Tag: pesawat

  • Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat yang Benar

    Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat yang Benar

    Banyak orang menganggap remeh cara menuliskan nama di tiket pesawat.

    Padahal, maskapai mewajibkan nama di tiket harus sama persis dengan nama di dokumen identitas resmi, baik KTP untuk penerbangan domestik maupun paspor untuk penerbangan internasional.

    Kesalahan sekecil apa pun, seperti salah ejaan satu huruf atau tertukar urutan nama, bisa membuat proses check in tertunda bahkan ditolak.

    Karena itu, sebelum melakukan pemesanan, sangat penting memeriksa kembali nama yang ditulis. Peraturan ini berlaku di semua maskapai, baik penerbangan dalam negeri maupun luar negeri.

    Baca juga: 7 Alasan Kenapa Pesawat Dominan Berwarna Putih

    Aturan Umum Penulisan Nama di Tiket

    Ketika mengisi data penumpang, kamu akan menemukan kolom nama depan dan nama belakang. Isinya harus menyesuaikan dengan dokumen identitas.

    Jika kamu memiliki nama lengkap yang terdiri dari dua atau tiga kata, ikuti urutan sesuai dokumen tanpa menambahkan gelar atau singkatan yang tidak ada di identitas.

    Bagi pemilik nama satu kata saja, seperti “Slamet” atau “Kevin”, ada aturan khusus. Beberapa sistem pemesanan mengharuskan dua kolom terisi.

    Dalam kasus seperti ini, kamu bisa menuliskan nama yang sama di kolom depan dan belakang atau menambahkan keterangan standar seperti FNU (First Name Unknown) sesuai arahan maskapai.

    Contoh Penulisan Nama yang Tepat

    Bayangkan kamu memiliki nama lengkap Ditha Ananda. Jika sistem meminta nama depan dan nama belakang, maka tuliskan Ditha di kolom nama depan dan Ananda di kolom nama belakang.

    Kalau nama kamu tiga kata, misalnya Ditha Ananda Rahma, maka sebagian sistem menempatkan Ditha sebagai nama depan, Ananda sebagai nama tengah, dan Rahma sebagai nama belakang.

    Jika hanya ada dua kolom, gabungkan nama depan dan tengah menjadi satu di kolom first name, lalu isi last name dengan nama terakhir.

    Sementara untuk nama satu kata, tulis nama yang sama di kedua kolom bila sistem tidak menerima satu nama saja. Hal ini umum dilakukan dan tetap dianggap sah oleh sebagian besar maskapai.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Perbedaan Penulisan Nama di Tiket Domestik dan Internasional

    Untuk penerbangan domestik, dasar pencocokan nama adalah KTP atau SIM. Walau demikian, maskapai tetap mewajibkan penulisan sesuai dokumen resmi.

    Sedangkan untuk penerbangan internasional, aturan lebih ketat. Nama yang ditulis di tiket harus persis sama dengan nama yang tercetak di paspor.

    Perbedaan sekecil apa pun bisa membuat penumpang ditolak saat melalui imigrasi. Oleh karena itu, sangat penting menyalin nama sesuai dengan paspor, termasuk spasi dan urutan huruf.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Nama Salah?

    Tidak jarang penumpang baru sadar ada kesalahan setelah tiket berhasil dibeli. Jika hal ini terjadi, jangan panik. Segera hubungi pihak maskapai atau agen perjalanan tempat tiket dibeli.

    Beberapa maskapai memperbolehkan koreksi nama gratis untuk kesalahan kecil, misalnya satu huruf yang tertukar.

    Namun jika perubahan cukup signifikan, biasanya akan dikenakan biaya tambahan. Proses koreksi harus dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan agar tidak mengganggu jadwal penerbangan.

    Tips Agar Tidak Salah Menulis Nama di Tiket

    Ada beberapa langkah sederhana agar tidak salah menulis nama di tiket pesawat, antara lain:

    1. Periksa kembali nama sebelum melakukan pembayaran.

    2. Salin nama sesuai identitas tanpa menambahkan gelar.

    3. Gunakan huruf kapital jika diminta sistem.

    4. Jangan memasukkan tanda baca yang tidak ada di dokumen resmi.

    5. Jika ragu, tanyakan langsung ke maskapai.

    Jadi, menulis nama di tiket pesawat harus dilakukan dengan hati-hati. Nama harus sesuai identitas tanpa tambahan atau singkatan.

