Tag: ramadan

  • Warga Muhammadiyah Padati Lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Warga Muhammadiyah Padati Lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rogojampi berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketertiban di lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi pada Jumat pagi, (20/3).

    Sejak fajar mulai menyingsing, para jemaah dari berbagai wilayah di sekitar Rogojampi telah berdatangan dan memadati area lapangan.

    Mereka hadir dengan penuh antusias, mengenakan pakaian muslim yang didominasi warna putih, sehingga menciptakan suasana yang bersih, damai, dan sarat dengan nuansa kebersamaan serta kebahagiaan di hari kemenangan.

    Bertindak sebagai khatib, Ustaz Haji Suharyo AP, S.H yang juga Penasehat PDM Lumajang. Sementara itu, imam salat adalah Ustadz Khairil Anwar, S.Ag.

    Dalam khutbahnya, Suharyo menyampaikan makna Idul Fitri sebagai momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

    Ia mengajak jemaah menjadikan Idul Fitri sebagai sarana kembali kepada fitrah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

    “Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

    Suharyo juga mengingatkan sejumlah amalan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW selama Ramadan agar tetap dijaga pada bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.

    Amalan tersebut meliputi salat tahajud dan salat malam lainnya, membaca Al-Qur’an, berdzikir, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga lisan, menjaga wudu, serta menjaga hati agar tetap selaras dengan nilai-nilai keimanan.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat di tengah berbagai tantangan zaman.

    Dalam doa penutup, ia berharap seluruh jemaah dapat meningkat derajatnya menjadi insan bertakwa setelah Ramadan, serta diberi kesempatan kembali bertemu dengan Ramadan di tahun mendatang.

    Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan panitia PCM Rogojampi, mulai dari pengaturan saf hingga pengamanan dan kebersihan.

    Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman antarjemaah, menciptakan suasana hangat sebagai simbol saling memaafkan di hari yang fitri.

  • 5 Manfaat Sedekah di Bulan Ramadan yang Membuka Pintu Berkah

    5 Manfaat Sedekah di Bulan Ramadan yang Membuka Pintu Berkah

    Ada banyak manfaat sedekah di bulan Ramadan yang dapat kita rasakan jika melakukannya dengan ikhlas.

    Sebagaimana diketahui, Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT.

    Di bulan inilah umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan sebagai bentuk penghambaan sekaligus upaya mendekatkan diri kepada-Nya.

    Karena itu, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadan akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda.

    Momentum spiritual ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah, termasuk melalui amalan sedekah yang memiliki nilai keutamaan sangat besar di sisi Allah SWT.

    Sedekah sendiri merupakan tindakan memberikan sesuatu kepada orang lain dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan.

    Bentuknya tidak selalu berupa harta, tetapi juga bisa berupa tenaga, ilmu, bantuan kepada sesama, atau bahkan sekadar perbuatan baik yang memberikan manfaat bagi orang lain.

    Di bulan Ramadan, amalan sederhana seperti ini justru memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan waktu-waktu lainnya.

    Adapun manfaat sedekah di bulan Ramadan adalah sebagai berikut:

    1. Mendapatkan pahala berlipat ganda

    Salah satu daya tarik utama bagi umat Muslim untuk bersedekah di bulan Ramadan adalah janji Allah SWT mengenai pelipatgandaan pahala.

    Secara umum, satu kebaikan dapat dibalas hingga 700 kali lipat.

    Namun, khusus di bulan suci, setiap amal sunnah diberi ganjaran setara dengan amal wajib di bulan lain, dan amal wajib akan dilipatgandakan lebih jauh lagi.

    2. Diampuni segala dosa dan jauh dari siksa kubur

    Sedekah dipercaya dapat membersihkan noda dosa.

    Sebagaimana air yang mampu memadamkan api, sedekah dapat menghapus kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan hari ini maupun di masa lalu.

    Tak hanya itu itu, sedekah di bulan Ramadan juga dipercaya dapat menjauhkan diri dari siksa kubur dan memberikan naungan di hari kiamat kelak.

    3. Melancarkan Rizki

    Sebagian besar orang berpikir jika memberikan sedikit harta kepada yang membutuhkan, maka dapat mengurangi kekayaan yang mereka miliki.

