Tag: universitas

  • Daya Tampung SNBP 2026 Resmi Dirilis, Begini Cara Cek Kuota PTN dan Rumus Hitung Keketatan Jurusan Agar Lolos

    Daya Tampung SNBP 2026 Resmi Dirilis, Begini Cara Cek Kuota PTN dan Rumus Hitung Keketatan Jurusan Agar Lolos

    sastrawacana.id/ – Tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 kini memasuki fase krusial dengan dirilisnya data daya tampung resmi oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

    Bagi para siswa kelas 12, memahami ketersediaan kursi di jurusan impian adalah langkah wajib sebelum memencet tombol finalisasi pendaftaran.

    Pasalnya, strategi memilih jurusan bukan hanya soal nilai rapor yang tinggi, melainkan juga kecerdasan dalam membaca peluang melalui angka kuota dan tingkat persaingan.

    Informasi mengenai daya tampung ini menjadi penentu utama karena setiap kampus memiliki kebijakan distribusi kuota yang berbeda.

    Baca juga: Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB 2026: Jangan Sampai Salah Langkah, Ini Tahapan Terbarunya!

    Berdasarkan regulasi terbaru, setiap PTN wajib mengalokasikan minimal 20 persen kursi untuk jalur SNBP.

    Namun, angka tersebut bersifat dinamis tergantung pada akreditasi program studi dan kebijakan otonomi kampus masing-masing.

    Cara Cek Daya Tampung SNBP 2026 di Portal Resmi

    Siswa dapat memantau langsung sebaran kuota melalui laman resmi SNPMB yang diperbarui secara real-time.

    Proses pengecekan ini sangat penting dilakukan untuk memastikan apakah jurusan incaran mengalami penambahan atau justru pengurangan kursi dibandingkan tahun lalu.

    Caranya cukup mudah dengan mengakses menu daftar PTN, memilih universitas yang dituju, lalu melihat detail setiap program studi yang tersedia.

    Dalam laman tersebut, selain angka daya tampung tahun 2026, biasanya juga tercantum data peminat tahun 2025 yang bisa dijadikan tolok ukur awal.

    Rumus Menghitung Tingkat Keketatan Jurusan

    Setelah mendapatkan angka daya tampung dan jumlah peminat tahun sebelumnya, siswa sangat disarankan untuk menghitung tingkat keketatan secara mandiri.

    Rumus sederhana yang bisa digunakan adalah dengan membagi angka daya tampung dengan jumlah peminat tahun lalu, kemudian dikalikan 100 persen.

    Semakin kecil persentase yang dihasilkan, maka semakin tinggi tingkat persaingan di jurusan tersebut.

    Sebagai contoh, jika sebuah program studi memiliki daya tampung 20 kursi dengan jumlah peminat mencapai 1.000 orang, maka tingkat keketatannya adalah 2 persen, yang artinya hanya ada 2 kursi untuk setiap 100 pendaftar.

    Variabel Penentu Selain Daya Tampung

    Penting untuk diingat bahwa daya tampung hanyalah satu sisi dari koin seleksi. Variabel lain yang tidak kalah menentukan adalah jejak alumni sekolah di kampus tersebut.

    PTN cenderung memprioritaskan siswa dari sekolah yang memiliki rekam jejak akademik konsisten. Selain itu, faktor lintas jurusan juga menjadi perhatian serius pada SNBP 2026.

    Siswa disarankan untuk memastikan mata pelajaran pendukung mereka selaras dengan kurikulum jurusan yang dituju agar nilai rapor dapat terkonversi secara maksimal dalam sistem pembobotan.

    Dengan dirilisnya data daya tampung ini, siswa kini memiliki waktu yang cukup untuk melakukan analisis mendalam sebelum pendaftaran ditutup.

    Kejelian dalam memilih program studi dengan daya tampung yang stabil namun tingkat keketatan yang rasional seringkali menjadi kunci sukses bagi mereka yang berhasil menembus kampus impian tanpa harus melalui jalur tes.

    Bagaimana dengan pilihan jurusan kamu, apakah daya tampung di kampus incaranmu tahun ini memberikan angin segar atau justru membuatmu harus memutar otak mencari strategi cadangan?

