Tag: peribahasa

  • Tuliskan Perumpamaan yang Menunjukkan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan

    Tuliskan Perumpamaan yang Menunjukkan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan

    Ada beberapa perumpamaan yang menunjukkan pentingnya persatuan dan kesatuan, diantaranya:

    1. Pepatah: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

    Perumpamaan ini menggambarkan persatuan sebagai kumpulan lidi yang disatukan menjadi sapu lidi.

    Sapu lidi yang kuat dan kokoh dapat membersihkan kotoran dengan efektif.

    Sebaliknya, lidi yang berdiri sendiri akan mudah patah dan tidak berguna untuk membersihkan.

    2. Perumpamaan: Genggam Bersatu Lebih Kuat dari Jari Sendiri

    Perumpamaan ini menggambarkan bahwa tangan yang menggenggam dengan jari-jari yang bersatu akan lebih kuat daripada jari yang diacungkan sendiri-sendiri.

    Jari yang berdiri sendiri mudah patah, sedangkan genggaman tangan yang bersatu lebih sulit untuk dilumpuhkan.

    3. Perumpamaan: Burung Bergantungan di Dahan yang Kuat

    Perumpamaan ini menggambarkan bahwa burung akan lebih aman dan nyaman jika bergantungan di dahan yang kuat.

    Dahan yang kuat itu seperti negara yang bersatu. Jika negara itu bersatu, maka rakyatnya akan merasa aman dan damai.

    Sebaliknya, negara yang terpecah belah akan membuat rakyatnya rentan terhadap bahaya.

    4. Perumpamaan: Tali yang Dipilin Lebih Kuat

    Perumpamaan ini menggambarkan bahwa tali yang dijalin atau dipilin menjadi lebih kuat daripada tali yang berdiri sendiri.

    Tali tunggal mudah putus, sedangkan tali yang dijalin menjadi lebih kuat dan tidak mudah putus.

    5. Perumpamaan: Orkestra yang Harmonis

    Perumpamaan ini menggambarkan bahwa orkestra yang harmonis tercipta dari alat musik yang dimainkan bersama dengan baik.

    Meskipun berbeda jenis dan suara, namun jika dimainkan secara bersama akan menghasilkan musik yang indah.

    Begitu juga dalam masyarakat, walaupun berbeda suku, agama, dan ras, jika bersatu padu akan menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan bersama.

  • 10 Peribahasa Bahasa Indonesia dan Artinya

    10 Peribahasa Bahasa Indonesia dan Artinya

    Peribahasa adalah ungkapan atau pepatah dalam bahasa yang mengandung makna kiasan atau perumpamaan.

    Biasanya, peribahasa digunakan untuk menyampaikan nasihat, pelajaran, atau pengalaman dengan cara yang singkat, padat, dan mudah diingat.

    Peribahasa biasanya merupakan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi sehingga membantu memperkaya bahasa dan budaya suatu masyarakat.

    10 Peribahasa dan Artinya

    1. Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga

    Artinya: Segala perbuatan baik atau buruk akan kembali pada diri sendiri.

    2. Air beriak tanda tak dalam

    Artinya: Orang yang banyak bicara biasanya tidak memiliki ilmu.

    3. Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu

    Artinya: Tidak peduli dengan cibiran dan omongan orang lain.

    4. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh

    Artinya: Segala sesuatu akan berhasil jika dikerjakan bersama-sama .

    5. Tong kosong nyaring bunyinya

    Artinya: Orang yang kurang berpengetahuan sering kali bicara terlalu banyak.

    6. Bagai makan buah simalakama

    Artinya: Ketika seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit.

    7. Seperti katak dalam tempurung

    Artinya: Orang yang terlalu terbatas dalam pengalaman atau pengetahuannya.

    8. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

    Artinya: Bersama-sama dalam suka dan duka.

    9. Tak ada gading yang tak retak

    Artinya: Tidak ada sesuatu yang sempurna, pasti ada kekurangannya.

    10. Bagai pinang dibelah dua

    Artinya: Orang yang sama, baik bentuk fisik maupun karakternya.

  • Arti Peribahasa Bagai Harimau Beranak Muda

    Arti peribahasa bagai harimau beranak muda adalah perempuan yang bengis/kejam, mudah terlusut, tersinggung, dan cepat bangkit amarahnya.

