Tag: sekolah

  • Apa yang Anda Lakukan Agar Tujuan Pembelajaran Tercapai CGP

    Apa yang Anda Lakukan Agar Tujuan Pembelajaran Tercapai CGP

    Apa yang Anda lakukan agar tujuan pembelajaran tercapai?

    Untuk mencapai tujuan pembelajaran CGP (Calon Guru Penggerak), saya dan kepala sekolah sepakat dan akan melakukan beberapa langkah berikut:

    Sebelum Pembelajaran

    1. Menjelaskan tujuan pembelajaran dengan jelas

    Saya akan menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik di awal sesi pembelajaran. Hal ini akan membantu peserta didik untuk memahami apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran.

    2. Menggunakan berbagai metode pembelajaran

    Saya akan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang menarik dan interaktif untuk membantu peserta didik memahami materi pembelajaran.

    3. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih

    Saya akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih apa yang telah mereka pelajari. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi, latihan soal, atau proyek.

    4. Memberikan umpan balik yang konstruktif

    Saya akan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik atas kinerja mereka. Umpan balik ini akan membantu peserta didik untuk meningkatkan pemahaman mereka dan belajar dari kesalahannya.

    Selama pembelajaran

    1. Melakukan penilaian

    Saya akan melakukan penilaian untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran. Penilaian ini dapat dilakukan melalui tes, kuis, atau proyek.

    2. Memberikan refleksi

    Saya akan memberikan refleksi pembelajaran kepada peserta didik. Refleksi ini akan membantu peserta didik untuk memahami apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Selain langkah-langkah di atas, saya juga akan melakukan beberapa hal berikut untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran:

    • Menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik: Saya akan menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik agar mereka merasa nyaman untuk bertanya dan berdiskusi.
    • Memberikan dukungan kepada peserta didik: Saya akan memberikan dukungan kepada peserta didik agar mereka dapat belajar dengan optimal. Dukungan ini dapat berupa bantuan belajar, motivasi, atau solusi atas permasalahan yang dihadapi.
    • Menjadi role model bagi peserta didik: Saya akan menjadi role model bagi peserta didik dalam hal kepemimpinan, pembelajaran, dan profesionalisme.

    Setelah pembelajaran

    1. Melakukan penilaian

    Saya akan melakukan penilaian untuk mengetahui apakah metide CGP yang diterapkan telah mencapai tujuan pembelajaran. Penilaian ini dapat dilakukan melalui tes, kuis, atau proyek.

    2. Memberikan refleksi

    Saya akan memberikan refleksi pembelajaran. Refleksi ini akan membantu CGP untuk memahami apa yang telah dipelajari dan bagaimana dapat menerapkannya dalam praktik mengajar.

  • Aksi Nyata Mengapa Kurikulum Perlu Berubah

    Kurikulum adalah panduan belajar di sekolah. Ibarat peta, kurikulum menunjukkan arah perjalanan belajar murid, dari awal hingga akhir

    Kurikulum sebagai panduan pembelajaran di sekolah perlu mengalami perubahan dan adaptasi untuk menjawab kebutuhan zaman yang terus berkembang.

    Berikut beberapa aksi nyata yang menunjukkan pentingnya perubahan kurikulum:

    1. Memasukkan Keterampilan Abad ke-21

    Untuk menjawab kebutuhan zaman yang terus berkembang, kurikulum perlu mengalami perubahan dan adaptasi.

    Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran coding dan literasi digital dalam materi pelajaran.

    Guru dapat melakukan ini dengan mengikuti pelatihan dan workshop yang disediakan oleh sekolah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar keterampilan abad ke-21.

    Selain itu, siswa juga didorong untuk mengerjakan proyek-proyek yang melibatkan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi.

    Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, diharapkan kurikulum dapat menjadi lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

    Sehingga para siswa dapat menjadi generasi yang siap menghadapi berbagai tantangan dan peluang di era digital.

    2. Mendorong Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa

    Kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan tidak hanya berfokus pada konten, tetapi juga pada metode pembelajaran.

    Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran aktif dan interaktif dalam kelas.

    Metode pembelajaran aktif dan interaktif memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya duduk diam dan mendengarkan guru.