  • E-Learning STIKOM PGRI Banyuwangi, Inovasi Perkuliahan Digital di Era Modern

    E-Learning STIKOM PGRI Banyuwangi, Inovasi Perkuliahan Digital di Era Modern

    STIKOM PGRI Banyuwangi merupakan perguruan tinggi swasta yang fokus pada pendidikan teknologi informasi dan sistem komputer di Banyuwangi, Jawa Timur.

    Lembaga ini memiliki fasilitas pembelajaran digital berupa portal e-learning yang dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen untuk mendukung kegiatan akademik secara online.

    Apa Itu E-Learning di STIKOM Banyuwangi?

    E-learning STIKOM PGRI Banyuwangi adalah sebuah platform pembelajaran daring yang berfungsi sebagai Learning Management System (LMS) untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar secara digital.

    Portal ini digunakan sebagai media penyampaian materi kuliah, diskusi, pengumpulan tugas, dan berbagai aktivitas akademik lain yang bisa dijalankan secara online.

    Situs portal e-learning tidak memuat informasi publik yang detail mengenai fiturnya di halaman utama, tetapi domainnya aktif sebagai bagian dari sistem pembelajaran kampus, menunjukkan bahwa institusi memiliki fasilitas digital untuk kebutuhan akademik mahasiswa dan dosen.

    Peran E-Learning dalam Proses Akademik

    Platform ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran digital di lingkungan STIKOM untuk:

    • Menyediakan akses materi kuliah secara on demand sehingga mahasiswa dapat belajar lebih fleksibel.
    • Mendukung interaksi antara mahasiswa dan dosen di luar jam perkuliahan tatap muka.
    • Menjadi wadah administrasi akademik digital yang terintegrasi dengan sistem informasi kampus lainnya seperti portal Sistem Informasi Mahasiswa (SIM)
    • Wadah bagi mahasiswa untuk bertanya dan berdiskusi mengenai topik perkuliahan tertentu secara asinkron.

    Dengan adanya e-learning, STIKOM PGRI Banyuwangi mengikuti tren digitalisasi pendidikan tinggi yang semakin relevan dengan kebutuhan kompetensi teknologi saat ini.

    Platform seperti ini membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan literasi digital serta adaptasi terhadap pembelajaran berbasis teknologi, sesuai dengan fokus pendidikan kampus pada bidang teknologi informasi.

    Cara Mengakses E-Learning

    Untuk menjaga keamanan data dan privasi akademik, akses ke sistem E-Learning dibatasi hanya bagi civitas akademika aktif. Langkah-langkah login:

    • Kunjungi portal resmi E-Learning (biasanya melalui subdomain kampus atau portal LMS STIKOM).
    • Masukkan Username (biasanya menggunakan NIM/Nomor Induk Mahasiswa).
    • Masukkan Password yang telah didaftarkan melalui bagian Sistem Informasi (Puskom).
    • Pilih mata kuliah yang diikuti pada semester berjalan.

    Keunggulan Sistem Pembelajaran Daring di STIKOM

    Berikut adalah keunggulan E-Learning STIKOM Banyuwangi:

    • Aksesibilitas Tinggi: Platform dapat diakses secara fleksibel melalui berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, maupun laptop kapan saja dan di mana saja.
    • Penerapan Konsep Paperless: Meminimalisir penggunaan kertas dalam proses administrasi kelas dan pengumpulan tugas mahasiswa secara digital.
    • Fleksibilitas Pembelajaran: Memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan luar kampus atau sedang menempuh program magang dan MBKM.
    • Tracking Kemajuan Mandiri: Mahasiswa dapat memantau progres pembelajaran dan melihat perolehan nilai secara langsung serta transparan melalui sistem
  • Rektor IPB Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Teknologi dan Iklim

    Rektor IPB Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Teknologi dan Iklim

    Di tengah derasnya perubahan zaman, mahasiswa tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengetahuan.

    Mereka harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memimpin perubahan untuk menghadapi tantangan teknologi serta perubahan iklim global.

