Tag: pendidikan vokasi

  • Tingkatkan Kualitas Peserta Didik, SMK 4 Pancasila Ambulu Jalin Kerja Sama dengan RSUD dr. Soebandi

    Tingkatkan Kualitas Peserta Didik, SMK 4 Pancasila Ambulu Jalin Kerja Sama dengan RSUD dr. Soebandi

    Komitmen SMK 4 Pancasila Ambulu dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi kesehatan terus diwujudkan melalui berbagai langkah strategis.

    Salah satunya dengan menjalin kerja sama bersama RSUD dr. Soebandi Jember yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis, (5/6).

    Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia kerja, khususnya bagi siswa program keahlian di bidang kesehatan.

    Dengan dukungan rumah sakit pendidikan, peserta didik diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas melalui praktik dan pembelajaran klinik secara langsung.

    Dalam kegiatan yang berlangsung di RSUD dr. Soebandi Jember itu, SMK 4 Pancasila Ambulu diwakili oleh Ketua Program Keahlian Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving, Ns. Nurul Hidayatus Sholihah, S.Kep., Gr., Ketua Program Keahlian Layanan Penunjang Kefarmasian Klinis dan Komunitas, apt. Iin Indrawati, S.Farm., serta perwakilan Bidang Kesiswaan, Ns. Kartika Yulis, S.Kep., Gr., mewakili Kepala Sekolah Johan Budi Respati, S.Pd.

    Kepala SMK 4 Pancasila Ambulu, Johan Budi Respati, S.Pd., menyampaikan bahwa dunia pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan industri dan layanan kesehatan.

    Karena itu, kolaborasi dengan fasilitas kesehatan yang memiliki standar pelayanan tinggi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.

    “Kami bangga SMK 4 Pancasila Ambulu menjadi SMK pertama yang dipercaya menandatangani MOU dengan RSUD dr. Soebandi. Ini komitmen kami mencetak lulusan yang tidak hanya paham teori, tapi terampil dan siap kerja. Dengan fasilitas RS Kelas B Pendidikan, siswa kami akan belajar langsung dari sumber terbaik,” terangnya.

    Menurutnya, kerja sama dengan RSUD dr. Soebandi membuka peluang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata.

    Tidak hanya memahami teori di ruang kelas, siswa juga dapat melihat secara langsung penerapan pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit.

    Melalui kesepakatan tersebut, SMK 4 Pancasila Ambulu akan memperkuat penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, memperluas akses praktik klinik, serta meningkatkan kompetensi peserta didik melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan keterampilan.

    Selain itu, kerja sama ini juga menjadi sarana bagi sekolah untuk memperluas jejaring dengan institusi kesehatan dan memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan yang profesional dan berdaya saing.

    Dengan terjalinnya kemitraan ini, SMK 4 Pancasila Ambulu optimistis dapat terus meningkatkan mutu pembelajaran serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan saat ini.

    Sumber: SMK 4 Pancasila Ambulu (Imron Rosadi)

  • Generasi Muda Unjuk Geliat Kreativitas dalam Ajang SCOTH 2025 Poliwangi

    Generasi Muda Unjuk Geliat Kreativitas dalam Ajang SCOTH 2025 Poliwangi

    Di tengah derasnya perubahan zaman, ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan menjadi semakin berharga.

    Hal itu tampak jelas pada Kamis (20/11), ketika puluhan siswa dari berbagai sekolah di Banyuwangi berkumpul dalam ajang SCOTH 2025, kompetisi tahunan yang digelar Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

    Ajang yang telah menjadi agenda tahunan ini menghadirkan tiga sub lomba: Cooking Competition, Table Set Up, dan Videography.

    Bertempat di lingkungan kampus Poliwangi, event ini sepenuhnya dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Pariwisata.

    Sebanyak kurang lebih 44 peserta dari SMK, SMA, dan MA se-Banyuwangi ikut bersaing menunjukkan kemampuan terbaik di bidangnya masing-masing.