    Peribahasa ini sering digunakan untuk menyindir seorang wanita yang memiliki karakter dan sifat pemarah dan sensitif.

    Pengertian Peribahasa

    Peribahasa adalah salah satu bentuk ekspresi atau ungkapan yang terdiri dari beberapa kata atau kalimat pendek yang memiliki makna kiasan atau perumpamaan.

    Peribahasa biasanya digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan atau ajaran dengan cara yang ringkas dan padat. Peribahasa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan tradisi Indonesia.

    Setiap peribahasa memiliki makna khusus yang dapat diinterpretasikan dalam konteks tertentu.

    Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa digunakan untuk menggambarkan suatu situasi atau memberikan nasihat dengan cara yang menarik.

    Peribahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan secara singkat dan mudah diingat.

    Peribahasa sering kali mengandung nilai-nilai kearifan lokal, pengalaman hidup, atau hikmah yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

    Dalam keseharian, peribahasa menjadi sarana untuk mengajarkan etika, moralitas, kehidupan berdampingan dengan masyarakat, atau nilai-nilai yang dianggap penting dalam budaya Indonesia.

    Peribahasa juga dapat menggambarkan kecerdasan, kebijaksanaan, atau kearifan dalam menghadapi berbagai situasi.

    Salah satu contoh peribahasa yang terkenal di Indonesia adalah “Tak ada gading yang tak retak.”

    Peribahasa ini memiliki makna bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna atau tak tercela. Setiap hal atau manusia pasti memiliki kekurangan atau kesalahan.

    Peribahasa ini mengajarkan kita untuk menerima kelemahan dan kesalahan sebagai bagian dari kehidupan.

    Peribahasa juga bisa mengandung metafora atau gambaran yang menggambarkan suatu keadaan atau sifat tertentu.

    Contohnya adalah peribahasa “Bagai pinang dibelah dua.” Peribahasa ini menggambarkan hubungan yang sangat erat dan tak terpisahkan antara dua hal atau individu.

    Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan kedekatan atau hubungan yang sangat harmonis antara dua orang.

    Selain itu, peribahasa juga dapat mencerminkan kearifan lokal dan kekayaan budaya suatu daerah.

    Setiap daerah di Indonesia memiliki peribahasa khas yang mencerminkan karakteristik, nilai, dan budaya masyarakatnya.

    Misalnya, peribahasa “Tong kosong nyaring bunyinya” yang merupakan peribahasa khas Jawa.

    Peribahasa ini mengajarkan kita untuk berbicara dengan bijaksana dan memperhatikan isi pembicaraan kita, sehingga tidak hanya terdengar kosong tanpa substansi.

    Peribahasa juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam sastra dan seni. Banyak penulis, penyair, atau seniman yang menggunakan peribahasa sebagai bagian penting dalam karya-karya mereka.

    Penggunaan peribahasa dalam karya sastra atau seni bisa memberikan dimensi yang lebih dalam, memperkaya makna, dan menghadirkan pesan yang lebih kuat.

  • 60 Contoh Peribahasa Sunda dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    60 Contoh Peribahasa Sunda dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Peribahasa Sunda sebagai salah satau bentuk sastra Sunda lama yang mencerminkan peradaban dan watak masyarakat Sunda serta mengandung nilai-nilai budi pekerti yang luhur.

    Peribahasa Sunda adalah kumpulan ungkapan atau pepatah yang berasal dari bahasa Sunda, yang biasanya mengandung nilai-nilai kebijaksanaan dan pengalaman hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi.

    Peribahasa Sunda dan Artinya

    Peribahasa Sunda sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, dan menjadi bagian penting dari budaya dan identitas masyarakat Sunda.

    Berikut ini adalah kumpulan peribahasa sunda dan artinya dalam bahasa Indonesia.

