Tag: radio

  • 7 Media Pemasaran Konvensional yang Masih Efektif Saat Ini

    7 Media Pemasaran Konvensional yang Masih Efektif Saat Ini

    Meskipun digital sudah sangat berkembang, media pemasaran konvensional tetap punya peran penting.

    Banyak bisnis yang masih mengandalkan cara-cara tradisional untuk menjangkau konsumen, terutama ketika target pasar tidak sepenuhnya aktif di dunia digital.

    Media pemasaran konvensional biasanya lebih sederhana, tapi bisa menjangkau banyak orang sekaligus dan memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa digantikan oleh iklan online.

    Baca juga: 10 Strategi Ampuh Membuat Iklan TikTok Viral dan Tepat Sasaran

    Media Pemasaran Konvensional

    Berikut beberapa media pemasaran konvensional yang masih efektif hingga sekarang

    1. Televisi

    Televisi menjadi salah satu media pemasaran konvensional paling populer. Iklan televisi bisa menjangkau jutaan orang dalam waktu singkat.

    Keunggulannya adalah bisa menggabungkan gambar, suara, musik, dan cerita sehingga pesan tersampaikan dengan jelas.

    Iklan TV biasanya berdurasi singkat dan langsung ke inti pesan. Contohnya, iklan makanan ringan yang menampilkan adegan menyenangkan dan slogan singkat yang mudah diingat.

    Televisi efektif untuk kampanye produk massal karena mampu menjangkau berbagai segmen masyarakat.

    2. Radio

    Radio tetap relevan meski terdengar kuno bagi sebagian orang. Media ini efektif untuk menjangkau pendengar lokal yang mungkin sibuk melakukan aktivitas lain seperti berkendara atau bekerja.

    Iklan radio biasanya menggunakan kalimat pendek yang mudah diingat karena pendengar hanya mendengar secara audio.

    Musik, efek suara, dan suara penyiar membantu membuat pesan lebih menarik. Radio sangat cocok untuk promosi lokal, event, atau pengumuman penawaran spesial di area tertentu.

    3. Surat Kabar

    Surat kabar menjadi media pemasaran konvensional yang cocok untuk promosi lokal dan cepat.

    Informasi bisa langsung dibaca oleh pembaca, misalnya pengumuman diskon, produk baru, atau event di sekitar area.

    Kelebihan surat kabar adalah audiens bisa menyimpan informasi dan membacanya kembali. Media ini tetap relevan terutama untuk konsumen yang rutin membaca surat kabar cetak setiap hari.

    4. Majalah

    Majalah biasanya ditargetkan untuk kelompok tertentu sesuai tema majalah tersebut, misalnya majalah fashion, lifestyle, atau kesehatan.

    Iklan di majalah cenderung lebih detail dan bisa menampilkan visual menarik. Majalah cocok untuk brand yang ingin menekankan kualitas, gaya, atau citra tertentu.

    Keunggulan majalah adalah pesan bisa dibaca berulang kali, sehingga lebih mudah melekat di ingatan pembaca.

    Baca juga: 100 Kalimat Pendek Sebagai Media Pemasaran yang Mudah Diingat

    5. Spanduk dan Baliho

    Spanduk dan baliho termasuk media visual yang mudah dilihat orang di ruang publik.

    Pesan yang disampaikan harus ringkas dan mudah dibaca karena biasanya orang hanya melihat beberapa detik saja.

    Baliho biasanya besar dan ditempatkan di lokasi strategis, sementara spanduk bisa lebih fleksibel untuk berbagai area seperti depan toko, pusat keramaian, atau acara khusus.

    Media ini efektif untuk branding dan mengumumkan promosi atau produk baru.

    6. Brosur dan Pamflet

    Brosur dan pamflet merupakan media langsung yang bisa dibagikan kepada calon konsumen.

    Kelebihannya adalah bisa menyampaikan informasi lebih lengkap dibanding baliho atau spanduk, namun tetap harus ringkas agar pembaca tidak bosan.

    Kalimat yang digunakan biasanya pendek dan jelas. Media ini cocok untuk produk yang membutuhkan penjelasan lebih rinci seperti paket wisata, layanan pendidikan, atau produk kesehatan.

