Tag: tradisional

  • Bagaimana Gaya Manajer Tradisional Menurut Likert?

    Bagaimana gaya manajer tradisional menurut likert?

    a. objektif
    b. subjektif
    c. manusiawi
    d. birokrasi

    Jawaban:

    b. subjektif

    Pembahasan:

    Gaya manajer tradisional menurut Likert dikategorikan sebagai subjektif karena:

    • Terfokus pada pengambilan keputusan berdasarkan intuisi dan pengalaman pribadi pemimpin. Gaya ini tidak selalu berdasarkan data atau analisis objektif.
    • Memiliki kecenderungan untuk menunjukkan favoritisme dan bias. Pemimpin tradisional mungkin lebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada karyawan yang mereka sukai atau yang mereka anggap lebih kompeten.
    • Cenderung menggunakan penilaian dan interpretasi pribadi dalam menilai kinerja karyawan. Hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan dan inkonsistensi dalam penilaian.

    Gaya Manajer Tradisional Menurut Likert

    Menurut Likert, gaya manajer tradisional terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:

    1. Otokratis

    Gaya kepemimpinan otokratis dicirikan oleh pemimpin yang memiliki kekuasaan penuh dan membuat semua keputusan tanpa melibatkan karyawan.

    Karyawan hanya mengikuti perintah dan kontrol dari pemimpin. Gaya ini dapat menghasilkan efisiensi tinggi karena fokusnya pada kepatuhan.

    Namun, gaya ini juga dapat menyebabkan ketidakpuasan dan resistensi dari karyawan karena mereka tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan.

    2. Paternalistik

    Gaya kepemimpinan paternalistik digambarkan dengan pemimpin yang memiliki semua kekuasaan, namun menunjukkan kepedulian terhadap karyawan.

    Pemimpin membuat keputusan, tetapi mempertimbangkan masukan dari karyawan. Motivasi karyawan didorong dengan pemberian hadiah dan hukuman.

    Gaya ini dapat menghasilkan loyalitas karyawan, tetapi di sisi lain, dapat menyebabkan ketergantungan pada pemimpin.

    3. Konsultatif

    Gaya kepemimpinan konsultatif diimplementasikan dengan pemimpin yang berbagi kekuasaan dengan karyawan.

    Pemimpin membuat keputusan setelah berkonsultasi dan mempertimbangkan masukan dari karyawan. Motivasi karyawan didorong dengan partisipasi dan komunikasi yang baik.

    Gaya ini dapat menghasilkan kerjasama dan komitmen karyawan yang tinggi, namun membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih banyak.

    4. Demokratis

    Gaya kepemimpinan demokratis menitikberatkan pada keseimbangan kekuasaan antara pemimpin dan karyawan.

    Keputusan dibuat bersama-sama melalui proses diskusi dan musyawarah. Motivasi karyawan didorong dengan pengembangan diri dan rasa memiliki terhadap organisasi.

    Gaya ini dapat menghasilkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada karyawan, namun membutuhkan tingkat kematangan dan kepercayaan yang tinggi pula antar pihak.

    Gaya manajer tradisional yang ideal menurut Likert adalah gaya konsultatif dan demokratis.

    Gaya ini memungkinkan pemimpin untuk memanfaatkan kekuatan dan bakat karyawan, serta meningkatkan motivasi dan komitmen mereka.

  • 5 Permainan Anak Tradisional yang Seru dan Bikin Rindu

    Sedikit bernostaligia, saat masih kecil kita bermain berbagai macam permainan anak tradisional, bukan? Salah satunya adalah petak umpet.

    Permainan anak tradisional merupakan permainan yang sudah ada sejak dahulu kala.

    Permainan ini tidak membutuhkan peralatan canggih serta aturan main yang cukup rumit.

    Kunci dari permainan anak tradisional adalah kebersamaan bersama teman-teman sebaya.

    Bahkan, bisa dikatakan bahwa permainan tersebut cukup seru.

    Tidak hanya petak umpet, ada banyak permainan anak tradisional yang mungkin sudah pernah kamu mainkan.

    Permainan Anak Tradisional

    Untuk mengingat masa kecil menyenangkan tersebut, berikut adalah beberapa jenis permainan anak tradisional, diantaranya:

    1. Kelereng

    Meski banyak dimainkan oleh anak laki-laki, kelereng juga cukup diminati oleh kalangan anak perempuan.

    Permainan ini cukup terkenal hingga saat ini. Kelereng terbuat dari keramik yang dibentuk bulat kecil dengan warna dan corak beragam sehingga tampak sangat cantik.

    Permainan ini biasanya dilakukan oleh dua anak bahkan lebih.

    Sebelum memainkan permainan tersebut, salah satu dari pemain akan membuat sebuah garis berbentuk kotak maupun lingkaran sebagai lintasan.

    Kemudian, semua pemain akan melempar atau menyentil kelereng ke arah lintasan tersebut dengan jarak yang sudah ditentukan.

    Apabila kelerang keluar lintasan, maka akan menjadi pemilik yang menyentil kelereng.

    2. Layang-layang

    Selain kelereng, layang-layang juga menjadi permainan yang banyak diminati hingga saat ini, bahkan bisa dikatakan sebagai permainan yang tak pernah lekang oleh waktu.

    Layang-layang terbuat dari bambu yang disusun hingga membentuk kerangka bangun layang-layang. Kemudian, kerangka tersebut ditutup dengan kertas khusus.

    Setelah terbentuk, layang-layang diterbangkan menggunakan benang yang disebut dengan senar.

    Permainan layang-layang akan terasa lebih seru jika dimainkan bersama teman-teman.

    Yang lebih menarik lagi dari permainan ini adalah, jika putus maka akan ada banyak anak-anak berlarian mengejarnya.

    3. Bola Bekel

    Bola bekel merupakan permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh lebih dari dua orang.

    Semakin banyak yang memainkan, maka akan semakin seru.

    Bola bekel menggunakan sebuah bola yang terbuat dari karet sehingga jika dilemparkan ke atas maka akan memantul.

    Tidak hanya bola bekel, kerikil juga dibutuhkan dalam permainan ini.

    Saat bola bekel di lempar ke atas, maka kerikil yang ada di lantai harus segera diambil.

    Jika kerikil tidak berhasil di ambil, maka si pelempar akan digantikan dengan pemain yang lainnya.

    4. Lompat Tali Karet

    Bisa dikatakan bahwa anak jam dulu memiliki ide luar biasa sehingga benda apapun yang ada di sekitar bisa disulap menjadi sebuah permainan yang seru.

    Salah satu contoh permainan yang mengunakan benda di sekitar adalah lompat tali karet.

    Kamu hanya perlu mengumpulkan beberapa karet gelang yang kemudian di susun hingga menyerupai tali.

    Cara memainkan lompat karet cukup mudah. Kedua pemain bertugas memegang sisi kanan dan kiri karet.

    Pemain yang lain akan melompat melewati tali.

    Apabila pemain tidak bisa melompati karet, maka akan diganti dengan pemain lainnya.

    Perlu diingat bahwa permainan ini membutuhkan tiga pemain hingga lebih.

    5. Congklak

    Jika tidak ingin bermain di lapangan dan mengeluarkan banyak tenaga, kamu bisa memilih permainan yang satu ini, yakni congklak.

    Congklak merupakan permainan anak tradisional yang terbuat dari biji kerang dan juga papan congklak yang memiliki cekungan.

    Meski tidak membutuhkan tenaga, permainan tradisional ini membutuhkan pikiran yang jeli serta taktik jitu untuk memenangkannya.

    Cara memainkannya, pemain akan mengambil biji kerang yang kemudian dimasukkan ke dalam lubang papan congklak satu per satu.

    Jika biji kerang berhenti di rumah pemain, maka akan diganti dengan si lawan. Begitu seterusnya.

    Nah, itulah beberapa contoh permainan anak tradisional yang ternyata cukup seru jika dimainkan bersama teman.

    Author: Eva