    3. Menyesuaikan dengan Kebutuhan Lokal

    Kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan tidak hanya berfokus pada keterampilan abad ke-21, tetapi juga pada konteks dan budaya setempat.

    Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan membangun kerjasama antara sekolah dan komunitas lokal.

    Sekolah dan komunitas lokal dapat bekerja sama untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat.

    Guru dapat memasukkan konten lokal, seperti sejarah, budaya, dan tradisi setempat, dalam materi pembelajaran.

    4. Memanfaatkan Teknologi

    Kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan tidak hanya berfokus pada konten dan metode pembelajaran, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi digital.

    Guru dapat menggunakan platform pembelajaran online dan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran, seperti:

    • Menyediakan materi pembelajaran yang interaktif dan menarik.
    • Menggunakan teknologi digital untuk memberikan umpan balik kepada siswa.
    • Mendorong kolaborasi antar siswa.

    5. Memperkuat Keterampilan Emosional dan Sosial

    Kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek sosial dan emosional.

    Guru dapat mengintegrasikan pembelajaran tentang mindfulness, self-compassion, dan emotional regulation dalam materi pelajaran. Hal ini akan membantu siswa untuk:

    • Memahami dan mengelola emosi mereka.
    • Mengembangkan rasa empati dan kasih sayang.
    • Membangun hubungan sosial yang positif.

    Perubahan kurikulum bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.

    Dengan melakukan aksi nyata, kita dapat mendorong perubahan kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.

  • Apa tantangan yang anda hadapi untuk melakukan praktik kinerja yang direncanakan selama observasi kelas?

    Apa tantangan yang anda hadapi untuk melakukan praktik kinerja yang direncanakan selama observasi kelas?

    Jawaban:

    1. Ketidakpastian Situasi Kelas

    • Situasi di kelas dapat berubah dengan cepat dan tidak terduga. Hal ini dapat membuat saya sulit untuk mengikuti rencana yang telah dibuat.
    • Perilaku dan tingkat pemahaman siswa mungkin berbeda dari yang diprediksi, sehingga saya perlu menyesuaikan strategi pembelajaran saya dengan cepat.
    • Gangguan di luar kelas, seperti suara bising atau interupsi dari luar, dapat mengganggu fokus dan konsentrasi siswa, sehingga saya perlu mencari cara untuk mengatasinya.

    2. Keterbatasan Waktu

    • Waktu observasi kelas biasanya terbatas, sehingga saya perlu memastikan bahwa saya dapat menyelesaikan semua rencana yang telah dibuat dengan efisien.
    • Saya mungkin perlu memprioritaskan beberapa kegiatan dan menunda kegiatan lainnya, tergantung pada situasi di kelas.
    • Saya perlu mengatur waktu dengan baik agar dapat memberikan instruksi yang jelas dan efektif kepada siswa.

    3. Kemampuan dan Kebutuhan Siswa

    • Setiap siswa memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Hal ini dapat membuat saya sulit untuk menyesuaikan pembelajaran dengan semua siswa di kelas.
    • Saya perlu mengidentifikasi kebutuhan belajar individual siswa dan menyesuaikan strategi pembelajaran saya agar sesuai dengan kebutuhan mereka.
    • Saya perlu memberikan kesempatan belajar yang sama kepada semua siswa, meskipun mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

    4. Keterampilan Pedagogi

    • Saya mungkin masih dalam proses belajar dan mengembangkan keterampilan pedagogi saya. Hal ini dapat membuat saya merasa kurang percaya diri saat mengajar di depan kelas.
    • Saya perlu terus belajar dan berlatih untuk meningkatkan keterampilan pedagogi saya.
    • Saya perlu dapat memberikan instruksi yang jelas, menarik, dan efektif kepada siswa.

    5. Kemampuan Berkomunikasi

    • Saya perlu mampu berkomunikasi dengan baik dengan siswa, guru lain, dan staf sekolah.
    • Saya perlu dapat menjelaskan instruksi dengan jelas dan mudah dipahami.
    • Saya perlu dapat membangun hubungan yang baik dengan siswa dan guru lain.

    6. Kemampuan Mengelola Kelas

    • Saya perlu mampu mengelola kelas dengan baik agar pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif.
    • Saya perlu dapat menjaga disiplin dan fokus siswa di kelas.
    • Saya perlu dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di kelas.

