Tag: pergunu banyuwangi

  • Pergunu Banyuwangi Gelar Workshop Melek Investasi untuk Tingkatkan Literasi Finansial Guru

    Pergunu Banyuwangi Gelar Workshop Melek Investasi untuk Tingkatkan Literasi Finansial Guru

    Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai program edukatif.

    Salah satunya diwujudkan dengan menggelar Workshop Melek Investasi pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di SMK Gajah Mada Banyuwangi.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Pergunu dalam memuliakan guru, tidak hanya pada aspek pendidikan dan pengabdian, tetapi juga dalam membangun kesadaran finansial melalui edukasi investasi dan financial check up yang selama ini kerap luput dari perhatian bersama.

    Workshop tersebut dinilai penting di tengah maraknya berbagai modus investasi bodong yang banyak merugikan masyarakat.

    Para peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mengenali investasi yang aman, terukur, dan sesuai kemampuan finansial masing-masing.

    Salah seorang peserta, Faturrahman, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan semacam ini.

    Menurutnya, workshop tersebut memberikan wawasan baru sekaligus pengalaman nyata tentang pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi.

    “Saya sudah beberapa kali investasi tapi ujungnya gagal,” ungkapnya di sela-sela kegiatan workshop.

    Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua PC Pergunu Banyuwangi, Drs. H. Witjanarko MPd Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa salah satu bentuk memuliakan guru adalah dengan memberikan pemahaman terkait pengelolaan keuangan dan investasi yang aman.

    “Salah satu upaya kita dalam memuliakan guru adalah memberikan pemahaman tentang investasi yang aman,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Imam Jauhari, menegaskan bahwa Pergunu tidak boleh hanya menunggu perubahan datang dengan sendirinya, tetapi harus aktif mempercepat peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai pendampingan nyata.

    “Kemuliaan tidak mungkin diraih dengan hanya menunggu, tetapi bagaimana kemuliaan itu mengejar kita karena kita melangkah jauh melampaui kemuliaan yang terjadi,” ujarnya.

    Acara berlangsung hangat dan gayeng karena konsep pembelajaran dikemas dalam forum diskusi santai dua arah.

    Workshop dipandu langsung oleh praktisi investasi, Fitrian Wahyu Ilahi dari PT Media Solusi Informasi beralamat jalan ikan waderpari 276 kertosari yang memberikan berbagai materi seputar dasar-dasar investasi, pengelolaan keuangan, hingga strategi membangun kekuatan finansial pribadi secara bertahap.

    “Investasi jangan terburu-buru besar dulu. Kita lakukan semampu kita dan istiqamah,” jelas Fitrian saat memberikan materi kepada peserta.

    Suasana diskusi semakin hidup ketika beberapa peserta turut berbagi pengalaman terkait kegagalan investasi yang pernah dialami.

    Dari pengalaman tersebut, peserta belajar memahami pentingnya literasi finansial sebelum mengambil keputusan investasi.

    Dalam sesi akhirnya, Fitrian juga memberikan berbagai tips investasi aman sekaligus membantu peserta mengenali kondisi finansial asli masing-masing sebagai langkah awal membangun kesehatan keuangan.

    Workshop ini direncanakan akan berlangsung secara berkelanjutan.

    Pergunu Banyuwangi menilai bahwa edukasi finansial tidak cukup dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan, melainkan membutuhkan pendampingan intensif agar para guru benar-benar mampu menerapkan pola pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

    Workshop ini juga dihadiri penasehat PERGUNU KH. Ahmad Musytaha sekaligus memimpin doa demi lancarnya acara ini.

  • PERGUNU Banyuwangi Gelar Ngaji Rukyat, Bahas Penentuan Awal Bulan dan Hilal 1447 H

    PERGUNU Banyuwangi Gelar Ngaji Rukyat, Bahas Penentuan Awal Bulan dan Hilal 1447 H

    Dalam rangka menyongsong fenomena gerhana bulan sekaligus persiapan penentuan awal bulan hijriah, PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Banyuwangi menggelar Ngaji Rukyat bertema “Kajian Hilal dan Penentuan Awal Bulan” pada Ahad, 1 Maret 2026.

    Kegiatan ini berlangsung di ruang simulator SMK Negeri Kalipuro Banyuwangi.

    Acara menghadirkan dua pemateri, yakni Kang Gufron Mustafa selaku Ketua Badan Hisab Rukyat Banyuwangi dan Kang Zamroni Fikri, Ustadz Falak Sari PP Subulussalam Tegalsari.

    Keduanya mengupas metode hisab dan rukyat sebagai dua pendekatan yang saling melengkapi dalam menentukan awal bulan hijriah.

    Menurut Haikal Kafili, M.Pd. dan H. Wawuh Sondi Purnomo, ST., Gr., kegiatan ini bertujuan mendiseminasikan cara menakar hilal secara ilmiah dan spiritual, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya rukyat dalam penentuan awal bulan.

    “Yang jelas rukyat dan metode hisab saling melengkapi dan memiliki dasar ilmiah maupun ilahiah,” tegas Wawuh, yang kini menjadi Tim Pengembang Mutu SMKN 1 Kalipuro sekaligus mendapat amanah sebagai Kepala SMP Qur’an Akmalul Muhsinin Panderejo.

    Ngaji Rukyat ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk memahami proses penentuan awal bulan secara lebih komprehensif, sekaligus menjaga tradisi keilmuan falak yang menjadi bagian penting dari khazanah Islam Nusantara.

