Tag: prestasi

  • Kontingen MI Islamiyah Rogojampi Tembus Nasional di KOMPERASIA 2 UNESA

    Kontingen MI Islamiyah Rogojampi Tembus Nasional di KOMPERASIA 2 UNESA

    Kontingen MI Islamiyah Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, menorehkan prestasi membanggakan di ajang KOMPERASIA 2 (Kompetisi Pelajar Juara Indonesia ke-2) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Andima Smarthouse.

    Kompetisi bergengsi tersebut dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

    Dalam keikutsertaan perdananya di tingkat nasional, MI Islamiyah Rogojampi berhasil membawa pulang tiga medali dari bidang akademik berbeda.

    Prestasi tersebut diraih oleh Ilman Rasyid Abdillah yang meraih medali perak bidang Bahasa Inggris, Hafiz Maulana Ishak yang memperoleh medali perunggu bidang Matematika, serta Brama Alaric Zeroun Al Faizullah yang menyabet medali perunggu bidang Sains.

    Ketiganya merupakan siswa kelas 6 MI Islamiyah Rogojampi yang mengikuti lomba secara individu.

    Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Para siswa menjalani persiapan intensif selama sekitar dua hingga tiga bulan.

    Selama pelaksanaan lomba di Surabaya, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari pihak sekolah dan orang tua.

    Pendampingan pembinaan akademik di sekolah oleh para pembina sesuai bidang lomba, yakni M.S. Rahdiyan Syah Tuasikal, S.Pd. (Bahasa Inggris), Mohamad Nurhadi, S.Pd. (Matematika), dan Maria Ulfa, S.Pd. (Sains).

    Peran pembina dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri, disiplin belajar, serta ketangguhan mental siswa saat berkompetisi di tingkat nasional.

    Pihak sekolah menyampaikan harapan agar capaian ini menjadi pemantik semangat belajar bagi seluruh siswa.

    Prestasi yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi motivasi berkelanjutan agar peserta didik tumbuh sebagai anak-anak yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memenuhi harapan orang tua serta sekolah.

    Prestasi di KOMPERASIA 2 ini sekaligus menegaskan komitmen MI Islamiyah Rogojampi dalam mendorong budaya kompetitif yang sehat dan edukatif.

    Keberhasilan menembus ajang nasional pada keikutsertaan pertama menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, dukungan lembaga, dan semangat belajar yang kuat, siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

  • Tim DKV SMK PGRI Rogojampi Raih Juara 3 Lomba Video Kreatif Kesehatan RS PKU Muhammadiyah

    Tim DKV SMK PGRI Rogojampi Raih Juara 3 Lomba Video Kreatif Kesehatan RS PKU Muhammadiyah

    SMK PGRI Rogojampi kembali menorehkan prestasi di bidang Desain Komunikasi Visual (DKV).

    Tim Threefource, yang terdiri dari siswa kelas XI DKV, Mohammad Farhan, Mohammad Rifan, dan Aris Raditiya, berhasil meraih Juara 3 Lomba Video Kreatif Kesehatan kategori umum yang diselenggarakan oleh RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Lomba Video Kreatif ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dengan tema seputar dunia kesehatan.

    Lomba terbagi menjadi dua kategori, yaitu Program Unggulan untuk pegawai internal RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, dan Kesehatan untuk umum yang diikuti puluhan peserta dari berbagai instansi kesehatan, praktisi, generasi milenial, hingga masyarakat umum.

    Kegiatan lomba berlangsung sejak 15 Agustus hingga 15 September 2025 dan pemenangnya diumumkan pada Selasa, 23 September 2025 di Aula RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Penilaian dilakukan oleh tiga juri berkompeten, yaitu Heri Iskandar (konten kreator), Rangga (desainer grafis dan editor video), serta Maulana Affandi (Pemimpin Redaksi media online dan Direktur Penerbit Lintang Banyuwangi), dengan kriteria kreativitas, manfaat, dan kualitas teknis.

    “Alhamdulillah, rasa syukur tiada terkira. Dengan persiapan kurang dari setengah bulan, melalui proses yang berat dan usaha luar biasa, akhirnya konten kami selesai dan dapat dikirim. Sungguh di luar dugaan, kami bisa meraih prestasi ini,” ujar Farhan, salah satu anggota Threefource.

