Tag: sampah plastik

  • Kolaborasi Bareng Sungai Watch, Desa Mangir Gelar Aksi Big Clean Up Angkut 4,1 Ton Sampah

    Kolaborasi Bareng Sungai Watch, Desa Mangir Gelar Aksi Big Clean Up Angkut 4,1 Ton Sampah

    Banyuwangi – Upaya menjaga kebersihan sungai dan kelestarian lingkungan terus digencarkan di Kabupaten Banyuwangi.

    Salah satunya melalui aksi bersih-bersih sungai kolosal bertajuk “Big Clean Up” yang digelar di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, pada Jumat (19/12/2025).

    Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Mangir, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan organisasi lingkungan Sungai Watch.

    Mengusung semangat “Saatnya Sungai Kita Bernapas Kembali”, aksi ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk membersihkan sungai dari pencemaran sampah plastik dan limbah lainnya.

    Hasil dari kegiatan gotong royong tersebut terbilang signifikan. Berdasarkan data di lapangan, total sampah yang berhasil diangkat dari aliran sungai mencapai 4.162,52 kilogram atau setara 4,1 ton.

    Sampah tersebut dikumpulkan dan dipilah ke dalam 871 karung (kampil).

    Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak. Sebanyak 45 personel Sungai Watch diterjunkan langsung untuk memimpin teknis pembersihan, dengan dukungan 111 relawan yang terdiri dari warga lokal dan berbagai komunitas.

    Aksi bersih sungai ini turut dihadiri oleh Forkopimka Kecamatan Rogojampi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pengairan, serta Dinas Pertanian.

    Sejumlah komunitas dan organisasi kepemudaan juga berpartisipasi aktif, di antaranya Tim Jebeng Thulik Banyuwangi, Pencinta Lingkungan Banyuwangi (PLC), PC IPNU Banyuwangi, dan Kelompok KIPAN Banyuwangi.

    Dari tingkat desa, dukungan penuh datang dari Pemerintah Desa Mangir bersama 3 Pilar, BPD, LPMD, HIPPA, TP PKK, Komite Persampahan, Gapoktan, Poktan, BUMDes, KDMP, serta Pendamping Desa Kemensos.

    Partisipasi kepala sekolah dan pelajar dari jenjang TK, SD, MI, hingga SMK se-Desa Mangir, serta anggota Linmas, semakin memperkuat semangat gotong royong dalam kegiatan tersebut.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

    Sungai Watch sendiri merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2020 di Bali.

    Saat ini, Sungai Watch memiliki lebih dari 100 anggota tim yang tersebar di wilayah Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo, Jawa Timur.

    Organisasi ini memiliki misi menghentikan sampah, khususnya anorganik, sebelum mencapai laut dengan cara membersihkan sungai.

    Sungai Watch juga mengembangkan teknologi jaring sampah yang telah terpasang di 180 titik.

    Setiap hari, tim Sungai Watch secara rutin membersihkan sampah yang tertangkap di jaring tersebut untuk kemudian dibawa ke lokasi pemilahan dan pengelolaan sampah yang berada di Station Bangorejo, Rogojampi, dan Giri.

    Hingga saat ini, Sungai Watch telah mengumpulkan lebih dari 4.000.000 kilogram sampah anorganik dari sungai, mangrove, dan pantai di berbagai wilayah Indonesia.

    Dalam kegiatan Big Clean Up di Desa Mangir, jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah plastik sekali pakai, styrofoam, dan kemasan sachet.

    Sampah hasil kegiatan ini tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan dibawa ke Station Sungai Watch di Giri, Rogojampi, dan Bangorejo untuk dipilah, dibersihkan, dilakukan brand audit, serta didaur ulang.

    Langkah ini bertujuan mengurangi volume sampah residu yang berakhir di TPA sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

  • 10 Alasan Mengapa Sampah Plastik dapat Mencemari Lingkungan

    10 Alasan Mengapa Sampah Plastik dapat Mencemari Lingkungan

    Sampah plastik kini mengintai setiap sudut bumi, dari pantai yang seharusnya bersih hingga hutan yang rimbun.

    Dengan beragam bentuk dan ukuran, plastik menyelinap ke dalam kehidupan kita tanpa kita sadari.

    Meskipun terlihat sederhana, dampaknya terhadap lingkungan sangatlah besar.

