    Sebagai sesama pendakwah dan pegiat pendidikan keagamaan, kedua mempelai dinilai tidak memerlukan nasihat panjang dalam prosesi pernikahan karena telah lama berkiprah sebagai mujahid dakwah di tengah masyarakat.

    Kelancaran acara turut didukung Yuni Ambarwati, S.Pd. yang berperan sebagai EO, mak comblang, sekaligus pemandu acara.

    Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan dengan lancar dan penuh keberkahan.

    Menariknya, pertemuan kedua mempelai sebelum menikah terbilang sangat singkat.

    Pertemuan pertama terjadi saat proses ta’aruf di rumah orang tua mempelai perempuan yang berada di belakang Masjid Darul Falah Banjarsari, Glagah. Pertemuan kedua berlangsung langsung pada saat akad nikah.

    Prosesi acara diawali pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Achmad Jamzami dan Olief yang merupakan cucu dari Endah Chomisah.

    Sementara wali nasab mempelai perempuan, kakaknya yang berdomisili di Malang, Cholid Tri Cahyono bin Hariyoso, memimpin langsung proses ijab kabul.

    Selanjutnya, keluarga merencanakan tasyakuran lanjutan di Tabanan, Bali, menunggu momentum putra mempelai pria usai wisuda serta terpenuhinya rombongan belajar SMP Muhammadiyah.

    Dalam agenda tersebut direncanakan akan turut mengundang petugas KUA, penghulu, dan modin, sekaligus menghadirkan kafilah kerabat dan sejawat yang juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk berwisata ke Pulau Bali menyesuaikan kalender liburan pendidikan. (Aguk Wahyu Nuryadi/AF).

  • SMP Qur’an Akmalul Muhsinin Kenalkan Pendidikan Karakter Berbasis Pemahaman Al-Qur’an Jelang Ramadhan 1447 H

    SMP Qur’an Akmalul Muhsinin Kenalkan Pendidikan Karakter Berbasis Pemahaman Al-Qur’an Jelang Ramadhan 1447 H

    sastrawacana.id/ – Menyongsong Ramadhan 1447 H, pengasuh Ponpes Akmalul Muhsinin Karangbaru, Panderejo, Banyuwangi, KH. Imam Hasan Thoha bersilaturahmi ke pengasuh Yayasan Sahal Suhail Bajulmati serta tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang juga Ketua Forum BPD Desa se-Wongsorejo, Sabtu (14/2/2026).

    KH. Imam Hasan Thoha bersama Kepala SMP Qur’an Akmalul Muhsinin, H. Wawuh Sondi Purnomo, ST, Gr, kemudian menjadi narasumber talkshow di Radio Komunitas Planet FM. Talkshow tersebut dipandu host Hadi Purwanto.

    Dalam siaran yang inspiratif itu, KH Imam menekankan pentingnya memahami makna bacaan Al-Qur’an, agar remaja tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami tafsir dan menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

    Ia juga mendorong generasi muda untuk melaksanakan ibadah wajib sesuai rukun Islam serta menjadi teladan yang beradab di lingkungan masing-masing.

    “Dengan metode i‘rab, murid jadi paham tafsir dan makna yang dibaca. Soal hafal Al-Qur’an itu bonus dan membutuhkan amalan individu yang siap kami terima sorogan tiap hari atau tiap minggu sesuai kemampuan,” ujar alumni Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep itu.

    Siaran pada frekuensi 107,7 MHz tersebut juga disiarkan langsung melalui Facebook dan YouTube radio.

    Pendengar dan warganet dapat mengajukan pertanyaan seputar sistem SPMB serta proses pendidikan di SMP Qur’an dalam membentuk karakter remaja, khususnya di tengah kecenderungan kecanduan gawai.

    Targetnya, lulusan mampu menjadi imam salat yang khusyuk dan fasih, bahkan saat kelas IX sudah mampu menjadi khatib Jumat.

    Talkshow ini turut dipublikasikan di portal online Sinergi Media serta media sosial Gotong Royong ’45.

    Menurut H. Wawuh Sondi Purnomo, peserta didik tidak wajib mukim di pondok.

    Namun, jika memilih mondok akan memperoleh nilai tambah berupa pendidikan madrasah diniyah kitab serta kemampuan membaca huruf pegon.

    Biaya sekolah hanya Rp50 ribu per bulan, sedangkan akomodasi pondok sekitar Rp300 ribu per bulan.

    “Ke depannya untuk makan siang bisa memanfaatkan UMKM sekitar sekolah dan siap menerima program MBG,” tutur pengurus PERGUNU dan LPPTKA-BKPRMI yang sehari-hari juga mengampu pengembangan mutu SMK Negeri Kalipuro tersebut.