    1. Adam lali tapel
    Artinya:lupa kepada kerabat asalnya

    2. Adean ku kuda beureum
    Artinya: mengerjakan sesuatu atas belanja orang lain

    3. Ajak jawa
    Artinya: mengajak makan tapi tidak sungguh-sungguh

    4. Akal koja
    Artinya: pandai menipu

    5. Aku panggung
    Artinya: ramah dan pemurah, tapi tinggi hati, karena bangsawan

    6. Alak paul
    Artinya: tempat yang sangat jauh dalam impian/khayalan

    7. Alak-alak cumampaka
    Artinya: orang bodoh yang menganggap dirinya pintar atau setara dengan orang ternama

    8. Alus panggung
    Artinya: tampan, ganteng

    9. Alus laur
    Artinya: tampan, ganteng

    10. Anak merak kukuncungan
    Artinya: sifat/perilaku orang tua menurun kepada anaknya

    11. Anjing ngagogogan kalong
    Artinya: menghendaki yang tidak mungkin diperolehnya

    12. Ari umur tunggang gunung, angen-angen pecat sawed
    Artinya: usia sudah tua, tetapi perilaku kayak anak muda

    13. Asa aing uyah kidul
    Artinya: orang yang merasa paling pintar, paling kaya, dan paling pandai

    14. Asa nanggeuy endog beubeureumna
    Artinya: yang paling disayangi

    15. Asa ditonjok congcot
    Artinya: sangat senang karena mendapatkan banyak rejeki

    16. Asa potong leungeun katuhu
    Artinya: kehilangan pembantu/pekerja yang terpercaya (bagus kerjanya)

    17. Ati putih badan bodas
    Artinya: hati yang suci, bersih

    18. Aub payung sabet sapon saba soba
    Artinya: daerah dalam batas-batas rumah

    19. Aya peurah
    Artinya: ada pengaruh

    20. Aya bagja teu daulat
    Artinya: tidak jadi mendapatkan untung

    21. Aya jalan komo meuntas
    Artinya: ada kesempatan baik untuk melaksanakan maksud

    22. Aya astana sajeungkal
    Artinya: sungguhpun masih bayi, bila sudah takdirnya mati, tidak dapat diubah lagi

    23. Awak sampayaneun
    Artinya: berpakaian macam apapun selalu cocok, selalu pantas

    24. Babalik pikir
    Artinya: yang asalnya perilakunya buruk, berbalik menjadi baik

    25. Bala kahirasan
    Artinya: tidak mau disuruh, diperintah

    26. Baleg tampele
    Artinya: pura-pura tidak mau tapi hatinya mau

    27. Bali geusan ngajadi
    Artinya: tempat kelahiran/tempat asal

    28. Balik ngaran
    Artinya: meninggal di perantauan

    29. Balung kulit kotok meuting
    Artinya: belum bersih, masih dendam

    30. Balungbang timur, caang bulan opat welas, jalan gede sasapuan
    Artinya: tulus dan ikhlas

    31. Batuk bulu eusi madu
    Artinya: disangka bodoh/tolol padahal pintar

    32. Batu turun, keusik naek
    Artinya: para bangsawan tidak mempunyai kedudukan terhormat, rakyat jelata menjadi mulia

    33. Bau-bau tina sinduk
    Artinya: kerabat yang sudah jauh

    34. Bengkok tikoro
    Artinya: sial, tidak beruntung

    35. Bentangna
    Artinya: paling cantik

    36. Bengkung ngariung, bongkok ngaronyok
    Artinya: bersama-sama dalam kesusahan atau kesenangan

    37. Bentik curuk balas nunjuk
    Artinya: segala sesuatu hanya menyuruh orang, tidak mau mengerjakan sendiri

    38.  Beurat nyuhun, beurat nanggung, beurat narimakeun inya
    Artinya: sangat berterima kasih

    39. Beureum paneureuy
    Artinya: susah sekali

    40. Bisa lolondokan
    Artinya: dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan

    41. Bisi aya laleur putih
    Artinya: kalau-kalau ada mata-mata

    42. Bisi kadenge ku cakcak
    Artinya: kalau-kalau didengar orang yang panjang lidah

    43. Bisi aya gantar kakaitan
    Artinya: jangan-jangan buruk pada akhirnya

    44. Bisi kacanir bangban
    Artinya: kalau-kalau mendapatkan malu

    45. Biwir nyiru rombengeun
    Artinya: sifat orang yang banyak membicarakan sesuatu, yang tidak penting pun dibicarakan juga

