Tag: uang

  • 15 Peluang Bisnis dengan Modal Kecil Dibawah 1 Juta

    15 Peluang Bisnis dengan Modal Kecil Dibawah 1 Juta

    Bosan menjadi karyawan? Ingin resign, tapi bingung untuk mencari penghasilan selanjutnya?

    Ya, itulah salah satu dilema yang sering dialami oleh seorang pegawai atau karyawan.

    Gaji bulanan yang segitu-segitu saja, tekanan dari perusahaan, serta bos yang galak kadang membuat kebanyakan karyawan merasa jenuh, malas, dan ingin segera mengakhiri hubungannya dengan perusahaan tersebut.

    Namun, ketika memutuskan untuk berhenti kerja atau resign, apakah ada jaminan hidup yang lebih baik di kemudian hari?

    Bisa iya bisa tidak. Itu semua tergantung dari kemauan serta kemampuan yang dimiliki. Tapi alangkah baiknya agar kita tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk berhenti kerja.

    Sebab, kita masih punya tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Lebih baik kita melakukan terobosan baru dengan menciptakan usaha atau bisnis sendiri.

    Sebab, ada begitu banyak peluang usaha yang cukup prospek jika kita jeli melihatnya.

    Mungkin ini adalah pilihan yang tepat. Kita bekerja sebagai karyawan, sekaligus membuka usaha sendiri.

    Ketika usaha yang dirintis berkembang dan berpenghasilan, maka kita bisa meninggalkan perusahaan tempat kita bekerja.

    Ini sebuah keputusan yang bijak, daripada harus terburu-buru berhenti kerja tapi tidak ada kepastian di kemudian hari.

    Namun, kembali lagi ke masalah modal. Banyak orang yang enggan membuka usaha karena faktor modal yang minim.

    Banyak yang beranggapan jika usaha harus dimulai dengan modal besar. Padahal pada kenyataannya tidak begitu.

    Sebab ada beberapa jenis bisnis atau peluang usaha yang hanya membutuhkan modal tak lebih dari 1 juta.

    Apa saja peluang usaha tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Jual Pulsa Elektrik

    Tidak perlu sampai 1 juta, usaha jual pulsa elektrik cukup dimulai hanya dengan modal 100 ribu rupiah saja.

    Enaknya lagi, bisnis pulsa juga tidak harus membuka toko di pinggir jalan. Kita bisa melakukannya di mana saja, termasuk di rumah ataupun via online.

    Hasil dari berjualan pulsa juga cukup menggiurkan, bahkan bisa sampai 2000 rupiah setiap transaksi.

    Bisa dibayangkan, ketika sehari kita mendapat 50 orderan, maka sudah berapa hasil yang kita peroleh?

    2. Usaha Toko Online

    Sekarang kita hidup di jaman digital, yang mana semua kebutuhan hampir tersedia di internet. Nah, hal ini juga menjadi sebuah peluang usaha yang cukup baik prospeknya.

    Kita bisa membuka toko online, misalnya toko baju, perlengkapan anak, mainan, dan masih banyak lagi.

    Tidak perlu modal besar, apalagi stok produk. Sebab sekarang begitu banyak toko besar yang menerima reseller atau dropshipper kepada setiap orang.

    3. Bisnis Katering

    Selanjutnya, ketika kita memiliki bakat memasak, kenapa tidak kita manfaatkan saja untuk mencari penghasilan?

    Ya, bisnis katering memang cukup menjanjikan.

    Kita bisa menawarkan di komplek perumaha, kantor, ataupun instansi kepemerintahan seperti kantor desa.

    Modal yang digunakan juga tidak banyak, tapi hasilnya cukup menggiurkan.

    4. Bisnis Jasa Pengetikan

    Selanjutnya kita bisa membuka jasa pengetikan. Kalau usaha yang satu ini terbilang tidak butuh modal, hanya saja dibutuhkan skil.

    Sebab kita bisa melakukannya di kantor atau menggunakan fasilitas kantor untuk mengerjakan orderan dari klien.

    Walau terlihat sederhana, tapi jasa pengetikan cukup ramai dicari.

    5. Jual Bibit Tanaman

    Jual bibit tanaman merupakan sebuah alternatif usaha yang cukup menjanjikan di jaman sekarang. Sebab kebanyakan orang ingin rumahnya asri dengan tanaman.

    Kita bisa mencari distributor bibit tanaman dan menjualnya lagi ke orang lain.

    Modal yang digunakan juga tidak begitu besar, tapi ketika kita bisa menjualnya dengan baik, maka pundi-pundi rupiah pun akan mengalir.

    6. Bisnis Kerajinan Tangan

    Kerajinan tangan merupakan salah satu pelauang usaha atau bisnis rumahan yang paling menyenangkan.

    Sebab, kita bisa melakukannya dengan senang hati dan melatih kreativitas.

    Kita pun bisa menggunakan bahan dasar yang sederhana, misalnya sampah plastik atau botol minuman bekas. Tentu saja modalnya tidak banyak, bukan?

    7. Jual Es Krim

    Bisnis modal kecil selanjutnya adalah menjual es krim.

    Kita bisa membuatnya sendiri di rumah. Kalau tidak bisa, kita bisa melihat tutorial di internet atau Youtube.

