Tag: sastrawan

  • Biografi Armijn Pane Beserta Karya-Karyanya

    Biografi Armijn Pane Beserta Karya-Karyanya

    Armijn Pane lahir di Muara Sipongi, Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada tanggal 18 Agustus 1908. Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara.

    Ayahnya Sutan Pangurabaan Pane adalah seorang seniman daerah yang telah berhasil membukukan sebuah cerita daerah berjudul Tolbok Haleoan.

    Armijn Pane adalah salah satu Sastrawan Senior di Indonesia dengan salah karya sastranya yang paling terkenal ialah novel Belenggu.

    Pada tahun 1933 bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Amir Hamzah mendirikan majalah Pujangga Baru.

    Misinya adalah mengumpulkan penulis-penulis dan pendukung lainnya dari seluruh penjuru Hindia Belanda untuk memulai sebuah pergerakan modernisme sastra.

    Sebagai pelajar di Solo, ia bergabung dengan organisasi pemuda nasional yakni Indonesia Muda, namun politik tampaknya kurang menarik minatnya daripada kesusasteraan.

    Saat itu ia memulai karirnya sebagai penulis dengan menerbitkan beberapa puisi nasionalis, dan dua tahun kemudian menjadi salah seorang pendiri majalah Pujangga Baru.

    Armijn Pane pernah menjadi wartawan surat kabar Soeara Oemoem di Surabaya (1932), mingguan Penindjauan (1934), surat kabar Bintang Timoer (1953), dan menjadi wartawan lepas.

    Ia pun pernah menjadi guru di Taman Siswa di berbagai kota di Jawa Timur. Menjelang kedatangan tentara Jepang, ia duduk sebagai redaktur Balai Pustaka.

    Pada zaman Jepang, Armijn bersama kakaknya Sanusi Pane, bekerja di Kantor Pusat Kebudayaan (Keimin Bunka Shidosho) dan menjadi kepala bagian Kesusasteraan Indonesia Modern.

    Sesudah kemerdekaan, ia aktif dalam bidang organisasi kebudayaan.

    Ia pun aktif dalam kongres-kongres kebudayaan dan pernah menjadi anggota pengurus harian Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) (1950-1955).

    Tahun 1969 Armijn Pane menerima Anugerah Seni dari pemerintah RI karena karya dan jasanya dalam bidang sastra. Pada awal Fevruari 1970, Tepatnya pada tanggal 16 Februari 1970, beliau meninggal.

    Karya Armijn Pane

    • Puisi Gamelan Djiwa. Jakarta: Bagian Bahasa Djawa. Kebudayaan Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. 1960
    • Djiwa Berdjiwa, Jakarta: Balai Pustaka. 1939.
    • Kisah Antara Manusia. 1952
    • Belenggu, Jakarta: Dian Rakyat. Cet. I 1940, IV 1954, Cet. IX 1977, Cet. XIV 1991
    • Djinak-Djinak Merpati. Jakarta: Balai Pustaka, Cet. I 1940
    • Kisah Antara Manusia. Jakarta; Balai Pustaka, Cet I 1953, II 1979
    • Ratna. 1943 (menyadur naskah Hendrik Ibsen, Nora)
    • Antara Bumi dan Langit”. 1951. Dalam Pedoman, 27 Februari 1951.
    • (Belanda) ort Oversicht van de Moderne Indonesische Literatuur (1949). Sebuah tinjauan tentang sastra Indonesia modern
    • Sandjak-sandjak Muda Mr Muhammad Yamin. 1954. sebuah bahasan tentang sajak-sajak Muhammad Yamin
    • Mencari Sendi Baru Tatabahasa Indonesia. 1950. Studinya tentang gramatika bahasa Indonesia
    • Jalan Sejarah Dunia. 1952
    • Tiongkok Jaman Baru, Sejarahnya: Abad ke-19 – sekarang. 1953. sebuah terjemahan
    • Membangun Hari Kedua. 1956. Terjemahan novel Ilya Ehrenburg.
    • Habis Gelap Terbitlah Terang. 1968. Menerjemahkan surat-surat Raden Ajeng Kartini
  • Biografi Merari Siregar Sastrawan Indonesia

    Biografi Merari Siregar Sastrawan Indonesia

    Biografi Merari Siregar

    Merari Siregar lahir di Sipirok, Sumatera Utara pada 13 Juli 1896. Semasa kecil, Merari Siregar berada di Sipirok.

