Tag: seni budaya

  • Avilla dan Reyhan Raih Gelar Jawara Lomba Bercerita PARFI Banyuwangi

    Avilla dan Reyhan Raih Gelar Jawara Lomba Bercerita PARFI Banyuwangi

    Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Kabupaten Banyuwangi menggelar lomba bercerita bertema kepahlawanan nasional dan perjuangan daerah di Terminal Wisata Terpadu Sobo, Jumat (28/8/2026).

    Kegiatan tersebut mendapat dukungan Bidang Festival Seni Budaya Jawa Timur yang diketuai Laros Dr. Hj. Soekanti Swastika Wati, SH, MM.

    Peserta lomba berasal dari kalangan pelajar dan terbagi dalam dua kategori, yakni SD/MI serta SMP/MA/SMA/SMK.

    Pada kategori SMP/MA/SMA/SMK, juara diraih Reyhan Iftitah Surya dari SMA Muhammadiyah 2 Genteng.

    Ia membawakan kisah perjuangan pasukan Macan Putih dalam Agresi Militer II di wilayah Jalen, Genteng, dengan mengangkat sosok Letkol Baderun dan Kapten Samiran.

    Sementara itu, Avilla Putri Yuwono dari MI Islamiyah Rogojampi menjadi juara pada kategori SD/MI sekaligus memperoleh penghargaan naskah terbaik. Avilla mengangkat kisah Psedo Wilis yang bersumber dari buku Sejarah Seni Budaya Banyuwangi karya Yeti Chotimah.

    Cerita tersebut dibawakannya dengan judul Sayu Wiwit Srikandi Blambangan.

    Prestasi yang diraih keduanya bukan tanpa pengalaman.

    Reyhan dan Avilla sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam seni bertutur dan puisi hingga tingkat Provinsi Jawa Timur.

    Selain para juara utama, panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta lainnya.

    Penghargaan harapan 3 diraih Dzakiyah dari MI Darunnajah 2 Banyuwangi yang membawakan sosok Bung Hatta.

    Sementara Kirana dari SMPN 1 Rogojampi mengangkat kisah Prabu Tawang Alun yang bersumber dari buku Lontar Babad Tawang Alun karya Wiwin Indiarti serta buku Sejarah Seni dan Budaya Banyuwangi karya Yeti Chotimah.

    Yeti Chotimah sendiri diketahui merupakan Ketua MGMP Bahasa Using SMP sekaligus Guru Pendamping Khusus Disabilitas.

    “Terima kasih pelatih yang telaten dan ibu ibu Dharma Wanita Persatuan Bappenda PPD UPT Banyuwsngi yang kompak hingga anak kami percaya diri serta meraih trophy pertama di ajang non akademik bidang seni. Semoga event berikutnya bisa masik 3 besar,” ungkap ibu Kirana, Eka Pujiastuti sembari memeluk anak semata wayangnya sembari menangis haru.

    Penasehat Panitia, Bahtiar Dahlan, SH, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan bercerita, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengenalkan sekaligus meluruskan kembali sejarah perjuangan daerah.

    Menurutnya, materi yang dibawakan para peserta berpotensi dikembangkan menjadi bahan skenario film pendek.

    Para peserta juga berkesempatan mendapat pengalaman lebih jauh di bidang perfilman, termasuk menjadi talent, aktor maupun artis.

    “Kami Terima kasih ke kadisbudpar, bakesbangpol, camat, kolase, Komunitas Kebaya dan Senam serta Mitra sponsor yang partisipasinya dalam lomba bercerita serta nonton bareng Film edukasi Ada Hantu Di Menara Merdu dan Motivasi Disabilitas di SLB PGRI Tegaldlimo,” pungkas aktivis Pemuda Panca Marga ini. (Aguk Wahyu Nuryadi)

  • Lomba Baca Puisi dan Story Telling Tutup Rangkaian Literasi Harjaba ke-254 di Saestwo Cafe Banyuwangi

    Lomba Baca Puisi dan Story Telling Tutup Rangkaian Literasi Harjaba ke-254 di Saestwo Cafe Banyuwangi

    Momentum peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 sekaligus Hari Ibu dimaknai melalui lomba baca puisi dan story telling yang digelar di Saestwo Cafe, Banyuwangi, Sabtu (20/12/2025).