    46. Bobo sapanon carang sapakan
    Artinya: ada saja kekhilafan

    47. Bodas ceuli
    Artinya: penakut

    48. Bobor karahayuan
    Artinya: medapatkan kekalahan, kecelakaan, atau mati dalam peperangan

    49.  Bobot pangayon, timbang taraju
    Artinya: hukuman yang adil, tidak berat sebelah

    50. Bodo alewoh
    Artinya: meskipun bodoh, tapi suka bertanya

    51. Boga pikir kapingburi
    Artinya: datangnya keinginan setelah waktunya berlalu

    52. Bonteng ngalawan kadu
    Artinya: rakyat kecil melawan orang yang sangat berkuasa

    53. Buah ati
    Artinya: kesayangan

    54. Bubu ngawaregan cocok
    Artinya: kelihatannya sepert berbuat sesuatu untuk orang banyak, padahal nyatanya untuk keuntungan diri sendiri

    55. Bulu kapaut
    Artinya: terlibat

    56. Buluan belut jangjangan oray
    Artinya: hal yang mustahil terjadi

    57. Bungbulang tunda
    Artinya: seseorang yang disuruh, menyuruh lagi kepada yang lain

    58. Buntut kasiran
    Artinya: orang yang begitu pelitnya

    59. Bur beureum, bur hideung hurung nangtung, siang leumpang
    Artinya: orang yang kaya dan suka pamer kekayaanya

    60.  Buburuh nyatu diupah beas
    Artinya: disuruh mencari ilmu untuk dirinya serta dikasih upah

  • 10 Pengertian Peribahasa Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Peribahasa Menurut Para Ahli

    Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat-kalimat ringkas atau padat‚ tetapi mengandung makna luas yang berisi perbandingan perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, dan aturan tingkah laku.

    Peribahasa merupakan salah satu warisan budaya yang sarat makna, digunakan secara turun-temurun untuk menyampaikan nasihat, aturan hidup, dan prinsip moral dalam masyarakat.

    Meskipun berupa kalimat atau kelompok kata yang singkat dan padat, peribahasa memiliki makna luas yang dapat menjadi pedoman dalam bertindak, berperilaku, maupun berkomunikasi.

    Fungsi peribahasa tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral dan sosial bagi generasi penerus.

    Pengertian Peribahasa Menurut Para Ahli

    Para ahli memberikan pandangan yang beragam mengenai pengertian peribahasa, baik dari perspektif bahasa, sastra, maupun folklore.

    Secara umum, peribahasa dipahami sebagai kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya, mengandung kiasan atau perumpamaan, dan menyampaikan pesan moral, nasihat, atau norma hidup.

    Untuk memahami lebih rinci mengenai konsep peribahasa, berikut ini beberapa pengertian peribahasa menurut para ahli.

    1. Kridalaksana (1982: 131)

    Pengertian peribahasa adalah atau penggalan kalimat yang telah baku bentuk, makna dan fungsinya dalam masyarakat bersifat turun temurun, dipergunakan untuk menghiaskan karangan atau percakapan, penguat maksud karangan, pemberi nasihat, pengajaran, atau pedoman hidup, yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat agar mau bertindak dan berperilaku yang sesuai dengan norma atau kesopanan setempat.

    2. Kosasih (2012: 18)

    Peribahasa adalah kalimat atau kelompok perkataan yang tetap susunan dan biasanya mengiaskan sesuatu maksud tertentu. Dalam khasanah sastra klasik, peribahasa merupakan salah satu jenis karya sastra yang masih dapat dijumpai dalam kehidupan masyarakat sekarang.

    3. Danandjaja (1982: 29-30)

    Dalam kajian kontek folklore berpendapat peribahasa adalah istilah lain untuk menyebutkan ungkapan tradisional.

    4. Patmo dalam Pulungan (2013: 3)

    Peribahasa merupakan tuturan tradisional yang bersifat tetap pemakaiannya mengandung makna kias, tidak mengandung makna simile.

    5. Waridah (2014)

    Peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya dan mengandung satu maksud tertentu.

    6. Sudaryat (2009:89)

    Peribahasa adalah idiom berbentuk kalimat, yang susunannya tetap dan menunjukkan perlambangan kehidupan. Peribahasa itu meliputi: pepatah, perumpamaan, dan pameo.

    7. KBBI

    Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan).