    OIeh karena itu, sikap, perbuatan, dan jiwa Merari Siregar sangat dipengaruhi oleh kehidupan masyarakat Sipirok.

    Ia menjumpai kepincangan-kepincangan khususnya mengenai adat, misalnya, kawin paksa yang terdapat dalam masyarakat lingkungannya.

    Setelah dewasa dan menjadi orang terpelajar, Merari Siregar melihat keadaan suku bangsanya yang mempunyai pola berpikir yang tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

    Hati kecilnya ingin mengubah sikap orang-orang yang berpandangan kurang baik khususnya orang-orang di daerah Sipirok.

    Pada tahun 1923, ia menenyam bangku pendidikan di sekolah swasta yang didirikan oleh vereeniging tot van Oost en West, yang pada masa itu merupakan organisasi yang aktif memperakiekkan politik etis Belanda.

    Karyanya yang paling populer adalah Azab dan sengsara diterbitkan pada tahun 1920.

    Prosa berbentuk roman itu muncul saat pemerintah kolonial Belanda sedang gencar-gencarnya melaksanakan politik etis yang ditandai dengan berdirinya Conunissie Voor Volkslectuur (Komisi untuk Bacaan Rakyat).

    Karya Karya Merari Siregar

    Novel

    Azab dan Sengsara. Jakarta: Balai Pustaka. Cet. 1 tahun 1920,Cet.4 1965.
    Binasa Karena Gadis Priangan. Jakarta: Balai Pustaka 1931.
    Cerita tentang Busuk dan Wanginya Kota Betawi. Jakarta: Balai Pustaka 1924.
    Cinta dan Hawa Nafsu. Jakarta: t.th.

    Saduran

    Si Jamin dan si Johan. Jakarta: Balai Pustaka 1918.

  • Biografi Andrea Hirata, Penulis Novel Laskar Pelangi

    Biografi Andrea Hirata, Penulis Novel Laskar Pelangi

    Nama Lengkap : Andrea Hirata
    Alias : Andrea Hirata Seman Said Harun
    Lahir : Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, 24 Oktober 1967
    Profesi : Sastrawan
    Agama : Islam
    Ayah : Seman Said Harunayah
    Ibu : NA Masturah

    Biografi Andrea Hirata

    Andrea Hirata adalah penulis Novel Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia dan karyanya diangkat ke layar lebar teater musikal.

    Salah satu buku karya Andrea Hirata adalah buku Laskar Pelangi yang sangat populer dan menjadi best seller di beberapa toko buku.

    Andrea Hirata terlahir dengan nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, 24 Oktober 1982.

    Ia berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.

    Saat masih kecil, orang tuanya mengubah namanya sebanyak tujuh kali. Nama ketujuhnya adalah Andrea, nama Hirata diberikan oleh ibunya.

    Hirata memulai pendidikan tinggi dengan gelar di bidang ekonomi dari Universitas Indonesia. Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains-fisika, kimia, biologi, astronomi dan sastra.

    Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa di Himalaya.

    Setelah menerima beasiswa dari Uni Eropa, dia mengambil program master di Eropa, pertama di Universitas Paris, lalu di Universitas Sheffield Hallam di Inggris; tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari universitas tersebut dan ia lulus cum laude.

    Tesis itu telah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah.

    Hirata merilis buku Laskar Pelangi pada tahun 2005. Novel ini ditulis dalam waktu enam bulan berdasarkan pengalaman masa kecilnya di Belitung.

    Ia kemudian menggambarkannya sebagai “sebuah ironi tentang kurangnya akses pendidikan bagi anak-anak di salah satu pulau terkaya di dunia.”

    Novel ini terjual lima juta eksemplar, dengan edisi bajakan terjual 15 juta lebih. Novel ini menghasilkan tetralogi Laskar Pelangi, yakni Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

    Di tahun 2022 kemarin, ada satu buku terbaru Andrea Hirata yang berjudul Ayah dan Sirkus Pohon.