    Ia juga melayani pertanyaan dan pendaftaran peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 melalui nomor 081281856321.

    “Terima kasih kepada koordinator KKM dan K3S yang telah memberi kesempatan kami menyampaikan informasi kepada siswa dan wali murid kelas VI,” ungkap Hariyanto, wali santri asal Kepundungan, Srono.

    Selain melalui silaturahmi, media mainstream, dan media sosial, sosialisasi SMP Qur’an juga dilakukan dengan menurunkan tim lapangan ke SD/MI yang terdiri dari Edi, Hariyanto, dan Syaifudin, didampingi Yudha Hari Setiawan, SE, SH.

    Di kompleks pondok di Jalan Kopral Sanusi 32 Panderejo, terdapat admin Abidin Zaen (HP 083875684605) yang juga mengelola LKSA Graha Anak Sholeh bagi yatim dan dhuafa.

    Dalam bidang pengembangan minat dan bakat, SMP Qur’an tidak hanya memiliki ekstrakurikuler hadrah dan tilawah, tetapi juga khitobah, puisi, qishah, pidato, jurnalistik, serta konten kreatif.

    Kegiatan ini dilatih oleh seniman Aguk Darsono dari Sanggar Merah Putih ’45.

    Usai talkshow, rombongan melanjutkan silaturahmi ke kediaman H. Hasan Bashori di Sidodadi.

    Rumah tersebut pernah menjadi tempat pernikahan putri hafidzah alumni Yogyakarta yang dinikahkan oleh KH Azaim Sukorejo pada 5 Oktober 2024 dengan seorang hafidz asal Rogojampi alumni Salafiyah Sukorejo.

    Kunjungan juga direncanakan untuk memohon restu kepada Ra Fadhol Alasbuluh sebagai bagian dari keluarga besar Ponpes Nurul Jadid Paiton.

  • MTs Maulana Ishaq Buktikan Komitmen Pendidikan Bermutu Lewat PKKM 2025

    MTs Maulana Ishaq Buktikan Komitmen Pendidikan Bermutu Lewat PKKM 2025

    Kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di MTs Maulana Ishaq berjalan dengan lancar dan penuh semangat, pada Selasa (11/11).

    Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang memiliki peran penting sebagai sarana evaluasi kinerja kepala madrasah.

    Melalui kegiatan ini, dilakukan penilaian atas pelaksanaan tugas, tanggung jawab, serta upaya kepala madrasah sebagai manajer guna meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan madrasah.

    Evaluasi ini juga menjadi tolok ukur bagi keberhasilan program kerja dan arah pengembangan madrasah menuju lembaga pendidikan yang semakin berkualitas.

    PKKM dilaksanakan dengan tujuan untuk menilai sejauh mana kepala madrasah menjalankan fungsi manajerial, supervisi, dan pengembangan lembaga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Selain sebagai bentuk penilaian, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan agar kepala madrasah terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya dalam menjalankan tugas.

    Dalam kegiatan tersebut, hadir dua pengawas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, yaitu Faiz Abadi, M.Si. dan Drs. Edy Suharto, M.Pd.

    Keduanya melaksanakan penilaian dari berbagai aspek, seperti pemeriksaan dokumen, wawancara, serta observasi terhadap pelaksanaan program dan aktivitas madrasah selama satu tahun terakhir.

    Seluruh guru dan tenaga kependidikan turut mendukung kegiatan ini dengan menyiapkan data dan informasi yang diperlukan agar proses penilaian berjalan lancar dan objektif.

    PKKM 2025 MTs Maulana Ishaq

    Kepala MTs Maulana Ishaq, Rustam Effendi, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan PKKM menjadi kesempatan penting bagi dirinya dan seluruh warga madrasah untuk menilai sejauh mana kinerja yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

    Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga ajang refleksi dan motivasi untuk terus berbenah.

    “Dari hasil PKKM ini, kami bisa belajar banyak hal, memperbaiki yang kurang, dan merancang langkah ke depan agar mutu pendidikan di MTs Maulana Ishaq semakin baik,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Ia juga menegaskan bahwa hasil penilaian ini akan menjadi acuan untuk pengembangan madrasah, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan nonakademik, agar MTs Maulana Ishaq terus tumbuh menjadi madrasah yang unggul dan berprestasi.

    Suasana di MTs Maulana Ishaq tampak begitu hidup saat kegiatan PKKM tahun 2025 berlangsung. Kolaborasi yang baik serta kebersamaan yang tinggi menjadi kunci suksesnya acara ini.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga momentum untuk refleksi dan perbaikan menuju arah yang lebih baik.

