Tag: teks biografi

  • Biografi berasal dari kata bios berarti hidup dan graphien berarti tulis

    Biografi berasal dari kata bios berarti hidup dan graphien berarti tulis

    Biografi berasal dari kata bios berarti hidup dan graphien berarti tulis. Berdasarkan kata dasarnya, biografi berasal dari bahasa?

    Jawaban:

    Biografi berasal dari kata bios berarti hidup dan graphien berarti tulis. Berdasarkan kata dasarnya, biografi berasal dari bahasa Yunani.

    Kata “bios” dalam bahasa Yunani berarti hidup, sedangkan “graphia” berarti tulisan. Oleh karena itu, biografi secara harfiah berarti “tulisan tentang kehidupan”.

    Kata biografi pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada abad ke-17 dan maknanya telah berkembang selama berabad-abad untuk mencakup berbagai jenis tulisan tentang kehidupan seseorang, termasuk otobiografi, biografi resmi, dan biografi non-fiksi.

    Biografi dapat menjadi sumber informasi yang berharga tentang kehidupan orang lain, baik yang terkenal maupun yang tidak dikenal.

    Biografi dapat membantu kita untuk memahami:

    1. Latar belakang dan motivasi seseorang

    Biografi dapat memberikan informasi tentang masa kecil, pendidikan, dan pengalaman hidup seseorang yang membantu kita memahami mengapa mereka bertindak dengan cara tertentu.

    2. Tantangan dan rintangan yang dihadapi seseorang

    Biografi sering menceritakan tentang tantangan dan rintangan yang dihadapi seseorang dalam hidup mereka, dan bagaimana mereka mengatasinya.

    Hal ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita untuk menghadapi tantangan kita sendiri.

    3. Kontribusi seseorang kepada masyarakat

    Biografi dapat menyoroti kontribusi seseorang kepada masyarakat, baik dalam bidang politik, bisnis, seni, atau bidang lainnya.

    Hal ini dapat membantu kita untuk menghargai pencapaian mereka dan belajar dari pengalaman mereka.

  • Nilai Faktual dari Sebuah Biografi Bisa Dilihat Berdasarkan?

    Nilai Faktual dari Sebuah Biografi Bisa Dilihat Berdasarkan?

    Nilai faktual dari sebuah biografi bisa dilihat berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang diceritakan.

    Semakin banyak informasi yang disajikan berdasarkan pengalaman nyata sang tokoh, semakin tinggi pula nilai faktual biografinya.

    Berikut beberapa indikator yang menunjukkan nilai faktual tinggi dalam sebuah biografi:

    1. Sumber informasi terpercaya

    Biografi yang berkualitas umumnya memiliki nilai faktual tinggi. Hal ini dapat dilihat dari sumber informasi yang digunakan penulis.

    Biografi yang ditulis berdasarkan catatan pribadi, surat-surat, wawancara dengan orang-orang terdekat tokoh, atau dokumen resmi umumnya lebih dapat dipercaya.

    Penulis yang kredibel akan selalu mencantumkan sumber informasi yang digunakannya, seperti judul buku, nama jurnal, atau nama institusi.

    Hal ini memungkinkan pembaca untuk memverifikasi informasi yang disajikan dan memastikan kebenarannya.

    2. Kesesuaian dengan fakta sejarah

    Selain sumber informasi, akurasi peristiwa dan tanggal juga merupakan indikator penting nilai faktual sebuah biografi.

    Pastikan peristiwa dan tanggal yang diceritakan sesuai dengan fakta sejarah.

    Kita dapat melakukan riset mandiri untuk memverifikasi informasi tersebut, seperti dengan mencari sumber sejarah terpercaya atau berkonsultasi dengan ahli sejarah.

    Jika ada keraguan tentang kebenaran suatu peristiwa atau tanggal, jangan ragu untuk membandingkan informasi dengan sumber lain.