    Pesan tegas ini disampaikan Rektor Prof Arif Satria kepada lebih dari 8.000 mahasiswa baru IPB University angkatan 62, baik dari program Sarjana (S1) maupun Sarjana Terapan (D4), dalam acara Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) yang berlangsung pada 11–12 Agustus.

    “Setiap tahun kebutuhan skill berubah. Karena itu, kita harus menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), akan menggeser banyak peran tradisional.

    Selain AI skill dan digital skill, saat ini berkembang pula green skill, kemampuan mengelola sumber daya alam secara efisien dan ramah lingkungan.

    “Setiap kenaikan satu derajat celcius suhu global dapat menurunkan produksi beras 10-20 persen. Bahkan, jika perubahan iklim tidak diantisipasi, kopi bisa punah pada 2080,” tambahnya.

    Menurut dia, era Society 5.0 menempatkan isu lingkungan dan kemanusiaan sebagai pusat perhatian.

    Banyak perusahaan besar mulai mencari ahli sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. “Kita harus lead change sekaligus lead the future,” tegasnya.

    Kepada mahasiswa baru angkatan 62 ‘Jatayu Harsakala’, Prof Arif juga memberikan tiga pesan utama.

    Pesan pertama adalah menjadi insan inspiratif, yaitu orang yang mampu menggerakkan orang lain melalui gagasan, kepemimpinan, dan karya.

    “Ciri insan inspiratif adalah punya visi, mindset positif, semangat belajar, kegigihan, keberanian, dan empati,” ucapnya.

    Pesan kedua adalah memiliki growth mindset. Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat kegagalan sebagai peluang belajar, bukan batas kemampuan.

    “Masalah dan kegagalan akan selalu ada, tapi berhenti dari kegagalan adalah kesalahan terbesar. Pembelajar sejati adalah mereka yang mampu mengambil pelajaran dari siapa pun dan di mana pun,” katanya.

    Pesan ketiga adalah menjadi insan inovatif. Mahasiswa dituntut memiliki rasa ingin tahu tinggi, berpikir kreatif, berani mengambil risiko, fokus pada future practice, dan memiliki daya adaptasi.

    Semua orang bisa menuju puncak, tetapi bertahan di puncak adalah soal karakter,” ucap Rektor dengan penuh semangat.

    Bagi mahasiswa baru, pesan ini menjadi motivasi yang berarti. Hal itu diungkapkan oleh Rizki, peserta MPKMB, “Motivasi ini benar-benar membuat saya sadar bahwa pada akhirnya karakter menjadi hal yang sangat penting dalam hidup ini.”

    Menutup penyampaiannya, Prof Arif memaparkan visi IPB University sebagai Innopreneur University, yang memadukan riset dan inovasi untuk kepentingan bisnis (techno-preneurship) maupun sosial (socio-preneurship).

    “IPB University menyiapkan ekosistem pendidikan, riset, dan pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa sejak awal perkuliahan, termasuk melalui Talent Mapping, pelatihan 7 Habits, business mentoring, dan Startup School,” pungkasnya.

  • Keren! Universitas Negeri Malang Terapkan Smart Gate Super Canggih, Parkir Cukup Tempel KTM

    Keren! Universitas Negeri Malang Terapkan Smart Gate Super Canggih, Parkir Cukup Tempel KTM

    Universitas Negeri Malang (UM) resmi meluncurkan sistem Smart Gate pada Kamis (24/7/2025) sebagai bagian dari inovasi layanan kampus.

    Sistem ini mengintegrasikan pendataan plat nomor kendaraan, kartu identitas berteknologi RFID, dan pembayaran parkir non-tunai melalui QRIS.

    Dalam tahap awal implementasi, seluruh sivitas akademika UM, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan diwajibkan mendaftarkan maksimal dua nomor polisi (nopol) kendaraan.

    “Setiap orang didata maksimal dua plat nomor (motor dan mobil), dosen, petugas, dan mahasiswa satu plat nomor. Data ini digunakan untuk akses masuk,” jelas Wakil Rektor II UM.

    Pengguna internal yang telah terdaftar akan dibebaskan dari biaya parkir.

    Sementara itu, bagi tamu kampus, tarif parkir ditetapkan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor, Rp5.000 untuk mobil, dan Rp20.000 untuk bus, dengan pembayaran dilakukan secara cashless menggunakan QRIS.