    Ada begitu banyak resep membuat es krim yang sederhana dengan modal minim. Kita bisa menjualnya ke tetangga sampai teman kantor.

    8. Jual Gorengan

    Jangan sepelekan orang penjual gorengan. Walau terlihat sederhana, tapi banyak penjual gorengan yang berhasil meraup hasil besar dari dagangannya.

    Sebab gorengan adalah sebuah peluang usaha dengan modal kecil, tapi hasil menggiurkan.

    Ketika bisnis gorengan sudah ramai, kita bisa membuka gerai khusus untuk menjangkau konsumen lebih banyak lagi.

    9. Jasa Desain

    Usaha modal kecil selanjutnya adalah menjual jasa desain.

    Jika kita memiliki kemampuan desain, baik desain banner, undangan, cover buku, dan sebagainya, maka itu adalah modal utama kita.

    Untuk permulaan jangan pasang tarif mahal sebab kita belum dikenal. Alangkah baiknya untuk menunjukkan kualitas kita terlebih dahulu.

    10. Menjadi Selebgram

    Jangan salah, selebgram adalah salah satu jenis usaha yang paling populer saat ini.

    Dengan endorse, banyak selebgram yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak pertanyaan tentang bagaimana cara menjadi selebgram?

    Sebenarnya menjadi elebgram tidak sulit, ada beberapa trik khusus yang bisa kita lakukan agar bisa menjadi selebgram.

    11. Jasa Roti Bakar

    Selanjutnya kita juga bisa mencoba peluang usaha roti bakar.

    Usaha ini tidak memerlukan modal banyak. Kita bisa memanage pengeluaran agar tidak sampai 1 juta.

    Yang paling utama dalam bisnis roti bakar adalah kualitas roti serta rasa. Ketika rasa sudah bisa bersaing, maka balik modal akan cepat terealisasi.

    12. Membuka Warung Kopi

    Bukan hal yang rahasia lagi jika usaha warung kopi adalah bisnis kecil yang menjanjikan.

    Jenis usaha yang satu ini memang benar-benar terbukti bisa menghasilkan uang dalam waktu singkat dengan modal sedikit.

    Jadi, kita bisa mencobanya di malam hari ketika pulang kerja.

    13. Jual Camilan

    Peluang usaha kecil selanjutnya adalah menjual camilan. Jika kita pandai membuat camilan, seperti keripik, maka kita bisa menjualnya.

    Tapi ingat, selain rasa, camilan juga akan lebih menjual ketika packing nya bagus. Rasa adalah yang utama, tampilan adalah yang kedua.

    14. Jual Jamu

    Usaha modal kecil yang bisa kita lakukan di rumah adalah jual jamu. Kita bisa mencari agen atau distributor jamu, kemudian menjualnya lagi.

    Modal yang digunakan pun tidak sampai sejuta. Kita bisa menjualnya di rumah, tanpa perlu menyewa lahan usaha di pinggin jalan.

    15. Jasa Penulisan Artikel

    Dan yang terakhir, peluang usaha baru yang menjanjikan saat ini adalah jasa penulisan artikel.

    Mengingat saat ini kita hidup di jaman yang serba digital, maka kebanyakan perusahaan atau segala bidang usaha akan meramban ke dunia online.

    Nah, pada dunia online, setiap pengusaha dituntut untuk bisa menulis kata-kata atau artikel yang menarik agar produk jualannya diminati oleh calon pembeli.

    Oleh sebab itu, artikel menjadi satu-satunya kunci agar usaha menjadi lebih dilirik oleh orang. Salah satu jasa penulisan artikel terbaik dan terpercaya adalah sastrawacana.id/.

    Sudah ratusan artikel yang ditulis dan berhasil membuat produk iklan menjadi lebih laris.

    Author : Maulana Affandi

  • Apa Perbedaan Aset dan Liabilitas? Simak Penjelasan dan Contohnya

    Apa Perbedaan Aset dan Liabilitas? Simak Penjelasan dan Contohnya

    Perbedaan Aset dan Liabilitas

    Seiring berkembangnya dunia perekonomian, semakin banyak pula istilah-istilah keuangan yang bermunculan.

    Istilah tersebut digunakan untuk memudahkan setiap orang dalam membedakan dan mengelompokkan nilai keuangan yang mereka miliki. Seperti salah satu istilah yang sering kita dengar, yaitu aset.

    Ya, aset adalah istilah yang cukup familiar di dunia perekonomian. Bahkan orang awam pun sering menggunakan kata ini.

    Namun, walau teramat sering digunakan dalam bahasa perekonomian, tidak sedikit orang yang masih belum paham arti aset yang sesungguhnya. Bahkan, tidak sedikit pula yang salah kaprah serta salah mengartikannya.

    Umumnya, aset diartikan sebagai nilai kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan dalam bentuk apapun, baik uang maupun barang. Anggapan seperti ini merupakan anggapan yang kurang tepat.

    Sebab, segala jenis nilai kekayaan yang dimiliki oleh seseorang ataupun perusahaan dapat dikatakan sebagai aset dan dapat juga dikatakan sebagai liabilitas.

    Maka, jangan sampai salah membedakan aset dengan liabilitas karena keduanya merupakan nilai kekayaan yang berbeda kelompok.