    Semakin banyak sumber yang menyatakan hal yang sama, semakin tinggi pula tingkat kepercayaannya.

    3. Keobjektifan penulis

    Objektivitas dan netralitas merupakan faktor penting dalam menentukan nilai faktual sebuah biografi.

    Biografi yang ditulis secara objektif akan menyajikan informasi secara netral tanpa memihak sudut pandang tertentu.

    Hal ini memungkinkan pembaca untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang kehidupan tokoh yang diceritakan.

    Perhatikan apakah penulis memiliki bias atau agenda tertentu dalam penulisannya.

    Bias dapat muncul dari pengalaman pribadi, pandangan politik, atau kepercayaan penulis.

    Agenda, di sisi lain, mengacu pada tujuan tertentu yang ingin dicapai penulis dengan menulis biografi tersebut.

    Jika penulis menunjukkan kecenderungan untuk memihak satu sudut pandang atau jika terdapat bukti bahwa penulis memiliki agenda tertentu, maka kepercayaan terhadap biografi tersebut perlu dipertimbangkan kembali.

    Biografi yang objektif dan netral akan memungkinkan pembaca untuk menarik kesimpulan sendiri tentang tokoh yang diceritakan, tanpa dipengaruhi oleh bias atau agenda penulis.

    4. Kejelasan dan koherensi

    Kejelasan dan koherensi dalam penyajian informasi merupakan indikator lain dari nilai faktual sebuah biografi.

    Biografi yang baik akan ditulis dengan jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

    Hal ini menunjukkan bahwa penulis telah melakukan riset yang mendalam dan mampu menyajikan informasi secara akurat.

    Perhatikan apakah ada informasi yang membingungkan, kontradiksi, atau missing link dalam cerita.

    Informasi yang membingungkan dapat membuat pembaca ragu tentang kebenaran informasi yang disajikan.

    Kontradiksi antara informasi yang berbeda dalam biografi dapat menunjukkan ketidakakuratan data.

    Missing link atau kekurangan informasi dapat membuat cerita menjadi tidak lengkap dan sulit dipahami.

    Biografi yang jelas dan koheren akan membantu pembaca memahami cerita dengan mudah dan mendapatkan informasi yang akurat tentang kehidupan tokoh yang diceritakan.

    5. Kemampuan verifikasi

    Untuk meningkatkan kepercayaan terhadap nilai faktual sebuah biografi, penting untuk melakukan verifikasi informasi yang disajikan.

    Semakin banyak informasi yang dapat diverifikasi dengan sumber lain, semakin tinggi pula nilai faktualnya.

    Lakukan riset mandiri dengan mencari informasi dari sumber lain yang terpercaya, seperti buku sejarah, artikel ilmiah, atau situs web resmi.

    Bandingkan informasi yang kita temukan dengan informasi yang terdapat dalam biografi.

  • Pola Penyajian Teks Biografi Dapat Dilihat Berdasarkan?

    Pola Penyajian Teks Biografi Dapat Dilihat Berdasarkan?

    Teks biografi adalah jenis teks yang mengisahkan kehidupan seseorang dari lahir hingga kondisi terkini yang mencakup berbagai aspek seperti latar belakang, pendidikan, karier, pencapaian, dan kontribusi yang telah diberikan.

    Tujuan teks biografi adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kehidupan dan kontribusi individu tersebut kepada masyarakat, budaya, atau bidang tertentu.

    Teks biografi biasanya disusun berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh dari penelitian dan wawancara, serta disajikan dengan narasi yang koheren dan terstruktur.

    Adapun pola penyajian teks biografi dapat dilihat berdasarkan beberapa aspek, yaitu:

    1. Alur Cerita

    • Alur Kronologis: Menyajikan kisah hidup tokoh secara berurutan dari masa kecil hingga masa tuanya.
    • Alur Maju Mundur: Menyajikan kisah hidup tokoh dengan berpindah-pindah waktu, dari masa lampau ke masa kini dan sebaliknya.
    • Alur Campuran: Menggabungkan alur kronologis dan alur maju mundur.