    Untuk mendukung sistem ini, UM mencetak 45.000 kartu identitas mahasiswa (KTM) dan kartu pegawai yang dilengkapi dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), berlaku untuk mahasiswa angkatan 2020-2025.

    “Mahasiswa cukup menempelkan KTM untuk membuka portal. Warga UM memiliki akses khusus, sementara masyarakat umum hanya diizinkan masuk 10-15 menit,” tambahnya.

    Sistem Smart Gate telah diimplementasikan di seluruh fakultas, kecuali Fakultas MIPA yang masih menggunakan mesin ATM terintegrasi dengan KTM.

    Pembayaran parkir juga dapat dilakukan di berbagai titik, mulai dari gerbang masuk hingga area dalam kampus.

    UM juga menyiapkan masa uji coba selama satu bulan, di mana pengguna diminta melakukan scan barcode QRIS, sebagaimana sistem yang lazim digunakan di pusat perbelanjaan.

    Vendor yang bekerja sama dengan UM akan bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan mesin selama enam bulan setelah instalasi.

    Di sisi lain, sistem ini juga memperkuat aspek keamanan kampus. Sudah ada tiga kasus kriminalitas bermotor yang berhasil terdeteksi melalui CCTV di pintu masuk Smart Gate.

    Hal ini membuktikan efektivitas sistem dalam mencegah tindakan kriminal dan sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 16, yaitu perdamaian, keadilan, dan institusi yang tangguh.

    UM turut melakukan sosialisasi penggunaan Smart Gate melalui video informatif yang diunggah ke platform YouTube.

    Peluncuran resmi sistem bagi mahasiswa baru dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2025. Sementara itu, petugas parkir di masing-masing fakultas akan diberdayakan secara optimal dalam masa transisi dan penerapan sistem.

    Dengan sistem Smart Gate ini, Universitas Negeri Malang tak hanya meningkatkan efisiensi dan keamanan akses, tetapi juga memperkuat komitmennya terhadap transformasi digital dan pelayanan berbasis teknologi.

    Model parkir dan kontrol akses berbasis digital ini diharapkan menjadi rujukan bagi kampus-kampus lain dalam pengembangan ekosistem smart campus yang berkelanjutan.

    Sumber: um.ac.id

  • Tanam Ribuan Pohon di Hulu Brantas, UNAIR dan 4 PTN-BH Galang Aksi Konservasi Air

    Tanam Ribuan Pohon di Hulu Brantas, UNAIR dan 4 PTN-BH Galang Aksi Konservasi Air

    Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis air bersih dan dampak perubahan iklim, Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng empat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Jawa Timur untuk melakukan aksi konservasi di hulu Sungai Brantas.

    Kegiatan penanaman pohon yang berlangsung pada Sabtu (26/7/2027) di Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu, melibatkan Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Negeri Malang (UM).

    Aksi ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat (pengmas) yang diprakarsai UNAIR melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta SDGs Center, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I, dan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

    Ketua LPPM UNAIR, Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, menyebutkan bahwa penanaman pohon ini adalah langkah awal dari program jangka panjang yang bertujuan menjaga keberlanjutan sumber air di Jawa Timur.

    Menurutnya, Sungai Brantas adalah urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut dan pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara parsial.

    “Jawa Timur masih punya banyak permasalahan yang butuh diselesaikan bersama, salah satunya adalah pengelolaan Sungai Brantas, dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

    Prof. Gadis menekankan bahwa pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis. Kolaborasi ini diharapkan membuka pintu bagi sinergi lintas bidang, mulai dari sosial humaniora, teknologi, ekonomi, hingga kesehatan.

    “Keberhasilan itu tidak bisa kita nikmati jika tidak semua elemen dilibatkan. Sedekah paling besar adalah air,” tambahnya.

    Ia berharap, semangat gotong royong yang muncul dalam aksi ini bisa menggerakkan lebih banyak pihak untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

    Agung Nugroho, Kepala Divisi di Perum Jasa Tirta I, menjelaskan bahwa Arboretum Sumber Brantas di Bumiaji bukanlah kawasan wisata, melainkan area konservasi yang berfungsi vital dalam menjaga ketersediaan air baku.

