Tag: quran

  • Jelaskan keterkaitan ilmu pengetahuan iman dan hati yang tunduk menurut qs al-hajj/22 54

    QS Al-Hajj ayat 54 menjelaskan hubungan erat antara ilmu pengetahuan, iman, dan hati yang tunduk. Berikut penjelasannya:

    1. Ilmu Pengetahuan

    Ayat ini menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai landasan iman.

    Mempelajari ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum, dapat membantu kita memahami kebesaran Allah SWT dan ciptaan-Nya.

    Semakin banyak ilmu yang kita dapatkan, semakin kuat pula iman kita kepada Allah SWT.

    2. Iman

    Iman adalah keyakinan yang teguh kepada Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Iman menjadi dasar bagi hati yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT.

    Orang yang beriman akan senantiasa berusaha untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

    3. Hati yang Tunduk

    Hati yang tunduk (qalb saliim) adalah hati yang bersih dari segala penyakit hati, seperti kesombongan, iri hati, dan dendam. Hati yang tunduk hanya tunduk kepada Allah SWT dan senantiasa patuh kepada perintah-Nya.

    Keterkaitan Ketiganya

    Ketiga hal ini saling berkaitan erat. Ilmu pengetahuan memperkuat iman, iman mendorong hati untuk tunduk kepada Allah SWT, dan hati yang tunduk akan semakin giat dalam mencari ilmu pengetahuan.

    Manfaat

    • Memahami kebesaran Allah SWT dan ciptaan-Nya.
    • Memperkuat iman dan keyakinan.
    • Mendapatkan hati yang tenang dan tentram.
    • Terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat.
    • Meningkatkan kualitas ibadah.

    Kesimpulan

    QS Al-Hajj ayat 54 mengajak kita untuk terus belajar dan mencari ilmu pengetahuan agar iman kita semakin kuat dan hati kita semakin tunduk kepada Allah SWT. Dengan demikian, kita dapat menjadi hamba-Nya yang taat dan berakhlak mulia.

  • Terjemahan ayat “orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah” terdapat dalam surat?

    Terjemahan ayat “orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah” terdapat dalam surat?

    Jawaban: Surat Ar-Ra’d ayat 28.

    الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

    Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

    Dan Allah memberikan petunjuk bagi orang-orang yang hatinya tentram dengan tauhidullah dan mengingatNYa, sehingga menjadi tenang dengannya. Ingatlah dengan ketaatan kepada Allah dan mengingatNya serta dengan pahala dariNya, hati menjadi tenang dan damai.

    Tafsir Kementrian Agama RI

    Mereka yang mendapat petunjuk adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan hati mereka menjadi tenang dan tenteram dengan banyak mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan banyak mengingat Allah hati menjadi tenteram. Mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya dan mengerjakan kebajikan serta amal saleh. Mereka pasti mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik di akhirat kelak, berupa surga dan keridaan Allah.

  • Surah Apa dalam Al Quran yang Memiliki 2 Bismillah?

    Surah dalam Al Quran yang memiliki 2 bismillah adalah surah An-Naml yang terletak pada awal surah dan ayat ke-30.

    إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    “Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm”

    Artinya: Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. An-Naml [27]: 30).

    Surah An-Naml

    Surah An-Naml adalah Surah ke-27 dalam urutan mushaf Al-Quran yang terdiri dari 93 ayat.

    Surah An-Naml termasuk golongan surah-surah Makkiyah, yaitu surah yang diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

    Dinamakan An-Naml (semut) karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml, dimana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

    Surah An-Naml berisi tentang kisah-kisah para nabi dan kaum terdahulu, di antaranya: Kisah Nabi Musa dan Fir’aun, Kisah Nabi Sulaiman dan ratu Balqis, serta Kisah kaum Saba’ dan ‘Iram.

    Surah An-Naml memberikan banyak pelajaran berharga bagi umat manusia, diantaranya:

    • Pentingnya keimanan kepada Allah SWT.
    • Kekuasaan Allah SWT tidak dapat dibantah.
    • Keharusan untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT.
    • Pentingnya keadilan dan kebenaran.
    • Akibat buruk dari kesombongan dan kezaliman.

    Surah An-Naml merupakan surah yang penuh dengan pesan dan hikmah.

    Mempelajari surah ini dapat meningkatkan keimanan, ketaatan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Selain itu, kisah-kisah yang diceritakan dapat menjadi pelajaran berharga dalam menjalani kehidupan

  • Surat Al Balad dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Balad dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ – 90:1

    Laa uqsimu bihaadzaal balad(i)

    1. “Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),”

    I swear by this city, Makkah –

    وَأَنتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ – 90:2

    Wa-anta hillun bihaadzaal balad(i)

    2. “dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,”

    And you, [O Muhammad], are free of restriction in this city –

    وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ – 90:3

    Wawaalidin wa maa walad(a)

    3. “dan demi bapak dan anaknya.”