    8. Wijaya (2010:3)

    Peribahasa adalah suatu kiasan bahasa yang berupa kalimat atau kelompok kata yang bersifat padat, ringkas dan berisi tentang norma, nilai, nasihat, perbandingan, perumpamaan, prinsip dan aturan tingkah laku.

    9. Pateda (2010:230)

    Menjelaskan bahwa peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, perumpamaan, ungkapan).

    10. Tarigan (2009:148)

    Juga mengelompokkan peribahasa menjadi tiga jenis, yaitu pepatah, perumpamaan, dan ungkapan.

  • 70 Kumpulan Peribahasa Populer Indonesia dan Artinya

    70 Kumpulan Peribahasa Populer Indonesia dan Artinya

    Peribahasa Indonesia

    Peribahasa adalah sebuah kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang. Peribahasa mencakup ungkapan, pepatah, perumpamaan, ibarat, tamsil.

    Kumpulan Peribahasa Indonesia

    Berikut ini adalah beberapa peribahasa Indonesia populer yang sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

    1. Besar pasak daripada tiang. Artinya lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. bisa dibilang orang yang tidak bisa mengatur keuangan.

    2. Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. Artinya hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat sedang susah.

    3. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya.

    4. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia.

    5. Bagai pungguk merindukan bulan. Artinya seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin.

    6. Bagai Makan Buah Simalakama. Artinya bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.

    7. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Artinya hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah.

    8. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya kalah ataupun menang sama-sama menderita.

    9. Bagaikan abu di atas tanggul. Artinya orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.

    10. Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Artinya Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.

    11. Adat pasang turun naik. Artinya kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

    12. Membagi sama adil, memotong sama panjang. Artinya jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.

    13. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.

    14. Air tenang menghanyutkan. Artinya orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.

    15. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Artinya Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya.

    16. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Artinya Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.

    17. Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Artinya Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.

    18. Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.

    19. Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang. Artinya Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.

    20. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Artinya Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.

    21. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Artinya Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.

    22. Bagaikan burung di dalam sangkar. Artinya Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.

    24. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Artinya Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga.

    25. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Artinya Seiya sekata dalam semua keadaan.

    26. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Artinya Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.

    27. Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Artinya Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.

    28. Jauh di mata dekat di hati. Artinya Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.

    29. Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Artinya Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.

    30. Badan boleh dimiliki, hati jangan. Artinya bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih, hatinya sudah ada yang memiliki. Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas, namun di dalam hati tetap menentang.

    31. Lain di bibir lain di hati. Artinya Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.

    32. Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat. Artinya Berwajah rupawan namun perilakunya jahat.

    33. Ada harga ada rupa. Artinya Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.

    34. Membelah dada melihat hati. Artinya Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan.

    35. Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan. Artinya Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.

    36. Karena mata buta, karena hati mati. Artinya Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya.

    37. Pandai berminyak air. Artinya Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya.

    38. Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Artinya Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.

    39. Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa. Artinya Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran.

    40. Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula, lebih baik ditampar betul-betul. Artinya Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil.

    41. Lubuk akal tepian ilmu. Artinya Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan.

    42. Nasi tak dingin, pinggan tak retak. Artinya Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.

    43. Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. Artinya Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang.

    44. Seludang menolak mayang. Artinya Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya.

    45. Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua. Artinya Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.

    46. Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian. Artinya Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya.

    47. Ditindih yang berat, dililit yang panjang. Artinya Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.

    48. Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada rangsang sama mengiraikan. Artinya Suka dan duka dijalani bersama. Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga.

    49. Tambah air tambah sagu. Artinya Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya.

    50. Sekali air pasang, sekali tepian beranjak; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah. Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.

    51. Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi. Artinya Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.

    52. Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua. Artinya Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia.

    53. Alang berjawab, tepuk berbatas. Artinya Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula.

    54. Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan. Artinya Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya.

    55. Orang mau seribu daya, bukan seribu dali. Artinya Jika menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan, jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan.

    56. Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan. Artinya Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu.

    57. Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan. Artinya Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya

    58. Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera. Artinya Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.

    59. Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia. Artinya Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.

    60. Sehari selembar benar, setahun selembar kain. Artinya Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.

    61. Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai. Artinya Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.

    62. Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. Artinya Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.

    63. Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata. Artinya Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.

    64. Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.

    65. Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. Artinya Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.

    66. Luka sudah hilang parut tinggal juga. Artinya Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.

    67. Makan hati berulam rasa. Artinya Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.

    68. Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas. artinya Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.