    Ia berharap kegiatan penanaman pohon ini akan membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan serta meminimalisasi risiko banjir.

    Dalam jangka panjang, langkah ini akan menjaga kontinuitas aliran air ke hilir. Ia juga membuka peluang bagi kegiatan riset di kawasan arboretum dengan tetap menjaga fungsi konservatifnya.

    “Kawasan ini digunakan khusus untuk kegiatan konservasi dan tidak dibuka untuk umum atau wisata. Harapannya bisa menjaga kawasan arboritum. Jika ada yg mau penelitian disini juga diperbolehkan,” harapnya.

    Kepedulian serupa juga disuarakan oleh Direktur Operasi Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya, Nanang Widyatmoko.

    Ia menegaskan bahwa 93 persen kebutuhan air minum warga Surabaya bersumber dari Sungai Brantas. Karena itu, menjaga hulu sungai merupakan prioritas utama.

    Jika terjadi kerusakan atau gangguan, maka Surabaya bisa lumpuh. Apalagi dengan adanya perubahan iklim, pola hujan berubah, bendungan-bendungan mulai kekurangan stok air, dan kualitas air pun terancam karena limbah,” paparnya.

    Nanang menyambut baik keterlibatan kampus dalam isu-isu strategis seperti ini. Ia berharap, bentuk pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi bisa diarahkan untuk menjawab persoalan riil yang dihadapi penyedia layanan air, terutama di daerah yang kekurangan kapasitas teknis.

    “Air adalah shodaqoh terbaik. Dengan gotong royong, kita bisa memastikan air tetap mengalir untuk semua,” tandasnya.

    Aksi tanam pohon ini merupakan awal dari rangkaian program konservasi terpadu yang akan terus bergulir.

    LPPM dan SDGs Center UNAIR telah menyiapkan rencana lanjutan di wilayah hilir Sungai Brantas yang akan digelar pada bulan September mendatang, berlokasi di Kota Surabaya.

    Program ini menandai babak baru dalam pengabdian masyarakat lintas institusi di Jawa Timur.

    Dengan melibatkan lima PTN-BH sekaligus, kegiatan ini bukan hanya simbol kolaborasi akademik, tetapi juga refleksi kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Sumber: Unair

  • Kuliah Gratis Tanpa Biaya! Ini Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri yang Masih Dibuka

    Kuliah Gratis Tanpa Biaya! Ini Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri yang Masih Dibuka

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025, sebuah program bantuan pendidikan yang memberikan kesempatan kuliah gratis hingga lulus bagi siswa-siswi berprestasi dari keluarga kurang mampu.

    Program ini berlaku untuk seluruh jalur masuk ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk jalur mandiri yang saat ini masih terbuka di berbagai kampus.

    Pendaftaran KIP Kuliah tahun 2025 dimulai sejak 4 Februari 2025 dan akan ditutup hingga 31 Oktober 2025.

    Artinya, para calon mahasiswa masih memiliki waktu untuk mendaftarkan diri melalui portal resmi, terlebih bagi mereka yang mengikuti seleksi mandiri di kampus tujuan masing-masing.

    Pendaftaran ini juga menjadi peluang besar untuk siswa yang tidak lolos seleksi nasional seperti SNBP atau SNBT, agar tetap bisa kuliah tanpa dibebani biaya pendidikan.

    Akses Pendidikan Tinggi yang Lebih Merata

    KIP Kuliah menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang adil dan merata.

    Program ini tidak hanya membebaskan biaya kuliah sepenuhnya, tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup yang besarannya disesuaikan dengan wilayah tempat mahasiswa kuliah.

    Dengan bantuan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala masalah finansial.

    Menurut informasi yang dihimpun, calon penerima KIP Kuliah harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain merupakan lulusan SMA/sederajat pada tahun berjalan atau dua tahun sebelumnya, telah diterima di program studi yang memiliki akreditasi A atau B, serta berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.