    Pendidikan Andrea Hirata

    • S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
    • S2 Universite de Paris Sorbonne (Perancis)
    • Sheffield Hallam University (Inggris).

    Penghargaan Andrea Hirata

    Berikut ini adalah beberapa penghargaan yang telah diraih oleh Andrea Hirata:

    • Khatulistiwa Literaly Award (KLA), 2007
    • Aisyiyah Award,
    • Paramadina Award
    • Netpac Critics Award
    • Pemenang BuchAwards Jerman 2013
    • Pemenang Festival Buku New York 2013 (general fiction category)
    • Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick 2015

    Novel Andrea Hirata

    Berikut ini adalah beberapa novel karya Andrea Hirata:

    • Buku Novel Laskar Pelangi (2005)
    • Buku Novel Sang Pemimpi (2006)
    • Novel Edensor (2007)
    • Novel Maryamah Karpov
    • Novel Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (2010)
    • Novel Sebelas Patriot (2011)
    • Novel Laskar Pelangi Song Book (2012)
    • Novel Ayah (2015)
    • Novel Guru Aini (2020)
    • Novel Ayah dan Sirkus Pohon (2022)
  • Biografi Ayu Utami, Aktivis Jurnalis dan Sastrawan Indonesia

    Biografi Ayu Utami, Aktivis Jurnalis dan Sastrawan Indonesia

    Biodata Ayu Utami

    Nama: Ayu Utami
    Lahir: 21 November 1968, Bogor, Jawa Barat
    Kewarganegaraan: Indonesia
    Aliran sastra: roman
    Penghargaan: Sayembara roman Dewan Kesenian Jakarta, Kusala Sastra Khatulistiwa, Prince Claus Award

    Biografi Ayu Utami

    Ayu Utami memiliki nama lengkap Justina Ayu Utami.

    Ia adalah aktivis jurnalis dan sastrawan berkebangsaan Indonesia yang besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

    Ayu Utami pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R.

    Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan.

    Bakat menulisnya sudah tertanam sejak kecil. Ia suka menulis segala hal yang dialami hingga akhirnya ia berhasil menerbitkan novel pertamanya yang berjudul Saman.

    Novel tersebut mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia.

    Ayu dikenal sebagai novelis sejak novelnya Saman memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Dalam waktu tiga tahun Saman terjual sekitar 50 ribuan eksemplar.

    Berkat Saman pula, Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, Belanda yang mempunyai misi mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan. Pada akhir tahun 2001, ia meluncurkan novel Larung.

    Karir Ayu Utami

    Wartawan lepas Matra
    Wartawan Forum Keadilan
    Wartawan D&R
    Anggota Sidang Redaksi Kalam
    Kurator Teater Utan Kayu
    Pendiri dan Anggota Aliansi Jurnalis Independen
    Peneliti di Institut Studi Arus Informasi

    Karya Ayu Utami

    Novel Saman, KPG, Jakarta, 1998
    Novel Larung, KPG, Jakarta, 2001
    Kumpulan Esai “Si Parasit Lajang”, GagasMedia, Jakarta, 2003
    Novel Bilangan Fu, KPG, Jakarta, 2008
    Novel Manjali Dan Cakrabirawa (Seri Bilangan Fu), KPG, Jakarta, 2010
    Novel Cerita Cinta Enrico, KPG, Jakarta, 2012
    Novel Soegija: 100% Indonesia, KPG, Jakarta, 2012
    Novel Lalita (Seri Bilangan Fu), KPG, Jakarta, 2012
    Novel Si Parasit Lajang: , KPG, Jakarta, 2013
    Novel Pengakuan: Eks Parasit Lajang, KPG, Jakarta, 2013
    Novel Maya

    Penghargaan

    Roman Terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1998
    Prince Claus Award 2000
    Khatulistiwa Literary Awards, kategori prosa (2008)

  • Biografi Sapardi Djoko Damono dan Karya-Karyanya yang Tak Lekang oleh Waktu

    Biografi Sapardi Djoko Damono dan Karya-Karyanya yang Tak Lekang oleh Waktu

    Biografi Sapardi Djoko Damono

    Nama Lengkap:
    Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono

    Tempat Lahir:
    Kampung Baturono, Solo

    Tanggal Lahir:
    Rabu, 20 Maret 1940

    Ayah:
    Sadyoko

    Ibu:
    Sapariah

    Biografi Singkat Sapardi Djoko Damono

    Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah seorang penyair Indonesia terkemuka.