    Harapannya, MTs Maulana Ishaq terus berkembang menjadi madrasah unggul yang melahirkan generasi berprestasi dan berkarakter Islami.

  • Kompetisi Aswaja Online 2025 Sukses Digelar, Diikuti 1.208 Peserta se-Banyuwangi

    Kompetisi Aswaja Online 2025 Sukses Digelar, Diikuti 1.208 Peserta se-Banyuwangi

    Gelaran Kompetisi Aswaja Online (KAO) 2025 tingkat MI/SD se-Kabupaten Banyuwangi berlangsung sukses dan penuh semangat.

    Kegiatan yang dipusatkan di SMK Gajah Mada Banyuwangi pada Sabtu, 18 Oktober 2025, ini diikuti oleh 1.208 peserta dari berbagai madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar di seluruh Banyuwangi.

    Dari ribuan peserta tersebut, sebanyak 99 finalis berhasil melaju ke babak akhir dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam memahami makna, sejarah, dan tokoh-tokoh Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

    Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi siswa untuk memperdalam nilai-nilai keaswajaan sekaligus menumbuhkan semangat intelektual yang berakar pada tradisi keislaman.

    Acara dibuka secara resmi oleh Gus Fatan, yang hadir mewakili Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi. Dalam sambutannya, Gus Fatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

    Ia juga berjanji akan mengajak para juara bertemu langsung dengan Bupati Banyuwangi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025.

    Kompetisi Aswaja Online 2025 Banyuwangi

    “Anak-anak yang berprestasi di ajang ini patut diberi ruang apresiasi. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga nilai-nilai Aswaja di masa depan,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia KAO 2025, M. Haris Jamroni, M.Pd.I., yang juga merupakan Kepala MIN 1 Banyuwangi, menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak sekadar lomba akademik, tetapi sarana edukatif untuk mengenalkan pemahaman Aswaja secara kontekstual.

    “Soal-soal disusun agar peserta berpikir kritis dan mampu mengaitkan ajaran Aswaja dengan realitas kehidupan sehari-hari,” terangnya.

    Hal senada disampaikan oleh Ketua PERGUNU Banyuwangi, Drs. H. Wijanarko, M.Pd., selaku penggagas kegiatan dan Kepala SMK Gajah Mada.

    Ia menuturkan, ajang ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga wahana silaturahmi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

    Kegiatan KAO 2025 terselenggara berkat dukungan sejumlah pihak, di antaranya LP Ma’arif NU, Bank Syariah Indonesia (BSI), BMPS, PGRI, serta Travel Umrah dan Haji Kubah Hijau.

    Dukungan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi lintas lembaga dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai Aswaja di Banyuwangi.

    Adapun para juara Kompetisi Aswaja Online (KAO) 2025 adalah sebagai berikut:

    Juara I: Syifa Mufida Zahrani (MI Darul Amin Gambiran)

    Juara II: Keenar Amabel Fitriyani (MI Miftahul Huda Pondok Nongko Kabat)

    Juara III: Fatin Arfadhia Sholihah (MIN 1 Banyuwangi)

    Kategori Harapan:

    Harapan I: Moza Alya Kirana (SDN Kepatihan)

    Harapan II: Aulada Hafizah Ramadhani (MIN 1 Banyuwangi)

    Harapan III: Ahmad Hadziq El Haddho (MIN 3 Banyuwangi)

    Selain menyabet beberapa gelar juara, MIN 1 Banyuwangi juga dinobatkan sebagai madrasah dengan peserta terbanyak dalam ajang KAO 2025.

    Para pemenang menerima tropi, piagam penghargaan, uang pembinaan, serta voucher umrah senilai dua juta rupiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.

    Acara ditutup dengan penuh hikmah oleh Dewan Pakar PERGUNU Banyuwangi, H. Zaqy Mubarok, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai Aswaja di kalangan generasi muda.

    “Aswaja bukan hanya ajaran, tapi juga karakter. Melalui ajang seperti ini, kita menanamkan nilai cinta tanah air dan moderasi beragama sejak dini,” pesannya.

    Dengan terselenggaranya Kompetisi Aswaja Online 2025 ini, Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif menggerakkan pendidikan keagamaan berbasis tradisi Aswaja.

    Semangat keilmuan dan kebersamaan yang tampak di ajang ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai Aswaja terus hidup dan berkembang di hati para pelajar muda.

  • TPQ Al-Ikhlas Rogojampi Peringati Maulid Nabi dengan Selawat dan Gebyar Seni

    TPQ Al-Ikhlas Rogojampi Peringati Maulid Nabi dengan Selawat dan Gebyar Seni

    TPQ Al-Ikhlas Dusun Krajan, Rogojampi, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu malam (21 Rabiul Awal 1447 H).