    Oleh sebab itu, mereka memilih untuk tidak melakukannya.

    Padahal, dengan bersedekah, harta kita tidak akan habis bahkan akan dilipat gandakan kembali oleh Allah SWT.

    Tak hanya itu, rizki yang kita peroleh kemudian akan menjadi lebih berkah.

    Untuk itu, jangan pernah khawatir ataupun merasa takut bersedekah, terlebih lagi di bulan suci Ramadan.

    4. Menumbuhkan Empati dan Solidaritas

    Sedekah di bulan Ramadan merupakan kegiatan sosial untuk mempererat hubungan antarmanusia.

    Hal ini dikarenakan, berbagi dengan sesama yang sedang membutuhkan dapat menumbuhkan rasa empati sehingga dapat menciptakan rasa persatuan dan kekeluargaan yang kuat.

    5. Melindungi diri dari musibah

    Percaya atau tidak, sedekah di bulan Ramadan juga bisa membantu melindungi diri dari kesulitan hidup, bahkan musibah.

    Saat bersedekah, kita membantu meringankan beban orang lain. Dengan demikian, Allah juga akan menjaga kita dari hal buruk yang tidak diinginkan.

    Itulah beberapa manfaat sedekah di bulan Ramadan yang ternyata sangat luar biasa untuk kehidupan kita di dunia maupun akhirat kelak.

    Bersedekah bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, baik diberikan secara langsung kepada orang yang membutuhkan ataupun bisa melalui online.

    Saat ini, ada banyak platform sedekah online terpercaya dan juga amanah, salah satunya adalah sedekahlagi.com.

    Sedekahlagi.com merupakan salah satu platform sedekah online memiliki banyak program, diantaranya zakat maal, sedekah subuh, tebar Quran dan buku islami di bulan suci, berbagi takjil Ramadan, sedekah Jumat, bantuan dhuafa, hingga bantuan Palestina.

    Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan program dan lokasi penyaluran.

    Platform ini juga berada di bawah naungan sejumlah lembaga sosial seperti Rumah Zakat dan Amal Produktif, sehingga pengelolaannya dilakukan secara amanah.

    Dengan kemudahan yang ada saat ini, tidak ada lagi alasan untuk menunda berbagi. Ramadan adalah momentum terbaik untuk menebar kebaikan dan memperbanyak sedekah.

  • Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Selama bulan Ramadan, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, menggelar Pasar Ramadan yang menjadi daya tarik baru di wilayah tersebut.

    Pasar yang diadakan sepanjang jalan alternatif Lateng menuju RTH Gladag ini memberikan suasana berbeda dengan latar belakang pemandangan persawahan yang asri.

    Pasar Ramadan Dusun Lateng ini mulai dibuka pada 1 Ramadan 1446 Hijriah dan akan berlangsung hingga akhir bulan Ramadan.

    Puluhan stand berjejer menghias ruas jalan, ada yang jual jajanan, aneka jenang, ikan atau lauk untuk bekal buka nanti sampai berbagai macam jenis minuman.

    Menurut Isatul, yang akrab disapa Mbok Is dan merupakan salah satu pemilik stand, “Ini adalah pertama kalinya event pasar Ramadan diadakan di Dusun Lateng.

    Selain untuk meningkatkan nilai ekonomi UMKM di sekitar, pasar ini juga memberikan suasana baru di Ramadan tahun ini.”

    Pasar Ramadan ini tidak hanya dinikmati oleh warga Dusun Lateng, namun juga oleh pengunjung dari desa tetangga seperti Kedaleman dan Rogojampi.

    “Senang sekali moment Ramadan kali ini berbeda dari biasanya. Pasar Ramadan Dusun Lateng ramai sekali, mulai dari jajanan, kuliner, hingga minuman, semuanya ada di sini,” ujar Reni, salah satu pengunjung.

    Suasana semakin meriah dengan hadirnya alunan musik tradisional yang mengiringi aktivitas pasar. Pengunjung pun dapat menikmati senja yang indah sambil berbelanja.

    Event ini diselenggarakan oleh remaja Dusun Lateng dan didukung oleh Pemerintah Desa Gladag, khususnya oleh Kepala Dusun.

