Tag: smp 3 rogojampi

  • Peringatan HGN 2025 di SMPN 3 Rogojampi Jadi Ajang Apresiasi Guru dan Kreativitas Siswa

    Peringatan HGN 2025 di SMPN 3 Rogojampi Jadi Ajang Apresiasi Guru dan Kreativitas Siswa

    Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan HUT PGRI ke-80 di halaman SMPN 3 Rogojampi berlangsung khidmat pada Selasa (25/11/2025).

    Menariknya, seluruh petugas upacara berasal dari para guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang beralamat di Jl. Ki Hajar Diponegoro 18-A, Desa Gitik.

    Selain itu, perwakilan siswa kelas 7, 8, dan 9 juga tampil mempersembahkan puisi, pantun, serta lagu Himne Guru.

    Peringatan HGN 2025 di SMPN 3 Rogojampi

    “Kami berterima kasih atas jasa mulia para guru yang mendidik kami melampaui kurikulum, membentuk karakter kami, dan memberi kesempatan untuk berkreasi serta berprestasi!” ungkap Andre, siswa berprestasi dalam bidang puisi Indonesia dan Osing.

    “ Kami akan menjaga nama baik almamater dan melaksanakan amanah orang tua. Semoga para guru selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan berada dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa,” sambung Sasmita.

    Plt Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, turut membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ ti, yang mengusung tema Guru Hebat Indonesia Kuat.

    Pada kesempatan yang sama, Yeti Chotimah, M.Pd yang sebelumnya tampil membacakan puisi di Festival Kebangsaan FPK-Bakesbangpol di Gesibu Blambangan, memimpin pembacaan ikrar guru.

    Usai upacara, mobil MBG tiba di halaman sekolah yang memiliki 18 rombel tersebut. Sejak awal November, program Makan Bergizi Gratis ini hadir setiap Senin–Jumat sekitar pukul 08.17–08.45.

    Hari Guru Nasional SMPN 3 Rogojampi

    Pada momentum bersejarah ini, para guru juga membagikan sembako kepada siswa yatim dan dhuafa, dilanjutkan penyerahan hadiah berbagai lomba yang telah digelar sebelumnya.

    Momen keakraban semakin terasa ketika para siswa bersalaman dengan guru layaknya halal bihalal.

    Sesekali muncul doorprize dari siswa untuk wali kelas, pembina OSIS, maupun guru yang berkesan selama proses pembinaan di Sempega.

    Suasana semakin meriah saat para guru mengikuti lomba bola voli dengan bola plastik berukuran raksasa, disambut sorak meriah para siswa.

    Di tengah dekorasi balon dan suasana ceria, pramuka semapore dan ekstrakurikuler band sekolah turut menampilkan kemampuan mereka.

    Pengelolaan sampah pada acara ini kembali bekerja sama dengan NGO Sungai Watch.

    “Kegiatan PMR dan UKS juga bisa bersinergi untuk mendukung sekolah sehat dan tangguh!” tegas pembina M. Fahris, S.Pd.

    Ketika para siswa menikmati MBG, para guru, tenaga kependidikan, serta pengurus komite melaksanakan tasyakuran tumpeng.

    “Dengan momentum Hari Guru, mari semakin rajin belajar, jauhi malas, merokok, dan bullying. Semoga ilmu dan adab kita menjadi berkah dalam ridho-Nya,” tutup Muslih, S.Ag., waka urusan kesiswaan yang juga Direktur Madin pada jam ke-0 setiap Selasa, Rabu, dan Kamis.

  • Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Mengenang setahun program inovasi Madrasah Diniyah (Madin) Takmiliyah diperingati pada Hari Kamis, 7 Agustus 2025, ditandai doa bersama warga sekolah dan tumpengan di gazebo SMPN 3 Rogojampi.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Kabid SMP Didik Eko Wahyudi, S.Pd, meresmikan inovasi literasi Al-Qur’an di SMPN 3 Rogojampi pada 7 Agustus 2024. Program ini menjadi yang pertama di sekolah menengah pertama negeri di Banyuwangi.