    Brosur juga bisa dibawa pulang sehingga pembaca bisa membacanya kapan saja.

    7. Promosi Langsung dan Pameran

    Promosi langsung dan pameran memungkinkan interaksi nyata dengan calon konsumen. Audiens bisa mencoba produk, bertanya langsung, atau mendapatkan pengalaman langsung yang tidak mungkin dilakukan di media digital.

    Contohnya demo produk, sampling, event interaktif, atau pameran dagang. Media ini efektif untuk membangun kepercayaan, terutama untuk produk baru atau yang membutuhkan pengalaman langsung.

    itulah beberapa media pemasaran konvensional yang masih relevan dan efektif hingga sekarang.

    Tujuh media utama seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, spanduk, brosur, dan promosi langsung memiliki keunggulan masing-masing yang tidak tergantikan oleh digital.

    Media ini efektif untuk membangun brand awareness, menyampaikan pesan jelas, dan menjangkau audiens yang tidak terlalu aktif di internet.

    Integrasi media konvensional dengan digital juga semakin efektif. Misalnya, spanduk atau baliho bisa dilengkapi QR code yang mengarahkan ke website atau media sosial.

    Iklan televisi dan radio bisa mendorong audiens untuk mengikuti akun media sosial atau promo online.

    Integrasi ini membuat kampanye lebih maksimal karena menjangkau audiens secara offline dan online sekaligus.

    Dengan strategi yang tepat, pesan bisa tersampaikan dengan cepat, mudah diingat, dan mampu mendorong tindakan.

    Menggabungkan media konvensional dengan digital membuat kampanye lebih optimal karena menjangkau audiens secara offline dan online sekaligus. Media konvensional tetap menjadi bagian penting dalam pemasaran yang kuat dan berkesan.

  • 28 Tahun Planet FM, Radio Komunitas Tetap Eksis di Era Digital

    28 Tahun Planet FM, Radio Komunitas Tetap Eksis di Era Digital

    Radio komunitas Planet FM merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 dengan acara Halal Bi Halal dan silaturahmi bersama Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB).

    Kegiatan yang berlangsung guyub hangat ini digelar di Pantai Wonderful Bimorejo Wongsorejo, Banyuwangi, pada Minggu (27/4/2024).

    Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia sekaligus pendiri Planet FM, Wisnu Husen, dilanjutkan oleh perwakilan JRKBB, Haderi, serta Wakil Ketua JRKI Jawa Timur, Hadi Purwanto, yang juga merupakan pimpinan Planet FM.

    Dalam pidatonya, Hadi Purwanto mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah lanskap media.

    “Radio, televisi, bahkan media cetak konvensional mulai tergerus oleh platform digital. Karena itu, insan radio harus beradaptasi dengan inovasi,” tegasnya.

    Ia menekankan bahwa siaran radio kini tak hanya mengandalkan frekuensi analog, tetapi juga merambah ke speaker pasar, corong masjid, hingga platform digital seperti streaming, podcast, dan media sosial.

    Usai serangkaian acara Halal Bi Halal dan perayaan ulang tahun yang ditandai tiup dan potong tumpeng kegiatan ditutup dengan semarak nyanyi dan joged bersama mengiringi lagu Umbul-umbul Blambangan yang dipandu oleh Mbok Rehana dan pramusiar.

    Acara ini semakin mempererat kebersamaan komunitas radio di Banyuwangi khusunya para anggota Komunitas Radio Planent FM sambil menyongsong tantangan era digital.

    Acara yang diliput oleh vivanews, jurnal news, sastrawacana dan beberapa media lainnya itu tertarik dengan program harian dan mingguan Planet yang kesannya seperti radio swasta tapi dikemas komunitas.

    Karaoke gratis hanya 2 kali sepekan dan ada layanan di shooting layaknya artis memproduksi klip cover.

    Maka fans tetap setia di frekwensi 107,7 MHZ dan media sosialnya, termasuk streaming via aplikasi Gata.

  • 20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    Dalam rangka memperingati 20 tahun Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB), panitia menyelenggarakan lokakarya bertema media sosial dan jurnalistik warga di era digital.