    2. Sudut Pandang

    • Sudut Pandang Orang Pertama: Tokoh menceritakan kisah hidupnya sendiri.
    • Sudut Pandang Orang Ketiga: Penulis menceritakan kisah hidup tokoh dari sudut pandang orang lain.
    • Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu: Penulis mengetahui semua informasi tentang tokoh, termasuk pikiran dan perasaannya.

    3. Fokus Penceritaan

    • Fokus pada Prestasi: Menceritakan prestasi dan pencapaian tokoh dalam hidupnya.
    • Fokus pada Perjuangan: Menceritakan perjuangan dan pengorbanan tokoh dalam mencapai tujuannya.
    • Fokus pada Kepribadian: Menceritakan kepribadian dan karakter tokoh.
    • Fokus pada Latar Belakang: Menceritakan latar belakang kehidupan tokoh, seperti keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosialnya.

    4. Gaya Penulisan

    • Gaya Deskriptif: Menggambarkan peristiwa dan keadaan secara terperinci.
    • Gaya Naratif: Menceritakan peristiwa secara kronologis.
    • Gaya Eksposisi: Menjelaskan informasi tentang tokoh dan kehidupannya.
    • Gaya Argumentatif: Menjelaskan pendapat atau keyakinan penulis tentang tokoh.

    5. Penggunaan Bahasa

    • Bahasa Formal: Menggunakan bahasa yang baku dan resmi.
    • Bahasa Informal: Menggunakan bahasa yang santai dan tidak resmi.
    • Bahasa Campuran: Menggabungkan bahasa formal dan bahasa informal.

    Pola penyajian teks biografi dapat berbeda-beda tergantung pada tujuan penulisan, jenis tokoh, dan media publikasinya.

    Penulis dapat memilih pola penyajian yang paling sesuai untuk menyampaikan kisah hidup tokoh dengan cara yang menarik dan informatif bagi pembacanya.

    Berikut adalah beberapa elemen yang biasanya ada dalam teks biografi:

    1. Pendahuluan: Bagian awal teks biografi yang memperkenalkan subjek biografi, mencantumkan informasi dasar seperti nama, tanggal lahir, tempat lahir, dan latar belakang pendidikan atau karier singkat.

    2. Latar Belakang Hidup: Bagian ini menjelaskan tentang kehidupan awal subjek biografi, keluarga, masa kecil, pendidikan, dan pengalaman awal yang mempengaruhi perkembangan pribadi dan profesional subjek.

    3. Perjalanan Hidup dan Karier: Menjelaskan perjalanan hidup subjek, termasuk pencapaian, pengalaman, dan peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupan pribadi dan karier subjek.

    4. Pengaruh dan Kontribusi: Menyajikan informasi mengenai bagaimana subjek biografi telah mempengaruhi dan berkontribusi terhadap bidang atau komunitas tertentu, serta dampak positif yang telah dihasilkan.

    5. Kesimpulan: Bagian penutup yang merangkum informasi utama dalam teks biografi dan memberikan gambaran keseluruhan tentang kehidupan dan kontribusi subjek.

  • Sebuah teks biografi dikatakan faktual jika dilihat berdasarkan….

    Sebuah teks biografi dikatakan faktual jika dilihat berdasarkan….

    Sebuah teks biografi dikatakan faktual jika dilihat berdasarkan fakta yang didapat dari pengalaman hidup seseorang, bukan pengalaman penulisnya.

    Pembahasan:

    Teks biografi adalah sebuah teks yang menceritakan kisah hidup seorang tokoh. Teks ini biasanya menceritakan tentang perjalanan hidup, prestasi, dan pemikiran orang tersebut. Biografi dapat ditulis dalam berbagai bentuk, seperti buku, artikel, atau film.

    Tujuan utama dari teks biografi adalah untuk:

    • Memberikan informasi: Memberikan informasi tentang kehidupan seorang tokoh kepada pembaca.
    • Memberikan inspirasi: Memberikan contoh dan teladan yang dapat menginspirasi pembaca.
    • Meningkatkan pengetahuan: Meningkatkan pengetahuan pembaca tentang sejarah dan budaya.
    • Mengembangkan empati: Membantu pembaca untuk memahami dan berempati dengan orang lain.

    Teks biografi memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:

    • Menceritakan kisah hidup seorang tokoh: Teks biografi fokus pada perjalanan hidup seorang individu.
    • Faktual: Teks biografi berdasarkan fakta dan kejadian nyata.
    • Objektif: Teks biografi disajikan secara objektif dan tidak memihak.
    • Sistematis: Teks biografi tersusun secara sistematis dan kronologis.
    • Menggunakan kata ganti orang ketiga: Teks biografi menggunakan kata ganti orang ketiga untuk menceritakan kisah tokoh.

    Contoh teks biografi:

    Raden Adjeng Kartini atau dikenal sebagai R.A. Kartini adalah pahlawan nasional Indonesia yang terkenal dengan perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879, Kartini berasal dari keluarga bangsawan Jawa.

    Sejak kecil, Kartini menunjukkan kecerdasan dan semangat belajar yang tinggi. Ia gemar membaca buku, terutama tentang sejarah dan kemajuan perempuan di negara lain.

    Namun, sebagai perempuan di masa itu, Kartini tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal.

    Meskipun demikian, Kartini tidak patah semangat. Ia belajar sendiri di rumah dengan membaca buku-buku milik ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, yang merupakan bupati Jepara.

    Kartini juga rajin menulis surat kepada teman-teman dan korespondennya di Belanda, termasuk Abendanon, seorang pejabat Belanda yang mendukung perjuangannya.

    Melalui surat-suratnya, Kartini mengkritik sistem patriarki yang membatasi hak-hak perempuan dan mendorong perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan yang sama dengan laki-laki.

    Ia juga menerjemahkan beberapa karya sastra dan pemikiran dari Barat ke dalam bahasa Jawa untuk memperluas wawasan perempuan Jawa.

    Pada tahun 1903, Kartini menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih, bupati Rembang. Pernikahannya tidak menghentikan semangatnya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Ia bahkan mendirikan sekolah untuk perempuan di Rembang.

  • Karya tulis berupa catatan peristiwa yg mirip autobiografi tts?

    Karya tulis berupa catatan peristiwa yg mirip autobiografi tts?

    Karya tulis berupa catatan peristiwa yg mirip autobiografi tts adalah memoar.

    Pembahasan:

    Memoar adalah sebuah genre sastra yang menceritakan kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang tersebut sendiri.

    Memoar biasanya ditulis berdasarkan ingatan dan pengalaman pribadi penulisnya, serta dapat mencakup berbagai topik, mulai dari kehidupan pribadi hingga peristiwa bersejarah.

    Pengalaman Pribadi

    Memoar berpusat pada pengalaman, refleksi, dan perasaan pribadi penulis. Biasanya, penulis menceritakan bagian dari hidupnya, peristiwa-peristiwa tertentu, atau periode waktu yang berpengaruh dalam hidupnya.

    Kehidupan Tokoh Utama

    Memoar berkisah tentang kehidupan tokoh utama, yaitu penulisnya sendiri. Namun, tokoh-tokoh lain yang memiliki hubungan signifikan dengan penulis juga dapat dimasukkan.

    Rekaman Sejarah Pribadi

    Memoar berfungsi sebagai rekaman sejarah pribadi yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam hidup penulis, pandangan tentang peristiwa tersebut, dan pengaruhnya pada perkembangan pribadi.

    Refleksi dan Pembelajaran

    Memoar berisi refleksi penulis tentang perjalanan hidup, keputusan-keputusan yang diambil, dan pelajaran yang dipetik dari pengalaman tersebut.