    7. Faktor Eksternal

    • Faktor eksternal, seperti cuaca, kondisi ruangan, dan sumber daya yang tersedia, dapat memengaruhi kelancaran observasi kelas.
    • Saya perlu dapat beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga dan mencari solusi alternatif.
    • Saya perlu dapat bekerja sama dengan guru lain dan staf sekolah untuk mengatasi masalah yang muncul.

    Meskipun ada banyak tantangan yang dihadapi, saya yakin bahwa dengan persiapan yang matang, latihan yang konsisten, dan dukungan dari guru lain dan staf sekolah, saya dapat melakukan praktik kinerja yang baik selama observasi kelas.

    Pembahasan:

    Observasi kelas adalah sebuah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati secara langsung proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.

    Pengamatan ini dapat dilakukan oleh berbagai pihak, seperti guru, supervisor, peneliti, dan pihak lain yang berkepentingan dengan pendidikan.

    Tujuan utama observasi kelas adalah untuk:

    • Mengevaluasi proses pembelajaran dan kinerja guru.
    • Mengidentifikasi masalah atau kekurangan dalam proses pembelajaran.
    • Memperoleh data dan informasi untuk penelitian pendidikan.
    • Meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

    Manfaat observasi kelas antara lain:

    • Memberikan gambaran yang jelas tentang proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.
    • Membantu guru untuk memahami kekurangan dan kelebihannya dalam mengajar.
    • Memberikan masukan yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
    • Membantu peneliti untuk mendapatkan data dan informasi yang valid untuk penelitian pendidikan.
  • Untuk mewujudkan sekolah ramah anak seorang guru penggerak

    Untuk mewujudkan sekolah ramah anak, seorang Guru Penggerak menyusun rencana perubahan dengan menerapkan inkuiri apresiatif secara menyeluruh sehingga diketahui hal-hal di sekolah yang dapat mendukung terwujudnya sekolah ramah anak tersebut.

    Hal pertama yang harus Anda ketahui sebelum beranjak ke langkah berikutnya dalam rencana perubahan yang Anda susun adalah…

    A. Apa saja kekuatan sekolah saat ini yang dapat membantu mewujudkan sekolah ramah anak?

    B. Siapa saja yang akan terlibat dalam program sekolah ramah anak ini?

    C. Berapa lama program sekolah ramah anak ini akan dijalankan?

    D. Mengapa sekolah ramah anak perlu diwujudkan?

    E. Apa yang dipahami oleh komunitas sekolah sebagai sekolah ramah anak?

    Jawaban:

    A. Apa saja kekuatan sekolah saat ini yang dapat membantu mewujudkan sekolah ramah anak?

    Pembahasan:

    Hal pertama yang harus diketahui sebelum beranjak ke langkah berikutnya dalam rencana perubahan untuk mewujudkan sekolah ramah anak melalui inkuiri apresiatif adalah pemahaman yang komprehensif tentang kondisi dan kebutuhan sekolah.

    Kemudian, pengetahuan yang penting sebelum melangkah ke tahap berikutnya dalam perencanaan perubahan yang Anda buat adalah mengidentifikasi kekuatan apa saja yang dimiliki sekolah saat ini yang dapat mendukung terwujudnya suasana sekolah yang ramah anak.

    Yang dapat dilakukan adalah melakukan observasi langsung di lingkungan sekolah untuk mengamati bagaimana kekuatan sekolah, termasuk interaksi antara guru, murid, dan staf sekolah.

    Perlu juga untuk melakukan wawancara dengan guru, murid, staf sekolah, orang tua murid, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendapatkan informasi tentang pendapat mereka terhadap sekolah.

  • Bukti Karya: Pengertian, Esensi, dan Tips Membuatnya

    Pendidikan pada dasarnya adalah proses pembelajaran yang disengaja untuk membantu seseorang mengembangkan dirinya secara utuh.

    Bukan sekadar transfer ilmu dari guru ke murid, tapi lebih pada menciptakan suasana yang membuat peserta didik secara aktif mencari pengetahuan dan keterampilan yang berguna untuk dirinya dan masyarakat.

    Pendidikan juga dapat diibaratkan sebagai fondasi kokoh yang menopang bangunan peradaban yang tinggi dan gemilang.

    Dalam pendidikan, ada banyak bukti nyata yang menjadi hasil dari pembelajaran, salah satunya adalah bukti karya.

