Tag: syair

  • Syair Adalah? Ini Pengertian, Sejarah, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Syair Adalah? Ini Pengertian, Sejarah, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Syair adalah salah satu bentuk sastra yang cukup populer di Indonesia. Sejak zaman sastra melayu, syair menjadi salah satu karya sastra yang sudah dikenal oleh masyarakat hingga saat ini.

    Syair sendiri merupakan salah satu puisi lama yang memiliki ciri khas serta karakteristik sehingga membedakannya dengan karya sastra lainnya.

    Pengertian Syair

    Pengertian syair adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari beberapa bait dengan jumlah baris yang tidak sama setiap baitnya.

    Syair dapat didefinisikan sebagai puisi yang dibuat dengan cara menggabungkan beberapa bait dalam satu rangkaian.

    Syair biasanya berisi tentang keindahan alam, keagungan Allah, kisah-kisah cinta, atau nasihat-nasihat moral.

    Syair biasanya ditulis dalam bahasa Melayu dengan menggunakan aksara Jawi atau huruf Arab.

    Pengertian Syair Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian syair menurut para ahli.

    1. Ali Badri

    Menurut Ali Badri, syair merupakan suatu kalimat yang sengaja disusun dengan menggunakan irama.

    2. Luwis Ma’luf

    Syair menurut Luwis Ma’luf adalah suatu kalimat yang disengaja diberi irama dan sajak.

    3. Ahmad Hasan Az Zayyat

    Ahmad Hasan Az Zayyat mengenalkan bahwa syair adalah suatu kalimat yang berirama dan bersajak, yang diungkapkan tentang sebuah karangan yang indah dan juga melukiskan tentang kejadian yang ada.

    4. Qudamah bin Ja’far

    Dikutip dalam buku Naqd al-Syi’r bahwa syair adalah ucapan atau tulisan yang memiliki irama, ritme dan sajak serta unsur ekspresi rasa dan imajinasi yang harus lebih dominan ketimbang tulisan jenis prosa.

    Sejarah Syair

    Menurut informasi yang dihimpun, syair sudah ada sejak abad ke-15 dan ke-16 pada masa Kesultanan Malaka.

    Pada awalnya, syair digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.

    Namun, seiring perkembangan zaman, syair mulai digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan lain seperti kisah-kisah cinta, nasihat, dan sebagainya.

    Ciri-ciri Syair

    Beberapa ciri-ciri syair antara lain:

    1. Terdiri dari beberapa bait yang saling berkaitan dan membentuk satu rangkaian.

    2. Setiap bait biasanya terdiri dari empat baris dengan pola irama tertentu.

    3. Mengandung pesan moral atau nasihat yang dapat diambil hikmahnya.

    Contoh Syair

    Salah satu contoh syair adalah yang ditulis oleh Amir Hamzah.

    ASTANA RELA

    Tiada bersua dalam dunia
    tiada mengapa hatiku sayang
    tiada dunia tempat selama
    layangkan angan meninggi awan

    Jangan percaya hembusan cedera
    berkata tiada hanya dunia
    tilikkan tajam mata kepala
    sungkumkan sujud hati sanubari

    Mula segala tiada ada
    pertengahan masa kita bersua
    ketika tiga bercerai ramai
    di waktu tertentu berpandang terang

    Kalau kekasihmu hasratkan dikau
    restu sempana memangku daku
    tiba masa kita berdua
    berkaca bahagia di air mengalir

    Bersama kita mematah buah
    sempana kerja di muka dunia
    bunga cerca melayu lipu
    hanya bahagia tersenyum harum

    Di situ baru kita berdua
    sama merasa, sama membaca
    tulisan cuaca rangkaian mutiara
    di mahkota gapura astana rela.

  • Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

    Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

    Pengertian Puisi Rakyat

    Pengertian puisi rakyat adalah salah satu jenis sastra lama yang terikat oleh aturan atau syarat penulisan, seperti jumlah bait, baris, dan irama.

    Biasanya puisi rakyat disimbolkan sebagai gambaran atau ungkapan tradisional yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari.

    Lebih dari itu, puisi rakyat juga berisi pesan-pesan moral dan warisan para leluhur nenek moyang Indonesia yang lebih condong untuk selalu mengingat Tuhan (puji-pujian).