    Rifan menambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru pendamping SMK PGRI Rogojampi atas waktu dan pemikiran yang diberikan hingga kami sampai di titik ini. Terima kasih juga kepada Kepala SMK PGRI Rogojampi beserta jajaran yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk berkembang dan mengharumkan nama almamater. Tidak lupa kepada RS PKU Muhammadiyah Rogojampi dan dewan juri atas apresiasinya.”

    Sementara itu, Andi Budi Setiawan, S.Pd selaku guru pendamping sekaligus Ketua Komunitas Literasi di SMK PGRI Rogojampi (SMKPRO) menuturkan bahwa torehan prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras siswa yang terlibat.

    “Awalnya saya melihat pamflet Lomba Video Kreatif yang diadakan RS PKU Muhammadiyah Rogojampi. Deadline lomba kurang dari setengah bulan lagi, sehingga saya harus mengonfirmasi kepada perwakilan siswa jurusan DKV yang juga merupakan peserta Event Literasi Sekolah Nasional Tahun 2025. Meskipun hanya satu kali bertemu untuk membahas konsep yang akan diangkat menjadi konten, mereka tetap bersemangat menyelesaikan tugas tersebut. Alhasil, kerja keras mereka terbayar dengan meraih Juara 3 Lomba Video Kreatif kategori umum, mewakili generasi milenial,” jelas Andi.

    Prestasi Threefource menambah daftar keberhasilan SMK PGRI Rogojampi di bidang DKV dan menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi.

  • Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berprestasi melalui program pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

    Hasil pembinaan tersebut kembali membuahkan prestasi di kancah internasional.

    Pada ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-66 tahun 2025 yang berlangsung di Sunshine Coast, Queensland, Australia, tanggal 10–20 Juli 2025, tim Indonesia berhasil meraih empat medali perunggu dan dua Honorable Mention.

    Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari 110 negara di seluruh dunia.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian para siswa.

    Ia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari proses seleksi dan pembinaan yang tersusun secara sistematis.

    “Selamat atas prestasi gemilang yang adik-adik capai. Kami sangat bangga karena perjalanan menuju ajang ini tidak mudah. Semoga adik-adik terus menjadi talenta yang menginspirasi dan berkarakter,” ujar Irene.

    Empat peraih medali perunggu Indonesia adalah:

    • Janssen Edyth Lim (SMAK Immanuel Pontianak)
    • Raymond Christopher Tanto (SMAK Kalam Kudus Sukoharjo)
    • Jesreel Hasiholan Sigalingging (SMAS Kristen 5 BPK Penabur Jakarta)
    • Louis Wilson Gunawan (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta)

    Sementara itu, dua peserta yang meraih Honorable Mention adalah Leonardo Valerian (SMA Darma Yudha, Riau) dan Danica Odelia (SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong)

    Dalam ajang IMO 2025 ini, delegasi Indonesia didampingi oleh Nanang Susyanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai ketua tim dan Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai wakil ketua tim.

    Nanang menyampaikan bahwa skor tim Indonesia tahun ini meningkat sebanyak 11 poin atau sekitar 4,4 persen dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam sistem pembinaan nasional.

    Ia berharap prestasi ini menjadi pendorong semangat untuk memperkuat strategi pembinaan ke depan agar bisa meraih hasil lebih baik lagi pada ajang IMO berikutnya.

    Sebagai informasi, IMO merupakan kompetisi matematika tingkat menengah tertua dan paling prestisius di dunia.

    Keberhasilan Indonesia dalam ajang ini kembali menegaskan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, pelajar Indonesia mampu bersaing dan berjaya di panggung internasional.

  • Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan empat siswa terbaik Indonesia untuk berlaga di ajang bergengsi International Olympiad in Informatics (IOI) 2025.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Sabtu (26/7), menyampaikan bahwa kompetisi tersebut digelar di Sucre, Bolivia mulai tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2025.

    Lebih dari 650 peserta dari 98 negara akan ambil bagian dalam kompetisi tingkat dunia ini.