    Dua cabang lomba tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan literasi yang sebelumnya telah berlangsung selama dua hari, 19–20 Desember 2025.

    Lomba baca puisi yang mengangkat karya dari Antologi Gotong Royong serta lomba story telling diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

    Pelaksanaan lomba dimulai pukul 13.00 WIB. Sejumlah peserta datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

    Antusiasme terlihat dari kehadiran peserta yang tidak hanya berasal dari sekitar lokasi kegiatan, tetapi juga dari kecamatan lain.

    Sebelumnya, pada hari pertama, Jumat (19/12/2025), panitia telah menyelenggarakan lomba pidato cilik (pildacil) TPA/TPQ, bercerita menggunakan bahasa Using, serta lomba melukis di kanvas.

    Pelaksanaan hari pertama bertepatan dengan peringatan hari lahir Komunitas Peduli Pendidikan Banyuwangi (KOPPIWANGI) yang ke-10 dan dihadiri Ketua KOPPIWANGI, H. Mujiono, S.H.

    Panitia menyebutkan, lomba baca puisi dan story telling pada hari kedua menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan gagasan, imajinasi, serta kepekaan terhadap nilai-nilai gotong royong.

    Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Banyuwangi menunjukkan bahwa kegiatan literasi masih mendapat perhatian dan minat dari masyarakat..

    Pemenang Lomba Story Telling

    Pemenang lomba story telling event harjaba saestwo cafe

    Juara I: Berlian Ramadhani (MI Darunnajah II)

    Juara II: Queenbe Hilwa Tazkia (SD Lazuardi)

    Juara III: Abdul Ghani Ibrahim (MI Darussalam 1 Kalipuro)

    Harapan I: Adhira Kayyira Luneto

    Harapan II: Zahsy Rouwan Haqueena Yadid

    Harapan III: Chantika Irfa’

    Pemenang Lomba Membaca Puisi

    pemenang lomba baca puisi event harjaba saestwo cafe

    Juara I: Adilla Makhrisza Alharsi (SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya)

    Juara II: Mohammad Rizky Yulleo Altaf (SMK Muhammadiyah 8 Siliragung)

    Juara III: Muhammad Iqbal Maulana (Tenaga Kependidikan SMPN 3 Rogojampi)

    Harapan I: Kristanto (Guru SMA Negeri 1 Bangorejo)

    Harapan II: Farras Aryantaqi (SMK Pelayaran Kalipuro)

    Salah satu juri puisi, Andi Budi Setiawan, S.Pd, menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi.

    “Yang kami lihat bukan hanya teknik, tetapi keberanian peserta dalam menyuarakan nilai gotong royong dan kepekaan mereka terhadap lingkungan sosialnya. Itu yang membuat pembacaan puisi terasa hidup,” ujarnya.

    Sementara itu, ketua panitia menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan ekspresi bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat umum.

    “Melalui kegiatan ini, nilai literasi, seni, dan budaya lokal diharapkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujar ketua panitia, H.M Shodiqin.

    Peringatan Harjaba ke-254 melalui kegiatan lomba literasi ini menjadi salah satu upaya memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan budaya baca, bercerita, dan berkarya di Banyuwangi.

  • Lomba Literasi dan Seni Meriahkan Peringatan Harjaba ke-254 di Saestwo Cafe Banyuwangi

    Lomba Literasi dan Seni Meriahkan Peringatan Harjaba ke-254 di Saestwo Cafe Banyuwangi

    Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254, Saestwo Cafe berkolaborasi dengan komunitas Gotong Royong 45 dan media sastrawacana.id/ menggelar lomba literasi dan seni pada Jumat (19/12/2025).

