Tag: smkpro

  • Generasi Muda Unjuk Geliat Kreativitas dalam Ajang SCOTH 2025 Poliwangi

    Generasi Muda Unjuk Geliat Kreativitas dalam Ajang SCOTH 2025 Poliwangi

    Di tengah derasnya perubahan zaman, ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan menjadi semakin berharga.

    Hal itu tampak jelas pada Kamis (20/11), ketika puluhan siswa dari berbagai sekolah di Banyuwangi berkumpul dalam ajang SCOTH 2025, kompetisi tahunan yang digelar Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

    Ajang yang telah menjadi agenda tahunan ini menghadirkan tiga sub lomba: Cooking Competition, Table Set Up, dan Videography.

    Bertempat di lingkungan kampus Poliwangi, event ini sepenuhnya dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Pariwisata.

    Sebanyak kurang lebih 44 peserta dari SMK, SMA, dan MA se-Banyuwangi ikut bersaing menunjukkan kemampuan terbaik di bidangnya masing-masing.

    Acara dibuka pukul 08.00 WIB oleh mahasiswa Poliwangi selaku MC, dilanjutkan sambutan Rektor Poliwangi, Ir. Shofi’ul Amin, S.T., M.T., dan pembukaan resmi oleh Ketua Jurusan Pariwisata, Adetiya Prananda Putra, S.T., M.T.

    Usai pembukaan, perlombaan dimulai di tiga lokasi berbeda: Cooking Competition di Aula Abdullah Azwar Anas, Table Set Up di Resto Hotel Poliwangi Jinggo, dan Videography yang memanfaatkan berbagai sudut kampus sebagai objek pengambilan gambar.

    SMK PGRI Rogojampi di SCOTH 2025 Poliwangi

    Dari SMK PGRI Rogojampi (SMKPRO), tiga kelompok turut ambil bagian. Sub lomba Videography diwakili Muhammad Farhan Fauzi, Muhammad Rifan, dan Alex Siew Afrizal (XI DKV).

    Untuk Cooking Competition, peserta adalah Dian Prakoso (XI KLN 1) dan Zahra Ferdila Sandy (X KLN 2).

    Sementara Table Set Up diikuti Parila Mutiara Surga (XI KLN 2) dan Ratu Suci Hariyati (XI PHT 2).

    Selama kompetisi, mahasiswa Poliwangi mendampingi para peserta untuk memastikan jalannya perlombaan berlangsung tertib dan profesional.

    Durasi perlombaan diatur ketat: cooking memberi waktu 10 menit untuk persiapan bahan dan 1 jam untuk memasak; table set up diberi alokasi waktu 10 menit; sementara videography memiliki waktu editing 1 jam 10 menit.

    Ketentuan ini menghadirkan atmosfer kompetitif yang menuntut ketelitian sekaligus kreativitas peserta.

    “Anak-anak ini datang bukan hanya untuk bertanding, tapi untuk belajar bahwa kerja keras selalu berbuah hasil,” ujar salah satu pendamping lomba yang turut mengawal jalannya kegiatan.

    Menjelang sore, tepat pukul 15.30 WIB, seluruh rangkaian lomba ditutup melalui acara closing yang dimeriahkan penampilan musik akustik mahasiswa Poliwangi.

    Momen yang paling ditunggu pun tiba: pengumuman pemenang. Kabar membanggakan datang untuk SMKPRO, yang sukses membawa pulang sejumlah prestasi.

    Muhammad Farhan Fauzi keluar sebagai Juara 1 Videography, sementara dari cabang Cooking, Dian Prakoso dan Zahra Ferdila Sandy meraih Juara 3.

    Di sisi lain, Ratu Suci Hariyati berhasil memperoleh Juara 3 Table Set Up.

    Para pemenang kemudian menerima medali sesuai pencapaiannya, mulai dari emas untuk juara pertama dan perunggu untuk juara ketiga serta dilengkapi dengan uang pembinaan dan sertifikat penghargaan

    Lebih dari sekadar kompetisi, SCOTH 2025 menghadirkan ruang perjumpaan bagi para pelajar untuk belajar menghargai proses, menjunjung sportivitas, dan menumbuhkan keberanian berkarya.

    Dari kompetisi ini, terlihat dengan jelas bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki potensi besar yang siap berkembang ketika diberi ruang dan kesempatan.

    Pada akhirnya, SCOTH 2025 bukan hanya peristiwa tentang siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang berani mencoba.

    Para peserta pulang dengan kepala tegak, bukan hanya karena medali yang mereka bawa, tetapi karena pengalaman berharga yang akan terus menuntun mereka dalam perjalanan panjang menuju masa depan.

    Dan dari Poliwangi hari itu, sebuah pesan sederhana kembali menggaung: mimpi selalu menemukan jalannya, selama kita terus melangkah.

  • Merah Putih Berkibar Megah, SMK PGRI Rogojampi Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Khidmat

    Merah Putih Berkibar Megah, SMK PGRI Rogojampi Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Khidmat

    Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dikenal sebagai Hari Proklamasi.

    Peringatan ini menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

    Melalui upacara bendera, semangat nasionalisme dan cinta tanah air kembali digelorakan.

    Seluruh civitas akademika SMK PGRI Rogojampi turut serta dalam peringatan ini dengan mengikuti upacara kemerdekaan yang dilaksanakan pada Minggu, 17 Agustus 2025, di lapangan utama SMKPRO.

    Pelaksanaan upacara tersebut mengacu pada nota dinas Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas Wilayah Kabupaten/Kota se-Jatim serta kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta.

    Upacara HUT RI ke-80 di SMK PGRI Rogojampi

    Upacara tersebut diikuti oleh peserta didik kelas X hingga XII, beserta jajaran guru dan karyawan SMKPRO.

