Tag: smp qur’an akmalul muhsinin

  • SMPQ Akmalul Muhsinin Banyuwangi Gelar Nuzulul Qur’an, Ajak Gen Z Dekat dengan Nilai Qurani

    SMPQ Akmalul Muhsinin Banyuwangi Gelar Nuzulul Qur’an, Ajak Gen Z Dekat dengan Nilai Qurani

    Rangkaian acara Malam Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Haflatul Iftitah SMP Qur’an Akmalul Muhsinin Banyuwangi berlangsung khidmat di Graha Anak Sholeh, Jalan Kopral Sanusi 32 Karangbaru, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi, Minggu (8/3/2026) atau bertepatan dengan Ahad, 19 Ramadhan 1447 H.

    Kegiatan ini dilaksanakan usai sholat tarawih dan witir, diawali dengan lantunan Gema Wahyu Ilahi oleh Gus Romi, serta diisi tausiyah oleh mubaligh Ustadz Agus Abdul Latief, M.Pd asal Kalipuro yang berkolaborasi dengan hadrah Darus Syafa’ah Karangrejo.

    Kepala SMP Qur’an Akmalul Muhsinin, H. Wawuh Sondi Purnomo, ST, Gr, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para wali santri, keluarga calon murid angkatan pertama, serta warga sekitar atas dukungan, kebersamaan, dan doa restu yang diberikan.

    Ia juga menyampaikan ucapan ahlan wa sahlan kepada para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir, di antaranya KH Maftuh Cangaan selaku Pembina AJINU, H. Mujiono, SH (Ketua Umum BKPRMI), HM Shodiqin, S.Pd, M.Si dan Haikal Kafili, M.Pd dari PERGUNU, Sentot Hariyanto selaku Ketua Takmir Masjid Agung Baiturrahman, serta Lurah Panderejo Aris Krisnu, SE. Turut hadir pula Ketua RW H. Sudariyono, SH dan H.M. Reza Fahlevi, SH, MM.

    Nuzulul Qur’an SMP Qur’an Akmalul Muhsinin Banyuwangi

    Acara yang dipandu oleh MC alumni M. Saifudin tersebut dihadiri sekitar 117 jamaah yang menempati lantai atas, sementara para jamaah perempuan mengikuti dari lantai bawah dengan bantuan layar proyektor.

    Melalui siaran langsung di media sosial, majelis penuh berkah ini juga dapat diikuti oleh ribuan orang karena ditayangkan melalui live streaming Umam TV Taman Suruh serta tiga kanal YouTube, yakni Adilangu, Ciknang Multimedia, dan Ha Pe Aja Wongsorejo.

    Kegiatan ini juga didukung oleh gotongroyong’45 bersama jaringan Sinergi Media, diantaranya sastrawacana.id/, JurnalNews.com, MenaraMadinah.com, JNN Jatim, Aplikasi Gata, serta Radio Komunitas Planet FM JRKBB-JRKI.

    Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Yayasan Ponpes Akmalul Muhsinin, KH Imam Hasan Thoha, menekankan pentingnya memahami Al-Qur’an melalui pendekatan Iqro’ dan I’rab.

    Dengan diselingi syair dan sholawat, beliau mempraktikkan bagaimana santri dapat membaca dengan fasih sekaligus memahami makna Ummul Kitab, yaitu Surah Al-Fatihah.

    “Mari generasi Z untuk mau menggeluti Al-Qur’an sebagai kader generasi Qur’ani menyongsong Indonesia Emas 2045. Mari hidup-hidupkan kalam Ilahi sebagai ungkapan tasyakur dan tafakur, serta menjadikan mukjizat Rasulullah sebagai panutan dalam kehidupan bermasyarakat dan sebagai khalifah di muka bumi hingga mampu membedakan yang hak dan batil,” tutur alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep tersebut.

    Pada kesempatan itu pula beliau secara khusus memohon doa restu agar pada tahun ajaran baru 2026–2027 SMP Qur’an Akmalul Muhsinin dapat mulai menerima peserta didik angkatan pertama dengan target satu rombongan belajar atau sekitar 33 murid.

    Sementara itu, mubaligh Ustadz Agus Abdul Latief, M.Pd, dalam tausiyahnya menjelaskan sejarah turunnya wahyu pertama pada 17 Ramadhan di Gua Hira ketika Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun.

    Ia menyampaikan bahwa hingga Haji Wada’ saat Rasulullah berusia 63 tahun, wahyu Al-Qur’an diturunkan secara berangsur sebanyak 6.666 ayat dalam 114 surat dan 30 juz sesuai dengan situasi dan kebutuhan umat, serta dijaga keasliannya oleh Allah hingga hari kiamat.

    “Monggo kita membaca, mengkhatamkan, serta mengenalkan Al-Qur’an kepada anak cucu kita. Semoga mereka juga mau belajar di SMP Qur’an, masya Allah,” ujar Kepala MTs Darusalam Kalipuro tersebut.

    Tokoh masyarakat H.M. Reza Fahlevi turut menyampaikan rasa syukur atas berdirinya pondok pesantren di lingkungan tersebut karena diyakini dapat membawa suasana kampung menjadi lebih damai dan penuh keberkahan.