    “Semua siswa yang terpilih di IOI ini sudah melalui proses yang sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga tahap pembinaan. Kami yakin adik-adik dapat meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Irene.

    Keempat siswa terpilih tersebut merupakan hasil binaan langsung dari Puspresnas. Mereka adalah:

    • Aufan Ahmad Mumtaza dari SMAS Al-Irsyad Satya
    • Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya
    • Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta
    • Nathan Allan dari SMA Kanisius Jakarta

    Dukungan juga datang dari Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, yang mengapresiasi pencapaian para siswa.

    “Selamat kepada adik-adik yang telah terpilih menjadi delegasi Indonesia. Proses sampai bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional ini tentu tidak mudah. Selamat berjuang dan raih hasil yang terbaik,” katanya.

    Dalam ajang ini, para siswa juga akan didampingi oleh tim pembina, yaitu Ammar Fathin Sabili dari Universitas Indonesia sebagai Team Leader dan Joel Gunawan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) sebagai Deputy Leader.

    “Kami optimistis punya peluang, semoga semua siswa mendapat semua medali. Besar harapannya mereka juga mendapat medali emas,” kata Ammar

    Sebagai informasi, IOI adalah ajang kompetisi internasional di bidang informatika yang menekankan kemampuan pemrograman (coding) dan penyelesaian masalah algoritmik tingkat tinggi.

    Sumber: Antara

  • Boyong Tiga Piala, TK Kemala Bhayangkari Rogojampi Tampil Gemilang di HAN 2025

    Boyong Tiga Piala, TK Kemala Bhayangkari Rogojampi Tampil Gemilang di HAN 2025

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh TK Kemala Bhayangkari Rogojampi dalam perhelatan akbar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025.

    Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman TK Negeri Model Banyuwangi pada Sabtu (31/05) dan diikuti oleh puluhan lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi.

    Diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Banyuwangi, ajang ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, serta semangat berkompetisi secara positif dalam suasana yang menyenangkan.

    Tidak hanya menjadi tempat menampilkan talenta, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter anak sejak dini melalui pengalaman langsung di atas panggung.

    Pada kesempatan kali ini, TK Kemala Bhayangkari Rogojampi tampil mencuri perhatian dengan berhasil membawa pulang tiga piala kemenangan dari berbagai cabang lomba, yakni:

    • Juara 1 lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Banyuwangi
    • Juara 1 lomba lari rintangan
    • Juara 2 lomba menari bertema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”

    Capaian ini tentu bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja keras para guru dalam membina anak-anak secara konsisten, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua murid yang terus terjalin harmonis.

    Kelompok Tari TK Kemala Bhayangkari
    Kelompok Tari TK Kemala Bhayangkari (Dok. sastrawacana.id/)

    Salah satu momen paling mengesankan dalam kegiatan ini adalah penampilan tim tari TK Kemala Bhayangkari Rogojampi dalam lomba menari yang mengangkat tema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

    Dengan kostum nyentrik yang mencerminkan semangat anak-anak masa kini dan gerakan tari yang enerjik serta terkoordinasi dengan baik, tim ini sukses memukau dewan juri dan penonton.

    Tak heran jika mereka berhasil meraih posisi sebagai Juara 2 tingkat Kabupaten dan menuai banyak pujian.

    Ketua Komite Sekolah, Sugeng, memberikan apresiasi tinggi atas usaha dan kepercayaan diri para peserta didik.

    Ketua Komite TK Kemala Bhayangkari
    Ketua Komite TK Kemala Bhayangkari (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam wawancaranya, beliau menyampaikan rasa bangga atas sinergi yang kuat antara guru, siswa, dan orang tua.

    “Anak-anak menunjukkan performa yang luar biasa. Mereka tampil percaya diri, antusias, dan sudah cukup matang untuk ukuran usia dini. Ini adalah hasil nyata dari semangat kebersamaan serta dukungan luar biasa dari para guru dan orang tua,” ujarnya penuh kebanggaan.

    Kebanggaan serupa juga dirasakan oleh para wali murid, salah satunya Eva, orang tua dari peserta lomba tari yang terharu ketika melihat anak-anak menari di atas panggung.