    Secara sederhana, aset merupakan nilai kekayaan yang dapat memberikan penghasilan. Sedangkan liabilitas merupakan nilai kekayaan yang mendatangkan pengeluaran secara finansial.

    Lebih mudah lagi, aset adalah pemasukan, sedangkan liabilitas adalah pengeluaran. Banyak orang yang mengatakan jika rumah pribadi dan mobil mewah merupakan aset, padahal itu semua adalah liabilitas.

    Sebab, dengan memiliki rumah pribadi dan mobil mewah akan mendatangkan pengeluaran bagi pemiliknya.Pengeluaran tersebut bisa berupa biaya perawatan, biaya pajak, asuransi, dan sebagainya.

    Namun, rumah dan mobil mewah tersebut dapat berubah kategori menjadi aset jika pemiliknya mampu menghasilkan nominal rupiah dari kekayannya tersebut. Cara umum mendapatkan penghasilan dari kekayaan pribadi adalah dengan cara menyewakannya.

    Dengan menyewakan kekayaan tersebut, maka pemiliknya akan mendapat keuntungan dan pemasukan. Itulah pengertian aset yang sesungguhnya.

    Memang terlihat sederhana, tapi perbedaan tersebut harus benar-benar dipahami oleh setiap orang, khususnya pelaku ekonomi. Karena jika sampai salah dalam mengartikan aset dan liabilitas, akan fatal akibatnya.

    Orang yang terus-menerus mengumpulkan nilai kekayaan seperti rumah, mobil, dan sebagainya, secara tidak sadar dia juga meningkatkan nilai liabilitasnya (pengeluaran). Lebih baik memanfaatkan nilai kekayaan guna meningkatkan aset.

    Dengan meningkatnya Aset yang dimiliki, maka akan menurunkan jumlah pengeluaran untuk menurunkan liabilitasnya. Begitu logika sederhananya.

    Jadi, setelah Anda memahami perbedaan aset dengan liabilitas, maka Anda dapat berlaku adil terhadap nilai kekayaan yang Anda miliki.

    Yang dimaksud berlaku adil adalah menempatkan nilai kekayaan sesuai dengan tempatnya serta tidak memupuk pengeluaran yang tidak perlu dikeluarkan dengan menekan nilai liabilitas.

    Semoga Artikel ini dapat memberi manfaat bagi setiap orang agar lebih melek dalam dunia perekonomian.

  • Sejarah uang Dari Masa Ke Masa yang Perlu Diketahui

    Sejarah uang Dari Masa Ke Masa yang Perlu Diketahui

    Sejarah Uang

    Uang adalah alat pembayaran yang sah dan berlaku di hampir semua negara, termasuk Indonesia. Hampir semua transaksi menggunakan uang sebagai alat pembayarannya, tak terkecuali transaksi digital.

    Dalam industri digital, uang biasanya berupa virtual, yakni nominal tanpa ada bentuk fisiknya. Namun, itu tetap sah digunakan sebagai alat pembayaran.

    Nah, bicara tentang uang, tahukah kamu bagaimana sejarahnya hingga bisa digunakan sebagai alat pembayaran?

    Jika belum, maka kali ini sastrawacana.id/ akan menjelaskan bagaimana sejarah uang dari awal hingga saat ini. Mari disimak.

    Sebelum membahas tentang sejarah uang, alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu bagaimana sistem transaksi orang pada zaman dahulu, sebelum adanya uang.

    Jadi, manusia pada zaman dahulu biasa melakukan transaksi dengan cara menukar barang dengan barang atau yang disebut barter.

    Hampir semua barang ditukarkan. Misalnya menukar beras dengan gula, menukar minyak dengan jagung, dan menukar hal-hal lain.

    Bahkan, pada tingkatan yang ekstrem, ada sebuah istilah “tukar guling” yang artinya menukar tanah pekarangan atau rumah! Ya, itu benar-benar terjadi pada zaman dahulu, sebelum adanya uang.

    Namun, setelah adanya uang, alat tukar dalam transaksi pun mulai berganti dan barter mulai ditinggalkan.

    Menurut informasi yang dihimpun, sekitar tahun 1200 SM, uang primitif mulai dipakai.

    Uang primitif adalah cangkang kerang atau moluska lainnya yang digunakan sebagai alat pembayaran bernama cowrie. Cangkang atau Cowrie berasal dari Kepulauan Maladewa di Samudra Hindia.

    Cowrie menjadi barang berharga sejak awal peradaban China dan India yang kemudian dibawa sepanjang rute perdagangan ke Afrika.

    Orang Eropa menamakannya Wampum yang menjadi mata uang di pasar. Jenis uang barang berbeda-beda di seluruh bagian dunia sesuai dengan perkembangan peradaban masing-masing.

    Namun, ada versi lain mengenai kemunculan uang pertama kali dalam peradaban manusia. Jack Weatherford dalam buku History of Money (1997), mendukung pendapat bahwa uang pertama kali digunakan oleh orang-orang dari kerajaan Lydia.

    Bangsa Lydia diperkirakan pernah hidup disebuah kawasan yang kini disebut Turki. Uang pada masa bangsa Lydia konon berwujud koin dengan gambar singa yang mengaum.

    Weatherford meyakini bahwa uang sudah menjadi alat tukar bangsa Lydia sejak sekitar tahun 1.000 Sebelum Masehi (SM).

    Kemudian, Donald B. Clane memiliki versi yang berbeda.

    Dalam sebuah buku Rationality and Human Behavior (1999), ia menyebutkan bahwa mata uang koin ditemukan 6.000 tahun lalu di wilayah yang kini dikenal dengan nama Turki.

    Namun, Clane tidak menyebutkan bangsa Lydia seperti yang disebutkan oleh Weatherford.

    Lantas, seiring peradaban manusia yang semakin berkembang dari masa ke masa, muncullah uang yang terbuat dari kertas.

    Beberapa sejarawan meyakini bahwa uang kertas telah digunakan oleh pedagang Tiongkok pada tahun 100 Masehi. Setelah berabad-abad kemudian, bangsa-bangsa Eropa baru mengenal jenis uang kertas ini.

    Hingga akhirnya peradaban mulai berubah. Setiap Negara akhirnya memiliki mata uangnya masing-masing. Kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat alat tukar terus berevolusi.

    Pada tahun 1946, kartu kredit mulai diperkenalkan ke publik sebagai alat tukar. Transaksi yang didasarkan pada kartu kredit disebut juga dengan transaksi non-tunai.

    Di era yang serba digital ini, semakin banyak bermunculan alat tukar jenis baru, salah satunya adalah bitcoin.

    Bitcoin adalah uang elektronik yang dikembangkan oleh orang Jepang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009.

  • Gaji Bulanan Selalu Habis Begitu Saja? Inilah 5 Penyebabnya

    Bagi setiap orang yang bekerja, tentu saja akan mendapatkan upah atau imbalan berupa uang gaji yang biasanya diberikan pada akhir bulan.

    Nah, uang gaji tersebutlah yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga harus bisa mengatur keuangan sebaik mungkin.

    Namun, sampai saat ini banyak yang merasa jika gaji bulanan mereka tidak bisa bertahan lama, alias selalu habis begitu saja. Padahal baru saja mendapat gaji, tapi belum sampai sebulan sudah habis duluan.

    Apakah kamu mengalami hal yang sama? Kalau benar demikian, maka kamu harus tahu apa penyebabnya.

    Alasan Gaji Bulanan Selalu Habis

    Nah, supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa penyebab gaji bulanan selalu habis begitu saja.

    1. Tidak Membuat Daftar Anggaran

    Ketika mendapat gaji, kebanyakan orang akan menggunakannya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Namun, ketika uang sudah menipis, barulah terasa. Oleh karenanya, buatlah alokasi anggaran dari sekarang. Tentukan apa saja yang harus dibeli dan apa saja yang harus dilunasi (jika punya hutang).

    2. Suka Jajan di Luar

    Jajan atau makan di luar boleh-boleh saja. Tapi jangan terlalu sering juga. Sebuah contoh, harga kopi di cafe bisa mencapai 20rb hingga 50rb per satu cangkir. Tapi jika kamu menyeduhnya sendiri di rumah, paling hanya membutuhkan biaya 5 ribu rupiah saja. Nah, maka dari itu mari lebih giat berhemat dengan membatasi jajan di luar rumah.

    3. Bawa Uang Cash Secukupnya

    Usahakan untuk tidak membawa uang cash terlalu banyak di dalam dompet. Sebab ketika ada uang di dompet, maka akan membuatmu menjadi ingin beli ini dan beli itu. Alangkah baiknya membawa uang cash untuk keperluan mendadak saja, misalnya untuk bensin atau jika sewaktu-waktu ban bocor.

    4. Jaga Pergaulan

    Ini tak kalah penting dan harus diperhatikan dari sekarang. Pergaulan bisa menggiring sifat dan sikapmu. Oleh karenanya berkumpul dengan orang yang sederhana adalah pilihan tepat karena kamu akan tertular menjadi orang yang sederhana. Cara ini juga bisa menghindarkanmu dari pengaruh gaya hidup yang terlalu tinggi.

    5. Jangan Merasa Kaya Saat Gajian

    Dan yang terakhir adalah jangan pernah merasa kaya dan banyak uang ketika gaji sudah turun. Sebab dengan pemikian itulah rasa sombong akan muncul. Akibatnya kamu akan suka belanja tanpa memikirkan anggaran atau kepentingan lainnya. Jadi, tetaplah hidup sederhana dengan memanfaatkan gaji bulanan sebaik mungkin.

    Nah, itulah beberapa penyebab gaji bulanan selalu habis beserta tips mengaturnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Ampuh, Inilah 6 Cara Mudah Terbebas Dari Hutang

    Hutang adalah salah satu masalah keuangan yang menjadi polemik bagi setiap orang.

    Bagaimana tidak, hutang bisa membuat seseorang menjadi tak tenang hidupnya karena rasa khawatir dan rasa takut ketika tidak bisa melunasinya.

    Maka tak heran jika pakar ekonomi mengatakan bahwa hutang adalah bentuk penjajahan dalam  urusan finansial seseorang.

    Oleh kareanya, jika ingin merdeka, seseorang harus bisa melunasi semua hutang-hutangnya.

    Namun, melunasi hutang bukanlah sebuah perkara mudah.