    Setiap tahun, jutaan ton sampah plastik berakhir di lautan, menciptakan pulau-pulau plastik yang mengancam kehidupan laut.

    Ketika kita membuang plastik sembarangan, kita tidak hanya merusak keindahan alam, tetapi juga menggali lubang dalam kesehatan ekosistem dan, pada akhirnya, kesehatan kita sendiri.

    Mengapa Sampah Plastik Dapat Mencemari Lingkungan?

    Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang serius karena sejumlah alasan.

    Berikut adalah penjelasan mengenai mengapa sampah plastik dapat mencemari lingkungan:

    1. Proses Degradasi yang Lambat

    Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai, bisa mencapai ratusan tahun. Selama waktu tersebut, plastik tetap ada di lingkungan dan terus mencemari tanah dan perairan.

    2. Pencemaran Tanah dan Air

    Ketika sifatnya yang terurai, plastik dapat melepaskan bahan kimia berbahaya ke dalam tanah dan air.

    Hal tersebut dapat merusak kualitas tanah, mengganggu ekosistem, dan mencemari sumber air bersih yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

    3. Mikroplastik

    Seiring berjalannya waktu, plastik besar dapat terurai menjadi partikel-partikel kecil yang disebut mikroplastik.

    Mikroplastik ini dapat masuk ke dalam rantai makanan dan berdampak negatif pada kesehatan hewan dan manusia.

    4. Mengganggu Kehidupan Laut

    Sampah plastik seringnya berakhir di lautan yang dapat membahayakan kehidupan laut.

    Banyak hewan, seperti ikan, burung, dan mamalia laut, bisa tersangkut atau menelan plastik, yang dapat menyebabkan cedera serius atau kematian.

    5. Dampak terhadap Kesehatan Manusia

    Bahan kimia berbahaya yang terdapat pada plastik dapat memasuki tubuh manusia melalui makanan atau air yang terkontaminasi, meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk gangguan hormonal dan kanker.

    6. Estetika Lingkungan yang Buruk

    Keberadaan sampah plastik di lingkungan merusak keindahan alam dan mengurangi kualitas hidup.

    Hal ini dapat mempengaruhi pariwisata dan aktivitas rekreasi yang bergantung pada lingkungan yang bersih.

    7. Pengelolaan Limbah yang Tidak Efisien

    Di banyak daerah, pengelolaan limbah plastik yang tidak efektif menyebabkan peningkatan jumlah sampah plastik yang dibuang sembarangan.

    Tanpa sistem pengelolaan yang baik, plastik mudah menyebar ke berbagai lokasi.

    Dengan memahami dampak-dampak tersebut, penting bagi kita untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang, dan mendukung kebijakan pengelolaan limbah yang lebih baik untuk menjaga lingkungan kita tetap bersih dan sehat.

  • Mengapa Sampah Plastik Bisa Membuat Lingkungan Menjadi Rusak?

    Sampah plastik adalah sisa atau buangan dari berbagai produk yang terbuat dari bahan plastik.

    Bahan plastik ini umumnya berasal dari minyak bumi dan sulit terurai secara alami, membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun

    Sampah plastik dapat membuat lingkungan menjadi rusak karena beberapa alasan utama, antara lain:

    1. Sulit Terurai

    Plastik terbuat dari bahan sintetis yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami.

    Diperkirakan, plastik membutuhkan waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk terurai sempurna, tergantung jenis plastik dan kondisi lingkungan.

    Hal ini menyebabkan penumpukan sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan.

    2. Pencemaran Tanah

    Sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik mencemari tanah. Mikroplastik ini dapat diserap oleh tanaman dan hewan, dan masuk ke dalam rantai makanan.

    Mikroplastik juga dapat mengganggu kesuburan tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman.

    3. Pencemaran Air

    Sampah plastik yang menumpuk di laut dan daratan dapat mencemari air. Plastik dapat mencemari sumber air minum, menyumbat aliran air, dan membahayakan biota laut.

    Hewan laut dapat terjerat, terluka, atau bahkan mati akibat menelan plastik.

    4. Pencemaran Udara

    Pembakaran sampah plastik menghasilkan emisi gas beracun seperti dioksin dan furan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

    5. Gangguan Ekosistem

    Sampah plastik dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Plastik dapat merusak habitat hewan, mengganggu rantai makanan, dan menyebabkan kepunahan spesies.