    “Rasanya haru sekali melihat anak-anak tampil sepenuh hati. Mereka begitu percaya diri, dan sebagai orang tua, itu adalah momen yang sangat menyentuh. Kami sangat bersyukur bisa menyaksikan sendiri proses mereka belajar, berlatih, hingga meraih juara,” tutur Eva dengan penuh haru.

    Yang membuat lomba menari tahun ini semakin spesial adalah kehadiran Subari Sofyan, seorang maestro tari tingkat nasional yang didapuk sebagai juri utama.

    Dengan pengalaman panjang di dunia seni pertunjukan, Subari memberikan penilaian yang mendalam dan menyeluruh terhadap setiap penampilan peserta.

    Ia tidak hanya menilai dari aspek gerakan tari, namun juga memperhatikan kostum, pemilihan musik, ekspresi wajah, penguasaan panggung, serta keselarasan gerak antar anggota tim.

    Subari Sofyan
    Juri dan Tim Tari TK Kemala Bhayangkari (Dok. sastrawacana.id/)

    Tak berhenti di situ, Subari juga menyempatkan diri untuk memberikan edukasi seni kepada peserta dan para pendamping, menjadikan ajang ini tidak hanya kompetitif namun juga edukatif.

    Melalui torehan prestasi ini, TK Kemala Bhayangkari Rogojampi menunjukkan bahwa pembinaan karakter dan bakat anak usia dini harus dilakukan secara menyeluruh dan terarah.

    Lingkungan belajar yang positif, guru-guru yang berdedikasi, serta dukungan penuh dari orang tua menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang unggul, percaya diri, dan berprestasi.

    Ajang Hari Anak Nasional tahun ini menjadi bukti bahwa anak-anak, meskipun masih sangat belia, namun mampu tampil mengesankan bila diberikan kesempatan, bimbingan, dan ruang untuk berkembang.

    Dan TK Kemala Bhayangkari Rogojampi telah membuktikannya dengan beberapa prestasi yang sangat gemilang.

  • Dibuka Pukul 08.17 WIB, Seleksi Hari Anak Nasional 2025 Meriahkan Panggung Kreativitas Anak Usia Dini

    Dibuka Pukul 08.17 WIB, Seleksi Hari Anak Nasional 2025 Meriahkan Panggung Kreativitas Anak Usia Dini

    Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang digelar oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Rogojampi pada Senin pagi (26/5).

    Berlangsung di TK Aisyah Bustanul Athfal Rogojampi, kegiatan yang diselenggarakan oleh IGTKI Kecamatan Rogojampi ini diikuti oleh 25 lembaga Taman Kanak-Kanak dan 5 Kelompok Bermain yang tersebar di wilayah kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia M. Gufron, S.Pd., yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.

    Ia menyapa satu per satu tamu undangan, dewan juri, guru, dan peserta lomba dengan penuh semangat.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, mulai dari orang tua, guru, dewan juri, hingga panitia yang telah bekerja keras. Harapan kami, anak-anak dari Rogojampi bisa menjadi wakil Kabupaten Banyuwangi untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujar Gufron dalam sambutannya.

    Hari Anak Nasional yang rutin diperingati setiap tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk memberikan ruang ekspresi, eksplorasi, dan unjuk bakat bagi para peserta didik.

    Dalam sambutan kedua, Ketua IGTKI Kecamatan Rogojampi, Sri Isniwati, S.Pd., menjelaskan bahwa HAN merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara serempak mulai dari tingkat kecamatan hingga pusat oleh IGTKI.

    “Setiap tahun, bentuk lomba yang diadakan selalu berbeda karena HAN bukan sekadar seremoni, tetapi juga ajang pelatihan kompetensi untuk anak-anak dan para pendidik. Tahun ini, kami ingin lebih banyak menggali aspek budaya, lingkungan, dan kemampuan literasi anak sejak usia dini,” terang Isniwati.

    Kegiatan kemudian dibuka secara resmi pada pukul 08.17 WIB oleh Dian Indriyati, S.Pd., selaku Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Rogojampi.

    Dalam sambutannya, Dian menyampaikan apresiasi tinggi kepada IGTKI Rogojampi atas kerja keras dan sinergi dalam menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik.