    Acara ini digelar pada Minggu (12/1/24) di Sekretariat RAPI Lokal 8 Sendangwaras, Karangsari, Sempu, dengan menghadirkan Humas Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Setnas Pusat, Indah Catur Cahyaningtyas, sebagai keynote speaker.

    Indah Catur menyampaikan apresiasi kepada pegiat JRKBB yang tetap bertahan dengan semangat gotong royong dalam menghidupi radio komunitas di tengah berbagai dinamika dan tantangan zaman.

    "Maka spirit Banyuwangi mewarnai semangat JRKI se-Nusantara dan menjadi perhatian AMARC yang menaungi radio komunitas se-Asia Pasifik!" ungkap reporter Rakom Bung Tomo FM dan DPK Radio Ar Rohman FM ini, disambut tepuk tangan para hadirin.

    Lebih lanjut, pembina Yayasan Aura Lentera Indonesia yang fokus pada pendampingan disabilitas ini juga mengucapkan terima kasih kepada KPUD dan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi yang telah menggandeng JRKBB dalam sosialisasi Pilkada 2024.

    Ketua panitia, Haderi, menyampaikan terima kasih kepada anggota yang telah mengirimkan 45 kader untuk belajar media sosial dan jurnalistik di era digital bersama para pakar.

    Panitia menghadirkan narasumber Hadi Purwanto dari Radio Planet FM yang telah bertahun-tahun sukses berkonvergensi ke berbagai platform media sosial hingga mampu merangkul lansia dan menjadi favorit pemirsa Gen-Z.

    Dalam materinya, Hadi Purwanto menjelaskan bagaimana sejarah hadirnya radio hingga masuk ke dunia digital saat ini.

    Kemudian, narasumber selanjutnya yaitu Martagela Kamahayo, YouTuber dari channel Jaring Usaha Gage dengan 23 ribu pengikut yang pernah meraup penghasilan hingga 8 juta sehari.

    Martagela Kamahayo mengajarkan kepada peserta bagaimana merintis channel YouTube yang kemudian dapat menjadi sumber penghasilan utama.

    "Saya dulu juga berawal dari nol, niat berhenti kerja dan memutuskan untuk jadi YouTuber. Alhamdulillah, setelah proses yang cukup panjang, kini YouTube bisa jadi sumber penghasilan," ujarnya.

    Dari sektor media online, acara ini turut menghadirkan dua pemimpin umum yang telah sukses mengelola platform digital mereka, yaitu Ahmad Masduki dari Jurnalnews dan Maulana Affandi dari sastrawacana.id/.

    Keduanya berbagi wawasan mendalam mengenai strategi efektif dalam memanfaatkan media online, mulai dari pengelolaan konten, optimalisasi platform, hingga teknik pemasaran digital yang dapat membuat sebuah informasi atau produk menjadi viral dan menarik perhatian khalayak luas.

    Masduki lebih menekankan tentang bagaimana cara menulis berita yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik.

    Ia menuturkan jika menulis berita bukan hal yang sulit bagi para pegiat radio karena sebagai penyiar tentu sudah familiar dengan kalimat-kalimat yang sifatnya jurnalistik.

    "Menulis berita itu mudah, saya yakin kalian bisa. Saya ngajarin anak sekolah bisa, jadi kalian harusnya lebih bisa," terangnya.

    Sementara Maulana Affandi, pemimpin redaksi sastrawacana.id/ sekaligus Penerbit Lintang Banyuwangi menekankan bagaimana landasan berpikir sebelum memulai mendigitalisasikan radio yang dimiliki.

    Menurut Affandi, di era digital ini persaingan teramat ketat, sehingga perlu ada pembeda agar bagi yang baru terjun dapat bersaing dengan pemain lama.

    "Kalau yang kita sajikan sama, audiens cenderung lebih memilih brand yang sudah terkenal. Maka, kita harus punya karakteristik sendiri dalam memulai bermedia sosial," ujarnya.

    Acara juga menghadirkan Andre Repelita Waluyo, founder aplikasi Gata yang memanfaatkan kartu nama digital untuk mengoptimalkan potensi platform.

    Dalam materinya, Andre menjelaskan bagaimana pengorganisasian digital sehingga semua informasi dapat diakses dengan mudah hanya dengan satu platform.