    69. Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. Artinya. Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.

    70. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Artinya, dalam satu kali kerja harus bisa mendapatkan hasil ganda.

  • 50+ Contoh Peribahasa Indonesia Lengkap dengan Artinya

    50+ Contoh Peribahasa Indonesia Lengkap dengan Artinya

    Pengertian Peribahasa

    Peribahasa dalam bahasa Indonesia adalah kalimat kiasan atau ungkapan dengan makna tertentu yang digunakan sebagai perumpamaan, perbandingan, nasihat, ataupun pesan moral.

    Peribahasa juga sering disebut sebagai pepatah yang merupakan bentuk ungkapan secara tak langsung dengan maksud tersirat di dalamnya.

    Contoh Peribahasa Lengkap dengan Artinya

    1. Besar pasak daripada tiang. Artinya lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. bisa dibilang orang yang tidak bisa mengatur keuangan.

    2. Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. Artinya hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat sedang susah.

    3. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya.

    4. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.

    Artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia.

    5. Bagai pungguk merindukan bulan. Artinya seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin.

    6. Bagai Makan Buah Simalakama. Artinya bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit.

    7. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Artinya hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah.

    8. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya kalah ataupun menang sama-sama menderita.

    9. Bagaikan abu di atas tanggul.Artinya orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.

    10. Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan.Artinya Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.

    11. Adat pasang turun naik. Artinya kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

    12. Membagi sama adil, memotong sama panjang. Artinya jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.

    13. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.

    14. Air tenang menghanyutkan. Artinya orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.

    15. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Artinya Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya.

    16. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Artinya Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.

    17. Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Artinya Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.

    18. Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.

    19. Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang. Artinya Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.

    20. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Artinya Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.

    21. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Artinya Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.

    22. Bagaikan burung di dalam sangkar. Artinya Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.

    24. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Artinya Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga.

    25. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Artinya Seiya sekata dalam semua keadaan.

    26. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Artinya Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.

    27. Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Artinya Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.

    28. Jauh di mata dekat di hati. Artinya Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.

    29. Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Artinya Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.

    30. Badan boleh dimiliki, hati jangan. Artinya Ungkapan bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih, hatinya sudah ada yang memiliki.

    Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas, namun di dalam hati tetap menentang.

    31. Lain di bibir lain di hati. Artinya Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.

    32. Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat. Artinya Berwajah rupawan namun perilakunya jahat.

    33. Ada harga ada rupa. Artinya Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.

    34. Membelah dada melihat hati. Artinya Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan.

    35. Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan. Artinya Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.

    36. Karena mata buta, karena hati mati. Artinya Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya.

    37. Pandai berminyak air. Artinya Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya.

    38. Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Artinya Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.

    39. Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa. Artinya Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran.

    40. Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula, lebih baik ditampar betul-betul. Artinya Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil.

    41. Lubuk akal tepian ilmu. Artinya Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan.

    42. Nasi tak dingin, pinggan tak retak. Artinya Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.

    43. Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. Artinya Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang.

    44. Seludang menolak mayang. Artinya Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya.

    45. Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua. Artinya Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.

    46. Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian. Artinya Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya.

    47. Ditindih yang berat, dililit yang panjang. Artinya Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.

    48. Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada rangsang sama mengiraikan. Artinya Suka dan duka dijalani bersama.

    Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga.

    49. Tambah air tambah sagu. Artinya Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya.

    50. Sekali air pasang, sekali tepian beranjak; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah. Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.

    51. Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi. Artinya Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.

    52. Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua. Artinya Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia.

    53. Alang berjawab, tepuk berbatas. Artinya Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula.

    54. Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan. Artinya Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya.

    55. Orang mau seribu daya, bukan seribu dali. Artinya Jika menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan, jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan.

    56. Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan. Artinya Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu.

    57. Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan. Artinya Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya

    58. Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera. Artinya Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.

    59. Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia. Artinya Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.

    60. Sehari selembar benar, setahun selembar kain. Artinya Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.

    61. Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai. Artinya Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.

    62. Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. Artinya Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.

    63. Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata. Artinya Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.

    64. Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.

    65. Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. Artinya Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.

    66. Luka sudah hilang parut tinggal juga. Artinya Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.

    67. Makan hati berulam rasa. Artinya Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.

    68. Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas. artinya Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.

    69. Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. Artinya. Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.