    And [by] the father and that which was born [of him],

    لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ – 90:4

    Laqad khalaqnaal insaana fii kabad(in)

    4. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”

    We have certainly created man into hardship.

    أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ – 90:5

    Ayahsabu an lan yaqdira ‘alaihi ahadu(n)

    5. “Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?”

    Does he think that never will anyone overcome him?

    يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًا – 90:6

    Yaquulu ahlaktu maaalan lubad(an)

    6. Dan mengatakan: “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”

    He says, “I have spent wealth in abundance.”

    أَيَحْسَبُ أَن لَّمْ يَرَهُ أَحَدٌ – 90:7

    Ayahsabu an lam yarahuu ahad(un)

    7. “Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?”

    Does he think that no one has seen him?

    أَلَمْ نَجْعَل لَّهُ عَيْنَيْنِ – 90:8

    Alam naj’al lahu ‘ainain(i)

    8. “Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,”

    Have We not made for him two eyes?

    وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ – 90:9

    Wa lisaanan wasyafatain(i)

    9. “lidah dan dua buah bibir.”

    And a tongue and two lips?

    وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ – 90:10

    Wa hadainaahun-najdain(i)

    10. “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,”

    And have shown him the two ways?

    فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ – 90:11

    Falaaaqtahamal ‘aqabat(a)

    11. “Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.”

    But he has not broken through the difficult pass.

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ – 90:12

    Wa maa adraaka maal ‘aqabat(u)

    12. “Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?”

    And what can make you know what is [breaking through] the difficult pass?

    فَكُّ رَقَبَةٍ – 90:13

    Fakku raqabah(tin)

    13. “(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,”

    It is the freeing of a slave

    أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ – 90:14

    Au ith’aamun fii yaumin dzii masghabah(tin)

    14. “atau memberi makan pada hari kelaparan,”

    Or feeding on a day of severe hunger

    يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ – 90:15

    Yatiiman dzaa maqrabah(tin)

    15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,”

    An orphan of near relationship

    أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ – 90:16

    Au miskiinan dzaa matrabah(tin)

    16. “atau kepada orang miskin yang sangat fakir.”

    Or a needy person in misery

    ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ – 90:17

    Tsumma kaana minal-ladziina aamanuu watawaashau bish-shabri watawaashau bil marhamah(ti)

    17. “Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.”

    And then being among those who believed and advised one another to patience and advised one another to compassion.

    أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ – 90:18

    Uulaa-ika ashhaabul maimanah(ti)

    18. “Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.”

    Those are the companions of the right.

    وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ – 90:19

    Wal ladziina kafaruu biaayaatinaa hum ashhaabul masyamah(ti)

    19. “Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.”

    But they who disbelieved in Our signs – those are the companions of the left.

    عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ – 90:20

    ‘Alaihim naarun mu’shadah(tu)

    20. “Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.”

    Over them will be fire closed in.

  • Surat Al Lail dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Lail dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ – 92:1

    Wal laili idzaa yaghsyaa
    1. “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),”
    By the night when it covers

    وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ – 92:2

    Wan nahaari idzaa tajallaa
    2. “dan siang apabila terang benderang,”
    And [by] the day when it appears

    وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ – 92:3

    Wa maa khalaqadz-dzakara wal untsaa
    3. “dan penciptaan laki-laki dan perempuan,”
    And [by] He who created the male and female,

    إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ – 92:4

    Inna sa’yakum lasyattaa
    4. “sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.”
    Indeed, your efforts are diverse.

    فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ – 92:5

    Fa-ammaa man a’tha waattaqaa
    5. “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,”
    As for he who gives and fears Allah

    وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ – 92:6

    Washaddaqa bil husnaa
    6. “dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),”
    And believes in the best [reward],

    فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ – 92:7

    Fasanuyassiruhu lilyusraa
    7. “maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”
    We will ease him toward ease.

    وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ – 92:8

    Wa-ammaa man bakhila waastaghnaa
    8. “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,”
    But as for he who withholds and considers himself free of need

    وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ – 92:9

    Wa kadz-dzaba bil husnaa
    9. “serta mendustakan pahala terbaik,”
    And denies the best [reward],

    فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ – 92:10

    Fa sanuyassiruhu lil’usraa
    10. “maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.”
    We will ease him toward difficulty.

    وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ – 92:11

    Wa maa yughnii ‘anhu maa luhuu idzaa taraddaa
    11. “Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.”
    And what will his wealth avail him when he falls?

    إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ – 92:12

    Inna ‘alainaa lalhudaa
    12. “Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,”
    Indeed, [incumbent] upon Us is guidance.

    وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ – 92:13

    Wa inna lanaa lal-aakhirata wal uulaa
    13. “dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.”
    And indeed, to Us belongs the Hereafter and the first [life].

    فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ – 92:14

    Fa andzartukum naaran talazh-zhaa
    14. “Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.”
    So I have warned you of a Fire which is blazing.

    لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى – 92:15

    Laa yashlaahaa illaal asyqaa
    15. ” Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,”
    None will [enter to] burn therein except the most wretched one.

    الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ – 92:16

    Al ladzii kadz-dzaba watawallaa
    16. “yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).”
    Who had denied and turned away.

    وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى – 92:17

    Wa sayujannabuhaal atqaa
    17. “Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,”
    But the righteous one will avoid it –

    الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ – 92:18

    Al ladzii yu’tii maa lahuu yatazakkaa
    18. “yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,”
    [He] who gives [from] his wealth to purify himself

    وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰ – 92:19

    Wa maa ahadin ‘indahuu min ni’matin tujzaa
    19. “padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,”
    And not [giving] for anyone who has [done him] a favor to be rewarded

    إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ – 92:20

    Illaaabtighaa-a waj-hi rabbihil a’laa
    20. “tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.”
    But only seeking the countenance of his Lord, Most High.

    وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ – 92:21

    walasau fa yardha
    21. “Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.”
    And he is going to be satisfied.
  • Surat Al Insyirah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Insyirah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ – 94:1

    Alam nasyrah laka shadrak(a)
    1. “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,”
    Did We not expand for you, [O Muhammad], your chest?

    وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ – 94:2

    Wawadha’naa ‘anka wizrak(a)
    2. “Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,”
    And We removed from you your burden

    الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ – 94:3

    Al-ladzii anqadha zhahrak(a)
    3. “Yang memberatkan punggungmu,”
    Which had weighed upon your back

    وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ – 94:4

    Warafa’naa laka dzikrak(a)
    4. “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.”
    And raised high for you your repute.

    فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – 94:5

    Fa-inna ma’al ‘usri yusran
    5. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,”
    For indeed, with hardship [will be] ease.

    إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – 94:6

    Inna ma’al ‘usri yusran
    6. “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
    Indeed, with hardship [will be] ease.

    فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ – 94:7

     Fa-idzaa faraghta faanshab
    7. “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,”
    So when you have finished [your duties], then stand up [for worship].

    وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب – 94:8

    Wa-ila rabbika faarghab
    8. “Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
    And to your Lord direct [your] longing.
  • Surat At Tin dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat At Tin dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ – 95:1

    Wattiini wazzaituun(i)
    1. “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,”
    By the fig and the olive

    وَطُورِ سِينِينَ – 95:2

    Wa thuuri siiniin(a)
    2. dan demi bukit Sinai,”
    And [by] Mount Sinai

    وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ – 95:3

    Wa haadal baladil amiin(i)
    3. “dan demi kota (Mekah) ini yang aman,”
    And [by] this secure city [Makkah],

    لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ – 95:4

    Laqad halaqnaal insaana fii ahsani taqwiim(i)
    4. “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
    We have certainly created man in the best of stature;

    ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ – 95:5

    Tsumma radadnaahu asfala saafiliin(a)
    5. “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),”
    Then We return him to the lowest of the low,

    إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ – 95:6

    Illal ladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati falahum ajrun ghairu mamnuun(in)
    6. “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”
    Except for those who believe and do righteous deeds, for they will have a reward uninterrupted.

    فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ – 95:7

    Famaa yukadz-dzibuka ba’du biddiin(i)
    7. “Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?”
    So what yet causes you to deny the Recompense?

    أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ – 95:8

    Alaisallahu bi-ahkamil haakimii(a)
    8. “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”
    Is not Allah the most just of judges?
  • Surat Al Alaq dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Alaq dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ – 96:1

    Iqra’ biismi rabbikal ladzii khalaq(a)
    1. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,”
    Recite in the name of your Lord who created –

    خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ – 96:2

    Khalaqal insaana min ‘alaq(in)
    2. “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”
    Created man from a clinging substance.

    اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ – 96:3

    Iqra’ warabbukal akram(u)
    3. “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,”
    Recite, and your Lord is the most Generous –

    الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ – 96:4

    Al-ladzii ‘allama bil qalam(i)
    4. “Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,”
    Who taught by the pen –

    عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ – 96:5

    ‘Allamal insaana maa lam ya’lam
    5. “Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
    Taught man that which he knew not.

    كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ – 96:6

    Kalaa innal insaana layathghaa
    6. “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,”
    No! [But] indeed, man transgresses

    أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ – 96:7

    An ra-aahuustaghnaa
    7. “karena dia melihat dirinya serba cukup.”
    Because he sees himself self-sufficient.

    إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ – 96:8

    Inna ilaa rabbikarruj’aa
    8. “Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).”
    Indeed, to your Lord is the return.

    أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ – 96:9

    Ara-aital ladzii yanhaa
    9. “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,”
    Have you seen the one who forbids

    عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ – 96:10

    ‘Abdan idzaa shallaa
    10. “seorang hamba ketika mengerjakan shalat,”
    A servant when he prays?

    أَرَأَيْتَ إِن كَانَ عَلَى الْهُدَىٰ – 96:11

    Ara-aita in kaana ‘alal hudaa
    11. “bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,”
    Have you seen if he is upon guidance

    أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰ – 96:12

    Au amara bittaqwaa
    12. “atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?”
    Or enjoins righteousness?

    أَرَأَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ – 96:13

    Ara-aita in kadz-dzaba watawallaa
    13. “Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?”
    Have you seen if he denies and turns away –

    أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ – 96:14

    Alam ya’lam bi-annallaha yaraa
    14. “Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?”
    Does he not know that Allah sees?

    كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ – 96:15

    Kalaa la-il(n) lam yantahi lanasfa’an binnaashiyat(i)
    15. “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,”
    No! If he does not desist, We will surely drag him by the forelock –

    نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ – 96:16

    Naashiyatin kaadzibatin khaathi-atin
    16. “(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.”
    A lying, sinning forelock.

    فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ – 96:17

    Falyad’u naadiyah(u)
    17. “Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),”
    Then let him call his associates;

    سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ – 96:18

    Sanad’uzzabaaniyata
    18. “kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,”
    We will call the angels of Hell.

    كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِب – 96:19

    Kallaa laa tuthi’hu waasjud wa-aqtarib
    19. “sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).”
    No! Do not obey him. But prostrate and draw near [to Allah ].
  • Surat Al Qadr dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Qadr dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – 97:1

    Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr(i)
    1. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.”
    Indeed, We sent the Qur’an down during the Night of Decree.

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – 97:2

    Wamaa adraaka maa lailatul qadr(i)
    2. “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”
    And what can make you know what is the Night of Decree?

    لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ – 97:3

    Lailatul qadri khairum(n) min alfi syahr(in)
    3. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
    The Night of Decree is better than a thousand months.

    تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ – 97:4

    Tanazzalul malaa-ikatu warruuhu fiihaa biidzni rabbihim min kulli amr(in)
    4. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
    The angels and the Spirit descend therein by permission of their Lord for every matter.

    سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ – 97:5

    Salaamun hiya hattaa mathla’il fajr(i)
    5. “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
    Peace it is until the emergence of dawn.
  • Surat Al Qariah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Qariah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    الْقَارِعَةُ – 101:1

    Al-qaari’at(u)
    1. “Hari Kiamat,”
    The Striking Calamity

    مَا الْقَارِعَةُ –101:2

    Maal qaari’at(u)
    2. “apakah hari Kiamat itu?”
    What is the Striking Calamity?

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ – 101:3

    Wamaa adraaka maal qaari’at(u)
    3. “Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?”
    And what can make you know what is the Striking Calamity?

    يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ – 101:4

    Yauma yakuunun-naasu kal faraasyil mabtsuuts(i)
    4. “Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,”
    It is the Day when people will be like moths, dispersed,

    وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ – 101:5

    Watakuunul jibaalu kal ‘ihnil manfuusy(i)
    5. “dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
    And the mountains will be like wool, fluffed up.

    فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ – 101:6

    Fa-ammaa man tsaqulat mawaaziinuh(u)
    6. “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,”
    Then as for one whose scales are heavy [with good deeds],

    فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ – 101:7

    Fahuwa fii ‘iisyatir(n) raadhiyat(in)
    7. “maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.”
    He will be in a pleasant life.

    وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ – 101:8

    Wa-ammaa man khaffat mawaaziinuh(u)
    8. “Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,”
    But as for one whose scales are light,

    فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ – 101:9

    Fa-ummuhu haawiyat(un)
    9. “maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.”
    His refuge will be an abyss.

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ – 101:10

    Wamaa adraaka maa hiyah
    10. “Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?”
    And what can make you know what that is?

    نَارٌ حَامِيَةٌ – 101:11

    Naarun haamiyat(un)
    11. “(Yaitu) api yang sangat panas.”
    It is a Fire, intensely hot.