    Apa Itu Bukti Karya?

    Bukti karya adalah sebuah platform yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia untuk mendokumentasikan karya Guru dan Kepala Sekolah.

    Karya yang dibuat menggambarkan kinerja, kompetensi, serta prestasi yang dicapai selama menjalankan profesi guru maupun kepala sekolah.

    Adapun karya yang dapat ditambahkan adalah karya yang berupa video dan dokumen (PDF), bisa berupa publikasi ilmiah, presentasi, pembelajaran inovatif, bahkan tips dan trik.

    Dengan begitu, karya-karya yang telah diarsipkan di Bukti Karya dapat dijelajahi dan diakses oleh kolega seprofesi melalui pranala yang disebarkan.

    Selain itu, dapat juga sebagai bahan ajar untuk sesama karena bukti karya biasanya akan mendapat umpan balik sebagai bahan diskusi untuk berkembang bersama dan mampu berkarya lebih baik lagi.

    Berikut adalah beberapa kegunaan Bukti Karya, antara lain:

    • Merekam dan mengelola jejak pencapaian dalam menjalankan tugas utama, yang berperan sebagai landasan untuk pengembangan pribadi dan profesional.
    • Berbagi karya dengan rekan-rekan seprofesi, membuka peluang untuk saling belajar dan terinspirasi.
    • Terlibat dalam proses pemberian serta penerimaan umpan balik, memungkinkan pertukaran praktik terbaik dan gagasan yang memperkaya.
    • Menjelajahi ragam karya dari sesama pendidik di seluruh Indonesia, menemukan sumber inspirasi yang berpotensi meningkatkan kompetensi.

    Esensi Bukti Karya

    Ada beberapa esensi penting dalam proses membuat Bukti Karya, antara lain:

    1. Dokumentasi Prestasi dan Kinerja

    Bukti Karya membantu Guru dan Kepala Sekolah mendokumentasikan prestasi dan kinerja mereka secara digital.

    Hal ini memudahkan mereka untuk melacak perkembangan dan kemajuan profesional mereka dalam jangka panjang.

    2. Penilaian dan Pengembangan Diri

    Bukti Karya dapat digunakan sebagai bahan refleksi diri dan pengembangan diri bagi Guru dan Kepala Sekolah.

    Mereka dapat melihat kembali karya-karya mereka dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan untuk mencapai tujuan profesional mereka.

    3. Penilaian Kinerja Guru (PKG)

    Bukti Karya dapat menjadi salah satu instrumen penilaian kinerja guru (PKG).

    Platform ini memungkinkan Guru untuk mengumpulkan bukti konkret terkait kinerjanya, seperti publikasi ilmiah, presentasi, pembelajaran inovatif, prestasi siswa, dan lain sebagainya.

    4. Inspirasi dan Motivasi

    Bukti Karya dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi Guru dan Kepala Sekolah lain untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

    Platform ini menyediakan ruang bagi mereka untuk berbagi praktik baik dan belajar dari pengalaman satu sama lain.

    5. Transparansi dan Akuntabilitas

    Bukti Karya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja Guru dan Kepala Sekolah.

    Platform ini memungkinkan publik untuk melihat dan menilai karya mereka, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap profesi Guru dan Kepala Sekolah.

    Tips Membuat Bukti Karya

    Berikut beberapa tips untuk membuat Bukti Karya yang berkualitas:

    1. Pilih Karya yang Relevan

    • Pilih karya yang menunjukkan kinerja dan prestasi Anda sebagai Guru atau Kepala Sekolah.
    • Pastikan karya tersebut relevan dengan tujuan dan sasaran Bukti Karya.
    • Berikan contoh konkret yang menunjukkan dampak positif dari karya Anda.

    2. Perhatikan Kualitas Karya

    • Pastikan karya Anda ditulis dengan baik, rapi, dan mudah dipahami.
    • Gunakan format yang sesuai dengan ketentuan platform Bukti Karya.
    • Perhatikan tata bahasa dan ejaan.

    3. Lengkapi Informasi

    • Isi formulir pengunggahan Bukti Karya dengan lengkap dan benar.
    • Sertakan semua informasi yang diperlukan, seperti judul karya, deskripsi, kategori, dan tanggal.
    • Pastikan informasi yang Anda berikan akurat dan dapat diverifikasi.