    Acara peresmian juga dihadiri oleh pengawas H.M. Hasan, S.Ag., M.Pd.I, pengurus komite sekolah, para guru, tenaga kependidikan, dan siswa kelas 7 yang kini naik ke kelas 8.

    Kegiatan literasi Al-Qur’an ini dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis pada jam ke nol. Siswa yang beragama Islam mempelajari Al-Qur’an serta doa sehari-hari, termasuk doa untuk kedua orang tua.

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi
    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi (Dok. sastrawacana.id/)

    Tahun ini, kegiatan tersebut dilengkapi dengan sholat dhuhur berjamaah, serta sesi membaca iqro’ bagi siswa yang berhalangan hadir pada jam ke nol

    Direktur Madin Takmiliyah, Muslih, S.Ag., menjelaskan bahwa setelah kegiatan MPLS, sebanyak 17 ustadz telah melakukan tes kemampuan membaca Al-Qur’an kepada para siswa.

    Hasilnya, terdapat 50 anak yang sama sekali belum mengenal huruf dan angka hijaiyah, 35 anak sudah mulai bisa membaca juz ‘amma, dan 106 anak sudah tergolong lancar membaca Al-Qur’an.

    Dari hasil pemetaan tersebut, siswa kemudian dibagi ke dalam tiga kelas yaitu Ula, Wustho, dan Ulya.

    "Alhamdulillah dalam perjalanan setahun ini ada peningkatan kemampuan BTS serta ada prestasi qiroah di Festival Anak Sholeh, dapat apresiasi juara 1 SRC Kemenag Kabupaten Banyuwangi sebagai sekolah yang menerapkan budaya religius serta dapat hibah 600 Al-Qur'an dari Yayasan Al-Fatihah Semarang!" tutur Direktur yang juga Wakasek Kesiswaan ini seraya menyitir ayat barang siapa bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya.

    Plt Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, menyampaikan bahwa program Madin Takmiliyah sejalan dengan visi sekolah yang mengutamakan akhlak mulia, prestasi, dan budaya.

    Ia menambahkan, pada fase menjelang remaja, banyak anak yang merasa malu untuk mengaji di lingkungan tempat tinggalnya.

    "Maka program Madin jadi solusi untuk bekal sukses dunia akherat. Dan penerapan keyakinan sekolah bareng tim BK jadi lebih sinergi arahkan perilaku anak didik yang berkarakter," tutur guru matematika yang putra-putrinya ada yang jadi dokter dan calon guru ikuti jejak orangtuanya.

    Sementara itu, Ketua Komite, Ir. Isnain, berharap agar setiap siswa Muslim yang lulus dari Sempega sudah mampu membaca Al-Qur’an, lalu melanjutkan pembelajarannya hingga tamat SMA, SMK, atau MA

    Tasyakuran Setahun Madrasah Diniyah Takmiliyah SMPN 3 Rogojampi

    Ia juga menegaskan bahwa para orang tua siap mendukung melalui sedekah dan infak demi pendidikan yang membawa keberkahan ilmu, membentuk akhlak mulia, serta mengantarkan pada kebahagiaan dunia dan akhirat.

    "Kami berpesan buat guru dan ustadz untuk sabar, ikhlas serta jangan sampai emosi hingga lakukan kekerasan apalagi dendam saat membimbing dan mengajar peserta didik!" tukas purnatugas guru MTsN 10 ini sambil tersenyum.

    Ia juga menyampaikan pesan bahwa Madin ibarat taman yang menyenangkan, serta mengajak untuk bergabung dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur'an BKPRMI yang menjadi binaan DMI dan MUI.