    Ia dikenal lewat puisi-puisi nya yang menggunakan kata-kata sederhana dan menyentuh hati.

    Sapardi mulai suka menulis sekak kecil.

    Bahkan, saat masih duduk di sekolah menengah, karya-karya Sapardi Djoko Damono sudah sering dimuat di majalah.

    Ketertarikannya pada dunia sastra semakin tinggi sehingga ia mengambil kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM.

    Tidak hanya mahir menulis, Sapardi juga punya kemampuannya di bidang seni, mulai dari menari, bermain gitar, bahkan bermain drama.

    Sapardi juga pernah menerjemahkan berbagai karya penulis asing, esai, dan sejumlah artikel di surat kabar.

    Di dunia akademisi, Sapardi adalah seorang guru besar ilmu sastra yang beberapa periode menjabat Pembantu Dekan I, Dekan, serta Ketua Program Pascasarjana yang semuanya dalam lingkup Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

    Dengan profesinya tersebut, Sapardi sering memberi ilmu dan pengarahan kepada mahasiswa tentang bagaimana cara menulis dan membaca puisi yang baik.

    Pendidikan Sapardi Djoko Damono

    • Sekolah Dasar Kasatrian
    • SMP II Mangkunagaran
    • SMA II di Margoyudan
    • Jurusan Sastra Barat Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM

    Karir Sapardi Djoko Damono

    • Guru Besar Ilmu Sastra
    • Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
    • Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
    • Ketua Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
    • Pendiri Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI)
    • Dosen Universitas Diponegoro
    • Direktur Pelaksana Yayasan Indonesia
    • Dosen tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
    • Anggota Dewan Kesenian Jakarta
    • Pelaksana harian Pusat Dokumentasi HB Jassin
    • Anggota redaksi majalah kebudayaan Basis
    • Country editor untuk majalah Tenggara
    • Koresponden untuk Indonesian Circle
    • Pendiri Yayasan Puisi dan menerbitkan Jurnal Puisi

    Karya-Karya Sapardi Djoko Damono

    • Duka-Mu Abadi, Bandung (1969)
    • Lelaki Tua dan Laut (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
    • Mata Pisau (1974)
    • Sepilihan Sajak George Seferis (1975; terjemahan karya George Seferis)
    • Puisi Klasik Cina (1976; terjemahan)
    • Lirik Klasik Parsi (1977; terjemahan)
    • Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak (1982, Pustaka Jaya)
    • Perahu Kertas (1983)
    • Sihir Hujan (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
    • Water Color Poems (1986; translated by J.H. McGlynn)
    • Suddenly the night: the poetry of Sapardi Djoko Damono (1988; translated by J.H. McGlynn)
    • Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
    • Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
    • Hujan Bulan Juni (1994)
    • Black Magic Rain (translated by Harry G Aveling)
    • Arloji (1998)
    • Ayat-ayat Api (2000)
    • Pengarang Telah Mati (2001; kumpulan cerpen)
    • Mata Jendela (2002)
    • Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro? (2002)
    • Membunuh Orang Gila (2003; kumpulan cerpen)
    • Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia periode awal (1870an – 1910an) (2005; salah seorang penyusun)
    • Mantra Orang Jawa (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
    • Kolam (2009; kumpulan puisi)
    • Sastra Lisan Indonesia (1983), ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A. Kasim Achmad. Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.
    • Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan
    • Dimensi Mistik dalam Islam (1986), terjemahan karya Annemarie Schimmel “Mystical Dimension of Islam”, salah seorang penulis.

    Penghargaan Sapardi Djoko Damono

    • Cultural Award dari Australia (1978)
    • Anugerah Puisi Putra dari Malaysia (1983)
    • SEA Write Award dari Thailand (1986)
    • Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia (1990)
    • Mataram Award (1985)
    • Kalyana Kretya (1996) dari Menristek RI
    • Penghargaan Achmad Bakrie (2003)
  • Biografi Abdullah Idrus, Sastrawan Indonesia Angkatan 45

    Biografi Abdullah Idrus, Sastrawan Indonesia Angkatan 45

    Nama : Abdullah Idrus
    TTL    : Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921
    Meninggal di Padang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun)
    Istri   : Ratna Suri (menikah pada tahun 1946
    Anak : Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.