    Untuk nama satu kata, gunakan cara yang direkomendasikan maskapai agar sistem bisa menerima. Jika ada kesalahan, segera lakukan koreksi sebelum hari keberangkatan.

    FAQ tentang Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat

    1. Apa yang terjadi jika salah menulis nama di tiket pesawat?
    Kesalahan nama bisa membuat penumpang ditolak saat check in atau boarding.

    2. Bagaimana cara penulisan nama di tiket pesawat jika hanya punya satu nama?
    Nama bisa ditulis dua kali, di kolom depan dan belakang, atau mengikuti aturan maskapai dengan kode FNU.

    3. Apakah bisa mengubah nama di tiket pesawat setelah pemesanan?
    Bisa, tetapi kebijakan berbeda tiap maskapai. Beberapa mengenakan biaya koreksi.

    4. Haruskah nama di tiket pesawat sama dengan paspor?
    Ya, untuk penerbangan internasional nama di tiket harus identik dengan paspor.

    5. Apakah boleh menambahkan gelar atau singkatan di tiket pesawat?
    Tidak boleh. Nama harus sesuai dokumen resmi tanpa tambahan apa pun

  • 7 Alasan Kenapa Pesawat Dominan Berwarna Putih

    7 Alasan Kenapa Pesawat Dominan Berwarna Putih

    Kenapa banyak pesawat berwarna putih? Mungkin kamu bertanya-tanya tentang masalah ini.

    Ya, hampir semua pesawat lebih dominan berwarna putih. Kalaupun ada warna lain, itu hanya digunakan sebagai motif atau aksen saja untuk mempercantik tampilan. Sementara warna dasar atau warnanya tetap putih.

    Hal tersebut karena ada beberapa alasan teknis dan praktis yang mendukung pemilihan warna ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pesawat umumnya berwarna putih:

    1. Pemantul Panas Matahari

    Warna putih memiliki kemampuan yang baik untuk memantulkan sinar matahari. Karena pesawat terbang di ketinggian maka akan terpapar langsung oleh radiasi matahari yang kuat.

    Warna putih membantu mengurangi penyerapan panas dan mencegah suhu dalam kabin dan struktur pesawat menjadi terlalu tinggi.

    Baca juga: Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat yang Benar

    2. Pengaruh Suhu

    Ketika pesawat terbang di atmosfer yang bervariasi, dapat mengalami perubahan suhu yang signifikan.

    Maka, warna putih membantu menghindari ekspansi dan kontraksi yang cepat akibat perubahan suhu ekstrem, yang dapat mengurangi risiko kerusakan struktural pada pesawat.

    3. Penglihatan dan Identifikasi

    Warna putih membuat pesawat lebih mudah terlihat di langit, terutama saat terbang di langit biru atau awan.

    Ini dapat membantu pengendara lalu lintas udara dan pengawas udara dalam mengidentifikasi pesawat dengan lebih baik.

    4. Perawatan dan Pemeliharaan

    Warna putih memungkinkan kerusakan atau retakan pada permukaan pesawat lebih mudah terlihat, yang mempermudah proses perawatan dan pemeliharaan.

    Selain itu, warna putih juga lebih kuat, tidak mudah luntur bila dibandingkan dengan warna lainnya.

    Biaya cat pesawat amatlah tinggi, sehingga warna putih dapat menghemat biaya perawatan dalam periode waktu tertentu.

    5. Branding dan Identitas Perusahaan

    Banyak maskapai penerbangan memiliki branding khusus dengan warna dan desain tertentu.

    Warna putih sering digunakan sebagai dasar, sehingga lebih mudah untuk menambahkan logo dan elemen-elemen perusahaan lainnya.

    6. Bobot dan Efisiensi Bakar

    Meskipun dampaknya mungkin tidak begitu signifikan, warna putih dapat sedikit mengurangi penyerapan panas dan oleh karena itu mengurangi beban termal pada pesawat sehingga memiliki efek kecil pada efisiensi bahan bakar.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    7. Estetika dan Tampilan Umum

    Warna putih memberikan kesan kesederhanaan dan profesionalisme. Selain itu, itu juga memberikan tampilan yang bersih dan terawat pada pesawat, yang penting untuk citra perusahaan.