  • Parenting di SMPN 3 Rogojampi, Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Akhlakul Karimah dan Prestasi

    Parenting di SMPN 3 Rogojampi, Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Akhlakul Karimah dan Prestasi

    Menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan.

    Untuk mencapai kebahagiaan, diperlukan pemahaman dan strategi yang tepat, serta penyesuaian dengan usia anak dan arahan dalam lingkungan pergaulan.

    Tak lupa pula, keteladanan dalam keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk anak yang berakhlakul karimah.

    Hal ini disampaikan oleh mentor parenting, Wahyu Eko Febrianto, M.Pd., dari MGMP PAI yang sehari-hari mengajar di SMPN 2 Kluncing Licin.

    Wahyu yang pernah berbagi ilmu dengan kepala sekolah di Bengkulu serta menjadi narasumber IHT di berbagai sekolah, menekankan bahwa kunci sukses anak terletak pada doa seorang ibu.

    Selama menuntut ilmu di Malang, ia juga mengabdikan diri di ma’had pondok pesantren.

    Dalam sesi parenting yang diperuntukkan bagi orang tua siswa kelas 7 dan 8, Wahyu menyelingi materinya dengan icebreaking dan kuis interaktif.

    Ia juga membahas pola asuh OPDA (Otoriter, Permisif, Demokratis, dan Abai) menyesuaikannya dengan potensi unik yang dimiliki setiap anak.

    Plt. Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, menegaskan bahwa parenting merupakan upaya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung kebaikan serta prestasi anak.

    Oleh karena itu, kegiatan parenting rutin diadakan dengan narasumber yang berbeda-beda.

    Hasil dari sinergi ini telah membuahkan prestasi siswa SMPN 3 Rogojampi hingga tingkat nasional, berkat ketelatenan guru pembina serta dukungan orang tua dan komite sekolah.

    “Tahun ini kami mengikuti program SOBAT, yaitu Sekolah Orang Tua Hebat yang berkolaborasi dengan Bidang Keluarga Berencana dan Dinas Pendidikan. Saat ini, sudah ada 26 wali murid yang mendaftar dengan didampingi oleh 5 guru pembimbing. Kebetulan, beberapa kegiatan ekstrakurikuler kami seperti PIK-R, PMR, dan Pramuka juga telah berprestasi hingga tingkat provinsi,” ungkap Bu Sri yang memiliki latar belakang sebagai guru matematika.

    Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Muslih, S.Ag., turut mengapresiasi dukungan orang tua yang membantu inovasi Madin hingga memperoleh penghargaan dari Kemenag sebagai sekolah yang mengembangkan budaya religius.

    Ia juga menginformasikan bahwa SMPN 3 Rogojampi akan menyelenggarakan Pondok Ramadan pada 17-22 Maret, dengan buku panduan Sertifikasi Taqwa yang memuat materi “Kebiasaan Indonesia Hebat”.

    “Setiap tahun, kami juga memiliki momen berbagi zakat fitrah. Tahun ini, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 25 Maret. Selain mendapatkan kupon zakat fitrah, penerima manfaat juga berhak memilih busana pantas pakai yang telah disumbangkan oleh warga sekolah dan dipajang di gazebo,” tambahnya.

    Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain, menyambut baik kegiatan parenting ini karena selaras dengan visi dan misi sekolah dalam meningkatkan partisipasi orang tua untuk mendukung anak agar berakhlakul karimah dan berprestasi.

    Ia juga mengingatkan bahwa bekerja keras demi pendidikan anak merupakan bentuk amal jariyah yang pahalanya sama dengan ibadah lainnya.

    “Kami senang bisa belajar lebih sabar dan memahami anak. Materinya bagus dan menyenangkan!” ujar Ketut Arya, wali murid kelas 7E, setelah mendengarkan paparan narasumber.

    Sementara itu, wali murid kelas 8D, Ustadzah Nur Farihah, berharap kegiatan parenting ini bisa menjadi agenda rutin, mengingat pentingnya ilmu pengasuhan dalam menghadapi tantangan mendidik anak di era milenial.

  • Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi, Perpaduan Tradisi Jodang dan Literasi Keagamaan dalam P5

    Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi, Perpaduan Tradisi Jodang dan Literasi Keagamaan dalam P5

    SMP Negeri 3 Rogojampi menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh semarak pada Sabtu pagi, 21 September 2024.

    Acara yang bertemakan “Jodang sebagai Media Pendidikan” ini tidak hanya diadakan sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran penting yang mengintegrasikan tradisi lokal dengan pendidikan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

    Halaman sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan dipenuhi dengan semangat kebersamaan dari seluruh elemen sekolah, termasuk seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9.

    Kepala Sekolah SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya Maulid Nabi sebagai momen untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Rasulullah.

    “Semoga kegiatan ini menginspirasi kita semua untuk menjadikan nilai-nilai luhur Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

    Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan literasi keagamaan bagi para siswa, sebuah pendekatan yang dipadukan dengan elemen lokal melalui P5.

    Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah untuk membentuk karakter siswa yang unggul, dan acara seperti peringatan Maulid ini merupakan media yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

    Tidak hanya dipenuhi dengan kegiatan seremonial, acara ini dimeriahkan oleh penampilan grup hadrah yang terdiri dari para siswa SMPN 3 Rogojampi.

    Grup hadrah ini menyajikan lantunan shalawat yang membuat suasana semakin khidmat. Selain itu, ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Isnandi, M.Pd., mengajak seluruh peserta acara untuk meneladani sifat-sifat kesederhanaan, keteguhan iman, serta rasa syukur yang selalu menjadi bagian dari kehidupan Rasulullah SAW.

    Ceramah ini tidak hanya memberikan pencerahan, tetapi juga menjadi pengingat bagi para siswa tentang pentingnya menjaga iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

    Yang menjadi daya tarik utama dalam peringatan Maulid Nabi kali ini adalah lomba menghias jodang antar kelas.

    Jodang adalah tradisi khas Banyuwangi yang menggambarkan makna mendalam tentang kehidupan dan iman.

    Jodang sendiri terbuat dari batang pisang yang dihiasi dengan telur beraneka warna, melambangkan filosofi kehidupan yang penuh warna dan makna.

    Tradisi ini diyakini pertama kali dicetuskan oleh KH. Abdullah Faqih, seorang tokoh ulama dari Cemoro Banyuwangi, sekitar tahun 1873.

    Sejak saat itu, tradisi Jodang terus dilestarikan oleh masyarakat Banyuwangi, dan kini diadopsi sebagai bagian dari kegiatan pendidikan di SMPN 3 Rogojampi.

    Sebanyak 18 jodang dari berbagai kelas ikut serta dalam lomba ini, yang dinilai berdasarkan tiga kriteria utama: estetika, filosofi, dan keamanan.

    Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menghias, tetapi juga menyelipkan pesan moral tentang kehidupan yang penuh tantangan, iman yang kuat, serta semangat pantang menyerah.

    Melalui lomba jodang, para siswa belajar tentang pentingnya kerja sama tim, menghargai tradisi, serta menerapkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan mereka.

    Di penghujung acara, suasana semakin meriah ketika pemenang lomba jodang diumumkan.

    Para pemenang diberikan plakat penghargaan serta hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas mereka.

    Tidak hanya lomba, acara juga diisi dengan kegiatan-kegiatan edukatif lain yang mendorong siswa untuk lebih mendalami literasi keagamaan dan meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    Peringatan Maulid Nabi di SMPN 3 Rogojampi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga menjadi media pendidikan yang inovatif.

    Dengan memadukan tradisi lokal seperti Jodang dan nilai-nilai keagamaan, acara ini menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan karakter siswa dalam bingkai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

    Diharapkan, melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memahami sejarah dan ajaran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.