    4. Gunakan Bukti Pendukung

    • Sertakan bukti pendukung yang memperkuat karya Anda, seperti foto, video, atau dokumen.
    • Pastikan bukti pendukung relevan dan berkualitas tinggi.
    • Berikan keterangan yang jelas untuk setiap bukti pendukung.

    5. Buat Deskripsi yang Menarik

    • Tulis deskripsi yang menarik dan informatif tentang karya Anda.
    • Jelaskan tujuan, manfaat, dan dampak dari karya Anda.
    • Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan menarik untuk dibaca.

    6. Berbagi dan Berkolaborasi

    • Bagikan karya Anda dengan Guru dan Kepala Sekolah lain melalui platform Bukti Karya.
    • Berkolaborasi dengan Guru dan Kepala Sekolah lain untuk membuat karya yang lebih berkualitas.
    • Berikan komentar dan masukan yang konstruktif kepada Guru dan Kepala Sekolah lain.
  • Update Terkini PPDB 2024: Ada Tiga Perubahan Pokok Termasuk Perubahan pada Zonasi

    murid yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mereka berupaya mencari sekolah terbaik.

    Melihat kembali PPDB 2023, masih terdapat beberapa masalah yang perlu diperbaiki oleh pemerintah, salah satunya adalah masalah zonasi.

    Dalam informasi terbaru untuk PPDB 2024, Kementerian Pendidikan telah melakukan beberapa perubahan mendasar untuk memastikan proses pendaftaran siswa ke sekolah baru berjalan dengan lancar.

    PPDB pada tahun 2023 menemui sejumlah kendala yang menjadi sorotan wakil rakyat, mendorong pemerintah untuk melakukan perubahan.

    Pada tahun lalu, Politisi dari PDIP, Puan Maharani, turut menyoroti kekisruhan PPDB, terutama terkait masalah zonasi.

    Merespons evaluasi berbagai aspek pada PPDB tahun 2023, pemerintah mengambil langkah-langkah perubahan mendasar untuk pelaksanaan PPDB 2024.

    Perubahan-perubahan tersebut akan diimplementasikan oleh penyelenggara PPDB di tingkat pemerintah daerah. Sebagai contoh, Provinsi Jawa Timur baru-baru ini secara aktif menggelar sosialisasi PPDB 2024.

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengungkapkan bahwa terdapat setidaknya tiga perubahan signifikan dalam PPDB 2024.

    Aries menyebutkan salah satu perubahan paling mendasar dalam PPDB untuk tahun ajaran 2024-2025 terletak pada sistem zonasi.

    “Zonasi bukan lagi zona kabupaten atau kota, tapi berdasarkan administrasi terkecil, yaitu kelurahan atau desa,” ujar Aries.

    “Penentuan zonasi juga berdasarkan sebaran sekolah, kondisi geografis serta sebaran domisili calon peserta didik,” imbuhnya.

    Aries melanjutkan dengan menyebutkan bahwa perubahan kedua adalah terkait persyaratan Kartu Keluarga (KK).

    Menurutnya, dalam PPDB tahun 2024, persyaratan mencantumkan nama orang tua dalam rapor, ijazah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga menjadi mutlak.

    Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana nama orang tua bisa tidak dicantumkan asalkan Kartu Keluarga berumur lebih dari satu tahun.

    Sementara yang ketiga adalah penghapusan Kartu Indonesia Sehat dan Surat Keterangan Tidak Mampu.

    Menurut Aries, dalam PPDB 2024, persyaratan yang berlaku termasuk Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

    Itulah tiga perubahan pokok dalam PPDB 2024 yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat menyampaikan sosialisasi PPDB pada hari Rabu, 7 Februari 2024, di Gedung Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

    sumber: dindik.jatimprov.go.id

  • Lembaga Pendidikan Ma'arif PBNU Bentuk Tim Khusus untuk Cegah Perundungan di Sekolah

    Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif PBNU) telah membentuk Satuan Tugas Ma’arif Bermartabat sebagai langkah pencegahan terhadap kekerasan, perundungan, dan intoleransi di lingkungan pendidikan.

    M Ali Ramdhani, Ketua LP Ma’arif PBNU, menegaskan urgensi usaha untuk mengatasi isu-isu tersebut di dunia pendidikan.