    Nah, itulah beberapa alasan kenapa pesawat warna putih. Temukan artikel menarik lainnya di Sastrawacana.i.d

  • 4 Tips Hemat di Bandara, Traveler Wajib Tahu Agar Tidak Boncos!

    Ketika berlibur menggunakan akomodasi pesawat, kita harus menyiapkan uang lebih untuk keperluan-keperluan tak terduga, salah satunya ketika di bandara.

    Sebab, bandara menjadi salah satu tempat yang mahal untuk disinggahi. Bukan rahasia lagi jika beberapa fasilitas berbayar dan harga makanan cenderung lebih tinggi daripada umumnya.

    Sehingga, ketika kita berangkat tanpa persiapan, tentu akan boncos yang akhirnya harus mengurangi anggaran di tempat liburan.

    Baca juga: Awas, Main Layang-Layang di Bandara Bisa Kena Denda Hingga Dipenjara

    Tips Hemat di Bandara

    Nah, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kita gunakan agar tetap hemat di bandara, seperti dikutip dari The Sun, antara lain:

    1. Membawa Bekal Makanan Ringan

    Ketika menunggu boarding, kita akan merasa jenuh dan lapar sehingga berusaha mencari camilan.

    Tapi saat memutuskan untuk membeli makanan di gerai bandara, tentu pengeluaran semakin bertambah.

    Maka disarankan untuk membawa bekal makanan ringan dari rumah, seperti kue, roti, dan air mineral.

    Kemudian, usahakan agar makanan ringan tersebut mudah dibawa dan tidak memakan banyak tempat di tas.

    2. Menggunakan Aplikasi Gratis

    Ketika merasa jenuh menunggu, kita bisa memanfaatkan berbagai aplikasi membaca majalah, novel, atau jenis tulisan yang lainnya.

    Disarankan juga jika ingin mendapatkan akses premu untuk berlangganan satu bulan saja selama masa liburan. Setelahnya, kita bisa menghentikan langganan pada platform tersebut.

    Kemudian, kita juga bisa menggunakan fasilitas WiFi gratis di bandara agar menghemat paket data.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    3. Menghindari Tumpangan Berbayar

    Di bandara, kita akan menemukan berbagai fasilitas berbayar, seperti tumpangan atau drop-off yang cenderung mahal.

    Maka, untuk menghemat anggaran, kita bisa menghindarinya dengan berjalan kaki. Namun, kita harus berhenti di area bebas dan meluangkan sedikit waktu untuk menuju ke terminal atau naik bus antar-jemput.

    4. Menyediakan Botol Kosong

    Penting untuk diketahui bahwa beberapa maskapai cukup ketat dalam urusan volume benda cair yang dibawa ke dalam kabin.

    Maka dari itu, disarankan untuk membawa botol dengan isi air secukupnya saja.

    Sebab, kita bisa mengisi botol kosong tersebut dengan tap water yang disediakan sehingga kita bisa lebih menghemat anggaran.

    Nah, itulah beberapa tips hemat di bandara agar pengeluaran kita tidak membengkak ketika liburan.

  • Kenapa Jendela Pesawat Bentuknya Oval? Ini Penjelasan dan Sejarahnya

    Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa jendela pesawat bentuknya oval?

    Saat ini, semua pesawat memiliki bentuk jendela yang oval, sehingga wajar saja jika kamu bertanya-tanya apa alasan dibalik itu.

    Alasan jendela pesawat dibuat dengan bentuk oval adalah untuk mengatur tekanan udara di dalam dan luar pesawat.

    Mengutip dari aviationvoice.com, jendela oval tidak hanya mendistribusikan tekanan itu tetapi juga mengurangi kemungkinan retak dan pecah.

    Selain itu, bentuk melingkar lebih tahan terhadap deformasi dan dapat bertahan dari tekanan udara yang sangat berbeda di dalam dan di luar pesawat.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Sejarah Jendela Pesawat Dibuat Oval

    Pada zaman dahulu, setiap pesawat jendelanya persegi hingga tahun 1950-an. Namun, akhirnya ditemukan bahwa jendela persegi adalah kesalahan teknis yang cukup krusial.

    Dilansir dari rd.com, terjadi kecelakaan pesawat mematikan yang melibatkan pesawat de Havilland Comets pada tahun 1953 dan 1954 secara terpisah.