    Syarat dan Prosedur Pendaftaran

    Untuk mendaftar, calon mahasiswa wajib membuat akun KIP Kuliah melalui laman resmi kip-kuliah.kemdikbud.go.id atau aplikasi KIP Kuliah Mobile. Data yang dibutuhkan antara lain:

    • NIK (Nomor Induk Kependudukan)
    • NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)
    • NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional)
    • Alamat email aktif

    Setelah akun berhasil dibuat, peserta akan diminta melengkapi informasi pribadi, akademik, serta kondisi ekonomi keluarga.

    Pendaftar yang telah diterima di perguruan tinggi melalui jalur manapun wajib mengisi data program studi yang mereka tempati untuk proses seleksi bantuan.

    Bagi calon mahasiswa yang belum mendapatkan beasiswa lain, program ini bisa menjadi satu-satunya penyelamat untuk tetap bisa kuliah.

    Apalagi, program ini tidak hanya berlaku di perguruan tinggi negeri, tetapi juga mencakup perguruan tinggi swasta yang sudah terdaftar sebagai mitra resmi.

    Bantuan yang Diberikan

    Mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan dua jenis bantuan, yaitu:

    • Biaya Pendidikan: seluruh biaya kuliah dibayarkan langsung oleh pemerintah kepada perguruan tinggi.
    • Biaya Hidup: diberikan langsung kepada mahasiswa dengan besaran yang disesuaikan dengan wilayah dan indeks kebutuhan, mulai dari Rp800.000 hingga Rp1.400.000 per bulan.

    Pencairan dana dilakukan secara berkala setiap semester dan akan terus diberikan hingga mahasiswa lulus, dengan catatan mahasiswa aktif dan menunjukkan kemajuan akademik yang baik.

    Jalur Mandiri Masih Dibuka

    Sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta masih membuka jalur mandiri hingga Agustus 2025.

    Kesempatan ini sangat penting dimanfaatkan oleh siswa yang belum mendapatkan kampus melalui jalur nasional.

    Pendaftar melalui jalur mandiri tetap berhak untuk mengajukan KIP Kuliah selama memenuhi syarat.

    Ada banyak perguruan tinggi ternama seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (Unnes), hingga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang masih membuka pendaftaran jalur mandiri sekaligus menerima calon mahasiswa penerima KIP Kuliah.

    Sejak pendaftaran dibuka, animo pendaftar cukup tinggi. Banyak siswa dari daerah terpencil yang berharap bisa menempuh pendidikan tinggi tanpa membebani orang tua.

    Pemerintah melalui Kemendikbudristek mengimbau agar para siswa yang memenuhi kriteria segera mendaftar dan tidak menunggu batas akhir.

    Proses verifikasi data memerlukan waktu, dan semakin cepat mendaftar, semakin besar peluang untuk mendapat bantuan tersebut.

    Selain itu, calon mahasiswa diminta memastikan seluruh data identitas (NIK, NISN, dan NPSN) benar dan aktif agar tidak terjadi kesalahan pada saat verifikasi.

  • UIN Ar-Raniry Kirim Lima Mahasiswa Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    UIN Ar-Raniry Kirim Lima Mahasiswa Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirimkan lima mahasiswanya untuk mengikuti program Student Mobility yang diselenggarakan oleh Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) di Kyoto University, Jepang, sejak 17 hingga 23 November 2024.

    Kelima mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program ini adalah Fathiya Rahma, Syarifah Julia Fadhlul, Najmul Akhir, Faiz Ramadhana Surya, dan Muhammad Ariq Althaf.

    Program ini menjadi bagian dari komitmen UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswanya di tingkat internasional dan memperkuat kerja sama dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.

    Selama seminggu, para mahasiswa mengikuti serangkaian perkuliahan intensif yang dipandu oleh para akademisi terkemuka, di antaranya empat sesi dengan Professor Michael Feener dari CSEAS, satu sesi bersama Professor Frank Korom dari Boston University, serta satu sesi lagi dengan Professor Sumanto Al Qurtuby, seorang fellow di CSEAS dan dosen di King Fadh University.

    Reza Idria, dosen UIN Ar-Raniry yang juga bertugas sebagai koordinator program, berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan lintas budaya dan memperdalam kajian kawasan bagi para mahasiswa. 

