Tag: sepakbola

  • Arti Ditanggunghan dalam Sepak Bola dan Contoh Kasusnya

    Arti Ditanggunghan dalam Sepak Bola dan Contoh Kasusnya

    Dalam dunia sepak bola, ada banyak istilah yang mungkin terdengar asing bagi penggemar baru, salah satu istilah tersebut adalah “ditanggungkan.”

    Istilah tersebut memang tidak sepopuler istilah lain seperti offside, penalti, dan lainnya, sehingga membuat penggemar sering bertanya-tanya apa artinya.

    Apa itu ditangguhkan dalam sepak bola?

    Secara umum, “ditanggungkan” berarti suatu tindakan atau kewajiban yang secara resmi diserahkan atau dijamin oleh pihak tertentu.

    Dalam konteks sepak bola, arti ditangguhkan adalah mengacu pada situasi pertandingan tidak dapat dilanjutkan karena berbagai alasan.

    Penangguhan juga bisa diartikan bahwa pertandingan batal digelar karena berbagai alasan, misalnya faktor cuaca atau kondisi tidak kondusif.

    Pertandingan yang ditangguhkan tersebut akan dijadwal ulang dengan berbagai pertimbangan oleh panitia penyelenggara.

    Contohnya pertandingan Tim A dan Tim B ditangguhkan karena terjadi hujan deras. Maka, pertandingan tersebut akan dilanjutkan jika cuaca sudah membaik.

    Baru-baru ini, pertandingan antara Real Madrid VS Barcelona (4/8/2024) ditangguhkan pada menit ke 13 karena terjadi hujan deras dan petir.

    Contoh lain semisal dua supporter memanas sehingga mengancam keamanan, maka pertandingan biasanya ditangguhkan sampai kondisi menjadi kondusif.

    Sementara dalam segi pemain, ditangguhkan artinya adalah ketika pemain tidak diizinkan bermain untuk sementara waktu.

    Biasanya, ini terjadi karena pelanggaran tertentu yang dilakukan oleh pemain tersebut selama pertandingan.

    Ada beberapa alasan mengapa seorang pemain bisa ditanggungkan, antara lain:

    • Mendapat kartu merah.
    • Mengumpulkan sejumlah kartu kuning tertentu dalam beberapa pertandingan.
    • Melakukan pelanggaran serius di luar lapangan yang dianggap mencemarkan nama baik olahraga.

    Penangguhan biasanya dilakukan oleh badan sepak bola yang berwenang, seperti federasi sepak bola nasional atau liga tempat pemain tersebut bermain.

    Proses ini melibatkan peninjauan ulang kejadian yang terjadi selama pertandingan, dan jika dinilai layak, pemain tersebut akan dihukum dengan penangguhan.

    Durasi penangguhan bisa bervariasi tergantung pada beratnya pelanggaran.

    Misalnya, kartu merah langsung bisa menyebabkan penangguhan satu hingga tiga pertandingan, sementara kasus pelanggaran yang lebih serius bisa menyebabkan penangguhan yang lebih panjang.

    Penangguhan seorang pemain bisa berdampak besar pada tim. Tim harus bermain tanpa pemain tersebut selama masa penangguhan, yang tentu saja bisa melemahkan formasi atau strategi tim.

    Banyak kasus penangguhan yang terkenal dalam sejarah sepak bola, seperti penangguhan Zinedine Zidane setelah insiden “headbutt” di Piala Dunia 2006.

    Contoh-contoh ini menunjukkan betapa seriusnya penangguhan dan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi karir seorang pemain.

    Penangguhan adalah salah satu cara untuk menjaga permainan tetap adil dan sportif.

    Dengan menghukum pelanggaran serius, penangguhan mencegah pemain dari melakukan tindakan yang tidak sportif atau merugikan lawan.

  • 5 Pemain Asia Tenggara yang Pernah Bermain di Klub Top Eropa, Salah Satunya di Manchester City

    Eropa merupakan kiblat sepak bola dunia dan memiliki kompetisi-kompetisi yang sangat hebat, seperti Premier League, La Liga, Bundesliga, dan Serie A.

    Hal ini tentu membuat para pemain di dunia khususnya Asia Tenggara memiliki impian untuk bermain di benua Biru.

    Sebab, menjadi menjadi sebuah kebanggaan apabila pemain yang berasal dari negara kecil di bidang sepak bola seperti Asia Tenggara mampu bermain di kancah Eropa.

