Tag: sikap

  • 9 Ciri-Ciri Orang yang Rendah Hati, Kamu Termasuk?

    9 Ciri-Ciri Orang yang Rendah Hati, Kamu Termasuk?

    Orang yang rendah hati cenderung mudah diterima oleh orang lain dimanapun ia berada. Maka, sejak kecil, seseorang diajarkan untuk rendah hati.

    Bahkan, perihal rendah hati selalu dituturkan oleh guru sejak Sekolah Dasar karena menjadi orang yang rendah hati adalah keharusan untuk menciptakan hubungan harmonis terhadap masyarakat.

    Lantas, apa saja ciri-ciri orang yang rendah hati? Berikut diantaranya:

    1. Tidak memiliki sifat sombong

    Seseorang yang rendah hati tidak akan memamerkan apa yang dimiliki. Walaupun ia punya pencapaian besar, tetap bisa menempatkan diri dan tidak membuat orang lain merasa rendah.

    Misalnya, seorang siswa juara kelas tetap mau bermain dan belajar bersama teman-temannya tanpa merasa lebih pintar. Ia sadar bahwa di atas langit masih ada langit, dan selalu ada orang lain yang lebih hebat.

    2. Menerima kritik dan masukan dengan baik

    Orang yang rendah hati tidak pernah merasa paling benar. Jika ada masukan dari orang lain, ia menerimanya dengan lapang dada.

    Contohnya, seorang karyawan yang ditegur atas pekerjaannya tidak marah atau membela diri berlebihan, melainkan memperbaiki kesalahan dan berterima kasih kepada rekan yang mengingatkan.

    3. Tidak suka membanding-bandingkan

    Mereka yang rendah hati mampu menerima perbedaan. Ia tidak merasa harus selalu unggul dalam segala hal.

    Misalnya, ketika melihat temannya membeli barang baru, ia tidak merasa minder atau berusaha pamer barang lain untuk bersaing. Ia lebih memilih untuk ikut senang atas kebahagiaan orang lain.

    4. Memberikan porsi lebih kepada orang lain

    Sifat rendah hati juga terlihat ketika seseorang mendahulukan orang lain. Contoh sederhana, saat dalam diskusi kelompok, ia lebih banyak mendengarkan orang lain berbicara sebelum menyampaikan pendapat.

    Atau ketika makan bersama, ia lebih dulu menyilakan orang lain mengambil makanan sebelum dirinya.

    5. Menunjukkan empati terhadap orang lain

    Orang yang rendah hati biasanya mudah tersentuh dengan keadaan sekitar. Ketika ada temannya sedang kesulitan, ia berusaha membantu semampunya.

    Misalnya, saat melihat temannya kesulitan mengerjakan tugas, ia menawarkan diri untuk menjelaskan, bukan sekadar menonton atau meremehkan.

    6. Tidak mudah tersinggung

    Ciri berikutnya adalah tidak cepat marah hanya karena hal sepele. Mereka yang rendah hati memahami bahwa tidak semua perkataan orang harus ditanggapi serius. Misalnya, jika ada gurauan kecil, ia memilih tertawa bersama daripada merasa sakit hati.

    7. Selalu mau belajar dan meningkatkan diri

    Kerendahan hati membuat seseorang tidak cepat puas. Walaupun sudah memiliki banyak pengetahuan, ia tetap merasa perlu belajar dari orang lain.

    Misalnya, seorang dosen yang sudah berpengalaman tetap mau mendengar masukan dari mahasiswa atau membaca buku baru untuk memperluas wawasan.

    8. Berusaha memahami pandangan orang lain

    Orang yang rendah hati tidak memaksakan pendapatnya sendiri. Ia menghargai cara berpikir orang lain meskipun berbeda.

    Misalnya, dalam sebuah diskusi, ia tidak langsung menolak pendapat lawan bicara, tetapi mencoba memahami alasan di balik pandangan tersebut.

    9. Selalu memberi apresiasi pada orang lain

    Kerendahan hati juga tercermin dari kebiasaan memberi penghargaan. Walau pencapaiannya lebih besar, ia tetap mau memuji keberhasilan orang lain.

    Misalnya, seorang manajer memuji kerja keras timnya saat proyek berhasil, bukan hanya menonjolkan dirinya sendiri.

    Beberapa ciri-ciri di atas menunjukkan bahwa seseorang yang rendah hati memiliki sikap yang baik dan mudah diterima oleh orang lain.

    Mereka juga dapat membantu membangun suasana yang harmonis dan saling menghormati satu sama lain.

  • 6 Hal yang Bisa Membuat Orang Lain Terpesona Denganmu

    Mungkin selama ini masih banyak orang yang mengira dan menganggap jika wajah adalah salah satu modal utama dalam menarik perhatian serta mendapatkan simpati orang lain.

    Oleh karenanya tak heran jika begitu banyak orang yang berlomba-lomba dalam merias wajah agar terlihat lebih menarik.