    Kegiatan ini didukung oleh sejumlah komunitas dan organisasi di Banyuwangi, antara lain BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, Koppiwangi, Gata, Jurnalnews, PERGUNU, ELC Sibon, dan Aura Lentera.

    Rangkaian lomba berlangsung selama dua hari, 19–20 Desember 2025, dengan melibatkan peserta dari kalangan anak-anak hingga dewasa.

    Lomba hari pertama diisi dengan tiga cabang, yakni pidato cilik (pildacil), bercerita menggunakan bahasa Using, serta lomba melukis.

    Lomba Pildacil Harjaba Saestwo Cafe

    Sejak siang, peserta silih berganti tampil di hadapan dewan juri, disaksikan orang tua dan pengunjung kafe yang turut memberi dukungan.

    Sementara itu, untuk hari kedua yang akan digelar hari Sabtu (20/12), panitia menjadwalkan lomba membaca puisi dari buku antologi Gotong Royong yang diterbitkan oleh Penerbit Lintang Banyuwangi dan story telling sebagai penutup rangkaian kegiatan.

    Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua Panitia, H.M. Shodiqin yang juga Owner Saestwo Cafe.

    Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut digelar bukan sekadar untuk memeriahkan Harjaba, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan minat literasi dan apresiasi seni sejak usia dini.

    Lomba Bercerita Using Harjaba Saestwo Cafe

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong tumbuhnya minat literasi dan apresiasi seni sejak usia dini. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitasnya,” ujar Shodiqin.

    Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba ini sekaligus sebagai peringatan momentum Hari Ibu.

    Di sela sambutannya, Shodiqin mengajak seluruh peserta dan panitia menyanyikan lagu Kasih Ibu yang membuat suasana acara terasa lebih hangat dan penuh kebersamaan.

    Selain lomba, kegiatan hari pertama juga dihiasi dengan tasyakuran 10 tahun Koppiwangi (Komunitas Peduli Pendidikan Banyuwangi).

    Tasyakuran tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Koppiwangi Mujiono, S.H., beserta jajaran pengurus dan anggota komunitas.

    Mujiono, S.H menyampaikan bahwa Koppiwangi sejak awal berdiri berkomitmen untuk mendukung akses dan kualitas pendidikan melalui berbagai kegiatan literasi.

    Tasyakuran 10 tahun Koppiwangi

    Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas seperti ini penting untuk menjaga semangat gotong royong dalam dunia pendidikan.

    “Kegiatan seperti ini menjadi contoh bahwa literasi bisa tumbuh dari ruang-ruang alternatif, tidak harus selalu di sekolah atau ruang formal,” ujarnya.

    Kemeriahan acara juga didukung kehadiran pelaku ekonomi kreatif lokal.

    Green Jasmine dan Batik Gerilya tampak membuka lapak di area kegiatan, memamerkan berbagai produk unggulan seperti batik khas Banyuwangi dan aneka kerajinan tangan.

    Kehadiran mereka menambah warna tersendiri sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal kepada masyarakat.

    Pemenang Lomba Melukis Harjaba Saestwo Cafe

    Dari sisi apresiasi peserta, panitia menyediakan berbagai hadiah menarik. Salah satunya dukungan dari PT Tulus Hijrah Baitullah yang memberikan hadiah berupa voucher uang muka (DP) umrah senilai Rp2 juta bagi setiap pemenang lomba.

    Kemudian, khusus untuk lomba pildacil, juara pertama mendapatkan hadiah tambahan berupa voucher menginap di Hotel Aston.

    Hadiah tersebut dipersembahkan oleh Ketua BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, Achmad Sururuddin, S.E., M.Pd., sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi anak-anak di bidang dakwah dan public speaking.

    Panitia berharap, rangkaian lomba ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

    Melalui peringatan Harjaba ke-254, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang bertemu bagi komunitas, orang tua, dan anak-anak untuk bersama-sama menumbuhkan budaya literasi, seni, serta semangat gotong royong di Banyuwangi.