    Sehingga, para pegiat radio tidak hanya bisa mempublish konten saja, tapi juga dapat berjualan yang membuat aktivitas digital menjadi lebih mudah.

    Acara yang dipandu oleh host Qurrota A’yunin dari Podcast Gotongroyong'45 ini juga mengundang Yeti Chotimah untuk berbagi refleksi tentang literasi digital, meliputi pencegahan hoaks, kejahatan di media sosial, hingga bijak menggunakan AI.

    Kegiatan ini didukung oleh Kangmas Riyadi Pete Purwanto, Ketua RAPI 08 & Forum Komunikasi Kecamatan Sehat Sempu; Yudha HRD dari Beras Ratu Ayu, serta Syaiful Hadi, presenter Pil Hitam JSS Slaber Trust.

    Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng ingkung persembahan Radio Bisma FM, dilanjutkan dengan makan bersama nasi bungkus daun pisang, serta doa yang dipimpin Bung Aguk Darsono untuk mengenang mantan pengurus yang telah berpulang ke hadirat Ilahi Rabbi.

  • Berita: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

    Berita: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

    Pengertian Berita

    Berita adalah informasi tentang peristiwa atau kejadian yang terjadi pada suatu waktu dan tempat tertentu.

    Berita biasanya disajikan melalui media massa seperti koran, majalah, televisi, radio, atau situs web berita online.

    Berita dapat berupa peristiwa politik, kriminal, kesehatan, olahraga, ekonomi, teknologi, dan sebagainya yang disajikan secara objektif dan faktual.

    Tujuan dari pemberitaan adalah untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang dunia di sekitar kita.

    Cara Membuat Berita

    Berikut ini adalah langkah dan cara membuat berita yang informatif dan menarik.

    1. Tentukan Topik

    Pilih topik yang menarik dan relevan dengan pembaca. Topik yang menarik akan membuat pembaca ingin membaca lebih lanjut.

    2. Gunakan Gaya Penulisan yang Menarik

    Gunakan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami oleh pembaca. Hindari penggunaan kata-kata yang sulit dipahami atau bahasa yang terlalu formal.

    3. Gunakan Fakta yang Valid

    Pastikan fakta yang kita sampaikan valid dan akurat. Jangan menyebarkan informasi yang tidak benar atau belum terverifikasi.

    4. Sertakan Kutipan dari Sumber Terpercaya

    Sertakan kutipan dari sumber terpercaya yang berkaitan dengan topik yang kita bahas. Kutipan tersebut dapat memberikan informasi tambahan dan memberikan kepercayaan kepada pembaca.

    5. Gunakan Gambar yang Relevan

    Gunakan gambar yang relevan dengan topik yang kita bahas. Gambar tersebut dapat membuat pembaca lebih tertarik dan memperjelas informasi yang disampaikan.

    6. Buat Judul yang Menarik

    Buat judul yang menarik dan singkat. Judul yang menarik akan membuat pembaca ingin membaca lebih lanjut.

    7. Gunakan Paragraf Pendek

    Gunakan paragraf yang pendek dan jelas. Hindari paragraf yang terlalu panjang dan rumit.

    8. Jangan Menambahkan Pendapat Pribadi

    Jangan menambahkan pendapat pribadi pada berita yang kita tulis. Berita harus netral dan tidak memihak pada pihak tertentu.

    9. Gunakan Gaya Penulisan Naratif

    Gunakan gaya penulisan naratif untuk membuat berita kita lebih menarik. Gaya penulisan naratif akan membuat pembaca lebih tertarik dan terlibat dengan informasi yang disampaikan.

    10. Buat Kesimpulan yang Jelas

    Buat kesimpulan yang jelas dan ringkas. Kesimpulan harus memuat informasi penting yang telah disampaikan sebelumnya.

    Contoh Berita

    Berikut adalah contoh berita yang dibuat berdasarkan langkah-langkah yang telah disebutkan di atas.