    Bahkan, ada sebagian orang yang rela mengeluarkan uang dengan jumlah yang cukup banyak hanya untuk memperindah wajahnya, seperti operasi plastik serta tarik benang.

    Selain merogoh kocek, tentu saja tindakan tersebut memiliki risiko dalam jangka panjang. Padahal, sebenarnya untuk mendapat simpati dari orang lain tidak hanya dari wajah saja.

    Cara Membuat Orang Lain Terpesona

    Masih ada hal lain dalam diri yang terbukti bisa membuat orang lain terpesona dan suka kepada kita. Apa saja cara tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Tingkah Laku

    Hal pertama yang bisa membuat semua orang menjadi simpati kepada kita adalah dari tingkah laku. Ketika kita memiliki tingkah laku yang sopan, beretika, dan menghargai orang lain, maka secara otomatis orang lain pun akan melakukan hal yang sama.

    Begitu juga ketika kita gemar menolong, maka akan sangat banyak yang respect dan peduli terhadap kita sehingga suatu saat nanti saat kita sedang kesusahan, maka akan ada banyak orang yang juga akan menolong.

    2. Cara Bicara

    Pernahkah kita mengagumi seseorang hanya karena mendengar ucapannya saja? Hal itu menjadi salah satu penanda bahwa indera pendengaran kita sebenarnya turut andil dalam membangun sebuah hubungan.

    Jadi, sebenarnya dengan menata cara bicara, menggunakan diksi yang tepat, serta nada yang penuh santun sudah bisa membuat orang lain menjadi simpati kepada kita.

    3. Cara Berpenampilan

    Selanjutnya, kita juga bisa menjaga cara berpenampilan dengan menggunakan pakaian yang layak pakai. Tidak perlu bagus atau mewah, asal layak pakai dan sopan, itu sudah cukup.

    Hal ini berlaku juga saat kita melamar pekerjaan, di mana pimpinan perusahaan akan suka dengan orang berpenampilan rapi karena hal itu merupakan gambaran dari kedisiplinan diri. Jadi, perbaiki penampilan dan kenakan pakaian yang tepat dan tidak berlebihan.

    4. Cara Berpikir

    Hal ini adalah yang cukup penting dan sering diabaikan. Sebenarnya rasa kagum kepada seseorang yang pintar akan lebih besar daripada rasa kagum kepada orang yang cantik atau tampan.

    Perlu diingat, kesuksesan bukan berasal dari seberapa tampan wajah seseorang, tapi seberapa mampu seseorang tersebut untuk menggapai kesuksesan itu sendiri.

    Semakin banyak ilmunya, maka semakin dia mampu untuk menjangkau hal yang tidak bisa dijangkau orang lain.

    5. Rajin Beribadah

    Orang yang rajin beribadah juga akan mendapatkan simpati dari orang lain. Bahkan, tak jarang juga seseorang tersebut sering dijadikan panutan dari rekan sejawat. Sebab, manusia hidup di dunia ini tidak melulu soal materi, tapi juga rohani serta religi. Bahkan, orang yang rajin ibadah tidak hanya disukai saja, tapi juga akan dihormati oleh orang lain.

    6. Kesuksesan

    Yang terakhir adalah kesuksesan. Tidak bisa dipungkiri jika orang sukses selalu menjadi panutan serta inspirasi bagi orang banyak.

    Oleh karenanya ketika ada orang sukses, maka lingkungan sekitar akan menyukainya karena bisa menjadi contoh untuk mencapai kesuksesan. Jadi, gapailah suksesmu dan jadilah inspirasi bagi banyak orang.

    Nah, itulah beberapa hal yang bisa membuat orang lain terpesona tanpa mengandalkan wajah saja. Jadi, sudah siap membuat orang lain terpesona?

    Author  : Maulana Affandi

  • Perbedaan Orang Pintar dan Orang Sok Pintar yang Harus Kamu Ketahui

    Bicara tentang pertemanan, tentu saja kamu punya banyak teman dengan berbagai karakter masing-masing bukan? Ada teman yang memang benar-benar pintar, ada pula teman yang pura-pura pintar alias sok pintar.

    Menjadi seseorang yang pintar adalah sebuah pencapaian. Sebab pada dasarnya semua orang bisa pintar, tergantung dari usaha dan perjuangan seseorang itu sendiri dalam menggapai kepintaran.

    Namun, yang menyebalkan adalah ketika ada seseorang kurang pintar, tapi lagaknya sok pintar. Bukannya mendapat simpati dari orang sekitar, orang-orang seperti ini justru akan dikucilkan. Bahkan parahnya lagi dia tidak akan dihiraukan karena semua ucapannya hanya dianggap omong kosong belaka.