    Ketua PC PERGUNU Banyuwangi, Drs. H. Widjanarko, M.Pd., didampingi HM. Shodiqin, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi jawaban atas kegelisahan umat terkait khilafiah penentuan awal Ramadan 1447 H.

    “Langkah ini strategis bagi Persatuan Guru Nahdlatul Ulama yang sering menjadi rujukan pertanyaan sekaligus penyampai informasi kepada murid. Kami bersyukur bisa memanfaatkan alat sextant dan simulator untuk memahami titik koordinat serta sudut secara lebih paripurna,” ungkap Kepala SMK Gajah Mada tersebut.

    Ia juga menambahkan bahwa perwakilan PERGUNU direncanakan akan turut serta dalam pemantauan 1 Syawal di Pantai Pancur Alas Purwo sebagai bagian dari praktik langsung rukyat hilal.

    Melalui kegiatan ini, PERGUNU Banyuwangi berharap sinergi antara tradisi rukyat dan pendekatan hisab semakin dipahami secara utuh, sehingga umat dapat menyikapi perbedaan dengan bijak, berlandaskan ilmu dan nilai-nilai kebersamaan.

  • Kompetisi Aswaja Online 2025 Sukses Digelar, Diikuti 1.208 Peserta se-Banyuwangi

    Kompetisi Aswaja Online 2025 Sukses Digelar, Diikuti 1.208 Peserta se-Banyuwangi

    Gelaran Kompetisi Aswaja Online (KAO) 2025 tingkat MI/SD se-Kabupaten Banyuwangi berlangsung sukses dan penuh semangat.

    Kegiatan yang dipusatkan di SMK Gajah Mada Banyuwangi pada Sabtu, 18 Oktober 2025, ini diikuti oleh 1.208 peserta dari berbagai madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar di seluruh Banyuwangi.

    Dari ribuan peserta tersebut, sebanyak 99 finalis berhasil melaju ke babak akhir dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam memahami makna, sejarah, dan tokoh-tokoh Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

    Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi siswa untuk memperdalam nilai-nilai keaswajaan sekaligus menumbuhkan semangat intelektual yang berakar pada tradisi keislaman.

    Acara dibuka secara resmi oleh Gus Fatan, yang hadir mewakili Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi. Dalam sambutannya, Gus Fatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

    Ia juga berjanji akan mengajak para juara bertemu langsung dengan Bupati Banyuwangi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025.

    Kompetisi Aswaja Online 2025 Banyuwangi

    “Anak-anak yang berprestasi di ajang ini patut diberi ruang apresiasi. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga nilai-nilai Aswaja di masa depan,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia KAO 2025, M. Haris Jamroni, M.Pd.I., yang juga merupakan Kepala MIN 1 Banyuwangi, menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak sekadar lomba akademik, tetapi sarana edukatif untuk mengenalkan pemahaman Aswaja secara kontekstual.

    “Soal-soal disusun agar peserta berpikir kritis dan mampu mengaitkan ajaran Aswaja dengan realitas kehidupan sehari-hari,” terangnya.

    Hal senada disampaikan oleh Ketua PERGUNU Banyuwangi, Drs. H. Wijanarko, M.Pd., selaku penggagas kegiatan dan Kepala SMK Gajah Mada.

    Ia menuturkan, ajang ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga wahana silaturahmi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

    Kegiatan KAO 2025 terselenggara berkat dukungan sejumlah pihak, di antaranya LP Ma’arif NU, Bank Syariah Indonesia (BSI), BMPS, PGRI, serta Travel Umrah dan Haji Kubah Hijau.

    Dukungan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi lintas lembaga dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai Aswaja di Banyuwangi.

    Adapun para juara Kompetisi Aswaja Online (KAO) 2025 adalah sebagai berikut:

    Juara I: Syifa Mufida Zahrani (MI Darul Amin Gambiran)

    Juara II: Keenar Amabel Fitriyani (MI Miftahul Huda Pondok Nongko Kabat)

    Juara III: Fatin Arfadhia Sholihah (MIN 1 Banyuwangi)

    Kategori Harapan:

    Harapan I: Moza Alya Kirana (SDN Kepatihan)

    Harapan II: Aulada Hafizah Ramadhani (MIN 1 Banyuwangi)

    Harapan III: Ahmad Hadziq El Haddho (MIN 3 Banyuwangi)

    Selain menyabet beberapa gelar juara, MIN 1 Banyuwangi juga dinobatkan sebagai madrasah dengan peserta terbanyak dalam ajang KAO 2025.

    Para pemenang menerima tropi, piagam penghargaan, uang pembinaan, serta voucher umrah senilai dua juta rupiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.

    Acara ditutup dengan penuh hikmah oleh Dewan Pakar PERGUNU Banyuwangi, H. Zaqy Mubarok, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai Aswaja di kalangan generasi muda.

    “Aswaja bukan hanya ajaran, tapi juga karakter. Melalui ajang seperti ini, kita menanamkan nilai cinta tanah air dan moderasi beragama sejak dini,” pesannya.

    Dengan terselenggaranya Kompetisi Aswaja Online 2025 ini, Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif menggerakkan pendidikan keagamaan berbasis tradisi Aswaja.

    Semangat keilmuan dan kebersamaan yang tampak di ajang ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai Aswaja terus hidup dan berkembang di hati para pelajar muda.