    “Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan mereka di bidang studi Asia Tenggara dan membangun jejaring internasional yang penting untuk masa depan mereka,” ungkap Reza.

    Di sisi lain, Saifullah Idris, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, yang turut memimpin delegasi, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung visi UIN Ar-Raniry sebagai universitas bertaraf internasional.

    “Student Mobility Program ini adalah bukti nyata dari komitmen UIN Ar-Raniry untuk menjadi World Class University, sebagaimana dicanangkan oleh Rektor kami, Professor Mujiburrahman. Kami berharap program ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berprestasi di tingkat global,” ujarnya.

    Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti ini adalah bagian dari upaya mewujudkan visi universitas untuk menjadi World Class University.

    Melalui program ini, Rektor berharap para mahasiswa UIN Ar-Raniry dapat mengembangkan peluang kolaborasi akademik internasional serta memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan hubungan antarbangsa.

    “Keberhasilan mahasiswa mengikuti program ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menjadikan UIN Ar-Raniry unggul dalam dunia pendidikan global. Kami percaya, dengan pengalaman internasional seperti ini, mahasiswa dapat memperluas wawasan dan membawa pulang pengetahuan serta pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan akademik dan riset di kampus kami,” ujar Mujiburrahman.

    Selain mengikuti perkuliahan, para mahasiswa juga akan mengikuti berbagai kegiatan pendukung, seperti kunjungan ke perpustakaan CSEAS, berdiskusi dengan mahasiswa internasional, serta mengeksplorasi budaya Jepang di Kyoto.

  • UIN KHAS Jember Mantapkan Langkah Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Dosen

    UIN KHAS Jember Mantapkan Langkah Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Dosen

    Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember memulai langkah strategis menuju peran barunya sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Sertifikasi Dosen (Serdos).

    Pada Jumat (22/11/2024), LPM menggelar kegiatan Penyamaan Persepsi Asesor Serdos untuk memberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme dan teknis penilaian sertifikasi dosen.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan UIN KHAS Jember menghadapi tantangan baru sebagai institusi penyelenggara serdos.

    Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang meraih akreditasi unggul pada 2024, UIN KHAS mendapat kepercayaan dari Kementerian Agama untuk menilai profesionalisme dosen di lingkungan PTKIN secara nasional.

    Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni menegaskan bahwa akreditasi unggul bukan hanya capaian, tetapi juga amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    “Kegiatan penyamaan persepsi ini menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Kami berharap, seluruh civitas akademika terus bersinergi untuk menjaga mutu pendidikan dan membangun reputasi kampus sebagai teladan dalam dunia pendidikan tinggi,” ujarnya.

    Kegiatan ini menghadirkan Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, sebagai narasumber utama.

    Ia menekankan pentingnya peran strategis asesor dalam menjaga kualitas dan integritas proses sertifikasi dosen.

    “Peran asesor sangatlah strategis dalam menjaga kualitas dan integritas proses sertifikasi dosen. Melalui kegiatan ini, kami berharap para asesor UIN KHAS Jember dapat menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi, memastikan penilaian sertifikasi berjalan secara objektif dan transparan,” jelasnya.

    Wakil Rektor II, Ainur Rafik yang juga bertindak sebagai Plh. Wakil Rektor I, membuka acara secara resmi.

    Ia mengapresiasi inisiatif LPM serta menyoroti capaian UIN KHAS Jember, termasuk 207 dosen yang telah tersertifikasi.

    “Saya berharap para dosen yang hadir dapat menyerap dan mengimplementasikan ilmu dari narasumber untuk terus meningkatkan mutu akademik dan profesionalisme di UIN KHAS Jember,” ujarnya. ujarnya.

    Kegiatan yang diikuti oleh 54 asesor ini berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1.

    Selain menjadi ajang pembekalan, acara ini juga memperkuat komitmen UIN KHAS Jember sebagai perguruan tinggi unggul dan terpercaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

    Dengan langkah strategis ini, UIN KHAS Jember semakin mantap memantapkan posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi berkualitas yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan nasional.