    Namun faktanya, ada beberapa pemain dari Asia Tenggara yang berhasil menembus kompetisi bergengsi di Eropa.

    Siapa sajakah mereka? Berikut diantaranya.

    1. Neil Etheridge – Fulham

    Neil Etheridge merupakan seorang pemain sepak bola profesional yang saat ini bermain sebagai penjaga gawang untuk klub kasta kedua liga Inggris, Birmingham City, dan juga tim nasional Filipina.

    Dia merupakan pemain keturunan Inggris – Filipina. Sejak kecil dia telah menimba ilmu di akademi-akademi terbaik di inggris, seperti Chelsea, dan Fulham.

    Pada musim 2010/2011, Fulham yang saat itu bermain di Premier League, mempromosikan Neil Etheridge ke tim utama. Namun, dia dipinjamkan terlebih dahulu ke tim kasta ketiga, Charlton Athletic FC.

    Dia menjalani debut sekaligus laga terakhirnya bersama Fulham di ajang Europa League melawan klub asal Norwegia, Odense Boldklub, yang berakhir dengan skor 2-2.

    2. Thanawat Suengchitthawon – Leicester City

    Thanawat Suengchitthawon merupakan seorang pesepakbola asal Thailand yang saat ini bermain sebagai gelandang serang untuk klub Liga Thailand, Muangthong United.

    Meski lahir di Thailand, Thanawat sejak kecil sudah bergabung dengan akademi sepak bola di Benua Biru, Seperti AS Nancy, dan Leicester City.

    Thanawat bergabung dengan tim Junior Leicester City pada musim 2020/2021. Namun dia lebih sering bermain di tim U-21 daripada di tim utama.

    Dia hanya beberapa kali dimainkan di tim utama, namun hanya di laga uji coba. Dia sempat beberapa kali berada di bangku cadangan dalam laga resmi, namun tidak pernah diturunkan.

    Hingga pada musim 2023/2024, Thanawat diboyong oleh klub asal tanah airnya, Muangthong United secara gratis.

    3. Egy Maulana Vikri – Lechia Gdansk

    Egy Maulana Vikri adalah pemain sepak bola asal Indonesia yang saat ini bermain untuk klub Liga 1 Indonesia, Dewa United, dan merupakan punggawa tim nasional Indonesia.

    Egy merupakan salah satu pemain yang paling berbakat di Indonesia dan selalu menjadi andalan timnas Indonesia di semua kelompok umur.

    Pada Musim 2018/2019, Egy yang saat itu masih berusia 18 tahun, diboyong oleh klub Kasta teratas liga Polandia, Lechia Gdansk.

    Namun, Egy hanya lebih sering bermain di tim cadangan daripada di tim utama. Tercatat, pemain kelahiran Medan ini hanya 11 kali bermain di tim utama Lechia Gdansk.

    Dia menjalankan debutnya ketika Lechia Gdansk bertanding melawan Górnik Zabrze di Liga Polandia musim 2018/2019. Saat itu, Egy hanya dimainkan selama 8 menit saja.

    Setelah 3 musim membela Lechia Gdansk, Egy memutuskan pindah ke beberapa klub di Eropa, seperti FK Senica, dan Zlate Moravce di Liga Slovakia, sebelum akhirnya pulang ke tanah air dan bergabung dengan Dewa United FC.

    4. Faiq Bolkiah – Leicester City

    Faiq Bolkiah merupakan pemain sepak bola asal Brunei Darussalam yang saat ini bermain sebagai gelandang untuk klub Thailand Chonburi dan tim nasional Brunei Darussalam.

    Faiq merupakan salah satu anggota keluarga kerajaan Brunei Darussalam. Maka tak heran jika dia sudah bergabung dengan akademi sepak bola terbaik di Eropa, Seperti Arsenal, Chelsea, dan Leicester City.

    Dia bergabung ke Leicester City pada musim 2015/2016 dari akademi Chelsea. Namun sayangnya, Faiq hanya bermain di tim junior Leicester City dan tidak pernah bermain di tim utama.

    Dia pun kemudian hengkang ke klub Portugal, Marítimo. Namun, nasibnya sama seperti ketika di Leicester City.

    Hingga pada musim 2021/2022, dia akhirnya pindah ke Liga Thailand dan bergabung dengan FC Chonburi.