    Biografi Abdullah Idrus

    Ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Ia rajin membaca karya-karya roman dan novel Eropa di perpustakaan sekolah.

    Dengan banyaknya buku bacaan yang dibaca, Ia pun menghasilkan cerpen kala itu.

    Karena minat yang ama tinggi pada dunia sastra, akhirnya ia memilih Balai Pustaka sebagai tempat bekerja.

    Idrus berharap dapat menyalurkan minat sastranya di tempat tersebut.

    Hingga pada akhirnya ia bisa membaca dan mendalami karya-karya sastra, bahkan berkenalan dengan para sastrawan terkenal seperti H.B. Jassin, Sutan Takdir Alisyahbana, Noer Sutan Iskandar, Anas Makruf, dan lain-lain.

    Tidak hanya mencintai dunia sastra, Idrus juga suka membaca buku-buku ilmiah sampai akhirnya ia berhasil menulis buku Teknik Mengarang Cerpen dan International Understanding Through the Study of Foreign Literature.

    Idrus memiliki kemampuan 3 bahasa Asing, yaitu Belanda, Inggris, dan Jerman.

    Hal itulah yang membuatnya semakin mahir untuk menerjemahkan buku-buku asing dan menulisnya kembali dalam Bahasa Indonesia.

    Karya-Karya Abdullah Idrus

    • Aki
    • Corat-Coret di Bawah Tanah
    • Dengan Mata Terbuka
    • Hati Nurani Manusia
    • Hikayat Petualang Lima
    • Hikayat Putri Penelope
    • Perempuan dan Kebangsaan
      Surabaya
    • Ana
    • Buta
    • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
    • Dokter Bisma
    • Jibaku Aceh
    • Kejahatan Membalas Dendam
    • Keluarga Surono
    • Acoka
    • Cerita Wanita Termulia
    • Dari Penciptaan Kedua
    • Dua Episode Masa Kecil
    • Ibu yang Kukenang
    • Keju
    • Kereta Api Baja
    • Perkenalan dengan Anton Chekov
    • Perkenalan dengan Guy de Maupassant
    • Perkenalan dengan Jaroslov Hask
    • Perkenalan dengan Luigi Pirandello
    • Roti Kita Sehari-hari
  • Biografi Asrul Sani, Sastrawan dan Sutradara Top Indonesia

    Biografi Asrul Sani, Sastrawan dan Sutradara Top Indonesia

    Biografi Asrul Sani

    Asrul Sani adalah seorang Sastrawan yang lahir di Rao, Sumatera Bara pada 10 Juni tahun 1926.  Asrul Sani merupakan anak dari Sultan Marah Sani Syair Alamsyah Yang Dipertuan Padang Nunang Rao Mapat Tunggul Mapat Cacang, kepala adat Minangkabau di daerahnya.

    Ibunya bernama Nuraini binti Itam Nasution, adalah seorang keturunan Mandailing.

    Lahir : Rao, Pasaman, 10 Juni 1927
    Wafat : Jakarta. 11 Januari 2004, Pukul 22.15 WIB
    Istri : (1) Siti Nurani dan (2) Mutiara Sarumpaet
    Anak : Tiga putra, tiga putri, enam cucu

    Pendidikan:

    • SD di Rao, Sumatera Barat
    • SLTP hingga SLTA di Jakarta
    • Sekolah Seni Drama di Negeri Belanda tahun 1951-1952
    • Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Indonesia (IPB)
    • Dramaturgi dan sinematografi di University of Southern California,Amerika Serikat tahun 1955-1957

    Karier Politik:

    • Anggota DPR GR 1966-1971 mewakili Partai Nahdhatul Ulama
    • Anggota DPR RI 1972-1982 mewakili PPP

    Organisasi

    • Pendiri “Gelanggang Seniman Merdeka”
    • Pendiri Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI)

    Kegiatan Pergerakan:

    • Lasjkaer Rakjat Djakarta, Tentara Pelajar di Bogo

    Kegiatan Penerbitan:

    • Menerbitkan “Suara Bogor”
    • Redaktur majalah kebudayaan “Gema Suasana”
    • Anggota redaksi “Gelanggang”
    • Ruang kebudayaan Majalah’ Siasat”
    • Wartawan Majalah “Zenith”

    Penghargaan dan prestasi:

    • Tokoh Angkatan 45
    • Bintang Mahaputra Utama, tahun 2000
    • Enam buah Piala Citra pada Festifal Film Indonesia (FFI)
    • Film Terbaik pada Festival Film Asia tahun 1970

    Karya

    • Puisi “Tiga Menguak Takdir” bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin
    • Puisi Surat dari Ibu
    • Anak Laut
    • Tiga Menguak Takdir
    • Film “Titian Serambut Dibelah Tudjuh
    • Film “Apa yang Kau Cari Palupi”
    • Film “Monumen”
    • Film “Kejarlah Daku Kau Kutangkap”
    • “Naga Bonar”
    • “Pagar Kawat Berduri”
    • “Salah Asuhan”
    • “Para Perintis Kemerdekaan”
    • “Kemelut Hidup”
  • Biografi NH Dini, Penulis Serta Tokoh Feminis Indonesia

    Biografi NH Dini, Penulis Serta Tokoh Feminis Indonesia

    Biografi NH Dini

    Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih sering dipanggil NH Dini lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari 1936.

    NH Dini adalah sastrawan, novelis, dan feminis Indonesia.

    NH Dini merupakan anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Saljowidjojo dan Kusaminah.

    Masa kecilnya, dia merupakan gadis cilik yang sangat gemar menulis.

    Bahkan, sejak kelas 3 SD dia sudah mulai menulis pengalaman pribadi serta ungkapan rasa di buku-buku pelajarannya.

    Walaupun dia memiliki minat dan bakat menulis sejak kecil, ternyata Dini tidak ingin jadi tukang cerita atau penulis.

    Dikabarkan kalua NH Dini memiliki cita-cita sebagai seorang sopir lokomotif atau masinis.

    Ayahnya wafat ketika NH Dini masihduduk di bangku SMP, sedangkan ibunya hidup tanpa penghasilan tetap.

    Namun hidup dengan ketidakpastian ekonomi tidak membuatnya lemah.

    Justru dia semakin sering menulis akan pengalaman hidup yang dialami.

    Bakatnya menulis semakin terasah di sekolah menengah.

    Kala itu, NH Dini sudah mengisi majalah dinding sekolah dengan sajak dan cerita pendek.

    Dini menulis sajak dan prosa berirama dan membacakannya sendiri di RRI Semarang ketika usianya masih 15 tahun.

    Dalam perjalanan karirnya, NH Dini pernah meraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand.

    Beberapa karya NH Dini yang terkenal, diantaranya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan.

    Dalam karyanya yang terbaru berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), dia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap istri.

    Sampai saat ini, dia telah menulis lebih dari 20 buku.

    Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita karena dia fokus terhadap feminisme.

    Namun banyak orang berpendapat, wanita yang dilukiskan Dini terasa “aneh”.

    Ada pula yang berpendapat bahwa NH Dini menceritakan dirinya sendiri.

    Pada 1956, NH Dini  bekerja di Garuda Indonesia Airways (GIA) di Bandara Kemayoran.

    Kemudian dia menerbitkan buku yang berjudul Dua Dunia.

    Sejumlah bukunya bahkan mengalami cetak ulang sampai beberapa kali.

    Dini dikenal memiliki teknik penulisan yang konvensional.

    Namun menurutnya teknik bukanlah sebuah tujuan, melainkan sekadar alat. Tujuan menulis menurutnya adalah tema dan ide.

    Sebagai konsekuensi menikah dengan seorang diplomat, Dini harus mengikuti ke mana suaminya ditugaskan.

    Ia diboyong ke Jepang, dan tiga tahun kemudian pindah ke Pnom Penh, Kamboja.

    Pada 1976, ia pindah ke Detroit, AS, mengikuti suaminya yang menjabat Konsul Jenderal Prancis.

    Dini berpisah dengan suaminya, Yves Coffin pada 1984, dan mendapatkan kembali kewarganegaraan RI pada 1985 melalui Pengadilan Negeri Jakarta.