    Nah, apa saja perbedaan antara orang pintar dan orang yang sok pintar? Berikut diantaranya:

    Orang Pintar

    • Tidak banyak bicara, cenderung lebih diam.
    • Tidak suka menggurui orang lain.
    • Tidak suka pamer apa yang dia punya.
    • Tidak menunjukkan apa yang dia bisa.
    • Tidak pernah memaksa untuk diakui.
    • Tidak merasa paling pintar daripada orang lain
    • Selalu menerima arahan, kritik, serta saram
    • Selalu merasa kurang dalam ilmu.
    • Kemauan belajar yang tinggi.
    • Tidak pilih-pilih dalam berteman.
    • Tidak suka berdebat hal yang tidak penting.
    • Menyembunyikan pencapaiannya.
    • Tidak menganganggap orang lain lebih buruk daripada dirinya.

    Orang Sok Pintar

    • Banyak bicara, walau berkenaan dengan hal yang tidak dia pahami.
    • Suka menggurui orang lain.
    • Suka memberi informasi walau tidak sedang ditanya.
    • Suka menjawab sesuatu yang bukan ditujukan kepadanya.
    • Menganggap bisa menyelesaikan semua.
    • Selalu haus akan ilmu dan mempelajari hal baru.
    • Menganggap orang lain lebih rendah ilmunya.
    • Selalu ngotot agar orang lain mengakuinya.
    • Biasanya suka pilih-pilih dalam berteman.
    • Tidak suka menerima arahan, kritik, serta saran.
    • Merasa orang yang penting dan dibutuhkan.
    • Cenderung suka ngeyel dengan pendapat orang lain.
    • Menunjukkan prestasinya kepada orang lain.

    Nah, itulah beberapa perbedaan orang pintar dan orang yang sok pintar yang harus kamu ketahui. Jadi, lebih baik menjadi orang pintar atau sok pintar?

  • Kenapa Orang Suka Pamer? Inilah 7 Alasannya

    Pamer adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk menyombongkan diri dengan menunjukkan segala yang dimiliki, baik itu berupa kecerdasan intelektual, hubungan asmara, maupun materi.

    Sebab, pamer tidak hanya berkutat pada barang yang dimiliki saja, tapi juga kadang pamer masalah hubungan juga.

    Untuk saat ini, kebiasaan pamer semakin menjadi-jadi. Apalagi dengan adanya sosial media, sehingga kebanyakan orang bisa pamer kapanpun di akun pribadinya.

    Alasan Orang Suka Pamer

    Lantas, apa sih tujuan mereka? Kenapa kok suka sekali pamer? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa alasan kenapa orang suka pamer.

    1. Cenderung Ingin Diakui

    Hal pertama yang membuat kebanyakan orang suka pamer adalah rasa ingin diakui. Mereka ingin diakui jika mereka bisa, punya, dan mampu. Semakin banyak reaksi dari orang lain, maka mereka pun akan semakin bangga karena menggap dirinya sudah diakui oleh orang lain.

    2. Mencari Perhatian

    Banyak juga orang yang suka pamer untuk mencari perhatian. Hal tersebut mungkin dikarenakan kehidupannya yang jarang diperhatikan oleh orang lain, maka dia mencari perhatian dengan cara tersebut.

    3. Membranding Diri

    Sebenarnya ada juga orang yang suka pamer hanya untuk membranding dirinya sendiri. Jadi, mereka fokus membentuk karakter diri di mata orang lain. Misalnya, seseorang suka pamer barang mewah, maka sebenarnya dia ingin memberi tahu orang lain bahwasanya dia suka dengan barang-barang bernuansa mewah.

    4. Ingin Mendapat Pujian

    Orang yang haus akan pujian akan terus memamerkan segala sesuatu yang dia miliki. Tapi sayangnya ketika dia sudah menerima pujian, bukan rasa puas yang didapatkan. Justru dia akan ketagihan sehingga semakin haus akan pujian dengan terus memamerkan sesuatu yang dianggapnya mewah.

    5. Ingin Membalas Dendam

    Ada juga orang yang suka pamer hanya untuk balas dendam. Mungkin di masa lalu dia pernah disakiti oleh orang lain karena keadaan. Nah, ketika kondisinya sudah membaik, maka dia ingin membalas dendam dengan cara memberi tahu orang tersebut bahwa dirinya sudah sejahtera.

    6. Membuat Orang Lain Iri

    Selanjutnya, orang suka pamer juga kadang punya maksud untuk membuat orang lain iri. Dia memamerkan harta, kekasih, atau pendidikan untuk membuat orang lain iri. Padahal dia sendiri tidak sadar, kalau sebenarnya hidupnya penuh dengan sandiwara saja.

    7. Kode Keras

    Alasan yang satu ini juga sering tersirat dari kebiasaan pamer. Di mana dia ingin memberikan informasi bahwasanya saat ini dia sudah bahagia. Misalnya ada gadis yang pamer kemesraan di media sosial. Bisa jadi dia ingin memberi kode kepada mantannya jika saat ini dia lebih bahagia daripada dulu.

    Author  : Maulana Affandi