    “Untuk itu, kita harus bersatu, lintas sektoral untuk mengatasi masalah ini,” ujar Ali dikutip dari Antara, Kamis (7/3/2024).

    Baca juga: Komisi X Dorong Penguatan Peran Guru BK untuk Cegah Perundungan yang Marak Terjadi di Sekolah

    Menurutnya masalah kekerasan dan perundungan tidak hanya merusak proses belajar mengajar, tetapi juga mengancam kesejahteraan psikologis siswa.

    Dengan membentuk Satuan Tugas Ma’arif Bermartabat, LP Ma’arif NU PBNU berkomitmen untuk tidak hanya mendukung upaya pemerintah, tetapi juga secara proaktif mencegah dan menanggulangi permasalahan tersebut di lingkungan pendidikan.

    “Lebih khusus satuan pendidikan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU,” ungkapnya.

    Pemberian bekal kepada pengurus terus dilakukan agar mereka dapat berperan sebagai fasilitator di tingkat nasional.

    Baca juga: Jadwal Libur Awal Puasa hingga Cuti Bersama Tahun 2024, Cek di Sini

    Selanjutnya, dilaksanakan pelatihan kepemimpinan untuk kepala sekolah dalam merancang visi anti kekerasan.

    Disamping itu, diberikan instruksi kepada guru dan orang tua mengenai strategi pencegahan yang efektif.

    Akhirnya, siswa diberi bekal keterampilan untuk menjadi tutor sebaya dan agen perubahan positif.

    Dukungan yang kuat untuk inisiatif ini juga diterima dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Kedua kementerian tersebut telah mengeluarkan regulasi guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

  • 8 Sekolah Kedinasan di Kemenhub yang Kurang Diminati Tahun 2024

    Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan dibuka pada bulan Maret-April 2024.

    Kemenhub menawarkan sebanyak 22 sekolah kedinasan, menjadi jumlah terbanyak dibandingkan kementerian atau badan lainnya dengan jenjang D3 dan D4.

    Siswa lulusan SMA/SMK/MA berhak memilih sekolah kedinasan Kemenhub yang berfokus pada bidang matra darat, laut, dan udara.

    Meskipun tersedia beragam pilihan, dari 22 sekolah tersebut, beberapa di antaranya mengalami kurangnya minat dari calon siswa.

    Baca juga: 10 Mitos dan Fakta Seputar Sekolah Kedinasan yang Perlu Kamu Ketahui

    Sebelum mengetahui sekolah yang kurang diminati, penting untuk mengenal daftar lengkap sekolah kedinasan yang tersedia.

    1. Politeknik Transportasi Darat Indonesia
    2. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
    3. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal
    4. Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang (Poltektrans SDP) Palembang
    5. Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
    6. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta 7. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
    8. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya
    9. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
    10. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat
    11. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
    12. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
    13. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
    14. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
    15. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara
    16. Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
    17. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
    18. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
    19. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
    20. Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi
    21. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Jayapura
    22. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang

    Baca juga: 10 Prospek Kerja Sekolah Kedinasan yang Jenjang Kariernya Jelas

    Berdasarkan data terakhir Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tahun 2023, beberapa sekolah kedinasan mencatat tingkat peminatan yang rendah. Berikut rinciannya:

    1. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong

    • Jumlah pendaftar: 249
    • Jumlah yang sudah submit: 210

    2. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong

    • Jumlah pendaftar: 409
    • Jumlah yang sudah submit: 376

    3. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara

    • Jumlah pendaftar: 416
    • Jumlah yang sudah submit: 389

    4. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten

    • Jumlah pendaftar: 563
    • Jumlah yang sudah submit : 452

    5. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh

    • Jumlah pendaftar: 564
    • Jumlah yang sudah submit: 210

    6. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura

    • Jumlah pendaftar: 599
    • Jumlah yang sudah submit: 494

    7. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat

    • Jumlah pendaftar: 718
    • Jumlah yang sudah submit: 599

    8. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya

    • Jumlah pendaftar: 754
    • Jumlah yang sudah submit: 626
  • Apa Saja Upaya yang Akan Anda Lakukan untuk Mempelajari Target Perilaku?

    Ketika mengisi formulir Pelaksanaan Kinerja PMM, guru akan dihadapkan pada pertanyaan mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk memahami perilaku yang ditargetkan.