    “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang begitu tertib dan edukatif. HAN bukan hanya milik anak-anak, tapi juga momentum bagi kita sebagai pendidik untuk terus belajar dan mengembangkan pendekatan yang kreatif,” ujar Dian yang juga membuka secara simbolis kegiatan HAN.

    Penampilan Tari TK Kemala Bhayangkari
    Penampilan Tari TK Kemala Bhayangkari (Dok. sastrawacana.id/)

    Peringatan HAN tahun ini di Rogojampi menghadirkan beragam cabang lomba yang menarik dan edukatif, seperti: Lomba Bercerita, Lari Rintangan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Kreasi 3M lingkunganm dan 7 Tari Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

    Setiap lomba didesain untuk menumbuhkan kepercayaan diri, kerja sama, kemampuan motorik, serta menanamkan nilai-nilai budaya dan kecintaan terhadap lingkungan.

    Khusus untuk lomba menari, perwakilan Kecamatan Rogojampi diwakili oleh TK Kemala Bhayangkari.

    Mereka menampilkan pertunjukan penuh semangat dan berwarna yang memikat perhatian penonton, memperlihatkan latihan yang matang dan kerja keras yang dilakukan bersama guru dan orang tua.

    Salah satu cabang lomba yang paling menyita perhatian adalah lomba bercerita, di mana anak-anak tampil membawakan cerita-cerita pengalaman pribadinya, seperti saat sedang berlibur ke luar kota.

    Penampilan mereka tidak hanya menampilkan kemampuan bicara di depan umum, tetapi juga ekspresi, intonasi suara, kesesuaian busana, dan penguasaan panggung untuk anak seusia mereka.

    Lomba ini dinilai oleh tiga juri berpengalaman dari berbagai latar belakang seni dan literasi, diantaranya Bung Aguk, seorang budayawan kenamaan Banyuwangi, Sri Umiati, penari senior sekaligus istri dari almarhum maestro tari Banyuwangi, Sumitro Hadi, serta Maulana Affandi, penulis dan pegiat literasi Banyuwangi.

    Menurut para juri, penampilan peserta sangat menggembirakan dan menjadi bukti bahwa geliat literasi di Rogojampi semakin berkembang.

    Namun, mereka juga memberikan beberapa catatan penting agar peserta, terutama para juara, dapat meningkatkan kualitas menjelang kompetisi di tingkat kabupaten.

    “Ada beberapa aspek yang bisa ditingkatkan, seperti penguasaan panggung (blocking), ekspresi wajah, dan pemanfaatan properti. Ini bukan untuk mengurangi nilai, tapi sebagai bekal untuk bisa melangkah lebih jauh di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Bung Aguk.

    Sementara itu, Sri Umiati menegaskan bahwa dalam bercerita, ekspresi harus diperhatikan agar isi dalam cerita dapat tersampaikan.

    “Jadi, ekspresi harus selaras dengan cerita yang disampaikan supaya penonton merasakan hal yang serupa dengan apa yang diceritakan,” tegasnya.

    Sementara itu, Maulana Affandi yang mengingatkan agar para guru memerhatikan juknis lomba, termasuk durasi waktu sehingga dapat menulis naskah yang disesuaikan dengan waktu penampilan.

    “Bagaimanapun itu, setiap perlombaan terikat oleh aturan, sehingga diharapkan para guru dapat memerhatikan juknis sehingga para peserta bisa tampil maksimal,” tandasnya.

    Membentuk Generasi Hebat Sejak Dini
    Kegiatan Hari Anak Nasional 2025 di Kecamatan Rogojampi menjadi refleksi nyata bagaimana pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, baik secara akademik, emosional, maupun sosial.

    Dengan dukungan dari guru, orang tua, dan pemerintah daerah, anak-anak Rogojampi menunjukkan bahwa mereka siap menjadi generasi hebat Indonesia yang penuh semangat, cerdas, dan cinta budaya.

    Di sisi lain, peringatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan panggung kebanggaan bagi anak-anak untuk tampil dan mendapat ruang yang layak dalam proses pendidikan mereka.

  • SMK PGRI Rogojampi Raih Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional di Hari Pendidikan Nasional 2025

    SMK PGRI Rogojampi Raih Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional di Hari Pendidikan Nasional 2025

    Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, SMK PGRI Rogojampi menggelar apel bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah pada Jumat pagi (2/5).

    Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik SMK PGRI Rogojampi.

    Apel dipimpin langsung oleh Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si, yang sekaligus bertindak sebagai pembina apel.

    Dalam sambutannya, beliau membacakan maklumat resmi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan berbasis karakter dan literasi di era digital, peningkatan kualitas guru dan pemerataan akses pendidikan.

    Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si, dalam sambutannya menjelaskan,

    “Maklumat ini menjadi landasan bagi seluruh warga pendidikan, termasuk SMK PGRI Rogojampi, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.”

    Momen spesial dalam apel tersebut adalah prosesi penyerahan piagam Sekolah Aktif Literasi Tahun 2025 dari Nyalanesia kepada SMK PGRI Rogojampi sebagai sekolah peserta Program Skeolah Literasi Nasional Tahun 2024.

    Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Kepala Sekolah sebagai bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam mendorong budaya literasi di lingkungan pendidikan.

    Tidak hanya itu, SMK PGRI Rogojampi juga menerima penghargaan sebagai Juara 1, 2 dan 3 tingkat sekolah Kelas Literasi Baca-Tulis Program Sekolah Literasi Nasional Tahun 2024, menandai pencapaian luar biasa dari siswa-siswi dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar.

    Dimana untuk juara 1, 2 dan 3 karyanya akan di lombakan lagi ke tingkat nasional.

    Guru Koordinator Program Sekolah Literasi SMK PGRI Rogojampi, Andi Budi Setiawan berharap “Program seperti ini bisa kontinu diikuti oleh sekolah, agar memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan literasi di sekolah baik untuk pendidik, kependidikan maupun peserta didik.”

    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta kelas Baca-Tulis Program Sekolah Literasi Nasional 2024, yang telah mengharumkan nama sekolah di kancah nasional.

    Apel peringatan Hardiknas tahun ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga merupakan wujud nyata semangat dan komitmen SMK PGRI Rogojampi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan literat, tetapi juga berkarakter kuat.

    Melalui Program Literasi Nasional yang telah dijalankan, SMK PGRI Rogojampi berkomitmen untuk terus mendorong budaya baca, tulis, dan berpikir kritis di kalangan siswa, sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global.

    Dengan semangat gotong royong dan budaya literasi yang terus kita kembangkan, kita melangkah bersama menuju masa depan pendidikan yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih gemilang.

  • Ayumi Zalsabila, Putri Petani dari Nunukan Raih Perunggu di O2SN PDBK 2024

    Ayumi Zalsabila, Putri Petani dari Nunukan Raih Perunggu di O2SN PDBK 2024

    Ayumi Zalsabila, siswi SLB Negeri Nunukan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, baru saja mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali perunggu pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2024, kategori lompat jauh tingkat nasional jenjang Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).

    Prestasi ini tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar SLB Negeri Nunukan.

    Ayumi, yang merupakan anak pertama dari lima bersaudara, tumbuh dalam keluarga petani yang sederhana.

    Meskipun orang tuanya bekerja keras di ladang, Ayumi tidak pernah merasa kekurangan dalam hal semangat dan dukungan.

    “Motivasi terbesar saya dalam hidup adalah untuk menjadi pemenang dalam setiap perlombaan,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Prestasi yang diraihnya tak hanya di tingkat nasional. Ayumi sebelumnya juga berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Batik Tingkat Provinsi LKSN PDBK, Juara 2 lomba melukis Tingkat Provinsi FLS2N PDBK, serta Juara 1 dalam Lomba Lompat Jauh Tingkat Provinsi O2SN PDBK.

    Namun, pencapaian terbesar Ayumi adalah ketika ia berhasil meraih Juara 3 dalam lomba lompat jauh tingkat nasional O2SN PDBK, yang menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasinya dalam berlatih.

    Perjalanan menuju podium medali perunggu itu tidak mudah. Ayumi harus berlatih keras setiap hari di sekolah, bahkan setelah jam pelajaran selesai.

    “Saya berlatih setiap hari dari pukul 14.00 hingga 16.00 di sekolah. Saya berlatih dengan semangat meskipun tempat latihan agak jauh dari rumah,” ceritanya.