    5. Teerasil Dangda – Manchester City

    Teerasil Dangda merupakan seorang pemain sepak bola asal Thailand yang saat ini bermain sebagai penyerang untuk klub Liga Thailand, BG Pathum United, serta untuk tim nasional Thailand.

    Pada Musim 2007/2008, Teerasil yang saat itu masih berusia 19 tahun, direkrut oleh salah satu klub top di Inggris, Manchester City.

    Dia bergabung bersama 2 rekannya yang sama-sama berasal dari negeri gajah putih, yakni Kiatprawut Saiwaeo, dan Suree Sukha.

    Usut punya usut, ternyata kedatangan dari ketiga pemain Thailand ini tidak lain karena peran dari mantan perdana menteri Thailand saat itu, Thaksin Shinawaatra yang telah membeli klub tersebut.

    Namun karena tidak memiliki izin kerja di Inggris, ketiga pemain tersebut tidak penah bermain di tim asal kota Manchester tersebut.

    Mereka pun akhirnya pulang ke Thailand dan memperkuat tim-tim di Liga Thailand.

    Akan tetapi, Teerasil nampaknya masih ingin bermain di luar negri terlebih dahulu.

    Tercatat, dia pernah memperkuat UD Almería di liga Spanyol, dan Sanfrecce Hiroshima di liga Jepang, sebelum akhirnya kembali ke Thailand dan bermain untuk Muangthong United.

    Itulah 5 pemain Asia Tenggara yang pernah bermain di klub top Eropa. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Fakta Menarik Kylian Mbappe, Salah Satunya Mengidolakan Ronaldo

    Kylian Mbappé adalah pemain sepak bola asal Prancis yang saat ini memperkuat Paris Saint-Germain dan tim nasional Prancis.

    Mbappe dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia karena memiliki kemampuan menggiring bola dan kecepatan yang luar biasa.

    Meski namanya sudah dikenal, ada beberapa fakta menarik tentang Mbappe yang jarang diketahui. Apa saja fakta tersebut? berikut penjelasannya.

    1. Berhasil menjuarai Piala dunia di usia 18 Tahun

    Mbappe adalah bagian dari tim nasional Prancis ketika menjuarai Piala Dunia 2018.

    Saat itu Mbappe masih berusia 18 tahun dan menjadi pemain Prancis termuda yang pernah bermain dan memenangkan piala dunia.

    Selama turnamen, Mbappe mencetak empat gol dan mendapatkan penghargaan Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2018.

    2. Mengidolakan Cristiano Ronaldo

    Mbappe mengaku bahwa dia merupakan penggemar legenda Portugal, Cristiano Ronaldo.

    Mbappe juga mengatakan bahwa dia tumbuh dengan mengidolakan Ronaldo. Bahkan, banyak foto Ronaldo yang dipajang di kamarnya.

    3. Memiliki banyak mobil mewah

    Dengan kemampuan mengolah kulit bundar di atas rata-rata, tak heran jika Mbappe digaji dengan nominal yang fantastis.

    Dilansir dari wikipedia, Mbappe mendulang gaji sebesar 72 juta Euro atau setara dengan 1,2 triliun rupiah per tahun.

    Maka tak heran, jika dia memiliki banyak mobil mewah di garasinya seperti Ferrari 488 Pista dan Mercedes V Class.

    4. Merupakan produk Akademi AS Monaco

    Pada 2010, ketika berusia 12 tahun, Mbappe pindah ke Akademi Clairefontaine.

    Di sana dia berlatih selama tiga tahun, sebelum akhirnya bergabung dengan akademi AS Monaco.

    Hingga pada tahun 2015 ketika dia berusia 16 tahun, Mbappe berhasil menjalankan laga debutnya di level senior bersama AS Monaco.

    5. Berhasil membawa Prancis 2 kali ke final piala dunia

    Mbappe berhasil 2 kali membawa Prancis ke final Piala Dunia berturut-turut pada edisi 2018 dan 2022.

    Dia juga berhasil mencetak gol di dua final tersebut. Bahkan di final edisi 2022, ia berhasil mencetak hat-trick ketika menghadapi Argentina yang diperkuat oleh Lionel Messi.

    Namun, sayangnya Mbappe gagal memberikan gelar juara kepada negaranya setelah kalah dalam drama adu penalti.

    itulah 5 fakta tentang Kylian Mbappe yang jarang diketahui. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani