Tag: uks

  • FKKS Cluring Gelar Sosialisasi UKS di SDN 2 Sarimulyo yang Berdaya Saing Tinggi

    FKKS Cluring Gelar Sosialisasi UKS di SDN 2 Sarimulyo yang Berdaya Saing Tinggi

    SDN 2 Sarimulyo menjadi pilihan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Cluring untuk kegiatan sosialisasi Kelembagaan UKS, Rabu (26/11/25).

    Sekolah berpagar merah putih ini tampil asri dengan halaman rindang dan fasilitas bersih, termasuk toilet.

    Dua ruang kelas yang disatukan menjadi aula mampu menampung 45 peserta.

    Meja bertaplak batik dilengkapi nama peserta, hiasan tanaman, serta suguhan polo pendem dan minuman segar secang dan markisa yang dipetik dari halaman sekolah.

    Sekolah ini memiliki 64 siswa dari kelas 1–6, dengan 61 di antaranya penerima KIIP/PIP.

    Di bawah kepemimpinan Eny Ismawati, S.Pd., dan didukung delapan guru serta tenaga kependidikan dan komite, SDN 2 Sarimulyo mencatat sejumlah prestasi.

    FKKS Cluring di SDN 2 Sarimulyo Banyuwangi

    “Alhamdulillah, tahun ini kami meraih juara Gerakan Sekolah Sehat dan Adiwiyata Jatim,” ujar Eny, perempuan asal Tampo. Ia menyebut pencapaian lain di bidang drumband, tari, puisi, pantomim, dan akademik.

    Sekolah ini mengusung visi Terwujudnya Peserta Didik yang Unggul dalam Prestasi Akademik dan Nonakademik, Sehat, Disiplin, Berakhlak Mulia, dan Berbudaya Lingkungan.

    Kantin sekolah juga dinyatakan bebas plastik dan bebas 5P (perasa, pemanis, pengawet, pengenyal, pewarna). Masa tugas Eny pada periode pertama akan berakhir pada 22 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Ibu.

    Kegiatan sosialisasi UKS menghadirkan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), K3S, Pembina UKS/M, serta Pokja Desa Sehat se-Kecamatan Cluring.

    Koordinator Satkordikcam Cluring, Wiwit Sukesi, S.Pd., menyebut jumlah siswa SD di wilayahnya rata-rata 50–80 per sekolah.

    Kepala Puskesmas Benculuk yang juga Plt Puskesmas Tampo, Tatiek Setya Ningsih, Bd. SST, M.M.Kes., mengingatkan pentingnya menjaga ODF, budaya hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah, kantin sehat, serta konsumsi buah dan sayur.

    “Tiap sekolah perlu memiliki guru UKS dan kader UKS, serta bersinergi melalui musrenbang desa untuk penguatan sarpras UKS,” ujarnya.

    Plt Camat Cluring, Ir. Tri Wahyu Angembani, menegaskan perlunya kolaborasi dalam pelayanan dan inovasi, terutama di tengah efisiensi anggaran.

    FKKS Cluring

    Ninil, sapaan akrabnya, alumni SMPP/Smada 86 yang dua hari lagi memasuki masa purnabakti sebagai ASN berpamitan dan permohonan maaf, sembari berharap silaturahmi tetap terjaga.

    “kami pamit dan mohon maaf sambung dungo tetap jaga silaturahmi dan sehat senantiasa!”

    Paparan UKS disampaikan Desika Ulfatunissa, S.Kep., setelah Bung Aguk menyinggung kelembagaan dan kondisi Swasti Sabha Padapa yang diterima Banyuwangi.

    Melalui prestasi dan materi UKS–Adiwiyata yang ditampilkan, SDN 2 Sarimulyo menjadi rujukan studi tiru bagi SD, MTs, dan SMK yang hadir. Sinergi sekolah dengan Puskesmas, Kepala Desa, serta unsur kedinasan juga dinilai kuat.

    “Harapannya, segera diterbitkan SK Tim Pelaksana UKS dengan tembusan ke Kades dan Camat. Semester depan, FKKS akan memfasilitasi pelatihan untuk guru UKS,” demikian penutup kegiatan. (Aguk)

  • Sinergi STIKES Banyuwangi dan FBS Bangkitkan Semangat UKS/M di Blimbingsari

    Sinergi STIKES Banyuwangi dan FBS Bangkitkan Semangat UKS/M di Blimbingsari

    Kesadaran untuk menghidupkan kembali program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) yang kini banyak hanya tinggal nama kembali digelorakan oleh Tim Promotor UKS STIKES Banyuwangi.