    Tapi walau tidak mudah, sebenarnya ada beberapa tips dan cara ampuh yang bisa membuat seseorang terbebas dari lilitan hutang.

    Cara Terbebas Dari Hutang

    Apa saja cara terbebas dari hutang tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Mengatur Prioritas Hutang

    Kadang seseorang memiliki hutang lebih dari satu. Maka dari itu, alangkah baiknya agar bisa mengatur prioritas hutang.

    Sebaiknya lunasi hutang yang bunganya mencekik terlebih dahulu, alias bunga tinggi. Selanjutnya, baru melunasi hutang-hutang lainnya.

    2. Evaluasi Anggaran Belanja

    Kemudian, kita harus bisa mengevaluasi anggaran belanja atau pengeluaran. Cek daftar pengeluaran selama sepekan atau sebulan.

    Kalau dirasa terlalu membengkak, maka kita bisa merampingkan dengan mengutamakan kebutuhan pokok terlebih dahulu.

    Sisanya, bisa disisihkan untuk mencicil hutang.

    3. Kurangi Aktivitas Pemborosan

    Sama halnya dengan mengevaluasi anggaran belanja, mengurangi aktivitas yang boros juga dapat membuat kita terbebas dari lilitan hutang.

    Dalam hal ini lebih fokus pada gaya hidup, misalnya aktivitas nongkrong di cafe ataupun makan di restoran mewah.

    Alangkah baiknya uang tersebut digunakan untuk membayar hutang.

    4. Jangan Menunda Pembayaran

    Banyak juga terjadi, seseorang suka menunda-nunda pembayaran hutang dengan berbagai alasan.

    Padahal uang sudah ada, tapi terasa berat untuk mengeluarkannya. Tindakan ini justru akan menimbulkan beban yang lebih berat.

    Apalagi sampai kena denda karena telat membayar. Jadi, siapkan uang untuk membayar hutang dan jangan pernah ditunda.

    5. Jangan Terlalu Dipikirkan

    Dan yang tak kalah penting juga, sebaiknya kita tidak terlalu memikirkan hutang-hutang tersebut.

    Karena dampaknya akan buruk bagi pekerjaan. Kita menjadi tidak fokus bekerja sehingga hasilnya tidak maksimal.

    6. Mencari Pekerjaan Sampingan

    Jika memiliki waktu luang, kita juga bisa menerima job lain untuk menambah pemasukan.

    Menjadi freelance adalah sebuah pilihan ketika kita merasa bahwa penghasilan bulanan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk membayar hutang.

    Nah, itulah beberapa tips dan cara agar terbebas dari hutang. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Awas, 6 Hal ini Bisa Membuatmu Sengsara Seumur Hidup

    Setiap orang pasti ingin hidup tenang dan serba kecukupan. Maksudnya adalah terpenuhi semua kebutuhannya dan mendapatkan ketenangan batin. Sebab terpenuhi semua kebutuhan saja tak cukup, jika tidak memiliki ketenangan batin.

    Namun, untuk mendapatkan itu semua tentunya bukan perkara mudah, bahkan terbilang sulit. Diperlukan ketekunan, kegigihan, serta keikhlasan yang bisa menumbuhkan rasa syukur dalam jiwa.

    Kadang ada orang yang baru meraih kesuksesan, langsung menyalahgunakan kesuksesan tersebut dengan sikap dan tingkah yang kurang baik, misalnya sombong atau menghina orang lain.

    Bukannya berkah, justru tingkah tersebut dapat membawa seseorang terjun ke dalam jurang kehancuran. Setelah hancur, maka penyesalan akan timbul.

    Maka dari itu, sebelum penyesalan itu datang, alangkah baiknya agar kita selalu waspada terhadap beberapa hal yang bisa membuat hidup kita sengsara berikut ini.

    1. Sombong

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sombong adalah sebuah sikap yang kurang terpuji dan sebaiknya dihindari. Jangan sampai kesombongan kita membuat orang lain terluka dan sakit hati. Sebab kedudukan seseorang tidak selalu di atas, pasti ada pasang surut layaknya ombak di lautan. Hindarilah sifat sombong dan tetap rendah hati walau kita sudah meraih kesuksesan.

    2. Menyepelekan Orang Lain

    Kadang juga ada orang yang merasa sukses, lalu menyepelekan orang lain atau memandang orang lain dengan sebelah mata. Sikap ini sangat tidak baik dilakukan. Ingatlah, sebelum sukses kita juga pernah berada pada posisi yang mengenaskan. Ingat juga untuk tidak menyakiti hati orang lain. Karena setiap yang kita lakukan pasti akan dibalas oleh Yang Maha Kuasa.

    3. Menjadi Malas

    Sering juga terjadi, orang yang sukses tiba-tiba menjadi malas karena merasa penghasilannya saat ini sudah bisa mencukupi kehidupan sehari-hari. Padahal sikap tersebut tidak seharusnya dilakukan. Ingat, boleh jadi saat ini kita serba kecukupan, tapi waktu terus berjalan sehingga kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

    4. Terlalu Boros

    Selagi berada di puncak kesuksesan, manfaatkanlah momen ini untuk menabung. Jangan malah membuang-buang uang dengan hal-hal yang tidak penting, alias boros. Tetaplah hidup hemat dengan tidak mengikuti gaya hidup yang bisa menguras uang dengan cepat.