    Judul:

    Keren, Sembilan Siswa Indonesia Tampilkan Seni dan Budaya di Jepang

    Isi Berita:

    Dalam Program Pertukaran Pendidikan dan Budaya antara Indonesia dengan Jepang, sembilan siswa SMP Negeri 2 Cianjur menyuguhkan berbagai penampilan seni dan budaya Indonesia di SMP Yachimata, Prefektur Chiba, pada Rabu (15/3).

    Seni dan budaya yang diperlihatkan remaja asal Cianjur ini antara lain Tari Jaipong, Permainan Kecapi Sunda, Pencak Silat dan Angklung.

    Kegiatan ini adalah tindaklanjut dari penjajakan kerja sama antara Kabupaten Cianjur dengan Kota Yachimata Jepang yang diprakarsai oleh Asosiasi Kolaborasi Internasional Cianjur (AKICI) dan Yachimata International Friendship Association (YAIFA).

    Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Yusli Wardiatno mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan siswa SMPN 2 Cianjur dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

    Ia berharap ke depannya program pertukaran budaya semacam ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang.

    “Selain dapat menjadi duta bangsa mempromosikan Indonesia, siswa Cianjur dapat belajar tentang adat istiadat, tarian tradisional, dan bahasa Jepang serta berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Jepang dan belajar tentang sejarah dan budaya negara tersebut. Jadi akan terjadi saling kenal antar dua bangsa selagi usia muda. Ini penting bagi hubungan Indonesia Jepang yang tahun ini memasuki 65 tahun,” terang Yusli saat dimintai keterangamnya pada Sabtu (18/3).

    Yusli menuturkan, permainan Angklung yang dimainkan oleh siswa SMPN 2 Cianjur berhasil memukau para siswa SMP Yachimata.

    Selain itu, permainan jari-jari lentik Salsabilla Nur Apriliyani pada senar kecapi dengan lagu berjudul Sunda Mekar begitu indah dan halus berhasil membuat para siswa seperti tersihir.

    Tidak hanya itu, lanjut Yusli, Tarian Jaipong yang dibawakan oleh siswa SMPN 2 Cianjur juga mendapat perhatian khusus dari para siswa SMP Yachimata.

    “Gerakan tarian yang dinamis dan memukau tersebut berhasil membuat para siswa terkagum-kagum,” tutur Yusli.

    Pentingnya program bagi penguatan hubungan kedua negara juga diaminkan oleh perwakilan dari Yachimata International Friendship Assosiation (YAIFA), Masahiro Yoshida yang merupakan salah satu lembaga yang berperan dalam pendanaan kegiatan.

    Sumber pendanaan lainnya adalah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Cianjur, LPK Mizuno Semangat Bangsa, dan orang tua siswa.

    “Mekanisme pembiayaan bersama semacam ini dapat menjadi role model ke depannya,” ujar Yusli saat diterima Kepala SMP Yachimata di ruang kerjanya sambil memperkenalkan keberadaan Sekolah RI Tokyo.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah RI Tokyo, Ari Dryaningsih mengatakan program pertukaran budaya ini sangat penting untuk membuka wawasan dan memperkenalkan kebudayaan dari berbagai negara kepada siswa.

    “Kami sangat mengapresiasi tampilan budaya SMPN 2 Cianjur yang begitu memukau dan menyenangkan untuk ditonton,” ujarnya.

    Sembilan siswa yang ikut dalam program Pertukaran Pendidikan dan Budaya yang diselenggarakan pada 13 s.d.17 Maret 2023 ini, didampingi oleh Moch Yagi Hagiansyah dan Melida Putri Cahyani dari LPK Mizuno Semangat Bangsa.

    Pertunjukan budaya yang dilakukan di Sport Hall SMP Yachimata tersebut dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Yusli Wardiatno dan Kepala Sekolah RI Tokyo Ari Dryaningsih yang kedatangannya disambut kibaran bendera merah putih oleh 350 siswa Yachimata yang memadati separuh ruangan pertunjukan.

    Program pertukaran budaya ini berlangsung sukses dan menjadi momen yang tak terlupakan bagi para siswa SMPN 2 Cianjur dan SMP Yachimata.

    Hal ini terlihat saat upacara pelepasan di mana para siswa menitikkan air mata seakan berat untuk berpisah.

    Sumber berita: Kemdikbud.go.id