    Kecelakaan itu berupa hancurnya pesawat di tengah-tengah penerbangan.

    Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, didapati hasil jika hancurnya pesawat tersebut akibat dari desain jendela pesawat yang persegi.

    Dimana, jendela yang persegi membuat konsentrasi tegangan menumpuk yang disebabkan oleh tepi tajam jendelanya.

    Sudut-sudut jendela yang persegi mudah mengalami tekanan, lebih parah ketika berada di ketinggian.

    Baca juga: Awas, Main Layang-Layang di Bandara Bisa Kena Denda Hingga Dipenjara

    Maka, sejak saat itu didesain ulang bentuk jendela pesawat menjadi oval.

    Selain itu, jendela pesawat juga didesain dengan tiga lapisan. Lapisan terluar adalah yang paling tebal untuk menerima semua tekanan dari luar.

    Kemudian lapisan tengah dengan lubang sedikit digunakan sebagai penyeimbang dan menyamakan tekanan dan melindungi panel dari dalam.

    Dan lapisan paling dalam yang tertipis untuk tekanan dari kabin yang relatif kecil.

  • Awas, Main Layang-Layang di Bandara Bisa Kena Denda Hingga Dipenjara

    Bermain layang-layang adalah hal menyenangkan asal tidak mengganggu fasilitas umum dan membahayakan bagi orang lain.

    Selain itu, tempat bermain layang-layang juga harus diperhatikan karena ada tempat yang dilarang, yaitu bandara.

    Kenapa tidak boleh main layangan di bandara?

    Hal tersebut karena bisa membahayakan penerbangan dan keselamatan penumpang dan awak kabin.

    Melansir dari akun Instagram Angkasa Pura I, ada sanksi yang diterima sesuai dengan UU No.1 Tahun 2009 untuk yang melanggar aturan ini.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Adapun hukumannya adalah pidana kurungan selama 3 tahun dan uang senilai Rp1 miliar.

    Ditetapkannya aturan ini tentu bukan tanpa alasan. Melansir dari laman caas.gov.sg, layang-layang dapat mengganggu pilot saat lepas landas atau mendarat dan kemungkinan tertelan oleh mesin pesawat.

    Tentu saja ini dapat membahayakan jiwa dan menyebabkan kerusakan pada pesawat dan properti di darat.

    Bahkan, jika layang-layang tersangkut di aileron atau sirip pesawat dapat menyebabkan gangguan pada rudder pesawat.

    Maka, jika kamu hobi bermain layang-layang, sebaiknya bermain di tempat lapang yang jauh dari area bandara agar tidak melanggar aturan.

  • Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Ketika memesan tiket pesawat, penumpang akan memberikan data-data diri lengkap, mulai dari nama, alamat, domisili, hingga profesi.

    Namun, ternyata tidak semua profesi bisa dicantumkan dalam tiket pesawat. Hanya ada satu profesi saja yang akan dicantumkan oleh pihak maskapai, yakni dokter.

    Melansir akun Instagram Angkasa Pura I, tujuan pencantuman gelar tersebut adalah untuk memudahkan awak kabin ketika penumpang membutuhkan bantuan darurat ketika pesawat sedang mengudara.

    Baca juga: Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat yang Benar

    “Hal ini bertujuan untuk memudahkan awak kabin saat memerlukan bantuan medis dalam keadaan darurat di pesawat,”  Instagram resmi Angkasa Pura I @ap_airports.

    Penumpang yang berprofesi sebagai dokter dianggap mampu membantu penumpang lain ketika membutuhkan pertolongan medis.

    Maka, ketika ada hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan, awak kabin dapat mengenali siapa yang berprofesi sebagai dokter melalui tiket.

    Lantas, perihal pencantuman gelar serta nama dalam tiket, setiap pihak maskapai memiliki kebijakan masing-masing.

    Seperti, ada maskapai yang hanya mencantumkan 2 kolom nama, ada pula yang mencantumkan 3 kolom nama.

    Kemudian, penumpang juga akan mengisi titel seperti Mr. (untuk pria dewasa), Mrs. (untuk wanita dewasa), Mstr. (untuk anak laki-laki di bawah 12 tahun), dan Ms. (untuk wanita yang belum menikah).

    Sumber: Instagram Angkasa Pura I