    Dampak Lain:

    • Sampah plastik merusak keindahan alam dan menghambat kegiatan wisata.
    • Sampah plastik dapat menyebabkan banjir dan genangan air karena menyumbat aliran air.
    • Sampah plastik dapat menimbulkan bau busuk dan mencemari lingkungan.

    Upaya Mengurangi Dampak Sampah Plastik:

    • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
    • Menggunakan bahan yang ramah lingkungan seperti kain, bambu, atau kaca.
    • Mendaur ulang sampah plastik.
    • Membuang sampah plastik pada tempatnya.
    • Melakukan edukasi dan kampanye tentang bahaya sampah plastik.

    Kesimpulan:

    Sampah plastik merupakan masalah serius yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia.

    Kita harus bersama-sama mengurangi penggunaan plastik dan mengelola sampah plastik dengan bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan

  • 10 Cara Mengurangi Sampah Plastik untuk Menjaga Lingkungan

    10 Cara Mengurangi Sampah Plastik untuk Menjaga Lingkungan

    Sampah plastik adalah salah satu pemicu utama dari kerusakan lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai.

    Jika dibiarkan menumpuk, maka limbah plastik akan menjadi ancaman serius bagi lingkungan, seperti mencemari tanah, air, dan udara yang efeknya negatif bagi kehidupan makhluk hidup.

    Bahkan, jumlah sampah plastik saat ini cukup memprihatinkan. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, sampah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun.

    Oleh karenanya, dibutuhkan kesadaran dari setiap masyarakat untuk mengurangi sampah plastik demi menjaga lingkungan.

    Cara Mengurangi Sampah Plastik

    Berikut adalah beberapa cara mengurangi sampah plastik yang dapat kita lakukan.

    1. Bawa kantong belanja sendiri

    Gunakan kantong belanja yang dapat digunakan kembali, seperti kantong belanja kain atau kanvas ketika ingin berbelanja, daripada menggunakan kantong plastik.

    2. Kurangi penggunaan botol air plastik

    Kita juga mengurangi sampah plastik dengan menggunakan botol air minum yang dapat digunakan kembali untuk meminimalkan penggunaan botol plastik.

    3. Hindari penggunaan sedotan plastik

    Penggunaan sedotan plastik yang berlebihan juga dapat memicu menumpuknya sampah plastik. Maka, sebaiknya diganti dengan sedotan yang terbuat dari bahan lain, seperti bambu atau stainless steel.

    4. Gunakan wadah makanan khusus

    Disarankan untuk menggunakan wadah makanan yang dapat diunakan kembali. Kita dapat membawa wadah makanan dari rumah untuk membeli makanan atau membawa dari rumah.

    5. Hindari produk makanan dengan kemasan plastik

    Disarankan untuk menghindari produk makanan atau minuman yang dikemas dalam plastik. Pilihlah produk yang dikemas dalam kemasan yang dapat didaur ulang.

    6. Gunakan peralatan rumah yang bukan dari plastik

    Kemudian, untuk mengurangi sampah plastik juga dapat dengan cara menggunakan peralatan rumah yang terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti kayu atau bambu.

    7. Memisahkan sampah plastik

    Ada beberapa sampah plastik yang dapat didaur ulang, sehingga pastikan untuk memisahkan sampah organik dan sampah plastik sehingga dapat didaur ulang dengan benar.

    8. Kurangi konsumsi permen karet

    Penting untuk diketahui, permen karet yang beredar di pasaran mengandung plastik sehingga disarankan untuk mengurangi konsumsi permen karet.

    9. Gunakan bungkus dari kardus

    Ketika ingin menyimpan atau mengirim barang, hendaknya menggunakan kardus, bukan plastik. Cara ini juga cukup efektif untuk mengurangi limbah plastik.

    10. Menggunakan wadah lebih besar untuk menyimpan bahan dapur

    Menyimpan bahan dapur menggunakan plastik adalah salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan. Lebih baik, simpan bahan tersebut dalam satu wadah besar daripada disimpan terpisah dengan banyak plastik.

    Itulah beberapa cara mengurangi sampah plastik yang perlu diketahui dan dipraktikkan demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan makhluk hidup.