    Kisah Inspiratif

    Kisahnya inspiratif yang dapat memotivasi atau memberikan wawasan kepada pembaca. Bisa menggambarkan bagaimana seseorang mengatasi rintangan, meraih keberhasilan, atau tumbuh sebagai individu.

    Gaya Naratif

    Penulis menggunakan gaya naratif untuk menggambarkan pengalaman-pengalaman, membuat cerita hidup menjadi lebih menarik dan dapat dicerna oleh pembaca.

  • Biografi: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

    Biografi: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

    Setiap orang tentu memiliki kisah hidupnya masing-masing dengan cerita yang berbeda.

    Namun, dari semua kisah tersebut tentu memiliki sebuah nilai moral yang kadang diperlukan oleh orang lain sebagai pembejalaran dan motivasi.

    Umumnya, kisah hidup seseorang bisa dibukukan menjadi biografi.

    Dari biografi itulah nantinya pembaca bisa belajar karena penulis akan membeberkan kisah hidup seseorang mulai dari kecil hingga beranjak dewasa.

    Jika tokoh yang ditulis sudah meninggal, biasanya biografi berisi cerita yang lengkap, mulai lahir hingga meninggal.

    Pengertian Biografi

    Pengertian Biografi adalah kisah hidup seseorang yang diabadikan dalam bentuk tulisan, teks, atau naskah.

    Biografi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Bios yang artinya hidup dan Graphien yang artinya tulis.

    Sehingga jika digabungkan maka bisa berarti tulisan yang mengisahkan hidup seseorang.

    Lebih sederhana lagi, biografi bisa dikatakan sebagai riwayat hidup.

    Jadi, dalam mengisahkan riwayat hidup seseorang, teks yang digunakan dalam biografi bisa panjang ataupun pendek.

    Biasanya, jika teks biografi panjang, kisah yang dianggap cukup mendetail mengenai masa lalu sedari seseorang tersebut masih kecil hingga dewasa.

    Namun, kadang juga biografi hanya mengambil poin-poin penting dari kisah hidup seseorang.

    Poin-poin penting itu berupa tanggal lahir, nama lengkap, nama kecil, orang tua, pendidikan, karir, prestasi, pasangan, anak, dan tempat tinggal.

    Semua data tersebut dikemas menjadi teks yang ringkas sehingga menjadi sebuah bacaan yang informatif, alias informasi yang diberikan dapat dimengerti oleh pembaca.

    Menurut Wikipedia, Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang kompleks.

    Dalam biografi dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia.

    Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga. Teks biografi disusun oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri.

    Sedangkan menurut KBBI biografi adalah riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain.

    Jadi, secara garis besar arti biografi adalah sebuah tulisan yang menjelaskan kisah hidup seseorang mulai dari lahir hingga dewasa, bahkan sampai menutup usia.

    Contoh Biografi

    Biografi Muhammad Yamin, Sastrawan Nasional Indonesia.

    Prof. Mr. Muhammad Yamin, S.H dilahirkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada tanggal 23 Agustus 1903.

    Ia menikah dengan Raden Ajeng Sundari Mertoatmadjo. Salah seorang anaknya yang dikenal, yaitu Rahadijan Yamin.

    Ketika kecil , Muhammad Yamin oleh orang tuanya diberi pendidikan adat dan agama hingga tahun 1914.

    Di zaman penjajahan, ia termasuk segelintir orang yang beruntung karena dapat menikmati pendidikan menengah dan tinggi.

    Lewat pendidikan itulah, ia sempat menyerap kesusastraan asing, khususnya kesusastraan Belanda.

    Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tradisi sastra Belanda diserapnya sebagai seorang intelektual sehingga ia tidak menyerap mentah-mentah apa yang didapatnya itu.

    Dia menerima konsep sastra Barat, dan memadukannya dengan gagasan budaya yang nasionalis.