    Dengan adanya Pasar Ramadan ini, tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat selama bulan suci Ramadan.

  • Tuliskan apakah yang anda laksanakan untuk menyambut bulan suci ramadhan

    Tuliskan apakah yang anda laksanakan untuk menyambut bulan suci ramadhan

    Bulan Ramadhan merupakan momen yang dinanti-nantikan umat Islam di seluruh dunia.

    Tak hanya untuk menjalankan ibadah puasa, bulan suci ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

    Sebagai persiapan menyambut bulan suci, saya melakukan berbagai langkah untuk memaksimalkan ibadah dan meraih keberkahan Ramadhan.

    Memperkuat Niat dan Tekad

    Langkah pertama dan terpenting adalah memantapkan niat dan tekad untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

    Hal ini membutuhkan persiapan mental dan spiritual agar mampu melewati tantangan selama sebulan penuh.

    Menyusun Jadwal Ibadah yang Teratur

    Membuat jadwal ibadah yang terstruktur sangatlah penting untuk menyeimbangkan antara ibadah dan aktivitas sehari-hari.

    Saya menyusun jadwal sholat wajib, sholat sunnah tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan mengaji.

    Selain itu, saya juga menyisihkan waktu untuk amalan lain seperti sedekah, zikir, dan membaca doa.

    Mempersiapkan Menu Sahur dan Berbuka Sehat

    Menjaga asupan gizi yang seimbang merupakan kunci untuk menjalankan ibadah puasa dengan optimal.

    Saya merencanakan menu sahur dan berbuka yang kaya akan protein, serat, dan vitamin.

    Selain itu, saya juga menghindari makanan yang terlalu pedas, berminyak, dan manis agar tidak mudah haus dan lemas saat berpuasa.

    Menjaga Kebersihan Rumah dan Lingkungan Sekitar

    Menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan lingkungan yang asri menjadi salah satu fokus utama.

    Saya membersihkan rumah secara menyeluruh, mulai dari ruangan hingga halaman.

    Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk.

    Meningkatkan Aktivitas Positif dan Mengurangi Kebiasaan Buruk

    Bulan Ramadhan menjadi momen untuk meningkatkan amalan dan kebiasaan positif.

    Saya berusaha memperbanyak bacaan Al-Qur’an, mengikuti kajian agama, dan bersedekah.

    Di sisi lain, saya juga berusaha untuk menghindari kebiasaan buruk seperti begadang, bergosip, dan menonton televisi berlebihan.

    Menjalin Silaturahmi dan Mempererat Persaudaraan

    Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga.

    Saya memanfaatkan momen ini untuk saling mengunjungi, berbagi makanan, dan menjalin komunikasi yang lebih baik.

    Persiapan-persiapan ini saya lakukan dengan penuh antusias dan keikhlasan, berharap dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh semangat untuk meraih keberkahan dan pahala yang berlimpah.

  • Contoh Teks Pidato Tentang Ramadhan, Singkat dan Padat

    Pidato Ramadan adalah pidato yang disampaikan selama bulan Ramadan, bulan suci dalam agama Islam.

    Ramadan adalah bulan dimana umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri dari hawa nafsu.

    Pidato Ramadan biasanya disampaikan oleh tokoh agama, ulama, pemimpin komunitas Muslim, atau orang yang memiliki pengetahuan tentang agama Islam.

    Pidato Ramadan dapat berfokus pada berbagai aspek kehidupan beragama, moralitas, etika, dan spiritualitas.

    Baca juga: Contoh Pidato Tentang Pendidikan Anak, Singkat dan Berisi

    Contoh Teks Pidato Tentang Ramadhan

    Berikut ini adalah contoh pidato tentang Ramadhan yang singkat dan padat.

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Saudara-saudari yang dirahmati Allah SWT.

    Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan kita kesempatan untuk bersatu dalam kebersamaan ini.

    Dalam rangka mengucapkan selamat datang kepada bulan yang penuh berkah, bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia, yaitu bulan Ramadan.

    Ramadan adalah bulan yang istimewa, bulan yang di dalamnya penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

    Bulan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah-ibadah yang lebih intensif.