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut merujuk pada keputusan yang telah diambil oleh guru sebelumnya. Aspek penilaian ini dapat menjadi kunci untuk meraih hasil pelaksanaan kinerja yang optimal.

    Pastikan Anda telah memberikan jawaban yang benar ketika mengisinya. Sebab, opsi “target perilaku” dapat menjadi petunjuk penting bagi guru dalam mencapai tujuan kinerjanya.

    Berikut adalah contoh jawaban dari soal apa saja upaya yang akan anda lakukan untuk mempelajari target perilaku?

    1. Memahami Standar Kompetensi Guru

    Langkah yang dapat diambil adalah memahami secara menyeluruh standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, Anda dapat menetapkan target perilaku yang sesuai.

    2. Mengenali Perilaku yang Sesuai dengan Kebutuhan

    Dalam upaya mencapai hal ini, guru perlu mengamati beberapa langkah, termasuk observasi, analisis, dan interaksi langsung dengan siswa. Dengan demikian, guru dapat memperoleh gambaran umum tentang perilaku siswa.

    3. Melakukan Proses Pemberian Tanggapan

    Melibatkan komunikasi terbuka dan memberikan tanggapan secara teratur kepada guru dan kepala sekolah mengenai kemajuan target perilaku yang mereka capai.

    Dengan demikian, semua pihak dapat mengetahui sejauh mana perkembangan target perilaku yang telah diimplementasikan.

    Kemudian, mencari tahu perilaku siswa dapat dilakukan secara efektif melalui praktik umpan balik guru. Pendekatannya adalah memberikan tanggapan positif terhadap kinerja siswa.

    4. Merancang Rencana Kinerja yang Efektif

    Perencanaan harus dipersiapkan dengan cermat untuk mencapai hasil yang optimal. Guru perlu melakukan analisis menyeluruh terhadap kebutuhan kelas, termasuk memperhatikan karakter siswa, tingkat pemahaman, dan tantangan yang dihadapi.

    Selanjutnya, guru juga perlu mengenali indikator perilaku siswa. Kemudian, indikator tersebut harus dipantau dan diamati secara rutin agar perilaku siswa dapat meningkatkan kualitasnya seiring berjalannya waktu.

  • Apa Kegiatan/Programnya? Siapa yang Memprakarsai atau Menggagas Program Tersebut?

    Artikel ini akan membahas mulai dari Modul 3.3 tentang peran Guru Penggerak dalam pengelolaan program yang memberikan dampak positif pada murid.

    Dalam kurikulum Guru Penggerak, terdapat topik yang membicarakan program yang memiliki dampak pada kemajuan murid.

    Kita bisa melakukan refleksi dan memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang telah disiapkan. Berikut contoh jawabannya.

    1. Apa kegiatan/programnya?
    Kegiatan/program esktrakurikuler teater yang dilakukan di sekolah.

    2. Siapa yang memprakarsai atau menggagas program tersebut?
    Program tersebut digagas oleh kepala sekolah bersama dengan para wali kelas dan wali murid.

    3. Berperan sebagai apa ibu/bapak saat itu?
    Saya bersama guru seni erperan sebagai pelatih sekaligus pengawas dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler teater.

    4. Bagaimana perasaan ibu/bapak saat itu?
    Perasaan saya saat itu dipenuhi dengan tantangan karena cukup sulit melatih ekspresi dan penjiwaan murid.

    5. Mengapa pengalaman tersebut berkesan untuk ibu/bapak?
    Pengalaman itu cukup berkesan karena melalui berbagai proses yang penuh perjuangan.

    6. Apa pembelajaran yang ibu/bapak ambil dari kegiatan/ program tersebut?
    Dari kegiatan tersebut, saya belajar tentang pentingnya mengelola emosi ketika murid tidak mau mendengarkan arahan pelatih/pengawas.

    7. Bagaimana pengalaman tersebut berdampak pada ibu/bapak sekarang?
    Pengalaman itu membuat saya jadi lebih sabar serta menjadikan saya sangat mampu bekerja sama dalam sebuah tim.

    8. Apakah berdampak positif atau negatif?
    Dampaknya sangat positif karena memberikan pengalaman baru bagi semua pihak yang terlibat, juga mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan siswa.