    Mengusung tema “Meneladani Sifat Nabi untuk Generasi Berkarakter Islami,” gelaran acara rutin tahunan ini semakin meriah dengan hiasan Jodang dan kembang telur karya para santri.

    Acara dibuka dengan hadrah dan pembacaan selawat dipimpin langsung oleh Pengasuh TPQ, Ustaz Zainul Adib, S.Pd.I bersama santri.

    Ustaz Zainul Adib, S.Pd.I, menegaskan bagaimana pentingnya meneladani akhlak Nabi di tengah perkembangan zaman.

    “Di era kemajuan zaman yang semakin canggih ini, perlu kiranya sebagai generasi penerus meneladani sifat dan ahlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

    Rangkaian acara berlangsung meriah. Santri-santri tampil membawakan selawatan, tilawah, hingga puisi. Hadirin yang didominasi wali santri tampak antusias menyaksikan penampilan putra-putrinya.

    Puncak acara diisi mauidah hasanah oleh Ustaz Moh. Amin, S.Pd., dari Kauman Rogojampi.

    Dalam ceramahnya, Ustaz Moh. Amin, S.Pd mengingatkan jamaah untuk selalu bersyukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dan memperbanyak selawat.

    “Kita harus bersyukur, karena Nabi Muhammad adalah manusia yang memiliki akhlak paling mulia. Bersyukur dengan cara selalu menyebut namanya lewat solawat serta menjaga dan memelihara syariat yang beliau bawa,” terangnya.

    Acara yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB itu ditutup dengan doa bersama. Di akhir kegiatan, Ustaz Zainul Adib menyampaikan pesan serta harapannya.

    “Semoga peringatan Maulid ini membawa keberkahan bagi kita semua dan kelak kita mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW,” tutup Ustaz Zainul Adib.

  • Pengertian Tashawwur Islam dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Pengertian Tashawwur Islam dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Pengertian Tashawwur Islam

    Tashawwur adalah sebuah konsep atau pandangan seseorang terhadap sesuatu hal.

    Istilah ini sering digunakan dalam konteks agama Islam, dimana tashawwur mengacu pada gambaran atau tanggapan akal seseorang terhadap konsep-konsep dalam Islam.

    Sebagai contoh, seseorang memiliki tashawwur yang benar tentang Allah, yaitu dengan memahami sifat-sifat dan kebesaran-Nya secara tepat dan benar.

    Sebaliknya, jika seseorang memiliki tashawwur yang salah tentang Allah, maka hal ini dapat memengaruhi keyakinannya dan berpotensi menimbulkan kesalahan dalam beribadah atau berinteraksi dengan sesama manusia.

    Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk memiliki tashawwur yang benar tentang konsep-konsep dalam agama Islam, sehingga dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

    Dalam kehidupan sehari-hari, Tashawwur Islam dapat diaplikasikan pada berbagai aspek, mulai dari hubungan dengan Allah hingga interaksi sosial dengan sesama manusia.

    Contoh Penerapan Tasawwur

    Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan Tashawwur Islam dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Mengenal Allah dengan Lebih Dekat

    Tashawwur Islam dapat membantu umat Muslim mengenal Allah dengan lebih dekat.

    Dengan memiliki gambaran atau tanggapan yang benar tentang Allah, maka umat Muslim dapat merasakan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

    2. Menghindari Perilaku Negatif

    Dalam Tasawwur Islam, perilaku negatif seperti berbohong, berdusta, dan berkata kasar tidak diperbolehkan.

    Dengan memiliki gambaran yang benar tentang perilaku yang baik dan buruk, maka umat Muslim dapat menghindari perilaku negatif dan memperkuat akhlak yang baik.

    3. Menjalin Hubungan yang Baik dengan Sesama Manusia

    Tashawwur Islam juga mengajarkan umat Muslim untuk saling menghormati dan mencintai sesama manusia, tanpa memandang perbedaan ras, agama, atau budaya.

    Dengan demikian, umat Muslim dapat membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan sesama manusia.

    4. Mengembangkan Potensi Diri

    Dalam Tashawwur Islam, setiap individu dianggap memiliki potensi yang dapat dikembangkan.

    Dengan memiliki gambaran yang benar tentang potensi diri, maka umat Muslim dapat mengembangkan bakat dan minatnya.

    Sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

    Kesimpulannya, Tashawwur Islam adalah konsep yang penting bagi umat Muslim karena dapat membantu mereka mengembangkan hubungan yang baik dengan Allah dan sesama manusia, menghindari perilaku negatif, dan mengembangkan potensi diri.

    Dengan menerapkan konsep Tashawwur Islam dalam kehidupan sehari-hari, umat Muslim dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.