    5. Lupa Kepada Sang Pemberi Rezeki

    Saat sedang susah, banyak orang mengeluh dan memohon kepada Tuhan agar diberi kekuatan serta rezeki yang lapang. Namun sebaliknya, ketika sudah berada di puncak, jangan sampai kita lupa dengan Sang Maha Pencipta. Jangan kita menganggap seolah-olah kesuksesan yang diraih adalah jerih payah sendiri tanpa campur tangan dari Tuhan YME.

    6. Tidak Mau Berbagi

    Yang tak kalah penting juga kita harus selalu berbagi dan membantu orang di sekitar kita. Jangan lupa diri dan tutup mata dengan keadaan orang lain yang membutuhkan bantuan. Sebab sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Selagi kita diberi kelebihan rezeki, alangkah baiknya jika kita bisa berbagi untuk meringankan beban orang lain yang benar-benar sedang kesusahan.

    Nah, itulah beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika kita sudah mencapai kesuksesan. Jangan sampai tingkah laku dan sikap yang kurang terpuji tersebut membawa kita ke dalam kehancuran dan penyesalan di kemudian hari.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Jangan Boros, Berikut 4 Alasan Mengapa Wanita Harus Bisa MengaturKeuangan

    Wanita sejatinya dikenal memiliki sifat konsumtif alias boros dalam menggunakan uang.

    Bahkan, sifat tersebut terkadang sulit untuk dikendalikan sehingga pengaturan keuangan mereka berantakan, terlebih sesaat setelah gajian. Pasti, mereka akan mengeluarkan uang tanpa berpikir panjang.

    Sifat tersebut sebenarnya tidaklah baik dan harus segera dirubah. Pasalnya, wanita harus memiliki kemampuan dalam mengatur keuangan sehingga kebiasaan menghamburkan uang dengan percuma bisa dihindari.

    Namun, ada beberapa alasan lainnya yang perlu kamu ketahui mengapa wanita harus memiliki kemampuan mengatur keuangan. Beberapa alasan tersebut diantaranya:

    1. Agar Bisa Lebih Mandiri

    Wanita mandiri tidak hanya dilihat dari kebiasaan mereka dalam melakukan segala sesuatunya sendiri, melainkan juga dalam mengatur keuangan.

    Mengapa demikian?

    Sebab, ketika kamu sedang mengalami kesulitan keuangan secara tiba-tiba, kamu tidak akam merasa panik lagi. Sebab, kamu telah pandai dalam mengatur keuanganmu.

    2. Agar tidak Menyusahkan Orang Lain

    Tujuan utama wanita bekerja sendiri adalah agar bisa hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, khususnya orang tua.

    Akan tetapi, tidak sedikit dari mereka yang masih mengalami kesulitan ekonomi walau telah bekerja.

    Alasannya adalah karena upah bulanan telah habis sebelum waktunya akibat tidak punya kemampuan dalam mengatur keuangan.

    Sehingga, mereka kembali menyusahkan orang lain dengan cara meminjam atau meminta uang dari orangtua. Oleh sebab itu, wanita harus bisa mengatur keuangan agar terhindar dari masalah tersebut.

    3. Agar Bisa Membedakan Antara Kebutuhan Pokok dan Keinginan

    Saat memiliki banyak uang, kamu pasti ingin segera membeli barang yang telah lama kamu idam-idamkan.

    Walaupun sebenarnya barang itu tidaklah terlalu penting dan bukan termasuk  ke dalam kebutuhan pokokmu. Alhasil, kamu akan menghamburkan uang dengan percuma.

    Nah, ketika kamu sudah bisa mengatur keuangan sendiri, maka kamu akan jadi lebih pintar dalam membedakan mana kebutuhan pokok dan mana yang hanya berupa nafsu atau keinginanmu saja.

    4. Agar Bisa Menghargai Barang yang Dimiliki

    Alasan terakhir mengapa wanita wajib belajar mengatur keuangan adalah agar kamu bisa menghargai setiap barang yang kamu punya.

    Biasanya, kamu suka membeli barang yang tidak begitu penting dan terkadang juga suka merusak barang-barang tersebut dalam waktu yang singkat.

    Oleh karenanya, saat kamu bisa mengatur keuangan, maka kamu akan selalu menjaga semua barang yang kamu miliki, khususnya barang yang kamu beli dengan hasil keringat sendiri.

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • Ladies, Inilah 4 Kebiasaan di Rumah yang Bisa Menghasilkan Uang

    Coba tebak, apa kebiasaan yang paling sering dilakukan oleh kaum cewek? Mayoritas jawabannya pasti bergosip. Bener kan?

    Yups, memang bener sih cewek kalau lagi ngumpul pasti suka bergosip. Bahan pergosipan mereka pun tak jauh dari seputar pasangan, teman, serta orang lain yang tidak dikenal.

    Tapi, apa bergosip bisa bermanfaat? Bisa menghasilkan uang? Tentu saja tidak sama sekali. Bergosip cuma bisa membuang tenaga dan pikiran dengan percuma, bahkan bikin dosa semakin bertambah.

    Daripada harus gosip, mending beralih ke aktivitas lainnya. Sebab ternyata ada kebiasaan lain di rumah yang ternyata dapat memberikan manfaat, loh?