    Pndidikan yang sempat diterima oleh Muhammad Yamin, antara lain, Hollands inlands School (HIS) di Palembang, tercatat sebagai peserta kursus pada Lembaga Pendidikan Peternakan dan Pertanian di Cisarua, Bogor, Algemene Middelbare School (AMS) ‘Sekolah Menengah Umum’ di Yogya, dan HIS di Jakarta.

    Muhammad Yamin menempuh pendidikan di AMS setelah menyelesaikan sekolahnya di Bogor yang dijalaninya selama lima tahun.

    Studi di AMS Yogya sebetulnya merupakan persiapannya untuk mempelajari kesusastraan Timur di Universitas Leiden, Belanda.

    Di AMS, ia mempelajari bahasa Yunani, bahasa Latin, bahasa Kaei, dan sejarah purbakala.

    Dalam waktu tiga tahun saja ia berhasil menguasai keempat mata pelajaran tersebut, suatu prestasi yang jarang dicapai oleh otak manusia biasa.

    Dalam mempelajari bahasa Yunani, ia banyak mendapat bantuan dari pastor-pastor di Seminari Yogya, sedangkan dalam bahasa Latin ia dibantu Prof. H. Kraemer dan Ds. Backer.

    Setamat AMS Yogya, Ia bersiap-siap berangkat ke Leiden. Akan tetapi, sebelum sempat berangkat sebuah telegram dari Sawahlunto mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dunia.

    Karena itu, kandaslah cita-cita Yamin untuk belajar di Eropa sebab uang peninggalan ayahnya hanya cukup untuk belajar lima tahun di sana.

    Padahal, belajar kesusastraan Timur membutuhkan waktu tujuh tahun.

    Ia akhirnya melanjutkan kuliah di Recht Hogeschool (RHS) di Jakarta dan berhasil mendapatkan gelar Meester in de Rechten ‘Sarjana Hukum’ pada tahun 1932.

    Sebelum tamat dari pendidikan tinggi, Muhammad Yamin telah aktif berkecimpung dalam perjuangan kemerdekaan.

    Berbagai organisasi yang berdiri dalam rangka mencapai Indonesia merdeka yang pernah dipimpinnya antara lain, adalah, Yong Sumatramen Bond ‘Organisasi Pemuda Sumatera’ (1926–1928).

    Peran Muhammad Yamin bisa dilihat dalam Kongres Pemuda II. Muhammad Yamin termasuk tokoh yang ikut merumuskan sumpah pemuda.

    Di sana disepakati penggunaan bahasa Indonesia.

    Pada tahun 1938 hingga 1942, ia tercatat sebagai anggota Pertindo, yang merangkap sebagai anggota Volksraad ‘Dewan Perwakilan Rakyat’.

    Setelah kemerdekaan Indonesia terwujud, jabatan-jabatan yang pernah dipangku Muhammad Yamin dalam pemerintahan Indonesia antara lain sebagai Menteri Kehakiman (1951), Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan (1953-1955), Ketua Dewan Perancang Nasional (1962), dan Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara (1961-1962).

    Dari riwayat pendidikan Muhammad Yamin dan dari keterlibatannya dalam organisasi politik maupun perjuangan kemerdekaan, tampaklah bahwa ia termasuk seorang yang berwawasan luas.

    Walaupun pendidikannya pendidikan Barat, ia tidak pernah menerima mentah-mentah apa yang diperolehnya itu sehingga ia tidak menjadi kebarat-baratan. Ini merupakan salah satu sifat teladan Muhammad Yamin.

    Ia tetap membawakan nasionalisme dan rasa cinta tanah air dalam karya-karyanya.

    Barangkali hal ini merupakan pengaruh lingkungan keluarganya karena ayah ibunya adalah keturunan kepala adat di Minangkabau.