    Menjadi pengarang selama hampir 60 tahun tentu saja bukan sesuatu yang biasa.

    Baru dua tahun terakhir ini, ia menerima royalti honorarium yang bisa menutupi biaya hidup sehari-hari.

    Tahun-tahun sebelumnya ia mengaku masih menjadi parasit.

    Ia banyak dibantu oleh teman-temannya untuk menutupi biaya makan dan pengobatan.

    Tahun 1996-2000, ia sempat menjual-jual barang. Dulu, sewaktu masih di Prancis, ia sering dititipi tanaman, kucing, hamster, kalau pemiliknya pergi liburan.

    Ketika mereka pulang, ia mendapat jam tangan dan giwang emas sebagai upah menjaga hewan peliharaan mereka.

    Barang-barang inilah yang ia jual untuk hidup sampai tahun 2000.

    Karya NH Dini

    Pada Sebuah Kapal
    Hati yang Damai
    Padang Ilalang di Belakang Rumah
    Sekayu
    Pertemuan Dua Hati
    Keberangkatan
    La Barka
    Monumen
    Istri Konsul
    Sebuah Lorong di Kotaku
    Kemayoran
    Tirai Menurun
    Langit dan Bumi Sahabat Kami
    Namaku Hiroko
    Argenteuil
    Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
    Dua Dunia, buku kumpulan cerita pendek

    Pendidikan NH Dini

    SD di Semarang, 1950
    SMP di Semarang. 1953 -SMA di Semarang, 1956
    Kursus Pramugari GIA di Jakarta, 1956
    Kursus B 1, Sejarah, 1957-1959

    Karir NH Dini

    Pramugari GIA (Garuda Indonesia Airways) (1950-1960)
    Anggota Wahana Lingkungan Hidup
    Anggota Forum Komunikasi Generasi Muda Keluarga Berencana

    Penghargaan NH Dini

    Penghargaan Sastra Terbaik dari Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
    SEA Write Award bidang sastra dari Pemerintah Thailand

  • Biografi Sutardji Calzoum Bachri, Sang Sastrawan Kontemporer

    Biografi Sutardji Calzoum Bachri, Sang Sastrawan Kontemporer

    Sutardji Calzoum Bachri atau yang lebih akrab disapa Bung Tardji lahir di Rengat, Indragiri Hulu, pada tanggal 24 Juni 1941. Dia adalah seorang pujangga terkemuka di Indonesia yang telah menciptakan banyak karya sastra.

    Bung Tardji merupakan putra dari pasangan Mohammad Bachri dan May Calzum. Mohammad Bachri sendiri berasal dari Kutoarjo, Jawa Tengah. Sedangkan May Calzum berasal dari Tanbelan, Riau.

    Bung Tardji kecil tumbuh kembang dengan hobinya, yaitu menulis. Hingga akhirnya setelah lulus SMA, Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara, Universitas Padjadjaran, Bandung.

    Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung, kemudian sajak-sajaknya mulai dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana.

    Sutardji Calzoum Bachri juga sering disebut sebagai sastrawacan pelopor puisi kontemporer. Dia mencoba memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia.

    Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra.

    Pada musim panas 1974, Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam.

    Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975.

    Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia.

    Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta, India), Writing from the World (Amerika Serikat), Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting, 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven, negen moderne Indonesische dichters (1979). Pada tahun 1979, Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok, Thailand.

    “O Amuk Kapak” merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979.

    Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern.

    Karya puisi yang telah dimuat dalam buku antologi:

    Arjuna in Meditation (Calcutta, India, 1976),
    Writing from The Word (USA),
    Westerly Review (Australia),
    Dchters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststechting, 1975),
    Ik Wil Nogdulzendjaar Leven, Negh Moderne Indonesische Dichter (1979),
    Laut Biru, Langit Biru (Jakarta: Pustaka Jaya, 1977),
    Parade Puisi Indonesia (1990),
    Majalah Tenggara,
    Journal of Southeast Asean Lietrature 36 dan 37 (1997), dan
    Horison Sastra Indonesia: Kitab Puisi (2002).
    Kumpulan Sajak Sutardji Calzoum Bachri
    O, diterbitkan oleh Yayasan Indonesia (tahun  1971)
    Kucing, diterbitkan oleh Sinar  Harapan (tahun 1973)
    Amuk (tahun 1977)
    O, Amuk, Kapak, antologi, diterbitkan  oleh Sinar Harapan (tahun 1981)
    Aku Datang Padamu
    Perjalanan Kubur David  Copperfield.
    Realites’90 Tanah Air  Mata.