    Kebiasaan yang Menghasilkan Uang

    Selain berguna untuk orang lain, juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Waaahh, menguntungkan, bukan? Nah, penasaran apa saja kebiasaan tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Kebiasaan Make Up Wajah

    Cewek mana yang bisa lepas dari alat-alat make up? Tidak sedikit dari mereka yang menjadikan alat make up sebagai kebutuhan pokok.

    Sebab, cewek akan mengisi hari-hari mereka dengan memoles wajah. Tahukah kamu bahwa kebiasaan memoles wajah ini juga bisa menghasilkan uang? Yups, kamu bisa terlatih untuk menjadi seorang MUA alias make up artist.

    Seperti yang kita tahu, MUA saat ini sangat digandrungi dan banyak yang membutuhkan jasa mereka untuk membuat penampilan wajah semakin cantik, terutama pada hari spesial salah satunya hari pernikahan.

    2. Kebiasaan Memasak

    Tidak hanya bisa make up saja, cewek memang seharusnya bisa masak. Dengan begitu, kamu bisa menghidangkan makanan lezat untuk keluargamu kelak setelah menikah. Sebagian besar cewek memang suka dan memiliki kebiasaan memasak di rumah.

    Nah, kebiasaan ini juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Caranya, kamu bisa memasak masakan atau membuat kue favoritmu.

    Kemudian, mintalah temanmu untuk mencicipinya, jangan lupa juga tanya pendapat mereka tentang masakanmu. Kalau menurut mereka masakanmu enak, berarti peluangmu terbuka lebar untuk bisa membuka usaha dalam bidang kuliner. Wow, cukup menarik, bukan?

    3. Kebiasaan Menulis

    Jika kamu termasuk cewek yang memiliki hobi atau kebiasaan menulis, selamat! Karena hobimu ini juga bisa menghasilkan uang. Bagaimana caranya? Kamu bisa menulis apapun yang kamu mau, misalnya seperti artikel, cerpen, novel, puisi, dan karya tulisan lainnya.

    Setelah itu, cobalah untuk mengirim hasil karya tulisanmu pada majalah atau penerbit buku.

    Walaupun tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, kan?

    4. Kebiasaan Membuat Kerajinan Tangan

    Membuat kerajinan tangan biasanya menjadi pilihan terbaik untuk mengisi waktu luang. Terkadang, kebiasaan membuat kerajinan tangan hanya dilakukan saat sedang merasa bosan.

    Tapi, dengan kebiasaan ini kamu juga bisa menghasilkan uang loh. Kamu bisa berkarya sebagus mungkin dan hasilnya bisa kamu jual. Akan lebih beruntung lagi jika karyamu diapresiasi dengan harga yang cukup tinggi.

    Itulah 4 kebiasaan yang seringkali dilakukan cewek di rumah yang mungkin tidak pernah disadari bahwa bisa menghasilkan uang.

    Yuk, kembangkan potensimu melalui kebiasaan yang sering kamu lakukan setiap hari!

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • Sudah Kerja Keras Tapi Kenapa Tak Kunjung Kaya? Inilah Penyebabnya

    Sudah Kerja Keras Tapi Kenapa Tak Kunjung Kaya? Inilah Penyebabnya

    Siapa sih yang tidak ingin kaya raya? Tentu saja semua orang ingin memiliki banyak uang sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan hidup dengan mudah.

    Selain itu, dengan status sebagai “orang kaya”, tidak sedikit orang yang akan merasa segan bahkan cenderung menghormati kita.

    Untuk bisa menjadi orang kaya, tidaklah mudah. Dibutuhkan usaha dan kerja keras untuk mencapainya.

    Tak sedikit pula, orang yang sampai rela menghabiskan banyak waktu di kantor untuk bekerja supaya bisa menghasilkan uang lebih banyak.

    Akan tetapi, bekerja keras saja tidaklah cukup. Pasalnya, ada sebagian besar orang yang tak kunjung menjadi kaya raya padahal sudah bekerja keras.

    Penyebab Orang Tidak Sukses

    Lantas, apa penyebabnya? Nah, daripada penasaran, berikut adalah 5 faktor penyebab seseorang tak kunjung kaya walau sudah bekerja keras, diantaranya:

    1. Hanya Fokus Pada Menabung

    Memang benar bahwa salah satu cara supaya bisa cepat kaya raya adalah dengan rajin menabung. Ada sebuah istilah yang mengatakan bahwa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

    Artinya, meskipun kita hanya menabung dalam jumlah yang sedikit namun tetap konsisten dan rajin, maka yang uang yang terkumpul nantinya akan semakin banyak. Akan tetapi, hanya berfokus pada menabung saja tidak akan membuatmu menjadi kaya raya.

    Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan? Sebaiknya kamu memikirkan bagaimana caranya supaya pendapatanmu semakin meningkat. Sebab, orang kaya selalu fokus pada pendapatan.

    2. Tidak Punya Tujuan Finansial

    Menjadi orang kaya tidak hanya memerlukan usaha dan kerja keras saja, melainkan juga tujuan finansial yang jelas.

    Misalnya seperti membeli rumah, membangun usaha, menanam saham, membeli tanah, atau membeli aset lainnya.