    Bagi Ayumi, salah satu hal yang paling berkesan dalam kompetisi ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah yang memiliki disabilitas yang sama.

    “Kami saling berbagi pengalaman, dan saya merasa kompetisi ini seperti reuni keluarga besar dari berbagai provinsi,” ungkapnya bahagia.

    Tantangan terbesar yang dihadapi Ayumi adalah proses latihan yang memerlukan waktu dan jarak yang cukup jauh dari rumahnya.

    Namun, berkat dukungan penuh dari orang tuanya, Ayumi mampu mengatasi segala kendala tersebut dan tetap fokus pada tujuannya.

    “Orang tua saya sangat mendukung, meskipun mereka sibuk bekerja,” ucapnya penuh syukur.

    Di balik kesuksesannya, Ayumi menganggap kompetisi ini bukan hanya sekadar ajang meraih medali, tetapi sebagai sarana untuk mengembangkan rasa percaya diri, sportivitas, dan keyakinan bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil.

    “Kompetisi ini mengajarkan saya untuk selalu berjuang dan percaya pada diri sendiri,” tambahnya.

    Guru pembimbing Ayumi, Agustinus Tambing, pun merasa sangat bangga dengan pencapaian yang diraih oleh siswanya.

    “Saya sangat senang dan bangga. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam proses latihan dan akhirnya bisa melaju ke tingkat nasional,” ungkapnya.

    Menurut beliau, dukungan sekolah sangat besar dalam memfasilitasi para siswa yang mengikuti lomba, baik dari segi fasilitas maupun pendanaan.

    “Sekolah mendukung penuh setiap kegiatan yang diikuti siswa, termasuk menyediakan dana yang diperlukan,” jelasnya.

    Agustinus Tambing juga memiliki harapan besar untuk Ayumi. “Terus berusaha, tekuni setiap perlombaan yang kamu ikuti, dan nikmati setiap proses latihan. Jangan pernah menyerah,” pesannya.

    Ayumi Zalsabila bukan hanya pemenang dalam lomba, tetapi juga simbol ketekunan, semangat juang, dan optimisme.

    Perjuangannya menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah berhenti berusaha dan selalu percaya bahwa setiap kerja keras pasti ada hasilnya.

    Dalam setiap langkah Ayumi, terlihat tekad yang kuat untuk terus menggapai impian dan mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan.

    Sumber: Kemdikbud

  • Made Divayani, Siswi SMK PGRI Rogojampi yang Menoreh Prestasi Tingkat Provinsi

    Made Divayani, Siswi SMK PGRI Rogojampi yang Menoreh Prestasi Tingkat Provinsi

    Made Divayani, seorang gadis asal Banyuwangi, telah membuktikan dirinya  sebagai pelajar berprestasi di SMK PGRI Rogojampi, Banyuwangi.

    Selain menonjol di bidang akademik, Diva juga meraih sejumlah penghargaan di dunia non-akademik, khususnya di dunia model dan fesyen.

    Beberapa prestasi gemilang yang berhasil diraih Diva antara lain, terpilih sebagai Top Model Jawa Timur 2023 dan meraih posisi 5th Runner-Up Putri Remaja Jawa Timur 2023 pada ajang yang diselenggarakan oleh Mas Aris Musaini.

    Ajang ini bertujuan untuk memajukan industri kreatif di bidang jasa kecantikan, fesyen, serta sektor lokal di Jawa Timur.

    Diva juga menorehkan prestasi membanggakan lainnya, yakni menjadi pemenang dalam ajang Miss Putri Cheongsam 2024 yang diadakan oleh Miss Jatim Winner, ajang bergengsi di Jawa Timur yang mengedepankan bidang fashion show.

    Di tingkat kabupaten, gadis kelahiran 2007 ini juga berhasil menjadi finalis dalam Jebeng Thulik Banyuwangi 2023.

    Event tahunan ini merupakan ajang bergengsi yang hanya diikuti oleh putra-putri terbaik Banyuwangi melalui proses seleksi ketat.

    Selain itu, Diva juga aktif sebagai Duta Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi 2023 hingga sekarang.