  • Mahasiswa Undiksha Raih Emas di Ajang Nasional Shorinji Kempo 2024

    Mahasiswa Undiksha Raih Emas di Ajang Nasional Shorinji Kempo 2024

    Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Invitasi Cabang Olahraga Mahasiswa 2024 untuk cabang bela diri Shorinji Kempo, yang berlangsung di Jakarta pada 6-8 November lalu.

    Dua mahasiswa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kempo Undiksha, yaitu Pade Made Mirah Permatasari dari Program Studi Manajemen dan Ida Bagus Kade Budiartawan dari Program Studi Ilmu Keolahragaan, berhasil meraih medali di ajang ini.

    Mereka berdua berada di bawah bimbingan pelatih Jatim Soenandar.

    Mirah dan Budiartawan sukses membawa pulang tiga medali sekaligus: satu medali emas untuk kategori embu berpasangan campuran I/II DAN, satu medali perak untuk randori kelas 60 kg putri, dan satu medali perunggu untuk randori kelas 60 kg putra.

    Jatim Soenandar mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi ini, terlebih dengan waktu persiapan yang cukup singkat.

    Menurutnya, capaian ini tidak hanya mengharumkan nama para atlet tetapi juga membawa kebanggaan bagi Undiksha.

    Selain itu, kontingen Undiksha berhasil meraih peringkat kelima dalam klasemen akhir medali, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

    Dari pihak pimpinan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat Undiksha, Prof. Dr. I Ketut Sudiana, M.Kes, turut menyambut hangat prestasi para mahasiswa ini.

    “Kami dari pimpinan memberikan apresiasi atas prestasi ini,” ujarnya pada Jumat, 8 November 2024.

    Prof. Sudiana berharap keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan mereka dan bersiap menghadapi ajang-ajang bergengsi lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

    Ia juga menegaskan bahwa pimpinan Undiksha memiliki komitmen kuat untuk mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa, termasuk di bidang olahraga kempo. 

    Partisipasi mahasiswa dalam berbagai kejuaraan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memperkuat capaian Undiksha dalam Simkatmawa.

    “Tentu prestasi dalam ajang ini dapat mendukung capaian Simkatmawa. Semoga ke depan dapat meraih prestasi yang semakin gemilang lagi,” tutupnya penuh harap.

  • Membanggakan, Tim Undiksha Raih Juara Pertama di Konferensi Internasional ICHBS 2024

    Membanggakan, Tim Undiksha Raih Juara Pertama di Konferensi Internasional ICHBS 2024

    Tim dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berhasil meraih prestasi internasional dalam acara 1st International Conference on Health and Biology Science (ICHBS) 2024 yang berlangsung dari 25 September hingga Oktober 2024 di Universitas Harapan Bangsa.

    Tim ini terdiri dari beberapa mahasiswa yaitu Made Anggita Abdi Jayanti, Nyoman Gita Laksmi Maharani, Desak Radha Nityanandeshwari, Putu Duta Mahardhika, Made Amanda Cipta Dewi, serta tiga dosen pembimbing dari Prodi Kebidanan: Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini, Putu Irma Pratiwi, dan Dr. Luh Nik Armini.

    Di bawah kepemimpinan Anggita, tim ini berhasil meraih juara pertama dalam kategori Best Method lewat artikel berjudul “Correlation of Age, Body Mass Index, and Age of Menarche with Hemoglobin Levels in Adolescents in Singaraja”.

    Artikel tersebut mengangkat korelasi antara usia, indeks massa tubuh (IMT), dan usia menarche dengan kadar hemoglobin pada remaja di Singaraja.

    Karya ini terinspirasi dari kegiatan pengabdian masyarakat di posyandu remaja yang menemukan masalah anemia ringan hingga sedang pada beberapa remaja, sehingga tim ini terdorong untuk meneliti lebih lanjut masalah tersebut.

    Tim ini mempersiapkan karya mereka dalam waktu dua minggu, dibimbing oleh Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini.

    Bagi Anggita, ini adalah pengalaman pertama di ajang internasional yang mengharuskannya menggunakan bahasa Inggris.

    Meski sempat menghadapi kesulitan, dukungan yang kuat antaranggota tim membuat mereka berhasil melewati tantangan dan meraih prestasi membanggakan ini.