    Dengan demikian, dapat dipahami apabila ia tidak terhanyut begitu saja oleh hal-hal yang pernah diterimanya, baik itu berupa karya-karya sastra Barat yang pernah dinikmatinya maupun sistem pendidikan Barat yang pernah dialaminya.

    Muhammad Yamin wafat pada tanggal tanggal 17 Oktober 1962 di Jakarta. Atas peran dan jasa Muhammad Yamin maka pemerintah kemudian memberikan gelar Pahlawan Nasional.

    Walaupun pada masa dewasanya ia praktis meninggalkan lapangan sastra dan lebih banyak berkecimpung dalam lapangan politik dan kenegaraan ia telah meninggalkan karya-karya yang berarti dalam perkembangan sastra Indonesia.

    Di samping menulis sajak, misalnya Ken Arok dan Ken Dedes (1943) dan Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (1932?).

    Yamin memang banyak menaruh minat pada sejarah, terutama sejarah nasional.

    Baginya sejarah adalah salah satu cara dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia Raya.

    Dengan fantasi seorang pengarang roman dan dengan bahasa yang liris, ia pun menulis Gadjah Mada (1946) dan Pangeran Diponegoro (1950).

    Ia banyak pula menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia, antara lain karya sastrawan Inggris William Shakespeare (1564–1616) berjudul Julius Caesar (1952) dan dari pengarang India Rabindranath Tagore (1861–1941) berjudul Menantikan Surat dari Raja dan Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga.

    Cara Membuat Biografi

    Menulis biografi tidak bisa sembarangan karena ada langkah serta tahapan yang harus disiapkan terlebih dahulu oleh penulis.

    Bagaimana cara menulis biografi? Simak di bawah ini.

    1. Menentukan siapa yang akan ditulis

    Hal pertama yang harus diperhatikan adalah menentukan siapa yang akan ditulis.

    Pemilihan ini bukan didasari dari terkenal atau tidaknya.

    Tapi sebagai penulis, kita harus punya alasan yang kuat kenapa harus menulis tokoh tersebut dalam sebuah buku biografi.

    2. Meminta izin kepada yang bersangkutan

    Setelah menentukan siapa yang akan ditulis, langkah selanjutnya adalah penulis harus meminta izin terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

    Jika orangnya masih bisa ditemui, alangkah baiknya untuk meminta izin secara langsung.

    Jika orang yang hendak ditulis sudah meninggal, maka bisa izin ke keluarga terdekat.

    Ini memang bukan aturan pasti, tapi sebuah etika yang harus digunakan.

    3. Mengumpulkan data dari sumber yang jelas

    Kemudian, penulis harus mengumpulkan data yang didapatkan dari sumber terpercaya.

    Bisa ke orangnya langsung ataupun ke orang lain yang dekat hubungannya, misal orang tua, saudara, teman, atau orang-orang yang pernah kumpul sehingga informasi yang didapat valid.

    Jangan mengira-ngira atau mengada-ada karena bisa mengubah nilai karyanya.

    4. Menentukan judul biografi

    Saat sudah mengantongi izin, sudah mendapat data dan fakta, maka tugas penulis adalah mulai menulis yang diawali dari judul.

    Usahakan untuk menulis judul yang menarik dan mewakili isi tulisan.

    Seperti contoh biografi di atas, judulnya menerangkan bahwa Muhammad Yamin adalah seorang sastrawan nasional.

    5. Meminta masukan dan kritik

    Sebelum disebarluaskan, alangkah baiknya buku biografi yang ditulis, diserahkan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

    Takutnya ada kesalahan yang tidak sesuai dengan kisah hidup.

    Jika diperiksa terlebih dahulu, nanti penulis akan mendapat saran serta kritik yang akan menyempurnakan karya biografi tersebut.

    Nah, itulah informasi tentang apa itu biografi, pengertian biografi, contoh biografi, dan cara membuat biografi.

    Semoga artikel dari sastrawacana.id/ ini bermanfaat dan jangan lupa baca artikel lainnya, ya!