    Tujuan ini juga bisa menjadi motivasi dalam mengumpulkan uang. Sebab, percuma kamu bekerja keras mengumpulkan uang jika tidak ada tujuan yang jelas dalam menggunakan uang tersebut.

    3. Suka Membeli Barang Mahal

    Bagi sebagian besar orang, membeli barang mewah dan mahal menjadi suatu apresiasi terhadap diri sendiri karena sudah bekerja keras.

    Namun, jika kamu ingin menjadi orang yang kaya raya, sebaiknya hindari kebiasaan tersebut. Walaupun pendapatan semakin meningkat, jangan jadikan alasan supaya kamu bisa meningkatkan biaya hidup juga. Belilah barang dengan harga standar dan jangan beli barang yang tidak diperlukan.

    4. Kamu Tidak Investasi

    Tidak hanya menabung, investasi juga bisa menjadi salah satu cara agar bisa menjadi kaya raya. Bekerja keras saja tidak akan cukup jika tanpa investasi.

    Investasi juga bisa berguna di kehidupan selanjutnya. Kamu bisa menginvestasikan sekian persen pendapatanmu misalnya dengan cara membeli aset-aset penting.

    5. Terlalu Senang dengan Gaji Bulanan

    Jika kamu bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan, tentunya kamu akan mendapatkan upah setiap bulan. Jangan terlalu senang dengan gaji bulanan tersebut.

    Kamu harus bisa mendapatkan penghasilan dari cara lainnya, misalnya dengan cara berwira usaha. Cara ini bisa membuatmu menjadi kaya raya.

    Nah, itulah beberapa penyebab kenapa kamu tak kunjung kaya walau sudah bekerja keras. Jadi, sekarang sudah tahu kan?

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • 5 Tips Mengatur Keuangan Bagi Pasangan yang Baru Menikah

    Menikah adalah salah satu impian bagi setiap pasangan, khususnya wanita. Sebab, kebanyakan wanita menganggap bahwa menikah adalah sebuah bentuk keseriusan pria terhadap hubungan  yang sedang dijalaninya.

    Banyak yang mendamba-dambakan bisa berbahagia setelah menikah. Adapula yang menganggap bahwa menikah adalah sebuah hal yang mudah dilakukan dan dijalani.

    Apakah benar demikian? Ya, menikah memang mudah dijalani ketika kedua belah pihak memiliki komitmen dan kesadaran diri akan tanggung jawab masing-masing.

    Sebab, tidak sedikit pasangan suami istri yang mengalami keretakan hubungan rumah tangga hanya dikarenakan hal-hal sepele, salah satunya adalah masalah keuangan.

    Biasanya, masalah keuangan ini akan dialami oleh pasangan baru yang belum memiliki pengalaman. Namun, sebelum hal itu terjadi alangkah baiknya kita memersiapkan diri terlebih dahulu dengan mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan yang baik dan benar bagi sebuah hubungan suami istri agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.

    Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa poin yang harus diperhatikan.

    1. Kejujuran

    Hal pertama yang harus diperhatikan oleh pasangan baru adalah kejujuran. Terapkan kejujuran dalam hal apapun, termasuk dalam keuangan. Ketika suami dan istri berkomitmen untuk sama-sama bekerja, lebih baik jujur dengan hasil atau gaji yang didapatkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari rasa curiga dari salah satu pihak. Sebaiknya saling terbuka dan transparan daripada harus menutup-nutupi yang ujung-ujungnya membuat keretakan hubungan.

    2. Membuat Rancangan Pengeluaran

    Selanjutnya, suami dan istri harus sama-sama membuat rancangan pengeluaran, baik untuk makan, kebutuhan sehari-hari, transportasi, atau untuk sekedar jalan-jalan di akhir pekan. Semua rancangan itu harus jelas. Sebab, sering terjadi pasangan yang tidak membuat rancangan merasa uangnya selalu habis-habis terus dan mereka tidak tahu ke mana larinya uang tersebut.

    3. Menentukan Prioritas

    Hal penting lainnya adalah menentukan prioritas. Sebagai pasangan yang baru saja menikah, tentu memiliki beberapa impian yang besar, misalnya memiliki rumah, mobil, dan perabotan yang lengkap. Untuk itu, tentukan prioritas pengeluaran. Jangan sampai mengeluarkan uang untuk hal-hal yang bukan prioritas dan ujung-ujungnya membuat menyesal. Ingat, prioritas utama adalah makanan dan tempat tinggal yang harus dipenuhi.

    4. Saling Mengerti

    Usahakan untuk membuang kebiasan-kebiasaan yang sering dilakukan saat masih lajang. Misalnya suka nongkrong, suka ngemall, suka belanja, sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari. Sebagai pasangan yang baik harusnya saling mengerti dan jangan meninggikan ego. Ingat, mencari nafkah bukanlah hal yang mudah jadi hargailah jirih payahnya dengan berhemat.

    5. Sisihkan untuk Ditabung

    Hal ini sangat penting untuk dilakukan oleh pasangan yang baru saja menikah. Jangan terlalu boros, usahakan sehemat mungkin dan menyisihkan uang untuk ditabung. Pada akhirnya, tabungan ini bisa digunakan untuk keperluan yang penting, misalnya biaya melahirkan atau uang muka rumah.