    Oleh karenanya, puisi rakyat masih terus dilestarikan sampai saat ini.

    Ciri – Ciri Puisi Rakyat

    Adapun ciri-ciri puisi rakyat adalah sebagai berikut:

    • Penutur atau pengarangnya tidak diketahui secara pasti.
    • Menyebar melalui mulut ke mulut.
    • Berupa sastra lisan.
    • Terikat aturan, seperti jumlah baris, bait, dan irama.
    • Berisi pesan dan nilai moral.
    • Kebanyakan untuk mengingat Tuhan.

    Elemen Puisi Rakyat

    • Puisi rakyat lebih kaku karena terikat aturan seperti jumlah kata dalam tiap baris, serta pengulangan kata yang biasanya diletakkan pada akhir sajak.
    • Puisi rakyat mengandung makna yang kuat melalui rangkaian kata.
    • Terdiri dari beberapa deret kalimat.

    Jenis – Jenis Puisi Rakyat

    Berikut adalah beberapa jenis puisi rakyat, diantaranya:

    1. Gurindam

    Pengertian gurindam adalah karya sastra lama berbentuk puisi yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama.

    Contohnya: Jika belajar besungguh-sungguh, Keberhasilan akan kau rengkuh.

    2. Syair

    Kata “Syair” berasal dari bahasa Arab Syu’ur yang berarti “Perasaan”.

    Kata Syu’ur berkembang menjadi kata Syi’ru yang berarti “Puisi” dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum.

    3. Pantun

    Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “penuntun”.

    4. Mantra

    Mantra termasuk dalam puisi lama yang dalam masyarakat Melayu tidak dianggap sebagai karya sastra, tetapi lebih terkait dengan kebiasaan dan kepercayaan.

    5. Karmina

    Karmina dikenal dengan nama pantun kilat atau pantun dua seuntai adalah pantun yang terdiri dari dua baris.

    Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi dengan pola sajak lurus.

    Karmina biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.

    6. Seloka

    Seloka merupakan bentuk puisi Melayu Klasik, berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan.

    Biasanya ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair, kadang-kadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

    7. Talibun

    Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris.

    Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dstnya. Ciri-ciri Talibun adalah seperti berikut:- Ia merupakan sejenis puisi bebas Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian.

    Contoh Puisi Rakyat

    Berikut adalah beberapa contoh puisi rakyat, diantaranya:

    Jentayu Yang Luka

    Tiba-tiba dia bangkit
    Dengan kelembutan yang tetap sopan
    Berdiri di barisan paling hadapan
    Sebagai pahlawan keadilan

    Lama dulu wajahnya tersembunyi
    Di belakang pemimpin berani sang suami
    Mengintip dengan mata kecilnya
    Segala tingkah dan senyuman pura-pura
    Si pengampu yang bermuka dua
    Si penyembah yang berjiwa hamba
    Si pengemis segenggam laba

    Dia adalah jentayu yang luka
    Terbang mengepak menyonsong gumpalan awan
    Mencakar menjeritkan kebebasan dan keadilan
    Mencabar dunia yang semakin kejam.

    Contoh Puisi Rakyat Berupa Syair

    1.) Jauhi semua perbuatan jahat
    Jauhi pula pebuatan maksiat
    Mari kita segera bertaubat
    Supaya kita selamat dunia akhirat

    2.) Jangan risau dengan cobaan
    Jangan bersedih karena kesulitan
    Berdoa saja pada Tuhan
    Insya Allah Dia kan kabulkan

    3.) Jangan lalaikan perintah-Nya
    Kerjakan yang disuruh-Nya
    Bertaubatlah kepada-Nya
    Dia pasti menerimanya

    Contoh Puisi Rakyat Berupa Gurindam

    Hakikat Seorang Guru

    Siapa hendak menjadi guru
    Maka rajinlah menuntut ilmu

    Ketika sudah menjadi guru
    Jangan merasa paling berilmu

    Karena di atas langit yang biru
    Masih ada langit yang lebih biru

    Ajarlah murid dengan ilmumu
    Serta teladan tingkah lakumu

    Jikalau itu sudah kau laku
    Resmilah engkau menjadi guru