    Kehadiran mereka mencerminkan kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen sekolah dalam memperingati momen bersejarah bagi bangsa.

    Pelaksanaan upacara berjalan khidmat dan penuh tanggung jawab. Para peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib, sementara pemimpin upacara memimpin jalannya prosesi dengan tegas dan lantang.

    Momen paling mengharukan terjadi ketika petugas bendera dengan penuh kebanggaan mengibarkan Sang Merah Putih, disambut dengan sikap hormat seluruh peserta.

    Ada yang berbeda dari upacara tahun ini. Sebanyak 10 personel pasukan Paskibraka SMK PGRI Rogojampi dilibatkan dalam prosesi, termasuk tiga orang yang dipercaya sebagai pengibar bendera.

    Kehadiran mereka menambah khidmat jalannya upacara sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah.

    Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si., menyampaikan pesan penuh makna kepada peserta upacara.

    “Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini bukan sesuatu yang gratis, melainkan anugerah Allah SWT melalui perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga. Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif dan bermanfaat,” ujarnya.

    H. Danang Bagiono, S.Si
    H. Danang Bagiono, S.Si (Dok. sastrawacana.id/)

    Ia juga menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk melaksanakan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab demi masa depan bangsa.

    Harapan besar disampaikan agar seluruh civitas SMK PGRI Rogojampi mampu meneladani perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan nilai-nilai kemerdekaan sesuai Pancasila dan UUD 1945.

    Upacara ditutup dengan pembacaan doa bagi para pahlawan bangsa, para pendidik, orang tua, serta seluruh peserta didik SMKPRO.

    Sebagai ungkapan syukur, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng yang menambah kekhidmatan sekaligus kegembiraan acara peringatan HUT ke-80 RI.

    Penulis: Andi BS.

  • Sambut Siswa Baru, SMKPRO Tanamkan Sekolah Ramah dan Berkarakter

    Sambut Siswa Baru, SMKPRO Tanamkan Sekolah Ramah dan Berkarakter

    Rogojampi, Senin 14 Juli 2025 – Langit mendung dan rintik hujan pagi itu tidak mampu meredupkan semangat dari 447 peserta didik baru SMK PGRI Rogojampi yang memadati lapangan sekolah.

    Mereka mengikuti dengan khidmat Upacara Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2025–2026 dengan tema “MPLS Ramah”.

    Senyum-senyum muda yang penuh harap menyambut hari pertama mereka sebagai keluarga besar SMKPRO.

    Tahun ini, SMK PGRI Rogojampi menerima peserta didik dari enam jurusan unggulan:

    1. Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL),
    2. Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB),
    3. Pemasaran,
    4. Desain Komunikasi Visual (DKV),
    5. Kuliner, serta
    6. Perhotelan.

    Meningkatnya jumlah peserta didik baru menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap kualitas pendidikan dan karakter yang dibangun oleh SMK PGRI Rogojampi.

    Upacara yang dipimpin oleh Ketua YPLP Dasmen PGRI Jawa Timur Badan Pelaksana Harian Kabupaten Banyuwangi, Supriyadi, S.Pd., M.Pd., menjadi momentum penting bagi sekolah. Dalam amanatnya, ia menekankan bahaya laten judi online yang mulai menyasar usia pelajar.

    Deklarasi Anti Judi Online SMK PGRI Rogojampi
    Deklarasi Anti Judi Online SMK PGRI Rogojampi (Dok. sastrawacana.id/)

    "Judi online bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membunuh masa depan. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya nilai dan integritas, tempat belajar yang nyaman untuk meraih masa depan cemerlang. Satu kata, Lawan Judi Online!" tegas Supriyadi dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan peserta upacara, meski tubuh mereka sedikit basah terkena gerimis pagi.

    Rangkaian kegiatan upacara berlangsung khidmat. Petugas upacara dari OSIS Bhakti Taruna SMKPRO menunjukkan kedisiplinan dan ketangguhan, mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang terus dibina.

    Puncak seremoni ditandai dengan pengalungan ID card kepada perwakilan peserta didik baru oleh Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si., sebagai simbol resmi dimulainya MPLS yang ramah dan mendidik.

    Tidak hanya perkenalan lingkungan sekolah, tahun ini MPLS juga menjadi ajang komitmen bersama dalam membina karakter.

    Upacara MPLS SMK PGRI Rogojampi 2025

    Dalam prosesi khusus, digelar Deklarasi Anti Judi Online yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan Ahmad Misadi, S.Pd., SP, dan Kepala Desa Gitik Hamzah, diikuti oleh perwakilan peserta didik dari tiap jurusan dan disaksikan oleh seluruh peserta upacara.

    Kehadiran para guru yang berdiri di depan peserta didik baru, sabar mengikuti kegiatan upacara dengan baju sedikit basah karena hujan, hal ini menjadi gambaran nyata betapa proses pendidikan adalah kerja bersama, yang dimulai dengan kasih, kesabaran, dan keteladanan.

    Kegiatan upacara diakhiri dengan doa bersama, memohon kelancaran seluruh rangkaian MPLS yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

    Bagi para peserta didik baru, inilah babak pertama perjalanan mereka membentuk masa depan yang tidak hanya cakap secara akademik dan vokasi, tetapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan zaman.

    Di tengah derasnya arus digital dan kemudahan akses teknologi, sekolah bukan hanya benteng ilmu, tetapi juga pagar moral. MPLS bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan awal dalam membentuk generasi yang sadar akan nilai.

    Mari kita, sebagai orang tua, pendidik, dan masyarakat, bergandengan tangan mendampingi anak-anak kita agar tumbuh menjadi pribadi yang unggul, mandiri, dan bermartabat.