    Sementara itu, Lurah Panderejo Aris Krisnu, SE mengajak seluruh hadirin untuk turut menyukseskan berbagai program pemerintah daerah hingga program Presiden, termasuk menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan ASRI serta memenuhi kewajiban sebagai warga negara dengan membayar pajak.

  • SMP Qur’an Akmalul Muhsinin Kenalkan Pendidikan Karakter Berbasis Pemahaman Al-Qur’an Jelang Ramadhan 1447 H

    SMP Qur’an Akmalul Muhsinin Kenalkan Pendidikan Karakter Berbasis Pemahaman Al-Qur’an Jelang Ramadhan 1447 H

    sastrawacana.id/ – Menyongsong Ramadhan 1447 H, pengasuh Ponpes Akmalul Muhsinin Karangbaru, Panderejo, Banyuwangi, KH. Imam Hasan Thoha bersilaturahmi ke pengasuh Yayasan Sahal Suhail Bajulmati serta tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang juga Ketua Forum BPD Desa se-Wongsorejo, Sabtu (14/2/2026).

    KH. Imam Hasan Thoha bersama Kepala SMP Qur’an Akmalul Muhsinin, H. Wawuh Sondi Purnomo, ST, Gr, kemudian menjadi narasumber talkshow di Radio Komunitas Planet FM. Talkshow tersebut dipandu host Hadi Purwanto.

    Dalam siaran yang inspiratif itu, KH Imam menekankan pentingnya memahami makna bacaan Al-Qur’an, agar remaja tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami tafsir dan menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

    Ia juga mendorong generasi muda untuk melaksanakan ibadah wajib sesuai rukun Islam serta menjadi teladan yang beradab di lingkungan masing-masing.

    “Dengan metode i‘rab, murid jadi paham tafsir dan makna yang dibaca. Soal hafal Al-Qur’an itu bonus dan membutuhkan amalan individu yang siap kami terima sorogan tiap hari atau tiap minggu sesuai kemampuan,” ujar alumni Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep itu.

    Siaran pada frekuensi 107,7 MHz tersebut juga disiarkan langsung melalui Facebook dan YouTube radio.

    Pendengar dan warganet dapat mengajukan pertanyaan seputar sistem SPMB serta proses pendidikan di SMP Qur’an dalam membentuk karakter remaja, khususnya di tengah kecenderungan kecanduan gawai.

    Targetnya, lulusan mampu menjadi imam salat yang khusyuk dan fasih, bahkan saat kelas IX sudah mampu menjadi khatib Jumat.

    Talkshow ini turut dipublikasikan di portal online Sinergi Media serta media sosial Gotong Royong ’45.

    Menurut H. Wawuh Sondi Purnomo, peserta didik tidak wajib mukim di pondok.

    Namun, jika memilih mondok akan memperoleh nilai tambah berupa pendidikan madrasah diniyah kitab serta kemampuan membaca huruf pegon.

    Biaya sekolah hanya Rp50 ribu per bulan, sedangkan akomodasi pondok sekitar Rp300 ribu per bulan.

    “Ke depannya untuk makan siang bisa memanfaatkan UMKM sekitar sekolah dan siap menerima program MBG,” tutur pengurus PERGUNU dan LPPTKA-BKPRMI yang sehari-hari juga mengampu pengembangan mutu SMK Negeri Kalipuro tersebut.

    Ia juga melayani pertanyaan dan pendaftaran peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 melalui nomor 081281856321.

    “Terima kasih kepada koordinator KKM dan K3S yang telah memberi kesempatan kami menyampaikan informasi kepada siswa dan wali murid kelas VI,” ungkap Hariyanto, wali santri asal Kepundungan, Srono.

    Selain melalui silaturahmi, media mainstream, dan media sosial, sosialisasi SMP Qur’an juga dilakukan dengan menurunkan tim lapangan ke SD/MI yang terdiri dari Edi, Hariyanto, dan Syaifudin, didampingi Yudha Hari Setiawan, SE, SH.

    Di kompleks pondok di Jalan Kopral Sanusi 32 Panderejo, terdapat admin Abidin Zaen (HP 083875684605) yang juga mengelola LKSA Graha Anak Sholeh bagi yatim dan dhuafa.

    Dalam bidang pengembangan minat dan bakat, SMP Qur’an tidak hanya memiliki ekstrakurikuler hadrah dan tilawah, tetapi juga khitobah, puisi, qishah, pidato, jurnalistik, serta konten kreatif.

    Kegiatan ini dilatih oleh seniman Aguk Darsono dari Sanggar Merah Putih ’45.

    Usai talkshow, rombongan melanjutkan silaturahmi ke kediaman H. Hasan Bashori di Sidodadi.

    Rumah tersebut pernah menjadi tempat pernikahan putri hafidzah alumni Yogyakarta yang dinikahkan oleh KH Azaim Sukorejo pada 5 Oktober 2024 dengan seorang hafidz asal Rogojampi alumni Salafiyah Sukorejo.

    Kunjungan juga direncanakan untuk memohon restu kepada Ra Fadhol Alasbuluh sebagai bagian dari keluarga besar Ponpes Nurul Jadid Paiton.