    Ibadah utama dalam bulan Ramadan adalah puasa, dimana kita menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

    Namun, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menuntut pengendalian diri dalam segala aspek kehidupan.

    Selain puasa, bulan Ramadan juga dikenal sebagai bulan Al-Quran. Rasulullah SAW bersabda bahwa pintu-pintu surga dibuka lebar pada bulan ini dan pintu-pintu neraka ditutup rapat.

    Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mendalami dan merenungkan kembali ajaran-ajaran suci Al-Quran.

    Kita diajak untuk meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Al-Quran melalui membaca, memahami, dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.

    Ramadan juga merupakan waktu untuk meningkatkan amal kebaikan.

    Kita diingatkan untuk lebih berderma kepada mereka yang membutuhkan, membantu sesama dalam kesulitan, dan meluangkan waktu untuk berbuat baik kepada orang-orang di sekitar kita.

    Semangat kepedulian dan empati harus lebih hidup dalam diri kita selama bulan ini.

    Saudara-saudari yang dirahmati Allah SWT.

    Bulan Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kita kesabaran, ketekunan, dan disiplin. Dalam menahan diri dari nafsu dan godaan, kita belajar untuk menguasai diri dan menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab.

    Mari kita manfaatkan bulan yang mulia ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita tingkatkan ibadah dan amal kebaikan kita, serta memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT.

    Semoga Ramadan kali ini membawa berkah dan keberkahan bagi kita semua, serta meningkatkan kualitas hidup kita dalam menghadapi tantangan-tantangan dunia yang terus berubah.

    Akhir kata, marilah kita sambut bulan Ramadan dengan hati yang tulus dan penuh syukur. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan ampunan di bulan yang suci ini.

    Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat menjalankan ibadah puasa.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Nah, itulah contoh pidato Ramadhan yang singkat, jelas, dan padat.

  • Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, Niat dan Yang Berhak Menerima

    Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, Niat dan Yang Berhak Menerima

    Pengertian Zakat

    Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh semua umat Islam pada bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat adalah rukun Islam yang ke empat. Sehingga bagi setiap umat muslim dari segala usia, diwajibkan untuk menunaikan zakat.

    Zakat Fitrah bisa dibayarkan dengan 2,5 kilogram makanan pokok sesuai di daerah masing-masing. Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah nasi, maka kita bisa zakat berupa beras.

    Golongan yang Berhak Menerima Zakat

    Adapun delapan golongan yang berhak menerima zakat adalah sebagai berikut:

    1. Fakir

    Golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

    2. Miskin

    Golongan orang yang memiliki sedikit harta, tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya.

    3. Amil

    Amil adalah orang/panitia yang mengumpulkan dan membagikan zakat.

    4. Mu’alaf

    Orang yang baru masuk agama Islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

    5. Hamba Sahaya

    Orang yang ingin memerdekakan dirinya.

    6. Gharimin

    Orang yang berutang untuk memenuhi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut adalah halal. Akan tetapi tidak sanggup untuk membayar utangnya.

    7. Fisabilillah

    Orang yang berjuang di jalan Allah. Lebih spesifiknya menurut ulama Fiqih adalah mereka yang memelihara dan melindungi agama serta meninggikan kalimat tauhid melalui berdakwah, berperang, dan berusaha menerapkan hukum Islam

    8. Ibnus Sabil

    Orang yang kehabisan biaya/bekal dalam perjalanannya dalam ketaatan kepada Allah.

    Dalil Alquran dan Hadis Tentang Zakat

    Ayat alquran yang menerangkan mustahiq zakat adalah Surah At-Taubah ayat 60. Ayat mustahiq zakat ini menjelaskan tentang siapa saja yang berhak menerima zakat. Bunyi ayat tersebut antara lain.

    إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At Taubah: 60)

    وَاقِـمُو الصَّـلاَةَ وَاتُـوْاالزَكـَلاَةَ وَاَطِـيْعُوْالـرَّسـُولَ لـَعَـلَّـكُـمْ تُـرْحَـمُـوْنْْ

    Dan dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada rasul, agar kamu diberi rahmat (Q.S. An-Nur: 56)

    اَ تَحِلُّ الصَّدَقََةُ لِغَنِيٍّ وَلاَ لِذِى مِرَّةٍ سَوِيٍّ

    Zakat haram diberikan kepada orang kaya dan mereka yang masih kuat bekerja. (Dari Ibnu ‘Amr R.A)

    إِنْ شِئْتُمَا أَعْطَيْتُكُمَا وَلاَ حَظَّ فِيْهَا لِغَنِيٍّ وَ لاَ لِقَوِيٍّ مُكْتَسِبٍ

    Bila kalian mau maka aku akan berikan zakat ke kalian, sayangnya tak ada zakat untuk orang kaya dan mereka yang masih kuat untuk bekerja. (Dari ‘Ubaidillah bin ‘Adi bin Al-Khiyar)

    يَا قَبِيْصَةُ , إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لاَتَحِلُّ إِلاَّ ِلأَحَدِ ثَلاَثَةٍ: رَجُلٌ تَحَمَّلَ حَمَالَةً فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيْبَهَا ثُمَّ يُمْسِِكَ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اِجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ, حَتَّى يُصِيْبَ قِوَاماً مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُوْمَ ثَلاَثَةٌ مِنْ ذَوِى الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ: لَقَدْ أَصَابَتْ فُلاَنًا فَاقَةٌ, فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ, حَتَّى يُصِيْبَ قِوَاماً مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ, فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبيْصَةُ ! سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا.

    Wahai qabishah, sesungguhnya diharamkan seseorang meminta-minta selain dari tiga kriteria, yaitu orang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai hutang tersebut lunas. Orang yang hartanya habis karena ditimpa musibah, ia boleh meminta-minta hingga mendapatkan sandaran hidup. Dan orang yang ditimpa kesengsaraan hidup. Adapun selain ketiga golongan tersebut maka haram hukumnya dan mereka yang memakannya adalah memakan makanan haram.

    قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الزَّكَاةُ قِنْطَرَةُ الْإسْلَامِ}.

    Nabi saw. bersabda, “Zakat itu jembatannya Islam.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani dari sahabat Abu Ad-Darda’ r.a. dan diriwayatkan juga oleh imam Al-Baihaqi dari sahabat Ibnu Umar r.a.

    وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَأَعِدُّوْا لِلْبَلَاءِ الدُّعَاءَ}.

    Nabi saw. bersabda, “Jagalah harta-harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan shadaqah, dan bersiap-siaplah terhadap musibah dengan doa.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani, imam Abu Nuaim, dan imam Al-Khathib dari sahabat Ibnu Mas’ud r.a.

    اِذَاكَـنَـتْ لَكَ مِـائـَتـادِرْهَـمٍ وَحَـلَ عَـلَيْـهـَاالـْحَـوْلُ فـَفِـهـَا خَـمـْسُ دَرَاهـِـمَ. وَلـَيْسَ عَـلَيْكَ شَـيْئٌ- يَـعْـنىِ فِى الذَ هـَبِ-حَـتَّى يَكُوْنَ لكَ عِشـْرُنَ دِيْـنَارًا وَحَـلَ عَـليْهـَا الْحَـوْلُ فـَفِيْـهـَانِسْفُ دِيْنَا رٍ وَمَـازَادَ فَـبِـحِـسَـابِـهِ.

    Apabila engkau memiliki 200 dirham dan telah sampai setahun. Maka zakatnya lima dirham. Dan tiada wajib zakat atasmu pada emas hingga hingga engkau memiliki 20 dinar dan telah cukup setahun lamanya, maka zakatnya setegah dinar. Sedang lebihnya diperhitungkan seperti itu juga. (HR. Abu Daud)

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

    “Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (‘Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat (‘Id), maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah“

    Niat Zakat Fitrah

    1. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

    2. Doa Zakat Fitrah bagi Istri

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

    3. Doa Zakat Fitrah bagi Anak Laki-laki

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(nama anak laki-laki pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

    4. Doa zakat Fitrah bagi Anak Perempuan

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(nama anak perempuan pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

    5. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

    6. Doa Zakat Fitrah bagi Orang yang Diwakilkan

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(nama orang yang diwakilkan), fardhu karena Allah Taala.”