    Acara dibuka pukul 08.00 WIB oleh mahasiswa Poliwangi selaku MC, dilanjutkan sambutan Rektor Poliwangi, Ir. Shofi’ul Amin, S.T., M.T., dan pembukaan resmi oleh Ketua Jurusan Pariwisata, Adetiya Prananda Putra, S.T., M.T.

    Usai pembukaan, perlombaan dimulai di tiga lokasi berbeda: Cooking Competition di Aula Abdullah Azwar Anas, Table Set Up di Resto Hotel Poliwangi Jinggo, dan Videography yang memanfaatkan berbagai sudut kampus sebagai objek pengambilan gambar.

    SMK PGRI Rogojampi di SCOTH 2025 Poliwangi

    Dari SMK PGRI Rogojampi (SMKPRO), tiga kelompok turut ambil bagian. Sub lomba Videography diwakili Muhammad Farhan Fauzi, Muhammad Rifan, dan Alex Siew Afrizal (XI DKV).

    Untuk Cooking Competition, peserta adalah Dian Prakoso (XI KLN 1) dan Zahra Ferdila Sandy (X KLN 2).

    Sementara Table Set Up diikuti Parila Mutiara Surga (XI KLN 2) dan Ratu Suci Hariyati (XI PHT 2).

    Selama kompetisi, mahasiswa Poliwangi mendampingi para peserta untuk memastikan jalannya perlombaan berlangsung tertib dan profesional.

    Durasi perlombaan diatur ketat: cooking memberi waktu 10 menit untuk persiapan bahan dan 1 jam untuk memasak; table set up diberi alokasi waktu 10 menit; sementara videography memiliki waktu editing 1 jam 10 menit.

    Ketentuan ini menghadirkan atmosfer kompetitif yang menuntut ketelitian sekaligus kreativitas peserta.

    “Anak-anak ini datang bukan hanya untuk bertanding, tapi untuk belajar bahwa kerja keras selalu berbuah hasil,” ujar salah satu pendamping lomba yang turut mengawal jalannya kegiatan.

    Menjelang sore, tepat pukul 15.30 WIB, seluruh rangkaian lomba ditutup melalui acara closing yang dimeriahkan penampilan musik akustik mahasiswa Poliwangi.

    Momen yang paling ditunggu pun tiba: pengumuman pemenang. Kabar membanggakan datang untuk SMKPRO, yang sukses membawa pulang sejumlah prestasi.

    Muhammad Farhan Fauzi keluar sebagai Juara 1 Videography, sementara dari cabang Cooking, Dian Prakoso dan Zahra Ferdila Sandy meraih Juara 3.

    Di sisi lain, Ratu Suci Hariyati berhasil memperoleh Juara 3 Table Set Up.

    Para pemenang kemudian menerima medali sesuai pencapaiannya, mulai dari emas untuk juara pertama dan perunggu untuk juara ketiga serta dilengkapi dengan uang pembinaan dan sertifikat penghargaan

    Lebih dari sekadar kompetisi, SCOTH 2025 menghadirkan ruang perjumpaan bagi para pelajar untuk belajar menghargai proses, menjunjung sportivitas, dan menumbuhkan keberanian berkarya.

    Dari kompetisi ini, terlihat dengan jelas bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki potensi besar yang siap berkembang ketika diberi ruang dan kesempatan.

    Pada akhirnya, SCOTH 2025 bukan hanya peristiwa tentang siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang berani mencoba.

    Para peserta pulang dengan kepala tegak, bukan hanya karena medali yang mereka bawa, tetapi karena pengalaman berharga yang akan terus menuntun mereka dalam perjalanan panjang menuju masa depan.

    Dan dari Poliwangi hari itu, sebuah pesan sederhana kembali menggaung: mimpi selalu menemukan jalannya, selama kita terus melangkah.

  • SMK PGRI Rogojampi Resmi Bentuk PC Khusus PGRI, Langkah Baru Penguatan Organisasi Guru

    SMK PGRI Rogojampi Resmi Bentuk PC Khusus PGRI, Langkah Baru Penguatan Organisasi Guru

    SMK PGRI Rogojampi resmi menggelar Konferensi Pengurus Cabang Khusus (PC Khusus) PGRI di aula baru Sasana Pro, pada Sabtu (15/11).

    Acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMK PGRI Rogojampi, karena untuk pertama kalinya lembaga ini membentuk PC Khusus PGRI secara mandiri.

    Konferensi berlangsung dalam suasana hangat, tertib, serta mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat organisasi profesi guru di tingkat sekolah.

    Konferensi PC Khusus PGRI Rogojampi turut dihadiri oleh Ketua PGRI Banyuwangi, Sudarman, S.Pd., M.Si., beserta perwakilan dari PC PGRI Rogojampi.

    Kehadiran para tokoh tersebut memberikan dukungan moral sekaligus penguatan regulasi terhadap rencana pembentukan PC Khusus di SMK PGRI Rogojampi.

    Dalam sambutannya, Sudarman menjelaskan bahwa salah satu syarat pembentukan PC Khusus PGRI adalah adanya minimal 20 anggota aktif di satu instansi atau lembaga pendidikan.

    Sementara itu, SMK PGRI Rogojampi menunjukkan kesiapan yang sangat baik dengan jumlah anggota lebih dari 70 orang.

    Konferensi Pengurus Cabang Khusus PGRI di SMK PGRI Rogojampi

    Jumlah tersebut tidak hanya memenuhi aturan, tetapi juga menunjukkan antusiasme besar para guru dan karyawan untuk terlibat aktif dalam organisasi.

    Lebih lanjut, Sudarman menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan para pendidik di SMK PGRI Rogojampi.

    “Keberhasilan penyelenggaraan konferensi ini merupakan buah dari komunikasi dan koordinasi yang intens antara Ketua PC PGRI Rogojampi dengan perwakilan calon pengurus PC Khusus di sekolah,” terangnya.

    Sinergi yang terbangun ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam memperkokoh peran PGRI sebagai wadah profesionalitas dan kesejahteraan guru di wilayah Rogojampi.

    Dalam proses konferensi, seluruh peserta melalui rangkaian sidang pemilihan sesuai tata tertib yang berlaku.

    Pada akhir sidang, forum secara mufakat menetapkan H. Danang Bagiono, S.Si. sebagai Ketua PC Khusus PGRI Rogojampi periode 2025–2030.

    Selain itu, konferensi juga menetapkan empat pengurus harian serta menunjuk 14 koordinator bidang yang akan mengelola berbagai program, mulai dari peningkatan mutu profesi, advokasi, organisasi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

    Sebagai ketua terpilih sekaligus Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas amanah yang diberikan.

    Ia menekankan bahwa keberadaan PC Khusus PGRI di sekolah bukan hanya sebagai pelengkap struktur organisasi, tetapi sebagai wadah bagi guru untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan menguatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

    “PC Khusus ini adalah ruang bagi guru untuk tumbuh bersama. Kita tidak hanya bekerja, tetapi saling menguatkan agar mampu menjawab tuntutan pendidikan yang semakin kompleks,” ujarnya.

    Ia berharap seluruh pengurus yang berjumlah 19 orang dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan komitmen tinggi demi kemajuan PGRI di wilayah Rogojampi.

    Lebih jauh, Danang menekankan pentingnya kolaborasi antarpengurus. Menurutnya, organisasi yang besar membutuhkan kerja sama yang solid dan komunikasi yang baik.

    “Tidak ada program besar yang bisa berhasil tanpa kolaborasi. Kita harus solid, transparan, dan saling mendukung, karena itulah kunci kekuatan sebuah organisasi guru,” tandasnya.

    Lima tahun masa bakti ke depan akan menjadi periode yang penuh tantangan, di mana PGRI dituntut mampu menjawab berbagai isu profesionalitas guru, kurikulum, hingga peningkatan kualitas pembelajaran.

    Dengan semangat solidaritas yang tinggi, para pengurus PC Khusus PGRI Rogojampi menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas seoptimal mungkin.

    Mereka siap bersinergi, berinovasi, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi guru dan sekolah.

    Konferensi ini tidak hanya menjadi awal perjalanan organisasi baru, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan baru bagi para pendidik di SMK PGRI Rogojampi.