    Dalam peran ini, Diva mempromosikan produk-produk UMKM lokal melalui konten video, sebagai wujud dedikasinya dalam memajukan sektor ekonomi kreatif dan memperkenalkan budaya daerah Banyuwangi.

    Salah satu pencapaian terbarunya adalah meraih gelar Best Costume pada ajang Banyuwangi Ethno Carnival 2024.

    Prestasi ini semakin mengukuhkan namanya sebagai sosok yang tak hanya berbakat, tetapi juga konsisten dalam berkarir di dunia model dan fashion.

    Kesuksesan Diva tentu tidak terlepas dari dukungan keluarga, sahabat, serta guru-guru di SMK PGRI Rogojampi yang senantiasa memberikan semangat dan motivasi.

    Semua pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolahnya, sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki potensi besar untuk bersinar di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

    “Jangan pernah takut bermimpi. Percayalah pada diri sendiri, teruslah bekerja keras, dan jangan lupa berdoa. Dengan usaha dan niat baik, semua impian akan menjadi mungkin. Jadilah versi terbaik dirimu untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, ” ujarnya.

    Segudang prestasi yang ditorehkan Diva membuktikan bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki potensi besar untuk bersinar di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

    Penulis: Andi BS

    Editor: Maulana Affandi

  • Membanggakan, SMK PGRI Rogojampi Raih Prestasi di SCOTH Politeknik Negeri Banyuwangi

    Membanggakan, SMK PGRI Rogojampi Raih Prestasi di SCOTH Politeknik Negeri Banyuwangi

    SMK PGRI Rogojampi (SMKPRO) kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih prestasi di ajang Seminar and Competition of Tourism Hospitality (SCOTH) yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Banyuwangi (POLIWANGI).

    Kompetisi ini diikuti oleh berbagai SMK se-Kabupaten Banyuwangi pada 19-20 November 2024, bertempat di kampus POLIWANGI, satu-satunya politeknik negeri di Banyuwangi.

    Pada kompetisi cooking tahun ini, tema yang diusung adalah “Sculpting the Value of Contemporary Fusion Cuisine.”

    Kegiatan berlangsung selama dua hari, di mana hari pertama diisi dengan seminar dan gala dinner, sementara hari kedua menjadi puncak kompetisi.

    Tantangan Mystery Box

    Pada hari kedua, peserta dari jurusan Tata Boga menghadapi tantangan mystery box. Dalam tantangan ini, bahan masakan baru diumumkan saat perlombaan dimulai.

    Para peserta hanya memiliki waktu 90 menit untuk mengolah bahan-bahan tersebut menjadi hidangan utama (main course) yang kreatif dan berkualitas.

    Dengan keterampilan dan kreativitasnya, tim SMK PGRI Rogojampi berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi ini.

    Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kemampuan siswa SMKPRO di bidang kuliner.

    Apresiasi dan Harapan

    Gracia Widyawati, S.Pd., selaku Kepala Program Kuliner SMK PGRI Rogojampi menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ini.

    Ia memberikan apresiasi kepada siswa peserta lomba, guru pembimbing, serta seluruh elemen sekolah yang mendukung penuh keberhasilan mereka.

    “Kami sangat bangga dengan capaian ini. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa kami mampu bersaing di ajang bergengsi dan menunjukkan kualitas terbaiknya,” ungkap Gracia.

    Kepala sekolah, H. Danang Bagiono, S.Si., juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa terus diadakan untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengasah kreativitas dan keterampilan mereka.

    “Semoga ke depan, siswa kami dapat terus mengukir prestasi yang lebih gemilang dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk berkembang lebih jauh,” tuturnya.

    Komitmen SMK PGRI Rogojampi

    Sebagai SMK Pusat Keunggulan di bidang hospitality, SMK PGRI Rogojampi terus berkomitmen untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan dan pengalaman praktik terbaik.

    Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan program pembelajaran yang inovatif, sekolah ini bertekad mencetak generasi yang kompeten dan berdaya saing di dunia kuliner dan pariwisata.

    Semakin meningkatnya minat generasi muda di Banyuwangi terhadap dunia kuliner, SMK PGRI Rogojampi optimis dapat terus menghasilkan siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.