    Penghargaan yang pernah diraihnya adalah:

    Hadiah Sastra Asean (SEA Write Award) dari Kerajaan Thailand (1979);
    Menerima penghargaan Sastra Kabupaten Kepulauan Riau oleh Bupati Kepulauan Riau (1979);Anugrah Seni Pemerintah Republik Indonesia (1993);
    Menerima Anugrah Sastra Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Jakarta. (1990an);
    Penghargaan Sastra Chairil Anwar (1998), dan
    Dianugrahi gelar Sastrawan Perdana oleh Pemerintah Daerah Riau (2001).

  • Biografi Danarto, Sastrawan dan Penulis Senior di Indonesia

    Biografi Danarto, Sastrawan dan Penulis Senior di Indonesia

    Biografi Singkat Danarto

    Danarto adalah seorang penulis dan sastrawan Indonesia yang terbilang cukup senior. Salah satu karyanya yang terkenal adalah kumpulan cerpen, Godlob.

    Kumpulan cerpennya yang lain seperti Adam Ma’rifat yang memenangkan Hadiah Sastra 1982 Dewan Kesenian Jakarta. Tahun 2009 Danarto menerima Ahmad Bakrie Award untuk bidang kesusasteraan.

    Danarto sendiri lahir di Sragen, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1941.

    Ayahnya, Djakio Hardjosoewarno berprofesi sebagai buruh pabrik gula Modjo menikah dengan Siti Aminah, seorang pedagang eceran batik.

    Mereka dikaruniai lima orang anak, Danarto adalah nomor empat. Kemudian, Danarto menikah dengan seorang psikolog, Siti Zainab Luxfiati pada 1 Januari 1986.

    Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Dasar (SD), ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), lalu Sekolah Menengah Atas (SMA) bagian Sastra di Solo, Jawa Tengah.

    Lalu, pada tahun 1958–1961 Danarto belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta jurusan Seni Lukis.

    Di kampus itulah Danarto aktif dalam Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto Pr dan ikut mendirikan Sanggar Bambu Jakarta.

    Awal mula karirnya, pada tahun 1979-1985 Danarto bekerja di majalah Zaman.

    Kemudian, tahun 1976 Danarto mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat di usianya yang masih muda.

    Tidak berhenti sampai situ, pada tahun 1983 Danarto menghadiri Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.

    Danarto juga pernah bergabung dalam Teater Sardono, yang tersohor sampai ke Eropa Barat dan Asia, pada tahun 1974.

    Dia memiliki pengalaman segudang, selain dalam pameran Kanvas Kosong (1973) ia juga berpameran puisi konkret (1978).

    Namun sayangnya segudang prestasi itu tidak sebanding dengan kisah rumah tangganya. Rumah tangga Danarto berlangsung lebih kurang 15 tahun saja dengan psikolog cantik itu.

    Hidup Danarto dipenuhi dengan pengalaman memukau, baik di dalam negeri dan di luar negeri.

    Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis yang telah melahirkan beberapa karya. Sebagai pelukis, ia pernah mengadakan pameran di beberapa kota dengan dibantu oleh rekan sejawat.

    Karya Danarto

    Asmaraloka (1999)
    Kumpulan Cerpen
    Godlob (1975)
    Adam Ma’rifat (1982)
    Berhala (1987)
    Orang Jawa Naik Haji, catatan perjalanan ibadah haji (1984)
    Gergasi (1993)
    Setangkai Melati di Sayap Jibril, kumpulan cerpen, (2000)
    Setangkai Melati di Sayap Zibril (2001)
    Kacapiring, (2008)

    Drama

    Obrok Owok-Owok, Ebrek Ewek-Ewek (1976)
    Bel Geduwel Beh (1976)
    Kumpulan Esai
    Gerak-Gerak Allah (1996)