    Kegiatan ini digelar di Aula Satkordikwilcam Blimbingsari pada Kamis (16/10/2025), hasil kolaborasi antara STIKES Banyuwangi, Forum Banyuwangi Sehat (FBS), dan Pembina UKS Kecamatan Blimbingsari.

    Dalam sambutannya saat membuka acara, Kasi PMK Kecamatan Blimbingsari, Abdul Aziz, SH, MH, menyinggung sejumlah isu seperti mutasi camat, digitalisasi perlindungan sosial, dan musrenbang desa.

    Ia menekankan pentingnya menciptakan wilayah Blimbingsari yang aman, nyaman, dan sehat.

    Hal itu dapat diwujudkan dengan menghidupkan kembali program UKS/M di seluruh lembaga pendidikan, yang laporannya disampaikan ke Kantor Kecamatan untuk disinergikan dengan Puskesmas serta para pemangku kepentingan.

    Sementara itu, Aguk Wahyu Nuryadi dari FBS menjelaskan bahwa regulasi UKS merupakan hasil Surat Keputusan Bersama (SKB) empat kementerian.

    Kegiatan UKS dapat didukung oleh dana BOS dan PSM, dengan kepengurusan yang melibatkan komite sekolah, Puskesmas, dan pemangku wilayah.

    Ia menambahkan, UKS maupun program Adiwiyata termasuk indikator penting dalam penilaian Pendidikan Sehat guna mendukung Kabupaten Sehat.

    Paparan materi diawali oleh Intan Nur Wahyuni Ngsih, S.Pd, SD, Pembina UKS SDN 1 Watukebo, yang memaparkan profil dan prestasi sekolahnya sebagai jawara Gerakan Sekolah Sehat.

    “Kami tegas soal kebersihan lingkungan dan toilet, namun mengajar tetap menyenangkan di kelas. Kader Tiwisada dan dokter kecil juga dengan sopan menegur tamu, bahkan guru, yang merokok di lingkungan sekolah,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa situs Watukebo telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui SK Bupati yang mendukung pengembangan Geopark Ijen.

    Kepala SDN 1 Watukebo, Umi Masrohatin, S.Pd, SD, berharap melalui pembinaan dari FBS dan Pembina UKS dapat diadakan sarana-prasarana pengelolaan sampah serta kantin sehat.

    Hal ini sebagai persiapan karena sekolahnya akan mewakili Kabupaten Banyuwangi dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Timur.

    Dari Tim Pembina UKS Kabupaten yang juga Pengurus PKK Kabupaten, Pipit Haryono, S.Kep, M.Pd, menyampaikan bahwa SDN 1 Watukebo dapat menjadi studi tiru ideal bagi lembaga pendidikan di wilayah Blimbingsari, Kabat, Rogojampi, hingga Songgon.

    “Monggo, kepala sekolah bisa mengirim guru calon pembina UKS untuk mengikuti pelatihan dua hari di Watukebo dalam waktu dekat agar program UKS ini lebih serius dijalankan. Selanjutnya, bina kader dari siswa untuk siswa, baik dokter kecil maupun Kelompok Kesehatan Remaja,” ujarnya.

    Sesi berikutnya diisi oleh Desika Ulfatunisa, S.Kep, yang memimpin yel-yel “Sehat dimulai dari saya” sebelum menampilkan paparan tentang langkah-langkah pembentukan UKS.

    Ia menjelaskan pentingnya penerbitan SK Kepala Sekolah, penyusunan program, serta kegiatan monitoring. Ia juga mendorong pelibatan Puskesmas dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kapasitas SDM.

    “Minimal ada kader 10 persen dari jumlah murid di setiap lembaga pendidikan untuk menjalankan program UKS. Maksimalkan pula potensi intra dan ekstrakurikuler guna mendukung UKS agar menjadi budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang menjadi karakter lembaga pendidikan,” tuturnya.

    Desika juga memberikan nomor kontak WhatsApp bagi peserta yang ingin mengundang atau mengunjungi praktik baik di STIKES Banyuwangi, yang berlokasi di Jalan Letkol Istiqlal.